Claim Missing Document
Check
Articles

PEMANFAATAN AMPAS KOPI SEBAGAI PRODUK LIP SCRUB ORGANIK RAMAH LINGKUNGAN DI SMK FARMASI CUT MEUTIA Nurhayati Nurhayati; Rulia Meilina; Syarifah Yanti Astrina; Fitria Fitria; Silmi Kaffah; Syarifah Asyura; Picha Maudina Nasution; Indah Novita; Nurul Anjelini; Muhammad Afrizal
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya minat terhadap kosmetik berbahan alami membuka peluang pemanfaatan limbah organik sebagai bahan baku produk perawatan kulit. Ampas kopi yang selama ini sering terbuang ternyata masih mengandung antioksidan dan memiliki tekstur yang sesuai sebagai eksfoliator alami. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memanfaatkan ampas kopi menjadi lip scrub organik ramah lingkungan sekaligus meningkatkan keterampilan formulasi dan kesadaran lingkungan siswa SMK Farmasi Cut Meutia. Metode yang digunakan berupa pembelajaran berbasis proyek melalui penyuluhan, demonstrasi, praktik pembuatan produk, serta evaluasi pre-test dan post-test pada 36 siswa. Hasil menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 60,8 menjadi 86,3. Produk yang dihasilkan memenuhi parameter mutu fisik awal, meliputi organoleptik, homogenitas, dan pH 5,2–5,8. Kegiatan ini efektif mengintegrasikan pembelajaran vokasi dengan isu keberlanjutan. Disarankan dilakukan uji stabilitas lanjutan dan pengembangan program kewirausahaan berbasis sekolah. Kata kunci: ampas kopi; lip scrub organik; pembelajaran berbasis proyek, siswa SMK Farmasi.
SOSIALISASI TENTANG POLA MAKAN YANG SEHAT DAN GIZI SEIMBANG DALAM MENDUKUNG PROSES PEMBELAJARAN DI SEKOLAH PADA REMAJA DI DESA TIBANG Ismiati Ismiati; Syarifah Asyura; Nanda Fitriana; Rossi Aulia Pratiwi; Ibrahim Ibrahim; Rauzatun Nisa; Kesumawati Kesumawati; Ella Frisella
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kebutuhan gizi bagi remaja dikarenakan masih dalam masa tumbuh dan berkembang. Agar kebutuhan gizi pada remaja terpenuhi dengan baik dan benar, remaja harus cerdas dalam memilih makanan yang akan dikonsumsi dengan berbagai nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh adanya. Adapun 7 kebiasaan anak hebat Indonesia salah satunya adalah mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi. Makanan yang sehat dan bergizi adalah makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak yang baik, vitamin, mineral dan serat serta tidak mengkonsumsi makanan jajanan secara sembarangan. Selain makanan sehat dan bergizi tentunya para remaja harus menyeimbangkan susunan pangan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis serta jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh dengan memperhatikan prinsip keanekaragaman pangan, aktivitas fisik, perilaku hidup bersih dan sehat serta memantau berat badan dengan teratur untuk mencegah masalah gizi dan mempertahankan imun dalam tubuh dengan tetap menjaga asupan nutrisi seimbang. Penelitian ini dilakukan di Desa Tibang Kecamatan Syiah Kuala. Metode yang digunakan adalah edukasi gizi interaktif yang meliputi ceramah, diskusi dan media edukatif. Hasil menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada seluruh aspek pengetahuan tentang gizi seimbang yaitu 20% menjadi 83,4%. sikap remaja 26,7 % dan meningkat menjadi 73,3% dan perilaku remaja terhadap gizi seimbang dari 16,67% meningkat menjadi 80%. Hal ini menunjukkan bahwa dalam mendukung proses pembelajaran di sekolah diperlukan gizi yang seimbang agar dapat mendukung proses pembelajaran di sekolah seperti meningkatkan konsentrasi, fungsi otak, dan stamina para remaja.
