Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kelayakan Modul Bioethanol berbasis Penelitian Eucheuma Cottonii sebagai Bahan Dasar Bioethanol M. Saiful Fahmi; Betty Lukiati; Endang Suarsini
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 6, No 10: OKTOBER 2021
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v6i10.15068

Abstract

Abstract: This research is a quantitative descriptive study. This study aims to test the feasibility of the module bioethanol based on  Eucheuma cottonii a basis for bioethanol including  module design validity test by expert module expert lecturers, the material validity test by expert lecturers in bioethanol, the practicality of the module by lecturers at the Muhammadiyah University of Surakarta, legibility by 20 students at the Muhammadiyah University of Surakarta. The data collection method used is the questionnaire and then analyzed on a percentage scale. The module feasibility test results show that this module is very feasible with a score of 93.18% and it can be concluded that this module is suitable for use.Abstrak: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitaif. Penelitian ini bertujuan untuk mengujii kelayakan modul bioethanol berbasis penelitian Eucheuma cottonii sebagai bahan dasar bioethanol meliputi uji validitas desain modul oleh ahli dosen ahli modul, uji validitas materi oleh dosen ahli dibidang bioetanol, kepraktisan modul oleh dosen di Universitas Muhammadiyah Surakarta, keterbacaan oleh 18 mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Metode pengambilan data yang digunakan yaitu kuisioner kemudian dianalisis dengan skala persentase. Hasil tes kelayakan modul menunjukkan modul ini sangat layak dengan skor 93,18% dan dapat disimpulkan modul ini layak untuk digunakan.
PENGEMBANGAN BUKU AJAR MATAKULIAH BIOLOGI SEL BERBASIS IN SILICO Dianing Eka Pupitasari; Mohamad Amin; Betty Lukiati
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.9, September 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.852 KB) | DOI: 10.17977/jp.v1i9.6841

Abstract

The material presented in Cell Biology course one of them is the Cell Aging (Aging). In these materials can be developed research in Silico to broaden the knowledge of students with innovative bioinformatics approach based learning with a reverse screening method. The method used is Dick and Carey (2009) Model Development. The results of research in the form textbook Cell Biology courses based in Silico which has been validated by subject matter experts, media, and small-scale trials. Results from subject matter experts by 91.43% for feasibility component contents, 77.33% for eligibility presentation and 72.72% for the use of language. For media experts obtained 89.70% and 93% for small-scale trials.Materi yang disajikan dalam matakuliah Biologi Sel salah satunya adalah Penuaan Sel (Aging). Pada materi ini dapat dikembangkan penelitian In Silico untuk memperluas pengetahuan mahasiswa dengan inovasi pembelajaran berbasis pendekatan Bioinformatika dengan metode reverse screening. Metode penelitian yang digunakan adalah Model Pengembangan Dick and Carey (2009). Hasil penelitian berupa buku ajar matakuliah Biologi Sel berbasis In Silico yang telah divalidasi oleh ahli materi, media, dan uji coba skala kecil. Hasil dari ahli materi sebesar 91,43% untuk komponen kelayakan isi, 77,33% untuk kelayakan penyajian dan 72,72% untuk penggunaan bahasa. Untuk ahli media diperoleh 89,70% dan 93% untuk uji coba skala kecil.
SCREENING FITOKIMIA, AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN ANTIMIKROBA PADA BUAH JERUK LEMON (Citrus limon) DAN JERUK NIPIS (Citrus aurantiifolia) Anindya Nirmala Permata; Atik Kurniawati; Betty Lukiati
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2018): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.886 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v3i1.126

