p-Index From 2021 - 2026
10.133
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Pendidikan Geografi (Berkala) Jurnal Pendidikan Karakter Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Jurnal Sejarah dan Budaya Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Jurnal Sejarah dan Budaya Jurnal Teori dan Praksis Pembelajaran IPS Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis Jurnal Pendidikan : Riset dan Konseptual JURNAL MUQODDIMAH : Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Jurnal PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Gulawentah:Jurnal Studi Sosial KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Diakronika Jurnal Edueco Jurnal Komunikasi Pendidikan Socius (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial) (Edisi Elektronik) Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial ENTITA: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial Madaniya Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi JURNAL PENDIDIKAN IPS SOSEARCH : Social Science Educational Research Edusia: Jurnal Ilmiah Pendidikan Asia Jurnal Media dan Teknologi Pendidikan Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-ilmu Sosial Jurnal Azimut Edutainment : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Kependidikan Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Pendidikan (JEBP) Jurnal Andragogi Pedagogi dan Pemberdayaan Masyarakat Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Journal of Innovation and Teacher Professionalism Buletin Literasi Budaya Sekolah Humanities Horizon Journal Jurnal Pendidikan Progresif Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Claim Missing Document
Check
Articles

Eksistensi Solidaritas Sosial Budaya Maudu Lompoa Dalam Tinjauan Geografi Budaya Hendra -; Budijanto -; I Nyoman Ruja; M. Iqbal Liayong Pratama
Jurnal Azimut Vol 2 No 1 (2019): Volume 2 No. 1 Juni 2019
Publisher : Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (723.654 KB) | DOI: 10.31317/jaz.v2i1.439

Abstract

The purpose of the research is to describe the existence of maudu lompoa sociocultural solidarity in a review of cultural geography. The life of the community has undergone many shifts in lifestyle, especially individual and meterialistic attitudes, of course if this continues to occur it will cause social conflicts. Therefore, it is necessary to implement the values ​​of solidarity in people's lives. Values ​​derived from national identity so that people's lives run with peace and prosperity. These values ​​reside in many local cultures run by the community. In the Cikoang community, the values ​​of social solidarity are still well preserved in the procession of the Culture of the lompoa. This research is a descriptive study with an ethnographic approach. The results of the study show that the cultural change of maudu lompoa which is influenced by the environmental, social and economic conditions of the Cikoang community turned out to further strengthen the social and cultural solidarity of the people from time to time. The existence of Cikoang community social solidarity in maudu lompoa culture is able to be implemented in daily life.
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Tradisi Suran Valencia Tamara Wiediharto; I Nyoman Ruja; Agus Purnomo
Diakronika Vol 20 No 1 (2020): DIAKRONIKA
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.023 KB) | DOI: 10.24036/diakronika/vol20-iss1/122

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bentuk nilai-nilai kearifan lokal Tradisi Suran di Desa Wonosari Kecamatan Wonosari Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ada tiga, yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Simpulan penelitian ini adalah Tradisi Suran merupakan perayaan masyarakat Desa Wonosari untuk menyambut tanggal 1 pada Bulan Suro. Masyarakat Desa Wonosari memiliki cara-cara tersendiri untuk melestarikan tradisi yang ada di sekitarnya dan dikenal dengan kearifan lokal. Adapun kearifan lokal yang ada pada Tradisi Suran terbagi menjadi beberapa nilai, diantaranya nilai religi, nilai estetika, nilai gotong royong, nilai moral dan nilai toleransi. Nilai-nilai kearifan lokal tersebut merupakan simbol-simbol yang dihasilkan oleh masyarakat melalui proses interaksi. Nilai-nilai tersebut dapat dimaknai dengan baik apabila masyarakat menjalankan Tradisi Suran secara rutin setiap tahun dan memahami nilai-nilai yang terkandung dalam setiap tahapan mulai dari persiapan, pelaksanaan dan penutupan.
