Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Literatur: Hubungan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Hipertensi pada Lansia: Literature Study: The Relationship Between Physical Activity and Hypertension in the Elderly Kadek Delvia Riska Pratiwi; Made Kurnia Widiastuti Giri; Ketut Indra Purnomo
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 12: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9634

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyebab utama mortalitas dan morbiditas di Indonesia. Kondisi ini sering dijuluki silent killer atau "pembunuh diam-diam" karena umumnya tidak menimbulkan gejala yang jelas. Seseorang dikatakan menderita hipertensi apabila tekanan darah sistoliknya ? 130 mmHg dan/atau tekanan darah diastoliknya ? 80 mmHg pada pemeriksaan berulang. Prevalensi hipertensi pada lansia sangat besar, mencapai sekitar 60% hingga 80% pada individu berusia di atas 65 tahun. Salah satu faktor risiko yang dapat dikendalikan dan memengaruhi hipertensi pada lansia adalah kurangnya aktivitas fisik. Aktivitas fisik yang cukup dapat menguatkan jantung, meningkatkan elastisitas pembuluh darah, dan menurunkan risiko terjadinya hipertensi pada lansia. Analisis literatur diperlukan untuk mengkaji berbagai temuan studi mengenai hubungan ini. Menganalisis dan mengkaji hubungan antara aktivitas fisik dengan hipertensi pada lansia melalui tinjauan literatur. Penelitian ini menggunakan pendekatan literature review. Proses penelusuran artikel dilakukan melalui basis data elektronik seperti Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect menggunakan kata kunci seperti "hipertensi", "aktivitas fisik", "lansia", "tekanan darah", "physical activity", "blood pressure", "elderly". Kriteria inklusi dari penelitian ini adalah literatur yang membahas hubungan aktivitas fisik dengan hipertensi pada lansia, memiliki desain yang relevan, dan diterbitkan dalam rentang 10 tahun terakhir. Kemudian, data dari literatur terpilih dianalisis dengan membandingkan masing-masing temuan. Tinjauan terhadap 10 dari 12 penelitian yang relevan menunjukkan bahwa mayoritas penelitian melaporkan adanya hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada lansia. Aktivitas fisik yang rendah cenderung berkaitan dengan peningkatan risiko terjadinya hipertensi. Meskipun beberapa penelitian tidak menemukan hubungan yang berarti, mayoritas data memperlihatkan pola yang konsisten bahwa aktivitas fisik berperan dalam menurunkan risiko hipertensi. Aktivitas fisik memegang peranan penting dalam menjaga fungsi fisik dan dapat menurunkan risiko hipertensi pada lansia. Peningkatan aktivitas fisik dapat membantu menjaga fungsi kardiovaskular, meningkatkan elastisitas pembuluh darah, dan mengurangi kecenderungan terjadinya hipertensi. Secara umum, literatur menunjukkan bahwa aktivitas fisik merupakan faktor yang efektif dan dapat dimodifikasi dalam pencegahan hipertensi pada lansia.
Studi Literatur: Hubungan Stres Psikologis dengan Munculnya dan Eksaserbasi dari Dermatitis Seboroik dan Psoriasis: Literature Study: The Relationship Between Psychological Stress and the Onset and Exacerbation of Seborrheic Dermatitis and Psoriasis Aurelia Zeva Koespradhanty; Made Kurnia Widiastuti Giri; Oka Udrayana
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 12: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9637

Abstract

Dermatitis seboroik dan psoriasis adalah penyakit inflamasi kulit eritropapuloskuamosa yang berbeda, tetapi sering sulit dibedakan. Meskipun merupakan dua kondisi yang berbeda, keduanya dapat dipicu oleh adanya stres psikologis. Dermatitis seboroik dicirikan dengan skuama kuning berminyak di area kaya kelenjar sebasea dan terkait dengan jamur Malassezia, sementara psoriasis adalah penyakit autoimun dengan plak eritema dan skuama tebal putih. Stres psikologis memengaruhi kulit melalui sumbu HPA dan sel-sel imun, memicu pelepasan hormon dan sitokin pro-inflamasi yang dapat memicu dan memperburuk gejala dermatitis seboroik dan psoriasis. Studi literatur ini bertujuan untuk menganalisis dan mensintesis bukti ilmiah terkait hubungan stres psikologis dengan dermatitis seboroik dan psoriasis. Artikel ini disusun dengan menggunakan metode studi literatur. Penulisan artikel dimulai dari menentukan topik yang akan diangkat, menentukan kata kunci penelusuran, kemudian melakukan penelusuran pada database dengan menggunakan kata kunci yang telah ditentukan untuk menemukan literatur yang sesuai. 5 penelitian menemukan bahwa stres psikologis dan kondisi mental berpengaruh signifikan terhadap dermatitis seboroik, 2 penelitian menemukan bahwa tidak berpengaruh signifikan. Beberapa penelitian memperoleh hasil yang sesuai dengan teori bahwa stres dapat berpengaruh pada dermatitis seboroik dan psoriasis, tetapi masih diperlukan adanya riset lebih lanjut.
Peran Gender dalam Mendukung Pemulihan Kesehatan Ibu pada Masa Postpartum: Tinjauan Literatur : The Role of Gender in Supporting Maternal Health Recovery in the Postpartum Period: A Literature Review Kumaratungga, I Made Pracheta; Made Kurnia Widiastuti Giri; Komang Hendra Setiawan
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9766

