Claim Missing Document
Check
Articles

COMPARATIVE ANALYSIS OF THE WELFARE LEVEL OF WOMEN FARMERS IN THE GAYO WOMEN'S COFFEE COOPERATIVE WITH THE ARA CAHAYANI GAYO COOPERATIVE IN BENER MERIAH DISTRICT safira, Erika; Kembaren, Emmia Tambarta; Zahara, Hafni
Jurnal Mahasiswa Agribisnis Vol. 2 No. 2 (2024): Januari
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jma.v2i2.15391

Abstract

There are several coffee cooperatives in Bener Meriah Regency including Gayo Women's Coffee Cooperative and Ara Cahayani Gayo Cooperative that both improve the welfare of farmers, but it is not yet known which cooperative provides a higher level of welfare for women farmers. The research was conducted at Gayo Women's Coffee Cooperative and Ara Cahayani Gayo Cooperative in Bener Meriah Regency. This study aims to analyze the comparison of the welfare level of women farmers in Gayo Women's Coffee Cooperative and Ara Cahayani Gayo Cooperative in Bener Meriah Regency. The data analysis method used is qualitative and quantitative analysis. The results showed that from the scoring results, a higher level of welfare was felt by female farmers in the Gayo Women's Coffee Cooperative as many as 32 people or 82% and the remaining 7 people or 18% of female farmers were in the medium welfare level category. Meanwhile, female farmers in Ara Cahayani Gayo Cooperative who feel high welfare as many as 17 people or 45% and others as many as 21 people or 55% are at a moderate level of welfare. Then based on the results of the t test (independent t test) obtained a sig value of 0.000 <0.05, meaning that there is a significant difference in the level of welfare of female farmers in the Gayo Women's Coffee Cooperative with Ara Cahayani Gayo Cooperative. Keywords: Comparative, Cooperative, Welfare, Women Farmers.
BUSINESS ANALYSIS, DISTRIBUTION AND INCOME CONTRIBUTION OF THATCH LEAF ROOF WEAVERS IN THATCH LEAF ROOFING BUSINESS IN BLANG CUT VILLAGE PEUSANGAN DISTRICT BIREUEN REGENCY Elyza, Elyza; Wardah, Eva; Kembaren, Emmia Tambarta; Budi, Setia
Jurnal Mahasiswa Agribisnis Vol. 3 No. 1 (2024): Juli
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jma.v3i1.17988

Abstract

The presence of the thatch leaf woven roof agroindustry in the midst of rural community life is aimed at expanding employment opportunities for the surrounding community and can increase the income of entrepreneurs and weavers. Mr. Syukri's thatched roof woven business, located in Blang Cut Village, Peusangan District, Bireuen Regency, which was built in 2011, is a small business that has developed the potential of natural resources through weaving thatched leaves into house roofs. The roof made from thatch definitely increases the income of the weavers which can be used to meet household needs. This research aims to analyze the business, distribution and contribution of thatch leaf roof weavers' income to family income. This research uses primary data and secondary data. The data analysis method used is quantitative analysis using the Gini index analysis tool. The results of the research show that the profit obtained in one production process in Mr Syukri's thatched roof woven business is IDR 14.409.253/production. Meanwhile, the average income of thatch leaf roof weavers is IDR. 229.076 / month. The income distribution of thatch leaf roof weavers is at a low level of income inequality with a Gini Ratio Index of 0,09, which means that the income of thatch leaf roof weavers is fairly evenly distributed to meet household needs. The contribution of thatch leaf roof weavers' income to family income is 16,42%, meaning that the contribution of thatch leaf roof woven craftsmen's income to the income of small families is ‰¤ 50%. Keywords: business analysis, income contribution, income distribution, leaf roofing
Pembentukan Karakter Bersosialisasi Dengan Pembuatan Taman Bermain Anak Sebagai Alternatif Penyelesaian Masalah Kecanduan Game Online Pada Anak Usia 5-12 Tahun di Gampong Reuleut Timu Aceh Utara Rahman, Arief; Kembaren, Emmia Tambarta; Baidhawi, Baidhawi; -, Baidhawi -
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, April 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maraknya permainan/game online di kalangan generasi muda menimbulkan dampak negatif perkembangan fisik dan psikis generasi muda termasuk anak-anak. Untuk itu diperlukan alternatif aktivitas yang dapat menggantikan perilaku tersebut. Adanya taman bermain anak diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif pembentukan karakter bersosialisasi seperti mencari teman, berkomunikasi, dan seni pada generasi muda usia 5-10 tahun agar tidak terlalu bergantung pada aktivitas individualis khususnya game online. Taman bermain di lingkungan sekitar kampus ini juga merupakan salah satu aktivitas realisasi visi misi Universitas Malikussaleh  yaitu membangun SDM unggul dan berkarakter di Aceh Utara. Atas dasar itu itu lokasi pengabdian masyarakat bertempat di Gampong Reuleut Timur Kecamatan Muara Batu Kabupaten Aceh Utara.  Metode pengabdian yang digunakan berupa pendekatan partisipasif dan mengacu pada proses pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA). Bentuk  pelaksanaan yang dirancang terbagi menjadi tiga aktivitas. Aktivitas pertama adalah pembuatan sarana taman bermain anak, kedua adalah sosialisasi permainan tradisional Aceh pada taman bermain anak yang telah dibentuk, dan pelatihan parenting bagi orang tua. Hasil pengabdian menunjukkan 87% dan 13% responden merasa cukup puas merasa puas dengan pelaksanaan kegiatan pengabdian perencanaan, pendanaan, pelaksanaan, hasil, kesesuaian solusi yang diharapkan oleh mitra, dan manfaat. Pengabdian selanjutnya selanjutnya disarankan untuk berfokus pada pembangunan infrastruktur atau fasilitas umum yang dibutuhkan oleh masyarakat.
Dampak Pemanfaatan Kotoran Domba Sebagai Produk Inovasi Bioslurry Plus Trichoderma (Bios+) di Kelompok Tani Bina Mandiri Kelompok Tani Bina Mandiri di Desa Pulosari Kabupaten Sukabumi Nilahayati, Nilahayati; Kembaren, Emmia Tambarta; Islamy, Jalin Atma; Nazirah, Laila; Al Usrah, Cut Rizka; Salahuddin, Salahuddin
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 1 No. 9 (2024): Juli
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/1aanr093

