Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Pendekatan Normatif-Teologis Dalam Studi Islam Ariani, Rina; Kamal, Tamrin; Hakim, Rosniati; Hanafi, Halim; Julhadi
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 3 No. 4: Juli 2024
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan normatif-teologis dalam studi Islam merupakan pendekatan yang fundamental dalam memahami dan menerapkan ajaran agama Islam. Pendekatan ini menekankan pada kebenaran mutlak ajaran Islam yang dipandang berasal dari wahyu ilahi, termasuk Al-Qur'an dan Hadis. Artikel ini bertujuan untuk menggali dan menganalisis bagaimana pendekatan normatif-teologis digunakan dalam menafsirkan ajaran Islam, serta dampaknya terhadap praktik keagamaan dan pemikiran umat Islam secara umum. Penelitian ini menggunakan metode analisis literatur dan studi pustaka untuk mengeksplorasi berbagai teks-teks suci dan literatur Islam yang relevan, serta mengumpulkan pandangan dari para ahli studi agama dan pemikiran Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan normatif-teologis memberikan landasan yang kuat bagi umat Islam dalam mempertahankan identitas keagamaan mereka dan memelihara keaslian ajaran Islam. Namun, pendekatan ini juga dapat menimbulkan tantangan dalam menghadapi dinamika sosial dan kemajuan zaman yang sering kali tidak tercakup secara eksplisit dalam teks-teks suci.
PERKEMBANGAN OTAK DAN PERAN NUTRISI DALAM MENDUKUNG PRESTASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Ismasnawat; Rosniati Hakim; Dasrizal D; Ahmad Lahmi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 01 (2025): Volume 10, Nomor 01 Maret 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i01.23431

Abstract

This study aims to explore the relationship between brain development and the role of nutrition in supporting primary school students' learning achievement. The issue raised is how brain development factors, which are influenced by nutritional intake, can affect children's cognitive abilities and spirituality. The methodology used in this research is a qualitative approach with literature analysis that links concepts in the Qur'an with recent neuroscience findings. Data was collected from various sources, including previous research and relevant Qur'anic commentaries. The results showed that the development of the human brain has a unique position and functions as the center of thinking activity which is greatly influenced by the nutrients received. This study concludes that meeting the needs of proper nutrition is essential to optimize brain development and improve learning achievement of primary school students, and emphasizes the need for more attention to children's diet in the context of education.
Studi Kritik terhadap Penelitian Tasawuf, Spiritualitas, dan Kalam Ritonga, Raja; Ritonga, Ahmad Roisuddin; Julhadi, Julhadi; Hakim, Rosniati
Lisyabab : Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 5 No 1 (2024): Lisyabab, Jurnal Studi Islam dan Sosial
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti (STAIMAS) Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58326/jurnallisyabab.v5i1.274

Abstract

The study on Sufism, spirituality, and kalam has become an intriguing subject within the scholarly realm. Adherents of Sufism focus on seeking the divine presence and direct experience with God. Spirituality refers to the non-material dimension of human existence, while kalam, as a branch of Islamic philosophy and theology, elaborates on the principles of faith and religious doctrines. This study aims to analyze scientific research related to Sufism, spirituality, and kalam. The method used is library research employing a descriptive-analytical approach. Data is collected through literature reviews, including scientific articles, books, and relevant publications related to the study's theme. The findings reveal the dynamics and tensions among these three fields, particularly in terms of methodology and objectives. Sufism and spirituality are often considered more subjective and mystical, while kalam tends to be rational and systematic. However, they complement each other in providing a comprehensive framework for understanding faith and religious practice in Islam. Furthermore, this study highlights the importance of balancing mystical experiences and rationality in developing a holistic spiritual understanding.
Konsep Kurikulum Pendidikan Agama Islam dan Relevansinya Terhadap Pembentukan Karakter Yusra, Linda; Yusneti; Djosan, Marlina; Lahmi, Ahmad; Hakim, Rosniati
Arus Jurnal Pendidikan Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajup.v5i3.1912

