Claim Missing Document
Check
Articles

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Bimbingan Teknis Pengembangan Budidaya Ikan Lokal Sumatera Selatan di Indralaya Raya, Kabupaten Ogan Ilir Yonarta, Danang; Muslim, Muslim; Desiani, Anita; Syaifudin, Mochamad; Taqwa, Ferdinand Hukama
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol 7, No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v7i1.2735

Abstract

Indralaya Raya memiliki jumlah penduduk laki-laki sebanyak 7.079 jiwa dan perempuan 3.617 jiwa. Masyarakat Indralaya Raya sebagian besar berprofesi sebagai pedagang. Hal ini berdasarkan lokasi Indralaya Raya yang dekat dengan Pasar Indralaya yang hanya berjarak 3 km dengan waktu tempuh ± 5 menit. Indralaya Raya dialiri oleh Sungai Kelekar. Sungai Kelekar banyak dihuni oleh ikan-ikan lokal salah satunya ikan tambakan. Produksi ikan tambakan dari kegiatan budidaya masih sangat terbatas sehingga perlu dorongan agar masyarakat dapat membudidayakan ikan ini. Salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pendampingan terhadap masyarakat mengenai teknis budidaya ikan tambakan mulai dari pemeliharaan induk hingga pemeliharaan larva hingga ukuran benih. Kegiatan pengabdian terhadap masyarakat dapat menjadi jembatan yang menghubungkan dengan masyarakat. Melalui kegiatan penyuluhan dan pendampingan mengenai produksi ikan tambakan masyarakat dapat mandiri secara ekonomi.
Desiminasi Teknologi Domestikasi Ikan Putak (Notopterus notopterus) di Desa Putak, Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan Muslim, Muslim; Syaifudin, Mochamad; Taqwa, Ferdinand Hukuma; Oktarina, Selly
Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal PKM Manajemen Bisnis
Publisher : Perhimpunan Sarjana Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37481/pkmb.v5i1.1155

Abstract

Bronze featherback (Notopterus notopterus) is one of the fish species native to Indonesian waters. This species is closely related to the knifefish (Chitala sp.). South Sumatra uses this fish as a raw material for pempek and kemplang crackers. This fish has a high economic value like Chitala sp. The need for the culinary industry is increasing, causing the demand for this fish to also increase. Until now, the production of N. notopterus has relied on wild catches, as aquaculture production has not been available. Overfishing as well as habitat destruction have led to the decline of this species' population in the wild. Domestication is the effort to domesticate wild fish into a farming environment. The initial stage of N. notopterus domestication has been successfully carried out. They successfully survived and grew in aquaculture containers. This activity is the dissemination of information on the results of the initial stage of the N. notopterus domestication study. The methods used were counseling, demonstration plots, and mentoring. This activity was carried out in Putak Village, Gelumbang District, Muara Enim Regency. The results of the activity show that the community's knowledge of N. notopterus is increasing. People know that N. notopterus and Chitala hypselonotus are different species, even though they are very similar. Public awareness of the importance of preserving N. notopterus and Chitala hypselonotus is increasing. This activity is very beneficial for the Putak community.
PEMBELAJARAN TATA BAHASA (Analisis Fungsional dalam buku al-‘Arabiyyah li al-Na>t}iqi>n bi al-Lughah al-Indu>ni>siyyah (ALBI) Syaifudin, Mochamad
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 11 No 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v11i1.2595