EDUKASI LITERASI KESEHATAN MENTAL BAGI SANTRI SMAIT UMAR FARUQ SEBAGAI UPAYA PREVENTIF GANGGUAN PSIKOLOGIS Kurnia Rahmayanti; Melda Sofia; Andi Syahputra; Herawati Herawati; Syarifah Asyura; Pardi Pardi; Rahmansah Rahmansah; Muhammad Yahya; Refita Maulia
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan mental remaja merupakan isu penting dalam konteks pendidikan, termasuk pada lingkungan sekolah berbasis pesantren. Santri menghadapi tuntutan akademik, sosial, serta penyesuaian diri terhadap sistem boarding school yang berpotensi menimbulkan stres psikologis. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan mental santri sebagai upaya preventif terhadap gangguan psikologis. Sasaran kegiatan adalah santri di SMAIT Umar Faruq. Metode yang digunakan adalah psikoedukasi melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan simulasi self-help. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman santri tentang konsep kesehatan mental, tanda-tanda gangguan psikologis, serta strategi coping adaptif. Kegiatan ini berkontribusi dalam membangun kesadaran preventif dan memperkuat ketahanan psikologis santri. Kesimpulannya, edukasi ini efektif meningkatkan kesadaran santri untuk melakukan deteksi dini secara mandiri.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PEMBUATAN REPELAN HERBAL BUNGA KECOMBRANG UNTUK PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI DESA LAM GAPANG ACEH BESAR Siti Samaniyah; Finaul Asyura; Syarifah Asyura; Chairanisa Anwar; Fitria Fitria
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit berbasis lingkungan yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Kabupaten Aceh Besar. Tingginya populasi nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor utama DBD memerlukan upaya pencegahan yang efektif, aman, dan ramah lingkungan. Salah satu alternatif yang dapat dikembangkan adalah penggunaan repelan herbal berbahan alami, seperti bunga kecombrang (Etlingera elatior) yang diketahui memiliki kandungan metabolit sekunder berpotensi sebagai penolak nyamuk. Tim dosen Ilmu Kesehatan dan mahasiswa Universitas Ubudiyah Indonesia melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Lam Gapang, Aceh Besar melalui program pemberdayaan masyarakat dalam pembuatan repelan herbal bunga kecombrang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai pemanfaatan tanaman lokal sebagai upaya pencegahan DBD serta mendorong perilaku hidup sehat berbasis kearifan lokal. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi pembuatan repelan herbal, pelatihan praktik langsung, dan evaluasi pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai bahaya DBD dan manfaat bunga kecombrang sebagai bahan alami penolak nyamuk. Selain itu, masyarakat mampu mempraktikkan secara mandiri proses pembuatan repelan herbal sederhana yang aman digunakan di lingkungan rumah tangga. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung upaya pencegahan DBD secara berkelanjutan serta meningkatkan pemanfaatan sumber daya alam lokal yang bernilai kesehatan dan ekonomis bagi masyarakat Desa Lam Gapang. Kata kunci: pemberdayaan masyarakat, repelan herbal, bunga kecombrang, Demam Berdarah Dengue, pencegahan DBD. Abstract Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is one of the environmental-based diseases that remains a public health problem in Aceh Besar Regency. The high population of Aedes aegypti mosquitoes as the primary vector of DHF requires prevention efforts that are effective, safe, and environmentally friendly. One alternative that can be developed is the use of herbal repellents made from natural ingredients, such as torch ginger (Etlingera elatior), which is known to contain secondary metabolites with potential mosquito-repellent activity. A team of lecturers conducted a community service program in Lam Gapang Village, Aceh Besar through a community empowerment initiative focused on the production of herbal torch ginger repellent. This activity aimed to improve community knowledge and skills regarding the utilization of local plants as an effort to prevent DHF and to promote healthy living behaviors based on local wisdom. The implementation methods included health education, demonstrations of herbal repellent preparation, hands-on practical training, and evaluation of participants’ understanding. The results of the activity showed an increase in community knowledge regarding the dangers of DHF and the benefits of torch ginger as a natural mosquito repellent. In addition, community members were able to independently practice the process of making simple herbal repellents that are safe for household use. This activity is expected to support sustainable DHF prevention efforts and enhance the utilization of local natural resources with health and economic value for the people of Lam Gapang Village. Keywords: community empowerment, herbal repellent, torch ginger, Dengue Hemorrhagic Fever, DHF prevention
EDUKASI PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) PASCA BANJIR MELALUI PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT DI GAMPONG MEUNASAH LHOK, KABUPATEN PIDIE JAYA Finaul Asyura; Chairanisa Anwar; Fitria Fitria; Siti Samaniyah; Rahmat Akbar; Syarifah Asyura; Rouzatun Nisa; Ulfa Husna Dhirah; Nurdin Nurdin; Ratna Wilis
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit infeksi yang ditularkan melalui gigitan nyamuk dan masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di daerah tropis, termasuk Indonesia. Kondisi pasca banjir dapat meningkatkan risiko penularan DBD karena adanya genangan air, sampah, barang bekas, dan tempat penampungan air yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai cara penularan dan pencegahan DBD dapat menyebabkan rendahnya kesadaran dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama setelah banjir. Kegiatan edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pencegahan DBD pasca banjir di Gampong Meunasah Lhok, Kabupaten Pidie Jaya. Kegiatan dilakukan melalui penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, tanya jawab, serta pembagian media edukasi mengenai pencegahan DBD dan penerapan 3M Plus. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat antusias dan aktif mengikuti edukasi. Peserta mengalami peningkatan pemahaman mengenai penularan DBD, tanda dan gejala, tempat perkembangbiakan nyamuk, pentingnya kebersihan lingkungan, serta upaya pencegahan DBD setelah banjir. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk menerapkan 3M Plus secara rutin, menjaga kebersihan lingkungan, memberantas sarang nyamuk, serta berperan aktif dalam mencegah penularan DBD pasca banjir secara berkelanjutan.
