Claim Missing Document
Check
Articles

MEMBANGUN KARAKTER DAN TOLERANSI MELALUI PENDIDIKAN ISLAM MULTIKULTURAL DAN INKLUSIF Nasaruddin Nasaruddin; Ilham Ilham; Ahmad Ahmad
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 9 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v9i2.5433

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan strategi implementasi pendidikan Islam multikultural dan inklusif dalam membangun karakter serta toleransi peserta didik di era global. Kajian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya tantangan sosial akibat konflik intoleransi dan pergeseran nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat yang semakin beragam. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kepustakaan (library research), melalui penelusuran berbagai sumber ilmiah seperti buku, jurnal, artikel akademik, dan kebijakan pendidikan yang relevan dengan topik penelitian. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) untuk menemukan pola, makna, dan hubungan antar konsep dalam literatur yang dikaji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam multikultural memiliki peran penting dalam memperkuat karakter peserta didik melalui penanaman nilai keadilan, empati, dan penghargaan terhadap perbedaan. Sekolah berfungsi sebagai miniatur masyarakat yang mempraktikkan nilai Islam rahmatan lil ‘alamin melalui budaya inklusif dan kegiatan kolaboratif yang menumbuhkan solidaritas sosial. Kepala sekolah berperan dalam menciptakan kebijakan dan iklim pendidikan yang mendukung penerapan nilai multikultural, sedangkan guru menjadi agen utama dalam mengintegrasikan nilai-nilai toleransi dalam pembelajaran. Pemanfaatan teknologi juga menjadi faktor penting yang memperluas akses pengetahuan lintas budaya serta menumbuhkan sikap terbuka terhadap keberagaman.
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI DEEP LEARNING DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN PAI BERBASIS LITERASI DIGITAL Salmin Salmin; Nasaruddin Nasaruddin; Ruslan Ruslan
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 10 No. 1 (2026): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tajdid.v10i1.5840

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis implementasi teknologi deep learning dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang berbasis literasi digital. Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), khususnya deep learning, membuka peluang besar dalam dunia pendidikan, termasuk dalam pembelajaran agama yang selama ini masih cenderung bersifat konvensional. Deep learning memungkinkan terciptanya sistem pembelajaran yang lebih adaptif, personal, dan interaktif sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kual itatif dengan jenis studi kepustakaan (library research) yang diperkuat dengan studi lapangan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru PAI dan praktisi teknologi pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi deep learning dalam pembelajaran PAI dapat dilakukan melalui berbagai media dan aplikasi, seperti chatbot islami, sistem kuis otomatis berbasis pemahaman, analisis teks Al-Qur’an dan hadis, serta rekomendasi materi berbasis kebutuhan siswa. Penggunaan teknologi ini mendorong peningkatan literasi digital siswa, mempercepat pemahaman konsep-konsep keislaman secara kontekstual, serta menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan partisipatif. Namun, keberhasilan implementasinya sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur teknologi, kompetensi guru dalam literasi digital, serta desain kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pelatihan guru PAI dalam pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan, serta pengembangan kebijakan pendidikan yang mendukung integrasi teknologi digital dalam pembelajaran agama. Dengan demikian, pembelajaran PAI tidak hanya relevan dengan tantangan zaman, tetapi juga mampu menanamkan nilai-nilai Islam secara efektif kepada generasi digital.
MODEL PEMBELAJARAN KREATIF DAN INOVATIF PADA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (Strategi Penguatan Karakter Peserta Didik) Yeni Arnaningsih; Nasaruddin Nasaruddin; Ruslan Ruslan
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 10 No. 1 (2026): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tajdid.v10i1.5848