Abstract

Kelangkaan pupuk masih menjadi masalah utama di bidang pertanian di Indonesia. Selanjutnya, untuk mengatasi kelangkaan pupuk, penggunaan pupuk kimia diharapkan dapat digantikan dengan menggunakan pupuk organik seperti Bio Slurry. Produk inovasi ini dapat mengatasi masalah kelangkaan pupuk yang terjadi di kalangan petani di Indonesia. Pemanfaatan kotoran domba untuk menghasilkan inovasi 'Bioslurry Plus Trichoderma (BIOS+)' merupakan program CSR dari PT PLN. Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Gunung Salak POMU Kamojang dalam bentuk kegiatan pengembangan masyarakat. Lokasi pengabdian masyarakat dilakukan di kelompok Bina Mandiri di Desa Pulosari, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi. Metodologi pelaksanaan dirancang untuk pendampingan dengan pendekatan partisipatif. Pendampingan dengan pendekatan partisipatif yang terdiri dari: (1) Pemberian informasi terkait manfaat produk inovasi BIOS+, (2) Pemberian informasi tentang cara pembuatan dan penerapan BIOS+, (3) Praktek penerapan BIOS+ di lahan garapan mereka, dan (4) Pengamatan dampak penggunaan BIOS+ terhadap kondisi tanah, efisiensi, dan biaya produksi. Dampak BIOS+ terhadap kondisi tanah, efisiensi biaya, perubahan pengetahuan dan perubahan perilaku kelompok Bina Mandiri. Berdasarkan hasil produksi Inovasi BIOS+ yang dilaksanakan oleh CSR PT PLN Indonesia Power PLTP Gunung Salak Kamojang POMU, diperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1) Bina Mandiri telah berhasil memaksimalkan aset yang dimiliki dalam program ini, 2) program pemberdayaan menghasilkan pengurangan penggunaan pupuk kimia di lahan garapan mereka sebesar 185 kg, 3) perbaikan kondisi tanah dan lingkungan setelah menggunakan BIOS+ dari total lahan yang dimiliki oleh 15 anggota adalah 4,14 hektar tanaman, 4) efisiensi pengurangan biayampupuk kimia per 3 bulan sebesar Rp 3.700.000, 5) Peningkatan pengetahuan teknis Kelompok Bina Mandiri dalam memproduksi BIOS+ setelah pelaksanaan program mencapai 100%. Hal ini telah melampaui target melebihi target program, dan 6) peningkatan perilaku untuk menerapkan produk inovasi BIOS+ di Kelompok Bina Mandiri sebesar 60%. Hal ini telah melampaui target program.
Program Edu-Coffeepreneur Untuk Meningkatkan Minat Remaja Putus Sekolah Menjadi Pencipta Lapangan Kerja Di Desa Tingkeum Kecamatan Nisam Kembaren, Emmia Tambarta; Yuslida, Desvina; Tanjung, Ade Firmansyah; Safitri, Sekar; Sulistianto, Sulistianto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 1 No. 9 (2023): November
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v1i9.483

