Claim Missing Document
Check
Articles

STRATEGI HUMAS PEMERINTAH KOTA BOGOR DALAM PENYEBARAN INFORMASI MELALUI INSTAGRAM Nurman, Farrel Wiratama Raisyah; Moenawar, Mohamad Ghozali; Dharmawan, Leonard; Riyanto, Sutisna; Manisya, Nabhila; Azzahra, Maharani
Jurnal Digital Media dan Relationship Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Digital Media & Relationship
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/jdigital.v6i2.1906

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kegiatan humas dari pemerintah Kota Bogor menggunakan media sosial Instagram yaitu @pemkotbogor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi humas pemerintah Kota Bogor dalam mengelola sosial media Instagram @pemkotbogor dan juga memahami bagaimana upaya komunikasi yang dilakukan dapat memperkuat citra positif pemerintah Kota Bogor di kalangan masyarakat. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, karena tujuan peneliti adalah menghasilkan data berupa gambaran strategi komunikasi yang diterapkan oleh humas pemerintah Kota Bogor pada media sosial Instagram. Objek yang difokuskan dalam penelitian ini adalah humas pemerintah Kota Bogor. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa humas pemerintah Kota Bogor telah melakukan strategi kehumasan dengan pendekatan analisis tren dan pemantauan media untuk memastikan konten yang dipublikasikan sesuai dengan preferensi audiens, serta menjalankan perannya dalam penyebaran informasi melalui Instagram @pemkotbogor.
ADOPSI INOVASI PENGELOLAAN KEBUN KAKAO DI DESA KARUNIA, KECAMATAN PALOLO, KABUPATEN SIGI Nurulhaq, Muhammad Iqbal; Dharmawan, Leonard; Pratama , Agief Julio; Tarigan, Kevin Aditia Pemerena
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 11 No 3 (2024): Desember
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) dan Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PSL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jkebijakan.v11i3.57625

Abstract

Kakao merupakan salah satu komoditas perkebunan terbesar di Indonesia. Indonesia merupakan salah satu produsen kakao terbesar di dunia menduduki peringkat ke-6. Namun, belakangan ini produksi kakao di Indonesia mulai menurun. Faktor yang menjadi penghambat produksi kakao di Indonesia, yaitu pengelolaan kebun kakao yang tidak sesuai dengan Good Agriculture Practices (GAP). Budidaya turun temurun, masih sering dilakukan petani di Indonesia, termasuk petani kakao di Desa Karunia. Pengelolaan kebun kakao sesuai GAP budidaya kakao, akan berdampak pada produktivitas kebun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengukur implementasi adopsi dan inovasi pengelolaan kebun kakao di Desa Karunia. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi lapang, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, adopsi inovasi yang diterapkan petani kakao di Desa Karunia meliputi pembuatan rorak, pembuatan pestisida nabati, dan sambung samping.
PENINGKATAN PENGETAHUAN PETANI DALAM PEMBUATAN MIKROORGANISME LOKAL DI DESA BULOTALANGI Dharmawan, Leonard; Nurulhaq, Muhammad Iqbal; Djoefrie, Mochamad Hasjim Bintoro; Kariri, Muhamad Bagus
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 11 No 3 (2024): Desember
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) dan Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PSL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jkebijakan.v11i3.58378