Pengembangan Suplemen Bahan Ajar Geografi Berbasis Potensi Lokal Sumber Daya Alam dan Manusia Lubaiba Nadiya Alkaffi; Singgih Susilo; I Nyoman Ruja
Jurnal Pendidikan : Riset dan Konseptual Vol 7 No 1 (2023): Volume 7, Nomor 1, 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/riset_konseptual.v7i1.654

Abstract

Abstrak: Ketahanan pangan merupakan hak dasar yang dimiliki oleh setiap lapisan masyarakat. Terpenuhinya kebutuhan pangan di setiap negara dipengaruhi oleh kondisi fisik dan social. Kondisi fisik berupa sumber daya alam terutama di Indonesia bergantung pada sector pertanian dan perkebunan sebagai komoditi utama. Ketahanan pangan merupakan materi pada Mata Pelajaran Geografi kelas XI SMA. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan produk penunjang pembelajaran geografi dan menguji kualitas produk. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development(R&D) dengan model Borg&Gall yang telah di modifikasi menjadi enam tahap pengembangan, yaitu 1)penelitian dan pengumpulan informasi, (2) Perencanaan, (3)pengembangan draf awal, (4) uji coba lapangan awal, (5) revisi produk, (6) produk akhir dan implementasi . Berdasarkan hasil dari validasi ahli materi menunjukkan presentase sebesr 92,8% dengan kriteria interpretasi sangat valid pada empat aspek (penyajian, kelayakan isimateri, bahasa dan belajar mandiri). Angket respon peserta didik menunjukkan presentase sebesar 87,3% hasil dipresentase ini menunjukkan bahwa peserta didik tertarik dan mampu memahami isi dari produk yang dikembangkan yakni suplemen buku. Berdasakan hasil yang telah dipaparkan menunjukkan Produk pengembagan suplemen bahan ajar layak untuk digunakan sebagai penunjang materi dalam pembelajaran geografi.
Konstruksi sosial wisata religi makam Sunan Bonang di Kelurahan Kutorejo Kecamatan Tuban Kabupaten Tuban Ranu Eko Raharjo; Sukamto Sukamto; Siti Malikhah Towaf; I Nyoman Ruja; Devy Yuliana Putri
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe: (1) the characteristics of religious tourists at the Sunan Bonang Tomb, Kutorejo Village, Tuban District, Tuban Regency, (2) the process of carrying out the pilgrimage of religious tourists at the Sunan Bonang Tomb, Kutorejo Village, Tuban District, Tuban Regency, (3) social construction tourists to the meaning of religious tourism at the Sunan Bonang Tomb, Kutorejo Village, Tuban District, Tuban Regency. The approach and type of research used is descriptive qualitative. The results of this study indicate that: (1) the characteristics of tourists who make pilgrimages are mostly male with an age range of 27-61 years. The tourists include working as entrepreneurs and the majority are currently studying at Senior High School (SMA). Religious tourists are dominated by people from outside Tuban; (2) the process of carrying out the pilgrimage includes taking ablution, greeting the tomb, sending Al-Fatihah prayers to Rasulullah and addressed to Sunan Bonang, reading the Qur'an, Al-Fatihah, Tahlil, Yasin, Sholawat, and closing. with a personal prayer to God through the intermediary of the tomb of Sunan Bonang; (3) tourists interpret the tradition of pilgrimage at the tomb of Sunan Bonang due to the influence of parents (ancestors), culture, and the environment. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) ciri khas wisatawan religi di Makam Sunan Bonang, Kelurahan Kutorejo, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, (2) proses pelaksanaan ziarah wisatawan religi di Makam Sunan Bonang Kelurahan Kutorejo Kecamatan Tuban Kabupaten Tuban, (3) konstruksi sosial wisatawan terhadap makna wisata religi di Makam Sunan Bonang Kelurahan Kutorejo Kecamatan Tuban Kabupaten Tuban. Pendekatan dan jenis penelitian yang digunakan ialah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) ciri khas wisatawan yang berziarah sebagian besar memiliki jenis kelamin laki-laki dengan rentan usia antara 27-61 tahun. Para wisatawan diantaranya bekerja sebagai wiraswasta dan mayoritas sedang menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Atas (SMA). Wisatawan religi didominasi oleh masyarakat yang berasal dari Luar Tuban; (2) adapun proses pelaksanaan ziarah diantaranya dimulai dengan mengambi wudhu, mengucapkan salam masuk makam, berikirim doa Al-Fatihah kepada Rasulallah dan ditujukan kepada Sunan Bonang, membaca Al-Qur’an, Al-Fatihah, Tahlil, Yasin, Sholawat, dan ditutup dengan do’a pribadi kepada Allah lewat perantara makam Sunan Bonang; (3) wisatawan memaknai tradisi ziarah di makam Sunan Bonang dikarenakan pengaruh dari orangtua (leluhur), budaya, dan lingkungannya.