Abstract

Masa postpartum merupakan periode kritis yang menentukan kesehatan fisik dan psikologis ibu, di mana peran dan konstruksi gender memiliki pengaruh yang signifikan terhadap proses pemulihan. Ketimpangan gender, norma sosial yang kaku, serta minimnya dukungan pasangan dan lingkungan sosial dapat meningkatkan beban fisik, tekanan mental, dan risiko gangguan kesehatan ibu pascapersalinan. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh peran dan konstruksi gender terhadap kesehatan ibu pada masa postpartum, serta mengidentifikasi implikasi kebijakan yang mendukung penerapan kesetaraan gender dalam pelayanan kesehatan maternal. Metode yang digunakan adalah systematic narrative literature review dengan penelusuran artikel pada basis data PubMed, ScienceDirect, dan BMC Pregnancy and Childbirth menggunakan kata kunci “gender”, “postpartum health”, dan “maternal recovery”. Seleksi artikel mengikuti pedoman PRISMA dengan kriteria inklusi publikasi tahun 2015–2025, berbahasa Inggris atau Indonesia, dan relevan dengan isu gender serta pemulihan kesehatan ibu postpartum. Sebanyak 10 artikel terpilih dianalisis secara mendalam. Hasil kajian menunjukkan bahwa norma gender yang tidak setara meningkatkan beban kerja fisik dan kognitif ibu, memperburuk kesehatan mental, serta menghambat akses terhadap layanan kesehatan pascapersalinan. Sebaliknya, keterlibatan pasangan, dukungan sosial berbasis keluarga dan komunitas, serta kebijakan berperspektif gender terbukti berkontribusi positif terhadap pemulihan kesehatan ibu. Kajian ini menegaskan pentingnya integrasi perspektif gender dalam sistem pelayanan kesehatan maternal dan perlunya pengembangan intervensi berbasis komunitas yang sensitif terhadap konteks sosial dan budaya untuk meningkatkan kesejahteraan ibu postpartum secara berkelanjutan.
Efektivitas Yoga dalam Menurunkan Stres pada Mahasiswa: Tinjauan Sistematis: Indonesia I Gede Ramadhita Rahajeng Jelantik; Made Kurnia Widiastuti Giri; Made Bayu Permasutha
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2264

Abstract

Mahasiswa merupakan kelompok yang rentan terhadap stres psikologis akibat tantangan akademik, sosial, dan pribadi. Jika tidak dikelola, stres dapat berkembang menjadi kecemasan, depresi, insomnia, burnout, dan gejala psikosomatis yang berdampak pada penurunan prestasi akademik serta kesejahteraan secara keseluruhan. Yoga semakin banyak diteliti sebagai intervensi komplementer non-farmakologis untuk manajemen stres. Tinjauan sistematis ini bertujuan mengevaluasi efektivitas intervensi berbasis yoga dalam menurunkan stres dan dampak kesehatan mental terkait pada mahasiswa di Indonesia. Analisis dilakukan terhadap sepuluh studi primer yang dipublikasikan antara tahun 2020 hingga 2025 dengan desain kuasi-eksperimen, uji coba teracak, dan kualitatif. Intervensi meliputi yoga asanas, teknik pernapasan pranayama, yoga berbasis meditasi, dan modul yoga terstruktur. Pada berbagai populasi mahasiswa, yoga secara konsisten menunjukkan manfaat signifikan: menurunkan stres yang dirasakan, mengurangi kecemasan, meningkatkan kualitas tidur, menurunkan burnout akademik, dan mengatasi gejala psikosomatis. Kesimpulannya, yoga merupakan terapi komplementer yang efektif untuk penurunan stres dan peningkatan kesehatan mental mahasiswa. Yoga direkomendasikan untuk diintegrasikan ke dalam program kesehatan mahasiswa di perguruan tinggi. Uji coba teracak berskala besar dan multi-senter diperlukan untuk meningkatkan generalisasi temuan.
Yoga Asana dalam Pengelolaan Diabetes Melitus Tipe 2: Implikasi Klinis dan Peran Dokter dalam Konteks Wisata Kesehatan Ni Nyoman Ayu Trisna Anggarini; Made Kurnia Widiastuti Giri; Nyoman Ratih Widya Sari; Kadek Listia Prasetya Dewi; Dewa Ayu Aryantika Anggraeni; Ni Putu Ayu Daneswari Dewi
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KEDOKTERAN Vol. 5 No. 1 (2026): April: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrike.v5i1.8390

