Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JURNAL ADMINISTRASI DAN PERKANTORAN MODERN

IMPLEMENTASI PERATURAN WALI KOTA (PERWALI) KOTA TEBING TINGGI NO 43 TAHUN 2019 TENTANG PENERAPAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) DI KOTA TEBING TINGGI (STUDI KASUS DINAS SOSIAL KOTA TEBING TINGGI) Pramana, Dodi; Hadi, Muhammad; Saragih, Desvita
Jurnal Administrasi dan Perkantoran Modern Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Administrasi Dan Perkantoran Modern
Publisher : Prodi Pendidikan Administrasi Perkantoran UNIMED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/judika.v12i2.54240

Abstract

enelitian ini bertujuan untuk menggali dampak penetapan kebijakan pelayanan prima, seperti yangtercantum dalam "Peraturan Walikota (Perwali) Kota Tebing Tinggi No.43 Tahun 2019 tentangPenerapan Standar Pelayanan Minimal ," untuk upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik di DinasSosial Kota Tebing Tinggi, dengan fokus pada efisiensi, efektivitas, transparansi, dan kepuasanmasyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan diDinas Sosial, di Mall Pelayanan Publik Kota Tebing Tinggi. Populasinya melibatkan seluruh aparaturDinas Sosial Kota Tebing Tinggi, dengan tiga orang sebagai sampel menggunakan teknik samplinginsidental. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipasi, wawancara langsung, dandokumentasi tertulis. Analisis data meliputi pengumpulan hingga kesimpulan hingga verifikasiinterpretasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) diDinas Sosial Kota Tebing Tinggi masih mengalami beberapa kendala. Meskipun prosedur dan keluaranlayanan sudah memadai, transparansi dalam penyampaian informasi kepada masyarakat menjadikendala. Selain itu, kurangnya pemahaman masyarakat terhadap prosedur pelayanan juga menciptakantantangan. Meskipun upaya sosialisasi dan panduan pelayanan telah dilakukan, penerapan SPM belumoptimal. Meskipun terdapat upaya untuk mengatasi hambatan, penerapan standar pelayanan minimal diDinas Sosial Kota Tebing Tinggi masih belum optimal. Beberapa aspek, seperti transparansi informasi,tingkat kepuasan masyarakat, dan ketepatan waktu pelayanan, masih perlu mendapat perhatianlebih. Oleh karena itu, disarankan agar Dinas Sosial melakukan evaluasi guna meningkatkan kualitaspelayanan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dalam PERWALI No. 43 Tahun 2019.
IMPLEMENTASI PERATURAN WALI KOTA (PERWALI) KOTA TEBING TINGGI NO 43 TAHUN 2019 TENTANG PENERAPAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) DI KOTA TEBING TINGGI (STUDI KASUS DINAS SOSIAL KOTA TEBING TINGGI) Pramana, Dodi; Hadi, Muhammad; Saragih, Desvita
Jurnal Administrasi dan Perkantoran Modern Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Administrasi Dan Perkantoran Modern
Publisher : Prodi Pendidikan Administrasi Perkantoran UNIMED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/judika.v12i2.54248

