Claim Missing Document
Check
Articles

PERFORMA IKAN Belontia hasselti DENGAN BERBAGAI DENSITAS DAN PEMBERIAN JENIS PAKAN BERBEDA PASCA TRANSPORTASI Ferdinand Hukama Taqwa; Dade Jubaedah; Mochamad Syaifudin; Tanbiyaskur Tanbiyaskur; Gion Tanbao Suselin
Jurnal Riset Akuakultur Vol 17, No 1 (2022): (Maret, 2022)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.38 KB) | DOI: 10.15578/jra.17.1.2022.23-33

Abstract

Salah satu ikan konsumsi dari perairan rawa dengan nilai ekonomis cukup tinggi dan berpotensi sebagai komoditas ikan hias ialah dari jenis Belontia hasselti. Kegiatan budidaya ikan ini belum banyak dilakukan karena masih mengandalkan hasil tangkapan dari alam, sehingga upaya domestikasi mulai dari tahapan penanganan pascatangkap, distribusi, dan pemulihan pascatransportasi perlu dilakukan. Tujuan penelitian ialah menentukan batas densitas tertinggi ikan B. hasselti selama transportasi sistem tertutup dan jenis pakan yang sesuai selama masa pemulihan pascatransportasi. Penelitian terdiri atas dua tahap dengan metode rancangan acak lengkap (RAL). Tahap pertama yaitu perbedaan densitas ikan B. hasselti selama 24 jam transportasi sistem tertutup, yaitu masing-masing sebanyak 38, 42, 46, dan 50 ekor L-1. Tahap kedua berupa pemulihan ikan selama 10 hari setelah proses transportasi dengan pemberian jenis pakan berbeda, yaitu Tubifex sp., Chironomus sp., dan pakan apung komersial dengan kadar protein 30%. Performa ikan B. hasselti yang diamati sesaat pascatransportasi dan selama masa pemulihan meliputi kelangsungan hidup (sintasan), kadar glukosa darah, tingkat konsumsi oksigen, pertumbuhan bobot mutlak, dan efisiensi pakan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa densitas ikan B. hasselti hingga 50 ekor L-1 selama transportasi 24 jam menghasilkan sintasan 100%, namun menyebabkan peningkatan kadar glukosa yang signifikan hingga mencapai 177,67 mg dL-1. Di akhir masa pemulihan, tingkat sintasan, pertumbuhan bobot mutlak, dan efisiensi pakan ikan B. hasselti tertinggi terdapat di perlakuan dengan pemberian pakan berupa Tubifex sp. dan signifikan berbeda dengan metode pemberian pakan lainnya, yaitu berturut-turut sebesar 100%; 1,07 g; dan 23,73%. Kadar glukosa darah dan tingkat konsumsi oksigen ikan di akhir masa pemulihan tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan antar perlakuan. Kisaran kualitas air yang terukur selama transportasi dan pemulihan masih layak untuk kehidupan ikan B. hasselti. Secara umum kepadatan ikan B. hasselti sebesar 50 ekor L-1 selama transportasi 24 jam dan proses pemulihan dengan pemberian pakan Tubifex sp. selama 10 hari menunjukkan performa budidaya yang lebih baik. Kajian mengenai sistem transportasi B. hasselti dengan kepadatan yang lebih tinggi dan durasi transportasi yang lebih lama, serta waktu pemulihan yang lebih singkat dengan pakan buatan yang sesuai masih dibutuhkan untuk pengembangan budidaya secara intensif di masa mendatang.Belotia hasselti is a high economic value fish and has the potential as an ornamental fish commodity. The cultivation of this fish has lagged due to the supply reliance on wild stock. Therefore, domestication efforts of this fish have to be developed, starting with post-catch handling, distribution, and post-transportation recovery. The purposes of this research were to determine the best stocking density for B. hasselti during closed system transportation and the appropriate feed type during the recovery period. The research was designed in two stages using a completely randomized design. The first experiment was different B. hasselti densities used for 24 hours transportation period, i.e., 38, 42, 46, and 50 fish L-1, respectively. The second experiment was different feeding types during the recovery period of 10 days post-transportation, i.e., Tubifex sp., Chironomus sp., and commercial floating feed (protein content of 30%), respectively. The performance observations on B. hasselti were done immediately after transportation consisting of survival, blood glucose levels, oxygen consumption levels, absolute weight growth, and feed efficiency. The result showed that the density of up to 50 fish L-1 during 24 hours of road transportation resulted in 100% survival despite a significant increase in glucose levels up to 177.67 mg dL-1 was recorded. At the end of the recovery period, the highest survival rate, absolute weight growth, and feed efficiency of B. hasselti were found in the treatment with Tubifex sp. and significantly different from the other treatment using Chironomus sp. and commercial floating feed, which were 100%, 1.07 g, and 23.73%, respectively. There were no significant differences in blood glucose and oxygen consumption in the fish after the recovery period. The water quality range measured during transportation and recovery in this study was still suitable for fish survival. In general, the density of B. hasselti during 24 hours transportation is 50 L-1, and the recovery process by feeding Tubifex sp. in 10 days resulted in better cultivation performance. For the future development of intensive aquaculture, more research on B. hasselti transportation systems with higher densities, longer transport durations, and shorter recovery times using suitable artificial feeds is required.
PENDAMPINGAN PRODUKSI IKAN PATIN MELALUI PEMANFAATAN SAPROLEGNIA ZERO SYSTEM DI DESA TANJUNG PERING Danang Yonarta; Mochamad Syaifudin; Retno Cahya Mukti; Tanbiyaskur Tanbiyaskur; Madyasta Anggana Rarassari; Dwi Wulan Sari; Muhammad Ihsan Jambak
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v5i2.37190