Abstract

Type 2 diabetes mellitus (T2DM) requires comprehensive management beyond pharmacological therapy, including sustainable lifestyle-based interventions. Yoga asana, as a form of mind–body intervention, integrates physical postures, breathing techniques, and relaxation practices that may influence metabolic and psychosocial pathways relevant to T2DM. This article aimed to synthesize evidence regarding the physiological mechanisms, clinical effectiveness, and healthcare implementation context of yoga asana in T2DM management, as well as to discuss the role of physicians in integrating this complementary therapy, including within health tourism settings. A narrative literature review was conducted using scientific databases, focusing on publications addressing yoga asana, mind–body interventions, T2DM, and clinical integration. The findings indicate that yoga asana is associated with improved glycemic control, including reductions in fasting blood glucose, postprandial glucose, and HbA1c, alongside modulation of stress-related physiological parameters and psychological well-being. Beyond clinical outcomes, yoga asana shows potential for community-based and health tourism contexts as part of chronic disease lifestyle management. Physicians play a central role in clinical assessment, patient education, coordination with complementary therapy providers, and ongoing monitoring to ensure safe, evidence-based integration. Although current evidence suggests consistent beneficial trends, methodological heterogeneity highlights the need for more standardized and mechanistic research.
Influence of Father Support for Early Breastfeeding Initiation among Cesarean Mothers in Lower-Middle-Income Countries: A Literature Review Shivananda Vidyana Puja, I Gede; Giri, Made Kurnia Widiastuti; Indra, Ketut
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 2 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i2.2951

Abstract

The role of managerial economics in decision-making, company performance, and organizational governance is discussed in this study. The review results indicate that managerial economics serves as a conceptual framework and practical tool for managers to integrate microeconomic and macroeconomic theories as well as quantitative approaches to make better business decisions. Budgeting methods, cost-benefit analysis, and management accounting systems have proven effective in enhancing managers' ability to assess performance through planning, controlling, and evaluation. Human resource factors—such as managerial leadership and employee motivation—also play an important role in improving organizational productivity. Additionally, research shows how a company's ownership structure, dividend policy, and management systems impact investor value and trust. Conversely, digital transformation, board diversity, and the Islamic economy represent external and normative factors that influence business sustainability in today's highly dynamic world. Overall, the results of this review indicate that managerial economics is useful both as a theory and a practical practice to support corporate competitiveness, innovation, and sustainability. To face the uncertainty of the global business environment, companies and community groups must adopt a flexible, data-driven, and ethically oriented approach to managerial economics.
Akupunktur sebagai Terapi Komplementer untuk Depresi Sarah Angie Sihotang; Made Kurnia Widiastuti Giri; I Gede Yogi Lingga Pradipa; Riska Ramadona. H; I Putu Esa Ika Putra Juni Artana; I Made Bagus Krishna Wiguna
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1063