Konstruksi sosial Siraman Gong Kyai Pradah di Blitar Laili Fitri Astutik; Sukamto Sukamto; Agus Purnomo; I Nyoman Ruja; David Golddra Pamungkas Bramantya
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap budaya lokal memiliki keunikan dan keindahan tersendiri yang membedakannya. Hal ini disebabkan adanya perbedaan kepercayaan yang diwarisi dari nenek moyang dan diturunkan dari generasi ke generasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis konstruksi sosial masyarakat berbasis tradisi SGKP di Desa Kalipan. Pendekatan dan jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Proses pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, hasil konstruksi sosial disajikan melalui tiga momen: eksternalisasi, objektifikasi, dan internalisasi. Momen eksternalisasi menunjukkan bahwa masyarakat desa Kalipan mengetahui bahwa tradisi ini berasal dari orang tua (leluhur) dan lingkungannya, sebuah momen objektifikasi untuk mencoba, dan tradisi ini menjadi kebiasaan masyarakat desa Kalipan. Selain itu, momen internalisasi menunjukkan bahwa masyarakat percaya bahwa tradisi SGKP memberkati kehidupan mereka dan air yang digunakan untuk mandi GKP dapat menyembuhkan berbagai penyakit.
Nilai-nilai religius dalam tradisi Bersih Nagari di Kabupaten Tulungagung Febria Ayu Fitri Nur Fatmawati; Sukamto Sukamto; I Dewa Putu Eskasasnanda; I Nyoman Ruja; Bintang Muhammad Sahara Efendi
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the religious values contained in the Clean Nagari tradition in Tulungagung Regency. The research location is in Tulungagung Regency. The results of the study show that: first, the religious values contained in this tradition are expecting the pleasure of God Almighty by making pilgrimages to the tombs of the ancestors and praying for the ancestors. Second, the recitation of prayers at the closing of the main event of Bersih Nagari. This prayer is led by one of the elders of the Clean Nagari tradition. Prayer activities as a form of expression of gratitude to God Almighty. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai religius yang terkandung dalam tradisi Bersih Nagari di Kabupaten Tulungagung. Lokasi penelitian berada di Kabupaten Tulungagung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, nilai-nilai religius yang terkandung dalam tradisi ini adalah mengharapkan ridho dari Tuhan Yang Maha Esa dengan melakukan kegiatan ziarah ke makam para leluhur dan mendo’akan para leluhur. Kedua, pembacaan do’a yang dilakukan pada saat penutupan acara inti Bersih Nagari. Berdo’a ini dipimpin oleh salah satu sesepuh tradisi Bersih Nagari. Kegiatan berdo’a sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
ANALISIS PEMANFAATAN SEARCH ENGINE SEBAGAI SUMBER BELAJAR PESERTA DIDIK DALAM MEMAHAMI MATERI IPS Rista Anggraini; Neni Wahyuningtyas; I Nyoman Ruja
Edutainment Vol 9 No 2 (2021): Edutainment : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Kependidikan
Publisher : UNMUHBABEL Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.492 KB) | DOI: 10.35438/e.v9i2.462

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan search engine sebagai sumber belajar dalam memahami materi Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di tengah peralihan perkembangan zaman. Dimana pada awalnya buku sebagai sumber belajar, tetapi sekarang internet digunakan oleh peserta didik sebagai sumber belajar dalam menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan oleh guru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik yang memanfaatkan search engine sebagai sumber belajar IPS mampu menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan oleh guru. Situs-situs yang sering dikunjungi oleh peserta didik dalam mencari jawaban yaitu Brainly dan Wikipedia. Rentang waktu yang digunakan oleh peserta didik belajar menggunakan search engine sebagai sumber belajar, yakni intensitas rendah dengan durasi 0,5-1 jam sehari dan intensitas tinggi dengan durasi 3-4 jam sehari. Sebagian besar peserta didik menyatakan bahwa belajar menggunakan search engine sebagai sumber belajar mampu dilakukan secara mandiri, karena memiliki banyak informasi yang bisa mendukung kegiatan belajar peserta didik.
Kontribusi industri batu bata merah terhadap pendapatan pekerja di Desa Ngreco Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri Azzah Aini Fahmiya; I Nyoman Ruja; Agus Purnomo; Sukamto Sukamto; David Golddra Pamungkas Bramantya
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the contribution of the red brick industry to the income of workers in Ngreco Village using a qualitative method with a descriptive type of research. The results of this study indicate that income among workers is different. This is caused by several factors such as the capital used, the amount of red bricks produced and the erratic weather. This research is expected to be able to open ideas for more in-depth research to conduct studies with different perspectives, namely about the influence of the existence of the brick industry on the availability of natural resources. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan kontribusi industri batu bata merah terhadap pendapatan pekerja di Desa Ngreco menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendapatan antar pekerja berbeda-beda. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti modal yang digunakan, jumlah batu bata merah yang dihasilkan dan cuaca yang tidak menentu. Penelitian ini diharapkan mampu membuka ide bagi penelitian yang lebih mendalam untuk melakukan kajian dengan perspektif yang berbeda yaitu tentang pengaruh adanya industri batu bata pada ketersediaan sumber daya alam.
