Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Pharmasipha

STUDI POLA FRAGMENATASI JAMU TERKONFIRMASI PARASETAMOL MENGGUNAKAN LIQUID CHROMATOGRAPHY MASS SPECTROSCOPY (LCMS) Muhammad Taupik; Endah Djuwarno; Muhamad Handoyo Sahumena
Pharmasipha: Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.223 KB) | DOI: 10.21111/pharmasipha.v4i2.4558

Abstract

Salah satu bahan kimia obat yang sering ditambahkan pada jamu adalah parasetamol karena obat ini merupakan obat analgetik-antipiretik. Sampel terdiri atas 6 sampel jamu  dengan merek berbeda. Analisis kualitatif dengan metode KLT menggunakan fase gerak n-heksan:etil asetat (1:1) diperoleh tiga sampel yang positif mengandung parasetamol yakni sampel D, E, dan F. Ketiga sampel yang positif mengandung parasetamol dihitung kadarnya dengan metode LCMS. Analisis kuantitatif dengan LCMS menggunakan fase terbalik dengan fase gerak asetonitril:air (15%>:85%> v/v) pada laju alir 0.2 mL/menit dan volume injeksi 5 gL. Berdasarkan data kromatogram LCMS diperoleh waktu retensi (Rf) parasetamol 1,038 menit. Rata-rata waktu  retensi  sampel  jamu  mendekati   waktu  retensi parasetamol. Pendekatan selanjutnya berdasarkan pola fragmentasi dari Spektroskopi Massa. Berdasarkan data spektrum massa diperoleh fragmentasi dari parasetamol (152 m/z) membentuk  fragmen yakni p-aminofenol (109 m/z) dan asetalaldehid (44 m/z). Ion p-aminofenol,  menghasilkan subfragmen aldehyde (32 m/z) dan cyclopentadienylidene  (81 m/z). Berdasarkan hasil analisis menggunakan metode LCMS diperoleh empat sampel yang mengandung parasetamol, Sampel D. E dan F. Seharusnya ketiga sampel tersebut tidak diperbolehkan diperjualbelikan dan dikonsumsi karena  berdasarkan Peraturan  Menteri  Kesehatan  No. 006 Tahun 2012 pasal 33 dan pasal 37 tentang industri dan usaha obat tradisional bahwa obat tradisional dilarang mengandung bahan kimia hasil isolasi atau sintetik yang berkhasiat obat. Meski kandungan parasetamol dalam tergolong sedikit, tetapi menurut Permenkes RINo. 007 tahun 2012 bahwa bahan kimia obat mutlak tidak diperbolehkan terdapat dalam obat tradisional.
STUDI HEPATOPROTEKTOR GULMA SIAM (Chromolaena odorata) PADA TIKUS YANG DIINDUKSI PARASETAMOL Endah Nurrohwinta Djuwarno; Widysusanti Abdulkadir; Muhammad Taupik
Pharmasipha: Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v4i2.4559

Abstract

Gulma siam (Kopasanda) merupakan jenis tumbuhan gulma dari famili Asteraceae yang dikenal memiliki aktivitas antioksidan yang disebabkan oleh kandungan tinggi akan flavonoid dan adanya alkaloid, saponin, glikosida sianogenik, tanin dan asam fitat. Hati merupakan organ terbesar dan merupakan situs utama untuk metabolisme dan pengeluaran. Kerusakan hati dapat disebabkan paparan zat toksik (hepatotoksik) salah satunya parasetamol. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanol Chromolaena odorata terhadap penurunan enzim ALT dan AST pada mencit jantan yang diinduksi parasetamol serta konsentrasi optimalnya sebagai hepatoprotektor. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental laboratorium, hewan coba mencit jantan dikelompokkan menjadi 5 kelompok dengan jumlah 3 ekor setiap kelompok yang diinduksi ekstrak selama 7 hari, dan diberi parasetamol dosis toksik pada hari ke-8. Hari ke 1-7 kontrol positif diberi Curcuma Z dosis 1 mg, kontrol negatif diberi Na.Cmc 1%, dan setiap kelompok dosis 1,05, 1,47 dan 1,89 mg untuk mencit 30g. Mencit diambil darah selama 3 kali, sebelum pemberian ekstrak, hari ke-8 dan setelah pemberian pct untuk diukur kadar ALT dan AST. Uji statistik menggunakan One way Annova dengan pengujian LSD. Hasil uji menunjukkan ekstrak gulma siam dosis 35 mg, 49 mg dan 63 mg memiliki kadar rata-rata ALT 34,3 µL, 36 µL, 28,3 µL dan AST 73 µL, 76,67 µL, 55 µL. Kesimpulannya ekstrak etanol 70% Chromolaena odorata memiliki hepatoprotektor dengan konsentrasi paling efektif yaitu pada 1,89 mg dengan rerata ALT 28,3 µL dan AST 55 µL.
ISOLASI SENYAWA ALKALOID DARI TUMBUHAN MAHONI (Switenia mahagoni Jacq) Muhammad Taupik; Endah Nurrohwinta Djuwarno; Moh Adam Mustapa
Pharmasipha: Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol 5, No 2 (2021): September
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v5i2.6663