Abstract

ABSTRACT Bulotalangi Village has great potential in utilizing banana stump waste to produce Local Microorganisms (MOL), which are important organic decomposers in agriculture. The study aims to increase the knowledge of Bulotalangi Village farmers about making MOL from banana stumps through counseling activities. Extension involved 30 farmers, with pretest, lecture, demonstration, question and answer, and posttest methods. The results showed an increase in farmers' knowledge on various aspects of MOL, such as understanding, benefits, composition, how to make, how to use, and how to store. The average initial knowledge of 36.48% increased to 94.44% after counseling, with the highest increase in knowledge of MOL composition by 63.34%. The increase reflects the effectiveness of extension in deepening farmers' understanding. This increased knowledge is expected to enable farmers to utilize local resources more effectively, support sustainable agricultural practices, and address the underutilization of banana stump in Bulotalangi Village. This can encourage village government policies to focus on banana stumps MOL to enhance the welfare of farmers and rural communities through home yard utilization.
PENYULUHAN PEMBUATAN PESTISIDA NABATI KEPADA KELOMPOK WANITA TANI SEKAR ASRI DI DESA CIHERANG Wiraguna, Edi; Aulia, Dhiva Luthfi; Yuza, Feimas Beringin; Qisti, Hanifah Zul; Muthmainnah, Muthiah; Akbar , Rizal; Pratama, Agief Julio; Nurulhaq, M. Iqbal; Dharmawan, Leonard; Budiarto, Tri; Situmeang, Widya Hasian; Dewi, Ratih Kemala
Jurnal Resolusi Konflik, CSR dan Pemberdayaan (CARE) Vol. 9 No. 2 (2024): Peran Perguruan Tinggi dalam Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Center for Alternative Dispute Resolution and Empowerment (CARE) IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu masalah yang sering dihadapi para petani adalah gagal panen dikarenakan hama dan penyakit yang menyerang tanaman mereka. Bahan kimia yang digunakan untuk membunuh atau mengendalikan hama adalah pestisida. Petani di Desa Ciherang sering menggunakan pestisida kimia untuk mengatasi masalah hama ini. Selain karena produk pestisida kimia banyak dijual di pasaran, juga pestisida kimia ini efektif dan cepat dalam membasmi hama. Namun, penggunaan pestisida kimia dalam jangka panjang dan terus menerus dapat menimbulkan efek berbahaya bagi lingkungan. Alternatif penggunaan pestisida nabati yang lebih ramah lingkungan dan tidak beracun akan menjadi alternatif yang lebih baik dibandingkan penggunaan pestisida kimia. Pengembangan masyarakat ini menggunakan metode penyuluhan, metode penyuluhan yang digunakan yaitu pemaparan materi serta demonstrasi langsung untuk memastikan petani mendapat informasi lengkap mengenai risiko penggunaan pestisida kimia serta potensi bahan alami sebagai bahan baku pengendalian hama sehingga dapat meningkatkan produktivitas tanaman dan hasil sayuran.
PEMANFAATAN DAUN SIRSAK DAN BAWANG PUTIH SEBAGAI PESTISIDA NABATI DI DESA SUKAHARJA KABUPATEN BOGOR Wiraguna, Edi; Agnia, Arba Wildan; Rhynanda, Hafiz Septio; Alamsyah, Muhammad Yusuf; Mutohar, Nabil Ahmad; Mangasih, Yessy Octavia Rungkat Tuani; Pratama, Agief Julio; Nurulhaq, M. Iqbal; Dharmawan, Leonard; Budiarto, Tri; Situmeang, Widya Hasian; Dewi, Ratih Kemala
Jurnal Resolusi Konflik, CSR dan Pemberdayaan (CARE) Vol. 9 No. 2 (2024): Peran Perguruan Tinggi dalam Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Center for Alternative Dispute Resolution and Empowerment (CARE) IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Para Petani pada umumnya menggunakan pestisida kimiawi setiap terjadi serangan hama dan penyakit pada tanaman budidaya, bahkan mereka menggunakannya tanpa memperhatikan hama target, cenderung berlebihan, dan tidak tepat baik jenis, dosis, metode aplikasi, maupun frekuensi pemberian. Penggunaan pestisida nabati sudah menjadi salah satu pengendalian hama yang banyak digunakan oleh para petani yang budidaya dengan cara organik. Upaya yang dilakukan untuk menggantikan pestisida kimia menjadi nabati adalah langkah yang tepat untuk menekan biaya pengeluaran/biaya rendah serta manfaat yang dihasilkan lebih dari kimia. KTD Sukaharja ini dominan bapak petani. Program pemberdayaan ini bertujuan untuk memberikan wawasan terhadap para petani yang selama ini masih menggunakan pestisida kimia, meningkatkan pengetahuan, pemanfaatan limbah atau bahan organik yang bisa dimanfaatkan. Dalam program ini akan diperoleh wawasan sesuai dengan Tujuan Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan secara bertahap yang meliputi kegiatan pengambilan informasi, pelatihan, diskusi kelompok KTD, dan praktik pembuatan secara langsung.
Analisis Penyuluhan Sistem Tanam Jajar Legowo Kelompok Tani Ngudi Lancar, Desa Singasari, Kabupaten Banyumas Yulianto, Aziz; Dharmawan, Leonard; Pratama, Agief Julio
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 19 No 2 (2024)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51852/jpp.v19i2.864

