Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Terapi Merajut Terhadap Penurunan Kecemasan Pada Lansia Di Dusun Krajan Desa Karanggeger Kecamatan Pajarakan Kabupaten Probolinggo Nisaul Karimah; Rizka Yunita; Nafolion Nur Rahmat
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KESEHATAN Vol. 2 No. 2 (2023): Oktober: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrikes.v2i2.1786

Abstract

Elderly (elderly) is someone who has entered the final stages of the phase of life. This cycle can be seen from the symptoms of physical, psychological, and psychosocial changes. These changes will result anxiety. Anxiety is a feeling of fear that is not clear or even has no known cause. Knitting therapy is one method of lowering anxiety. The goal of this study was to examine how knitting therapy affected older people's anxiety levels. This research method uses a Pre-Experimental approach with aone group pre-post test.The population is 33 respondents and uses a simple random sampling technique. The research sample is 30 respondents. The instrument used is an anxiety questionnaire sheet withHamilton Anxiety Rating Scale (HARS) Indonesian version, then the data is collected through a process Editing, Coding, Scoring,andTabulating. The data obtained were analyzed using the testpaired T-Test. The results showed the average value of anxiety before knitting therapy was 16.63 while after knitting therapy the average value of anxiety was 6.50. The results of the data analysis test showed that there was an effect of knitting therapy on reducing anxiety in the elderly with -valeu = 0.000 <α = 0.05. Knitting therapy can be used to improve focus, and develop patience. knitting activities can train the left and right brain when doing the same movement, besides sitting quietly and focusing on knitting can reduce heart rate and blood pressure, so we feel relaxed and calm, this situation acts as a pain reliever. This also makes the feeling happy so that it can provide positive energy in a person, this is what makes the mood happy so that feelings of anxiety decrease easily. It is hoped that knitting therapy can be applied to fill the spare time of the elderly and future researchers canmake modifications to the therapeutic media that will be used, one of which can be equipped with making video media.
Pemberdayaan Santri Melalui Pojok Konseling Dalam Pencegahan Bullying Di Pondok Pesantren Aini Isnawati, Iin; Yunita, Rizka
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 : Mei (2024): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adolescence is a transition period from childhood to adulthood. Adolescence starts from the age of 11 – 20 years and is divided into 3 phases, namely: Early phase (11-14 years), Middle phase (15-17 years) and late adolescent phase (18-20 years). Some teenagers show their identity with aggressive behavior in order to be accepted by the group. The form of aggressiveness that is most often carried out by teenagers is verbal aggressiveness. Several studies show that teenagers who engage in verbal aggressiveness have low levels of satisfaction, poor family backgrounds, and low self-esteem. Case data from 2011 to 2019 for bullying was 2,473 cases, with an increasing trend. The aim of this service is to use counseling corner intervention and also reduce verbal aggressiveness, by forming a peer group model that has been previously established with and supporting facilities, this room is used for peer groups to identify problems and also provide solutions to perpetrators and victims of bullying. . The result of this activity was a decrease in the number of students who carried out and were victims of bullying in Islamic boarding schools from 125 students who felt bullied in the last 3 months to 10 children who had problems with friends and this had an impact on students' activeness in participating in activities and also in behaving with her friends. This counseling activity needs to be followed up as a means of support in monitoring and developing students in behaving and politely in Islamic boarding schools.
Hubungan Dukungan Kepala Ruang Dan Kepribadian Perawat Dengan Motivasi Kerja Perawat Di Rsud Pasirian Lumajang Dewi Sari Indah; Grido; Rizka Yunita
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 6 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawat merupakan petugas medis di rumah sakit yang memiliki peran penting dalam mengelola sebagian besar perawatan di rumah sakit. Untuk pencapaian tujuan pelayanan yang diinginkan perlu adanya motivasi kerja yang bisa dipengaruhi beberpa faktor antara lain: dukungan kepala ruang dan kepribadian perawat. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa hubungan Dukungan Kepala Ruang dan Kepribadian Perawat Dengan Motivasi Kerja Perawat Di RSUD Pasirian Lumajang. Desain penelitian menggunakan cross sectional. Populasi penelitian adalah perawat pelaksana di RSUD Pasirian Lumajang sejumlah 55 perawat pelaksana. Teknik sampling menggunakan proportionate random sampling dengan jumlah sampel penelitian 48 perawat pelaksana. Pengumpulan data dengan kuesioner, analisis data menggunakan spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan dukungan kepala ruang kategori tinggi sebesar 75%, tipe kepribadian perawat introvert sebesar 33,7% dan ekstrovert sebesar 66,3%, serta motivasi kerja perawat kategori tinggi sebesar 52,1%. Hubungan signifikan antara dukungan kepala ruang dengan motivasi kerja perawat (ρ-value 0,047) dan hubungan antara kepribadian perawat dengan motivasi kerja (ρ 0,014). Hubungan antara dukungan kepala ruang dan kepribadian perawat dengan motivasi kerja perawat memiliki hubungan yang cukup, sehingga dukungan kepala ruang bisa menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kepribadian perawat dalam meningkatkan motivasi kerja untukmemberikan pelayanan yang optimal.
