Claim Missing Document
Check
Articles

Ilmu Pendidikan Dalam Filsafat Pendidikan Barat dan Islam Nunung Witono; Abd Haris; Rosichin Mansur
Sustainable Vol. 6 No. 2 (2023): Sustainable
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/kjmp.v6i2.4130

Abstract

Pendidikan merupakan suatu proses bagi generasi muda untuk dapat menjalani kehidupannya dan mencapai tujuan hidupnya dengan lebih efektif dan efisien. Pendidikan lebih dari sekedar mengajar, karena mengajar hanyalah suatu proses transfer ilmu pengetahuan, sedangkan pendidikan adalah transformasi nilai-nilai dan pembentukan kepribadian dengan segala aspek yang dicakupnya. Perbedaan pendidikan dan pengajaran terletak pada penekanan pendidikan dengan pembentukan kesadaran dan kepribadian peserta didik di samping juga transfer ilmu dan keahlian. Pendidikan merupakan isu yang akan selalu menarik untuk dikaji, selama masih ada kehidupan manusia di bumi ini. Semua bangsa di dunia mempunyai kepentingan terhadap pendidikan, karena dengannya manusia dapat mengembangkan kebudayaannya dan mewariskannya kepada generasi penerusnya, sehingga pendidikan sering disebut sebagai agen penyebar kebudayaan. Karena dengan pendidikan, manusia dapat menentukan sikap dan perilaku serta langkah ke depan yang harus diambil. Perubahan yang dialami melalui proses pendidikan selalu teratur dan terukur, bukan karena emosi dan ketergesaan yang dialami manusia Kata Kunci: Pendidikan, Filsafat, Barat
Konsep Pendidikan Islam dan Barat: Menelaah Hak Asasi Manusia Nurul Qomariyah; Abdullah Abdullah; Abd Haris; Rosichin Mansur
Sustainable Vol. 6 No. 2 (2023): Sustainable
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/kjmp.v6i2.4137

Abstract

Seseorang yang berstatus manusia dilahirkan ke dunia sebagai hewan Tuhan Yang Maha Esa dan dijadikan hewan Tuhan Yang Maha Kuasa serta dijadikan khalifah atas hakikat dunia ini, tentu saja dia mempunyai keistimewaan yang setara dan ada komitmen yang harus diselesaikan, tidak ada kasus khusus sehubungan dengan kebebasan dan komitmen tersebut. Meski pasti ada yang kuat dan lemah, kaya dan miskin, kuat dan lemah, namun ada pula penguasa dan rakyat yang diperintah. Jadi ada kehormatan-kehormatan yang patut dimiliki oleh manusia, misalnya hak untuk membuka pintu evaluasi, hak untuk menjalani kehidupan yang layak, hak untuk mendapatkan pendidikan yang optimal, dan hak untuk melihat harga diri sesuai dengan kemampuannya. kita punya. maka, pada saat itu, tidak ada yang dapat mengalahkan peluang mendasar dalam kehidupan sehari-hari.
Masyarakat Madani dalam Filsafat Pendidikan Barat dan Islam Syarifah Syarifah; Bambang Utomo; Abdul Haris; Rosichin Mansur
Sustainable Vol. 6 No. 2 (2023): Sustainable
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/kjmp.v6i2.4216

Abstract

Populasi keseluruhan di negara-negara Barat atau populasi keseluruhan di dunia Islam, merupakan subjek yang terus menjadi perbincangan banyak pihak. Pembicaraan mengenai gagasan ini mengalami pemulihan setelah runtuhnya Persatuan Soviet. Selain itu, masyarakat yang bijaksana dalam banyak kasus diagungkan sebagai sebuah kekhasan mendasar, namun juga memadai untuk siklus demokratisasi dan Kepastian ide. Hal ini tidak perlu lagi dibahas dalam demokratisasi. Terlepas dari kenyataan bahwa masyarakat umum sering kali berada di posisi yang berlawanan dengan kekuasaan negara dan masyarakat politik, tugas utama negara harus bersifat memaksa dengan asumsi tugas masyarakat umum berhasil dalam menjaga kebebasan dasar dan peluang individu dari masyarakat umum. Selain itu, tanpa kekuasaan negara, masyarakat umum mungkin dapat menimbulkan konflik yang penuh pertimbangan karena isu-isu etnis, ketat, dan berbasis kelas. Perlu diperhatikan bahwa masyarakat umum tidak dapat menggantikan pemerintah. Dalam situasi Indonesia, perubahan saat ini tampaknya tidak menemukan strukturnya, pengalaman pertikaian bersama yang progresif, munculnya kelompok-kelompok masyarakat tidak beradab yang berbasis sosial dan ketat yang berperan penting dalam meningkatkan meningkatnya kejahatan, mempertimbangkan kembali gagasan tentang kesamaan. masyarakat adalah percakapan yang tidak dapat diperiksa. dihindari.
Pendidikan Menurut Perspektif Tokoh Filsuf Barat Sari Agustiani; Abd Haris; Rosichin Mansur
Sustainable Vol. 6 No. 2 (2023): Sustainable
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/kjmp.v6i2.4219

