p-Index From 2021 - 2026
6.931
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknik Jurnal Sosiologi Reflektif DEDIKASI JURNAL MAHASISWA YUDISIA : Jurnal Pemikiran Hukum dan Hukum Islam Hukum Islam Rekayasa Sipil Al Khawarizmi: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam Asy-Syir'ah: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum Jurnal Riset Manajemen dan Bisnis (JRMB) Fakultas Ekonomi UNIAT Desimal: Jurnal Matematika Jurnal Ulul Albab JTAM (Jurnal Teori dan Aplikasi Matematika) Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Jurnal Riset Teknologi dan Inovasi Pendidikan (Jartika) Jurnal Riset Rekayasa Sipil MES: Journal of Mathematics Education and Science Altasia : Jurnal Pariwisata Indonesia JURNAL PEMBELAJARAN DAN MATEMATIKA SIGMA (JPMS) GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan IJECA (International Journal of Education and Curriculum Application) Al-Ihkam: Jurnal Hukum Keluarga Jurusan Ahwal al-Syakhshiyyah Fakultas Syariah IAIN Mataram Jurnal Suara Hukum Jurnal Wahana Pendidikan JPMB: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Berkarakter Jurnal Lebesgue : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Matematika dan Statistika Journal of Soft Computing Exploration Al-Mazaahib: Jurnal Perbandingan Hukum Jurnal Res Justitia : Jurnal Ilmu Hukum Jurnal Riset dan Pengabdian Masyarakat JILSA (Jurnal Ilmu Linguistik dan Sastra Arab) Al-Mu'awanah Az Zarqa': Jurnal Hukum Bisnis Islam Al-Qisthu: Jurnal Kajian Ilmu-Ilmu Hukum Jurnal Didactical Mathematics JIAGABI Tsaqofah: Jurnal Penelitian Guru Indonesia Supremasi Hukum: Jurnal Kajian Ilmu Hukum Kreasi: Jurnal Inovasi dan Pengabdian Kepada Masyaraka el-Aqwal: Journal of Sharia and Comparative Law MAHAKIM: Journal of Islamic Family Law Journal of Social Knowledge Education (JSKE) Jurnal Hukum Caraka Justitia Central Publisher Tasyri' JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Edelweiss : Journal of Innovation in Educational Research ABDIANDAYA : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Journal of Sharia Economy and Islamic Tourism Al-Iqro' INFOKOM
Claim Missing Document
Check
Articles

Penyatuatapan Sistem Pembinaan Peradilan di Indonesia Era Reformasi dan Pengaruhnya terhadap Otoritas Peradilan Agama Ibrahim, Malik; Warsito, Tulus; Jatmika, Sidik; Pribadi, Ulung
Asy-Syir'ah: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum Vol 52 No 2 (2018)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajish.v52i2.500

