Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan terapi musik klasik mozart pada klien skizofrenia dengan risiko perilaku kekerasan Nursifah, Anita; Hendrawati, Hendrawati; Hernawaty, Taty
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 1 (2025): Volume 19 Nomor 1
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i1.789

Abstract

Background: Schizophrenia sufferers have higher levels of aggression and violent behavior, including the potential for violence against themselves and others. There are two methods of treating schizophrenia, namely pharmacological and non-pharmacological therapy. One non-pharmacological therapy that can be applied is Mozart's classical music therapy which is useful for reducing stress, improving mood, and reducing symptoms of agitation in schizophrenia sufferers who are at risk of violent behavior. Purpose: To evaluate the application of Mozart's classical music therapy to schizophrenia clients who are at risk of violent behavior. Method: Case report study to explain the results of the Mozart classical music intervention on early adult male clients with paranoid schizophrenia mozart medical who often experience relapses with nursing problems of violent behavior risk. The study was conducted at the West Java Provincial Mental Hospital on May 29-31, 2024. Evaluation was carried out through subjective and objective symptoms based on the Indonesian Nursing Diagnosis Standards book. Results: Objective and subjective assessments before the intervention, the client appeared restless, clenched hands, sharp eyes, a slightly high tone of voice, stiff posture, and also agitation. After the first intervention, the client appeared somewhat calm and relaxed. The second intervention, the client still had a stiff posture and his hands occasionally clenched. On the third day, the client still had a slightly stiff posture, but better than the first and second days. Conclusion: Mozart classical music therapy showed better changes in reducing subjective and objective signs related to the risk of violent behavior in schizophrenic clients, especially those who showed behavior that appeared restless, clenched hands, sharp eyes, a slightly high tone of voice, and agitation. Suggestion: Further research can conduct interventions with a longer period of time because this study was only conducted for 3 days so that the results of Mozart classical music therapy were not optimal.   Keywords: Classical Music; Mozart; Schizophrenia; Therapy; Violent Behavior.   Pendahuluan: Penderita skizofrenia memiliki tingkat agresivitas dan tindakan kekerasan yang lebih tinggi, termasuk potensi kekerasan terhadap diri sendiri maupun orang lain. Terdapat dua metode penanganan skizofrenia yaitu terapi farmakologi dan nonfarmakologi. Salah satu terapi non farmakologi yang dapat diterapkan adalah terapi musik klasik mozart yang bermanfaat untuk mengurangi stres, memperbaiki suasana hati, dan menurunkan gejala agitasi pada penderita skizofrenia dengan risiko perilaku kekerasan. Tujuan: Untuk mengevaluasi penerapan terapi musik klasik mozart pada klien skizofrenia dengan risiko perilaku kekerasan. Metode: Penelitian case report untuk menjelaskan hasil intervensi penerapan musik klasik mozart pada klien laki-laki dewasa awal dengan mozart medis skizofrenia paranoid yang sering mengalami kekambuhan dengan masalah keperawatan risiko perilaku kekerasan. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat pada 29-31 Mei 2024. Evaluasi dilakukan melalui tanda gejala subjektif dan objektif berdasarkan buku Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia. Hasil: Pengkajian secara objektif dan subjektif sebelum intervensi, klien tampak tidak tenang, tangan mengepal, sorot mata yang tajam, nada bicara yang sedikit tinggi, postur tubuh kaku, dan juga agitasi. Setelah intervensi pertama, klien tampak sedikit tenang dan rileks. Intervensi kedua, klien masih terlihat postur tubuhnya kaku dan juga tangannya sesekali masih mengepal. Pada hari ketiga, klien terlihat masih memiliki postur tubuh yang sedikit kaku, tetapi lebih baik daripada hari pertama dan kedua. Simpulan: Terapi musik klasik mozart menunjukkan perubahan yang lebih baik dalam mengurangi tanda-tanda subjektif dan objektif terkait risiko perilaku kekerasan pada klien skizofrenia, terutama yang menunjukkan perilaku tampak tidak tenang, tangan mengepal, sorot mata yang tajam, nada bicara yang sedikit tinggi, dan agitasi. Saran: Penelitian selanjutnya dapat melakukan intervensi dalam jangka waktu yang lebih lama karena dalam penelitian ini hanya dilakukan selama 3 hari, sehingga hasil terapi musik klasik mozart kurang optimal.   Kata Kunci: Mozart; Musik Klasik; Perilaku Kekerasan; Skizofrenia; Terapi.
Implementation of hallucination strategies - A case study on adolescent with hearing hallucinations Firdaus, Rosalia; Hernawaty, Taty; Suryani, Suryani; Banda, Kondwani Joseph
The Journal of Palembang Nursing Studies Vol. 2 No. 3 (2023): September 2023
Publisher : Palembang MediRose Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55048/jpns89

