Claim Missing Document
Check
Articles

Relationship Between Body Image and Eating Behavior Among High School Female Adolescents Widya Lionita; Fatmalina Febry; Yeni Anna Appulembang; Rini Anggraini
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 17 No.2 Agustus 2022
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpki.17.2.86-90

Abstract

Background: Physical and psychological alteration during adolescence could determine adolescents’ nutritional status, especially for female adolescents. The Indonesian Ministry of Health estimated about 26.5% of female adolescents aged 12 – 18 years in South Sumatera Province were at risk of chronic energy deficiency in 2017. One of the direct predictors which affect nutritional status is eating behavior. The research aims to describe perceived body image and eating behavior of high school female adolescents and find the correlation between these variables.Method: The research applied a cross-sectional design and chose respondents purposively with inclusion criteria i.e., female adolescents at 1st and 2nd grade from four different high schools in Palembang. About 138 respondents completed the questionnaires of body image and eating behavior. The data were analyzed using a chi-square test on SPSS Application.Results: The majority of respondents (55.80%) were not satisfied with their own body shape. Above 15%  were on a diet. However, the respondents’ perception of body image was mostly classified as positive (54.35%), and they also had good eating behavior (56.52%). Body image significantly impacted eating behavior (p = 0.035). Those with positive body image are possibly at 2.210 times chances of having good eating behavior (95%CI: 1.112 – 4.391). Female adolescents have to build self-appreciation, not only based on their physical appearance. The health nutritionists should work together with the government to facilitate them to practice healthy eating behavior which may improve their nutrition status.
Korelasi Perilaku Kadarzi terhadap Status Gizi Balita di Puskesmas Simpang Timbangan Indralaya Tahun 2014 Rismawati; Anita Rahmiwati; Fatmalina Febry
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Data cakupan program Puskesmas Simpang Timbangan menunjukkan angka yang rendah pada program kadarzi menimbang berat badan balita secara teratur (66,92%), ASI eksklusif (26,83%), pemberian kapsul vitamin A pada balita usia 12-59 bulan (51,52%). Berdasarkan BB/U ditemukan 2 (dua) balita gizi kurang dan 1 (satu) balita gizi buruk. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku keluarga sadar gizi (kadarzi) terhadap status gizi balita usia 6-23 bulan di Puskesmas Simpang Timbangan tahun 2014.Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah balita usia 6-23 bulan yang berada di wilayah kerja Puskesmas Simpang Timbangan tahun 2014 yaitu sebanyak 73 balita. Responden dari penelitian ini adalah ibu balita. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah berupa kuesioner melalui wawancara, baby scale dan meteran melalui pengukuran antropometri balita secara langsung.Hasil Penelitian: Tidak ada hubungan yang bermakna antara perilaku kadarzi dengan status gizi balita usia 6-23 bulan berdasarkan indikator BB/U (p = 1,000), PB/U (p= 0,466), BB/PB (p= 1,000) dan IMT/U (p=1,000).Kesimpulan: Tidak ada hubungan perilaku keluarga sadar gizi (kadarzi) terhadap status gizi balita usia 6-23 bulan. Disarankan kepada Dinas Kesehatan dan Pemerintah Daerah Ogan Ilir perlu meningkatkan pembinaan atau pelatihan untuk petugas puskesmas terutama bidan kelurahan dan petugas gizi puskesmas untuk meningkatkan promosi mengenai keluarga sadar gizi.Kata Kunci: Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi), status gizi balita
Faktor-faktor Risiko yang Dapat Dimodifikasi pada Kejadian Hipertensi di Desa Seri Tanjung Kecamatan Tanjung Batu Sariana; Suci Destriatania; Fatmalina Febry
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu faktor intermediet yang populer dalam kejadian penyakit kronis (WHO). Prevalensi hipertensi tertinggi di dunia ialah di Afrika, yakni 46% dari total penduduk dewasa. Prevalensi hipertensi di Indonesia 25,8% dan prevalensi hipertensi di Sumatera Selatan 26,1%. Desa Seri Tanjung memiliki jumlah kasus hipertensi terbanyak di Kabupaten Ogan Ilir per Desember 2013, yakni 173 kasus (LB1). Tujuan studi ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor risiko yang dapat dimodifikasi pada kejadian hipertensi.Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain Cross-Sectional menggunakan metode survei analitik. Sampel penelitian ini berjumlah 76 orang, yang diambil dengan teknik Purposive Sampling, dengan kriteria inklusi berusia ≥20 tahun dan tidak sedang mengkonsumsi obat anti-hipertensi dan kriteria eksklusi berusia <20 tahun. Analisis yang dilakukan ialah analisis univariat, analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan alternatif ujinya, dan analisis multivariat menggunakan uji Regresi Logistik.Hasil Penelitian: Asupan natrium yang memiliki hubungan signifikan dengan kejadian hipertensi di DesaSeri Tanjung (p value=0,006; PR=0,202; 95% CI 0,050-0,809). Hasil uji multivariat menunjukkan bahwavariabel yang memiliki hubungan kemaknaan paling kuat dengan kejadian hipertensi di Desa Seri Tanjung ialah jenis kelamin (p value=0,005;PR=21,269) dan asupan natrium (p value=0,006;PR=0,054).Kesimpulan: Faktor yang dapat dimodifikasi pada kejadian hipertensi di Desa Seri Tanjung ialah asupannatrium. Saran penelitian ini ialah menggalakkan sosialisasi mengenai pentingnya membudayakan Kadarzi dan menerapkan PUGS dalam kehidupan sehari-hari, serta memodifikasi asupan natrium agar berada dalam batas aman.Kata Kunci: Hipertensi, faktor-faktor yang dapat dimodifikasi, Seri Tanjung
Perilaku Anak dalam Memilih Makanan Jajanan di SD Negeri 23 Palembang Lasmini; Fatmalina Febry; Suci Destriatania
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Perilaku jajan banyak dilakukan orang Indonesia terutama di kalangan anak-anak sekolah. Pemilihan makanan jajanan merupakan perwujudan perilaku yang dipengaruhi banyak faktor baik internal dan eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku anak dalam memilih makanan jajanan.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang didesain berdasarkan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah murid-murid kelas V dan VI SD Negeri 23 Palembang Tahun 2012 berjumlah 181 responden. Sampel dipilih berdasarkan simple random sampling. Hasil analisis bivariat akan disajikan dalam bentuk tabel silang.Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku anak dalam memilih makanan jajanan di SD Negeri 23 Palembang adalah tidak baik yaitu 96 responden (53,0%). Dan hasil penelitian diketahui bahwa tidak ada hubungan antara umur responden (p-value = 0,651), jenis kelamin (p-value = 0,890), sarapan pagi (p-value = 1,000), uang saku (p-value = 0,540), pengetahuan anak (p-value = 0,847), sikap anak (p-value = 0,399), umur ibu (p-value = 0,543), tingkat pendidikan ibu (p-value = 0,699), status pekerjaan ibu (p-value = 0,881), pendapatan keluarga (p-value = 1,000), dan pengetahuan ibu (p-value = 0,100) dengan perilaku responden dalam memilih makanan jajanan.Kesimpulan : Tidak ada hubungan yang signifikan antara umur responden, jenis kelamin, sarapan pagi, uang saku, pengetahuan anak, sikap anak, umur ibu, tingkat pendidikan ibu, status pekerjaan ibu, pendapatan keluarga, dan pengetahuan ibu dengan perilaku responden dalam memilih makanan jajanan. Disarankan bagi pihak sekolah untuk lebih memantau makanan yang dijual dikantin sekolah dan penjual makanan yang ada di lingkungan sekolah. Bagi orangtua diharapkan untuk lebih memantau perilaku jajan anak terutama dalam hal memilih makanan jajanan serta mampu menyediakan bekal makanan agar anak tidak jajan sembarangan di sekolahKata kunci : Perilaku Jajan, Anak
Gambaran Kejadian Anemia Gizi pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Perumnas Kabupaten Lahat Cristi Andika; Nazly Hanim; Fatmalina Febry
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Anemia gizi merupakan salah satu dari empat masalah gizi di Indonesia. Anemia gizi sering diderita masyarakat, baik anak- anak, remaja usia subur, ibu hamil ataupun orang tua. Anemia gizi pada kehamilan bukan hanya dijumpai di negara berkembang tetapi juga di negara maju. Penyebabnya sangat beragam, dari perdarahan, kekurangan zat besi, asam folat, vitamin B12, sampai kelainan hemolitik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kejadian anemia gizi pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Perumnas Kabupaten Lahat tahun 2009.Metode : Survei deskriptif dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Perumnas Kabupaten Lahat yang berjumlah 80 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh populasi yang berjumlah 80 orang. Pengumpulan data primer dilakukan dengan cara wawancara dan menggunakan alat bantu kuesioner, sedangkan data sekunder diperoleh melalui dokumen terkait.Hasil Penelitian : Kemungkinan faktor resiko untuk terjadinya anemia adalah ibu hamil yang berumur > 35 tahun, pendidikan rendah, bekerja, tingkat paritasnya beresiko yaitu ≥ 4 kali, jarak kehamilannya beresiko yaitu < 2 tahun, usia kehamilannya pada trimester III, pendapatan keluarganya < UMP dan tidak pernah mengkonsumsi tablet Fe. Semua faktor- faktor ini berkaitan dengan pengetahuan gizi yang kurang.Kesimpulan : Pengetahuan gizi sangat berkaitan erat dengan kejadian anemia. Saran penelitian ini adalah perlunya dilakukan penyuluhan yang intensif kepada ibu hamil dan diharapkan kepada tenaga kesehatan mampu memberikan informasi mengenai gizi pada ibu hamil.Kata Kunci : Ibu hamil, Anemia gizi, Faktor- faktor yang berkaitan dengan anemia gizi ibu hamil