Abstract

Abstrac: Management of the Religious Courts in Indonesia turn to changes in the Reformation era. Before the Reformation era, management of the Religious Courts was carried out by two institutions;, namely the Ministry of Religion and the Supreme Court, while in the Reformation era its management was only carried out by the Supreme Court. This paper looks at the phenomenon of formation change processes and its influence on the Religious Court, especially related to the reasons for changes and the factors that influence these changes. This phenomenon is influenced by internal factors and external factors. Its internal factor is efficiency in judicial management and the opening of opportunities for the Religious Courts officials to compete with other judicial officers below the Supreme Court. Its external factor is the enactment of several laws and regulations as mandated by judicial reform in Indonesia. These changes have caused significant results as can be seen in several aspects, such as the revitalization of positions, roles, functions and institutions, organizational structure, institutional processes (litigation and non-litigation processes), human resources, and public services that are fast, transparent and easy. However, the change in management still has unresolved problems, such as budgetary aspects and employee recruitment. Also, the independence of the religious courts during the reform era is not fully independent in totality because it still influenced by the power outside the religious courts or the supreme court; executive and legislative power.Abstrak: Pada era reformasi, telah terjadi perubahan pembinaan terhadap Peradilan Agama (PA). Jika sebelum era Reformasi pembinaan PA menganut sistem peradilan dua atap, dalam arti bahwa pembinaan peradilan PA dilakukan oleh dua lembaga, yaitu Kementerian Agama dan Mahkamah Agung, maka pada era Reformasi pembinaan PA menganut sistem peradilan satu atap, yakni bahwa pembinaan hanya dilakukan oleh Mahkamah Agung. Tulisan ini melihat fenomena proses perubahan pembinaan dan pengaruhnya terhadap PA, terutama terkait dengan alasan perubahan dan faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan tersebut. Perubahan pembinanan yang terjadi pada PA dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yang mempengaruhi perubahan tersebut adalah keinginan dari aparat PA untuk melakukan pengelolaan pengadilan secara lebih efisien dan memudahkan komunikasi di antara aparat PA dan juga harapan agar aparat PA mampu bersaing dengan aparat peradilan lainnya di bawah MA. Sementara faktor eksternalnya adalah diberlakukannya beberapa peraturan perundangan sebagai amanat reformasi peradilan di Indonesia. Perubahan tersebut telah menyebabkan perubahan yang cukup signifikan sebagaimana dapat dilihat pada beberapa aspek, seperti revitalisasi kedudukan, peran, fungsi dan lembaga, struktur organisasi, proses kelembagaan (proses berperkara dan nonperkara), sumber daya manusia, dan pelayanan publik yang cepat, transparan dan mudah. Namun perubahan pembinaan tersebut juga masih menyisakan problem yang belum terselesaikan, yaitu aspek anggaran dan rekruitmen pegawai sehingga kemandirian yang terjadi di lingkungan PA pada masa reformasi belum sepenuhnya mandiri secara totalitas karena terkait kekuasaan di luar PA ataupun MA, yaitu kekuasan eksekutif dan legislatif.
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DESA MELALUI ANYAMAN MENUJU KEMANDIRIAN DAN EKONOMI KREATIF DI DESA NGELANG KARTOHARJO MAGETAN Sofianiyatin, Lilik; Ibrahim, Malik; Wahidah, Widiya Nurul; Farkhani, Moch.Hamim; Rosyidin, Muh. Khulafaur; Setefani, Fiki Adelia; Putri, , Rizky Selvia; Trisnawati, Trisnawati; Lestari, Nadia Puji; Khotimah, Kusnul; Al Fachri, Khubaib; Wahab , Reza Abdul; Masyruri, Masyruri; Sari, Putri Kumala; Ahmadi, Farid
Abdimas IAI Ngawi Vol 3 No 2 (2025): ABDIANDAYA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/abdiandaya.v3i2.2445

Abstract

Women's Empowerment is an effort to improve the position and role of women through guidance in carrying out an activity. In Ngelang Village, Kartoharjo District, Magetan Regency, a community service program was held that focused on empowering youth from Karangtaruna and village women through making bags from woven rope, netting, and plastic. This is because many Karangtaruna youth and women still do not have the skills they have. This service program consists of skills training for women in making woven bags from rope, netting, and plastic. The purpose of this activity is to provide weaving skills to the youth from Karangtaruna and women of Ngelang Village, who have an interest in increasing creative economic independence. Utilizing local wisdom and following current trends. The reason for choosing this weaving training is because the materials used are affordable, easy to obtain, durable, and can be produced by anyone who is willing to make the effort, and have good selling value. The method used is Participatory Action Research (PAR). The benefits of this training can open insights about weaving that can be done by women in Ngelang Village without having to leave the house. With bag weaving activities, village women can be more independent and increase family income. Keywords: Empowerment, Training, Plastic Weaving   Abstrak: Pemberdayaan Perempuan merupakan usaha untuk meningkatkan posisi dan peran wanita melalui bimbingan dalam menjalankan suatu aktivitas. Di desa Ngelang Kecamatan Kartoharjo Kabupaten Magetan, diadakan program pengabdian masyarakat yang berfokus pada pemberdayaan pemuda karangtaruna dan Perempuan desa melalui pembuatan tas dari anyaman tali, jali dan plastik. Hal ini disebabkan oleh masih banyaknya pemuda karangtaruna dan Wanita yang belum memiliki keterampilan yang mereka miliki. Program pengabdian ini terdiri dari pelatihan keterampilan untuk Wanita dalam membuat tas anyaman dari bahan tali, jali dan plastik. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan keterampilan anyaman kepada para pemuda karangtaruna dan Perempuan Desa Ngelang, yang memiliki minat dalam upaya meningkatkan kemandirian ekonomi kreatif. Memanfaatkan kearifan lokal dan mengikuti tren yang ada saat ini. Alasan memilih pelatihan anyaman ini karena bahan yang digunakan terjangkau, mudah diperoleh, tahan lama, serta dapat diproduksi oleh siapa saja yang bersedia berusaha, dan memiliki nilai jual baik. Metode yang digunakan Participation Action Research (PAR). Manfaat dari pelatihan ini dapat membuka wawasan tentang anyaman yang bisa dilakukan oleh perempuan desa ngelang tanpa harus meninggalkan rumah. Dengan kegiatan anyaman tas perempuan desa bisa lebih mandiri dan menambah pendapatan keluarga. Kata Kunci : Pemberdayaan, Pelatihan, Anyaman Plastik.
Model Matematis untuk Optimasi Rute Wisata Halal: Analisis Efisiensi dan Biaya Ibrahim, Malik; Syaharuddin, Syaharuddin
Journal of Sharia Economy and Islamic Tourism Vol 4, No 1 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jseit.v4i1.27777