Hubungan Tingkat Kenyamanan Lingkungan Dengan Kualitas Tidur Pasien Di Ruang Rawat Inap Kelas 3 RSUD Waluyo Jati Kraksaan Probolinggo Dian Indriana; Ro’isah; Rizka Yunita
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 6 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tidur merupakan kebutuhan dasar bagi setiap manusia. Setiap orang tidak dapat terlepas dari tidur, dimana kondisi seseorang tergantung pada kualitas tidurnya. Secara fisiologis, tidur yang buruk dapat menyebabkan rendahnya tingkat kesehatan individu dan meningkatkan kelelahan atau mudah letih. Secara psikologis, rendahnya kualitas tidur dapat mengakibatkan ketidakstabilan emosional, kurang percaya diri, impulsif yang berlebihan dan kecerobohan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Hubungan Tingkat Kenyamanan Lingkungan dengan Kualitas Tidur Pasien di Ruang Rawat Inap Kelas 3 RSUD Waluyo Jati Probolinggo. Metode dalam penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional dengan populasi 88 dan sampel sebanyak 72 responden dengan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan general comfort scale, dengan menggunakan uji statistic analisa spearman rhank. Dari hasil penelitian didapatkan sebagian besar responden mempunyai tingkat kenyamanan lingkungan sedang dengan kualitas tidur pasien sedang yaitu sebanyak 46 orang (63,6%), tingkat kenyaman lingkungan baik dan kualitas tidur pasien baik yaitu 15 orang (20,8%) dan sebagian kecil responden mempunyai tingkat kenyamanan lingkungan buruk dengan kualitas tidur pasien buruk yaitu sebanyak 1 orang (1,4%). Dari hasil uji statistic analisa spearman rhank di dapatkan nilai p=0,000 <  = 0,05 yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara Tingkat Kenyamanan Lingkungan dengan Kualitas Tidur Pasien di Ruang Rawat Inap Kelas 3 RSUD Waluyo Jati Kraksaan Probolinggo. Berdesarkan hasil kesimpulan diatas maka perlu dilakukan komunikasi terapeutik, mengajarkan teknik distraksi, relaksasi serta penataan ulang lingkungan sehingga kualitas tidur pasien tercapai secara optimal
Pengaruh Afirmasi Positif Terhadap Produksi Asi Pada Ibu Primipara Di Puskesmas Kraksaan Rifka Yunita Ardiana; Rizka Yunita; Ana Fitria Nusantara
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 7 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ASI merupakan makanan pertama,utama,dan terbaik bagi bayi,yang bersifat alamiah. ASI mengandung berbagai zat gizi yang dibutuhkan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan bayi. Afirmasi positif adalah terapi psikologis dengan mengucapkan kalimat positif sederhana kepada diri sendiri secara berulang (Andi,.dkk, 2017).Tujuan penelitian adalah menganalis pengaruh afirmasi positif terhadap produksi ASI pada ibu primipara Di Puskesmas Kraksaan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pra eksperimen dengan desain penelitian one group pra – post test design. Populasi penelitian adalah ibu primipara berjumlah 30 orang, sampel pada penelitian ini sebanyak 22 responden dengan menggunakan accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan pengukuran produksi ASI sebelum dan sesudah terapi afirmasi positif. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian didapatkan bahwa data produksi ASI sebelum dilakukannya afirmasi positif pada ibu primipara yang terbanyak adalah ASI tidak lancar yaitu sejumlah 22 (100%), produksi ASI sesudah dilakukannya afirmasi positif pada ibu primipara yang terbanyak adalah ASI lancar yaitu sejumlah 16 (72,7%) Hasil uji statistik didapatkan dari uji wilcoxon nilai p=0,00 dengan taraf signifikan α=0,05 (ρ = 0.00< α = 0,05)maka artinya ada pengaruh afirmasi positif terhadap produksi ASI pada ibu primipara. Kata-kata positif yang ditanamkan dalam pikiran ibu dapat mempengaruhi kondisi fisik ibu sehingga mengakibatkan produksi hormon oksitosin meningkat. Hormon oksitosin merupakan hormon yang dapat memperlancar pengeluaran ASI. Kejadian tersebut mengakibatkan ASI yang keluar banyak sehingga ibu dapat memenuhi kebutuhan ASI untukbayinya
