Claim Missing Document
Check
Articles

PEMANFAATAN BIO-BRIKET BERBAHAN DASAR LIMBAH AMPAS TEBU DAN BAGLOG JAMUR TIRAM SEBAGAI ALTERNATIF ENERGI RAMAH LINGKUNGAN Elizabeth, Gladys; Aprodita, Ni Wayan Seila; Aryaswari, Ni Kadek Dwi Liopita; Wiradana, Putu Angga
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol. 8 (2025): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/snts.v8i.5243

Abstract

ABSTRAK Arang dari limbah produksi pertanian atau turunannya umumnya tidak bernilai ekonomis sehingga seringkali menyebabkan pencemaran lingkungan. Limbah ampas tebu dan baglog jamur tiram merupakan salah dua dari berbagai macam produk turunan dari kegiatan pertanian. Selama ini, ampas tebu lebih tinggi dihasilkan jika dibandingkan dengan gula tebunya pada tahap produksi. Penelitian ini bertujuan untuk memperkenalkan Inovasi Bio-Briket sebagai salah satu sumber energi alternatif yang dapat digunakan sebagai solusi untuk mengurangi permasalahan meningkatnya limbah organik yang menjadi ancaman serius bagi lingkungan. Limbah yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan Bio-Briket sangat mudah ditemukan dan merupakan by-product dari hasil kegiatan pertanian seperti ampas tebu dan limbah baglog. Pemanfaatan bahan baku yang berasal dari biomassa menjadi Bio-Briket juga bersifat ramah lingkungan karena selama ini bahan baku tersebut cenderung belum dimanfaatkan secara optimal oleh petani atau masyarakat dan belum memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Pada saat digunakan, Bio-Briket ini juga lebih ramah lingkungan karena menghasilkan asap pembakaran yang relatif lebih rendah dibandingkan arang biasa, sehingga diharapkan mampu mengurangi dampak polusi udara dan menunjang kesehatan masyarakat. Bio-Briket yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomis. Inovasi baru dari Bio-Briket yang menggunakan ampas tebu dan limbah baglog jamur tiram ini juga dapat mendukung 17 Program Sustainable Development Goals (SDGs) terutama pada poin 7 (Affordable and Clean Energy), poin 12 (Responsible Consumption and Production), dan poin 13 (Climate Action).
Teknik Deteksi Cemaran Avian Influenza Virus (AIV) Pada Daging Unggas Yang Diperdagangkan Di Pasar Tradisional Di Indonesia: Mini Review Ni Made Wagi Ambakesari; Putu Angga Wiradana
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol. 6 (2023): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/snts.v6i.2767

Abstract

Penyakit flu burung (Avian influenza/AI) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Avian influenza dari famili Orthomyxoviridae, yang bersifat zoonosis dan mempunyai material genetik berupa RNA berpolaritas negatif, dengan diameter 120 nm dan strukturnya berfilamen. Secara klinis, unggas yang telah terinfeksi virus AI menunjukan gejala gangguan sistem neurologis seperti tortikolis, tremor, kesulitan berdiri, kehilangan keseimbangan, dan hingga kematian unggas. Polymerase Chain Reaction (PCR) merupakan salah satu metode enzimatis untuk melipatgandakan (amplification) secara eksponensial suatu sekuen nukleotida tertentu secara in vitro. Teknik PCR sangat umum digunakan dalam deteksi keberaaan virus AI secara dini dan waktu yang relatif singkat. Namun, masih terdapat teknik lainnya yang dikembangkan untuk mempermudah pelacakan virus ini terutama pada lingkungan pasar tradisional yang masih terbatas dilaporkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode deteksi virus flu burung beserta subtipenya pada daging unggas yang dijual di pasar tradisional di Indonesia. Telaah singkat ini akan mengungkapkan penelitian-penelitian terkait mengenai sebaran virus flu burung dan metode deteksi yang digunakan terutama pada daging unggas yang telah dijual di pasar tradisional. Pengumpulan data diakses pada Google Scholar, PubMed, Scopus, Web of Science (WoS), dan Lembaga pengindeks nasional/internasional lainnya yang diterbitkan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Telaah singkat ini sangat penting dilakukan untuk memberikan informasi yang komprehensif mengenai teknik yang umum digunakan dalam upaya deteksi penyebaran virus AI, terutama pada daging unggas yang dijual di pasar tradisional serta meningkatkan kewaspadaan melalui deteksi dini terhadap penyebaran virus AI di masa mendatang.
Tinjauan Perbandingan Evektifitas Pemeriksaan Histopatologi Dan FAT (Fluorescent Antibody Test) Pada Virus Rabies: Artikel Review Garry Ganvis Jonteo Hani; Afta Daniel Zato Waruwu; Putu Angga Wiradana; I Gede Widhiantara
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol. 6 (2023): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/snts.v6i.2863