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali dampak penetapan kebijakan pelayanan prima, seperti yangtercantum dalam "Peraturan Walikota (Perwali) Kota Tebing Tinggi No.43 Tahun 2019 tentangPenerapan Standar Pelayanan Minimal ," untuk upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik di DinasSosial Kota Tebing Tinggi, dengan fokus pada efisiensi, efektivitas, transparansi, dan kepuasanmasyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan diDinas Sosial, di Mall Pelayanan Publik Kota Tebing Tinggi. Populasinya melibatkan seluruh aparaturDinas Sosial Kota Tebing Tinggi, dengan tiga orang sebagai sampel menggunakan teknik samplinginsidental. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipasi, wawancara langsung, dandokumentasi tertulis. Analisis data meliputi pengumpulan hingga kesimpulan hingga verifikasiinterpretasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) diDinas Sosial Kota Tebing Tinggi masih mengalami beberapa kendala. Meskipun prosedur dan keluaranlayanan sudah memadai, transparansi dalam penyampaian informasi kepada masyarakat menjadikendala. Selain itu, kurangnya pemahaman masyarakat terhadap prosedur pelayanan juga menciptakantantangan. Meskipun upaya sosialisasi dan panduan pelayanan telah dilakukan, penerapan SPM belumoptimal. Meskipun terdapat upaya untuk mengatasi hambatan, penerapan standar pelayanan minimal diDinas Sosial Kota Tebing Tinggi masih belum optimal. Beberapa aspek, seperti transparansi informasi,tingkat kepuasan masyarakat, dan ketepatan waktu pelayanan, masih perlu mendapat perhatianlebih. Oleh karena itu, disarankan agar Dinas Sosial melakukan evaluasi guna meningkatkan kualitaspelayanan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dalam PERWALI No. 43 Tahun 2019.
IMPLEMENTASI PERATURAN WALI KOTA (PERWALI) KOTA TEBING TINGGI NO 43 TAHUN 2019 TENTANG PENERAPAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) DI KOTA TEBING TINGGI (STUDI KASUS DINAS SOSIAL KOTA TEBING TINGGI) Pramana, Dodi; Hadi, Muhammad; Saragih, Desvita
Jurnal Administrasi Perkantoran Vol 12 No 2 (2023): Jurnal Administrasi Perkantoran
Publisher : Prodi Pendidikan Administrasi Perkantoran UNIMED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/judika.v12i2.54240

Abstract

enelitian ini bertujuan untuk menggali dampak penetapan kebijakan pelayanan prima, seperti yangtercantum dalam "Peraturan Walikota (Perwali) Kota Tebing Tinggi No.43 Tahun 2019 tentangPenerapan Standar Pelayanan Minimal ," untuk upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik di DinasSosial Kota Tebing Tinggi, dengan fokus pada efisiensi, efektivitas, transparansi, dan kepuasanmasyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan diDinas Sosial, di Mall Pelayanan Publik Kota Tebing Tinggi. Populasinya melibatkan seluruh aparaturDinas Sosial Kota Tebing Tinggi, dengan tiga orang sebagai sampel menggunakan teknik samplinginsidental. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipasi, wawancara langsung, dandokumentasi tertulis. Analisis data meliputi pengumpulan hingga kesimpulan hingga verifikasiinterpretasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) diDinas Sosial Kota Tebing Tinggi masih mengalami beberapa kendala. Meskipun prosedur dan keluaranlayanan sudah memadai, transparansi dalam penyampaian informasi kepada masyarakat menjadikendala. Selain itu, kurangnya pemahaman masyarakat terhadap prosedur pelayanan juga menciptakantantangan. Meskipun upaya sosialisasi dan panduan pelayanan telah dilakukan, penerapan SPM belumoptimal. Meskipun terdapat upaya untuk mengatasi hambatan, penerapan standar pelayanan minimal diDinas Sosial Kota Tebing Tinggi masih belum optimal. Beberapa aspek, seperti transparansi informasi,tingkat kepuasan masyarakat, dan ketepatan waktu pelayanan, masih perlu mendapat perhatianlebih. Oleh karena itu, disarankan agar Dinas Sosial melakukan evaluasi guna meningkatkan kualitaspelayanan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dalam PERWALI No. 43 Tahun 2019.
IMPLEMENTASI PERATURAN WALI KOTA (PERWALI) KOTA TEBING TINGGI NO 43 TAHUN 2019 TENTANG PENERAPAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) DI KOTA TEBING TINGGI (STUDI KASUS DINAS SOSIAL KOTA TEBING TINGGI) Pramana, Dodi; Hadi, Muhammad; Saragih, Desvita
Jurnal Administrasi Perkantoran Vol 12 No 2 (2023): Jurnal Administrasi Perkantoran
Publisher : Prodi Pendidikan Administrasi Perkantoran UNIMED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/judika.v12i2.54248