Hubungan Kesepian Dengan Harga Diri Lansia Di Desa Sumbersecang Kecamatan Gading Kabupaten Probolinggo Leli Febrianti; Rizka Yunita; Nafolion Nur Rahmat
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 9 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesepian terjadi akibat hubungan interpersonal saat ini tidak sesuai dengan harapan sehingga menjadi pengalaman subjektif yang tidak menyenangkan. Kesepian pada lansia terkait dengan pikiran-pikiran negatif individu seperti merasa terasing, terkucil, merasa tidak mempunyai harapan, merasa harga diri rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesepian dengan harga diri lansia di Desa Sumbersecang Kecamatan Gading Kabupaten Probolinggo. Metode penelitian ini menggunakan analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi sebanyak 100 lansia dan didapatkan 80 responden dengan tekhnik purposive sampling. Data kuesioner harga diri menggunakan Rosenberg self-esteem scale dan kesepian menggunakan Ucla loneliness scale version 3. Data dianalisa dengan uji bivariat menggunakan uji spearmank rank`s. Hasil penelitian didapatkan kesepian berat sebanyak 41 lansia (51,2%), kesepian rendah sebanyak 25 lansia (31,2%), dan kesepian kategori sedang sebanyak 14 lansia (17,5%). Lansia dengan harga diri rendah sebanyak 46 lansia (57,5%), harga diri tinggi sebanyak 23 lansia (28,8%), dan harga diri sedang yaitu sejumlah 11 lansia (13,8%). Didapatkan pula hasil hubungan kesepian dengan harga diri lansia adalah ρ value = 0.000 dengan tingkat signifikan nilai ρ value < 0,05 sehingga dapat dinyatakan bahwa H1 diterima yang artinya ada hubungan antara kesepian dengan harga diri lansia di Desa Sumbersecang Kecamatan Gading Kabupaten Probolinggo. Diharapkan bagi lansia untuk tidak mudah merasa tersisihkan dari lingkungan sekitar, menanamkan dalam diri bahwa apapun yang dilalui lansia adalah sesuatu yang wajar dan sesuatu yang pasti akan dialami oleh semua orang saat lansia nanti. Diharapkan bagi lansia untuk lebih sering membuka diri dan bersosialisasi dengan masyarakat sekitar atau dengan lansia lain nya
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Hidup Orang Dengan Hiv-Aids (Odha) Di Lembaga Cahaya Prolink, Kabupaten Probolinggo Laeilatul Mukarromah; Alwin Widhiyanto; Rizka Yunita
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 9 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh yang dapat menyebabkan imunitas tubuh terus menurun sehingga kesehatan fisik menurun. Penurunan fisik ini dapat menyebabkan ODHA mengalami penurunan kualitas hidup. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup ODHA. Penelitian ini menggunakan desain studi analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini memiliki populasi sebanyak 57 ODHA, dan sampel sebanyak 50 ODHA di Lembaga Cahaya prolink, Kabupaten Probolinggo. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuisioner kualitas hidup yaitu World Health Organization Quality Of Life-BREF, stigma menggunakan Berger HIV Stigma Scale Bref, dukungan sosial menggunakan Medical Outcomes Study: Social Support Survey, kepatuhan pengobatan menggunakan Antiretroviral General Adherence Scale. Hasil penelitian didapatkan nilai r value 0.392 untuk hubungan tingkat pendidikan dengan kualitas hidup ODHA, nilai r value 0.000 untuk hubungan dukungan sosial dengan kualitas hidup ODHA, nilai r value 0.024 untuk hubungan kepatuhan pengobatan dengan kualitas hidup ODHA, nilai r value 0.000 untuk hubungan stigma dengan kualitas hidup ODHA, uji ini menggunakan Spearman Ranks. Selanjutnya, hasil uji regresi logistic didapatkan faktor dominan yang mempengaruhi kualitas hidup ODHA yakni faktor stigma dengan OR=0.107. Stigma menyebabkan penderita mengalami tekanan psikologis, sehingga penderita tidak mau melakukan apapun, tidak menjalani pengobatan, dan terus memikirkan perkataan orang lain. Kondisi ini menyebabkan kesehatan fisik dan psikologis penderita menurun dan akhirnya penderita mengalami penurunan kualitas hidup. Diharapkan bagi ODHA untuk tidak mendengarkan perkataan orang lain.