Abstract

Keinginan hidup sehat dengan mengonsumsi makanan dan minuman alami menjadi bagian gaya hidup masyarakat. Jeruk menjadi salah satu buah yang menjadi makanan fungsional untuk menjaga dan memelihara kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan aktivitas antioksidan dan antimikroba pada buah Jeruk Lemon(Citrus limon) dan Jeruk Nipis(Citrus aurantiifolia). Metode penelitian adalah penelitian eksperimen laboratorium dengan analisis deskriptif. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari-April 2017 di Laboratorium Mikrobiologi dan Kultur Jaringan Tumbuhan Jurusan Biologi Universitas Negeri Malang. Screening fitokimia dengan metode reaksi warna, total fenol dengan metode Folin Ciocalteu, aktivitas antioksidan dengan metode DPPH dan aktivitas antimikroba dengan metode Cakram. Hasil uji screening menunjukkan adanya saponin dan alkaloid tetapi tidak terdapat flavonoid, terpenoid dan tanin. Uji total fenol didapatkan kandungan total fenol pada Jeruk Lemon(Citrus limon) 110,25 mg GAE/ 100ml sedangkan pada Jeruk Nipis(Citrus aurantiifolia) 116,5 mg GAE/ 100ml. Aktivitas antioksidan Jeruk Lemon(Citrus limon)49.593g/ml dan Jeruk Nipis(Citrus aurantiifolia)49.589g/ml. Uji aktivitas antimikroba diperoleh luas zona hambatan yang tertinggi pada konsentrasi 100% dari masing-masing buah jeruk. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada perbedaanaktivitas antioksidan dan antimikroba pada kedua jeruk, dimana buah jeruk lemon (C.limon) aktivitas antioksidannya lebih tinggi daripada dan Jeruk Nipis(C. aurantiifolia), sedangkan aktivitas antimikroba jeruk Nipis(C. aurantiifolia)lebih tinggi daripada jeruk lemon (C.limon).
Kualitas Yoghurt Dari Kulit Buah Naga Berdasarkan Variasi Spesies dan Macam Gula Ditinjau Dari Tekstur, Aroma, Rasa dan Kadar Asam Laktat W. F. Edi Hanzen; Utami Sri Hastuti; Betty Lukiati
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 13, No 1 (2016): Prosiding Seminar Nasional XII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan kulit buah naga menjadi yoghurt merupakan salah satu upaya diversifikasi pangan dan penanganan limbah kulit buah naga. Yoghurt adalah produk olahan makanan yang dihasilkan melalui fermentasi bakteri asam laktat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh spesis buah naga dan macam gula terhadap tekstur, aroma, rasa dankadar asam laktat yoghurt kulit buah naga. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen mengunakan rancangan acak lengkap (RAL) 2 faktor, faktor pertama yaitu spesies buah naga putih (hylocereus undatus) dan spesies buah naga merah (hylocereus polyrhizuz). Faktor kedua yaitu gula pasir, gula palem, dan gula siwalan dengan 4 kali ulangan. Tekstur, aroma, dan rasa diuji melalui uji organoleptik, sedangkan kadar asam laktat diukur mengunakan metode titrasi dengan titran NaOH 0,05 N. Hasil penelitian membuktikan bahwa: 1) Terdapat pengaruh spesies buah naga yang signifikan terhadap kadar asam laktat yoghurt; 2) Terdapat pengaruh macam gula yang signifikan terhadap tekstur, rasa dan kadar asam laktat yoghurt; 3) Tidak terdapat pengaruh interaksi antara spesies buah naga dan macam gula terhadap tekstur, aroma, rasa dan kadar asam laktat yoghurt kulit buah naga. Rerata kadar asam laktat yoghurt  kulit buah naga spesies merah  lebih tinggi dari kadar asam laktat yoghurt kulit buah naga putih yaitu secara berurutan  sebesar 1,238% dan 1,144%. Kedua hasil tersebut sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk kadar asam laktat yoghurt yaitu sebesar 0,5% - 2,0%.Kata kunci: Yoghurt kulit buah naga, tekstur, aroma, rasa yoghurt dan kadar asam laktat yoghurt.
TEACHING GENETICS THROUGH DIFFERENTIATED SCIENCE INQUIRY BASED ON RESEARCH RESULTS OF GENE VARIATION ANALYSIS TO INCREASE COGNITIVE LEARNING OUTCOMES UNDERGRADUATE BIOLOGY STUDENT M Amien Rais; Mohamad Amin; Betty Lukiati
BIOEDUKASI Vol 19 No 1 (2021)
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bioedu.v19i1.20722

Abstract

Paradigm change in 21st century poses a challange for higher education in teaching science as inquiry. In another side, teaching science as inquiry meet some problem because of every student in the classroom was different. This research is aimed to know effectiveness of differentiated science inquiry based on research results of gene variation analysis in genetics course to increase students cognitive learning outcome. This research used pre-experimental research design on one class that consist of 26 biology students. Statistical analysis used in this study is paired sample t-test on pre-test and post-test to measure students cognitive learning outcomes. If there are significances between the pretest and posttest, data analysis was continue to N-Gain score to determine the increasing category of students cognitive learning outcome. The average pretest score was 64,3 and posttest score was 77,2. The statistical analysis result showed there was a significant difference between students cognitive learning outcome (p<0,005), meanwhile the N-Gain score between pretest and postest is 36,2 and categorized a medium criteria. That result mean although there are difference students learning outcome before and after learning by using differentiated science inquiry model based on research result of gene variation analysis, that learning is not too recommended to increase students cognitive learning outcome.
Anticancer mechanism of Pisangulin angulata through in silico and development as teaching material Agus Muji Santoso; Bayu Guruh Binangkit; Mohamad Amin; Sutiman Bambang Sumitro; Betty Lukiati; Mumun Nurmilawati; Poppy Rahmatika Primandiri; Ida Rahmawati; S Sulistiono; Yayoi Kodama
Biosfer: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 12 No 1 (2019): Biosfer: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.066 KB) | DOI: 10.21009/biosferjpb.v12n1.45-57

