Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Formula Enteral Blenderized Rendah Indeks Glikemik berbahan Dasar Labu Kuning, Putih Telur Ayam, dan Kacang Hijau (BUTEJO) Regita Shalsabillah Dhita Alam; Alifia Divana Ayu Swastikaningrum; Misykat Huda Kesumo Rohmat Putri Gondosari; Rewinta Putri Denaru Kelimari; Tsania Izza Alfadila; Farida Nur Isnaeni; Dwi Sarbini
Proceeding Seminar on Food and Dietetic 2025: Proceeding Seminar on Food and Dietetic
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Salah satu cara untuk mencegah malnutrisi dan hiperkatabolisme pada pasien diabetes mellitus adalah dengan pemberian formula enteral blenderized rendah indeks glikemik. Pembuatan formula enteral blenderized rendah indeks glikemik dapat menggunakan bahan lokal yaitu labu kuning, putih telur ayam, dan kacang hijau. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan formulasi enteral rendah indeks glikemik berbasis labu kuning, putih telur ayam, dan kacang hijau (BUTEJO) serta melakukan pengujian mutu fisik dan daya terima. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian ekperimental dengan 2 formula dengan variasi perbandingan putih telur ayam dan kacang hijau 1:1 (F1) dan 2:1 (F2). Selanjutnya akan dilakukan pengujian mutu dan daya terima. Uji mutu yang dilakukan yaitu uji viskositas menggunakan viskometer, osmolalitas menggunakan osmometer, uji daya alir menggunakan selang NGT, uji endapan dilakukan dengan membiarkan formula selama 6 jam dalam suhu ruang. Uji daya terima menggunakan uji hedonik. Kandungan gizi dihitung secara empiris menggunakan microsoft excel dengan data dari TKPI 2019, hasil dari uji mutu diolah secara deskriptif, uji daya terima diolah menggunakan uji ANOVA dengan uji lanjut Man Whitney. Hasil: Hasil uji mutu menunjukkan formula 1 memiliki viskositas 42,37cP dan osmolalitas 296 mOsm/kg, sementara formula 2 memiliki viskositas 117,2cP dan osmolalitas 329 mOsm/kg. Hasil uji daya alir pada selang 12 Fr menunjukkan 1,725 cc/detik untuk formula 1 dan 0,695 cc/detik untuk formula 2, sedangkan pada selang 14 Fr, masing masing 2,245 cc/detik dan 0,96 cc/detik. Tidak terdapat endapan setelah 6 jam pengujian, dan berdasarkan parameter keseluruhan pada uji organoleptik didapatkan rata-rata panelis netral terhadap formula 1 dan formula 2. Simpulan: Berdasarkan uji mutu dan daya terima, formula terbaik yaitu formula BUTEJO Formula 1 (1:1) karena memiliki viskositas, osmolalitas, dan daya terima yang lebih baik dibandingkan F2.