Abstract

Permasalahan yang sering dialami oleh pembudidaya ikan termasuk yang dihadapi oleh kelompok pembudidaya ikan di Desa Tanjung Pering, Kecamatan Indralaya Utara saat ini yaitu ketersediaan benih yang kurang mencukupi kebutuhan pembudidaya serta serangan jamur saprolegnia pada telur ikan patin. Untuk mengatasi masalah yang timbul dan untuk meningkatkan produksi khususnya pembudidaya ikan patin maka perlu ditingkatkan usaha budidaya yang lebih intensif dan dibarengi dengan pemanfaatan teknologi saprolegnia zero system melalui kegiatan pendampingan. Tujuan kegiatan pengabdian ini untuk meningkatkan produksi benih ikan patin melalui pemanfaatan saprolegnia zero system di Desa Tanjung Pering, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir. Kegiatan pengabdian yang telah dilaksanakan ini meliput beberapa tahapan antara lain persiapan, penyuluhan dan pelatihan, pendampingan serta monitoring dan evaluasi. Hasil yang diperoleh bahwa dalam kegiatan pengabdian diikuti oleh masyarakat pembudidaya ikan yang antusias ingin mengetahui terkait materi dan pelatihan yang disampaikan. Kesimpulan yang diperoleh bahwa kegiatan pengabdian masyarakat berjalan sangat baik. Khalayak sasaran dapat menerima transfer teknologi mengenai pemanfaatan saprolegnia zero system dalam upaya peningkatan produksi ikan patin. Partisipasi dan dukungan dari masyarakat cukup baik, dimana masyarakat ikut turut aktif dalam pelaksanaan hingga pendampingan produksi. Diakhir program pengabdian masyarakat ini, banyaknya masyarakat menerapkan zero system sehingga terjadi peningkatan produksi ikan patin.
PENGARUH KRIOPROTEKTAN DIMETIL SULFOKSIDA DOSIS BERBEDA DALAM EKSTENDER MADU TERHADAP KUALITAS SPERMA IKAN BELIDA SELAMA MASA PENYIMPANAN Danang Yonarta; Mochamad Syaifudin; Ferdinand Hukama Taqwa; Tanbiyaskur Tanbiyaskur; muhammad Fery Artha
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 18, No 2 (2022): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.18.2.113-118