Analisis Partisipasi Pria dalam Penggunaan Alat Kontrasepsi di Kelurahan Indralaya Mulya Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2011 Des Mery; Fatmalina Febry; Asmaripa Ainy
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Indonesia mempunyai jumlah penduduk 216,9 juta jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk 1,36%. Untuk membatasi ledakan penduduk tersebut, Pemerintah melaksanakan pembangunan yang berorientasi pada keadilan dan kesataraan gender dalam Keluarga Berencana (KB) dan Kesehatan Reproduksi. Salah satu kesetaraan gender dalam KB adalah partisipasi pria dalam penggunaan alat kontrasepsi. Namun, sampai saat ini kesertaan KB di Indonesia masih didominasi oleh wanita. Berdasarkan data Laporan Bulanan UPTB KB Kecamatan Indralaya partisipasi pria dalam penggunaan alat kontrasepsi di Kelurahan Indralaya Mulya masih rendah. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui partisipasi pria dalam penggunaan kontrasepsi.Metode : Menggunakan metode survey analitik dengan design studi cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah pria yang memiliki isteri yang berusia 15-49 tahun yang berjumlah 82 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling. Teknik analisis data secara univariat dan bivariat dengan uji statistik menggunakan uji Chi Square. Hasil Penelitian : Menunjukkan bahwa dari 7 variabel independen terdapat 5 variabel yang dinyatakan berhubungan dengan partisipasi pria dalam KB yaitu pendidikan (pvalue = 0,001), pengetahuan (pvalue = 0,014), akses pelayanan KB (pvalue = 0,010), kualitas pelayanan KB pria (pvalue = 0,030) dan image (penerimaan) KB pria (pvalue = 0,008).Kesimpulan : Variabel yang berhubungan dengan partisipasi pria dalam penggunaan alat kontrasepsi adalah pendidikan, pengetahuan, akses pelayanan KB, kualitas pelayanan KB pria dan image (penerimaan) KB pria sedangkan variabel yang tidak berhubungan adalah umur dan jumlah anak.Kata Kunci: Partisipasi pria dalam penggunaan alat kontrasepsi, KB pria
Peran Faktor Organisasi dan Psikologis terhadap Keaktifan Kader Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Pangkalan Lampam Tahun 2012 Sutrisni; Fatmalina Febry; Iwan Setia Budi
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Kinerja kader secara umum dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan, sistem kompensasi, motivasi dan komitmen kader itu sendiri sehingga pada akhirnya faktor-faktor tersebut berdampak terhadap kinerja kader dalam posyandu. Tingginya kader yang tidak aktif berdampak pada meningkatnya kejadian gizi buruk pada anak-anak, meningkatnya angka kesakitan dan kematian serta meningkatnya penyakit infeksi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah peran faktor organisasi dan psikologis terhadap keaktifan kader posyandu di wilayah kerja Puskesmas Pangkalan Lampam Tahun 2012.Metode : Penelitian ini dilakukan dengan metode survey analitik, dan pendekatan yang digunakan adalah desain studi cross sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini berjumlah 57 kader posyandu di wilayah kerja puskesmas Pangkalan Lampam dengan menggunakan tehnik simple random sampling.Hasil penelitian : Dari 5 variabel penelitian terdapat 4 variabel yang berperan terhadap keaktifan kader posyandu yaitu Gaya Kepemimpinan (sig = 0.004, RP = 6.222), Sistem Kompensasi (sig = 0.006, RP = 6.300), Motivasi Hygiene Factor (sig = 0.0001, RP = 10.000) dan Komitmen (sig = 0.0001, RP = 13.875). Dan 1 variabel yang tidak peran terhadap keaktifan kader posyandu yaitu variabel Motivasi Satisfier factor (sig = 0.710).Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa tidak baiknya gaya kepemimpinan kepala desa dan rendahnya sistem kompensasi yang diterima kader dalam kegiatan posyandu dapat menyebabkan kurang memotivasikader sehingga tidak memiliki komitmen yang tinggi untuk aktif dalam kegiatan posyandu.Kata Kunci : Kinerja, Kader, Posyandu
Prevalence and Predictors of Exclusive Breastfeeding Practices In Seberang Ulu I, Palembang: A Cross-Sectional Study Indah Purnama Sari; Dewi Handayani; Fatmalina Febry
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 10 No. 3 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM)
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26553/jikm.2019.10.3.163-171

