Claim Missing Document
Check
Articles

Yoga Asana dalam Pengelolaan Diabetes Melitus Tipe 2: Implikasi Klinis dan Peran Dokter dalam Konteks Wisata Kesehatan Ni Nyoman Ayu Trisna Anggarini; Made Kurnia Widiastuti Giri; Nyoman Ratih Widya Sari; Kadek Listia Prasetya Dewi; Dewa Ayu Aryantika Anggraeni; Ni Putu Ayu Daneswari Dewi
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KEDOKTERAN Vol. 5 No. 1 (2026): April: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrike.v5i1.8390

Abstract

Type 2 diabetes mellitus (T2DM) requires comprehensive management beyond pharmacological therapy, including sustainable lifestyle-based interventions. Yoga asana, as a form of mind–body intervention, integrates physical postures, breathing techniques, and relaxation practices that may influence metabolic and psychosocial pathways relevant to T2DM. This article aimed to synthesize evidence regarding the physiological mechanisms, clinical effectiveness, and healthcare implementation context of yoga asana in T2DM management, as well as to discuss the role of physicians in integrating this complementary therapy, including within health tourism settings. A narrative literature review was conducted using scientific databases, focusing on publications addressing yoga asana, mind–body interventions, T2DM, and clinical integration. The findings indicate that yoga asana is associated with improved glycemic control, including reductions in fasting blood glucose, postprandial glucose, and HbA1c, alongside modulation of stress-related physiological parameters and psychological well-being. Beyond clinical outcomes, yoga asana shows potential for community-based and health tourism contexts as part of chronic disease lifestyle management. Physicians play a central role in clinical assessment, patient education, coordination with complementary therapy providers, and ongoing monitoring to ensure safe, evidence-based integration. Although current evidence suggests consistent beneficial trends, methodological heterogeneity highlights the need for more standardized and mechanistic research.
Akupunktur sebagai Terapi Komplementer untuk Depresi Sarah Angie Sihotang; Made Kurnia Widiastuti Giri; I Gede Yogi Lingga Pradipa; Riska Ramadona. H; I Putu Esa Ika Putra Juni Artana; I Made Bagus Krishna Wiguna
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1063

Abstract

Pendahuluan: Depresi merupakan gangguan mental yang ditandai oleh perasaan sedih yang berkepanjangan, kehilangan minat, serta gangguan fungsi sosial. Terapi konvensional seperti antridepresan dan psikoterapi belum sepenuhnya efektif bagi semua pasien. Hal ini mendorong pencarian alternatif pengobatan komplementer, salah satunya adalah akupunktur. Metode: Pencarian literatur dilakukan melalui database Pubmed dengan kata kunci “acupuncture” AND “depression” AND “compelementary therapy”. Data dianalisis secara deskriptikatan tinjauan sistematis naratif terhadap 10 studi RCT yang mengevaluasi penggunaan akupunktur pada penderita depresi, baik sebagai terapi utama maupun terapi tambahan. Data dianalisis secara deskriptik berdasarkan perubahan skor depresi, frekuensi terapi, dan jenis teknik akupunktur yang digunakan. Pembahasan: Akupunktur terbukti efektif menurunkan gejala depresi, baik secara subjektif melalui pengukuran skala HAMD dan BDI, maupun secara objektif melalui regulasi sumbu HPA dan peningkatan neuroplastisitas. Teknik electroacupuncture dan scalp acupuncture memberikan responnggu hingga delapan minggu menunjukkan efektivitas yang lebih tinggi. Teknik electroacupuncture dan scalp acupuncture memberikan respon klinis yang lebih cepat dan mendalam dibanding teknik manual biasa. Simpulan: Akupunktur merupakan terapi komplementer yang potensial untuk mendukung penanganan depresi, dengan mekanisme kerja yang melibatkan regulasi neuroendokrin dan sistem saraf pusat. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menyusun panduan praktik klinis dan mengevaluasi dampak jangka panjangnya terhadap kualitas hidup penderita.
Efektivitas Praktik Yoga terhadap Regulasi Stres dan Kesehatan Mental: Tinjauan Literatur Naratif.  Effectiveness of Yoga Practice on Stress Regulation and Mental Health: A Narrative Literature Review Rosmaria Bintang Leonarda; Made Kurnia Widiastuti Giri; Ni Made Laksmi Devi Jayanti. P; I Komang Aditya Negara; Komang Della Pramita Putri; Afrizal Bagaskara
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1085