Pengaruh Metode Animasi Terhadap Pencegahan Scabies Pada Siswa MTS M Zainul Arifin; Alwin Widhiyanto; Rizka Yunita
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 9 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skabies adalah kondisi pada kulit infeksi yang sangat mengganggu. Dalam kasus penyakit skabies membutuhkan pendidikan kesehatan untuk mencegah terjadinya skabies. Pendidikan kesehatan adalah proses transfer materi/teori dari seseorang ke orang lain, tetapi perubahan tersebut terjadi karena adanya kesadaran diri individu, kelompok, atau masyarakat sendiri, yaitu pendidikan kesehatan metode Animasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan metode Animasi terhadap pencegahan skabies di MTs putra Pondok Pesantren Nurul Qur’an. Penelitian ini merupakan pra-eksperimental design dengan pendekatan one-group pre-post test. Populasi 112 responden Siswa MTs Putran Pondok Pesatren Nurul Qur’an, sampel yang diteliti 88 diambil dengan cara Purposiv Sampling. Pengumpulan data meliputi editing, coding, scoring, dan tabulating. Data yang diperoleh dari penelitian ini dianalisis menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian ini didapatkan pencegahan scabies sebelum dilakukan pendidikan kesehatan dengan metode Animasi nilai 88, mayoritas pencegahan scabies sesudah dilakukan pendidikan kesehatan dengan metode Animasi 81, analis Paired-sampel t test didapatkan nilai (r = 0,000 ≤ α = 0,05) hal ini menunjukkan spengaruh pendidikan kesehatan dengan metode Animasi terhadap pencegahan skabies. Diharapkan responden yang mengalami gangguan kesehatan berupa skabies dapat menerapkan pendidikan kesehatan dengan metode Animasi sangat efektif dikarenakan Animasi memiliki kelebihan yang menarik dan dapat memfokuskan responden dengan ketertarikan
Hubungan Tingkat Kepatuhan Perawatan Dengan Kesembuhan Pada Pasien Post Operasi Katarak Di Puskesmas Panti Eko Andrian Purwana; Dodik Hartono; Rizka Yunita
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 9 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Katarak merupakan salah satu penyebab paling umum dari kebutaan di seluruh dunia, kebanyakan terkait usia. Pengobatan katarak salh satunya adalah operasi. Perawatan pasca operasi sangatlah penting diperhatikan, karena keberhasilan dari operasi katarak juga dipengaruhi dari kepatuhan dalam perawatan pasca operasi katarak.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain penelitian Cross Sectional. Data diambil dari rekam medis dan kuestioner yang dibagikan kepada responden post operasi katarak yang berkunjung ke Pukesamas Panti. Penelitian ini dilakukan pada 12-24 September tahun 2022 di Puskesmas panti Kabupaten jember.Alat ukur yang digunakan kuestioner dan rekam medis pasien dengan jumlah populasi responden sebanyak 25 responden dan yang diteliti sebanyak 24 responden dan diambil dengan cara Accidental sampling. Pengumpulan data meliputi coding, editing, tabulating, dan skoring.Uji statistik menggunakan Chi square. Hasil penelitian didapatkan bahwa dari 24 responden pasien yang patuh sebanyak 6 orang (25%) semuanya sembuh, pasien yang kurang patuh sebanyak 14 orang (58%) yang sembuh hanya 3 orang dan 11 orang tidak sembuh, pasien yang tidak patuh sebanyak 4 orang (17%) semuanya tidak sembuh setelah post operasi katarak.Hasil uji statistik didapatkan hasil bahwa p value 0.001. Hal ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan kepatuhan perawatan terhadap kesembuhan pasien post operasi katarak karena p value< 0.05. Diharapkan Pukesmas Panti dapat meningkatkan home visit kepada pasien dengan katarak dan penelitian lebih lanjut perlu dilakukan sebagai literasi tambahan yang dapat digunakan untuk perbaikan pelayanan kesehatan pada pasien post operasi katarak
Hubungan Health Belief Model Dengan Kepatuhan Minum Obat Penderita Dm Tipe II Di Puskesmas Ketapang Kota Probolinggo Fajriatul Maulidah; Mariani; Rizka Yunita