Abstract

Artikel ini bertujuan mendeskripsikan pembelajaran tata bahasa, dalam buku ALBI. Sebagai salah satu unsur bahasa, selain suara, dan koskata, tata bahasa menjadi elemen penting yang harus diajarkan. Sebagaimana buku-buku ajar lainnya, buku ini menyaji dua bentuk materi teks bacaan dan percakapan, selain tentunya dilengkapi dengan tata bahasa. Untuk pembelajaran suara, sebagaimana lazimnya buku ajar lainnya, materi itu terintegrasi dari pilihan kata untuk masing-masing bacaan dan percakapan. Karena semua disampaikan dengan menggunakan suara huruf hijaiyyah, maka tiada perlu dimunculkan materi suara sebagai bagian tersendiri, sebagaimana tata bahasa. Buku ALBI, memberikan warna tersendiri dalam pembelajaran tata bahasa itu. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif melalui pendekatan analisis deskriptif pada studi kepustakaan (library research), data bersumber dari literer klasik yaitu buku terkait tata Bahasa yanag laziam dipakai, juga buku ALBI. Teknik pengumpulan data melalui dokumentasi literarur yang tersedia, lalu dianalisis dan dideskripsikan secara utuh. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa, pertama, ALBI dalam memuat materi pembelajaran tata bahasa secara umum menggunakan metode induktif secara sepihak, karena untuk penjelasan masing-masing kaidah, dosen diberikan keleluasaan dalam memberikan kesimpulan dengan bahasa masing-masing, kedua, dalam menyusun skala prioritas materi, ALBI menggunakan pola yang berbeda dengan buku ajar lain atau buku yang secara khusus membahas tentang tata bahasa Arab juga ada materi yang tidak tersajikan dalam buku-buku ajar lain, ketiga, dalam menyebut istilah atau contoh ada ketidaksamaan antara satu materi dengan materi lain sehingga dalam beberapa materi perlu menjelaskan ulang.
Pelatihan Pembuatan Pakan Ikan Lele di Desa Pulau Semambu Kabupaten Ogan Ilir Yulisman, Yulisman; Rarassari, Madyasta Anggana; Yonarta, Danang; Syaifudin, Mochamad; Amin, Mohamad; Fitrani, Mirna; Dwinanti, Sefti Heza
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v6i1.4190

Abstract

Biaya produksi tertinggi pada budidaya ikan secara intensif berasal dari biaya pakan. Sebagian besar pembudidaya ikan sangat bergantung pada pakan komersial, yang harganya relatif tinggi. Pembuatan pakan secara mandiri menggunakan bahan baku lokal menjadi alternatif mengurangi ketergantungan pada pakan komersial, dan biaya produksi. Berbagai bahan baku lokal yang dapat digunakan dalam formulasi pakan ikan, satu diantaranya adalah ampas tahu. Penyebaran informasi hasil-hasil penelitian yang dapat diaplikasikan oleh masyarakat perlu dilakukan. Hal ini juga merupakan kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi dibidang pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini dilakukan bertujuan untuk memberikan informasi dan pelatihan kepada pembudidaya ikan tentang pembuatan pakan berbahan ampas tahu untuk ikan lele sehingga peserta memahami cara membuat pakan ikan secara mandiri.  Kegiatan dilaksanakan di Desa Pulau Semambu, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan, yang berlokasi tidak jauh dari kampus Universitas Sriwijaya. Metode yang digunakan pada pelatihan ini adalah demonstrasi cara pembuatan pakan ikan. Hasil kegiatan yang telah dilakukan dapat menambah wawasan dan pengetahuan teoritis dan praktis peserta tentang cara pembuatan pakan ikan lele. Hal ini terlihat dari peningkatan persentase jumlah peserta yang memahami materi yang diberikan, dari 20% menjadi 64%, atau meningkat sebesar 44%. Selanjutnya, pakan yang dibuat sesuai formulasi tersebut direkomendasikan untuk diaplikasikan pada ikan lele yang dipelihara untuk mengetahui pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan efisiensi pemanfaatan pakan.
PELATIHAN PEMBENIHAN IKAN SELINCAH DI DESA BURAI, KECAMATAN TANJUNG BATU, KABUPATEN OGAN ILIR Yonarta, Danang; Syaifudin, Mochamad; Fitrani, Mirna; Mukri, Retno Cahya; Marsi, Marsi; Rarassari, Madyasta Anggana; Taqwa, Ferdinand Hukama; Tanbiyaskur, Tanbiyakur
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v4i2.2751