Abstract

Padi (Oryza sativa L.) menjadi salah satu tanaman penghasil makanan pokok paling penting saat ini bagi masyarakat Indonesia. Masyarakat memiliki permintaan yang tinggi untuk kebutuhan beras. Peningkatan produktivitas memerlukan adanya dorongan inovasi teknologi seperti cara budidaya, varietas yang unggul, penggunaan benih bersertifikat, pengendalian HPT, pengaturan populasi tanam, dan perbaikan pengelolaan unsur hara tanaman. Penyuluh dalam hal ini berperan guna membimbing serta mengajarkan petani terkait teknologi dan sistem tanam jajar legowo sehingga mampu mengadopsi dan menerapkan sistem tersebut. Tujuan dari penelitian tersebut adalah menguraikan karakteristik petani di Kelompok Tani Ngudi Lancar Desa Singasari, mendeskripsikan jalannya penyuluhan dan kendala terkait produktivitas padi di Desa Singasari, mengidentifikasi peningkatan pengetahuan dan sikap setelah dilaksanakannya penyuluhan terhadap sistem tanam jajar legowo. Data dikumpulkan melalui observasi, focus group discussion, wawancara, dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan petani mengenai sistem tanam jajar legowo terdapat peningkatan pengetahuan setelah kegiatan penyuluhan senilai 11,3%. Peningkatan sikap terhadap sistem tanam jajar legowo senilai 10,4%. Faktor yang mempengaruhi penyampaian inovasi terdiri atas karakteristik petani, media, perspektif petani, dan tenaga tanam.
PENINGKATAN NILAI TAMBAH PRODUK TURUNAN MAGGOT (BLACK SOLDIER FLY) DI DESA SUKAHARJA KECAMATAN CIOMAS Murod, Ma’mun; Wiraguna, Edi; Dharmawan, Leonard
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i1.331-339

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk di Indonesia setiap tahun mengakibatkan permasalahan ekonomi dan lingkungan yang semakin kompleks, khususnya di Desa Sukaharja. Limbah organik yang tidak dikelola dengan baik menimbulkan pencemaran lingkungan dan risiko kesehatan. Pemanfaatan maggot Black Soldier Fly (BSF) menjadi solusi alternatif untuk mengurangi limbah organik sekaligus meningkatkan nilai tambah produk. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan limbah organik, menyosialisasikan manfaat maggot BSF, serta mengetahui persepsi petani terhadap metode pengolahan pasca panen yang dapat diterapkan. Data dikumpulkan melalui observasi, FGD, pre-test dan post-test, kuesioner, serta wawancara. Hasilnya menunjukkan bahwa penyuluhan maggot BSF mampu meningkatkan pengetahuan petani dari 37,6% menjadi 80%.
PENINGKATAN PENGETAHUAN PETANI MELALUI PENYULUHAN MIKROORGANISME LOKAL (MOL) BERBAHAN BONGGOL PISANG DI KWT POKCOY UTAMI, BANYUMAS Setara Bulan, Bening; Wiraguna, Edi; Dharmawan, Leonard
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 11 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i11.4415-4420

Abstract

Sektor pertanian merupakan salah satu sektor utama yang mendukung kehidupan masyarakat dan menjadi sumber mata pencaharian bagi sebagian besar penduduk Indonesia. Namun, pelaksanaan pertanian organik masih menghadapi berbagai kendala, terutama karena kurangnya pengetahuan teknis dalam budidaya berbasis organik, seperti penggunaan pupuk organik. Menanggapi permasalahan ini, muncul gagasan untuk melaksanakan kegiatan penyuluhan tentang Mikroorganisme Lokal (MOL). Pengabdian masyarakat tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat yang signifikan, terutama bagi para petani dalam memanfaatkan pupuk organik yang mudah dibuat. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat tersebut meliputi pengumpulan data melalui observasi, FGD, kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Hasil pengabdian masyarakat tersebut menunjukkan peningkatan pengetahuan petani tentang MOL sebelum dan sesudah kegiatan, yang dipengaruhi oleh faktor karakteristik petani, sikap positif petani, serta pengalaman dan usia produktif petani
PELATIHAN PEMBUATAN KONTEN PROMOSI DESA WISATA PERTANIAN PERKOTAAN DI AEWO MULYAHARJA BOGOR Dharmawan, Leonard; Budi Priatna, Wahyu; Santoso, Hudi; Ramdani, Guruh; Sartika, Ika; Supama Wijaya, Abung; Tri Harpin Pranata, Rici; Suriaatmaja, Bayu
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i1.432-441