Abstract

This study aims to reveal the anticancer mechanism of the bioactive compound of Pisangulin angulata and to assess the feasibility of that results as teaching material. This research includes descriptive explorations. In the first stage, an in silico analysis was performed by molecular docking method between physalin compounds and GLI1 protein. The second steps of this study aim to develop teaching materials based research using the Analysis, Reorganizing, Piloting Class, and Evaluating (ARPE models). Feasibility test was carried out by experts and practitioners. Think Pair Share was used in the pilot project. Student motivation and misconception were recorded using SMI and CRI instrument. This study reveals that physalin B has higher activities than controls. The type of chemical bond that is formed between GLI1 amino acids residues with physalin is hydrogen bonds and hydrophobic bonds. The visualization of the types of bonds in that molecular docking between GLI1 amino acid residues and physalin has a high degree of feasibility (89) and can be used to enrich Chemistry for Biology lectures. The visualization of these chemical bonds can increase learning motivation and can improve the understanding of the concept of chemical bonds.
ANALISIS POTENSI SENYAWA REPENSOL SEBAGAI KANDIDAT INHIBITOR Muhammad Khalil; Mohamad Amin; Betty Lukiati
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 8, No 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK VIII 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.806 KB) | DOI: 10.22373/pbio.v8i2.9669

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi senyawa repensol dalam menginhibisi replikasi virus hepatitis B (HBV) melalui pendekatan in silico dengan menggunakan perangkat komputasi dan perangkat lunak (software). Analisis dilakukan dengan metode simulasi penambatan molekular (Molecular Docking Simulation) yang menggunakan software PyRx, serta divisualisasikan dengan PyMol dan Discovery Studio. Data yang digunakan dalam penelitian yaitu struktur senyawa repensol, protein target berupa protein kapsid HBV, dan ligan referensi berupa 4-methyl heteroaryldihydropyrimidine (4-metil HAP) yang dikoleksi dari database PubChem dan PDB. Hasil docking menunjukkan bahwa ikatan yang terbentuk antara senyawa repensol dengan protein kapsid HBV memiliki nilai binding affinity lebih rendah dari ligan referensi, yaitu -7.0 kkal/mol. Visualisasi menunjukkan senyawa repensol membentuk binding site yang sesuai dengan ligan referensi dan melibatkan 13 residu asam amino dari protein kapsid HBV, yaitu PRO D:138, ILE D:139, SER D:141, PHE D:110, THR D:109, LEU D:37, THR D:33, ILE D:105, PRO D:25, TYR D;118, TRP D:102, LEU D:140, dan PHE D:23. Jenis ikatan yang terbentuk antara senyawa repensol dengan protein kapsid HBV yaitu ikatan van der Waals, hidrogen konvensional, Pi-Sigma, Pi-Pi stacked dan Pi-alkil.
Keterampilan Berpikir Kritis Mahasiswa STKIP Yapim Maros Pada Mata Kuliah Evolusi Jirana Jirana; Mohammad Amin; Endang Suarsini; Betty Lukiati
SAINTIFIK Vol 5 No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.82 KB) | DOI: 10.31605/saintifik.v5i1.192

Abstract

Mata kuliah evolusi merupakan salah satu mata kuliah yang dianggap sulit oleh mahasiswa, sulitnya pemahaman mahasiswa terhadap konsep evolusi disebabkan oleh beberapa masalah sehingga perlu dilakukan beberapa observasi terhadap komponen-komponen dalam proses pembelajaran Evolusi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Keterampilan Berpikir mahasiswa terhadap Mata Kuliah Evolusi di Universitas Sulawesi Barat Penelitian ini menggunakan metode survey dengan cara penyebaran angket dan pemberian tes untuk mengetahui pengetahuan mahasiswa tentang konsep evolusi. Berdasarkan survey yang dilakukan terhadap mahasiswa STKIP Yapim Maros Program Pendidikan Biologi dengan 36 orang responden menunjukkan bahwa Keterampilan Berpikir Kritis Mahasiswa STKIP Yapim Maros. Berdasarkan hasil analisis yang didapatkan, maka dapat disimpulkan bahwa keterampilan berpikir mahasiswa biologi STKIP Yapim Maros terhadap mata kuliah Evolusi masih rendah. Oleh karena itu perlu dilakukanpembenahan dalam penelitian lanjutan.Kata kunci: Berpikir Kritis, Evolusi, Pembelajaran
PROFIL KETERAMPILAN BERPIKIR ANALITIS MAHASISWA CALON GURU IPA DALAM PERKULIAHAN BIOLOGI UMUM Dyah Astriani; Herawati Susilo; Hadi Suwono; Betty Lukiati
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol. 2 No. 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia (PPII)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jppipa.v2n2.p66-70

