Articles
Pengembangan Aplikasi Augmented Reality sebagai Media Pembelajaran Materi Bangun Ruang Sisi Datar Kelas VIII SMP Negeri 13 Mataram
Lalu Riki Gita Sukma;
Sudi Prayitno;
Baidowi Baidowi;
Amrullah Amrullah
PALAPA Vol 10 No 2 (2022): NOVEMBER
Publisher : LP2M STIT Palapa Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36088/palapa.v10i2.1897
This development research aims to develop applications based on augmented reality as a medium of learning material build flat side space and meet the criteria of valid, practical, and effective to use. This type of research is research and development (R&D) by adopting the 4D model, namely define, design, develop, and disseminate. At the stage of development conducted a trial by using one group Pretest-Posttest Design with research subjects as many as 25 students of Class VIII SMP Negeri 13 Mataram were selected using a simple random sampling technique. Data collection is done using test instruments’ validity, practicality, and effectiveness. The data obtained from this study are: (1) validity test based on the assessment of 3 expert validators get an average result of 4.5933 with a very valid Category; (2) practicality test based on the assessment of students get an average percentage of 92.27% of all aspects assessed; (3) the effectiveness test was conducted by analyzing the results of pretest and posttest with paired t-test Test and there was an increase in student learning outcomes, but the results of the N-gain Test obtained a percentage of 48.9429 with less effective categories. The level of effectiveness obtained by the media is due to some shortcomings of the developed media. Based on these results, it can be concluded that the media developed is very valid and very practical to be used in learning, but still less effective in improving the learning outcomes of learners, so the media needs to be developed further.
Pelatihan Penyusunan Modul Ajar Matematika Berorientasi Kemampuan Berpikir Kritis bagi Guru Matematika SMK Kota Mataram
Baidowi Baidowi;
Sri Subarinah;
Laila Hayati;
Dwi Novitasari;
Ni Made Intan Kertiyani
Rengganis Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): November 2022
Publisher : Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/rengganis.v2i2.235
The purpose of this community service activity aims to provide training and assistance to SMK teachers in Mataram City to compile and develop mathematics teaching modules, especially by implementing project-based learning and problem-based learning. Participants in this community service activity consisted of teachers at 8 State Vocational Schools in Mataram City, which are represented by 2 teachers in each partner school. These activities carried out are (1) Dissemination of research results on the development of mathematics teaching modules that have been developed by the team, (2) Training on how to compile mathematics teaching modules oriented to students' critical thinking skills, (3) Discussion, (4) Practice compiling teaching modules in groups and (5) Evaluation of the implementation of activities. At the end of the activity, a questionnaire was given to be filled in by the participants and then analyzed to find out the results of the service activities provided. The results of data analysis showed that all participants gave a positive response, 67% of participants had received training in module preparation, 73% had made mathematics teaching materials but only 27% had implemented them, especially those oriented to critical thinking skills. Analysis of the questionnaire also showed that all participants wanted similar training. One of the trainee teachers successfully implemented the teaching module they had developed by the team from the results of the training and gave a positive response from the students
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Mahasiswa Pendidikan Fisika Ditinjau dari Kepribadian Tipe Myers-Briggs
Wahidaturrahmi Wahidaturrahmi;
Baidowi Baidowi
Mandalika Mathematics and Educations Journal Vol 4 No 2 (2022): Edisi Desember
Publisher : FKIP Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jm.v4i2.4567
Mathematics is a universal science that underlies the development of modern technology, so that mathematics has an important role in various scientific disciplines, one of which is physics. Physics students need mathematical skills to understand physics concepts. The purpose of this research is to analyze the mathematical problem solving abilities of physics education students in terms of the Myers-Briggs personality type. This type of research is quantitative. The population is physics education students at the Mataram University of the 2022/2023 academic year. The research instrument are a questionnaire to measure personality types (artisans, guardians, idealists, and rationals) and mathematics tests (essay questions). Descriptively, most students have not been able to make conclusions from the solutions obtained. Inferentially, the average math scores of rational personality students were higher than the average math scores of guardian, artisan, and idealist personality students. Thus, students of physics education of rational types have better mathematical problem solving abilities than guardian, artisan, and idealist types.