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pengelola desa wisata AEWO Mulyaharja dalam membuat konten promosi yang efektif di media sosial. Pelatihan ini mencakup tiga aspek utama: teknik pengambilan video, editing video, dan strategi pembelian media sosial. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang melibatkan pre-test dan post-test untuk mengukur perkembangan keterampilan peserta. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada ketiga aspek, yaitu teknik pengambilan video meningkat dari 32,60% menjadi 76,90%, editing video dari 33,90% menjadi 84,60%, dan pembelian media sosial dari 13,30% menjadi 80,90%. Peningkatan terbesar terlihat pada aspek pembelian media sosial (67,60%), yang menunjukkan efektivitas pelatihan dalam memberikan pemahaman baru tentang iklan digital. Pelatihan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan keterampilan digital pengelola desa, memungkinkan mereka untuk lebih mandiri dalam mempromosikan potensi wisata AEWO Mulyaharja. Dengan kemampuan baru ini, diharapkan desa wisata dapat menarik lebih banyak wisatawan dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi lokal. Studi ini berkontribusi pada pengembangan metode pelatihan digital dalam konteks pengabdian masyarakat, khususnya di sektor pariwisata pedesaan.
PENINGKATAN PENGETAHUAN PETANI DUSUN SILIMAPULUH MELALUI PENYULUHAN MIKROORGANISME LOKAL DARI BONGGOL PISANG DAN ALAT EMPOSAN Saputra, Sandi; Dharmawan, Leonard; Wiraguna, Edi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 10 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i10.4099-4106