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa Alkaloid yang terkandung didalam biji buah mahoni (Switenia mahagoni Jacq). Senyawa target hasil isolasi diidentifikasi menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Proses pengambilan senyawa menggunakan metode refluks hingga diperoleh ekstrak kental berwarna hijau gelap sebanyak 27 gram. Identifikasi awal dilakukan dengan skrining fitokimia pada ekstrak kental methanol, meliputi skrining senyawa alakaloid, flavonoid, dan saponin. Proses fraksinasi dilakukan dengan sistem partisis cair-cair menggunakan n-heksanaa dan metanol dan selanjutnya hasil partisi dipekatkan dengan rotary evaporator. Fraksi metanol dielusi pada plat KLT (Kromatografi Lapis Tipis) guna mendapatkan formulasi eluen terbaik untuk dilanjutkan pada Kromatografi Cair Vakum (KCV) dan diperoleh formula eluen terbaik n-heksanaa:metanol (4:1). Proses pemisahan menggunakan KCV dengan silica gel 60 PF254, dengan system eluen n-heksana:metanol bergradien. Isolat dievaluasi kemurniannya menggunakan KLT. Isolat diidentifikasi menggunakan Spektrofotometri UV-Vis dan serapan diperoleh pada panjang gelombang gelombang 208, 240, 286 nm. Nilai absorbansi berturutturut 0,318; 0,852; dan 0,443 A. Hasil interpretasi data mengkonfirmasi bahwa terdapat ikatan rangkap terkonjugasi dikarenakan serapan terbentuk pada panjang gelombang 250-800 nm. Diduga terjadi transisi nπ* yang mengindikasikan gugus N-H dengan abrosbansi pada rentang ultraviolet kuarsa (200-400 nm).
Studi Pola Fragmentasi Jamu Terkonfirmasi Parasetamol Menggunakan Liquid Chromatography Mass Spectroscopy (LCMS) Muhammad Taupik; Endah Djuwarno; Muhamad Handoyo Sahumena
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v4i2.4558

