p-Index From 2021 - 2026
10.364
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Pendidikan Geografi (Berkala) Jurnal Pendidikan Karakter Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Jurnal Sejarah dan Budaya Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Jurnal Sejarah dan Budaya Jurnal Teori dan Praksis Pembelajaran IPS Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis Al Ishlah Jurnal Pendidikan Jurnal Pendidikan : Riset dan Konseptual JURNAL MUQODDIMAH : Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Jurnal PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Gulawentah:Jurnal Studi Sosial KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Diakronika Jurnal Edueco Jurnal Komunikasi Pendidikan Socius (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial) (Edisi Elektronik) Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial ENTITA: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial Madaniya JURNAL PENDIDIKAN IPS SOSEARCH : Social Science Educational Research Edusia: Jurnal Ilmiah Pendidikan Asia Jurnal Media dan Teknologi Pendidikan Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-ilmu Sosial Jurnal Azimut Edutainment : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Kependidikan Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Pendidikan (JEBP) Jurnal Andragogi Pedagogi dan Pemberdayaan Masyarakat Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Journal of Innovation and Teacher Professionalism Buletin Literasi Budaya Sekolah Humanities Horizon Journal Jurnal Pendidikan Progresif Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Claim Missing Document
Check
Articles

RETRACTED: PENGEMBANGAN DESAIN MOTIF BATIK REYOG BULKIYO DALAM MENDUKUNG DESA WISATA KEMLOKO, KECAMATAN NGLEGOK, KABUPATEN BLITAR Nurul Ratnawati; I Nyoman Ruja; Agung Wiradimadja; Ferdinan Bashofi
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) Vol. 5, No. 1, April 2022
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um032v5i1p46-53

Abstract

Following a rigorous, carefully concerns and considered review of the article published in Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial to article entitle “Pengembangan Desain Motif Batik Reyog Bulkiyo dalam Mendukung Desa Wisata Kemloko, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar” Vol. 5, No. 1 (2022), DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um032v5i1p46-53.This paper has been found to be in violation of the Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial publication principles and has been retracted.The article contained redundant material, the editor investigated and found that the paper published in Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial, Vol. 4, No. 2 (2021), DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um032v4i2p55-61.The document and its content has been removed from Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial and a reasonable effort should be made to remove all references to this article.
PENGEMBANGAN DESAIN MOTIF BATIK REYOG BULKIYO DALAM MENDUKUNG DESA WISATA KEMLOKO KECAMATAN NGLEGOK KABUPATEN BLITAR Nurul Ratnawati; I Nyoman Ruja; Neni Wahyuningtyas; Khofifatu Rohmah Adi
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) Vol. 4, No. 2, Oktober 2021
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um032v4i2p55-61

Abstract

Desa Kemloko merupakan daerah dengan kekayaan alam dan budaya yang melimpah. Potensi inilah yang kemudian dieksplor dan dijadikan sebagai aset pengembangan Desa Wisata Kemloko. Potensi-potensi tersebut kemudian diklasifikasikan menjadi beberapa program wisata Desa Kemloko yang ditawarkan pada masyarakat umum. Dan saat ini Desa Kemloko sedang gencar-gencarnya mengembangkan desa wisata tersebut. Oleh sebab itu dukungan komoditi oleh-oleh khas atau cinderamata yang mampu memikat wisatawan sangat diperlukan. Salah satu karya seni khas yang telah ada di Desa Kemloko dan berpotensi untuk dijadikan oleh-oleh adalah kain batik reyog bulkiyo. Kain batik reyog bulkiyo ini telah mendapatkan hak paten yang diajukan oleh Pokdarwis Desa Kemoloko. Namun, jika dilihat dari desainnya, motif batik reyog bulkiyo masih tradisional, warna-warna yang kurang bervariasi sehingga kesannya monoton, cepat membosankan, kuno, dan tua. Ironis, ketika masyarakat memiliki potensi lokal yang bernilai ekonomis tetapi tidak dikembangkan. Berdasar permsalahan di atas, fokus kegiatan pengabdian ini adalah memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang seputar batik, teknik membatik, dan bagaimana pengembangan motif batik kepada kelompok sasaran yaitu pokdarwis. Metode pelaksanaan untuk merealisasikan pemecahan masalah dalam pengabdian masyarakat ini dilakukan tiga tahapan yaitu: 1) tahap persiapan meliputi penyusunan jadwal, peserta, tempat, bahan-bahan; 2) tahap pelaksanaan meliputi pelatihan dan pendampingan membatik; dan 3) tahap tindak lanjut meliputi perencanaan batik dan pengembangan produk unggulan. Hasil dari kegiatan ini berupa inovasi kain batik reyog bulkiyo baru dengan motif-motif baru. Kain batik pertama terdiri dari kombinasi 3 motif yaitu penari reyog bulkiyo, slompret, dan sinar rembulan. Sedangkan kain batik kedua terdiri dari dua motif yaitu motif penari reyog bulkiyo dan barong.
STRATEGY COMMUNITY EMPOWERMENT THROUGH THE DEVELOPMENT OF TANI BETET TOURISM IN NGANJUK REGENCY, EAST JAVA Defita Dwi Anggi; Agus Purnomo; I Nyoman Ruja
JURNAL SOCIUS Vol 10, No 2 (2021): JURNAL SOCIUS
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurnalsocius.v10i2.11188