Abstract

Perkembangan ilmu dan teknolgi di era digital 4.0 adalah sesuatu yang tidak terelakkan, perbahan tersebut tentunya sedikit banyak membawa dampak negatif terhadap siswa di sekolah-sekolah. Dengan kehadiran gadget dengan berbagai macam dan jenisnya menjadikan mereka bebas melihat sesuatu yang seharusnya tidak layak bagi mereka yang tentunya juga berpotensi merubah cara pandang, sifat dan karakter mereka. Oleh sebab itu guru sebagai pendidik, harus menemukan cara baru untuk menyibukkan mereka sehingga teralihkan dengan sesuatu yang positif. Penelitian ini bersifat library research (penelitian kepustakaan) dengan menggunakan rumusan hipotesis yang telah diuji melalui pengumpulan beberapa jenis data dan teori substantif sehingga lebih fokus dan berlaku untuk obyek-obyek yang akan diteliti. Data yang diperlukan diperoleh dari berbagai macam sumber seperti buku referensi, buku-buku teks, jurnal ilmiah, majalah, surat kabar online, dokumen, dan sumber-sumber lainnya. Sedangkan analisisnya, menggunakan analisis deskriptif dan argumentatif secara hermeneutika dengan memaparkan makna yang terkandung di balik tulisan (teks) yang secar harfiah dapat diartikan melalui penafsiran serta interpretasi. Dari penelitian ini, peneliti menemukan beberapa model dan strategi dari para pakar dan ahlinya dalam bidang Pendidikan, terkhusus Pendidikan Agama Islam. diantaranya; Discovery Learning (Pembelajaran Kooperatif), Problem Based Learning (PBL), Problem Solving (Menyelsaikan Masalah), Contextual Teaching and learning (Pembelajaran kontekstual), PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan) serta Cooperative Learning (Pembelajaran Kooperatif)
PENGARUH PEMBELAJARAN BERBASIS HIGHER ORDER THINKING SKILLS (HOTS) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DI SMP NEGERI 4 SANGGAR Wahyudin Wahyudin; Ruslan Ruslan; Nasaruddin Nasaruddin
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 10 No. 1 (2026): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tajdid.v10i1.5862

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penerapan pembelajaran berbasis Higher Order Thinking Skills dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa di era pendidikan abad ke-21. Kemampuan berpikir tingkat tinggi diperlukan agar peserta didik tidak hanya mampu menghafal konsep, tetapi juga dapat menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta solusi terhadap permasalahan nyata. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan, pengaruh, dan signifikansi pembelajaran berbasis Higher Order Thinking Skills terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa di SMP Negeri 4 Sanggar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen yang divalidasi menggunakan triangulasi. Data dianalisis secara deskriptif dengan meninjau pola dan tema yang muncul dari hasil wawancara dan observasi di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah menerapkan pembelajaran berbasis Higher Order Thinking Skills melalui kegiatan studi kasus, diskusi kelompok, dan penggunaan media pembelajaran interaktif. Penerapan ini berdampak positif terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan kreatif siswa. Meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan waktu dan kesiapan siswa, pembelajaran berbasis Higher Order Thinking Skills terbukti efektif dalam membentuk siswa yang aktif, reflektif, dan percaya diri. Dengan demikian, Higher Order Thinking Skills dapat menjadi strategi pembelajaran yang relevan untuk membekali siswa menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21.
STRATEGI IMPLEMENTASI LITERASI AL-QUR'AN DALAM PENGUATAN KARAKTER RELIGIUS SISWA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS: STUDI KASUS DI SMAN 1 KOTA BIMA Lalu Shalihin Muttaqin; Nasaruddin Nasaruddin; Ruslan Ruslan
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 10 No. 1 (2026): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tajdid.v10i1.6082

