Claim Missing Document
Check
Articles

Meretas Jalan Pendidikan Islam Modern melalui Perspektif Neurosains Apris; Lahmi, Ahmad; Dasrizal Dahlan; Rosniati Hakim; Ari Prima
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 23 No. 2 (2025): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/qodiri.2025.23.2.517-529

Abstract

This article aims to explore the integration between neuroscience and Islamic education in order to formulate a model of modern Islamic education that is more effective, scientific, and deeply rooted in spiritual values. This study employs a qualitative method with a library research approach, involving the examination of primary sources such as classical works of al-Ghazali and Ibn Sina, along with verses from the Qur’an and Hadith, which are analyzed alongside contemporary theories of neuroscience. Content analysis is used to identify key concepts, relevant neuroscientific principles applicable to learning processes, and to build an integrative foundation that bridges the two disciplines. A hermeneutic approach is also applied to interpret Islamic texts contextually. The findings indicate that this integration opens significant opportunities for developing a holistic and sustainable educational system. Core principles of neuroscience—such as neuroplasticity, emotional engagement in learning, multisensory instruction, and individualized learning—are highly relevant to Islamic educational concepts such as fitrah, ta’dib, tazkiyah, and tarbiyah. The intersection between these perspectives provides a robust conceptual foundation for curriculum development and learning strategies that are not only rational and empirical but also transcendental. Thus, this article offers a new framework for Islamic education aimed at nurturing intellectually excellent, spiritually mature, and socially adaptive generations.
Pemahaman Anatomi Sistem Syaraf Pusat dalam Perspektif Islam:: Integrasi Ilmu Kedokteran dan Filsafat Islam Wulandari, Wulandari; Hakim, Rosniati; Dahlan, Dasrizal; Lahmi, Ahmad
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 1 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i1.2154

Abstract

Pemahaman anatomi sistem saraf pusat merupakan aspek fundamental dalam ilmu kedokteran modern. Namun, dalam perspektif Islam, kajian mengenai sistem saraf pusat tidak hanya terbatas pada aspek biologis semata, tetapi juga mencakup dimensi filosofis dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan ilmu kedokteran dan filsafat Islam dalam memahami anatomi sistem saraf pusat, serta mengeksplorasi keterkaitannya dengan konsep ruh, akal, dan kesadaran dalam ajaran Islam. Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah pendekatan kualitatif dengan analisis literatur dari sumber-sumber kedokteran, filsafat Islam klasik, serta tafsir Al-Qur’an dan hadis yang berkaitan dengan fungsi otak dan sistem saraf pusat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam perspektif Islam, sistem saraf pusat tidak hanya bertanggung jawab atas fungsi kognitif dan sensorimotorik, tetapi juga berperan dalam aspek spiritualitas manusia. Pemikiran ulama seperti Al-Farabi, Ibn Sina, dan Al-Ghazali turut memberikan kontribusi dalam memahami hubungan antara otak, jiwa, dan kesadaran.
Menggagas Format Pendidikan Non Dikotomik (antara Pendidikan Agama dan Pendidikan Umum) Eliyadi, Eliyadi; Kamal, Tamrin; Hakim, Rosniati; Hanafi, Halim; Julhadi, Julhadi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan topik yang selalu menarik untuk dibahas, sehingga melahirkan perdebatan dan beragam pandangan tentang pendidikan. Pemisahan pendidikan antara pendidikan agama dan pendidikan umum juga masih menjadi perbincangan yang selalu menarik untuk dibahas. Pendidikan non dikotomik merupakan gagasan solutif terhadap dikotomi antara pendidikan agama dan pendidikan umum. Penelitian ini bertujuan untuk menggali informasi tentang menggagas format pendidikan non dikotomik antara pendidikan agama dan pendidikan umum. Adapun metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kepustakaan (library research) untuk mendapatkan data dan informasi yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan infomasi tentang gagasan format pendidikan non dikotomik antara pendidikan agama dan pendidikan umum. Dari penelitian yang dilakukan dapat diperoleh informasi bahwa ada beberapa gagasan format pendidikan non dikotomik antara pendidikan agama dan pendidikan umum yang dikemukakan oleh para pakar pendidikan, diantaranya konsep pendidikan hadhari dengan pendekatan integratif interkonektif, humanisme religius, dan islamisasi ilmu.
STUDI ISLAM DENGAN PENDEKATAN FENOMENOLOGIS Agus Anwar Pahutar; Dame Siregar; Khairul Firdaus; Tamrin Kamal; Rosniati Hakim; Abdul Halim Hanafi; Julhadi
Dakwatul Islam Vol 8 No 2 (2024): Dakwatul Islam
Publisher : Prodi Pengembangan Masyarakat Islam STAI Diniyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/dakwatulislam.v8i2.1069