PENINGKATAN KESADARAN MAHASISWA DALAM PEMILIHAN DAN PENGOLAHAN PANGAN LOKAL Ismiati Ismiati; Ibrahim Ibrahim; Syarifah Asyura; Nanda Fitriana; Kesumawati Kesumawati; Rouzatun Nisa; Rossi Aulia Pratiwi; Ersa Rahayu; Irhamna Irhamna; Melia Riska; Najwa Magfirah Melala
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pangan olahan lokal memiliki peran penting dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat, namun kesadaran mahasiswa dalam memilih dan mengolah pangan lokal yang aman dan bergizi masih perlu ditingkatkan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran mahasiswa S1 Gizi mengenai pemilihan serta pengolahan pangan olahan lokal melalui pemanfaatan tempe sebagai sumber protein nabati. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif partisipatif yang meliputi pre-test, kuliah interaktif, demonstrasi praktik pengolahan tempe secara higienis, post-test, serta evaluasi dan refleksi. Kegiatan dilaksanakan selama dua minggu dengan melibatkan mahasiswa aktif semester 4–6 yang dipilih secara purposive. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sekitar 65% mahasiswa memiliki pengetahuan yang terbatas terkait kandungan gizi kedelai, pemilihan bahan baku yang baik, dan proses fermentasi tempe yang higienis. Setelah mengikuti program, terjadi peningkatan pengetahuan dan praktik mahasiswa, di mana sekitar 85% peserta menunjukkan perubahan positif dalam pemilihan dan pengolahan pangan lokal yang lebih aman dan bergizi. Mahasiswa juga memahami pentingnya tempe sebagai sumber protein nabati berkualitas yang mendukung pola makan gizi seimbang. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap pemanfaatan pangan lokal serta mendorong penerapan perilaku konsumsi pangan yang lebih sehat.