Abstract

Abstract: This study is significant due to the growing demand for halal tourism, which emphasizes the need for a route optimization model supported by information technology and real-time data, creating more efficient journeys tailored to the specific needs of Muslim travelers. The research aims to analyze mathematical models in halal tourism route optimization through a Systematic Literature Review (SLR) approach, drawing from literature indexed in Scopus, DOAJ, and Google Scholar, with publications selected from 2014 to 2023. Findings reveal that route optimization models play a crucial role in enhancing the comfort and satisfaction of Muslim tourists. By leveraging information technology and real-time data integration, these models can dynamically adjust routes and provide accurate information on halal facilities, thereby improving time and cost efficiency. Advanced algorithms within this model further enable personalized route planning aligned with the preferences of Muslim tourists. Consequently, route optimization supported by information technology serves as an effective strategy to promote the development of halal tourism destinations.Abstrak: Penelitian ini sangat penting karena meningkatnya permintaan untuk wisata halal mendorong kebutuhan akan model optimasi rute berbasis teknologi informasi dan data real-time, yang dapat menciptakan perjalanan yang lebih efisien dan sesuai dengan kebutuhan khusus wisatawan Muslim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model matematis dalam optimasi rute wisata halal melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Sumber literatur diperoleh dari database terindeks Scopus, DOAJ, dan Google Scholar, dengan publikasi yang dipilih dari tahun 2014 hingga 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model optimasi rute memainkan peran penting dalam meningkatkan kenyamanan dan kepuasan wisatawan Muslim. Melalui pemanfaatan teknologi informasi dan integrasi data real-time, model ini mampu menyesuaikan rute secara adaptif dan menyediakan informasi akurat mengenai fasilitas halal, yang pada akhirnya dapat meningkatkan efisiensi waktu dan biaya perjalanan. Implementasi algoritma canggih dalam model ini juga memungkinkan penyediaan rute yang lebih personal dan sesuai dengan preferensi wisatawan Muslim. Dengan demikian, optimasi rute yang didukung oleh teknologi informasi dapat menjadi strategi yang efektif dalam mendukung pengembangan destinasi wisata halal.
HARAPAN VS REALITAS: STUDI WALI ADHAL DI PENGADILAN AGAMA SLEMAN PERSPEKTIF SOSIOLOGI HUKUM ISLAM Nurin Fitria, Halla; Ibrahim, Malik; Handayani, Dwi
Al-Iqro' Vol 2 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54622/aijis.v2i1.444