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Ditinjau dari Tipe Kepribadian Myers Briggs Type Indicator (MBTI) Siswa Kelas IX
Aftina Rabbani;
Baidowi Baidowi;
Wahidaturrahmi Wahidaturrahmi;
Sripatmi Sripatmi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3b (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jipp.v7i3b.815
Salah satu mata cabang ilmu pengetahuan adalah matematika dan salah satu aspek kemampuan yang penting dalam matematika adalah kemampuan pemecahan masalah. Siswa memiliki perbedaan kemampuan dalam memecahkan masalah, dan salah satu faktor yang mempengaruhinya adalah kepribadian. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika ditinjau dari tipe kepribadian Myers Briggs Type Indicator (MBTI) siswa kelas IX MTs Negeri 1 Mataram Tahun Ajaran 2022/2023. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik penentuan subjek penelitian yaitu purposive dan simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan teknik kuesioner, tes dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek artisan hanya mampu melaksakan 2 dari 4 tahapan pemecahan masalah, yaitu tahapan memahami masalah dan melaksanakan rencana penyelesaian. Subjek idealist sudah mampu melewati 3 dari 4 tahapan pemecahan masalah, yaitu tahapan memahami masalah, melaksanakan rencana penyelesaian dan meninjau kembali. Subjek guardian hanya mampu melewati 1 dari 4 tahapan pemecahan masalah, yaitu tahapan memahami masalah. Subjek rational sudah mampu melewati 3 dari 4 tahapan pemecahan masalah, yaitu tahapan memahami masalah, melaksanakan rencana penyelesaian dan meninjau kembali. Jadi, disimpulkan bahwa subjek berkepribadian idealist dan rational memiliki kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik dari subjek berkepribadian artisan dan guardian. Â Â
Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 8 Mataram Tahun Pelajaran 2021/2022
Fitriani Fitriani;
Nani Kurniati;
Ratna Yulis Tyaningsih;
Baidowi Baidowi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3b (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jipp.v7i3b.817
Komunikasi matematis dapat diartikan sebagai kemampuan mengekspresikan ide dan proses matematika dengan jelas, baik secara lisan maupun tertulis, Kemampuan komunikasi matematis dapat berperan penting pada hard skill peserta didik, karena sifatnya yang universal sehingga dapat dipahami dan dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kemampuan komunikasi matematis dalam menyelesaikan masalah matematika siswa kelas VIII SMPN 8 Mataram 2021/2022, Jenis penelitian ini merupakan Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPN 8 Mataram, dalam menentukan sampel teknik yang digunakan adalah purposive sampling. Subjek dari penelitian ini yaitu 6 siswa kelas VIII (A). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal tes dan wawancara. Analisis data yang digunakan adalah reduksi data (Data Reduction), penyajian data (Data Display), triangulasi data. Berdasarkan hasil analisis data didapatkan nilai tingkat kemampuan komunikasi matematis pada kategori baik (17,64%), kategori cukup (47,05%), dan kategori kurang (35,30%). Sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VIII SMPN 8 Mataram tahun ajaran 2021/202 berada pada kategori cukup.
Hubungan Kepercayaan Diri dan Kemampuan Komunikasi Matematis dengan Hasil Belajar Matematika
Fatia Ningsih Erayani;
Nyoman Sridana;
Arjudin Arjudin;
Baidowi Baidowi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3c (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jipp.v7i3c.845
Kepercayaan diri atau self-confidence merupakan suatu keyakinan dalam jiwa manusia bahwa tantangan hidup apapun harus dihadapi dengan berbuat sesuatu. Sedangkan Kemampuan komunikasi matematis adalah kemampuan siswa dalam menyampaikan ide matematika baik secara lisan maupun tulisan. Sikap percaya diri dan kemampuan komunikasi matematis siswa sangatlah perlu diperhatikan dan dikembangkan karena memiliki peranan penting bagi siswa dalam menjalankan proses pembelajaran ataupun dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan kepercayaan diri dan kemampuan komunikasi matematis siswa terhadap hasil belajar matematika. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode penelitian korelasi. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX Mts. Al-Aziziyah Putri, dengan sampel penelitian sejumlah 36 siswa dengan pengambilan sampel secara cluster random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket kepercayaan diri dan tes kemampuan komunikasi matematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai signifikan X1 dan X2 terhadap Y sebesar 0,032<0,05 dengan nilai pearson correlation 0,435. Nilai signifikan X1 terhadap Y sebesar 0,016<0,05 dengan  nilai pearson correlation 0,398. Dan nilai signifikan X2 terhadap Y sebesar 0,049<0,05 dengan nilai pearson correlation 0,331. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif secara bersama-sama antara kepercayaan diri dan kemampuan komunikasi matematis siswa terhadap hasil belajar matematika, terdapat hubungan positif kepercayaan diri dengan hasil belajar matematika, dan terdapat hubungan positif kemampuan komunikasai matematis dengan hasil belajar matematika siswa.