Abstract

Krioprotektan merupakan salah satu bahan yang berperan dalam penyelamatan bahan biologis pada kriopreservasi. Dimetil sulfoksida (DMSO) sebagai krioprotektan memiliki kemampuan cepat untuk penetrasi ke dalam sel pada saat equilibrasi (penurunan suhu) dan meninggalkan sel pada saat thawing (pencairan kembali). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan dosis terbaik dari larutan krioprotektan yang menggunakan DSMO dalam ekstender madu terhadap karakteristik dari sel spermatozoa ikan belida pada proses kriopreservasi.  Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Balai Pembibitan dan Hijauan Pakan Ternak (BPHPT) Sembawa pada bulan Maret sampai dengan November 2020. Ikan uji didapat dari hasil tangkapan dari alam, selanjutnya dilakukan pemeliharan selama 4 bulan untuk mendapatkan tingkat kematangan gonad yang maksimal. Pengambilan sel sperma dilakukan secara stripping, proses stripping dilakukan dengan mengurut bagian perut ikan secara memutar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama waktu penyimpanan selama 28 hari pada P3 memberikan hasil terbaik terhadap motilitas (skor 3), nilai viabilitas sebesar 48,93%, lebih tingi dari Kontrol, P1 dan P2. Selain itu, pada perlakuan tersebut tidak ditemukan adanya abnormalitas yang terjadi pada sperma ikan belida. Cryoprotectant plays a role in saving biological material during cryopreservation. Dimethyl sulfoxide (DMSO) as a cryoprotectant has the ability to quickly penetrate into the cell at equilibration and leave the cell at thawing procedure. This study aims to determine the best dose of DSMO in honey extender to the characteristics of the featherback Fish spermatozoa cells in the cryopreservation process. This research was conducted at the Laboratory of Balai Pembibitan dan Hijauan Pakan Ternak (BPHPT) Sembawa from March to November 2020. The test fish were obtained from catches from nature, then reared for 4 months to get the maximum level of gonad maturity. Sperm cell retrieval is carried out by stripping, the stripping process is carried out by massaging the belly of the fish in a circular manner. The results showed that at storage time of 28 days, P3 gave the best results on motility (score 3), and the viability value was 48,93%, higher than Control, P1 and P2. In addition, the treatment did not show any abnormalities that occurred in the featherback fish sperm.
Aplikasi Teknologi Budidaya Ikan Lele Organik Superintensif Berbasis Bioflock 165 Untuk Menunjang Pendapatan Warga Kebon Raya Bukit Lama Palembang Apit Fathurohman; Herpandi Herpandi; Mochamad Syaifudin; Diah Kartika Sari; Fauziyah Fauziyah; Esti Susiloningsih; Ahmad Fali Oklilas
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2022): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu metode budidaya alternatif, yang dikenal sebagai Biofloc Technology (BFT), merupakan sebuah metode budidaya yang bertujuan untuk meningkatkan efektivitas penggunaan nutrisi dan kualitas dari air kolam. Tujuan dari pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah untuk untuk meningkatkan tingkat kesejahteraan masyarakat Lorong Kebon Kelurahan Bukit Lama Kecamatan Ilir Barat I Palembang. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan beberapa tahap yaitu: 1) Diskusi dengan RT/RW/Lurah/Tokoh Masyarakat; 2) Sosialisasi; 3) Pengenalan rancangan dan persiapan wadah; 4) Pendalaman materi akuakultur bioflok; 5) Pelatihan pembuatan media dan perbanyakan materi; 6) Setting instalasi dan penebaran media dan bateri; 7) Penebaran benih; 8) Sampling dan manajemen kualitas air; 9) Pemanenan dan pemasaran. Hasil yang didapat dari kegiatan budidaya ikan lele dengan menggunakan metode bioflok menunjukkan hasil yang dapat meningkatkan kualitas air pada budidaya ikan lele. Selain dari itu, hasil dari panen kolam dengan menggunakan sistem bioflock adalah 7 ekor/kg sedangkan kolam dengan menggunakan sistem biasa adalah 9 ekor/kg. Sekitar 28,57% lebih banyak uang yang dihasilkan di kolam bioflok 165 daribada di kolam biasa.
Potential for Aquaculture of Lais Fish (Kryptoterus palembangensis) in Swamplands Danang Yonarta; Ferdinand Hukama Taqwa; Marini Wijayanti; Dade Jubaedah; Muslim Muslim; Mochamad Syaifudin
Mangifera Edu Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Mangifera Edu
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/mangiferaedu.v7i2.160