Pengembangan Formula Enteral Blenderized Tinggi Branched Chain Amino Acids (BCAA) Berbahan Labu Kuning, Daging Ayam, Putih Telur Kharisma Diva Arrahmah Casta Dienningrum; Ida Rohmawati; Puput Fitria Erli Ningtyas; Alfi Mifthahul Nikmah; Putri Puspita Ulya; Farida Nur Isnaeni; Fitriana Mustikaningrum
Proceeding Seminar on Food and Dietetic 2025: Proceeding Seminar on Food and Dietetic
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Penyakit sirosis hati berisiko tinggi menyebabkan malnutrisi pada pasien yang dapat meningkatkan kejadian komplikasi dan kematian. Makanan enteral blenderized dapat menjadi alternatif terapi diet penderita sirosis hati karena mudah dicerna dan kandungan gizinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kandungan gizi, viskositas, osmolalitas, daya alir, endapan, dan organoleptik pada formulasi enteral komersil dengan dua formulasi enteral tinggi BCAA dengan perbandingan komposisi daging ayam, putih telur, roti tawar, dan maltodextrin yang berbeda. Metode: Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimental yang melibatkan penyusunan komposisi dua formulasi enteral tinggi BCAA dengan perbandingan masing-masing komposisi pada formula 1 dan formula 2 yaitu, putih telur (6:9), daging ayam (5:4), roti tawar (4:3), dan maltodextrin (5:6). Penilaian kandungan gizi dilakukan dengan secara empiris, uji viskositas diukur menggunakan viskometer, osmolalitas diukur menggunakan osmometer, daya alir diukur menggunakan NGT ukuran 12 fr, uji endapan dilakukan selama 6 jam, dan uji organoleptik dengan 15 panelis. Analisis data hasil organoleptik diuji menggunakan uji Kruskal Wallis lalu dilanjutkan uji Post Hoc. Hasil: Kandungan energi formula enteral BUDALUR 1 dan 2 berkisar antara 553,6-567,8 kkal. Nilai osmolalitas formula enteral BUDALUR 1 dan 2 berkisar antara 494-543 mOSm/Kg. Nilai viskositas formula enteral BUDALUR 1 dan 2 berkisar antara 146,15-264,8 cp. Hasil uji daya alir formula enteral BUDALUR 1 dan 2 berkisar antara 0,22-1,335 cc/detik. Tidak ada endapan di kedua formulasi enteral BUDALUR. Hasil uji organoleptik didapatkan formula enteral BUDALUR 1 lebih disukai dibandingkan dengan formula enteral BUDALUR 2. Simpulan: Formula enteral BUDALUR 2 lebih direkomendasikan karena kandungan BCAA lebih tinggi, hasil osmolalitas dan viskositas lebih rendah serta hasil uji daya alir lebih cepat dibandingkan dengan formula enteral BUDALUR 1.
Formula Enteral berbasis Kedelai, Labu Kuning, Putih Telur Ayam (KELAPI) sebagai Diet Tinggi Energi Tinggi Protein Alifia Divana Ayu Swastikaningrum; Misykat Huda Kesumo Rohmat Putri Gondosari; Rewinta Putri Denaru Kelimari; Tsania Izza Alfadila; Regita Shalsabillah Dhita Alam; Farida Nur Isnaeni
Proceeding Seminar on Food and Dietetic 2025: Proceeding Seminar on Food and Dietetic
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Status gizi yang optimal merupakan aspek krusial dalam mempercepat proses penyembuhan pasien, khususnya pasien dengan kebutuhan khusus seperti pasien dengan malnutrisi, luka kronis, atau dalam fase pemulihan pascaoperasi karena peningkatan katabolisme. Oleh itu untuk memenuhi kebutuhan maka bisa ditambahkan suplementasi gizi seperti formula enteral berupa diet tinggi energi dan tinggi protein berbasis pangan lokal (kacang kedelai, labu kuning, dan putih telur ayam) untuk memenuhi kebutuhan gizi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pembuatan dan pengujian formula enteral tinggi energi dan tinggi protein berbasis kacang kedelai, labu kuning, dan putih telur ayam. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksperimental yang diawali dengan formulasi produk enteral KELAPI. Perhitungan kandungan zat gizi dilakukan secara empiris menggunakan aplikasi Nutrisurvey 2007. Formula yang telah disusun kemudian diuji melalui serangkaian pengujian mutu fisik, meliputi: viskositas menggunakan viskometer, osmolalitas menggunakan osmometer, serta daya alir menggunakan Nasogastric Tube (NGT) ukuran 12 Fr dan 14 Fr. Uji endapan dilakukan selama 6 jam. Selain itu, dilakukan uji organoleptik oleh 15 panelis untuk menilai karakteristik sensorik formula. Data hasil uji organoleptik kemudian dianalisis menggunakan uji beda non-parametrik Mann-Whitney. Hasil: Hasil dari penelitian ini menunjukkan rata-rata viskositas formula enteral berbasis kacang kedelai, labu kuning, dan putih telur ayam adalah 12,22 cP, osmolalitas 420 mOsm/kg, daya alir pada selang 12 Fr adalah 1,67 cc/detik dan selang 14 Fr adalah 2,73 cc/detik, tidak terdapat endapan setelah 6 jam pengujian, dan berdasarkan parameter organoleptik memperoleh nilai rata-rata sebesar 3,8±0,68, yang menunjukkan bahwa responden cenderung menyukai formula tersebut. Kesimpulan: Secara keseluruhan pengujian formula enteral berbasis kacang kedelai, labu kuning, dan putih telur ayam sesuai dengan standar persyaratan formula enteral tinggi energi dan tinggi protein yang dapat mendukung manajemen gizi pada pasien dengan malnutrisi.