Abstract

Dalam lanskap pendidikan kontemporer Indonesia, implementasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di institusi pendidikan umum seringkali mengalami reduksi makna yang signifikan. Fokus kebijakan kerap terisolasi pada dimensi kognitif-akademik semata, seperti literasi baca-tulis fiksi atau non-fiksi umum, sementara dimensi literasi religius-khususnya pembacaan Al-Qur'an-belum mendapatkan proporsi manajerial yang strategis dan seringkali terpinggirkan sebagai agenda sekunder. Artikel ini bertujuan untuk melakukan analisis komprehensif dan mendalam mengenai strategi implementasi program literasi Al-Qur'an di SMAN 1 Kota Bima, serta mengeksplorasi implikasi teoretis dan praktisnya terhadap penguatan karakter siswa di tengah tantangan degradasi moral remaja. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif, menggali data melalui observasi partisipatif yang intensif, wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan, dan analisis dokumentasi kurikulum. Temuan penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pelaksanaan literasi Al-Qur'an telah berhasil dilembagakan melalui strategi Integrated Habituation (07.00-07.15 WITA) yang didukung oleh manajemen kolaboratif lintas mata pelajaran, melibatkan guru non-PAI sebagai fasilitator utama, sebuah langkah yang mendobrak dikotomi peran guru; (2) Program ini memberikan dampak signifikan pada pembentukan habituasi kedisiplinan dan kesiapan belajar (learning readiness) melalui mekanisme neuro-psikologis penciptaan "Zona Alfa" yang mereduksi stres akademik; (3) Hambatan sarana fisik diatasi melalui mekanisme social learning dalam bentuk peer-tutoring dan adaptasi teknologi digital. Kesimpulannya, keberhasilan literasi religius di sekolah umum tidak semata bergantung pada instruksi kurikulum, melainkan pada political will kepemimpinan sekolah yang kuat dan desentralisasi pengawasan yang menghapus sekat antara ilmu umum dan agama.
INTEGRASI TEKNOLOGI DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: PELUANG DAN TANTANGAN DI ERA INDUSTRI 4.0 Rustam Rustam; Nasaruddin Nasaruddin; Ruslan Ruslan
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 10 No. 1 (2026): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tajdid.v10i1.6202

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh integrasi teknologi digital dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di era Revolusi Industri 4.0. Tujuan utama adalah memahami manfaat dan tantangan yang muncul dari penggunaan teknologi seperti platform digital, media interaktif, dan kecerdasan buatan dalam pembelajaran PAI. Metode yang digunakan meliputi menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif observasi praktik pendidikan berbasis teknologi di berbagai madrasah dan sekolah Islam, dengan pendekatan kualitatif. Hasil menunjukkan bahwa teknologi mampu memperluas akses sumber belajar, meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa, serta membangun internalisasi nilai mulia secara lebih efektif. Namun, tantangan seperti infrastruktur belum merata dan kurangnya kompetensi guru masih menjadi hambatan utama. Implikasi strategis menuntut inovasi berkelanjutan dan pelatihan komprehensif dalam menyambut pendidikan Islam berbasis digital. Saran fokus pada peningkatan akses dan kesiapan sumber daya manusia sebagai kunci keberhasilan penerapan teknologi
NILAI-NILAI KOMUNIKASI QUR’ANI DALAM MEMBANGUN KETAHANAN KELUARGA MUSLIM DI ERA DIGITAL Nasaruddin Nasaruddin; Alifah Muthmainnah
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 10 No. 1 (2026): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tajdid.v10i1.6787

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis nilai-nilai komunikasi Qur’ani dalam membangun ketahanan keluarga Muslim di era digital yang ditandai dengan arus informasi yang cepat dan kompleks. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana prinsip-prinsip komunikasi dalam Al-Qur’an, seperti qaulan sadidan (perkataan yang benar), qaulan layyinan (perkataan yang lemah lembut), dan qaulan ma’rufan (perkataan yang baik), dapat diimplementasikan dalam interaksi keluarga guna memperkuat hubungan emosional, spiritual, dan sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui kajian terhadap ayat-ayat Al-Qur’an, tafsir klasik dan kontemporer, serta literatur ilmiah yang relevan dengan komunikasi Islam dan ketahanan keluarga. Teknik analisis data dilakukan dengan metode analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi dan menginterpretasikan nilai-nilai komunikasi Qur’ani yang relevan dengan konteks kehidupan keluarga di era digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai komunikasi Qur’ani memiliki peran strategis dalam membangun ketahanan keluarga Muslim, terutama dalam menghadapi tantangan era digital seperti disrupsi komunikasi, konflik keluarga, dan pengaruh negatif media sosial. Penerapan komunikasi yang jujur, santun, empatik, dan penuh tanggung jawab mampu menciptakan keharmonisan, meningkatkan kepercayaan antar anggota keluarga, serta memperkuat fondasi moral dan spiritual keluarga. Kesimpulannya, internalisasi dan implementasi nilai-nilai komunikasi Qur’ani dalam kehidupan keluarga Muslim menjadi kunci penting dalam membangun ketahanan keluarga di era digital. Nilai-nilai tersebut tidak hanya relevan secara normatif, tetapi juga aplikatif dalam menjawab tantangan komunikasi modern, sehingga keluarga Muslim mampu menjadi unit sosial yang kuat, harmonis, dan adaptif terhadap perubahan zaman.
SEKOLAH BERBASIS KHAT Menata Keindahan Sekolah Dengan Seni Kaligrafi al-Quran Nasaruddin Nasaruddin; Ilham Ilham; Syarifuddin Syarifuddin; abdussahid abdussahid; Nurdiniawati Nurdiniawati
Taroa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): Januari
Publisher : LPPM IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/taroa.v2i1.1224