Abstract

Wali adhal or reluctant guardian can be explained as a wali nasab who refuses to allow the marriage of the bride-to-be. Because of this refusal, the bride-to-be had to file a case with the local religious court. This application was filed to ask the judge to appoint a guardian in place of the guardian who refused. The Sleman Religious Court, in the context of the Yogyakarta Special Region Province, recorded the highest number of guardian petitions from 2019 to 2021. This study aims to analyze the sociological factors of Islamic law behind court decisions related to the case of wali adhal number 104/Pdt.P/2021/PA. Smn at the Sleman Religious Court. This research uses a qualitative approach that combines field research, interviews, and literature research. The approach used is the approach of the sociology of Islamic law. The result of the determination of the case of the guardian adhal number 104/Pdt.P/2021/PA. Smn revealed that the judge considered factors such as the absence of shari'i barriers to marriage and the reasons put forward by the wali nasab were not in accordance with the teachings of Islamic Shari'a. Finally, based on these considerations in the trial, the judge ruled that the female wali nasab was declared as wali adhal.
Al-Ḥuzn fī Qaṣīdah Riṡā’ al-Andalus li Abī al-Baqā’ al-Randī: Dirāsah Naqdīyah Balāgīyah Zulhelmi, Zulhelmi; Hafis, Ade; Syarifuddin, Syarifuddin; Ibrahim, Malik
JILSA (Jurnal Ilmu Linguistik dan Sastra Arab) Vol. 7 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jilsa.2023.7.2.132-151

Abstract

حاول هذا البحث إلى تحليل قصيدة "رثاء الأندلس" لأبي البقاء الرندي الأندلسي. ويركز البحث في مشكلته الأساسية عن شكل العاطفة الموجودة في تلك القصيدة وهى الحزن. فقد وجد الباحث كثيرا من عاطفة الحزن في قصيدة رثاء الأندلس بوصفها الأشعار الرثائية. فهذه القصيدة -كما هو شأن الرثاء- ممتلؤ بالأسلوب الذي يدلّ على الحزن. فكثير من قارئي أو سامعي قصيدة الرندي قد غرقوا في عاطفة حزنها. لذلك قام الباحث بالدراسة عن عاطفة الحزن في هذه القصيدة من خلال الأساليب البلاغية التي تدلّ على تلك العاطفة. واستخدم الباحث المنهج الوصفي النقدي التحليلي حيث قام الباحث بوصف المشكلة المختارة ثم بتحليل المعلومات والبيانات وتقدها.فأما طريقة جمع المعلومات والبيانات فاختار الباحث البحث المكتبي. وأما النظرية التى اعتمد عليها الباحث فهى النظرية البلاغية. فنتيجة البحث تقول بأن هناك ثلاثة الأساليب الإنشائية الطلبية التي ترد في القصيدة بمعانيها البلاغية وتدلّ على صدق عاطقة حزن الشاعر وسموّها. وهي: الأمر بمعنى الإهانة والتحقير والنداء بمعنى التحسّر والتحزّن، وبمعنى الزجر والاستفهام بمعنى التشويق.
KELUARGA BERENCANA DALAM RANGKA MEWUJUDKAN KELUARGA SAKINAH DI MUNGKID, MAGELANG, JAWA TENGAH Setyaningsih, Yunika Isma; Ibrahim, Malik
Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol. 5 No. 2 (2012)
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ahwal.2012.05205

Abstract

In 1970 the family planning program (KB) became popular, then disseminated to various regions in Indonesia. When the demand is still relatively small due to stumble to the problem of whether its allowed or not allowed to run this program by the law of Islam. In addition, Lack of public awareness of KB regarding the usefulness or importance of family planning. This paper presents an overview of the implementation of KB from Islamic law perspective in the village of Ngrajek in order to  consummate the harmonious family. Basically, the determining or primary factor of the realization of the harmonious family is the awareness and responsibility of husband and wife in their functions and roles, as well as the rights and obligations of conjugal supported by the family economy. Thus, the use of KB contraceptives is only a secondary factor. Therefore, harmonious family phasing criteria set by the Ministry of Religion, highlights from the viewpoint of religious life and the family economy. Implementation of KB on the family in accordance with Islamic law, because their motivation in family planning(KB) Program is for the welfare of the family and to adjust the spacing of birth, and do not cause madlarat for each family. [Pada tahun 1970 Keluarga Berencana mulai populer, kemudian disosialisasikan ke berbagai daerah di Indonesia. Saat itu peminatnya masih relatif sedikit karena terbentur dengan masalah boleh atau tidaknya ber-KB menurut agama. Selain itu, kesadaran masyarakat juga masih kurang mengenai kegunaan atau pentingnya ber-KB. Tulisan ini memaparkan pandangan Hukum Islam mengenai pelaksanaan KB di Desa Ngrajek dalam rangka mewujudkan keluarga sakinah. Pada dasarnya, penentu atau faktor primer terwujudnya keluarga sakinah adalah kesadaran dan tanggung jawab suami isteri dalam menjalankan peran dan fungsinya, serta menjalankan hak dan kewajiban suami isteri yang didukung oleh perekonomian keluarga. Jadi, memakai alat kontrasepsi KB hanya faktor sekunder saja. Sebab, kriteria pentahapan keluarga sakinah yang ditetapkan oleh Kementerian Agama banyak menyoroti dari sudut pandang kehidupan beragama dan perekonomian keluarga. Pelaksanaan KB pada keluarga telah sesuai dengan syariat Islam, karena motivasi mereka dalam ber-KB adalah untuk mewujudkan kesejahteraan keluarga dan untuk mengatur jarak kelahiran, serta tidak menimbulkan madlarat bagi masing-masing keluarganya.]
REFORMASI BIROKRASI PADA LINGKUNGAN PERADILAN AGAMA DI INDONESIA Ibrahim, Malik
Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol. 11 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ahwal.2018.11203