Pengaruh Perbedaan Proporsi Bahan terhadap Sifat Fisikokimia dan Sensoris Finger Stick Hatasa (Hati Ayam, Telur Ayam, Santan) Nanda Ayu Saputri; Emma Yahya Saputri; Farida Nur Isnaeni
Proceeding Seminar on Food and Dietetic 2026: Proceeding Seminar on Food and Dietetic
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Pemberian Makanan Tambahan (PMT) anak dengan gizi kurang perlu dioptimalkan untuk mendukung tumbuh kembangnya. Pengembangan produk Finger Stick HATASA (hati ayam, telur ayam, santan) dapat digunakan sebagai inovasi pemanfaatan pangan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan proporsi bahan terhadap kadar air, intensitas warna, dan sifat sensoris pada Finger Stick HATASA (hati ayam, telur ayam, santan). Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain penelitian Rancang Acak Lengkap (RAL) dengan perbedaan proporsi bahan yang digunakan. Hasil: Data yang didapatkan dianalisis menggunakan Paired T Test dengan dengan p-value < 0,05 pada intensitas warna aspek L* dan b*, dan sifat sensoris. Analisis lainnya menggunakan Kruskall Wallis dengan p-value < 0,05 pada kadar air dan intensitas warna aspek a*. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perbedaan proporsi bahan mempengaruhi intensitas warna dan sifat sensoris. Simpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah perbedaan proporsi bahan memiliki pengaruh nyata terhadap intensitas warna aspek L* dan sifat sensoris aspek rasa, tekstur, dan keseluruhan. Namun tidak memiliki pengaruh nyata terhadap kadar air, intensitas warna aspek a* dan b*, serta sifat sensoris aspek warna dan aroma. Secara keseluruhan, formula terbaik didapatkan pada formula hati ayam 9%, telur ayam 14%, santan 18%, daging ayam 14%, roti tawar 32%, wortel 13% dengan rata-rata 6.00 pada kategori suka. Diharapkan penelitian ini dapat berkontribusi dalam memberikan inovasi pemanfaatan bahan pangan lokal untuk pembuatan PMT anak.