Abstract

Pendahuluan: Depresi merupakan gangguan mental yang ditandai oleh perasaan sedih yang berkepanjangan, kehilangan minat, serta gangguan fungsi sosial. Terapi konvensional seperti antridepresan dan psikoterapi belum sepenuhnya efektif bagi semua pasien. Hal ini mendorong pencarian alternatif pengobatan komplementer, salah satunya adalah akupunktur. Metode: Pencarian literatur dilakukan melalui database Pubmed dengan kata kunci “acupuncture” AND “depression” AND “compelementary therapy”. Data dianalisis secara deskriptikatan tinjauan sistematis naratif terhadap 10 studi RCT yang mengevaluasi penggunaan akupunktur pada penderita depresi, baik sebagai terapi utama maupun terapi tambahan. Data dianalisis secara deskriptik berdasarkan perubahan skor depresi, frekuensi terapi, dan jenis teknik akupunktur yang digunakan. Pembahasan: Akupunktur terbukti efektif menurunkan gejala depresi, baik secara subjektif melalui pengukuran skala HAMD dan BDI, maupun secara objektif melalui regulasi sumbu HPA dan peningkatan neuroplastisitas. Teknik electroacupuncture dan scalp acupuncture memberikan responnggu hingga delapan minggu menunjukkan efektivitas yang lebih tinggi. Teknik electroacupuncture dan scalp acupuncture memberikan respon klinis yang lebih cepat dan mendalam dibanding teknik manual biasa. Simpulan: Akupunktur merupakan terapi komplementer yang potensial untuk mendukung penanganan depresi, dengan mekanisme kerja yang melibatkan regulasi neuroendokrin dan sistem saraf pusat. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menyusun panduan praktik klinis dan mengevaluasi dampak jangka panjangnya terhadap kualitas hidup penderita.
Efektivitas Praktik Yoga terhadap Regulasi Stres dan Kesehatan Mental: Tinjauan Literatur Naratif.  Effectiveness of Yoga Practice on Stress Regulation and Mental Health: A Narrative Literature Review Rosmaria Bintang Leonarda; Made Kurnia Widiastuti Giri; Ni Made Laksmi Devi Jayanti. P; I Komang Aditya Negara; Komang Della Pramita Putri; Afrizal Bagaskara
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1085

Abstract

Pendahuluan: Kesehatan mental menjadi isu global yang kian mendesak seiring meningkatnya prevalensi gangguan seperti kecemasan dan depresi, yang diperburuk oleh stres kronis. Yoga, sebagai pendekatan holistik yang mengintegrasikan latihan fisik, pernapasan, dan meditasi, telah menarik perhatian sebagai intervensi non-farmakologis untuk mengelola stres dan meningkatkan kesehatan mental. Artikel ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas praktik yoga dalam regulasi stres dan kesehatan mental. Metode: tinjauan literatur naratif berbasis metode PRISMA. Dengan menganalisis 45 studi dari database seperti PubMed, Scopus, dan PsycINFO, tinjauan ini mengidentifikasi bahwa yoga, terutama Hatha dan Vinyasa, secara konsisten menunjukkan efek positif dalam mengurangi kadar kortisol, skor kecemasan (berdasarkan skala GAD-7), dan gejala depresi, serta meningkatkan kualitas hidup pada berbagai populasi, termasuk dewasa, remaja, dan pasien klinis Pembahasan: Mekanisme biologis seperti regulasi sistem saraf parasimpatis dan psikologis seperti peningkatan kesadaran diri (mindfulness) menjadi dasar efektivitas yoga. Namun, heterogenitas metodologi dan variasi durasi intervensi menjadi keterbatasan utama. Tinjauan ini menyoroti potensi yoga sebagai intervensi yang hemat biaya dan mudah diakses, dengan rekomendasi untuk penelitian masa depan yang lebih terkontrol dan inklusif terhadap populasi tertentu. Simpulan: Yoga adalah intervensi yang efektif untuk regulasi stres dan kesehatan mental, dengan bukti kuat pada penurunan kecemasan, depresi, dan kadar kortisol.                           
Efektivitas Spiritual Konseling pada Pasien Gagal Ginjal Kronis: Systematic Review Tjokorda Prawira Putra Pemayun; Made Kurnia Widiastuti Giri; Ni Made Mirah Candrawati; Pande Bagus Andhika Maharthanegara; Ni Kadek Indah Melati; I Komang Nirartha Nusaryanda
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1122