Abstract

This article describes the development and change of Religious court in Indonesia as a fruit of bureaucratic reform in the period of Reformation era. Concentrating on the reformation of the institution, human resource, and infrastructure, this article argues that the bureaucratic reformation of Religious Court has brought about some positive impact to the Religious Court of Indonesia. The Religious Court becomes more independent and professional. Its professionalism is indicated by the on time process of the court, the increasing quality of human resources, and better infrastructure. Meanwhile, its independency is strengthened by the implementation of one roof system which put the Religious Court merely under the coordination of Supreme Court of the Republic of Indonesia.Artikel ini berupaya mendeskripsikan perubahan yang terjadi di lingkungan  Peradilan Agama (PA) melalui Program Reformasi Birokrasi yang dilaksanakan pada era Reformasi dengan fokus kajian tentang perbaikan layanan dan manajemen  dari aspek kelembagaan, sumber daya manusia, struktur organisasi, sarana dan prasarana, kesejahteraan aparat  serta peraturan perundangan yang mengatur tentang PA.  Tulisan ini menunjukkan bahwa hasil dari reformasi birokrasi di lingkungan PA telah menjadikan PA sebagai sebuah lembaga yang lebih professional dan mandiri. Profesionalitas PA ditujukan dengan meningkatnya ketepatan waktu dalam proses peradilan, sumber daya manusia yang semakin berkualitas dan perbaikan sarana dan prasarana PA. Sedangkan kemandirian PA ditunjukkan dengan system peradilan satu atap dengan menempatkan kedudukan PA langsung di bawah Mahkamah Agung. 
Number of Foreign Tourists and Indonesians in Bangka Belitung: A Prediction Using EMA Method Maiti, Misratun; uddin, Syahar; Ibrahim, Malik; Perwira Negara, Habib Ratu
Journal of Sharia Economy and Islamic Tourism Vol 1, No 2 (2021): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jseit.v1i2.8278