Konstruksi sosial makna Tari Gandrung Seblang bagi Desa Bakungan Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi Heri Setiawan; Sukamto Sukamto; I Dewa Putu Eskasasnanda; I Nyoman Ruja; Ratih Pramesthi
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The formulation of the problems in this study are (1) What is the history of the emergence of the Gandrung Seblang Dance tradition in Bakungan Village, Glagah District? (2) What is the form of the Gandrung Seblang Dance and the meaning contained in the Gandrung Seblang Dance tradition in Bakungan Village, Glagah District? (3) How is the Social Construction of the Gandrung Seblang Dance in Bakungan Village, Glagah District? This study used a qualitative approach with a descriptive research type. The data collection technique uses a purposive technique. The results of the study show that: (1) There are two versions of the history of the creation of the Gandrung Seblang dance in the Bakungan community. The first version states that this tradition began as a ritual to honor the services of Mbah Djoyo, a village ancestor and to express gratitude to the village guard who was willing to be transferred for the development of the village area. The second version states that the Gandrung Seblang dance arose as a result of an ancient story in which many residents of Bakungan Village experienced disease outbreaks and crop failures. The researcher suggests researching "The Development of the Gandrung Dance Tradition in the Millennial Era" from a different theoretical perspective, besides that future researchers can also use research methods that are different from this research. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana sejarah munculnya tradisi Tari Gandrung Seblang di Desa Bakungan Kecamatan Glagah? (2) Bagaimana Bentuk Tari Gandrung Seblang dan makna yang terkandung dalam tradisi Tari Gandrung Seblang di Desa Bakungan Kecamatan Glagah? (3) Bagaimana Konstruksi Sosial Tari Gandrung Seblang di Desa Bakungan Kecamatan Glagah?. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengambilan data menggunakan teknik purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat dua versi sejarah terciptanya tari Gandrung Seblang di masyarakat Bakungan. Versi pertama menyatakan bahwa tradisi ini bermula sebagai ritual untuk menghormati jasa Mbah Djoyo, seorang leluhur desa dan rasa terima kasih kepada dayang penunggu desa yang berkenan dipindahkan guna pembangunan wilayah desa. Versi kedua, menyatakan bahwa tari Gandrung Seblang muncul akibat kisah zaman dahulu dimana banyak penduduk Desa Bakungan mengalami wabah penyakit dan kegagalan panen. Peneliti menyarankan untuk meneliti “Perkembangan Tradisi Tari Gandrung di Era Milenial” dalam perspektif teoretik yang berbeda, selain itu peneliti selanjutnya juga bisa menggunakan metode penelitian yang berbeda dengan penelitian ini.
Pemahaman tentang makna pacaran dan perilaku seksual pada remaja awal di Desa Gunung Jati Kabupaten Blitar Retno Wulandari; I Dewa Putu Eskasasnanda; Siti Malikhah Towaf; I Nyoman Ruja; Mely Kurnia
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the meaning of dating for early teens in Gunung Jati Village, Malang Regency, early teens knowledge about sexual education and factors related to sexual behavior. The study used descriptive qualitative research. The results showed that: (1) the meaning of engage for early teens was based on feelings of love and fear of losing ones, for entertain, and sex experience, (2) early teens did not know about the concept of sexual education, (3) the factors of early teens do sexual behavior because of sexual maturity, feeling of being interested and they believe they will marry with their couple, obstruction of desire to marry cause of age, could not resist sexual desire, mass media influence and experience of sexual behavior with their couple. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna pacaran bagi remaja awal di Desa Gunung Jati Kabupaten Malang, serta pengetahuan remaja awal tentang pendidikan seksual, dan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku seksual remaja awal. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) makna pacaran bagi remaja awal; dilandasi karena adanya perasaan suka serta takut kehilangan orang yang disukai, sarana hiburan, dan mencari pengalaman, (2) remaja awal tidak mengetahui tentang konsep pendidikan seksual, (3) faktor penyebab remaja awal melakukan perilaku seksual karena kematangan seksual, perasaan tertarik dan yakin suatu saat akan menikah dengan pacar, terhalangnya keinginan menikah karena umur, tidak dapat menahan hasrat seksual, pengaruh media massa dan pengalaman melakukan perilaku seksual dengan pacar.