Abstract

The research aims to formulate a strategy for community empowerment by developing the Tani Betet Tourist destination in Nganjuk Regency,  East Java.  The method used is a quantitative method with SWOT analysis. The number of respondents was 20 people and one key informant. The number of respondents is as many as 20 people and key respondents 1 person. The results of this study are strategies used in community empowerment in Tani Betet Tourism, which are contained in quadrant I (Progressive Strategy). Strategies that can be done in the development of Tani Betet Tourism is to maximize the role of the community in supporting packaging and promoting tourism that has the opportunity to increase tourist visits. Utilization of community empowerment programs in sustainable tourism development. The active role of local governments is to give rise to trust in each other in society to accept the technological developments present. The benefits of this research provide strategies as a reference in optimizing community empowerment in Tani Betet Tourism, for tourism development through community empowerment programs.
INSERVICE GURU MGMP IPS SMP KABUPATEN BLITAR DALAM PEMBELAJARAN PETA NKRI I Nyoman Ruja; Neni Wahyuningtyas
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) Vol. 1, No. 2, Oktober 2018
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.049 KB) | DOI: 10.17977/um032v0i0p95-102

Abstract

Guru-guru IPS SMP kesulitan untuk mempelajari secara mandiri konsep Sejarah, Geografi, Sosiologi, Ekonomi yang ada pada buku-buku SMP, SMU, dan PT. Selain itu adanya miskonsepsi materi sosiologi dalam buku-buku yang dipergunakan guru sebagai buku pegangan dalam proses belajar mengajar. Miskonsepsi pada buku akan menimbulkan dampak negatif bagi para pengguna (guru dan siswa). Sehingga guru harus selektif dalam memilih buku yang digunakan dalam proses belajar mengajar (PBM). Kemampuan guru untuk menyeleksi buku berkaitan langsung dengan kompetensi guru dalam penguasaan materi pelajaran. Hal ini tidaklah mudah karena seorang guru harus menguasai seluruh materi yang diajarkan. Pada kegiatan pengabdian masyarakat kali ini, guru akan diajak melakukan diskusi untuk pendalaman konsep materi terutama Geografi, menemukan miskonsepsi atau kesalahan konsep materi bentuk muka bumi pada buku IPS SMP yang digunakan dalam pembelajaran, mengintegrasi materi geografi dengan materi IPS lainnya supaya lebih terpadu. Selanjutntya akan dilakukan tutorial untuk mengoreksi kesalahan-kesalahan konsep yang ditemukan. Melalui pengabdian ini telah meningkatkan motivasi dan pemahaman guru-guru matapelajaran IPS yang tergabung dalam MGMP IPS di Kabupaten Blitar terutama tentang materi Geografi (peta NKRI)
Perubahan Sosial Masyarakat Pasca Dibangunnya Pabrik Rokok Mahayana di Desa Sumbersuko Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang Lilis Yuliana; I Nyoman Ruja; Nurul Ratnawati
ENTITA: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 2 (2021)
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ejpis.v3i2.4671