Abstract

Abstrak Studi ini bertujuan untuk menjelaskan pendekatan fenomenologis dalam konteks studi Islam serta menganalisis fenomena keberagamaan dalam masyarakat Muslim kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi sebagai kerangka konseptual. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan fenomenologis memberikan pemahaman yang mendalam terhadap pengalaman keberagamaan individu dalam konteks sosial dan budaya yang kompleks. Temuan ini menggambarkan keragaman praktik keagamaan dan interpretasi personal terhadap ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Implikasi dari studi ini menyoroti pentingnya memahami dinamika keberagamaan dalam masyarakat Muslim kontemporer serta menekankan perlunya pendekatan yang inklusif dan empatik dalam studi Islam. Kata Kunci: Studi Islam, Fenomenologis Abstract This study aims to explain the phenomenological approach in the context of Islamic studies and analyze religious phenomena in contemporary Muslim society. This research uses a qualitative method with a phenomenological approach as a conceptual framework. Data was collected through participant observation, in-depth interviews, and document analysis. The research results show that the phenomenological approach provides a deep understanding of individual religious experiences in a complex social and cultural context. These findings illustrate the diversity of religious practices and personal interpretations of Islamic teachings in everyday life. The implications of this study highlight the importance of understanding religious dynamics in contemporary Muslim societies and emphasize the need for an inclusive and empathetic approach in the study of Islam. Keywords: Islamic Studies, Phenomenology
Pendekatan Normatif-Teologis Dalam Studi Islam Ariani, Rina; Kamal, Tamrin; Hakim, Rosniati; Hanafi, Halim; Julhadi
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 3 No. 4: Juli 2024
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan normatif-teologis dalam studi Islam merupakan pendekatan yang fundamental dalam memahami dan menerapkan ajaran agama Islam. Pendekatan ini menekankan pada kebenaran mutlak ajaran Islam yang dipandang berasal dari wahyu ilahi, termasuk Al-Qur'an dan Hadis. Artikel ini bertujuan untuk menggali dan menganalisis bagaimana pendekatan normatif-teologis digunakan dalam menafsirkan ajaran Islam, serta dampaknya terhadap praktik keagamaan dan pemikiran umat Islam secara umum. Penelitian ini menggunakan metode analisis literatur dan studi pustaka untuk mengeksplorasi berbagai teks-teks suci dan literatur Islam yang relevan, serta mengumpulkan pandangan dari para ahli studi agama dan pemikiran Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan normatif-teologis memberikan landasan yang kuat bagi umat Islam dalam mempertahankan identitas keagamaan mereka dan memelihara keaslian ajaran Islam. Namun, pendekatan ini juga dapat menimbulkan tantangan dalam menghadapi dinamika sosial dan kemajuan zaman yang sering kali tidak tercakup secara eksplisit dalam teks-teks suci.
PERKEMBANGAN OTAK DAN PERAN NUTRISI DALAM MENDUKUNG PRESTASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Ismasnawat; Rosniati Hakim; Dasrizal D; Ahmad Lahmi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 01 (2025): Volume 10, Nomor 01 Maret 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i01.23431

Abstract

This study aims to explore the relationship between brain development and the role of nutrition in supporting primary school students' learning achievement. The issue raised is how brain development factors, which are influenced by nutritional intake, can affect children's cognitive abilities and spirituality. The methodology used in this research is a qualitative approach with literature analysis that links concepts in the Qur'an with recent neuroscience findings. Data was collected from various sources, including previous research and relevant Qur'anic commentaries. The results showed that the development of the human brain has a unique position and functions as the center of thinking activity which is greatly influenced by the nutrients received. This study concludes that meeting the needs of proper nutrition is essential to optimize brain development and improve learning achievement of primary school students, and emphasizes the need for more attention to children's diet in the context of education.
Studi Kritik terhadap Penelitian Tasawuf, Spiritualitas, dan Kalam Ritonga, Raja; Ritonga, Ahmad Roisuddin; Julhadi, Julhadi; Hakim, Rosniati
Lisyabab : Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 5 No 1 (2024): Lisyabab, Jurnal Studi Islam dan Sosial
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti (STAIMAS) Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58326/jurnallisyabab.v5i1.274

Abstract

The study on Sufism, spirituality, and kalam has become an intriguing subject within the scholarly realm. Adherents of Sufism focus on seeking the divine presence and direct experience with God. Spirituality refers to the non-material dimension of human existence, while kalam, as a branch of Islamic philosophy and theology, elaborates on the principles of faith and religious doctrines. This study aims to analyze scientific research related to Sufism, spirituality, and kalam. The method used is library research employing a descriptive-analytical approach. Data is collected through literature reviews, including scientific articles, books, and relevant publications related to the study's theme. The findings reveal the dynamics and tensions among these three fields, particularly in terms of methodology and objectives. Sufism and spirituality are often considered more subjective and mystical, while kalam tends to be rational and systematic. However, they complement each other in providing a comprehensive framework for understanding faith and religious practice in Islam. Furthermore, this study highlights the importance of balancing mystical experiences and rationality in developing a holistic spiritual understanding.
Konsep Kurikulum Pendidikan Agama Islam dan Relevansinya Terhadap Pembentukan Karakter Yusra, Linda; Yusneti; Djosan, Marlina; Lahmi, Ahmad; Hakim, Rosniati
Arus Jurnal Pendidikan Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajup.v5i3.1912