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali dampak penetapan kebijakan pelayanan prima, seperti yangtercantum dalam "Peraturan Walikota (Perwali) Kota Tebing Tinggi No.43 Tahun 2019 tentangPenerapan Standar Pelayanan Minimal ," untuk upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik di DinasSosial Kota Tebing Tinggi, dengan fokus pada efisiensi, efektivitas, transparansi, dan kepuasanmasyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan diDinas Sosial, di Mall Pelayanan Publik Kota Tebing Tinggi. Populasinya melibatkan seluruh aparaturDinas Sosial Kota Tebing Tinggi, dengan tiga orang sebagai sampel menggunakan teknik samplinginsidental. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipasi, wawancara langsung, dandokumentasi tertulis. Analisis data meliputi pengumpulan hingga kesimpulan hingga verifikasiinterpretasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) diDinas Sosial Kota Tebing Tinggi masih mengalami beberapa kendala. Meskipun prosedur dan keluaranlayanan sudah memadai, transparansi dalam penyampaian informasi kepada masyarakat menjadikendala. Selain itu, kurangnya pemahaman masyarakat terhadap prosedur pelayanan juga menciptakantantangan. Meskipun upaya sosialisasi dan panduan pelayanan telah dilakukan, penerapan SPM belumoptimal. Meskipun terdapat upaya untuk mengatasi hambatan, penerapan standar pelayanan minimal diDinas Sosial Kota Tebing Tinggi masih belum optimal. Beberapa aspek, seperti transparansi informasi,tingkat kepuasan masyarakat, dan ketepatan waktu pelayanan, masih perlu mendapat perhatianlebih. Oleh karena itu, disarankan agar Dinas Sosial melakukan evaluasi guna meningkatkan kualitaspelayanan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dalam PERWALI No. 43 Tahun 2019.
Co-Authors Agung, Rizki Nugraha Agustiany Dumeva Putri, Agustiany Dumeva Agustria Wijaksono, Azhar Ahmad Nasir Pulungan AHMADI Alland Kelana, Bagus Alvis, Zacky Alwahidin Angelina, Marchel Arofiati, Fitri Audi, Ajeng Asri Dayastri, Zibril Khaidir Dian Rosdiana, Dian Dina Rahmawati Dodi Pramana Efendy, Fenty Endri, Gunawan Eni Widiastuti, Eni Fadhillah, Harif Fadilah, Harif Fadillah, Harif Fajarini, Melati Fitri Haryanti Hari Purwanto Haryanto, Rohadi Hasanah, Idyatul Hasibuan, Muhammad Irvan Heny Purwati, Nyimas Husyairi, Khoirul Aziz Iyonu, Mentari Ariesta Junifa Layla Sihombing, Junifa Layla Kartika, Rini Fatma Khoiriyah Khoiriyah Khusaeni, Agus Kurniati, Tri La Hadisi, La Li Yoong , Tang Lisna Efiyanti Luthfyah Mawaddah, Siti Maesaroh, Lina Mahmudah, Laili Marwan, Aji Meliani, Eti Meliani Munawaroh, Meihati Nabila, Najha Naryati, Naryati Natashia, Dhea Nawangwulan, Rahayu Nellyta Neneng Kurwiyah Notoatmojo, Notoatmojo Novia Sari, Asih Novianti, Rika Astri Nur Ainun, Tina Nursalam Nursalam Nursanti, Irna Okiyana, Soviyani Oktafiona, Fani P Mustafa, P Pardede, Muliadi Prabawati, Dewi Pratami, Arifa Prihandoko . Prihandoko Prihandoko Prima Astuti Handayani Purwati, Nyimas Heny Puspitasari, Nia Ayu Radiamoda, Anwar M. Rahayu Rahayu Rahim Kamil, Abdu Ramdan, Edi Yulia Riza Agustiani, Riza Rohilah, Neneng Ilah Romawati, Pita Rum, Jalaluddin Safira, Juni Safira Samad, Fahrianti Saputri, Anggun Meylani Saputri, Rosaliana Ayu Saragih, Desvita Satinah, Satinah Simanjuntak, Janter Pangaduan Slametiningsih, Slametiningsih Sodiman Sodiman, Sodiman Solehah, Asna Markhotun Sopani, Ahmad Sri Mulyani Subekti, Siti Rohmah Suhendar Suhendar, Suhendar Suherman, Suherman Sulaeman, Suhendar Sumartini, Tini Suminarti, Tini Sunandar, Mas Asep Syamsul Anwar, Syamsul Threesnaldy, Muhammad Rezky Tintin Sukartini Sukartini, Tintin Sukartini Tonasa , Muh Tuti Nuraini Wahyu Hidayati Wahyudin Maguni, Wahyudin Widiastuti , Eni Wiramukthi, Supangkat Yahya Yahya Yani Sofiani Yanny Trisyani Yuliawati Yuliyanti, Sasteri Yunus, Syarifudin Zahra, Atika