Abstract

Sekolah berbasis khat atau menata keindahan sekolah dengan seni kaligrafi al-quran, adalah bertujuan untuk menata keindahan sekolah atau madrasah dengan seni kaligrafi al-quran, hadits atau mahfudhah yang dipampang di setiap sudut sekolah, sebagai media pembelajarn dan motivasi untuk para siswa dan siswi, selain itu ayat al-Quran yang ditulis adalah ayat-ayat motivasi untuk siswa dan siswi madrasah sebagai pelajaran. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah melalui pendekatan teori dan praktek yang ada dalam al-quran dan tulisan-tulisan terdahulu yang terkait, serta langkah-langkah diantaranya adalah survei lokasi, persiapan, pelaksanaan kegiatan, pemasangan dan evaluasi kegiatan. Adapun Hasil pengabdiannya adalah Meningkatnya pengetahuan dan pemahaman serta keterampilan guru dan siswa MAN SAPE dalam merancang dan membuat media pembelajaran bagi siswa untuk selalu berkarya dan belajar dan melahirkan guru pembina kaligrafi untuk membina siswa/siswi MAN Sape, dengan melihat contoh kaligrafi yang digantung sepanjang emperan sekolah (foto dokumentasi kaligrafi arab ada pada pembahasan), dengan berbagai pendukung dari berbagai pihak.
PENDAMPINGAN DAN PERAN TPQ UNTUK MENINGKATKAN BACA AL-QUR’AN DI DUSUN SORO BALI DESA KARAMPI Nasaruddin Nasaruddin; Ilham Ilham; Nurdiniawati Nurdiniawati; Alimudin Alimudin
Taroa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): Januari
Publisher : LPPM IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/taroa.v3i1.2522

Abstract

Pengabdian ini membahas tentang pendampingan dan peran Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Quran. Pengabdian ini melibatkan partisipasi aktif dosen dan mahasiswa dalam memberikan pendampingan intensif kepada peserta didik dalam konteks pembelajaran Al-Quran. Metode pendampingan berfokus pada personalisasi pembelajaran, pendampingan intensif, pemanfaatan teknologi, motivasi, dan pengembangan keterampilan. Dalam konteks pengabdian masyarakat, TPQ mengaplikasikan metode interaktif, multimedia, proyek kolaboratif, dan penerapan praktis untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran Al-Quran, metode pengajaran yang inovatif dan personalisasi pembelajaran di TPQ berperan penting dalam memotivasi peserta didik untuk lebih rajin dan terampil dalam membaca Al-Quran. Hasil menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan membaca Al-Quran serta peningkatan minat dan dedikasi peserta didik terhadap pembelajaran agama. Kolaborasi antara TPQ dan peserta didik mendorong pengembangan spiritual dan keterampilan membaca Al-Quran yang lebih baik, dan memberikan wawasan penting bagi penerapan strategi pendampingan yang holistik dan berdampak positif dalam meningkatkan pembacaan Al-Quran di kalangan masyarakat Dusu Sorobali Desa Karampi Kec. Langgudu.
PENGUATAN KAPASITAS GURU MELALUI WORKSHOP PENULISAN KARYA ILMIAH DENGAN METODOLOGI PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) BAGI GURU DI KECAMATAN LANGGUDU Fuaddudin Fuaddudin; Nasaruddin Nasaruddin; Cucu Cahyati
Taroa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): Januari
Publisher : LPPM IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/taroa.v3i1.2621