Abstract

Salah satu bahan kimia obat yang sering ditambahkan pada jamu adalah parasetamol karena obat ini merupakan obat analgetik-antipiretik. Sampel terdiri atas 6 sampel jamu  dengan merek berbeda. Analisis kualitatif dengan metode KLT menggunakan fase gerak n-heksan:etil asetat (1:1) diperoleh tiga sampel yang positif mengandung parasetamol yakni sampel D, E, dan F. Ketiga sampel yang positif mengandung parasetamol dihitung kadarnya dengan metode LCMS. Analisis kuantitatif dengan LCMS menggunakan fase terbalik dengan fase gerak asetonitril:air (15%>:85%> v/v) pada laju alir 0.2 mL/menit dan volume injeksi 5 gL. Berdasarkan data kromatogram LCMS diperoleh waktu retensi (Rf) parasetamol 1,038 menit. Rata-rata waktu  retensi  sampel  jamu  mendekati   waktu  retensi parasetamol. Pendekatan selanjutnya berdasarkan pola fragmentasi dari Spektroskopi Massa. Berdasarkan data spektrum massa diperoleh fragmentasi dari parasetamol (152 m/z) membentuk  fragmen yakni p-aminofenol (109 m/z) dan asetalaldehid (44 m/z). Ion p-aminofenol,  menghasilkan subfragmen aldehyde (32 m/z) dan cyclopentadienylidene  (81 m/z). Berdasarkan hasil analisis menggunakan metode LCMS diperoleh empat sampel yang mengandung parasetamol, Sampel D. E dan F. Seharusnya ketiga sampel tersebut tidak diperbolehkan diperjualbelikan dan dikonsumsi karena  berdasarkan Peraturan  Menteri  Kesehatan  No. 006 Tahun 2012 pasal 33 dan pasal 37 tentang industri dan usaha obat tradisional bahwa obat tradisional dilarang mengandung bahan kimia hasil isolasi atau sintetik yang berkhasiat obat. Meski kandungan parasetamol dalam tergolong sedikit, tetapi menurut Permenkes RINo. 007 tahun 2012 bahwa bahan kimia obat mutlak tidak diperbolehkan terdapat dalam obat tradisional.
Studi Hepatoprotektor Gulma Siam (Chromolaena odorata) pada Tikus yang Diinduksi Parasetamol Endah Nurrohwinta Djuwarno; Widysusanti Abdulkadir; Muhammad Taupik
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v4i2.4559

Abstract

Gulma siam (Kopasanda) merupakan jenis tumbuhan gulma dari famili Asteraceae yang dikenal memiliki aktivitas antioksidan yang disebabkan oleh kandungan tinggi akan flavonoid dan adanya alkaloid, saponin, glikosida sianogenik, tanin dan asam fitat. Hati merupakan organ terbesar dan merupakan situs utama untuk metabolisme dan pengeluaran. Kerusakan hati dapat disebabkan paparan zat toksik (hepatotoksik) salah satunya parasetamol. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanol Chromolaena odorata terhadap penurunan enzim ALT dan AST pada mencit jantan yang diinduksi parasetamol serta konsentrasi optimalnya sebagai hepatoprotektor. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental laboratorium, hewan coba mencit jantan dikelompokkan menjadi 5 kelompok dengan jumlah 3 ekor setiap kelompok yang diinduksi ekstrak selama 7 hari, dan diberi parasetamol dosis toksik pada hari ke-8. Hari ke 1-7 kontrol positif diberi Curcuma Z dosis 1 mg, kontrol negatif diberi Na.Cmc 1%, dan setiap kelompok dosis 1,05, 1,47 dan 1,89 mg untuk mencit 30g. Mencit diambil darah selama 3 kali, sebelum pemberian ekstrak, hari ke-8 dan setelah pemberian pct untuk diukur kadar ALT dan AST. Uji statistik menggunakan One way Annova dengan pengujian LSD. Hasil uji menunjukkan ekstrak gulma siam dosis 35 mg, 49 mg dan 63 mg memiliki kadar rata-rata ALT 34,3 µL, 36 µL, 28,3 µL dan AST 73 µL, 76,67 µL, 55 µL. Kesimpulannya ekstrak etanol 70% Chromolaena odorata memiliki hepatoprotektor dengan konsentrasi paling efektif yaitu pada 1,89 mg dengan rerata ALT 28,3 µL dan AST 55 µL.
Isolasi Senyawa Alkaloid dari Tumbuhan Mahoni (Switenia mahagoni Jacq) Muhammad Taupik; Endah Nurrohwinta Djuwarno; Moh Adam Mustapa
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol 5, No 2 (2021): September
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v5i2.6663