Abstract

Background: Schizophrenia stands out as a prominent type of psychosis among various mental disorders. Auditory hallucinations, a prevailing symptom, particularly affect patients with primary psychotic disorders, showcasing a lifetime prevalence rate of 60-80% within the spectrum of schizophrenia disorders. Objective: This case study presents data and insights concerning the management of nursing challenges linked to auditory hallucinations. Case: A 17-year-old male was admitted to the psychiatric hospital after being involved in a violent incident with his family. He contended that he was compelled by an external entity to carry out this act. When in his room, the patient exhibits pronounced hallucinatory behavior, including tangential thinking, inability to concentrate during conversations, physically covering his ears in fear, and restless pacing, occasionally attempting to conceal himself under the bed. The nurse employs intervention strategies to address the client’s hallucinations, incorporating methods to gain control over them. These strategies involve encouraging breaks, fostering engagement in positive activities, closely monitoring the patient, and providing education on consistent medication adherence. Conclusions: After a nine-day period of effectively managing the hallucinations, the patient gains substantial control over them, thereby leading to the resolution of his hallucinatory issues. This research holds potential as a valuable resource for psychiatric nurses in devising interventions within psychiatric hospital settings. Furthermore, it can serve as a foundational component for the evaluation of psychiatric facilities in their provision of effective interventions for patients with psychiatric conditions
MASALAH RISIKO PERILAKU KEKERASAN PADA PASIEN SKIZOAFEKTIF DI RSJ CISARUA: LAPORAN KASUS Indriyanti, Deviana; Sutini, Titin; Hernawaty, Taty; Rafiyah, Imas
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 6 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Juni 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i6.2990

Abstract

Skizoafektif merupakan penyakit kejiwaan dengan gejala psikotik (tidak mampu membedakan khayalan dan realita) yang menetap, meliputi halusinasi atau delusi, yang terjadi bersamaan dengan gangguan mood yang terbagi dalam episode depresi, manik, maupun campuran. Permasalahan utama pada pasien skizoafektif adalah perilaku kekerasan yang bisa membahayakan diri sendiri, orang lain, serta lingkungan sekitar. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan penatalaksanaan kasus risiko perilaku kekerasan pada pasien skizoafektif. Metode yang diterapkan dalam artikel ini yaitu laporan kasus. Kasus yang diangkat laki-laki berusia 34 tahun dengan tanda gejala gelisah, terlihat tegang, pandangan tajam, mengatakan orang-orang tidak suka padanya dan mengatakan bahwa ia juga tidak menyukai saudaranya karena sering mengganggunya, ketika bercerita tentang saudaranya nada suara meninggi, tangan menunjuk-nunjuk pada sembarang arah, sesekali mengepal beberapa saat. Pasien diberikan intervensi keperawatan membantu pasien dalam mengenali penyebab, tanda gejala, perilaku kekerasan yang terjadi, dan konsekuensi dari perilaku kekerasan tersebut, tarik nafas dalam atau melakukan kegiatan yang pasien suka, intervensi spiritual dengan berdzikir, dan pendekatan verbal dengan mengungkapkan, meminta, dan menolak sesuatu dengan cara yang benar. Setelah dilakukan intervensi selama 7 kali pertemuan di ruangan, adanya beberapa perubahan perilaku pada pasien sehingga disimpulkan adanya penurunan terjadinya risiko perilaku kekerasan dan pasien mampu untuk mengontrol perasaannya
PENERAPAN ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN GANGGUAN ISI PIKIR WAHAM Firdaus, Rifqii Daiatul; Hernawaty, Taty; Sutini, Titin
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 6 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Juni 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i6.3018