Abstract

Ikan lais (Kryptopterus palembangensis) merupakan salah satu ikan endemik yang ada di Sumatera Selatan. Ketersediaan ikan lais di alam mulai menurun karena penangkapan yang dilakukan oleh masyarakat secara terus menerus akan mengganggu kelestarian ikan lais. Diketahui nilai ekonomis yang tinggi menjadi penyebabnya. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya untuk pengembangan budidaya ikan lais agar dapat diproduksi secara terkontrol. Metode penulisan yang digunakan yaitu studi pustaka. Adapun teknologi dan manajemen dari ikan lais diantaranya perbedaan padat tebar pada keramba jaring apung, pemberian jenis pakan berbeda, perendaman larva pada larutan probiotik, pengaruh perbedaan suhu dan pematangan gonad dengan mineral Fe. Kemudian untuk rata-rata kualitas air dalam pertumbuhan ikan lais adalah suhu 25,20-32,00 ºC, kisaran pH sebesar 4,70-7,90, DO 2,60-8,00 mg L-1 dan kandungan amonia berkisar 0,010-2,000 mg L-1. Ikan lais termasuk dalam kelompok ikan karnivora karena jenis makanan utamanya adalah ikan kecil, insekta dan udang. Pada ikan yang diteliti secara terkontrol, pakan menggunakan Tubifex sp. memberikan pertumbuhan dan kelangsungan hidup yang tertinggi. Pemijahan ikan lais baji satu kali dalam setahun dengan pola pemijahan total spawner di musim penghujan yang dimana pada saat permukan air mulai naik dan pemijahan dilakukan di dalam celah-celah bebatuan. Gambaran sel darah merupakan aspek pendukung dalam menentukan status kesehatan ikan. Kondisi fisiologis ikan yang sehat ditandai dengan adanya pertumbuhan yang meningkat. Fisiologis pertumbuhan ikan lais dalam keadaan sehat yaitu, total eritrosit 264,00 ± 3,00 x104 sel mm-3, hemoglobin 8,3±0,11 g/dL, hematokrit 26,66±0,57 %, total leukosit 2,53±0,01 x 104 sel mm-3 dan Glukosa darah 89,00 ± 1,00 mg/dL
PELATIHAN PEMBENIHAN IKAN SELINCAH DI DESA BURAI, KECAMATAN TANJUNG BATU, KABUPATEN OGAN ILIR Danang Yonarta; Mochamad Syaifudin; Mirna Fitrani; Retno Cahya Mukri; Marsi Marsi; Madyasta Anggana Rarassari; Ferdinand Hukama Taqwa; Tanbiyakur Tanbiyaskur
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v4i2.2751