Abstract

Virus rabies merupakan patogen zoonotik yang menyebabkan penyakit serius padamamalia, termasuk manusia. Identifikasi cepat dan akurat dari virus ini penting untukmanajemen kasus dan pencegahan penularan. Tinjauan ini mengevaluasi efektivitas duametode diagnostik utama, yaitu pemeriksaan histopatologi dan Fluorescent Antibody Test(FAT), dalam mendeteksi virus rabies. Pemeriksaan histopatologi, yang melibatkan analisisstruktur sel dan jaringan secara mikroskopis, telah lama menjadi standar dalam diagnosisvirus rabies Namun, kelebihan waktu yang diperlukan untuk memproses sampel dankompleksitas prosedurnya dapat menjadi kendala. FAT menggunakan antibodi fluoresen untukmendeteksi antigen virus rabies secara langsung dalam jaringan yang terinfeksi. Metode inidikenal karena kecepatan hasilnya, tetapi kemungkinan adanya hasil palsu positif dan negatifmemerlukan peninjauan kritis. Peninjauan ini memberikan wawasan mendalam tentangperkembangan terkini dalam diagnosis virus rabies dan memberikan dasar untuk pemilihanmetode diagnostik yang paling efektif dalam konteks penelitian dan pengelolaan penyakit ini.Hasil menunjukan bahwa pemeriksaan FAT lebih efektif karena Metode ini dapat memberikanhasil dalam waktu yang relatif singkat dan Proses FAT lebih sederhana serta peralatan yanglebih mudah diakses dibandingkan Histopatologi.
PEMANFAATAN BIO-BRIKET BERBAHAN DASAR LIMBAH AMPAS TEBU DAN BAGLOG JAMUR TIRAM SEBAGAI ALTERNATIF ENERGI RAMAH LINGKUNGAN Elizabeth, Gladys; Aprodita, Ni Wayan Seila; Aryaswari, Ni Kadek Dwi Liopita; Wiradana, Putu Angga
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol. 8 (2025): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/snts.v8i.5243