Abstract

Penulisan artikel ini untuk Kembali mengkaji prinsip-prinsip Pemikiran pendidikan filsuf Barat dimana berkontribusi besar pada pengembangan teori dan praktik Pendidikan. Relevansinya dalam pendidikan diIndonesia adalah penerapan prinsip-prinsip pemikiran pendidikan filsuf barat tersebut kedalam praktik di sekolah. Pemikiran tokoh filsuf Barat dari berbagai priode penulis ungkapkan, untuk mengetahui pergerakan pemikiran filsuf barat itu sendiri terhadap dunia pendidikan. Selayaknya ucapan terima kasih disematkan kepada filsuf barat, karena dari pemikiran mereka memberikan sumbangsih yang signifikan bagi ragam pendekatan dalam dunia pendidikan Indonesia. Metode analisis yang digunakan dalam tulisan artikel ini adalah studi kepustakaan, yang menekankan analisis datanya pada beragam sumber literatur yang bersifat otoritatif. Ada beberapa temuan dalam tulisan artikel ini, 1) sentris pemikiran filsuf barat berporos antroposentris, 2) latar belakang filsuf menjadi penguat hadirnya masing-masing teori filsuf.3) prinsip pendidikan yang berbasiskan pada moral tidak dalam bingkai agama.
Demokrasi Perspektif Filsafat Pendidikan Barat dan Islam Siti Sumadiyah; Jumari Jumari; Abd Haris; Rosichin Mansur
Sustainable Vol. 6 No. 2 (2023): Sustainable
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/kjmp.v6i2.4220