Pengaruh Pemberian Scaffolding dalam Penyelesaian Masalah Materi Jarak dalam Ruang Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar
Riza Alipvia;
Sripatmi Sripatmi;
Baidowi Baidowi;
Arjudin Arjudin
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3c (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jipp.v7i3c.871
Matematika adalah ilmu universal yang memiliki peran penting dalam berbagai bidang ilmu. Untuk memperoleh hasil pembelajaran matematika yang optimal diperlukan peranan guru, penerapan model pembelajaran serta bantuan belajar yang sesuai dengan karakteristik siswa dan materi yang diajarkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan pengaruh pemberian scaffolding dalam penyelesaian masalah materi jarak dalam ruang terhadap motivasi dan hasil belajar siswa kelas XII SMAN 1 Pringgabaya tahun pelajaran 2022/2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif metode eksperimen dengan desain true experimental. Sampel terdiri dari dua kelas yaitu XII IPA 1 sebagai kelas eksperimen yang diberi perlakuan berupa scaffolding dan kelas XII IPA 2 sebagai kelas kontrol yang diberikan latihan soal dan diskusi. Instrumen penelitian terdiri dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), angket motivasi belajar dan soal tes. Teknik analisis data berupa uji validitas, uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis. Adapun hasil penelitian menunjukan bahwa, (1) Terdapat perbedaan rata-rata motivasi dan hasil belajar siswa antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol. (2) Rata-rata motivasi dan hasil belajar siswa pada kelas eksperimen lebih besar, yaitu 45,94 berada pada kategori sedang dan 80,71 yang berada pada kategori cukup. Adapun rata-rata motivasi dan hasil belajar yang diperoleh kelas kontrol yaitu 43,11 berada pada kategori sedang dan 73,60 pada kategori cukup. Besar pengaruh yang timbul akibat adanya pemberian scaffolding terhadap motivasi belajar siswa adalah sedang (medium) dengan nilai keberartian 0,57 atau sebesar 33%. Sedangkan besar pengaruh yang timbul akibat adanya pemberian scaffolding terhadap hasil belajar siswa adalah sedang (medium) dengan nilai keberartian 0,73 atau sebesar 43%.
Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa SMP dalam Menyelesaikan Soal Cerita Materi Relasi dan Fungsi
Baiq Ajeng Aprilia Ulymaz;
Baidowi Baidowi;
Eka Kurniawan;
Sripatmi Sripatmi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4b (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jipp.v7i4b.996
Kemampuan mengkomunikasikan gagasan matematika secara tepat dan efektif merupakan salah satu tujuan dari pembelajaran matematika. Selain itu, hasil belajar siswa dalam mata pelajaran matematik salah satunya dipengaruhi oleh kemampuan komunikasi matematis siswa. Dimana kemampuan komunikasi matematis dapat mempermudah pertukaran informasi atau penyampaian gagasan dalam pembelajaran matematika. Sehingga terlihat pentingnya siswa menguasai kemampuan komunikasi matematis. Namun, siswa SMPN 4 Gerung terlihat memiliki kemampuan komunikasi matematis rendah terlihat dari hasil belajar pada mata pelajaran matematika yang tergolong kurang terutama dalam mengerjakan soal berbentuk narasi dengan permasalahan sehari-hari. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan setiap tingkatan kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VIII SMPN 4 Gerung tahun ajaran 2022/2023 dalam menyelesaikan soal cerita materi Relasi dan Fungsi. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Dimana instrumen yang digunakan adalah tes tulis berupa dua butir soal uraian berbentuk soal cerita dengan materi Relasi dan Fungsi yang dapat digunakan untuk mengetahui kemampuan komunikasi matematis siswa berdasarkan indikator kemampuan komunikasi matematis yaitu, menggambar, menulis, dan menggunakan simbol matematika dan juga instrumen berupa pedoman wawancara. Data hasil tes tulis akan diperjelas dengan wawancara semi terstruktur dan dilakukan analisis data penskoran dan pemberian kategori berdasarkan pedoman penskoran. Kemudian data yang didapat akan dianalisis berdasarkan Miles dan Huberman. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan didapat siswa berkemampuan komunikasi matematis dengan kategori rendah memiliki persentase terbanyak dan disusul berkategori sedang dan tinggi. Dimana dapat disimpulkan bahwa siswa dengan kemampuan komunikasi matematis tinggi sebanyak 29,63% dan mampu menguasai ketiga indikator dengan kategori tinggi. Siswa dengan kemampuan komunikasi matematis sedang sebanyak 33,33% dan mampu menguasai ketiga indikator namun tidak sempurna dengan kategori sedang. Dan siswa dengan kemampuan komunikasi matematis rendah sebanyak 37,04% dan kurang bahkan tidak mampu menguasai ketiga indikator dengan dua kategori rendah dan indikator menggambar berkategori sedang.