Abstract

Desa Burai adalah salah satu desa yang berada di Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Desa Burai dikelilingi oleh sungai kelekar dan rawa yang kaya akan flora dan fauna. Desa Burai Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan merupakan salah satu dari 50 desa ekowisata terbaik di Indonesia. Permasalahan yang dialami oleh pembudidaya ikan termasuk yang dihadapi oleh kelompok pembudidaya ikan di Desa Burai saat ini belum mampu memproduksi benih ikan Selincah secara mandiri dan kontinue sehingga ketersediaan benih untuk usaha pembesaran budidaya ikan selincah masih mengandalkan dari hasil tangkapan alam. Untuk mengatasi masalah yang timbul dan untuk meningkatkan produksi khususnya pembudidaya ikan selincah maka perlu ditingkatkan usaha budidaya yang lebih intensif. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menambahkan atau menyuntikkan hormon ovaprim ke dalam tubuh ikan yang sudah matang gonad untuk meempercepat proses pemijahan sehingga dapat dihasilkan benih ikan selincah yang baik dimana jumlah, mutu dan waktu penyediaannya dapat diatur sesuai dengan yang diinginkan. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan kemampuan teknis pembudidaya ikan dengan transfer teknologi pembenihan ikan selincah secara terkontrol dan meningkatkan produksi benih ikan selincah secara berkelanjutan. Hasil produksi mitra sebelum adanya kegiatan PKM ini hanya mampu menangkap dari alam, sekarang sudah bisa melakukan pemijahan secara mandiri
Contemporary Islamic of Radical Movement (ISIS and Its Impact on Indonesia) Musadad, Ahmad; Zahro, Umi Indasyah; Syamsi, Ahmad Badarus; Pujiati, Tri; Syaifudin, Mochamad
Ummul Qura Jurnal Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55352/uq.v9i1.1583

Abstract

This research was conducted to provide an overview of the radical Islamic movement that followed the WTC tragedy. This movement had a tremendous impact on Indonesia as a country with a majority Muslim population. The impact of this radical movement has made Islam's image less good in the eyes of the world and it is considered a terrorist who preaches violence. It is hoped that this research will be able to provide an overview of the radical movement carried out by ISIS which has had an impact on the worldview of Muslims in Indonesia. This research with a qualitative descriptive design uses library research by looking for references from books and journals that are relevant to contemporary Islamic radical movements. The results of this research show that ISIS is part of the dark history of Islam which grew and grew out of political-based radicalism as a continuation of the violent and intolerant ideology of neo-khawarijism. Therefore, it is necessary to have a genuine understanding of Islam so that radical movements that are detrimental to Islam will no longer emerge in Indonesia or in the world.
CIRC Type Cooperative Learning Model in Learning Arabic Rules Syaifudin, Mochamad; Muhammad Sofwan bin Harizan
Lughawiyyat: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab Vol. 5 No. 1 (2022): Lughawiyyat: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Arab
Publisher : Fakultas Tarbiyah Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda'wah Bangil Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38073/lughawiyyat.v5i1.1133

Abstract

Arabic rules are one of the elements of language other than sounds  (al-Aswat) and vocabulary (al-Mufrodat) and are important in learning sentence structure in Arabic. Without it, Arabic would not be understood, because it could not determine subjects, predicates, objects, and descriptions. However, most students have difficulty in understanding it, in addition to many new terms that are unfamiliar when compared to terms in Indonesian or English also changes at the end of words (i'rob) whether the change is in the form of letters or letters. Based on that problem, the right learning model is needed in its delivery. This article will discuss one of the models for learning Arabic rules, namely the CIRC (Cooperative Integrated Reading And Composition) learning model. This article uses the Library Research method, with data sources in the form of books, and journals, both online and offline, to obtain information relevant to the problem discussed, especially to describe theoretical studies that have been determined. The findings of this article explain that the CIRC learning model is more appropriate in improving reading and writing skills because the rules of Arabic are only limited to being a medium, not a goal, learning it is more appropriate by using direct methods by providing exercises related to the number of sentences in Arabic. The implication of this article states that CIRC is one of the learning models that can be developed to achieve competency in understanding the Arabic rules of students.
The Role of The Taysir Manhaji Method in The Development of Islamic Economic Law in Indonesia Through DSN-MUI Fatwas Musadad, Ahmad; Baihaqi; Nasik, Khoirun; Khazin, A. Mufti; Syaifudin, Mochamad
Journal of Islamic Economic Laws Vol. 8 No. 01 (2025): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jisel.v8i01.7607