Co-Authors Abdi Maulana Rahman Ach Fatchan Ach Fatchan Ach Fatchan, Ach Ach. Fatchan Ach. Fatchan Ach. Fatchan, Ach. Achmad Fatchan Achmad Fathan, Achmad Adita Taufik Widianto Adita Taufik Widianto, Adita Taufik Afifah, Fitri Nur Agung Minto Wahyu Agung Wiradimadja Agus Purnomo Agus Purnomo Aida, Nadia Nur Aliyah, Elvira Zulfah Andri Estining Sejati Angga Puspita Annas Waladul Mufid, M. Khoirul Annisa Laila Dharmawan Arfiany Nur Amalia Asshidiqi, Rihlah Khoirunnisa' Atok Ahmad Rizqoni Avietha Reinanda Azzah Aini Fahmiya Bashofi, Ferdinan Bashofi, Ferdinan  Bayu Kurniawan Bintang Muhammad Sahara Efendi Budi Handoyo Budijanto David Golddra Pamungkas Bramantya Dedi Kuswandi Defita Dwi Anggi Desinta Dwi Rapita Devy Yuliana Putri Dewi Saraswati, Dewi Dina Rahma Ardhiana Dwi Pudi Lestari Dwiyono Hari Utomo Efendi, Bintang Muhammad Sahara Eka Khoirul Ana Eko Anang Hadi Santoso Endika Priambodo Susanto Faizatul Mahmudah Farina Amelia Febria Ayu Fitri Nur Fatmawati Ferdinan Bashofi Ferdinan  Bashofi Fuad Guntara Fuad Guntara, Fuad Gebi Angelina Zahra Habibah, Fatimatuzzahro Halimatus Sa’diyah Heldigard Anggreani Ina Malo Hendra Hendra Hendra Hendra Heri Setiawan Hidayat, Vian Noer Achmad I Dewa Putu Eskasasnanda, I Dewa Putu idris, . Iis Tri Septyawati Inggritia Zahrotunnisa Isa Wijiningtyas Junita, Astrid Junita Khofifatu Rohmah Adi Khusnul Khotimah khusnul khotimah Kiki Meylavinasari Kurniawan, Novian Candra Kurniawan, Novian Candra Kurniawan Laili Fitri Astutik Lailil Nadhifatul Muazaroh Latang, Latang Lilis Yuliana Lubaiba Nadiya Alkaffi Luhung Achmad Perguna, Luhung Achmad Lutfitasari Lutfitasari M. Iqbal Liayong Pratama Mafazah, Elsa Diah Majidah, Emillatul Martinus Hermenegild Mau Maulana, Bayu Mely Kurnia Meylavinasari, Kiki Mohamad Amirudin Mokhammad Ilham Fuady Muazaroh, Lailil Nadhifatul Muhammad Khoiro Muktiningsih Nurjayadi Nandiata Ayu Palanjuta Nelly Isroy Camelya Neni Wahyuningtyas, Neni Ni'matuzzuriyah, Ni'matuzzuriyah Nia Hariwiyanti Novian Candra Kurniawan Nurul Ratnawati, Nurul Pebrianto, Moh Pebrianto, Moh. Priambodo Susanto, Endika Putri, Zulfa Meutia Ramadhani, Novela Wahyu Ranu Eko Raharjo Ratih Pramesthi Retnaning, Ida Retno Wulandari Riawati, Enik Rista Anggraini Rista Anggraini Romadhina, Lailatul Ruhni, Zaedar salam, Aldi Dani Salsabila, Unik Hanifah Samudra Pangestu, Agung Saputri, Almira Rahma Sari, Ninik Yustina Sauca, Dhinar Mawanti Singgih Susilo Siti Malikhah Towaf Siti Mar'atus Sholihah Sovia Husni Rahmia Sri Ira Suharwati Sri Ira Suharwati, Sri Ira Sugeng Utaya Sujiono Sujiono Sukamto Sukamto Sukamto Sukamto Sularmi Sularmi Sumarmi Tutut Chusniyah Tyas Tamara Aldilla Ugik Endarto Valencia Tamara Wiediharto Wahyudi Wahyudi Warda, Athirotul Wulandari, Dita Risky Dwi Yosi Maurin