Abstract

Desa Burai adalah salah satu desa yang berada di Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Desa Burai dikelilingi oleh sungai kelekar dan rawa yang kaya akan flora dan fauna. Desa Burai Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan merupakan salah satu dari 50 desa ekowisata terbaik di Indonesia. Permasalahan yang dialami oleh pembudidaya ikan termasuk yang dihadapi oleh kelompok pembudidaya ikan di Desa Burai saat ini belum mampu memproduksi benih ikan Selincah secara mandiri dan kontinue sehingga ketersediaan benih untuk usaha pembesaran budidaya ikan selincah masih mengandalkan dari hasil tangkapan alam. Untuk mengatasi masalah yang timbul dan untuk meningkatkan produksi khususnya pembudidaya ikan selincah maka perlu ditingkatkan usaha budidaya yang lebih intensif. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menambahkan atau menyuntikkan hormon ovaprim ke dalam tubuh ikan yang sudah matang gonad untuk meempercepat proses pemijahan sehingga dapat dihasilkan benih ikan selincah yang baik dimana jumlah, mutu dan waktu penyediaannya dapat diatur sesuai dengan yang diinginkan. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan kemampuan teknis pembudidaya ikan dengan transfer teknologi pembenihan ikan selincah secara terkontrol dan meningkatkan produksi benih ikan selincah secara berkelanjutan. Hasil produksi mitra sebelum adanya kegiatan PKM ini hanya mampu menangkap dari alam, sekarang sudah bisa melakukan pemijahan secara mandiri
The Production Evaluation of Lais Fish (Kryptopterus sp.) Culture in Wetlands Danang Yonarta; Ferdinand Hukama Taqwa; Mohamad Amin; Mirna Fitrani; Muslim; Mochamad Syaifudin
Quagga: Jurnal Pendidikan dan Biologi Vol 15 No 2 (2023): QUAGGA : Jurnal Pendidikan dan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/quagga.v15i2.39

Abstract

This study aimed to examine the technical and economic feasibility of lais aquaculture production. A cultivation activity was done in order to increase profits. Primary data was collected by interviewing fish cultivators and secondary data was obtained from related references. The bioecological characteristics of lais fish made this fish a candidate for aquaculture commodities paying attention to the management and technology used. Various technical aspects of production need evaluated continuously, including site selection, seed stocking, feeding, water quality management, fish health, harvesting, and marketing. Referring to the components of the evaluation results which were very lacking. Farmers need partners as mentors and access to several facilities to support production components that have not been maximized, one of which is the provision of best practices of fish handling certified superior lais fish fry.
Maulid Nabi sebagai Ekspresi Kebudayaan; Kajian Sosiolinguistik tentang Konsep Identitas Masyarakat Syaifudin, Mochamad
An-Nuha : Jurnal Kajian Islam, Pendidikan, Budaya dan Sosial Vol. 9 No. 2 (2022): December
Publisher : LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/annuha.v9i2.442