SOSIALISASI TENTANG POLA MAKAN YANG SEHAT DAN GIZI SEIMBANG DALAM MENDUKUNG PROSES PEMBELAJARAN DI SEKOLAH PADA REMAJA DI DESA TIBANG Ismiati Ismiati; Syarifah Asyura; Nanda Fitriana; Rossi Aulia Pratiwi; Ibrahim; Rauzatun Nisa; Kesumawati; Ella Frisella
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Peningkatan kebutuhan gizi bagi remaja dikarenakan masih dalam masa tumbuh dan berkembang. Agar kebutuhan gizi pada remaja terpenuhi dengan baik dan benar, remaja harus cerdas dalam memilih makanan yang akan dikonsumsi dengan berbagai nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh adanya. Adapun 7 kebiasaan anak hebat Indonesia salah satunya adalah mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi. Makanan yang sehat dan bergizi adalah makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak yang baik, vitamin, mineral dan serat serta tidak mengkonsumsi makanan jajanan secara sembarangan. Selain makanan sehat dan bergizi tentunya para remaja harus menyeimbangkan susunan pangan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis serta jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh dengan memperhatikan prinsip keanekaragaman pangan, aktivitas fisik, perilaku hidup bersih dan sehat serta memantau berat badan dengan teratur untuk mencegah masalah gizi dan mempertahankan imun dalam tubuh dengan tetap menjaga asupan nutrisi seimbang. Penelitian ini dilakukan di Desa Tibang Kecamatan Syiah Kuala. Metode yang digunakan adalah edukasi gizi interaktif yang meliputi ceramah, diskusi dan media edukatif. Hasil menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada seluruh aspek pengetahuan tentang gizi seimbang yaitu 20% menjadi 83,4%. sikap remaja 26,7 % dan meningkat menjadi 73,3% dan perilaku remaja terhadap gizi seimbang dari 16,67% meningkat menjadi 80%. Hal ini menunjukkan bahwa dalam mendukung proses pembelajaran di sekolah diperlukan gizi yang seimbang agar dapat mendukung proses pembelajaran di sekolah seperti meningkatkan konsentrasi, fungsi otak, dan stamina para remaja. Kata Kunci : Remaja, Gizi, Pembelajaran,Gizi seimbang
PENYULUHAN DAN PELATIHAN PEMBUATAN SPRAY ANTINYAMUK BERBAHAN ALAMI DARI DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum) SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN GIGITAN Aedes aegypti DI DESA KLIENG MEURIA, KABUPATEN ACEH BESAR Kesumawati Kesumawati; Rulia Meilina; Syarifah Asyura; Ismiati Ismiati; Fitriliana Fitriliana; Eva Susanna; Rouzatun Nisa; Silmi Kaffah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Salah satu upaya pencegahan gigitan nyamuk adalah penggunaan repelan berbahan alami yang lebih aman dan ramah lingkungan. Daun kemangi (Ocimum basilicum) merupakan tanaman obat keluarga (TOGA) yang mengandung senyawa aktif seperti linalool, eugenol, dan metil chavicol yang berpotensi sebagai repelan alami terhadap nyamuk. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan daun kemangi sebagai bahan pembuatan spray antinyamuk alami. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi, praktik pembuatan spray antinyamuk berbahan minyak atsiri daun kemangi, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan di Balai Desa Klieng Meuria, Kabupaten Aceh Besar, dengan melibatkan 30 peserta yang terdiri atas ibu rumah tangga, kader PKK, kader Posyandu, dan masyarakat setempat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dari rata-rata nilai pre-test sebesar 47% menjadi 94% pada post-test. Seluruh peserta juga mampu mempraktikkan pembuatan spray antinyamuk secara mandiri sesuai dengan prosedur yang telah diberikan. Antusiasme peserta selama kegiatan menunjukkan bahwa pemanfaatan tanaman obat keluarga sebagai bahan antinyamuk alami dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Kegiatan ini memberikan manfaat dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan DBD melalui pemanfaatan tanaman lokal. Spray antinyamuk berbahan daun kemangi dapat menjadi salah satu alternatif repelan alami yang aman, mudah dibuat, ekonomis, serta ramah lingkungan untuk membantu mengurangi risiko gigitan nyamuk Aedes aegypti.   Kata kunci: Aedes aegypti; daun kemangi (Ocimum basilicum), Demam Berdarah Dengue, pengabdian kepada masyarakat, spray antinyamuk.   Abstract Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains one of the major public health problems in Indonesia. The disease is caused by the dengue virus and transmitted through the bites of Aedes aegypti mosquitoes. One preventive approach to reduce mosquito bites is the use of natural repellents that are safer and more environmentally friendly than synthetic products. Basil (Ocimum basilicum) is a medicinal plant containing essential oil compounds such as linalool, eugenol, and methyl chavicol, which have the potential to act as natural mosquito repellents. This community service program aimed to improve community knowledge and skills in utilizing basil leaves as a natural mosquito repellent spray. The program employed educational counseling, demonstrations, hands-on training in preparing basil essential oil-based mosquito repellent spray, and evaluation through pre-test and post-test questionnaires. The activity was conducted at the Klieng Meuria Village Hall, Aceh Besar Regency, involving 30 participants consisting of housewives, PKK members, Posyandu cadres, and local community members. The results showed a significant improvement in participants' knowledge, with the average pre-test score increasing from 47% to 94% in the post-test. In addition, all participants were able to independently prepare the mosquito repellent spray according to the demonstrated procedure. The high level of participant engagement indicated that the utilization of medicinal plants as natural mosquito repellents was well accepted by the community. This community service activity successfully enhanced participants' knowledge, practical skills, and awareness regarding dengue prevention through the utilization of local medicinal plants. Basil leaf-based mosquito repellent spray can serve as a safe, economical, environmentally friendly, and easy-to-prepare natural alternative to help reduce the risk of Aedes aegypti mosquito bites.   Keywords: Aedes aegypti; basil (Ocimum basilicum); community service; Dengue Hemorrhagic Fever; natural mosquito repellent spray.