Abstract

Pendahuluan: Kesehatan mental menjadi isu global yang kian mendesak seiring meningkatnya prevalensi gangguan seperti kecemasan dan depresi, yang diperburuk oleh stres kronis. Yoga, sebagai pendekatan holistik yang mengintegrasikan latihan fisik, pernapasan, dan meditasi, telah menarik perhatian sebagai intervensi non-farmakologis untuk mengelola stres dan meningkatkan kesehatan mental. Artikel ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas praktik yoga dalam regulasi stres dan kesehatan mental. Metode: tinjauan literatur naratif berbasis metode PRISMA. Dengan menganalisis 45 studi dari database seperti PubMed, Scopus, dan PsycINFO, tinjauan ini mengidentifikasi bahwa yoga, terutama Hatha dan Vinyasa, secara konsisten menunjukkan efek positif dalam mengurangi kadar kortisol, skor kecemasan (berdasarkan skala GAD-7), dan gejala depresi, serta meningkatkan kualitas hidup pada berbagai populasi, termasuk dewasa, remaja, dan pasien klinis Pembahasan: Mekanisme biologis seperti regulasi sistem saraf parasimpatis dan psikologis seperti peningkatan kesadaran diri (mindfulness) menjadi dasar efektivitas yoga. Namun, heterogenitas metodologi dan variasi durasi intervensi menjadi keterbatasan utama. Tinjauan ini menyoroti potensi yoga sebagai intervensi yang hemat biaya dan mudah diakses, dengan rekomendasi untuk penelitian masa depan yang lebih terkontrol dan inklusif terhadap populasi tertentu. Simpulan: Yoga adalah intervensi yang efektif untuk regulasi stres dan kesehatan mental, dengan bukti kuat pada penurunan kecemasan, depresi, dan kadar kortisol.                           
Efektivitas Spiritual Konseling pada Pasien Gagal Ginjal Kronis: Systematic Review Tjokorda Prawira Putra Pemayun; Made Kurnia Widiastuti Giri; Ni Made Mirah Candrawati; Pande Bagus Andhika Maharthanegara; Ni Kadek Indah Melati; I Komang Nirartha Nusaryanda
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1122

Abstract

Pendahuluan: Gagal ginjal kronis merupakan penyakit progresif yang memerlukan terapi pengganti ginjal jangka panjang, terutama hemodialisis. Prosedur ini sering menimbulkan dampak negatif terhadap kualitas tidur serta kondisi psikologis pasien, seperti kecemasan dan depresi. Pendekatan medis konvensional cenderung berfokus pada aspek fisik dan belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan holistik pasien. Oleh karena itu, konseling spiritual sebagai terapi komplementer mulai dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis pasien. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas konseling spiritual terhadap kualitas tidur, kecemasan, dan depresi pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis. Metode: Penelitian ini merupakan tinjauan sistematis yang disusun mengikuti pedoman PRISMA. Pencarian literatur dilakukan melalui basis data Google Scholar, PubMed, dan Europe PMC menggunakan kata kunci yang relevan. Kriteria inklusi meliputi penelitian dengan desain randomized controlled trial dalam sepuluh tahun terakhir, melibatkan pasien dewasa yang menjalani hemodialisis, serta menilai luaran kualitas tidur dan kondisi psikologis. Pembahasan: Sebanyak enam artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara deskriptif. Seluruh penelitian menunjukkan bahwa konseling spiritual memberikan perbaikan bermakna pada kualitas tidur serta penurunan tingkat kecemasan dan depresi dibandingkan kelompok kontrol. Intervensi spiritual terbukti membantu pasien dalam mengelola stres, meningkatkan ketenangan batin, dan memperbaiki respons psikologis terhadap penyakit kronis. Simpulan: Konseling spiritual efektif sebagai terapi komplementer dalam meningkatkan kualitas tidur dan kesejahteraan psikologis pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis. Pendekatan holistik ini layak dipertimbangkan dalam praktik pelayanan kesehatan. 
Influence of Father Support for Early Breastfeeding Initiation among Cesarean Mothers in Lower-Middle-Income Countries: A Literature Review I Gede Shivananda Vidyana Puja; Made Kurnia Widiastuti Giri; Ketut Indra
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 2 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i2.2951

Abstract

The role of managerial economics in decision-making, company performance, and organizational governance is discussed in this study. The review results indicate that managerial economics serves as a conceptual framework and practical tool for managers to integrate microeconomic and macroeconomic theories as well as quantitative approaches to make better business decisions. Budgeting methods, cost-benefit analysis, and management accounting systems have proven effective in enhancing managers' ability to assess performance through planning, controlling, and evaluation. Human resource factors—such as managerial leadership and employee motivation—also play an important role in improving organizational productivity. Additionally, research shows how a company's ownership structure, dividend policy, and management systems impact investor value and trust. Conversely, digital transformation, board diversity, and the Islamic economy represent external and normative factors that influence business sustainability in today's highly dynamic world. Overall, the results of this review indicate that managerial economics is useful both as a theory and a practical practice to support corporate competitiveness, innovation, and sustainability. To face the uncertainty of the global business environment, companies and community groups must adopt a flexible, data-driven, and ethically oriented approach to managerial economics.
Literature Review : Kesiapsiagaan Fasilitas Kesehatan Primer Menangani Penyakit Wisatawan I Wayan Natha Wiguna; I Putu Anda Tresna Dananta; Putu Prajata Vistara Putera; Made Kurnia Widiastuti Giri; I Kadek Artawan
Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/sehatrakyat.v5i3.8150