Abstract

Kurikulum merupakan fondasi utama dalam pendidikan karena menjadi arah seluruh proses pembelajaran, pembinaan peserta didik, dan penggunaan sumber daya pendidikan. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI), kurikulum berfungsi tidak hanya untuk mentransmisikan pengetahuan keagamaan, tetapi juga membentuk kepribadian, karakter, dan keterampilan hidup berdasarkan nilai-nilai Islam. Penelitian ini bertujuan mengkaji konsep kurikulum PAI, komponen utamanya, serta relevansinya dalam pembentukan karakter peserta didik di era disrupsi digital. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka (library research) dengan teknik analisis isi melalui penelusuran literatur ilmiah seperti buku, artikel jurnal, laporan penelitian, dan dokumen kurikulum nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum PAI secara substantif telah dirancang untuk membentuk peserta didik secara holistik melalui integrasi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Pembentukan karakter religius akan efektif apabila komponen kurikulum (tujuan, materi, metode, dan evaluasi) berjalan selaras, ditunjang keteladanan guru dan budaya sekolah yang religius. Kurikulum PAI juga dinilai relevan dengan tantangan era modern karena mampu menjadi fondasi moral dan spiritual untuk membentengi peserta didik dari degradasi nilai akibat teknologi dan globalisasi. Penelitian ini menegaskan perlunya implementasi kurikulum PAI secara konsisten dan transformatif agar dapat menghasilkan generasi peserta didik yang berpengetahuan, berakhlak mulia, dan siap menghadapi dinamika sosial zaman.
Religious Moderation In Islamic Boarding Schools: A Phenomenological Analysis of Socio-Cultural Practices and Classical Textual Foundations Lubis, Mira Yanti; Hasibun, Sutan Botung; Nasution, Nur Hakima Akhirani; Wahyuni, Sri; Hakim, Rosniati
International Journal of Community Service (IJCS) Vol. 4 No. 2 (2025): July-December
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijcs.v4i2.1669

Abstract

This article examines religious moderation (wasatiyyah) within Islamic boarding schools (pesantren) in Indonesia through a phenomenological analytical framework. Using qualitative research methodology, this study explores the lived experiences, socio-cultural practices, and engagement with classical Islamic texts (kitab kuning) that constitute religious moderation in pesantren environments. Drawing from in-depth interviews with 45 participants including pesantren leaders, educators (ustadz), and santri (students) across six pesantren institutions in East Java and Southeast Sulawesi, the research identifies three interconnected dimensions of religious moderation: theological foundations grounded in Qur'anic principles of wasatiyyah, socio-cultural practices manifesting tolerance and intercultural harmony, and pedagogical methods integrating classical Islamic scholarship with contemporary concerns. The findings demonstrate that religious moderation in pesantren operates as a comprehensive framework encompassing spiritual discipline, social ethics, and intellectual engagement, functioning simultaneously as a theological orientation, institutional practice, and educational outcome. The research contributes to contemporary discourse on Islamic education by providing evidence-based analysis of how traditional Islamic institutions operationalize moderation in pluralistic contexts, with implications for understanding pesantren's role in promoting social cohesion within Indonesia's diverse society.
ANALISIS KOMPLEKSITAS PROBLEMATIKA UMAT ISLAM DI TATARAN NASIONAL DAN GLOBAL : TELAAH PEMIKIRAN DAN ALTERNATIF SOLUSI Yossar, Yossar; Siregar, Fithri Choirunnisa; Putra, Rizki Eka; Wahyuni, Sri; Hakim, Rosniati
Jurnal Education and Development Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i1.7742

Abstract

Dunia Islam saat ini menghadapi tantangan multidimensi yang kompleks yang memerlukan solusi komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kompleksitas problematika umat Islam di tataran nasional dan global serta merumuskan alternatif solusi berdasarkan perspektif para ahli. Dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, penelitian ini mengidentifikasi bahwa problem internal seperti krisis epistemologi, fragmentasi politik, kemiskinan struktural, dan krisis kepemimpinan melemahkan kemampuan umat Islam dalam menghadapi tantangan eksternal termasuk islamophobia yang terinstitusionalisasi, hegemoni budaya Barat, ketidakadilan politik internasional, dan kesenjangan digital. Analisis berbagai perspektif ahli menunjukkan tiga pendekatan utama: proaktif-optimis, kritis-pesimis, dan moderat-jalan tengah. Penelitian menyimpulkan bahwa solusi memerlukan pendekatan multidimensi yang mencakup transformasi politik-institusional, rekonstruksi epistemologis-intelektual, dan adaptasi sosio-kultural. Rekomendasi strategis meliputi revolusi pendidikan, pengembangan ekonomi syariah yang berkeadilan, diplomasi budaya yang proaktif, penguatan kerjasama Selatan-Selatan, dan pemberdayaan pemuda secara sistematis.
Integrating Normative-Theological and Sufi-Spiritual Approaches in Contemporary Islamic Studies: A Critical Methodological Analysis Ahmad, Nurhadi; Yuharniza, Yuharniza; Hidayat, Moh. Arief; Wahyuni, Sri; Hakim, Rosniati
El-Rusyd Vol. 10 No. 2 (2025): December
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Ahlussunnah Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58485/elrusyd.v10i2.603