Abstract

Exclusive breastfeeding is one of the successful indicators in improving the health of babies. From 2013 until 2014, the practice of exclusive breastfeeding has decreased in Indonesia and has not reached the national targets of around 80% of babies being exclusively breastfed. This study aimed to identify the prevalence and determinants of exclusive breastfeeding in Seberang Ulu I, Palembang. A community-based cross sectional study was executed from July 5, 2016 to August 5, 2016 among mothers who had infants aged less than six months. A purposive sampling technique was used to select a sample of 125 participants. Data were collected using a structured questionnaire by the face-to-face interview technique. Bivariate and multiple logistic regression analysis were used to determine factors associated with the practice of breastfeeding exclusively and to control confounding effects. The prevalence of exclusive breastfeeding was 26.4% (95% CI: 20.0%-35.1%). After adjusting for confounders (mothers’ attitudes and health workers’ support), mothers who had good knowledge were 11.66 times more likely to breastfeed exclusively than those who had poor knowledge (AOR: 11.66, 95% CI: 3.07-44.31). The prevalence of exclusive breastfeeding in Seberang Ulu I, Palembang, was still very low and has not reached the national target. The recommendation is to maximize the role of health workers in providing information about exclusive breastfeeding, so that they can continue providing motivation for mothers, husbands and families, so that the success and sustainability of exclusive breastfeeding practices could be achieved. Keywords: Mother’s knowledge, mother’s attitude, health workers support, exclusive breastfeeding
Relationship of Parenting Styles and the Incident of Overweight Among Pre-School Children Aged 3-5 Years in the Work Area of Puskesmas Kalidoni Palembang Hardianti; Fatmalina Febry
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 10 No. 3 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM)
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26553/jikm.2019.10.3.191-198

Abstract

Obesity has become a global health problem in the world. The impact of obesity is degenerative disease. The style of family care is one of the factors that influence the occurrence of obesity in children. The purpose of this study was to determine the relationship between family care style with obesity in preschool children aged 3-5 years. This study uses a cross sectional design with a total of 143 preschool children aged 3-5 years using Cluster Sampling sampling techniques. research shows that there is a relationship between parental supervision when watching television (pvalue = 0.043) and parental physical activity patterns (pvalue = 0,000), while the most dominant variable is the parental physical activity pattern with a PR value of 15,896. school is influenced by parental supervision when watching television and parental physical activity patterns. It is hoped that all parties can make efforts to prevent obesity in children by increasing physical activity of children such as buying sports equipment and inviting children to exercise and conduct more stringent supervision when children watch television, play games or gadgets. Keywords: Family parenting style, obesity, preschool children
Food Familiarity Influence Food Preferences Among High School Student in Ogan Ilir District Laili Yosi AS; Fatmalina Febry; Fenny Etrawati
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26553/jikm.2020.11.2.113-122