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara berkembang. Namun seiring perkembangan, tidak menutup kemungkinan bahwa Indonesia akan menjadi negara maju. Hal itu dapat terjadi ketika perkembangan industri semakin pesat. Keberadaan kawasan industri di suatu wilayah akan memberikan perubahan mata pencaharian. Hal ini akan membantu dalam peningkatan taraf ekonomi masyarakat. Perkembangan industri yang menyebabkan perubahan juga dapat diamati di Desa Sumbersuko Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang. Adapun fokus penelitian ini yaitu: (1) Sejarah berdirinya pabrik rokok di Desa Sumbersuko Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang. (2) Perubahan sosial yang terjadi setelah dibangunnya pabrik rokok. (3) Kontribusi yang diberikan pabrik rokok Mahayana terhadap masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Lokasi penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti adalah di industri pabrik rokok PT Karya Timur. Sumber data pada penelitian ini adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan Snawball Sample. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini meliputi tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah pertama, terjadinya perubahan di masyarakat pasca dibangunnya industri pabrik rokok. Perubahan yang terjadi di masyarakat yakni terkait gaya hidup yang semakin baik dari pada sebelumnya. Perubahan tersebut seperti, beralihnya pekerjaan masyarakat dari petani menjadi karyawan pabrik. Kedua, gaya hidup masyarakat terkait model pakaian yang semakin glamour dan memiliki sikap konsumtif. Serta alat transportasi yang dimiliki masyarakat lebih dari 1 yang sangat menunjang kegiatan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, pabrik rokok Mahayana juga memberikan kontribusi terhadap masyarakat. Kontribusi yang diberikan berupa lapangan pekerjaan baru bagi masayarakat sekitar. Kedua, adanya fasilitas umum seperti lampu penerangan sepanjang jalan, bantuan pembangunan jalan raya serta fasilitas umum seperti mushola dan masjid. Ketiga, adanya bantuan sembako, pembagian daging saat hari raya Idul Adha. Serta ada reward paket umroh bagi karyawan yang hasil produksinya banyak, dan disiplin dalam bekerja
Ibu dan perekonomian keluarga: Karakteristik ibu rumah tangga dalam meningkatkan pendapatan keluarga Halimatus Sa’diyah; Sukamto Sukamto; I Nyoman Ruja
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.433 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i1p8-13

Abstract

Based on village government data, there were 1,818 IRTs in Sukoanyar Village, Pakis District, Malang Regency. Some housewives also work outside the home. Needing a factory is one of the jobs that is mostly occupied by housewives in rural areas. Likewise with the village of Sukoanyar. The number of IRT in Sukoanyar Village who became factory workers was 189 people. Being a factory worker is common for unmarried women, but it can create multiple roles for those who are married. However, what is unique about Sukoanyar Village is that there are housewives who work as factory workers while also pursuing entrepreneurship. This dual role certainly creates problems for women in maintaining the stability of their roles. These problems can come from time management, finance, or other things. Therefore, the focus of the problem to be reviewed is related to the characteristics of IRTs who work as factory workers and entrepreneurs. This research uses a qualitative approach with the type of case study research. The results showed that housewives who work in factories and are entrepreneurial are generally still in their productive age, but have a low level of education. The family's financial condition is quite stable because their needs can be fulfilled properly. In dividing time and finances, always apply a priority scale, besides that there is also a good relationship between family members to help each other complete homework. Berdasarkan data pemerintah desa, terdapat 1.818 orang IRT di Desa Sukoanyar Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Beberapa ibu rumah tangga juga bekerja di luar rumah. Butuh pabrik merupakan salah satu kerja yang banya ditekuni oleh Ibu rumah tangga di pedesaan. Begitu pula dengan desa Sukoanyar. Jumlah IRT di Desa Sukoanyar yang menjadi buruh pabrik sebanyak 189 orang. Menjadi buruh pabrik adalah hal biasa bagi wanita yang belum menikah, tetapi dapat menimbulkan peran ganda bagi yang sudah menikah. Namun, uniknya di Desa Sukoanyar terdapat ibu rumah tangga yang bekerja sebagai buruh pabrik sekaligus menekuni dunia wirausaha. Peran ganda tersebut tentunya menimbulkan masalah bagi wanita dalam menjaga kestabilan perannya. Permasalahan tersebut bisa berasal dari manajemen waktu, keuangan, maupun hal lainnya. Oleh karena itu fokus masalah yang akan diulas terkait karakteristik IRT yang bekerja sebagai buruh pabrik dan wirausaha. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Hasil penelitian menunjukkab bahwa Ibu rumah tangga yang bekerja di pabrik dan berwirausaha pada umumnya masih berada dalam usia produktif, namun memiliki tingkat pendidikan rendah. Kondisi keuangan keluarga cukup stabil karena kebutuhan dapat tercukupi dengan baik. Dalam membagi waktu dan keuangan selalu menerapkan skala prioritas, selain itu juga terdapat hubungan yang baik antar anggota keluarga untuk saling menolong menyelesaikan pekerjaan rumah.
Strategi adaptasi warga Desa Karangrejo dan Desa Sidodadi Kecamatan Garum dalam merespon aktivitas pertambangan pasir di Kali Putih Kabupaten Blitar Sovia Husni Rahmia; I Nyoman Ruja; Siti Malikhah Towaf; Sukamto Sukamto
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.043 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i1p100-106