Abstract

This article comes from a special feature on the birthday celebrations of the Prophet Muhammad Thor, who is impressive in many places. By the way, they differ in terms of exercises, but they also differ in the use of melodic terms and readings in all celebrations. Besides, the distinctions in wording and texts that are perused time make a sort of friendly character. Assuming you have a place with specific gathering the terms and text you read will be unique in the event that somebody moves to another gathering. This essay is an archive of several references that describe subjective research techniques using information classification strategies such as member perceptions and indoor and outdoor interviews, as well as the habit of recognizing the birthday of the Prophet Muhammad. is included. In information research, research in social linguistics is presented in a refractory manner. You can infer very well from this paper. First, the memory of the birthday of the Prophet Muhammad Thor, the legitimacy of his execution as a superculture. The way of life, depending on the region, class, identity, and calling, completes the structure and technique to remember the birthday of the Prophet Muhammad. When maulid is done dependent on nearby insight (locale, class, identity, and calling) then, at that point, extraordinary variety shows up in certains regions and doesn't struggle with the parent cultture. This is alluded to as a subculture. Assuming it struggle with the parent culture the peculiarity is known as a nonconformity. Second, the recognition of the birthday of the Prophet Muhammad Considered a muslim strict peculiarity, particularly Indonesian Muslim, has gone through changes in the terms of simplication because of language impediment, just being gone against between the sunnah or bid'ah segment, just as encountering social personality where the utilization of names, and readings that are perused show about specific strict associations.
Pengembangan Bahasa Arab Madrasah Diniyah Roudlotul Huda Wangkal Krembung Sidoarjo Syaifudin, Mochamad
SCHOLASTICA: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 4 No 1 (2022): Mei
Publisher : LP3M STITNU AL HIKMAH MOJOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ta’allamu al-Arabiyah Fa Innaha Juzun Min Dinikum (Pelajarilah bahasa Arab, karena bahasa Arab adalah bagian dari agamamu), begitu kira-kira ungkapan yang disampaikan oleh Khalifah kedua, Umar bin Khottob. Beliau berpandangan begitu pentingnya bahasa Arab bagi tingkat keberagamaan seseorang. Ini bisa dipahami lantaran dalam ritual ibadah mahdloh, semua doa dipanjatkan dalam bahasa Arab. Kalaupun seorang hamba bisa membaca Arab tapi tanpa mengetahui makna kandungannya tentu tingkat penghayatan dan peresapan pesan dalam ritus itu akan berbeda dengan mereka yang memahami bahasa Arab. Sehingga bisa diungkapkan logika sederhana, tingkat kekhusyuan ibadah seorang hamba tergantung sejauhmana ia memahami apa yang ia panjatkan dalam bahasa Arab, begitu pula sebaliknya, walaupun ada perbedaan pandangan tentang faktor lain dalam menentukan kekhusyuan ibadah seseorang. Karena itu Madrasah Diniyah Roudlotul Huda Wangkal Krembung Sidoarjo memandang perlunya mengajarkan bahasa Arab sebagai pelajaran yang terpisah dari baca tulis al-Qur’an, sejarah nabi, tata laku ibadah, akidah keyakinan dan materi keagamaan lain walaupun seluruh materi itu ditulis dalam buku ajar dengan menggunakan bahasa Arab. Kalau hanya mengacu kepada apa yang tertulis dalam kitab ajar, tentu bahasa Arab hanya dianggap sebagai bahasa yang pasif, karena tujuannya hanya untuk bisa membaca dan memahami tanpa mampu untuk menjadikan alat komunikasi baik lisan maupun tulisan dalam kehidupan sehari-hari. Bisa juga dengan pertimbangan kalau pembelajaran bahasa Arab hanya bertumpu pada bahasa yang tertulis dalam buku ajar tentu bahasa santri akan ketinggalan dengan perkembangan bahasa Arab yang begitu cepat. Karena selain tetap memakai literatur buku berbahasa Arab yang sudah diberi arti dan penjelasan minimalis, bahasa Arab juga diajarkan dengan sistem integratif, menggabungkan apa yang tercantum dalam teks buku ajar juga dengan materi kebahasaan yang bersifat murni dan aplikatif. Sehingga ke depan pembelajaran bahasa Arab ini akan membantu santri untuk memahami buku ajar berbahasa Arab secara mandiri, syukur-syukur bisa menyampaikan gagasan atas sebuah persoalan dengan menggunakan bahasa Arab baik lisan maupun tulisan. Dengan penguasaan semacam itu peluang santri untuk melanjutkan misi belajarnya ke negara-negara Timur Tengah akan semakin besar. Menuntut ilmu di Timur Tengah dengan ulam-ulama besar yang menggunakan bahasa Arab tentu menjadi dambaan setiap santri. Mudah-mudahan dikabulkan Allah SWt. Amien.