Karakteristik Organoleptik dan Fisikokimia Snack Bar Tepung Ubi Ungu dan Tepung Kacang Hijau Fadhilah Nur Aini; Rindi Febriana; Aan Sofyan; Farida Nur Isnaeni
Proceeding Seminar on Food and Dietetic 2026: Proceeding Seminar on Food and Dietetic
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Kombinasi tepung ubi ungu dan tepung kacang hijau berpotensi menghasilkan snack bar tinggi serat, rendah indeks glikemik, dan kaya antioksidan, sehingga aman bagi penderita DM. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mutu organoleptik, intensitas warna, kadar air, dan kandungan gizi snack bar dengan 3 variasi perlakuan yaitu F1 (40:80), F2 (48:72), dan F3 (60:60). Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) satu faktor, yaitu perbedaan konsentrasi tepung ubi ungu dan tepung kacang hijau pada pembuatan snack bar. Penelitian menggunakan tiga formulasi perlakuan, yaitu F1 (40:80), F2 (48:72), dan F3 (60:60). Analisis mutu organoleptik dilakukan menggunakan uji hedonik terhadap 15 panelis semi terlatih, sedangkan intensitas warna dianalisis menggunakan chromameter, kadar air dengan metode termogravimetri menggunakan Kern DAB 100-3 moisture analyzer, dan kandungan gizi dihitung secara empiris menggunakan Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI) 2020. Analisis data dilakukan menggunakan uji Shapiro-Wilk dan Kruskal-Wallis serta dilanjutkan dengan Duncan's Multiple Range Test (DMRT) apabila terdapat perbedaan antar perlakuan. Hasil: Variasi konsentrasi tepung ubi ungu dan tepung kacang hijau berpengaruh signifikan terhadap tingkat kesukaan rasa, tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap warna, aroma, tekstur, dan penilaian keseluruhan. Formula F3 memiliki nilai mutu organoleptik tertinggi. Peningkatan konsentrasi tepung ubi ungu menyebabkan penurunan nilai L* serta peningkatan nilai a* dan b*. Kadar air snack bar berkisar 23,73- 25,54% dan memenuhi standar pangan semi basah, dengan kecenderungan meningkat seiring bertambahnya konsentrasi tepung ubi ungu. Formula F3 memiliki kandungan energi tertinggi. Simpulan: Terjadi peningkatan tingkat kesukaan terhadap seluruh parameter organoleptik, nilai a*, dan nilai b* serta penurunan nilai L* seiring peningkatan konsentrasi tepung ubi ungu.
Karakeristik Fisik dan Sensoris Kue Talam Substitusi Tepung Kacang Hijau untuk Anak dengan Gizi Kurang Filsa Afitri Cholidha; Anindya Suryawati; Farida Nur Isnaeni; Dwi Sarbini
Proceeding Seminar on Food and Dietetic 2026: Proceeding Seminar on Food and Dietetic
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Malnutrisi pada anak masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bertujuan untuk mencegah masalah gizi seperti stunting, gizi buruk, dan kurang gizi. Penggunaan bahan pangan lokal dalam PMT dapat meningkatkan status gizi balita. Kue talam merupakan jajanan tradisional yang telah ada sejak lama. Kue talam merupakan jajanan tradisional yang berpotensi dikembangkan melalui substitusi tepung kacang hijau untuk meningkatkan nilai gizi produk. Metode: Metode eksperimen yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan tiga perlakuan F1 (substitusi tepung kacang hijau 15%), F2 (30%), F3 (45%). Instrumen penelitian menggunakan formulir uji organoleptik dengan 15 responden. Hasil: Hasil uji statistik Friedman menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada parameter warna (p = 0,010), aroma (p = 0,004), rasa (p = 0,015), dan keseluruhan (p = 0,027). Formula F2 memiliki rerata kesukaan tertinggi pada sebagian uji organoleptik. Hasil uji warna mempengaruhi karakteristik warna produk, sedangkan uji kadar air semua formula memenuhi persyaratan mutu kue basah berdasarkan SNI 01-4309-1996. Simpulan: Substitusi tepung kacang hijau pada kue talam memengaruhi karakteristik sensoris dan fisik. Formula F2 (30%) merupakan formula terbaik berdasarkan uji organoleptik yang berpotensi dikembangkan sebagai alternatif PMT berbasis pangan lokal.