Abstract

Tingginya jumlah remaja putus sekolah di Desa Tingkeum Kecamatan Nisam dapat meningkatkan potensi kriminalitas di daerah ini. Mereka sulit mendapatkan pekerjaan karena tidak memenuhi kualifikasi pendidikan.. Jika hal ini dibiarkan, akan memunculkan permasalahan lanjutan seperti kemiskinan, pengguna narkoba, dan stunting. Permasalahan inilah yang menjadi alasan bagi pengusul untuk merubah paradigma pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja. Solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan mitra adalah meningkatkan minat remaja putus sekolah sebagai pencipta lapangan kerja/wirausaha melalui Progran Edu-Coffeepreneur. Metode kegiatan dirancang dalam bentuk pelatihan dan pedampingan melalui pendekatan partisipasif dan mangacu pada proses pembelajaran orang dewasa (adult-learning) dengan sistem Oriented-Project Planning (OPP).Tahapan Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat terbagi menjadi 4 tahapan yakni: (a) pemberian motivasi, (b) pelatihan pengenal jenis sarana produksi pengolahan kopi, (c) pelatihan proses pengolahan kopi yang terdiri dari sortasi, cupping test, pengemasan, pengepakan, dan (d) pelatihan cara memilih segmentasi pasar. Jenis Luaran kegiatan pengabdian ini adalah: (1) laporan pengabdian dengan status submitted, (2) jurnal pengabdian internasional published artikel di media massa cetak/online dengan status published, (3) video kegiatan dengan status uploaded, (4) HKI dengan status granted, (5) peningkatan skill mitra dengan status completed, (6) produk olahan kopi dengan status completed.
Peningkatan Kapasitas Ibu Rumah Tangga Untuk Membangun UMKM Berbasis Ekonomi Kreatif Kerajinan Bordir Aceh Di Desa Reuleut Timu Zahara, Hafni; Mawardati, Mawardati; Kembaren, Emmia Tambarta; Jamilah, Jamilah; Ramayana, Ramayana; Salsabila, Naura
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 1 No. 10 (2023): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v1i10.496

Abstract

Desa Reuleut Timu Kecamatan Muara Batu Kabupaten Aceh Utara merupakan desa sekitar Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh yang mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani sawah (Zahara et al., 2021). Budidaya padi di sawah bersifat musiman sehingga jika tidak musim tanam maka keluarga di daesa akan mengalami kesulitan ekonomi. Selanjutnya, para ibu rumah tangga selalu berada di rumah tanpa memiliki usaha sampingan (Mawardati et al., 2022). Hal ini menyebabkan kesulitan bagi ibu rumah tangga untuk mendapatkan kebutuhan mereka. Metode pelaksanaan dirancang untuk pedampingan berupa pendekatan partisipasif dan mangacu proses pembelajaran orang dewasa (adult-learning) yang terdiri dari: (1) Pemaparan materi yang dilengkapi dengan Power Point, (2) diskusi mendalam, (3) Praktik langsung, dan (4) Evaluasi dampak kegiatan. Jenis pelatihan yang dilakukan adalah: workshop pemilihan ide bisnis kreatif kerajinan bordir, pelatihan penyusunan rencana bisnis, teknik menjahit dan bordir, seminar motivasi dalam memulai bisnis kreatif kerajinan tangan bordir Aceh, pelatihan kerjasama untuk mendapatkan sistem permodalan, dan pelatihan menjahit dengan mesin jahit.
BANGKIT DARI BADAI: TRANSFORMASI INDUSTRI WISATA KULINER KOPI DAN KOMUNITAS PETANI DI ACEH TENGAH PASCA PANDEMI Usrah, Cut Rizka Al; Kembaren, Emmia Tambarta
Journal of Islamic Tourism Halal Food Islamic Traveling and Creative Economy Vol 4 No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam - Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/ar-rehla.v4i1.9092