Abstract

Latar belakang: Skizofrenia adalah gangguan mental berat yang ditandai dengan pengalaman psikotik seperti waham. Jenis waham yang umum terjadi adalah waham kebesaran dengan prevalensi sepertiga dari delusi pada pasien psikosis non-afektif. Waham dapat menyebabkan gangguan komunikasi, pikiran tidak sesuai kenyataan, hingga resiko perilaku kekerasan. Tujuan: Untuk memberikan gambaran penanganan pada pasien dengan masalah keperawatan waham kebesaran. Metode: Penelitian ini menggunakan metode laporan kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan. Hasil: Setelah dilakukan asuhan keperawatan didapatkan hasil teridentifikasinya tanda dan gejala waham, pasien dapat berorientasi terhadap realita, mendiskusikan kebutuhan pasien, melatih aspek positif yang dimiliki pasien dan minum obat dengan prinsip 8 benar. Kesimpulan: Masalah keperawatan waham teratasi setelah dilakukan asuhan keperawatan pada pasien waham kebesaran.
Empathy Training for Reducing Bullying Behavior among Adolescents: A Scoping Review Hikmat, Rohman; Yosep, Iyus; Hernawaty, Taty; Suryani, Suryani; Mardhiyah, Ai; Widianti, Efri; Maulana, Indra; Rafiyah, Imas; Sutini, Titin; Sriati, Aat
JENDELA NURSING JOURNAL Vol 9, No 1 (2025): JUNE 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jnj.v9i1.10524

Abstract

Background: Bullying is a serious problem in adolescents. The negative impact of bullying is the occurrence of physical and psychological problems in adolescents. These problems can be prolonged and lead to criminal behavior in adolescents. Empathy is one of the aspects that influence bullying behavior.Purpose: to describe empathy training in reducing bullying behavior in adolescents.Method: This research design used a scoping review. Searching strategy used PRISMA Extension for Scoping Review with major keywords are empathy training, bullying, and adolescents. The databases used were CINAHL, PubMed, and google scholar. The inclusion criteria used were original research, quasi experiment design, publication period of the last 10 years (2012-2022), and using English. Data analysis used a descriptive approach.Results and Discussion: The authors found 5 articles that discuss empathy therapy in reducing bullying behavior significantly (p value 0.05). Empathy therapy is carried out with discussion activities, role playing, counseling, and using empathy therapy modules. This intervention is carried out by involving the teacher as a companion during the intervention process.Conclusion: Empathy therapy needs to be given to the perpetrator or victim so that repeated bullying behavior does not occur in adolescents. So that empathy therapy can be a reference for schools and health workers in preventing bullying in students at school.
Tingkat Kecemasan Orang Tua yang Memiliki Anak Tunagrahita di SLB BC Multahada Purwati, Dewi; Hendrawati, Hendrawati; Setyorini, Dyah; Asriyani Maryam, Nenden Nur; Hernawaty, Taty
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/.v7i2.353

Abstract

Anak tunagrahita memiliki berbagai keterbatasan, baik dalam fungsi intelektual maupun fungsi adaptifnya. Keterbatasan ini membuat orang tua menjadi cemas terhadap masa depan dan tingkat kemandirian anaknya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tingkat kecemasan pada orang tua yang memiliki anak tunagrahita di SLB (Sekolah Luar Biasa) BC Multahada. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah orang tua (ayah/ibu/wali/pengasuh utama di rumah) yang memiliki anak tunagrahita di SLB BC Multahada dengan jumlah sebanyak 63 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Kuesioner yang digunakan adalah Penn State Worry Questionnaire versi Indonesia yang memiliki nilai validitas, yaitu: 0,75 sampai 0,80; dan nilai reliabilitas 0,88. Hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif frekuensi dan persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hampir setengah responden mengalami kecemasan sedang diikuti kecemasan ringan. Lalu sebagian kecil mengalami kecemasan berat dan sebagian kecil lagi tidak mengalami kecemasan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, kecemasan yang dirasakan orang tua akan berdampak terhadap dirinya maupun anaknya. Apabila kecemasan ini tidak segera ditangani nantinya akan berkembang menjadi lebih buruk. Adapun faktor yang mempengaruhi kecemasan orang tua adalah jenis kelamin, status pekerjaan, usia, pendidikan, derajat tunagrahita, dan usia anak
Insights Into HIV Knowledge Among Red Cross Youth Members: A Descriptive Study Mujahidah, Shafira Aulia; Hernawaty, Taty; Kurniawan, Kurniawan
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 2 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i2.3036