Abstract

Kajian ini mengkaji konsep demokrasi dalam perspektif filsafat pendidikan Barat dan Islam. Fokus utama penelitian ini adalah mengidentifikasi prinsip-prinsip demokrasi yang sesuai dengan nilai-nilai pendidikan dari kedua tradisi pemikiran tersebut, nilai-nilai yang terkandung, serta pengaruhnya dalam dunia Pendidikan, serta upaya memperkuat demokrasi melalui jalur Pendidikan. Dari perspektif Barat, penelitian ini menjelaskan kontribusi para pemikir seperti Rousseau, Dewey, dan Mill dalam meletakkan dasar bagi demokrasi pendidikan yang seimbang dan inklusif. Sementara itu, dalam perspektif Islam, mengulas pandangan filosofis dari beberapa tokoh seperti Al-Farabi, Ibnu Sina, ibnu Khaldun dan Al-Ghazali, menganalisa nilai-nilai demokrasi dalam Pendidikan, menyoroti kesinambungan dan integrasi nilai-nilai demokrasi dengan nilai-nilai Islam, memberikan pijakan untuk memahami bagaimana demokrasi dapat dicapai dalam konteks Pendidikan. Kajian ini berfokus pada kesinambungan dan integrasi nilai-nilai demokrasi dan Islam, serta memberikan dasar untuk memahami bagaimana keselarasan dapat dicapai dalam lingkungan Pendidikan serta menemukan titik temu antara konsep demokrasi dalam pendidikan Barat dan Islam melalui analisis komparatif yang mendetail.
Co-Authors Abd Haris Abd Haris, Abd Abdul Haris Abdul Haris Abdullah Abdullah Abdur Rofiq, Abdur Ach. Faisol Adi Atmoko Adi Kuswandi Adi Sudrajat Afifatu Nur Arifah Afifatur Rodiyah Afifullah, Mohammad Ahmad Khairul Anam Ahmad Subekti Ali Ashar Aliy Ahmad Amalia Baroroh Amalia Fitri Febrianti Anbiya Kurnianingtyas Anggraheni, Ika Anik Anik Anwar Sa’dullah Aprilita Hajar Arief Aridiansyah Asadori Azhari Asri Yani Arkiang Atika Z. Sufiyana Atika Zuhrotus Sufiyana Attok Illah Augusto da Costa Bahroin Budiya Bambang Utomo Bambang Utomo Chairul Imam Cholis Dinina Istikhomah Dewi Khalimatul Mursyidah Dian Rizky Mandasari Gunawan Diana Islamia Dwi Fitri Wiyono Dzulfikar Rodafi Eko Setiawan Ertanti, Devi Wahyu Fadhlullah Makmun Fairuz Zabadi Anieq Ahmad Farda Nurmawati Faridatul Ulya Fatima Lagi Febby Yuliana Putri Fita Mustafida Hakim, Dian Mohammad Haris Abd Kadir Haris Sulmiftah Ika Nur Rokhmawati Imam Safi’i Imam Setiawan Imam Syafi'i Imam Syafi’i Indah Aliyyah, Dini Asfarina Indhra Musthofa Isamaae Seena Izza Audia Rohmawati Jazari Jumari Jumari Jumari Khadija Arif Khoirul Asfiyak Kukuh Santoso Kustiana Arisanti Laila Nisfatut Tarwiyah Lailatul Choyriah Laili Noor Rochmah Lia Nur Atiqoh Bela Dina M Muslih M. Zainal Arifin Masruroh Masruroh Masyhuri Masyhuri Maulana Ishaq Ernas Mia Wati Moh Eko Nasrullah Moh Eko Nasrullah Moh Nurqosim Moh. Muslim Mohamad Haditia Mohammad Muhtadi Syah Putra Muchibbatul Lutfiyah Muhamad Khanif Alaudin Muhammad Amalul Yaqin Muhammad Djamal Ghofiru Muhammad Fahmi Hidayatullah Muhammad Fahmi Hidayatullah Muhammad Hanief Muhammad Hanif Muhammad Ilham Adiyanto Muhammad Ilham Azzanjani Muhammad Iqbal Rosyada Muhammad Ro’uf Muhammad Sulistiono Muhammad Sulistiono Muhammad Yusuf Muhammad Zainurroziqin Mutiara Sari Dewi Nabila Maya Dalillah Nailatul Mawaddih Nanik Nur Hidayah Noor Alfi Fajriyani Noor Hamid Nova Anjarwati Nova Hexa Minung Jamila Nun Maulana Khaidir Al Muzli Nunung Witono Nunung Witono Nur Azizatus Solikhah Nur Hasan Nurkhalisyah Nurkhalisyah Nurul Qomariyah Nurul Qomariyah Puspitaningrum, Puspitaningrum Qomarudin, Ahmad Qutub Tarqy Al Mahdy Rabun Rabun Rahmad Toullah Tawainella Rina Wahyu Hidayati Rismawatul Hasanah Rohman, Ahmad Taufiq Hidayatur Rukhuddin Maulana Fakhrur Rizal Salimatul Ummah Sari Agustiani Sari Agustiani SARIMAN Siska Saputri Siti Ani Masruroh Siti Asfirotul Khasanah Siti Fatimah Siti Khodijah Siti Khoiriyah Siti Maisaroh Siti Masyruhah Siti Mukaromah Siti Sumadiyah Siti Sumadiyah Somadi, Faqih Subiantoro, Anjar Sulistiono, Muhammad Sundari Sundari Sundari Sundari Syarifah Syarifah Tania Sumira Taofiq Al-Mutaqin Temti Lestari Ulva Azizah Azzuhro Uswatun Hasanah Veithzal Rivai Zainal Vina Viviana Vivi Mar'atus Sholihah Wyeldan Bisri Habibi Yaqub Cikusin Yulianto Eko Saputro Zahro, Lika Anis Zilda Ba’da Mawlyda Iliyyun1 Zuhkhriyan Zakaria Zuhkriyan Zuhkriyan Zuli Dwi Rahmawati