Abstract

The purpose of this study is to find out how the adaptation strategy of the residents of Karangrejo Village and Sidodadi Village, Garum Subdistrict, Blitar Regency in responding to sand mining activities in Kali Putih, Blitar Regency. This research uses qualitative approach with descriptive research type. Data is collected through observations, in-depth interviews and documentation. Data analysis is done with interactive models. The results obtained from the research showed that the adaptation strategy carried out by the residents of Karangrejo Village and Sidodadi Village in responding to sand mining activities in Kali Putih, among others, by: 1) forming a community group of mine managers, 2) switching jobs to sand miners, 3) opening businesses related to sand mining. The next research suggestion is research on the views of non-miners towards Kali Putih sand mining activities. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana strategi adaptasi warga Desa Karangrejo dan Desa Sidodadi Kecamatan Garum Kabupaten Blitar dalam merespon aktivitas pertambangan pasir di Kali Putih Kabupaten Blitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model interaktif. Hasil yang diperoleh dari penelitian menunjukkan bahwa strategi adaptasi yang dilakukan oleh warga Desa Karangrejo dan Desa Sidodadi dalam merespon aktivitas pertambangan pasir di Kali Putih antara lain dengan: 1) membentuk kelompok masyarakat pengelola tambang, 2) beralih pekerjaan menjadi penambang pasir, 3) membuka usaha yang berkaitan dengan pertambangan pasir. Saran penelitian selanjutnya adalah penelitian mengenai pandangan masyarakat non-penambang terhadap aktivitas pertambangan pasir Kali Putih.
Tenaga kerja wanita (TKW) dan perubahan sosial yang disebabkannya Eka Khoirul Ana; I Nyoman Ruja; I Dewa Putu Eskasasnanda
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.741 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i2p151-159

Abstract

The focus of this research is to analyze 1) the characteristics of TKW; 2) reasons for the overseas mobility carried out by TKW; and 3) social changes that occur in the families of TKW. This research is located in Dawung Village, Ringinrejo District, Kediri Regency. A qualitative approach with this type of descriptive research is used to achieve the focus of this study. The results showed that the characteristics of TKW from Dawung Village were 1) productive age; 2) Low level of education, 3) Total dependable burden of more than 1 person; 4) the occupation which is mostly done is domestic servants; 5) Working in Asian countries. Income that is greater than working in the country is the main reason for TKW to travel abroad. They also want to have business capital, meet their children's educational needs, and are in debt. Social changes that occur in the families of TKW are in the form of changes in the role of family members, child care patterns, ways of communicating, and lifestyle. For further researchers, it is hoped that they can study the social changes of TKW families related to children's education. Fokus pelaksanaan penelitian ini adalah untuk menganalisis 1) karakteristik TKW; 2) alasan mobilitas ke luar negeri yang dilakukan oleh TKW; dan 3) perubahan sosial yang terjadi pada keluarga TKW. Penelitian ini berlokasi di Desa Dawung Kecamatan Ringinrejo Kabupaten Kediri. Pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif digunakan untuk mencapai fokus dari penelitian ini. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik TKW dari Desa Dawung yaitu 1) Berusia produktif; 2) Tingkat pendidikan yang rendah, 3) Jumlah beban tanggungan lebih dari 1 orang; 4) pekerjaan yang banyak digeluti adalah pembantu rumah tangga; 5) Bekerja di negara-negara Asia. Penghasilan yang lebih besar dibandingkan kerja di dalam negeri menjadi penyebab utama TKW melakukan mobilitar ke luar negeri. Selain itu, mereka juga ingin memiliki modal usaha, memenuhi kebutuhan pendidikan anak, serta terlilit hutang. Perubahan sosial yang terjadi pada keluarga TKW yaitu berupa perubahan peran anggota keluarga, pola pengasuhan anak, cara berkomunikasi, dan gaya hidup. Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan dapat mengkaji mengenai perubahan sosial keluarga TKW terkait dengan pendidikan anak.
Konstruksi sosial: Aktivitas belajar siswa SMP Negeri 10 Malang korban school bullying pada kelas VII Nelly Isroy Camelya; I Nyoman Ruja; Sukamto Sukamto; I Dewa Putu Eskasasnanda
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1033.77 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i2p173-181