Abstract

Islamic Studies as an academic discipline faces methodological challenges in responding to the complexity of contemporary realities. This article critically examines two dominant approaches in Islamic Studies, namely the normative-theological approach and the Sufi-spiritual approach. The normative-theological approach emphasizes textual authority through classical Islamic scholarly methodologies, while the Sufi-spiritual approach focuses on inner experience and spiritual transformation. This study employs a qualitative method using content analysis of the perspectives of eight Islamic Studies scholars published between 2022 and 2023. The findings reveal methodological polarization between the two approaches, while also identifying an emerging integrative trend that seeks to bridge the tension between textual authority and spiritual experience. This article argues that the development of an integration–interconnection paradigm constitutes a significant epistemological contribution to contemporary Islamic Studies. The findings have implications for the development of integrative curricula, dialogical methodologies, and the strengthening of a more holistic Islamic epistemology.
Analisis Kritis Pendekatan Normatif-Teologis dan Keilmuan Tasawuf-Spiritualitas dalam Studi Islam Budi, Budi; Wahyuni, Sri; Hakim, Rosniati
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36863

Abstract

Studi Islam sebagai disiplin keilmuan berkembang melalui beragam pendekatan yang digunakan untuk memahami teks, doktrin, dan realitas keberagamaan umat Islam. Dua pendekatan yang sering dipertentangkan adalah pendekatan normatif-teologis dan pendekatan keilmuan tasawuf-spiritualitas. Permasalahan utama penelitian ini adalah adanya ketegangan epistemologis dan metodologis antara kedua pendekatan tersebut, yang kerap melahirkan sikap keagamaan yang eksklusif atau, sebaliknya, spiritualitas yang lepas dari kerangka normatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis karakteristik, keunggulan, dan keterbatasan kedua pendekatan, serta mengkaji kemungkinan integrasi keduanya dalam kerangka studi Islam kontemporer. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif dan analisis kritis terhadap literatur klasik dan kontemporer yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan normatif-teologis memiliki kekuatan dalam menjaga ortodoksi, kepastian hukum, dan identitas keagamaan, namun cenderung formalistik dan kurang menyentuh dimensi batin. Sementara itu, pendekatan tasawuf-spiritualitas menawarkan kedalaman makna, transformasi moral, dan ketenangan batin, tetapi rentan terhadap subjektivitas dan penyimpangan jika tidak dikendalikan oleh syariat. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa kedua pendekatan tersebut bersifat komplementer dan tidak seharusnya dipertentangkan. Implikasi penelitian ini adalah pentingnya pengembangan paradigma integratif dalam studi Islam yang memadukan keteguhan normatif dengan kedalaman spiritual guna merespons tantangan keagamaan dan kemanusiaan di era modern.
Islamic Pre-School Management and Its Implications towards Students’ Learning Quality Improvement Rosniati Hakim
AT-TA'LIM Vol 23, No 2 (2016)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jt.v23i2.169

Abstract

Islamic education in schools had not completely assessed the development of students’ character and personality. Therefore, additional religious education through non-formal education and religious practices were needed in Islamic Pre-Schools. It provided a forum to foster, develop, cultivate, and transform the religious value of the students to improve their personality. The purpose of this research was to examine social phenomenon that occur naturally through the facts related to management activities of students. Qualitative research was used in this study where the data taken from head of Islamic pre-school and the school deputy, teacher, staffs, mosque administrators of Baitul Haadi, administrator of the school, staffs of Ministry of Religious Affairs as well as Islamic pre-school inspectors, parents, community leaders, and administrators of professional organizations. The finding showed that students’ management applied in Islamic pre-school through the management functions is able to provide the successful of student’s education and learning implementation. It was also found that student management applied in Islamic pre-school is planning activities of students’ admission process through the administration regularly with various regulations related to the success of education. Thus, it is expected that the government will provide the guidance and implement constant supervision in accordance with applicable regulations.
STUDI ISLAM TENTANG AKHLAK KONSELOR Rosniati Hakim
AT-TA'LIM Vol 20, No 1 (2013)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.75 KB) | DOI: 10.15548/jt.v20i1.26

Abstract

Among the main characteristics of good Muslims, based on the Quran, is good behavior or conduct (akhlaq).  It is a basic Islamic teaching that must be understood, internalized, and practiced in daily lives either personally or in society. It is said that akhlaq is like an endless sea.  It cannot be separated with the other dimensions; it is in accord with thoughts, action and words, between commanding and keeping away of something.  A Muslim counselor has to have Islamic conduct as reflected in God’s characters, as well as character and conducts of Prophet Muhammad (peace be upon him).