Proses Asuhan Gizi Terstandar pada Pasien Pre-Post Laparatomi Adhesiolisis dan Reseksi Anastomosis Ileum End to End dengan Riwayat Appendisitis Akut Nur Khofipah; Dwi Sarbini; Agus Prastowo; Farida Nur Isnaeni
Proceeding Seminar on Food and Dietetic 2026: Proceeding Seminar on Food and Dietetic
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Appendisitis perforasi disertai peritonitis generalisata merupakan kondisi kegawatdaruratan pada sistem pencernaan yang dapat menimbulkan peradangan berat intraabdomen, perlengketan usus, serta gangguan fungsi saluran cerna sehingga membutuhkan tindakan operasi berupa laparotomi adhesiolisis reseksi dan anastomosis ileum end to end. Pasien pasca bedah digestif memiliki risiko mengalami gangguan asupan makan, peningkatan kebutuhan energi dan protein, infeksi, ileus, serta malnutrisi akibat proses inflamasi dan stres metabolik pascaoperasi. Dukungan terapi gizi yang adekuat diperlukan untuk membantu mempercepat penyembuhan luka, mempertahankan status gizi, dan mendukung pemulihan fungsi gastrointestinal. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan asuhan gizi pada pasien pasca tindakan laparotomi dengan riwayat appendisitis perforasi peritonitis generalisata. Metode: laporan kasus (case report) dengan pendekatan deskriptif observasional pada satu pasien anak menjalani perawatan di rumah sakit. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan klinis, data laboratorium, serta pemantauan asupan makan, kemudian dianalisis berdasarkan langkah proses asuhan gizi terstandar. Hasil: Diagnosis gizi yang ditegakkan meliputi NI-2.1, NC-1.4, NI-5.1. Intervensi gizi diberikan melalui terapi diet TETP dengan tekstur bertahap dari cair jerning hingga tekstur biasa. Monitoring dan evaluasi yang dilakukan meliputi asupan zat gizi, kondisi klinis, fungsi gastrointestinal, dan kemampuan pasien mentoleransi makanan. Setelah dilakukan intervensi gizi, kondisi pasien menunjukkan perbaikan yang ditandai dengan persentase pemenuhan kebutuhan energi dari 47% menjadi 52%, protein dari 53% mejadi 58%, dan karbohidrar dari 54% menjadi 64%, sedangkan asupan lemak menurun dari 58% menjadi 44%. Secara klinis pasien menujukkan perbaikan berupa berkuranngnya nyeri pasca operasi, membaiknya fungsi gastrointestinal, serta pasien mampu mentoleransi peningkatan tekstur makanan dari cair hingga makanan biasa. Kesimpulan: Pada kasus ini, kondisi pasien menunjukkan perbaikan secara bertahap setelah diberikan intervensi. Intervensi gizi yang diberikan telah tercapai dengan baik, meskipun target asupan pasien belum sepenuhnya terpenuhi.
Hubungan Konsumsi Buah dan Sayur dengan Status Gizi pada Remaja di SMA Batik 1 Surakarta Nur Jihan Anggraini; Farida Nur Isnaeni; Nur Lathifah Mardiyati
INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 4 (2026): Agustus 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/insologi.v5i4.9343

Abstract

Adolescents continue to experience various nutritional problems, one of which is the increasing prevalence of overweight and obesity. The 2023 Indonesian Health Survey (SKI) reported that the prevalence of overweight and obesity among Indonesian adolescents aged 16–18 years was 8.8% and 3.3%, respectively. In Central Java, fruit and vegetable consumption among adolescents aged 15–19 years remained limited, with 68.1% consuming only 1–2 servings per day. This study was conducted at SMA Batik 1 Surakarta. The study aimed to examine the association between fruit and vegetable consumption and nutritional status among adolescents using an analytic observational design with a cross-sectional approach. A total of 76 students were selected through purposive sampling. Fruit and vegetable consumption was assessed using an FFQ, nutritional status was determined based on BMI-for-age (BMI/A), and data were analyzed using the Chi-Square test. The proportions of infrequent and frequent consumption were both 50.0%, while 73.7% of students had normal nutritional status and 26.3% had abnormal nutritional status. The p-value of 0.602 indicated no significant association between fruit and vegetable consumption and nutritional status. Nutritional status may be influenced by various factors, including dietary adequacy, eating patterns, physical activity, genetic factors, and the social environment.