Abstract

Kurikulum merupakan fondasi utama dalam pendidikan karena menjadi arah seluruh proses pembelajaran, pembinaan peserta didik, dan penggunaan sumber daya pendidikan. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI), kurikulum berfungsi tidak hanya untuk mentransmisikan pengetahuan keagamaan, tetapi juga membentuk kepribadian, karakter, dan keterampilan hidup berdasarkan nilai-nilai Islam. Penelitian ini bertujuan mengkaji konsep kurikulum PAI, komponen utamanya, serta relevansinya dalam pembentukan karakter peserta didik di era disrupsi digital. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka (library research) dengan teknik analisis isi melalui penelusuran literatur ilmiah seperti buku, artikel jurnal, laporan penelitian, dan dokumen kurikulum nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum PAI secara substantif telah dirancang untuk membentuk peserta didik secara holistik melalui integrasi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Pembentukan karakter religius akan efektif apabila komponen kurikulum (tujuan, materi, metode, dan evaluasi) berjalan selaras, ditunjang keteladanan guru dan budaya sekolah yang religius. Kurikulum PAI juga dinilai relevan dengan tantangan era modern karena mampu menjadi fondasi moral dan spiritual untuk membentengi peserta didik dari degradasi nilai akibat teknologi dan globalisasi. Penelitian ini menegaskan perlunya implementasi kurikulum PAI secara konsisten dan transformatif agar dapat menghasilkan generasi peserta didik yang berpengetahuan, berakhlak mulia, dan siap menghadapi dinamika sosial zaman.
Integrasi Sains dan Islam dalam Pembelajaran Madrasah: Analisis Pedagogis Pendekatan Integralistik dalam Studi Islam Afrizal, Afrizal; Perdana, Taslim; Nurnajmi, Nurnajmi; Hakim, Rosniati; Wahyuni, Sri
Takuana: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Vol. 4 No. 3 (2025): Takuana (October-December)
Publisher : MAN 4 Kota Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56113/takuana.v4i3.240

Abstract

The dichotomy between religious and secular sciences has long been a challenge within the Islamic education system, particularly in madrasahs. Consequently, teaching practices often become fragmented and disconnected from the spiritual dimension of Islam. This article aims to conceptually examine the importance of an integralistic approach in Islamic Studies as an epistemological foundation for integrating science and Islam in madrasah education. The study employs a library research method using content analysis of classical and contemporary Islamic scholars such as Amin Abdullah, Fazlur Rahman, Ismail Raji al-Faruqi, and Zakiyuddin Baidhawy. The findings indicate that the integralistic approach facilitates an epistemological dialogue between revelation, reason, and empirical reality, allowing madrasah learning to integrate the values of tawhid with modern scientific knowledge. Hence, the integration of science and Islam is not merely a curricular synthesis but a paradigm shifts that positions knowledge as an act of devotion to God. The study recommends developing a curriculum model based on integrative-interconnective approaches and strengthening teachers’ competencies to foster holistic and transformative learning.
Religious Moderation In Islamic Boarding Schools: A Phenomenological Analysis of Socio-Cultural Practices and Classical Textual Foundations Lubis, Mira Yanti; Hasibun, Sutan Botung; Nasution, Nur Hakima Akhirani; Wahyuni, Sri; Hakim, Rosniati
International Journal of Community Service (IJCS) Vol. 4 No. 2 (2025): July-December
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijcs.v4i2.1669

Abstract

This article examines religious moderation (wasatiyyah) within Islamic boarding schools (pesantren) in Indonesia through a phenomenological analytical framework. Using qualitative research methodology, this study explores the lived experiences, socio-cultural practices, and engagement with classical Islamic texts (kitab kuning) that constitute religious moderation in pesantren environments. Drawing from in-depth interviews with 45 participants including pesantren leaders, educators (ustadz), and santri (students) across six pesantren institutions in East Java and Southeast Sulawesi, the research identifies three interconnected dimensions of religious moderation: theological foundations grounded in Qur'anic principles of wasatiyyah, socio-cultural practices manifesting tolerance and intercultural harmony, and pedagogical methods integrating classical Islamic scholarship with contemporary concerns. The findings demonstrate that religious moderation in pesantren operates as a comprehensive framework encompassing spiritual discipline, social ethics, and intellectual engagement, functioning simultaneously as a theological orientation, institutional practice, and educational outcome. The research contributes to contemporary discourse on Islamic education by providing evidence-based analysis of how traditional Islamic institutions operationalize moderation in pluralistic contexts, with implications for understanding pesantren's role in promoting social cohesion within Indonesia's diverse society.