Abstract

This study examines the role of the taysir manhaji method in the development of Islamic economic law in Indonesia through the fatwas of the National Sharia Council–Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Taysir manhaji refers to a methodological approach that facilitates legal decision-making with ease and flexibility, allowing Islamic legal rulings to adapt to changing economic realities. By applying fiqh principles, DSN-MUI has issued fatwas addressing contemporary financial practices, including wadiah, mudarabah, currency exchange, and Islamic hedging. This research employs a qualitative approach, combining document analysis and interviews to explore the practical implementation of taysir manhaji in DSN-MUI fatwas. The findings reveal that this method serves as a bridge between classical fiqh and modern financial practices while upholding maqasid al-shari‘ah (the objectives of Islamic law). Its flexibility enables practical solutions, as exemplified by DSN-MUI fatwas No. 1, 5, 18, and 22, without compromising fundamental Islamic legal principles. The study underscores the taysir manhaji method's significant contribution to the evolution of Islamic economic law, demonstrating its ability to accommodate modern economic demands while preserving the integrity of shari‘ah principles. Furthermore, it highlights the necessity of adaptability in Islamic legal thought to address the complexities of the global economic landscape.
Eggs Hatching of Betta Fish (Betta splendens) with The Addition of Ketapang Leaves (Terminalia cattapa Linn) at UPR Mitra Mina Sejahtera Indralaya, Ogan Ilir District Azhari, Muhammad; Syaifudin, Mochamad; Yonarta, Danang
PELAGICUS Volume 4 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/plgc.v4i3.13153

Abstract

The limited number of fish seeds is still an obstacle in betta fish cultivation activities due to the low percentage of hatching and high mortality of larvae. This research aims to increase the percentage of egg hatching and survival of betta fish by stimulating ketapang leaves. This research was carried out in a controlled area at UPR Mitra Mina Sejahtera located in Griya Sejahtera Indralaya Housing, Ogan Ilir Regency from June to July 2022. The addition of ketapang leaves as much as 2 g per L (P2) can increase the hatching percentage at 96.97% and betta fish larval survival rate to 87.92%. The water quality obtained from this research is the temperature of P1 ranges from 26.4-27.3°C, P2 ranges from 26.7-27.2, control ranges from 26.5-27.1°C, pH P1 ranges from 6.5-6.9, P2 ranges from 6.5-6.7 and control ranges from 6.9-7.2 and dissolved oxygen P1 ranges from 1.03-1.09 mg per L, P2 ranges from 1.00-1.05 mg per L and control ranged from 1.04-1.10 mg per L.
DNA Barcoding of Freshwater Eels Anguilla spp from Kuari River Based on Cytochrome C Oxidase Subunit I (COI) Gene Maulidya, Ainayyah; Syaifudin, Mochamad; Wijayanti, Marini
Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 17 No. 1 (2025): JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jipk.vi.55006