Abstract

Pendahuluan: Gagal ginjal kronis merupakan penyakit progresif yang memerlukan terapi pengganti ginjal jangka panjang, terutama hemodialisis. Prosedur ini sering menimbulkan dampak negatif terhadap kualitas tidur serta kondisi psikologis pasien, seperti kecemasan dan depresi. Pendekatan medis konvensional cenderung berfokus pada aspek fisik dan belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan holistik pasien. Oleh karena itu, konseling spiritual sebagai terapi komplementer mulai dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis pasien. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas konseling spiritual terhadap kualitas tidur, kecemasan, dan depresi pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis. Metode: Penelitian ini merupakan tinjauan sistematis yang disusun mengikuti pedoman PRISMA. Pencarian literatur dilakukan melalui basis data Google Scholar, PubMed, dan Europe PMC menggunakan kata kunci yang relevan. Kriteria inklusi meliputi penelitian dengan desain randomized controlled trial dalam sepuluh tahun terakhir, melibatkan pasien dewasa yang menjalani hemodialisis, serta menilai luaran kualitas tidur dan kondisi psikologis. Pembahasan: Sebanyak enam artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara deskriptif. Seluruh penelitian menunjukkan bahwa konseling spiritual memberikan perbaikan bermakna pada kualitas tidur serta penurunan tingkat kecemasan dan depresi dibandingkan kelompok kontrol. Intervensi spiritual terbukti membantu pasien dalam mengelola stres, meningkatkan ketenangan batin, dan memperbaiki respons psikologis terhadap penyakit kronis. Simpulan: Konseling spiritual efektif sebagai terapi komplementer dalam meningkatkan kualitas tidur dan kesejahteraan psikologis pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis. Pendekatan holistik ini layak dipertimbangkan dalam praktik pelayanan kesehatan. 
Co-Authors ., Luh Putu Dwi Ariesta ., Ni Kadek Ayu Herlina Santika Putri Adnyana Putra Afrizal Bagaskara Artanayasa, Wayan Arya Nugraha Aurelia Zeva Koespradhanty Bagus Firmansyah Bagus Firmansyah, Bagus Dewa Ayu Aryantika Anggraeni Dewa Gede Hendra Divayana, Dewa Gede Hendra Dewa Gede Putra Mahayana Dewi Sri Wahyuni, Ni Putu Dharmapala, Ekanova Drs. I Made Danu Budhiarta,M Pd. . Febryanti, Made Devina Gandes Retno Rahayu Gede Ermawan . Govinda Vittala Gusti Ngurah Juniartha I Dewa Agung Gde Fanji Pradiptha I Gede Angga Wiantara . I Gede Ramadhita Rahajeng Jelantik I Gede Yogi Lingga Pradipa I Gst Lanang Agung Parwata I Kadek Putra Wirasantika . I Komang Aditya Negara I Komang Gunawan Landra I Komang Nirartha Nusaryanda I Made Bagus Krishna Wiguna I Nengah Subiakta . I Nyoman Arsudika . I Nyoman Kanca I Putu Esa Ika Putra Juni Artana I Putu Panca Adi I Putu Sucipta . I Putu Wisna Ariawan I Wayan Lasmawan I Wayan Muderawan I Wayan Repiyasa . I Wayan Suja Ida Bagus Nyoman Putra Dwija Indra Dwisaputra Indra, Ketut Janendra, Putu Sathiya Adi Julieta, Ni Putu Narithya Kadek Delvia Riska Pratiwi Kadek Edy Sukarma Kadek Indira Maheswari Kadek Intan Arta Sarita Kadek Listia Prasetya Dewi Ketut Indra Purnomo Komang Della Pramita Putri Komang Hendra Setiawan Kumaratungga, I Made Pracheta LUH MERTASARI . Luh Putu Dwi Ariesta . Luh Seri Ani M.Or S.Pd I Ketut Budaya Astra . Made Agus Hendrayana Made Bayu Permasutha Made Bayu Permasutha Made Budiawan Made Indra Wijaya Made Kusuma Wijaya Made Suadnyani Pasek Made Suadnyani Pasek Mahayana, Dewa Gede Putra Maheswari, Kadek Indira MS Prof. Dr. I Wayan Rai . Muhamad Fahrizal . Ni Kadek Ayu Herlina Santika Putri . Ni Kadek Indah Melati Ni Komang Sulyastini Ni Luh Putu Pranena Sastri Ni Luh Putu Pranena Sastri, Ni Luh Putu Pranena Ni Made Laksmi Devi Jayanti. P Ni Made Mirah Candrawati Ni Nyoman Ayu Trisna Anggarini Ni Putu Ayu Daneswari Dewi Ni Putu Dewi Sri Wahyuni Nyoman Ratih Widya Sari Oka Udrayana Pande Bagus Andhika Maharthanegara Pasala, Metamalik Pasek Suadnyani, Made Pradnyadewi, Ni Putu Cempaka Pradnyadewi Pramesti, Komang Kirana Ardhia Pratistha, Putu Stithaprajna Prof. Dr. I Wayan Rai, MS . Putra , Adnyana Putu Agus Mahendra Nata . Putu Erwan Prastyawan . Putu Sathiya Adi Janendra Rahmadewi, Made Ayu Rahayu Agastyane Rahmayani, Irma Rifandi Rifandi Rifandi, Rifandi Riska Ramadona. H Rosmaria Bintang Leonarda Sarah Angie Sihotang Sarita, Kadek intan Arta Shivananda Vidyana Puja, I Gede Sukarma, Kadek Edy Tammubua, Jerroll Septian Tjokorda Prawira Putra Pemayun Tresnadinata, I Made Lingga Wahjoedi Wahjoedi Wahjoedi Widnyana, I Komang Tri Yasa Wiguna, Nyoman Intan Permatahati Wijaya, Made Kusuma Wilwadana, I Putu Dimasatya