Abstract

This study aims to describe the characteristics of students victims of school bullying grade VII, (2) forms of school bullying, (3) social construction causes school bullying, (4) learning activities of students victims of school bullying, (5) social construction of teachers in providing social intervention and construction to school bullying. The research was conducted at SMP Negeri 10 Malang using qualitative approach with case study type research. The results showed that: first, victims of bullying in grade VII are different from students in general both physically and academically, victims of bullying have hurt their feelings and do not have many friends. Second, this form of bullying consists of physical, verbal, mental/psychological and electronic. Third, acts of bullying cannot be released from social construction because perpetrators, spectators and teachers justify bullying occurring because of the victim's fault. Fourth, bullying can make victims have learning difficulties. Fifth, the intervention taken by the teacher is to provide material about bullying, make the classroom atmosphere comfortable and make a picture about the prohibition of bully. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai: (1) karakteristik siswa korban school bullying kelas VII, (2) bentuk-bentuk school bullying, (3) konstruksi sosial penyebab school bullying, (4) aktivitas belajar siswa korban school bullying, (5) konstruksi sosial guru dalam memberikan intervensi dan konstruksi sosial terhadap school bullying. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 10 Malang dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, korban bullying di kelas VII berbeda dengan siswa pada umumnya baik secara fisik maupun akademik, korban bullying pernah menyakiti perasaan temannya dan tidak memiliki teman yang banyak. Kedua, bentuk bullying terdiri dari fisik, verbal, mental/psikologis dan elektronik. Ketiga, tindakan bullying tidak dapat dilepaskan dari konstruksi sosial karena pelaku, penonton dan guru membenarkan bullying terjadi karena kesalahan korban. Keempat, bullying dapat membuat korban mengalami kesulitan belajar. Kelima, tindakan intervensi yang dilakukan guru adalah memberikan materi mengenai bullying, membuat suasana kelas nyaman dan membuat gambar tentang larangan mem-bully.
Permasalahan guru IPS dalam pengembangan media pembelajaran di SMP Brawijaya Smart School Malang berbasis TIK Muhammad Khoiro; I Nyoman Ruja; Siti Malikhah Towaf
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.15 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i3p270-276