Abstract

Kesulitan guru dalam pemenuhan angka kredit untuk meningkatkaan golongan atau kepangkatan juga dialami oleh guru-guru yang ada di berbagai gugus pada lingkup sekolah di kecamatan langgudu. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan kepada guru di kecamatan Langgudu menunjukkan bahwa guru yang mengajukan kepangkatan sangatlah rendah. Jumlah guru di kecamatan Langgudu adalah sebesar 1.185 guru. Dari jumlah tersebut hampir semua kepangkatan yang diperoleh oleh guru di kecamatan Langgudu hanya mencapai golongan IVA. Hampir tidak ada guru di Kecamatan Langgudu yang mencapai kepangkatan sampai pada golongan IVB. Salah satu faktor utama sulitnya guru mencapai kepangkatan dengan golongan IVB adalah kesulitan mereka menghasilkan karya ilmiah dan menghasilkan penelitian minimal penelitian tindakan kelas. Kegiatan pengabdian ini pada dasarnya adalah untuk membekali guru-guru di Kecamatan Langgudu dalam meningkatkan kompetensi pofesionalnya dengan memberikan pelatihan workshop penulisan karya ilmiah dan metodologi penelitian tindakan kelas (PTK). Pendampingan ini diharapkan dapat terbentuknya pola pikir dan gairah dalam menyusun karya ilmiah dan melakukan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan benar serta dilakukan dengan kamauan untuk meningkatkan kualitas profesional guru yang akan berefek pada peningkatan kualitas pendidikan dan pengajaran di berbagai sekolah di kecamatan Langgudu. Pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dalam bentuk workshop penulisan karya ilmiah dan penyusunan laporan PTK yang dilakukan oleh tim pengabdian meberikan kontribusi yang cukup efektif bagi guru yang berada di Kecamatan Langgudu. Pencapaian hasil dari pelaksanaan PkM tersebut menjadi kemajuan dan perubahan yang sangat berarti bagi pelaksanaan pendidikan dan pengajaran di Kecamatan Langgudu secara umum dan bagi guru yang mengikuti workshop secara khusus.
Co-Authors Abdul Munir Abdus Sahid Abdussahid Abdussahid Adam Adam Ade Nurfadillah Ade Rahman Agus Salam Ahmad Ahmad Ahmad Audar Ali Ridho Alifah Muthmainnah Alimudin Alimudin Amma Ainun Andriani Andriani Arif Sofyandi Arisandi , Bustomi Azhar Azhar Bustomi Arisandi Cucu Cahyati Desi Anggriani Ditya Fajrianti Eila Mawar Fitria Eka Fitria Nurjadid Eka Fitriah Nurjadin Eka Uswatun Hasanah Evi Fatimatur Rusydiyah Fathani Mubarak Fathani Mubarak FATHUR ROHMAN Fathurrahman Fathurrahman Fathurrahman Fathurrahman Fitriani Fitriani Fuaddudin Fuaddudin Gufran Hanik Yuni Alfiyah Heryati Heryati Ihlas, Ihlas Ihwan Ihwan Ikhsan Maulana Ilham Ilham Ilham Ilham Ilham Ilham Ilham Inang Ismail Ismail Iwansyah Iwansyah Jasman Jasman Kaharuddin Kaharuddin Klis Dianti Kusaeri Lalu Muttaqin Lalu Shalihin Muttaqin Luh Putu Ratna Sundari Luthfiyah Luthfiyah Mahiratin Mahiratin Masita Masita Mayada Mayada Mayada Mega Oktaviany Moh. Safrudin Moh. Safrudin Muhammad Andi Mutiah Farhaty Nurdiniawati Nurdiniawati Nurdiniawati Nurdiniawati Nurinsa safitriani Nurma Nurma Nurul Zuhriyah Rafiuddin Rafiuddin Rajais Rajais Rati Puspitasari Reka Purnama Riska Amanda Khatimah Rudy Sumiharsono Ruslan Ruslan Ruslan Ruslan Ruslan Ruslan Rustam Rustam Sagaf, Umar Saifuddin Saifuddin Sakdiyah, Halimatus Salaini Salmin Salmin Sri Jamilah Sri Wahyunti Sukiani Syahrul Ramadhan Syarifuddin Syarifuddin Syarifuddin Syarifuddin Syarifuddin Syarifuddin Tuti Herawati Wahyudin Wahyudin Wahyuningsi Yani Yeni Arnaningsih Zaini Tamin AR