Abstract

Abstrak: Potensi dan popularitas wisata kuliner kopi, khususnya kopi Arabika Gayo, telah meraih pengakuan baik secara lokal maupun internasional karena keunikan aroma dan citarasanya. Namun, dampak luas pandemi COVID-19 terhadap sektor pariwisata di Indonesia telah memberikan tantangan serius, termasuk bagi industri wisata kuliner kopi di Aceh Tengah. Penurunan kunjungan wisatawan telah mengganggu berbagai aspek bisnisnya. Oleh karena itu, penelitian dilakukan untuk mengidentifikasi dampak tersebut dan menemukan solusi yang tepat guna menghidupkan kembali industri ini. Melalui metode penelitian yang melibatkan observasi, wawancara mendalam, dan FGD, upaya dilakukan untuk mengoptimalkan potensi wisata kuliner kopi di wilayah tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa pembatasan jam operasional bisnis kuliner kopi merupakan salah satu dampak terbesar dari pandemi COVID-19 di Aceh Tengah, menyebabkan penurunan pendapatan dan kesulitan dalam ekspor. Meskipun demikian, potensi pariwisata di daerah tersebut tetap tinggi meskipun terjadi penurunan jumlah wisatawan akibat adanya pembatasan aktivitas. Kata Kunci: Pariwisata Kuliner Kopi; Arabika Gayo; Dampak COVID-1; Strategi pemulihan. Abstract: The potential and popularity of coffee culinary tourism, particularly Arabica Gayo coffee, have garnered recognition both locally and internationally for its unique aroma and flavor profile. However, the widespread impact of the COVID-19 pandemic on the tourism sector in Indonesia has posed serious challenges, including to the coffee culinary tourism industry in Central Aceh. Decreased tourist visits have disrupted various aspects of the business. Hence, research is conducted to identify these impacts and find suitable solutions to revitalize this industry. Through research methods involving observation, in-depth interviews, and group discussions, efforts are made to optimize the potential of coffee culinary tourism in the region. The analysis reveals that operational hour restrictions on coffee culinary businesses are among the major impacts of the COVID-19 pandemic in Central Aceh, resulting in revenue decline and export difficulties. Nevertheless, the tourism potential in the area remains high despite the decrease in tourist numbers due to activity restrictions. Keywords: Coffee Culinary Tourism; Arabica Gayo; COVID-19 Impact; Recovery strategies
Analisis Controlling System Pada Teknologi Pengendalian Kualitas Kopi Tanjung, Ade Firmansyah; Kembaren, Emmia Tambarta; Sinta, Irada; Fadli, Fadli
Agrifo : Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh Vol. 9 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ag.v9i2.13662

Abstract

It is important to maintain the quality of coffee beans in accordance with market desires, therefore it is necessary to carry out the quality control process stages through Six Sigma method analysis to identify the causes of problems with damage or defects in coffee beans. This research was conducted at the Cooperative KBQ Baburrayyan which is located in Central Aceh Regency, Aceh Province. The data analysis method used in the research was the six sigma method and fishbone diagram analysis. The research results obtained were from the process of defining problems with the quality of Arabica coffee beans, there were 3 causes of the highest defective coffee beans occurring, namely during the purchasing, drying and sorting processes.
Sosialisasi Teknik Tabulampot Untuk Tanaman Buah Di Keude Teupin Punti Nazirah, Laila; Nilahayati, Nilahayati; Taufiqurrahman, Taufiqurrahman; Humaira, Mira; Wirda, Zurahmi; Kembaren, Emmia Tambarta
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 1 No. 6 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v1i6.36

Abstract

Keude Teupin Punti merupakan wilayah pedesaan yang lahan pertaniannya terbatas sehingga kegiatan budidaya pertanian di desa ini kurang optimal. Solusi untuk mengatasi masalah ini adalah teknik Tabulampot (Tanaman Buah dalam Pot), yaitu menanam tanaman dalam pot dan tidak membutuhkan lahan yang luas. Namun, belum banyak masyarakat yang mengetahui teknik Tabulampot, seperti pemilihan media tanam, cara perawatan, dan jenis tanaman yang ditanam. Sehingga, diperlukan sosialisasi dan edukasi mengenai teknik ini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat Keude Teupin Punti terkait teknik Tabulampot, sehingga mereka dapat memanfaatkannya sebagai alternatif usaha pertanian yang praktis dan menguntungkan. Fakultas Pertanian memiliki akademisi yang memahami mengenai teknik tabulampot. Lokasi pengabdian masyarakat di daerah Kabupaten Aceh Utara mengingat lokasi Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh yang terletak di Kabupaten Aceh Utara, maka diharapkan memberikan kontribusi langsung terhadap masyarakat. Jenis Luaran kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah: (1) laporan pengabdian dengan status submitted, (2) jurnal pengabdian published artikel di media masa cetak/online dengan status published, (3) Surat Perjanjian Kerja Sama dengan status signed (4) HKI dengan status granted, (5) peningkatan skill mitra dengan status completed, (6) berita yang diupload di media massa online dengan status published.
STRATEGI PENGEMBANGAN BUBUK KOPI GAYO DI KABUPATEN ACEH TENGAH Bagio Bagio; Emmia Tambarta Kembaren; Fadli Fadli; Suryadi Suryadi
Jurnal Agrisep Vol 22, No 1 (2021): Volume 22 Nomor 1 Juni 2021
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/agrisep.v22i1.21492