Abstract

Abstract: From year to year the number of foreign tourists and tourists to Bangka Belitung has experienced ups and downs, based on data obtained from BPS obtained fluctuating charts. To find out the  number of arrivals of foreign tourists and tourists to Bangka Belitung, the time series prediction method is the Exponential Moving Average (EMA) method. In making predictions, there needs to be a pararameter used to assess how good the method is. Therefore, mad, MAPE, and MSE parameters are used. To solve the problem, of course, it is necessary to calculate the necessary components including determining the alpha value (α). So that obtained the value of α that minimizes in foreign tourists, namely α = 0.9 with MAD=769.6955, MSE=951.178.9769, and MAPE=82.4694 with the predicted result for 2020 as much as 1.3% decreased. While the value of α that minimizes in indonesian tourists is α = 0.9 with MAD = 27,946,8487, MSE = 1,198,441,984.8638, andMAPE= 18.8662 with predicted results for 2020 as much as 0.41% decreased. Abstrak: Dari tahun ke tahun jumlah pengunjung wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara ke Bangka Belitung mengalami pasang surut, berdasarkan data yang diperoleh dari BPS diperoleh grafik yang fluktuatif. Untuk mengetahui jumlah kedatangan wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara ke Bangka Belitung digunakan metode prediksi time series yakni metode Exponential Moving Average (EMA). Dalam melakukan prediksi,  perlu  adanya suatu pararameter yang digunakan untuk menilai seberapa baik metode tersebut. Oleh karena itu digunakan parameter MAD, MAPE, dan MSE. Untuk menyelesaikan permasalahan, tentunya perlu dihitung komponen-komponen yang diperlukan termasuk menentukan nilai alpha (α). Sehingga diperoleh nilai α yang meminimumkan pada wisatawan mancanegara yaitu α = 0.9 dengan MAD=769,6955, MSE=951.178,9769, dan MAPE=82,4694 dengan hasil prediksi untuk tahun 2020 sebanyak 1,3% mengalami penurunan. Sedangkan nilai α yang meminimumkan pada wisatawan nusantara yaitu α = 0.9 dengan MAD= 27.946,8487,  MSE= 1.198.441.984,8638, dan  MAPE=  18,8662dengan hasil prediksi untuk tahun 2020 sebanyak 0,41% mengalami penurunan.
Kemaslahatan Berciyay: Studi Etnografis pada Adat Pernikahan di Tanjung Harapan Syawaludin, Syawaludin; Ibrahim, Malik; Amelia, Amelia
Al-Qisthu Vol 23 No 1 (2025): Al-Qisthu: Jurnal Kajian Ilmu-Ilmu Hukum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32694/qst.v23i1.5131