Abstract

The Red Cross Youth as a school health cadre has various tasks, one of which is to minimize risky behavior in teenagers. Adolescents have the potential to contract HIV if they do not have good knowledge. This potential is increasing, especially in tourist areas such as Pangandaran. The aim of this research was to determine the level of knowledge of RCY members about HIV in Pangandaran Regency. This research uses a quantitative descriptive research method with a cross-sectional approach. The population in this study was all 120 members of RCY SMAN 1 Parigi, Pangandaran Regency. The sampling method used is saturated sampling. The instrument used was HIV-KQ (HIV Knowledge Questionnaire) 18. This research used a questionnaire in the form of Google Formulir. The data analysis technique used is categorical univariate analysis. The research results showed that 40.8% of respondents had high knowledge level, 37.5% had moderate level of knowledge, and 21.7% had low level of knowledge. These results were influenced by the routine provision of material from RCY supervisors and also external parties such as community health centers that held outreaches about HIV.
Adolescent Perspectives on HIV Prevention: A Descriptive Study of High School Students Raihan, Fatwa Muhammad; Hernawaty, Taty; Kurniawan, Kurniawan
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 5 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i5.3468

Abstract

The incidence of HIV in adolescents has increased. Teenagers who have high curiosity like to try new things and are driven by the progress of the times are vulnerable to promiscuity, so this makes teenagers vulnerable to the risk of contracting HIV. This vulnerability is to the Health Belief Model theory. This study aims to determine perceptions of HIV prevention at SMAN 1 Pangandaran. This research uses a quantitative descriptive method with a cross-sectional method. The population of this study was all students of SMAN 1 Pangandaran, totaling 1355 people. Sampling used the Stratified Random Sampling technique with a sample size of 104 people. Data were collected using The AIDS Health Belief Scale questionnaire (r0.52-0.93, (Cronbach alpha) a0.72). Data analysis uses descriptive statistics. Perception of susceptibility to HIV infection is in the medium range (57.7%), perception of the severity of HIV infection is in the high range (55.8%), perception of the benefits of HIV prevention is in the medium range (42.3%), and perception of barriers in HIV prevention is to the medium range (56.7%). The overall perception of students at SMAN 1 Pangandaran is good.
PENERAPAN TERAPI KOMBINASI PADA PASIEN DENGAN HALUSINASI PENDENGARAN DAN PENGLIHATAN: STUDI KASUS Nugraha, Eko; Maulana, Indra; Hernawaty, Taty
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 2 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, February 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i2.2318

Abstract

Fenomena masalah keperawatan yang muncul pada penderita skizofrenia salah satunya yaitu halusinasi pendengaran dan penglihatan. Intervensi yang dapat dilakukan pada klien tersebut dapat diberikan terapi psikoreligius, yang merupakan terapi modalitas dalam mengontrol halusinasi klien skizofrenia dengan mengintegrasikan keagamaan klien dan psikoterapi terbukti efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan data dan fakta serta menjelaskan mengenai asuhan keperawatan penerapan strategi pelaksanaan dan terapi psikoreligius terhadap klien dengan halusinasi pendengaran dan penglihatan. Menggunakan metode deksriptif kualitatif dengan desain case study. Dalam penelitian ini menggunakan satu sampel pasien di RSJ Provinsi Jawa Barat yang mengalami halusinasi pendengaran dan penglihatan. Penelitian ini merupakan bentuk desain study case (studi kasus) dengan menggunakan penatalaksanaan asuhan keperawatan penerapan strategi pelaksanaan dan terapi psikoreligius. Penatalaksanaan keperawatan ini dimulai dari pengkajian hingga memastikan seluruh rangkaian proses keperawatan dilakukan dengan cara dievaluasi. Penelitian menunjukkan tanda-tanda dari halusinasi klien yang signifikan, seperti mengatakan selalu mendengar bisikan, serta melihat suami yang selalu mondar-mandir dan ayahnya yang mendatangi klien untuk menjemput pulang. Setelah dilakukan intervensi, pasien mampu mengontrol halusinasinya, ditandai dengan klien mengatakan bisikan serta penglihatan halusinasi yang dialaminya sudah berkurang, bahkan bisikan tidak terdengar lagi. penerapan strategi pelaksanaan dan terapi psikoreligius efektif dalam mengontrol atau mengurangi frekuensi munculnya halusinasi yang dialami oleh klien.
Empathy Training for Reducing Bullying Behavior among Adolescents: A Scoping Review Hikmat, Rohman; Yosep, Iyus; Hernawaty, Taty; Suryani, Suryani; Mardhiyah, Ai; Widianti, Efri; Maulana, Indra; Rafiyah, Imas; Sutini, Titin; Sriati, Aat
JENDELA NURSING JOURNAL Vol. 9 No. 1 (2025): JUNE 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jnj.v9i1.10524