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 10 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus tipe II merupakan penyakit tidak menular yang menjadi masalah global, dimana banyak menimbulkan komplikasi. Salah satu perilaku pengendalian DM yaitu kepatuhan minum obat. Health Belief Model diasumsikan dapat menjelaskan alasan perilaku ketidakpatuhan penderita DM dalam melakukan penalaksanaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Health Belief Model Dengan Kepatuhan Minum Obat Penderita DM tipe II di Puskesmas Ketapang Kota Probolinggo.Jenis penelitian ini analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi Seluruh penderita DM tipe II di Puskesmas Ketapang Kota Probolinggo berjumlah 71 orang, penentuan sampel menggunakan tekhnik Purposive sampling sebanyak 60 responden. Instrumen yang digunakan kuesioner Health Belief Model dan Kepatuhan Minum Obat. Pengelolahan data dengan proses Editing, Coding, Scoring dan Tabulating, selanjutnya dianalisis menggunakan Spearman Rank Test.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Health Belief Model Penderita DM tipe II yang terbanyak adalah kelompok Health Belief Model baik yaitu sejumlah 22 responden (36,7%). Kepatuhan Minum Obat Penderita DM tipe II yang terbanyak adalah kelompok kepatuhan minum obat tinggi sebanyak 24 responden (40,0%). hasil uji analisis mengunakan Spearman Rank Test Ada Hubungan Health Belief Model Dengan Kepatuhan Minum Obat Penderita DM tipe II di Puskesmas Ketapang Kota Probolinggo nilai yaitu p=0,000 dengan tingkat signifikan 0,05 (p=0,000 ≤α 0,05).Melibatkan peran anggota keluarga sebagai pengawas minum obat, dan monitoring kepatuhan. Menciptakan persepsi penderita yang benar yaitu dari segi persepsi ancaman terhadap penyakit DM tipe II, serta persepsi manfaat dan persepsi hambatan dalam minum obat melalui promosi kesehatan dalam kegiatan penyuluhan kesehatan, agar kepatuhan akan pengobatan khususnya minum obat dapat meningkat, seperti diingatkan minum obat, ditemani ke fasilitas kesehatan, diperhatikan apabila mengalami keluhan, membawa obat diabetes apabila bepergian, dan diingatkan untuk melakukan check up kesehatan.
Co-Authors Achmad Kusyairi Achmad Kusyairi Achmad Ade Erma Surya Ahmad Dhofirul Huda Ahmad Fauzan Ahmad Wildan Fahrizi Ainul Yaqin Ainul Yaqin Salam Alfarizi, Muhammad Alita Octa Ningtias Alwin Widhiyanto Ana Fitria Nusantara Ana Fitria Nusantara Anita Sulistyowati Budi Satrio Brata Deli Indah Lestari Dewi Liesnoor Setyowati Dewi Sari Indah Dian Indriana Dodik Hartono Dodik Hartono Dodik Hartono Dr. H Nur Hamim Eko Andrian Purwana Elly Mega Wulandari Elok Purnamawati Erna Handayani Fadil Hasan Fajri Hidayatullah Fajriatul Maulidah Febrianti, Ainin Nurohmah Fery Hendy Hermawan Fitria Mulyani Fransiska Imavike Grido Grido Handoko Grido Handoko Sriyono Handoko, Grido Hasyim Asy’ari Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ida Rochani Isnawati, Iin Aini Isye Eka Purwanti Jamila Jimmy Lausia Karomia Audina Khoiroh, Iswatin KHOIRUN NISAK Laeilatul Mukarromah Leli Febrianti Luluk Munawaroh M Zainul Arifin Marfuah Marfuah Marfuah Marfuah Mariani Mariani Mariani Meigy Dwi Rizka Mimik Aminatur Rohmah Muh Dani Sholehuddin Wahid Muhammad Alfarizi Muhammad Dio Alfandi Wahid Muhammad Sufyan Hadi Nafolion Nur Rahmat Nafolion Nur Rahmat, Nafolion Nur Ningsih, Yunika Lestaria Nisaul Karimah Noviati Noviati Nur Hamim Nur Hamim Nurul Afni Oktavilani Permatasari, Devita Prasetyanto, Deni Purwito, Heri Qudsiyatul Umniyah R Endro Sulistyono Rahmatullah, Ryan Nur Rifka Yunita Ardiana Rini Ayu Setia Ningrum Rinik Eko Kapti Rinik Eko Kapti, Rinik Eko Risky Kusumawardhani Riswan Ardy Isnanta Ro’isah Salimatul Amalia Setyowati Shafia Annisa Sharifah Aini Tika Rachmad Siti Rochma Siti Walidah Dewi Murni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Suhari Suhari Sunanto Titik Suhartini Titik Suhartini Usnia, Rovi W.Q, Al Firdaus Wahyusari, Shinta Widya Addiarto Wisnu Barlianto Wisnu Barlianto Yaqin, Moh. Husyn Ainul Yulia Rahmawati Hasanah Zainal Abidin Zainal Abidin Zakiyah Muslimah