Kawah Candradimuka Kader PMII Surabaya Selatan Syaifudin, Mochamad
SCHOLASTICA: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 5 No 1 (2023): Mei
Publisher : LP3M STITNU AL HIKMAH MOJOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) dan Pelatihan Kader Dasar (PKD) adalah pelatihan formal organisasi kemasiswaan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di seluruh Indonesia. Seorang mahasiswa layak disebut sebagai kader, bila telah mengikuti keduanya dan dinyatakan lulus. Banyak materi yang disampaikan dalam dua pelatihan itu, mulai dari sejarah berdirinya PMII, transformasi dari masa ke masa, ke-Islaman baik yang membahas tentang kajian pemikiran tokoh nasional maupun tokoh dunia, keindonesiaan yang menitikberatkan bagaimana mahasiswa lebih mencintai Indonesia dengan pendekatan logis dan rasional maupun menyoroti tentang geopolitik dalam percaturan politik internasional, Aswaja yang menjadi pondasi penguatan, bagaimana kader berfikir, bergerak dan beramaliyah dengan panduan aswaja al-nahdliyah, analisis sosial, pendidikan, kesetaraan gender dan lain sebagainya. Dengan menamatkan dua pelatihan itu diharapkan setiap kader, tidak hanya berkutat dengan perkuliahan tetapi menjadi bagian dari agent of change, agen perubahan yang akan merubah tatanan masyarakat sesuai dengan prinsip dasar aswaja yang tawasut, tawazun, i’tidal, tasamuh dan cinta tanah air. Kader juga diharapkan menjadi bagian dari masyarakat global yang fasih menyuarakan Islam yang moderat, peran Indonesia dalam memainkan peran dalam perdamaian dunia, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan di atas prinsip primordial berdasarkan agama, suku, ras dan antar golongan. Menggunakan pola diskusi atas fenomena sosial, para kader digugah untuk selalu up date terhadap berita kekiniaan dan memberikan analisis yang tajam berdasarkan data yang akurat dan valid. Argumentasi yang dibangun haruslah berbasis data dan beragam teori yang dibutuhkan sehingga dalam memberikan solusi tidak sekedar menggunakan pendekatan agama, semua ini adalah takdir yang harus dijalani, tapi bagaimana setiap problem harus diurai sedemikian detail sehingga akan menghasilkan formula yang solutif.
Co-Authors Ade Irawan Agus Oman Sudrajat Agus Putra AS Ahmad Fali Oklilas Ahmad Musadad Akhmad Taufiq, Mirwan Alimuddin Anita Desiani Annisa Siregar Anugerah Al-Amin Mangkunegara Apit Fathurohman Ari Prastiawan Aritonang, Lilis Pritamasari Bakhruddin, Mukhammad Batubara, Agung Setia Dade Jubaedah Dade Jubaedah Danang Yonarta Diah Kartika Sari Dini Puspa Monica Dwi Wulan Sari Elisa Wildayana Esti Susiloningsih Fachry Abda El Rahman Fatimatur Rusydiyah, Evy Fauzi, Alfa Zaidanil Fauziyah Fauziyah Ferdinand Hukama Taqwa Gion Tanbao Suselin Hamdani, Hijral Herpandi . Humairani, Rindhira Ilham Zulfahmi Indah Widiastuti Indah Widiastuti Indriani Agustini Jambak, Muhammad Ihsan Khazin, A. Mufti Khoirun Nasik Komar Sumantadinata Madyasta Anggana Rarassari Marini Wijayanti Marsi Marsi Marsi Marsi Maulidya, Ainayyah Mirna Fitrani Mirna Fitrani Mirna Fitrani Mohamad Amin muhammad Fery Artha Muhammad Sofwan bin Harizan Muhammad Syaikhon Mukri, Retno Cahya Muliari Muliari Muslim Muslim Muslim Muslim Muslim Nahidloh, Shofiyun Prily Lovian Putra Pujiati, Tri Purnama, Nanda Rizki Rarassari, Madyasta Anggana Ratu Siti Aliah Retno Cahya Mukri Retno Cahya Mukti Rinto . Rinto Rinto Rossanty, Elydia Sefti Heza Dwinanti Sefti Heza Dwinanti Sefti Heza Dwinanti, Sefti Heza Selly Oktarina Sumantriyadi, Sumantriyadi Susi Lestari SUSI LESTARI Syamsi, Ahmad Badarus Tanbiyakur Tanbiyaskur Tanbiyaskur Tanbiyaskur Tanbiyaskur Tanbiyaskur Tanbiyaskur, Tanbiyakur Tanbiyaskur, Tanbiyaskur Taqwa, Ferdinand Hukuma Tisnawati UTUT WIDYASTUTI Wahid Nur Tualeka, Muhamad Yanal Hadid Yonarta, Danang YULISMAN Yusrizal Akmal Zahro, Umi Indasyah