EDUKASI DAN PELATIHAN PEMBUATAN FOOD BAR BERBASIS LABU KUNING DAN BERAS MERAH SEBAGAI SNACK SEHAT DALAM UPAYA PENCEGAHAN HIPERTENSI Rouzatun Nisa; Fitriyanti; Finaul Asyura; Silmi Kaffah; Kesumawati; Ismiati; Syarifah Asyura
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat di Indonesia dan menjadi salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi hipertensi pada penduduk usia ≥18 tahun berdasarkan hasil pengukuran tekanan darah mencapai 30,8%. Salah satu upaya pencegahan non-farmakologis adalah melalui modifikasi pola makan dengan memanfaatkan pangan lokal tinggi kalium, serat, dan antioksidan seperti labu kuning dan beras merah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pembuatan food bar berbasis labu kuning dan beras merah sebagai snack sehat dalam upaya pencegahan hipertensi. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif dengan desain one group pretest-posttest, meliputi tahap persiapan, edukasi kesehatan, pelatihan pembuatan food bar, dan evaluasi. Kegiatan diikuti oleh 30 peserta ibu-ibu kader kesehatan. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest menggunakan kuesioner pengetahuan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan nilai rata-rata pengetahuan dari 55,4 menjadi 86,7 dengan p-value 0,000. Peserta juga mampu mempraktikkan pembuatan food bar secara mandiri dengan tingkat penerimaan yang baik pada uji organoleptik. Program pemberdayaan ini terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat sehingga diharapkan dapat mendorong perubahan pola konsumsi ke arah snack yang lebih sehat sebagai upaya pencegahan hipertensi secara berkelanjutan. Kata Kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Food Bar, Labu Kuning, Beras Merah, Hipertensi
EDUKASI DAN PELATIHAN REED DIFFUSER AROMATERAPI MINYAK ATSIRI LEMON RELAKSASI KONSENTRASI BELAJAR SISWA SMK FARMASI Silmi Kaffah; Fitria; Rulia Meilina; Siti Samaniyah; Rina Kurniaty; Syarifah Yanti Astrina; Nurhayati; Syarifah Asyura; Kesumawati; Rouzatun Nisa; Muhammad Rizki; Syafriadi; Ulla Putri Safrina
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan gaya hidup sehat dan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental mendorong meningkatnya minat masyarakat terhadap aromaterapi berbahan alami. Lemon (Citrus limon) merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang kaya akan senyawa limonene, sitral, dan flavonoid yang berperan sebagai antioksidan sekaligus agen penenang (relaksan) susunan saraf pusat. Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Farmasi merupakan kelompok usia produktif yang rentan mengalami kejenuhan dan penurunan konsentrasi belajar akibat padatnya kurikulum teori dan praktikum. Kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam pembuatan Reed Diffuser aromaterapi berbahan dasar minyak atsiri lemon sebagai media relaksasi dan peningkatan konsentrasi belajar. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif yang meliputi penyuluhan materi, demonstrasi formulasi, praktik langsung pembuatan Reed Diffuser, uji coba penggunaan produk di ruang kelas, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Sasaran kegiatan adalah 32 siswa SMK Farmasi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan skor pengetahuan dari rata-rata 54 menjadi 86 (peningkatan 79%). Produk Reed Diffuser yang dihasilkan memiliki aroma segar khas jeruk lemon, warna bening kekuningan, laju difusi aroma yang stabil melalui batang rotan, serta tidak mengalami perubahan warna maupun bau tengik selama dua minggu penyimpanan. Sebanyak 84% peserta melaporkan perasaan lebih rileks dan 78% peserta merasa lebih mudah berkonsentrasi setelah menggunakan Reed Diffuser lemon selama sesi belajar di kelas. Kegiatan ini efektif meningkatkan literasi aromaterapi alami, memperkuat keterampilan formulasi sediaan farmasi sederhana, serta membuka wawasan kewirausahaan berbasis produk kesehatan alami bagi siswa SMK Farmasi. Kata Kunci: minyak atsiri lemon, Reed Diffuser, aromaterapi, relaksasi, konsentrasi belajar
Co-Authors ,, Munar Abdul Mukti Abdul Mukti Alfian, Fariz Rizky Alfinda Novi Kristanti Ali Hanafiah Rambe Andi Syahputra Andika, Fauziah Andriani, Rika Ani Margawati Anwar, Chairanisa Armia Armia Aura Reza Ayu Bancin, Ratnawati Chairanisa Anwar Cut Nora Humaira Cut Nursadrina Cut Nursadrina Damayanti Iskandar Daratu Kusuma Eviana Putri Dhirah, Ulfa Husna Dhiya Salsabila Dina Keumala Sari Br Ginting Dini Rahmawati ELFINA ELFINA Ella Frisella Ella Frisella Ella Frissella Endang S Taurina Ersa Rahayu Eva Susanna Eva Susanna Finaul Asyura Finaul Asyura Fitria Fitria Fitria Fitria Fitriana, Nanda Fitriliana Fitriliana Fitriliana Fitriliana Fitriyanti Freity Freity Haq, Kautsar Ul Herawati Herawati Herawati Herawati Herawati Herawati Herawati Herawati Hery Suwito Humaira, Cut Nora Ibrahim Ibrahim Ibrahim Ibrahim Ibrahim Ida Mukhlisa Ilham Guspika Away Indah Novita Intan Saumi Irhamna Irhamna Ismiati Ismiati Ismiati Ismiati Ismiati Ismiati Ismiati Ismiati Ismiati Ismiati Ismiati Jamil, Sri Mulyani Jernih Rizkia Putri Junaidi Junaidi Kamarullah Kamarullah Kamsia Kamsia Kesumawati Kesumawati Kesumawati Kesumawati Kesumawati Kesumawati Kesumawati Kesumawati, Kesumawati Kurnia Rahmayanti Kurnia Rahmayanti Laksono Trisnantoro Lena Hati Lisda Yanti M. Aqil M. Rizki Fazli M. Zakky Dhiya Ulhaq Maghfirah, Ruhul Makruf, Hafizul Maulidella Maulidella Meilina, Rulia Melda Sofia Melda Sofia Melia Riska Mellya Ernita Merida Putri Wulan Sari Merlin Maulidiyah Miftahussyifa Miftahussyifa Monica Suryani Muhammad Afrizal Muhammad Naufal Muhammad Rizki Muhammad Yahya Mukti, Abdul Munawwarah, Nazilatul Murnia Suri Mutiawati Mutiawati Mutmainah Mutmainah Najwa Magfirah Melala Nanda Fitriana Nanda Fitriana Nanda Fitriana Nanik Siti Aminah Nargaza, Juanda Nazilatul Munawwarah Ningsih, Yulisyo Novi Yanti Novia Suryani Nurdin Nurdin Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nursadrina, Cut Nurul Anjelini Nurul Salwa Pardi Pardi Pardi Pardi Pardi Pardi, Pardi Periskila Dina Kali Kulla Picha Maudina Nasution Putri Serianti Putri Serianti Rafni Fajriati Rahmansah Rahmansah Rahmat Akbar Rahmat Alimin Rahmat Fajri Rahmayanti, Kurnia Ratna Wilis Rauhdatun Nuzul Za Rauzatun Nisa Refita Maulia Rika, Erlia Rosita Rina Kurniaty Rizani, Fitri Rossi Aulia Pratiwi Rossi Aulia Pratiwi Rouzatun Nisa Rouzatun Nisa Rouzatun Nisa Ruri Widyasari Rury Widyasari Rusdipoetra, R. Aryabraga Sabirin Matsjeh Sahbainur Rezeki Said Ashlan, Said Samsidar Samsidar Serianti, Putri Silmi Kaffah Silmi Kaffah Siti Samaniyah Sofia Rubia Sofia, Melda Suci Rahma Amjusfa Syafriadi Syarifah Yanti Astrina Syarifah Yanti Astryna Ulla Putri Safrina warni, Eva Widya Arfani Purba Widyasari, Ruri Widyasari, Rury Yulisyo Ningsih Zahra Kesuma Zulfadhli Zulfadhli ZURAIDA ZURAIDA