Abstract

Tradisi pernikahan di Indonesia mencerminkan kekayaan budaya yang sarat makna sosial dan spiritual, salah satunya adalah praktik berciyay pada masyarakat Tanjung Harapan, Kalimantan Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai maslahah yang terkandung dalam tradisi berciyay serta relevansinya dalam konteks sosial dan ajaran Islam. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan etnografis dan analisis menggunakan teori maslahah, melalui observasi partisipatif dan wawancara dengan tokoh adat, agama, dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berciyay berfungsi sebagai sarana penguatan solidaritas sosial, simbol perlindungan spiritual bagi pengantin, serta pengikat harmoni antarwarga, dan dapat dikategorikan sebagai maslahah tahsiniyyah dalam kerangka ‘urf shahih. Temuan ini menunjukkan bahwa pelestarian tradisi lokal dapat berjalan seiring dengan nilai-nilai Islam selama dilakukan secara kontekstual dan adaptif. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dalam memperluas cakupan analisis maslahah dalam studi budaya lokal serta menawarkan pendekatan pelestarian tradisi yang tidak hanya normatif, tetapi juga kritis dan transformatif.
DAMPAK ASIMILASI BUDAYA DALAM KITAB “YA BINTI” KARYA SYAIKH ALI TANTAWI Muhammad Asril; Malik Ibrahim
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 3 (2024): JUNI - JULI 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan asimilasi budaya yang terdapat dalam kitab "Ya Binti" karya Ali Al-Tantawi. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan fokus pada kutipan teks yang mengandung unsur-unsur asimilasi budaya. Data dan informasi dikumpulkan melalui pencatatan dan pengamatan langsung terhadap teks, menggunakan pendekatan sosiologi sastra sebagai kerangka berpikir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam "Ya Binti", terdapat fenomena asimilasi budaya yang termanifestasi dalam perubahan cara berpakaian, gaya hidup, serta pergaulan bebas antara laki-laki dan perempuan.Penelitian ini mengungkapkan bahwa karakter-karakter dalam "Ya Binti" mengalami perubahan dalam pola berpakaian yang mencerminkan adaptasi terhadap nilai-nilai budaya yang baru. Selain itu, gaya hidup karakter-karakter juga berubah sebagai akibat dari interaksi dengan budaya yang berbeda. Tema pergaulan bebas antara laki-laki dan perempuan juga ditampilkan dengan cara yang mencerminkan perubahan sosial dalam masyarakat yang digambarkan dalam karya sastra ini.Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya menggambarkan asimilasi budaya dalam konteks sastra, tetapi juga menyoroti bagaimana sastra dapat menjadi cerminan dari perubahan budaya dan sosial dalam masyarakat. Implikasi dari penelitian ini dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang kompleksitas dinamika budaya yang termanifestasi dalam karya sastra, serta relevansinya dalam memahami evolusi nilai-nilai sosial dalam waktu dan ruang yang berbeda.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdullah, Raihanah Binti Haji Agata Iwan Candra Ahmad Ahmad Ahmad, Syukron Al Fachri, Khubaib Al Mamun, Abdullah Alkusaeri Alkusaeri, Alkusaeri Amelia Amelia Amrullah, Mohammad Ghaffar Andri Dwi Cahyono Anggraeni, Farah Nur ASIH, MIA SETIYO Aslam, Akhmad Hafiddin Aziz Hanafi, Moh. Abdul Azmi, Intan Azmul Fauza Bagas Naga Pratala Haryadi Bambang Sri Anggoro Bouaoune, Djihad CINTYA, HANIFATUS Dadang Krisdianto, Dadang Dara Julana desventri etmy, desventri Dewi Pramita Dharojah, Rakhma Widya Dina Fadilah Dwi Handayani Dwifi Aprillia Karisma Emi Suhemi Fajar Istikhomah Farah Heniati Santosa Farah, Dena Nabila Farid Ahmadi Farihi, Moh. Ilham Farkhani, Moch.Hamim Fathullah Fathullah Habib Ratu Perwira Negara Habibi Ratu Perwira Negara Hafis, Ade Hajar, Baiq Siti Haliman, Nur Heniati Santosa, Farah Hertin, Hilda Hirmaliza Heru Sugiyono Hikami, Nuria Hilmi, Nuriah Hisbullah, Muhammad Ali Indriani, Noni Jarong, Koree Juliansyah, Rayhan Jumaini, Jumaini Karimah, Ikhwah Kusnandi Kusnandi, Kusnandi Kusnul Khotimah Lailata, Afida Lalu Moh Yudha Isnaini Lalu Muhammad Fauzi Lestari, Nadia Puji Lukman El Hakim Ma?ni, Raudatul Ma?rif, Erni Fatun Mahmudah Mahmudah Maiti, Misratun Makhfud Syawaludin Mamira, Adelia Maria Ulfa Masyruri, Masyruri Mm, Zainul Lutfi Moh. Ilham Farihi Mubarrok, Muhammad Agus Wahid Muhamad Akrom Muhammad Asril Muhammad Gazali Muhammad, Hanifah Salma Mukhtar Lutfie, Mukhtar Muzdybayeva, Guldana Naila, Rahil Najlaa Khayyirah Alkhowarizmi Nila Hayati Nisfiyati, Mazruatun Nur Addin Fatkunada Nur Aini Nur Azizah Nuril Endi Rahman Nurin Fitria, Halla Octaviola Prilia Ramadhani Puji Yanti Fauziah Purnama Sari Putra, Mochamad Dhimas Danindra Putri Salsabila, Fazira Putri Wilis, Sofya Marinda Putri, , Rizky Selvia Qomariyatus Sholihah Rahadi Reswara Rahmadani, Luqiya Suci Ramadhonah, Indah Siti Restu Pradana, Nanang Rian, Rian Riana Riana Riana Riana, Riana Rizqi Sukma Kharisma Rody Satriawan Ronadzafira, Putri Rosida Rakhmawati Rosyidin, Muh. Khulafaur SALSABILA, ANNISA Sari , Devista Sari, Putri Kumala Setefani, Fiki Adelia Setyaningsih, Yunika Isma Shofyatun Nufusita, Wahida Sidik Jatmika, Sidik Siti Komala Mutiara Siti Nur Kholifah Siti Saroh Siti Soraya Sitti Marijam Thawil, Sitti Marijam Sofianiyatin, Lilik Solehah, Nuhsi Sunardi Sunardi Susan Fariaton Syaharuddin Syamsu Basiri Syarifuddin Syarifuddin Taufiqurohman, Taufiqurohman Trisnawati Trisnawati Triyatno Triyatno Tulus Warsito, Tulus uddin, Syahar Ulung Pribadi, Ulung Umaiya, Shiska Imadul Utama, Johari Vera Mandailina, Vera Wahab , Reza Abdul Wahidah, Widiya Nurul Wahidiah, Wahidiah Wahilah, Wahilah Walidaini, Nikmatul Waya, Nurul Izza Yusrizal Zaotul Wardi Zulfikar Akbar Zulhelmi, Zulhelmi Zulkhairi Sofyan