Abstract

ABSTRAK Arang dari limbah produksi pertanian atau turunannya umumnya tidak bernilai ekonomis sehingga seringkali menyebabkan pencemaran lingkungan. Limbah ampas tebu dan baglog jamur tiram merupakan salah dua dari berbagai macam produk turunan dari kegiatan pertanian. Selama ini, ampas tebu lebih tinggi dihasilkan jika dibandingkan dengan gula tebunya pada tahap produksi. Penelitian ini bertujuan untuk memperkenalkan Inovasi Bio-Briket sebagai salah satu sumber energi alternatif yang dapat digunakan sebagai solusi untuk mengurangi permasalahan meningkatnya limbah organik yang menjadi ancaman serius bagi lingkungan. Limbah yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan Bio-Briket sangat mudah ditemukan dan merupakan by-product dari hasil kegiatan pertanian seperti ampas tebu dan limbah baglog. Pemanfaatan bahan baku yang berasal dari biomassa menjadi Bio-Briket juga bersifat ramah lingkungan karena selama ini bahan baku tersebut cenderung belum dimanfaatkan secara optimal oleh petani atau masyarakat dan belum memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Pada saat digunakan, Bio-Briket ini juga lebih ramah lingkungan karena menghasilkan asap pembakaran yang relatif lebih rendah dibandingkan arang biasa, sehingga diharapkan mampu mengurangi dampak polusi udara dan menunjang kesehatan masyarakat. Bio-Briket yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomis. Inovasi baru dari Bio-Briket yang menggunakan ampas tebu dan limbah baglog jamur tiram ini juga dapat mendukung 17 Program Sustainable Development Goals (SDGs) terutama pada poin 7 (Affordable and Clean Energy), poin 12 (Responsible Consumption and Production), dan poin 13 (Climate Action).
Co-Authors Abd. Rahman As-syakur Adam Saba Anggara Adi Ariyanto Wibisono Adi Sofyan Ansori, Muhammad Adnorita Fandah Oktariani Afta Daniel Zato Waruwu Agoes Soegianto Agung Wahyu Permadi Agustono Agustono Anak Agung Ayu Putri Permatasari Aondohemba Samuel Nege Aprodita, Ni Wayan Seila Aris Jatmiko Aryaswari, Ni Kadek Dwi Liopita Aulia Iefan Datya Bagus Komang Satriyasa Baladrat, Nur Komariah Bambang Pontjo Priosoeryanto Bambang Yulianto Bambang Yulianto Corne, Yohanes Deny Suhermawan Yusup Dewa Ayu Angga Pebriani Dewa Ayu Intan Tirta Sari Dewi, Pande Putu Indira Prima Eka Putri Suryantari Elizabeth, Gladys Eva Harlina Fahror Rosi Fimaputra, Jatu Maranatha Fransiskus Jimmy Roga Garry Ganvis Jonteo Hani Gede Surya Indrawan Hanipa, Petronela Herdiansyah, Mochammad Aqilah I Gede Widhiantara I Ketut Wija Negara I Made Gde Sudyadnyana Sandhika I Made Jawi I Made Murna I Made Saka Wijaya I Made Sara Wijana I Made Sara Wijana I Made Wisnu Adhi Putra I Wayan Rosiana Ida Ayu Mirah Meliana Dewi Juniartini, Nyoman Sweet Kismono Kudoasmoro Komang Kartika Indi Swari Kusala, Muhammad Khaliim Jati Kusala Kusuma, Nathania Eka Putri Lanniari, Nafrina Luh Putu Widiastini M. Rheza Rizki Syahputra Made Nyandra MADE PHARMAWATI Matilda, Yuliana Matius Victorino Ola Dame Mirni Lamid Moch. Nurhudah Mochammad Aqilah Herdiansyah Mohammad Taufiq Shidqi Ni Kadek Dwipayani Lestari NI KADEK YUNITA SARI Ni Komang Widiastuti Ni Luh Sunarsih Ni Luh Watiniasih Ni Made Wagi Ambakesari Ni Putu Adriani Astiti Ni Putu Putri Wijayanti Ni Wayan Ayu Wiartini Ni Wayan Deswiniyanti Novaria Sari Dewi Panjaitan Nurhudah, Moch. Nurina, Dien Uma Nwet Darli Kyaw Zaw Okabayashi, Tamaki Panjaitan, Novaria Sari Dewi Panjaitan, Novaria Sari Dewi Panjaitan Pelupessy, Yesha Ainesis El Gracianita Permatasari , Anak Agung Ayu Putri Permatasari, Anak Agung Ayu Putri Permatasari, Anak Agung Ayu Putri Permatasari Prastyadi Wibawa Rahayu Putri, Fadillaisyia Riandani Putu Eka Sudaryatma Putu Eka Sudaryatma Rachmi Ridho Raden Joko Kuncoroningrat Susilo Rahardja, Viryanando Evan Rahardjo, Sinung Rahmadi Prasetijo Razaq, Imanuddin Retno Wulansari Rizhar Eman Karunia Akbar Rizqy, Aimatun Nisfia Rostantinata, Riski Sari, Ni Kadek Yunita Sari Sektiana, Sinar Pagi Setyo Budi Kurniawan Sin War Naw Sinung Rahardjo Sri Puji Astuti Wahyuningsih, Sri Puji Astuti Sugama, I Ketut Surachmi Setiyaningsih Teguh Hari Sucipto, Teguh Hari Utari, Heny Budi Viryanando Evan Rahardja Waruwu, Ernawati Wiartini, Ni Wayan Ayu Wiartini Wibisono, Adi Ariyanto Widiiastuti, Ni Komang Wijaya, I Made Saka Win Darmanto Yesha Ainensis El G. Pelupessy Yohanes Corne