Abstract

Potensi luas lahan dan kegiatan pengolahan kopi memang menjadi landasan ekonomi masyarakat, namun belum memiliki dampak langsung terhadap proses pengembangan produk inovatif kopi, sedangkan produk kopi arabika Gayo yang dipasarkan saat ini masih didominasi dalam bentuk green bean saja. Penelitian berlokasi di Kabupaten Aceh Tengah dengan pertimbangan besarnya potensi pengembangan produk olahan kopi Gayo. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik FGD (Focus Group Discussion) untuk menghasilkan faktor kekuatan dan kelemahan, serta peluang dan ancaman sebagai dasar penyusunan strategi pengembangan produk bubuk kopi Gayo. Rumusan strategi pengembangan produk bubuk kopi Gayo dari matriks SWOT adalah a) Mengembangkan wilayah sentra produksi kopi Gayo di Aceh Tengah yang didasari indeks geografis dengan sistem tanam varietas sejenis dengan karakteristik rasa yang beragam serta mempromosikan kopi arabika Gayo melalui event seperti pameran, b) Pengusaha industri bubuk kopi nasional perlu didukung sistem permodalan dan riset untk upaya diversifikasi dan pengembangan inovasi produk olahan, c) Pengembangan inovasi varian rasa bubuk kopi Gayo sesuai selera konsumen, d) Mengurangi intensi persingan di antara daerah penghasil kopi, perlu dilakukan segmentasi pasar bubuk kopi berdasarkan negara tujuan dan target pelanggan, perlu standardisasi proses sertifikasi sistem industri kopi arabika berdasarkan selera negara tujuan.Kata kunci: Kopi Bubuk Gayo, Strategi Pengembangan
Co-Authors -, Baidhawi - Ade Firmansyah Tanjung Ade Firmansyah Tanjung Ade Firmansyah Tanjung Ade Firmansyah Tanjung Ahmad Syahwier, Coki Aiga Fadillah, Rahmanta Ginting, Irsad Lubis Akbar, Khairul Al Usrah, Cut Rizka Ardiansyah, Romi Arief Rahman Arnas, Eva Asshagab, Sri Milawati Authar Authar Bagio Bagio Bagio, Bagio Bagio, Bagio Baidhawi Baidhawi Barmawi Barmawi Barmawi, Barmawi Bustami Chairissa, Teungku Siti Destiarni, Resti Prastika Elyza, Elyza Erika Safira Eva Wardah F, Fadli Fadhlan Zuhdi, Fadhlan Fadli Fadli Fadli Fadli Fadli Fadli Fadli Fauzi Fauzi Febyola, Salsabilla Fitri Maghfirah Hafni Zahara Hafni Zahara Hafni Zahara Hamdhana, Defry Harahap, Ahmad Rizki Imamshadiqin, Imamshadiqin Ira Manyamsari Irada Sinta Islamy, Jalin Atma Jamilah JAMILAH Jamilah Jamilah Jufri Jufri Khairul Akbar Khairul Akbar Khairunnisa Khairunnisa Laila Nazirah Martina Martina Martina, M Maulana, Achmad Subchiandi Mawardati Mawardati Mawardati Milna, Milna Muchsin Muchsin Muliana Nasution, Wahyu Isnanda Nilahayati Nola Windirah Nura, Nura Nurhajijah, Nurhajijah Nurhajijah, Nurhajijah Nurhayati Nurhayati Putri Lestari, Pratiwi Rahmi Yuristia Ramayana Ramayana Rambe, Khoiru Rizqy Riani Riani Rifalmi Rifalmi Rizal Romano Romano Romi Ardiansyah Ruhani, Ruhani Safira, Erika Safitri , Sekar SAFITRI, Sekar Salahuddin Salahuddin Salsabila, Naura Setia Budi Sri Mulyati Sulistianto, Sulistianto Suryadi Suryadi Suryadi Suryadi Suryadi Tanjung, Ade Firmansyah Taufiqurrahman Taufiqurrahman Teuku Athaillah Tri Arini Utami Usrah, Cut Rizka Al Wirda, Zurahmi Yuristia, Rahmi Yuslida, Desvina Yusra, Muhammad Zufina, Rezki