Abstract

Graphical Abstract Highlight Research Freshwater eels in Kuari River consisted of two species marmorata and A. bengalensis Anguilla marmorata had the highest similarity of 99.82%-100%, while bengalensis indicated the highest identity of 99.84%-100% to the same species in the GenBank database. Phylogenetic species indicated that Anguilla marmorata and Anguilla bengalensis form two different sub-clusters. The water quality in the Bengkulu Kuari River were still in tolerance for fish growth and survival.     Abstract Freshwater eels (Anguilla spp.) are classified in the family Anguillidae, and included in the catadromous group. This study aimed to determine the COI gene sequences of the mitochondrial DNA, analyze the genetic distances, and phylogenetics, and characterize the physical and chemical parameters of between freshwater eels habitat in the Kuari River Bengkulu. This research was conducted from November 2020 – April 2021. The methods used in barcoding eel species were DNA isolation, DNA amplification using PCR (Polymerase Chain Reaction), electrophoresis, and sequencing of COI gene regions in mtDNA. The COI mtDNA gene fragments were obtained from PCR results with an annealing temperature of 50°C for 30 seconds in 35 cycles. BLASTn analysis of eel samples AM3 and AM4 had the highest similarity of 99.82%-100% to Anguilla marmorata, and samples AB2-AB5 indicated the highest identity of 99.84%-100% to Anguilla bengalensis. Phylogenetic species indicated that Anguilla marmorata and Anguilla bengalensis form two different sub-clusters. The water qualities in the Bengkulu Kuari River were temperatures 26.5-27.5oC, pH 7.1-8.7, dissolved oxygen 6.19-9.54 mg L-1, brightness 21-47 cm, ammonia 0.16-0.41 mg L-1, total alkalinity 20–52 mg L-1, TDS 33–49 mg L-1, salinity 0.3-0.4 ppt and water velocity 0.5-0.8 ms-1. The COI gene in DNA barcoding is very appropriate to be used for the identification of Anguilla spp species by comparing the DNA sequence of the COI gene with the existing database in the Genbank.
Co-Authors Ade Irawan Agus Oman Sudrajat Agus Putra AS Ahmad Fali Oklilas Ahmad Musadad Akhmad Taufiq, Mirwan Alimuddin Anita Desiani Annisa Siregar Anugerah Al-Amin Mangkunegara Apit Fathurohman Ari Prastiawan Aritonang, Lilis Pritamasari Bakhruddin, Mukhammad Batubara, Agung Setia Dade Jubaedah Dade Jubaedah Danang Yonarta Diah Kartika Sari Dini Puspa Monica Dwi Wulan Sari Elisa Wildayana Esti Susiloningsih Fachry Abda El Rahman Fatimatur Rusydiyah, Evy Fauzi, Alfa Zaidanil Fauziyah Fauziyah Ferdinand Hukama Taqwa Gion Tanbao Suselin Hamdani, Hijral Herpandi . Humairani, Rindhira Ilham Zulfahmi Indah Widiastuti Indah Widiastuti Indriani Agustini Jambak, Muhammad Ihsan Khazin, A. Mufti Khoirun Nasik Komar Sumantadinata Madyasta Anggana Rarassari Marini Wijayanti Marsi Marsi Marsi Marsi Maulidya, Ainayyah Mirna Fitrani Mirna Fitrani Mirna Fitrani Mohamad Amin muhammad Fery Artha Muhammad Sofwan bin Harizan Muhammad Syaikhon Mukri, Retno Cahya Muliari Muliari Muslim Muslim Muslim Muslim Muslim Nahidloh, Shofiyun Prily Lovian Putra Pujiati, Tri Purnama, Nanda Rizki Rarassari, Madyasta Anggana Ratu Siti Aliah Retno Cahya Mukri Retno Cahya Mukti Rinto . Rinto Rinto Rossanty, Elydia Sefti Heza Dwinanti Sefti Heza Dwinanti Sefti Heza Dwinanti, Sefti Heza Selly Oktarina Sumantriyadi, Sumantriyadi Susi Lestari SUSI LESTARI Syamsi, Ahmad Badarus Tanbiyakur Tanbiyaskur Tanbiyaskur Tanbiyaskur Tanbiyaskur Tanbiyaskur Tanbiyaskur, Tanbiyakur Tanbiyaskur, Tanbiyaskur Taqwa, Ferdinand Hukuma Tisnawati UTUT WIDYASTUTI Wahid Nur Tualeka, Muhamad Yanal Hadid Yonarta, Danang YULISMAN Yusrizal Akmal Zahro, Umi Indasyah