Abstract

Food preferences are the level of the likes and dislikes of food, and these preferences will affect food consumption that represents the selection of a person’s diet frequency, nutrient intake and dietary adequacy. Based on previous research, food preferences in adolescents as a whole are not in line with a healthy diet, and food preferences of adolescents are a critical point that determines food preferences of adults. The purpose of this study is to analyze food preferences of adolescence and the various factors which influence it. This research was an analytical study with cross-sectional design. The samples were High School students at Senior High School 1 Inderalaya and Senior High School 1 South Inderalaya with the total number 167 ,and people. Samples were taken by simple random sampling. The food preferences data were obtained by using food checklist and hedonic scale of 1-5. Procedure of data analysis used was univariate and bivariate analysis with chi-square. Bivariate analysis showed that 61.1% of the respondent have good food preferences. Analysis of the relationship between variables showed a significant relationship between food familiarity with food preferences (p-value = 0.000) with PR= 3.459 (95% CI: 2.284-5.239) while other variables Such as the influence of peers, food neophobia, body image perception, gender, allowance, nutritional knowledge, and food taboo did not have any relationship with food preferences. The higher someone’s food familiarity level is, the higher the preference is. We suggest the school to increase food preferences for students to learn about a variety of nutritious foods balanced through a variety of activities, such as scientific discussions, a competition to create a menu of balanced nutrition, healthy food promotion
Co-Authors Ahjah, Nur Fadhilah Ahmad Adi Suhendra Ahmad Sadiq Anita Camelia Anita Rahmiwati Appulembang, Yeni Anna Aprilia Arieska Fajri K Arisanti arisanti, maya Asmaripa Ainy Ayun, Ayatussholikhah Qurrota Bernardin Dwi Fontani Bingsih, Windi Indah Fajar Cristi Andika Cristi Andika, Cristi Cucu Suherna Cucu Suherna Delia Yusfarani Des Mery Des Mery, Des Desi Winda Wati Desi Winda Wati, Desi Winda Desri Maulina Sari Dewi Handayani Dewi Handayani Dewi Sartika DEWI SARTIKA Diah Ayu Cahyaningtyas Dian Safriantini Dian Safriantini, Dian Ditia Fitri Arinda Dwi Fatmawati Dwi Fatmawati, Dwi Dwi Inda Sari, Dwi Inda Ellis Sepianessi Elvi Sunarsih Emalia Emalia Emalia Fajar Ningsih, Windi Indah Fajri, Aprilia Arieska Fatria Harwanto Fauziyah Fauziyah Fauziyah Febria Agustina Felly Happy Hardini Felly Happy Hardini, Felly Happy Fenny Etrawati Fitri Agustriani Fitri Ibtiah Fitri Ibtiah, Fitri Fitriani Fontani, Bernardin Dwi Hanim, Nazly Hapzi Ali Hardianti Herpandi . Icha Damayanti Iis Susanti Iis Susanti, Iis Inda Karyani Inda Karyani, Inda Indah Listari Salsabila Indah Margarethy Indah Purnama Sari Indah Purnama Sari Indah Purnamasari Indah Yuliana Indah Yuliana Indah Yuliana Indah Yuliana Ira Dewi Ramadhani Ira Dewi Ramadhani Ira Dewi Ramadhani Ira Dewi Ramadhani Ira Dewi Ramadhani Ramadhani Iwan Setia Budi Iwan Stia Budi Iwan Stia Budi Laili Yosi AS Lasmini Lasmini Lasmini, Lasmini Laura Dwi Pratiwi Lionita, Widya M Misnaniarti Maretalinia, Maretalinia Maria Fatrin Maria Fatrin, Maria Maulina Sari, Desri Medias Imroni Medias Imroni Misnaniarti Misnaniarti Misnaniarti Muhammad Amin Arigo Saci Muhammad Nizar Nabilah, Defa Nuzul Nadia Purnama Sari Nadia Purnama Sari Naila Syafira Nazly Hanim Nazly Hanim Nazly Hanim, Nazly Ningsih, Ellis Nurjuliasti Ningsih, Windi Indah Fajar Novitasari Novitasari Novitasari Novitasari Novrikasari Novrikasari, Novrikasari Nur Alam Fajar Nur Alam Fajar Nurleka Yulastri Nurleka Yulastri, Nurleka Prautami, Erike Septa Putri Sabila, Virgina Rafiqy, Muhammad Ramdika, Sari Bema Rindit Pambayun Rindit Pambayun Rini Anggraini Rini Angraini Rini Mutahar Rismawati Rismawati Rismawati Rizki Nurmaliani Rizki Nurmaliani, Rizki Rostika Flora Rostika Flora Rostika Flora Rostika Flora Rozirwan . Rully Mufarika S Sa’udah Salsabila, Indah Listari Salsabila, Salsabila Sari Bema Ramdika Sariana Sariana Sariana, Sariana Sartono Sartono Sepianessi, Ellis Siti Rachmi Indahsari Suci Destriatania Suci Destriatania Susyani Susyani Sutrisni Sutrisni Sutrisni Syarif Husin Syarif Husin Syarif Husin Syarif Husin Tanwirotun Ni’mah Usi Lanita Virlita Virlita Virlita, Virlita Widyawati Widyawati Widyawati Widyawati Windi Indah Fajar Ningsih Windi Indah Fajar Ningsih Windi Indah Fajar Ningsih Y Yeni Yeni Yeni Yuliarti Yuliarti Yuliarti Yuliarti Yuliarti Zulkarnain, Mohammad