Abstract

Learning today can be facilitated with the help of technology that can be utilized by teachers in presenting learning materials in the teaching and learning process. In order to facilitate teachers in carrying out the teaching and learning process can use the main learning media based on Information and Communication Technology (ICT). But the phenomenon that occurs, teachers experience a lot of problems when developing ICT-based learning media. Qualitative research method of phenomenological approach can be understood that the results of research in SMP BSS show; 1) The awareness of IPS teachers in SMP BSS the importance of ICT-based learning media; 2) Teacher problems in developing ICT-based learning media in the form of, how to operate media software and follow the development of technology; 3) factors of problematika emergence, namely, age factors, lack of skills mentoring, differences learned between generations, overload of additional tasks, and lack of opportunities in the division of time to learn; 4) addressing the problems that arise, ips teachers at SMP BSS take a stand by doing time management, and also the spirit of continuing to learn ICT-based learning media; 5) the hope of ips teachers in SMP BSS is that there is a paya fulfillment of facilities from the agency so that the problems they face can be resolved. Pembelajaran saat ini dapat dipermudah dengan bantuan teknologi yang bisa dimanfaatkan oleh guru dalam menyajikan materi pembelajaran dalam proses belajar mengajar. Guna mempernudah guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar dapat menggunakan media pembelajaran utamanya berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Namun fenomena yang terjadi, guru banyak mengalami problematika ketika mengembangkan media pembelajaran berbasis TIK. Metode penelitian kualitatif pendekatan fenomenologi dapat dipahami bahwa hasil penelitian di SMP BSS menunjukkan; 1) Adanya kesadaran guru IPS di SMP BSS pentingnya media pembelajaran berbasis TIK; 2) Permasalahan guru dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis TIK berupa, cara pengoperasian software media dan mengikuti perkembangan teknology; 3) factor munculnya problematika yakni, factor usia, tidak adanya pendampingan keterampilan, perbedaan yang dipelajari antar generasi, overload tugas tambahan, dan kurangnya kesempatan dalam pembagian waktu untuk belajar; 4) menyikapi problematika yang muncul, guru IPS di SMP BSS mengambil sikap dengan melakukan manajemen waktu, dan juga semangat terus belajar media pembelajaran berbasis TIK; 5) harapan guru IPS di SMP BSS yakni ada paya pemenuhan fasilitas dari instansi agar problematika yang mereka hadapi dapat teratasi.
Co-Authors Abdi Maulana Rahman Ach Fatchan Ach Fatchan Ach Fatchan, Ach Ach. Fatchan Ach. Fatchan Ach. Fatchan, Ach. Achmad Fatchan Achmad Fathan, Achmad Adita Taufik Widianto Adita Taufik Widianto, Adita Taufik Afifah, Fitri Nur Agung Minto Wahyu Agung Wiradimadja Agus Purnomo Agus Purnomo Aida, Nadia Nur Aliyah, Elvira Zulfah Andri Estining Sejati Angga Puspita Annas Waladul Mufid, M. Khoirul Annisa Laila Dharmawan Arfiany Nur Amalia Atok Ahmad Rizqoni Avietha Reinanda Azzah Aini Fahmiya Bashofi, Ferdinan Bashofi, Ferdinan  Bayu Kurniawan Bintang Muhammad Sahara Efendi Budi Handoyo Budijanto David Golddra Pamungkas Bramantya Dedi Kuswandi Defita Dwi Anggi Desinta Dwi Rapita Devy Yuliana Putri Dewi Saraswati, Dewi Dina Rahma Ardhiana Dwi Pudi Lestari Dwiyono Hari Utomo Efendi, Bintang Muhammad Sahara Eka Khoirul Ana Eko Anang Hadi Santoso Endika Priambodo Susanto Faizatul Mahmudah Farina Amelia Febria Ayu Fitri Nur Fatmawati Ferdinan Bashofi Ferdinan  Bashofi Fuad Guntara Fuad Guntara, Fuad Gebi Angelina Zahra Habibah, Fatimatuzzahro Halimatus Sa’diyah Heldigard Anggreani Ina Malo Hendra Hendra Hendra Hendra Heri Setiawan I Dewa Putu Eskasasnanda, I Dewa Putu Ida Retnaning idris, . Iis Tri Septyawati Inggritia Zahrotunnisa Isa Wijiningtyas Junita, Astrid Junita Khofifatu Rohmah Adi khusnul khotimah Khusnul Khotimah Kiki Meylavinasari Kurniawan, Novian Candra Kurniawan, Novian Candra Kurniawan Laili Fitri Astutik Lailil Nadhifatul Muazaroh Latang, Latang Lilis Yuliana Lubaiba Nadiya Alkaffi Luhung Achmad Perguna, Luhung Achmad Lutfitasari Lutfitasari M. Iqbal Liayong Pratama Mafazah, Elsa Diah Majidah, Emillatul Martinus Hermenegild Mau Maulana, Bayu Mely Kurnia Meylavinasari, Kiki Moh. Pebrianto Mohamad Amirudin Mokhammad Ilham Fuady Muazaroh, Lailil Nadhifatul Muhammad Khoiro Muktiningsih Nurjayadi Nandiata Ayu Palanjuta Nelly Isroy Camelya Neni Wahyuningtyas, Neni Ni'matuzzuriyah, Ni'matuzzuriyah Nia Hariwiyanti Novian Candra Kurniawan Nurul Ratnawati, Nurul Pebrianto, Moh Priambodo Susanto, Endika Ramadhani, Novela Wahyu Ranu Eko Raharjo Ratih Pramesthi Retno Wulandari Riawati, Enik Rihlah Khoirunnisa' Asshidiqi Rista Anggraini Rista Anggraini Romadhina, Lailatul Ruhni, Zaedar salam, Aldi Dani Salsabila, Unik Hanifah Samudra Pangestu, Agung Saputri, Almira Rahma Sari, Ninik Yustina Sauca, Dhinar Mawanti Singgih Susilo Siti Malikhah Towaf Siti Mar'atus Sholihah Siti Mar’atus Sholihah Sovia Husni Rahmia Sri Ira Suharwati Sri Ira Suharwati, Sri Ira Sugeng Utaya Sujiono Sujiono Sukamto Sukamto Sukamto Sukamto Sularmi Sularmi Sumarmi Tutut Chusniyah Tyas Tamara Aldilla Ugik Endarto Valencia Tamara Wiediharto Vian Noer Achmad Hidayat Wahyudi Wahyudi Warda, Athirotul Wulandari, Dita Risky Dwi Yosi Maurin Zulfa Meutia Putri