Abstract

Permasalahan utama di Dusun Silimapuluh mencakup pertumbuhan tanaman yang kurang optimal akibat serangan hama tikus serta penurunan kesuburan tanah yang disebabkan oleh penggunaan pupuk anorganik secara berlebihan tanpa disertai penggunaan pupuk organik. Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan, melaksanakan sosialisasi terkait penyuluhan, serta mengukur peningkatan pengetahuan petani Dusun Silimapuluh tentang Mikroorganisme Lokal (MOL) dan alat emposan. Data diperoleh melalui metode Focus Group Discussion (FGD), pre-test dan post-test, serta dokumentasi. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa masalah utama petani adalah ketidakseimbangan dalam penggunaan pupuk anorganik dan organik, serta serangan hama tikus. Solusi yang diusulkan adalah sosialisasi dan penyuluhan mengenai penggunaan MOL dan alat emposan. Materi disampaikan melalui metode ceramah dengan media cetak berupa leaflet. Pengetahuan petani terkait MOL meningkat signifikan dari kategori buruk (36%) sebelum penyuluhan menjadi kategori baik (93%) setelahnya. Sementara itu, pengetahuan petani tentang alat emposan juga mengalami peningkatan dari kategori buruk (29%) menjadi kategori baik (95%).
Co-Authors Abung Supama Wijaya, Abung Supama Adi Firmansyah Adi Firmansyah Adi Firmansyah Adi Firmansyah Afgani, Chairul Anam Agief Julio Pratama Agnia, Arba Wildan Agung Prayudha Hidayat Ahmad Aulia Arsyad, Ahmad Aulia Ajiba, Indi Deraya Akbar , Rizal Alamsyah, Muhammad Yusuf Aliana Bekti Fajarwati Amanu, Zhevio Aufa Amirah Inas Andika Prasetya, Andika Anggi Widia Khairunisa Anggi Widia Khairunisa Anggi Widia Khairunnisa Anna Sabrina Asyifa Rozen, Auliya Aulia, Dhiva Luthfi Aura Assahra Mahadiva Awalina, Salwa Putri Azalia, Muthiah Azkyah, Sylvina Azzahra, Fauziah Azzahra, Maharani Azzahra, Vania Trixie Bachtiar, Willy Bagas Sarsya Dwiantoro Bagus Priyo Purwanto Balqis Khasyafi Beata Ratnawati Budiarto, Tri Camila Hamdani, Tasya Danishara, Anabella Fathi Dara Nurhaliza Prihantira, Shafira Darmawan, Muhammad Hafizh Aufa Dewi, Ratih Kemala Dwi Retno Hapsari, Dwi Retno Edi Wiraguna Enden Darjatul Ulya Erika Difa Nadia Kharisma Erika Difa Nadia Kharisma Fachrurrizal, Fikry Faisal, M.Fadli Febri Astuti, Vivien Fitriani, Syahayyunur Galih Surya Aditama Ghozali Meonawar, Mohamad Ghozali Moenawar, Mohamad Grace Happy Hotmauli Simbolon Hidayah, Deviana Rahma Hikmah Hikmah HUDI SANTOSO Ika Sartika Indies, Yasser Intan Kusuma, Zefania Intan Sari, Sekar Iqbal Nurulhaq Irvan Roberto Karimah, Sofwa Nurul Kariri, Muhamad Bagus Kasmanhadi Saputra, Henri Khairunisa, Anggi Widia Kuntoro, Diadji La Dono lestari, winda M. Agung Zaim Adzkiya M. Iqbal Nurulhaq Mangasih, Yessy Octavia Rungkat Tuani Manisya, Nabhila Mardisiwi, Ririh Sekar Marithasari, Harries Maulania, Maghfira Izzani Mawar Pratiwi, Irda Mega Rifandiah Sahra Meonawar, Mohamad Ghozali Moenawar, Mohamad Ghozali Mohamad Ghozali Meonawar Muhamad Bagus Kariri Muhammad Hasjim Bintoro Djoefrie Hasjim Bintoro Djoefrie Muhammad Latif Fadilah muhammad rizky, muhammad Mumpuni, Restu Puji Murod, Ma’mun Murod, Ma’mun Muthmainnah, Muthiah Mutiara Maharani, Maylani Mutohar, Nabil Ahmad Nabhila Manisya Niswatun Choirina, Nora Nurman, Farrel Wiratama Raisyah Nursya'ban, Hanifah Nurul Amri Komarudin Nurulhaq, M. Iqbal Nurulhaq, Muhammad Iqbal Otang Sasmita, Hari Pramudya Bagas Utama Pudji Muljono Putra, Dandi Rukmana Putri Awalina, Salwa Qisti, Hanifah Zul Qorirah Iftinani Qothrunnada, Adinda Ramadhan, Revan Khaira Ramdani, Guruh Raya, Mohamad Arr Syal Regita Fatya Azzahra Revalina Sulaeman Rhynanda, Hafiz Septio Rici Tri Harpin Pranata Rifqi Rahmat Hidayatullah Rinaldi, Sultan Alif Ritonga, Lia Rahmaida Rizki, Ananda Rully Nur Septiana Embisa S. Suparman Sahra, Mega Rifandiah Salwa Putri Awalina Salwa Putri Awalina Sandi Saputra Santoso, Hudi Savitri, Shakilla Ghina Sekar Diana Putri Setara Bulan, Bening Shena Wahyu Wulandari, Antika Sulaeman, Revalina Sumardjo Supama Wijaya, Abung Suparman Suparman Suparman suparman suparman Suparman Suparman Suriaatmaja, Bayu Surya Aditama, Galih Sutisna Riyanto Sutisna Riyanto Syahayyunur Fitriani Syamsul Hidayat Syarifudin, Rajwa Shaliha Permata Tabita, Dinda Hersya Tafuzi Fauriana Tarigan, Kevin Aditia Pemerena Taufan Latif, Alfa Tiara Rismawanti Tri Susanto Tri Susanto Trinandhi, Syafira Ramadanti Tumpak Panggabean, Yohanes Ulya, Enden Darjatul Wahyu Budi Priatna Widia Khairunisa, Anggi Widya Hasian Situmeang Widyani Lailinur Yulianto, Aziz Yuni Yolanda Yuza, Feimas Beringin