Pemahaman Konsep Bangun Ruang Sisi Datar ditinjau dari Perbedaan Jenis Kelamin
Intan Lestari;
Sudi Prayitno;
Baidowi;
Sripatmi
Journal of Classroom Action Research Vol. 5 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jcar.v5i1.2639
Kemampuan spasial penting dalam mempelajari geometri bangun ruang. Seseorang yang memiliki kemampuan spasial yang baik akan mudah membayangkan benda dalam dimensi tiga. Faktor yang mempengaruhi adanya perbedaan kemampuan siswa, salah satunya ialah perbedaan gender. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman konsep bangun ruang sisi datar pada siswa kelas VIII SMPN 1 Masbagik tahun ajaran 2021/2022 pada materi bangun ruang sisi datar. Jenis penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 1 Masbagik yang berjumlah 320 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sample. Sampel penelitian ini berjumlah 32 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode tes pemahaman konsep dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan uji aiken’s V dan uji deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemahaman konsep matematika siswa perempuan berkategori tinggi sebanyak 9,37%, berkategori sedang sebanyak 50% dan berkategori rendah sebanyak 3,12%. Sedangkan kemampuan pemahaman konsep matematika siswa laki-laki berkategori tinggi sebanyak 3,12%, berkategori sedang sebesar 18,75% dan berkategori rendah sebesar 15,62%. Perempuan lebih memahami konsep matematika dibandingkan dengan laki-laki, ini dibuktikan dari nilai rata-rata yang didapat siswa perempuan lebih tinggi yakni 64,00 sedangkan siswa laki-laki hanya 56,69. Serta saat dilakukannya wawancara siswa perempuan lebih dominan dalam menjawab setiap pertanyaan yang diajukan peneliti.
Analisis Kesulitan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Cerita Materi Spldv Ditinjau Dari Jenis Kelamin
Fandi Ahmad;
Muhammad Turmuzi;
Junaidi;
Baidowi
Journal of Classroom Action Research Vol. 5 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jcar.v5i1.2799
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal cerita materi SPLDV ditinjau dari jenis kelamin siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Narmada tahun ajaran 2022/2023. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 6 siswa yang terdiri dari 3 berjenis kelamin laki-laki dan 3 berjenis kelamin perempuan dengan kemampuan awal matematika yang berbeda-beda. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu tes dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan yaitu model Miles & Hubarman dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil analisis data menunjukkan: 1) Siswa berjenis kelamin laki-laki dengan kemampuan awal matematika tinggi dan sedang mengalami kesulitan dalam meyelesaikan soal cerita materi SPLDV pada tahap melihat kembali hasil; 2) Siswa berjenis kelamin laki-laki dengan kemampuan awal matematika rendah mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal cerita materi SPLDV pada tahap merencanakan strategi penyelesaian masalah, melaksanakan rencana penyelesaian masalah dan melihat kembali hasil; 3) Siswa berjenis kelamin perempuan dengan kemampuan awal matematika tinggi tidak mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal cerita materi SPLDV; 4) Siswa berjenis kelamin perempuan dengan kemampuan awal matematika sedang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal cerita materi SPLDV pada tahap melaksanakan rencana penyelesaian pada operasi hitung; 5) Siswa berjenis kelamin perempuan dengan kemampuan awal matematika rendah mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal cerita materi SPLDV pada tahap melaksanakan rencana penyelesaian dan tahap melihat kembali hasil; 6) interpretasi kemampuan menyelesaikan masalah menurut Polya dengan nilai tertinggi 72,2225 diperoleh oleh siswa perempuan dengan kemampuan awal matematika sedang dan nilai terendah 44,45 dioeroleh oleh siswa laki-laki dengan kemampuan awal matemtika rendah.