Hubungan Status Gizi dengan Tingkat Kebugaran Jasmani pada Remaja di SMA Batik 1 Surakarta Nazuni Adliya Shiddiiqi; Farida Nur Isnaeni; Siti Zulaekah
Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/sehatrakyat.v5i3.8843

Abstract

Adolescents are a group experiencing rapid growth with increasing nutritional needs. Unhealthy and irregular eating patterns, sedentary behavior, and low levels of physical activity can affect nutritional status and reduce physical fitness, which is crucial for supporting health, learning ability, and daily activities. This study aims to determine the relationship between nutritional status and physical fitness levels among adolescents at Batik 1 High School in Surakarta. The research method employed an analytical observational study with a cross-sectional approach. The study sample consisted of 91 students selected using simple random sampling. Nutritional status was measured based on the Age-Adjusted Body Mass Index (BMI/A), while physical fitness was assessed using the Harvard Step-Up Test and calculated based on the Physical Fitness Index (PFI). The association was tested using Fisher’s Exact Test with a significance level of p < 0.05. The results showed that most respondents had normal nutritional status, totaling 75 students (84.2%), while the highest proportion of physical fitness levels fell into the “very poor” category, totaling 69 students (75.8%). The results of Fisher’s Exact Test showed a p-value of 1.000 (p > 0.05), indicating no significant association between nutritional status and physical fitness level. This suggests that other factors likely play a greater role in influencing physical fitness than nutritional status.
HUBUNGAN KONSUMSI MAKANAN DAN MINUMAN MANIS DENGAN KEJADIAN DISMENORE PRIMER PADA REMAJA PUTRI DI SMA BATIK 1 SURAKARTA Naila Najwa Ukhtufina; Farida Nur Isnaeni
Darussalam Nutrition Journal Vol. 10 No. 1 (2026): Darussalam Nutrition Journal
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/dnj.v10i1.15

Abstract

Background: Primary dysmenorrhoea is pain experienced in the lower abdomen during the menstrual cycle. The prevalence of primary dysmenorrhoea reaches 70–90% among women under the age of 24. Excessive consumption of sugary foods and beverages may contribute to blood vessel constriction, inflammation, and increased prostaglandin production, which can trigger uterine contractions and menstrual pain. Objective: To determine the relationship between the consumption of sugary foods and beverages and the incidence of primary dysmenorrhoea among female students at SMA Batik 1 Surakarta. Methods: This study used an analytical observational design with a cross-sectional approach. The sampling technique applied was purposive sampling, involving 34 female students selected using the Lemeshow formula (1997). Inclusion criteria included female students aged 15–18 years who had experienced menstruation for at least three cycles, were able to communicate well, and were willing to participate. Exclusion criteria included incomplete data, consumption of pain-relieving medication or herbal remedies during or near menstruation, and a history of reproductive health disorders. Data on sugary food and beverage consumption were collected using a Food Frequency Questionnaire (FFQ) with a cut-off score of ≥417.5 for the frequent category. Primary dysmenorrhoea was assessed using the Working Ability, Location, Intensity, Days of Pain, and Dysmenorrhoea (WaLIDD) scale. Data were   analysed using Spearman’s rank correlation test. Results: Most respondents experienced primary dysmenorrhoea (94.1%), while the distribution of sugary food and beverage consumption was equal between the frequent and infrequent categories (50% each). Statistical analysis showed no significant relationship between sugary food and beverage consumption and primary dysmenorrhoea (p = 0.649; r = -0.081). Conclusion: There was no association between the consumption of sugary foods and beverages and the incidence of primary dysmenorrhoea among the respondents.