Abstract

The surge in global human mobility has positioned travel medicine as a crucial component, making primary healthcare facilities the frontline in mitigating travelers' diseases. Despite this strategic role, gaps in operational and clinical preparedness remain a major challenge. This Systematic Literature Review aims to analyze empirical evidence regarding the preparedness of primary healthcare facilities in handling travelers' diseases, focusing on human resource cognitive evaluation, structural challenges, and clinical pathway formulation. The study was conducted following the PRISMA protocol through a comprehensive search of PubMed, Scopus, and ScienceDirect databases. A total of 28 articles published in the last 10 years met the inclusion criteria and were analyzed using qualitative narrative synthesis. The synthesized results indicate that global preparedness levels are sub-optimal due to multidimensional barriers. The lack of formal travel medicine training and specific certification is the primary gap, dominantly reported by over 75% of the literature, followed by limited medical consultation time (approximately 65%). Furthermore, there is a polarization of barriers based on regional economic status; developing countries mostly struggle with basic infrastructure disparities, while facilities in developed countries paradoxically face electronic health record interoperability issues for surveillance. In conclusion, optimizing interprofessional collaboration involving nurses in travel triage and integrating travel medicine into the mandatory Continuing Medical Education (CME) curriculum are urgently needed to strengthen the resilience of the tourism health system.
Co-Authors ., Luh Putu Dwi Ariesta ., Ni Kadek Ayu Herlina Santika Putri Adnyana Putra Afrizal Bagaskara Artanayasa, Wayan Arya Nugraha Bagus Firmansyah Bagus Firmansyah, Bagus Dewa Ayu Aryantika Anggraeni Dewa Gede Hendra Divayana, Dewa Gede Hendra Dewi Sri Wahyuni, Ni Putu Dharmapala, Ekanova Drs. I Made Danu Budhiarta,M Pd. . Febryanti, Made Devina Gandes Retno Rahayu Gede Ermawan . Govinda Vittala I Dewa Agung Gde Fanji Pradiptha I Gede Angga Wiantara . I Gede Ramadhita Rahajeng Jelantik I Gede Shivananda Vidyana Puja I Gede Yogi Lingga Pradipa I Gst Lanang Agung Parwata I Gusti Ngurah Juniartha I Kadek Artawan I Kadek Putra Wirasantika . I Komang Aditya Negara I Komang Nirartha Nusaryanda I Made Bagus Krishna Wiguna I Nengah Subiakta . I Nyoman Arsudika . I Nyoman Kanca I Putu Anda Tresna Dananta I Putu Esa Ika Putra Juni Artana I Putu Panca Adi I Putu Sucipta . I Putu Wisna Ariawan I Wayan Lasmawan I Wayan Muderawan I Wayan Natha Wiguna I Wayan Repiyasa . I Wayan Suja Ida Bagus Nyoman Putra Dwija Indra Dwisaputra Janendra, Putu Sathiya Adi Julieta, Ni Putu Narithya Kadek Edy Sukarma Kadek Indira Maheswari Kadek Intan Arta Sarita Kadek Listia Prasetya Dewi Ketut Indra Komang Della Pramita Putri Komang Hendra Setiawan LUH MERTASARI . Luh Putu Dwi Ariesta . Luh Seri Ani M.Or S.Pd I Ketut Budaya Astra . Made Agus Hendrayana Made Bayu Permasutha Made Bayu Permasutha Made Budiawan Made Indra Wijaya Made Kusuma Wijaya Made Suadnyani Pasek Made Suadnyani Pasek Mahayana, Dewa Gede Putra Maheswari, Kadek Indira MS Prof. Dr. I Wayan Rai . Muhamad Fahrizal . Ni Kadek Ayu Herlina Santika Putri . Ni Kadek Indah Melati Ni Komang Sulyastini Ni Luh Putu Pranena Sastri Ni Luh Putu Pranena Sastri, Ni Luh Putu Pranena Ni Made Laksmi Devi Jayanti. P Ni Made Mirah Candrawati Ni Nyoman Ayu Trisna Anggarini Ni Putu Ayu Daneswari Dewi Ni Putu Dewi Sri Wahyuni Nyoman Ratih Widya Sari Pande Bagus Andhika Maharthanegara Pasala, Metamalik Pasek Suadnyani, Made Pradnyadewi, Ni Putu Cempaka Pradnyadewi Pramesti, Komang Kirana Ardhia Pratistha, Putu Stithaprajna Prof. Dr. I Wayan Rai, MS . Putra , Adnyana Putu Agus Mahendra Nata . Putu Erwan Prastyawan . Putu Prajata Vistara Putera Putu Sathiya Adi Janendra Rahmadewi, Made Ayu Rahayu Agastyane Rahmayani, Irma Rifandi Rifandi Rifandi, Rifandi Riska Ramadona. H Rosmaria Bintang Leonarda Sarah Angie Sihotang Sarita, Kadek intan Arta Sukarma, Kadek Edy Tammubua, Jerroll Septian Tjokorda Prawira Putra Pemayun Tresnadinata, I Made Lingga Wahjoedi Wahjoedi Wahjoedi Widnyana, I Komang Tri Yasa Wiguna, Nyoman Intan Permatahati Wijaya, Made Kusuma Wilwadana, I Putu Dimasatya