Abstract

Background: Bullying is a serious problem in adolescents. The negative impact of bullying is the occurrence of physical and psychological problems in adolescents. These problems can be prolonged and lead to criminal behavior in adolescents. Empathy is one of the aspects that influence bullying behavior.Purpose: to describe empathy training in reducing bullying behavior in adolescents.Method: This research design used a scoping review. Searching strategy used PRISMA Extension for Scoping Review with major keywords are empathy training, bullying, and adolescents. The databases used were CINAHL, PubMed, and google scholar. The inclusion criteria used were original research, quasi experiment design, publication period of the last 10 years (2012-2022), and using English. Data analysis used a descriptive approach.Results and Discussion: The authors found 5 articles that discuss empathy therapy in reducing bullying behavior significantly (p value <0.05). Empathy therapy is carried out with discussion activities, role playing, counseling, and using empathy therapy modules. This intervention is carried out by involving the teacher as a companion during the intervention process.Conclusion: Empathy therapy needs to be given to the perpetrator or victim so that repeated bullying behavior does not occur in adolescents. So that empathy therapy can be a reference for schools and health workers in preventing bullying in students at school.
Co-Authors Aat Sriati Aat Sriati AI MARDHIYAH, AI Ai Wia Aisyah, Salsa amelia, siti halinda Anastasia Anna Anita Setyawati Annisa Khaerera Arlette Puspa Pertiwi Astiti, Indita Wilujeng Ayu Siti Marlina Azzahra Salsabila Bambang Eryanto Banda, Kondwani Joseph Cahyani, Gita Danil Haq Deviana Indriyanti Dewi Purwati Donny Nurhamsyah Donny Nurhamsyah Dyah Setyorini Efri Widianti Eka Afrima Sari Eko Nugraha Farkhah, Laeli Fathonah, Dewi Yulia Ferdinand Salomo Leuwol Firdaus, Rifqii Daiatul Firdaus, Rosalia Fitri Aulia Hadi Suprapto Arifin Hardiyati Hardiyati Harima Dayana Putri Harun, Hasniatisari Hasniatisari Harun Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hendrawati Heni Dwi Windarwati Henik Tri Rahayu Hertini, Reni Hikmat, Rohman Iceu Amira Iceu Amira DA Ifna Rosydah Imas Maesaroh Imas Rafiyah Indita Wilujeng Astiti Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana` Indra Maulana Indriyanti, Deviana Intan Ayudhita Syena Intan Ayudhita Syena Irman Somantri Iwan Shalahuddin Iyus Yosep Iyus Yosep Khoirunnisa Khoirunnisa Kurniawan Kurniawan Lantang, Rica Nur Aprilia Lilibeth Al-Kofahy Lin, Mei-Feng Mahali, Nia Ainun Nadina Mamat Lukman Maziyya, Nur Milenia Shafaria Mudiyanselage, Sriyani Padmalatha Konara Muhtar, Ariel Akbar Arditia Mujahidah, Shafira Aulia Mutia Sundari Nandi Prima Yuda Nenden Nur Asriyani Maryam Nita Fitria NUGRAHA, EKO Nur Aini Nur Oktavia Hidayati Nur Oktavia Hidayati Nur Oktavia Hidayati Nurmansyah, Donny Nursifah, Anita Nursiswati Putri Ariani Rahyu Setiani Raihan, Fatwa Muhammad Ratna Multisari Ratu Nurafni Reni Hertini Rifqii Daiatul Firdaus Rina Fajar Sari, Rina Fajar Rizkiani Tri Ramdani Rosalia Firdaus Rozali Arsyad Kurniawan Ryan Hara Permana Sakti, Dimas Wibawa Sarah Kusumah Bakti Setiani, Haniifah Setiani Sheizi Prista Sari Shelly Iskandar Siti Rahmawati Siti Ulfah Rifa’atul Fitri Sri Hartati Pratiwi Sukma Senjaya Sukma Senjaya Sukmawati Sukmawati Suryani S Suryani S Suryani Suryani Suryani Suryani Suryani Suryani Suryani Suryani Tetelepta, Edward Gland Tetti Solehati Theresia Eriyani Titin Sutini Titis Kurniawan Tutu April Ariani Udin Rosidin Violla Anggiani Wina Winingsih Winingsih, Wina Wiwi Mardiah, Wiwi Wiwi Mardiyah Yolanda Yolanda Yulianita, Henny