Co-Authors Aan Sofyan Adelia Triana Putri Agus Prastowo Alfi Mifthahul Nikmah Alifia Divana Ayu Swastikaningrum Aliva Nimas Mahati Alreda Fitriana Alya Aulia Rahma Anas Tasya Ardea Zerlind Angelina Agustin Ika Nur &#039;Aini Anggi Eka Mulyandari Anida Azkia Fitri Anindya Suryawati Anindya Suryawati Anugraheni, Merlin Appannah, Geeta Arsy, Mahluristya Khaulil Arsy, Mahluristya Khaulil Arum Cahyaningsih Asti Damaningtyas Ayu Saputri, Nanda Az-Zahra, Nafis Fatikhah Cindy Ratna Adella Devanda Amelia Prihantika Diah Ayu Kusuma Wulandari Dinda Agustin Sandra Diny Oktri Sani Dwi Astuti Dwi Sarbini Dwi Sarbini Dyah Intan Puspitasari Dyah Intan Puspitasari Emma Yahya Saputri Fadhilah Nur Aini Faizah Zahrani Fara Nabila Farita Adhynda Amithya Fatahillah, Brilian Ferinda Rahma Mawadda Fila Rachmad Ramadhan Filsa Afitri Cholidha Filsa Afitri Cholidha Firmansyah Firmansyah Firmansyah Fitriana Mustikaningrum Hanifah, Intan Uzy Hayati, Aisyah Nur Hernasari, Lili Hernie Mayawati Hernie Mayawati Ida Rohmawati Inne Anwar Ayu Kusuma Ningrum Intan Prasetyaningrum Ismiranti, Delia IZZATUL FAJRIYAH Khairunnisa Nadya Risti Khairunnisa Nadya Risti Khairunnisa, Mutiara Zulfaa Kharina Indira Astuti Kharisma Diva Arrahmah Casta Dienningrum Khayla Febriannisa' Khoirina Ngizzati Pujiani Khoirunissa Nadiva Nareswari Krisna Wibowo Lili Hernasari Lilis Apriliyani Luluk Ria Rakhma Magistra Ammar Alghifari Mahluristya Khaulil Arsy Mawadda, Ferinda Rahma Maya Sukmawati Mayawati, Hernie Mayawati, Hernie Mayawati, Hernie Misykat Huda Kesumo Rohmat Putri Gondosari Moh Zamroji Muhammad Fajar Afnizar Muhammad Mukhlis Cahyadi Mutalazimah Mutalazimah Muwakhidah Muwakhidah Muwakhidah Muwakhidah Muwakhidah Nabilah Beryl Nathaniela Naila Najwa Ukhtufina Nanda Ayu Saputri Nashwa, Nadya Nazuni Adliya Shiddiiqi Nesya Anggita Rahmadhani Niken Asih Pangastuti Ningsih, Setia Norma Diena Amalia Nur Baiti Rahmawati Nur Jihan Anggraini Nur Khofipah Nur Lathifah Mardiyati Nurdita, Rizki Amalia Putri Pramudya Kurnia Puput Fitria Erli Ningtyas Puspitasari, Dyah Intan Putri Puspita Ulya Qurrota'aini, Nafila Happy Rahma, Alya Aulia Rahma, Finna Armita Rahmawati, Septilia Anggi Ramadhani, Nanda Sintya Rasendria, Aurelia Neisya Regita Shalsabillah Dhita Alam Rewinta Putri Denaru Kelimari Rindi Febriana Risti, Khairunnisa Nadya Risti, Khairunnisa Nadya Risti, Khairunnisa Nadya Salsabila Purnamasari Salwa Malihatunnisa Sari, Junjung Adita Selfahyasa Raharjo Septilia Anggi Rahmawati Setia Asyanti Sevtya Nur Hasanah Sharla Apsarini Sherly Nur Janah Shuffah Arsya Azzahra Silvi Puspitasari Sintya Bella Pratiwi Siti Zulaekah Sudrajah Warajati Kisnawaty Tafara Fikrama Depriasa Tiara Sang Ether Asy-Shifa Tsania Izza Alfadila Wachid Yahya Wahida Fitria Fatmasari Widyawati, I Gusti Ngurah Winda Wahyu Pratiwi Winda Wahyu Pratiwi Wiwik Wuandari Wuandari, Wiwik Wulandari, Arita Yahya Saputri, Emma Yuliana Lestari Zahra Dhiya'an Almas Putri Kinasih Zahrani, Faizah Zerlind, Anas Tasya Ardea Zulia Setiyaningrum