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa Alkaloid yang terkandung didalam biji buah mahoni (Switenia mahagoni Jacq). Senyawa target hasil isolasi diidentifikasi menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Proses pengambilan senyawa menggunakan metode refluks hingga diperoleh ekstrak kental berwarna hijau gelap sebanyak 27 gram. Identifikasi awal dilakukan dengan skrining fitokimia pada ekstrak kental methanol, meliputi skrining senyawa alakaloid, flavonoid, dan saponin. Proses fraksinasi dilakukan dengan sistem partisis cair-cair menggunakan n-heksanaa dan metanol dan selanjutnya hasil partisi dipekatkan dengan rotary evaporator. Fraksi metanol dielusi pada plat KLT (Kromatografi Lapis Tipis) guna mendapatkan formulasi eluen terbaik untuk dilanjutkan pada Kromatografi Cair Vakum (KCV) dan diperoleh formula eluen terbaik n-heksanaa:metanol (4:1). Proses pemisahan menggunakan KCV dengan silica gel 60 PF254, dengan system eluen n-heksana:metanol bergradien. Isolat dievaluasi kemurniannya menggunakan KLT. Isolat diidentifikasi menggunakan Spektrofotometri UV-Vis dan serapan diperoleh pada panjang gelombang gelombang 208, 240, 286 nm. Nilai absorbansi berturutturut 0,318; 0,852; dan 0,443 A. Hasil interpretasi data mengkonfirmasi bahwa terdapat ikatan rangkap terkonjugasi dikarenakan serapan terbentuk pada panjang gelombang 250-800 nm. Diduga terjadi transisi nπ* yang mengindikasikan gugus N-H dengan abrosbansi pada rentang ultraviolet kuarsa (200-400 nm).
Co-Authors A Muthi Andi Suryadi A. Mu’thi Andy Suryadi A. Mu’thi Andy Suryadi Abdulkadir, Widy Susanty Abdulkadir, Widysusanty Adam Mustapa, Muhammad AM Andy Suryadi AM. Andy Suryadi Andi Makkulawu Anggai, Rifka Anggraini Aprianto Paneo, Mohamad Ariani H Hutuba Arief Ibnu Haryanto Asriyanti Asriyanti Awalludin Awalludin, Awalludin Aziz, Rezky Nur Balikan, Virginia Defita Zubaidi Dewa Ayu Puspita Divia Handayani Mudjidu Dizky Ramadani Papeo Dr. Apt. Hamsidar Hasan S.Si.,M.Si Fadlun Ladiku Faradila Ratu Cindana Febriyaningsi Radjak Fika Nuzul Ramadhani Halada, Ichlasul Oktofandi Hamsidar Hasan Hamzah, Alifiah Ramawaty Harwanto, Yelisnawati Hasan, Muadz Hasrita Samudi Hiola, Faramita Ibrahim, Deshika Nur Azizah Indriyani Ishak Isa Ishak, Siti Magfira Jafar La Kilo Julianty Akuba Kariem, Nazli LATIF, MULTIANI S Madania Madania, Madania Mahdalena Sy Pakaya mahdalena sy. pakaya Makkulawu, Andi Manno, Mohamad Reski Mimi Fauziah Tahir Mohamad Adam Mustapa Mohamad Aprianto Paneo Mo’o, Faradila Ratu Cindana Muhamad Handoyo Sahumena Muhamad Handoyo Sahumena Muhamad Handoyo Sahumena Muhammad Taupik Muhammad Taupik Muhammad Taupik Muhammad Taupik Mustapa  Khamal  Rokan Nabila Husnunnisa Ismail Nabila Novreini Djunaidi Nur Ain Thomas Nur Ain Thomas Nur Aisya Tonde Nur Ayini S Lalu Nur Ayun R Yusuf Nur Rasdianah Papeo, Dizky Ramadani Putri Puce, Faradilla Putri Nusu, Dwi Eka Rahmatia Abdullah Rahmatia Baharuddin Rahmayani, Siti Farah Ratnawati Ratnawati Reski Manno, Mohamad Robert Tungadi Ruslin Ruslin Selvi Marcellia Suryadi, A. Mu'thi Andy Susanti Pakaya Teti Sutriyati Tuloli Teti Sutriyati Tuloli Tirta Cahnia Usuli Widy Susanti Abdulkadir Widy Susanti Abdulkadir Widy Susanti Abdulkadir Widy Susanti Abdulkadir Widy Susanti Abdulkadir Widy Susanti Abdulkadir Widysusanti Abdulkadir Wiwin Rewini Kunusa Wiwit Zuriati Uno Yasin, Sulistya Zulkarnain Marhaba Zulkarnain Marhaba Zulkifli B. Pomalango