Abstract

Keterampilan berpikir analitis merupakan kemampuan yang harus dikuasai mahasiswa untuk menyelesaikan masalah dalam biologi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir analitis mahasiswa. Sejumlah 38 mahasiswa yang telah menempuh mata kuliah biologi umum menjadi subyek penelitian. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini berupa tes tipe uraian yang mengacu pada keterampilan berpikir analisis yang terdiri dari membedakan (differentiating), mengorganisasi (organizing), dan menghubungkan (attributing) masing-masing indikator 3 soal. Berdasarkan analisis data dideskripsikan kemampuan analisis mahasiswa pada t indikator membedakan 3,01 (baik), mengorganisasikan 2,93 (baik), dan menghubungkan 2,47 (kurang baik). Indikator menghubungkan perlu mendapatkan perhatian lebih.Kata Kunci: keterampilan berpikir analitis, profil, dan biologi umum.
Saponin Pada Bawang Putih Lokal Indonesia dan Potensi Biologinya (Saponins in Indonesian Local Garlic and Their Biological Potential) Balqis; Betty Lukiati; Mohammad Amin; Agus Muji Santoso; Jeni; Widodo
Jurnal Jamu Indonesia Vol. 7 No. 2 (2022): Jurnal Jamu Indonesia
Publisher : Tropical Biopharmaca Research Center, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jji.v7i2.234

Abstract

This study aims to determine the various kinds of compounds from the saponin group found in local Indonesian garlic and map the biological potential of these compounds, especially the potential in the health sector. Saponins are a group of compounds characterized by the presence of foam. Saponins have various benefits both in the health, agriculture, animal husbandry, and also in the food and cosmetic industries. Fifteen compounds from the saponin group were identified from local Indonesian garlic obtained from West Papua, using Liquid Chromatography Mass Spectrometry (LCMS) and validated based on their similarity with the NCBI PubChem database. Saponin compounds in local Papuan garlic, then, their biological potential was mapped using the PASS Server and showed that there were seventeen kinds of biological potential in the saponin compound group from Indonesian local garlic. The three most dominant potencies are as anticancer, antifungal, and hypolipemic. Based on this research, it can be concluded that Indonesian local garlic has great potential to be developed and applied in the health sector, especially as an anticancer related to the saponin content in tubers.
Co-Authors Abdul Fattah Noor Abdul Gofur Abdul Gofur AD. Corebima Agus Muji Santoso Alif Rofiqotun Nurul Alimah Alvina Putri Purnama Sari Alvina Putri Purnama Sari Anindya Nirmala Permata Anindya Nirmala Permata Arwinda Probowati Atik Kurniawati Balqis balqis Bayu Guruh Binangkit Dian Eka A. F. Ningrum Dianing Eka Pupitasari Dina Aribah Dina Maulina DYAH ASTRIANI Eko Sri Sulasmi Endang Suarsini Fatchur Rohman Fathul Zannah Fitriani, Rita Frida Kunti Setiowati Hadi Suwono Hanzen, W.F Edi Hendra Susanto Hera Adiwijaya Herawati Susilo Ibrohim Ida Rahmawati Ihya Fakhrurizal Amin Jeni Jeni Jeni Jirana, Jirana Khaq, Rizki Amalia Nurul Kurniawan Setia Putra Liah Badriah M. Amien Rais M. Saiful Fahmi M. Saiful Fahmi, M. Saiful Fahmi Mariana Ade Cahaya Miftahul Mufinadiroh Mimien Henie Irawati Mohamad Amin Mohamad Amin Mohamad Amin Mohamad Amin Mohamad Amin Mohamad Amin Mohamad Amin Mohamad Amin Mohamad Amin Mohamad Amin Mohammad Amin Mohammad Amin Mohammad Amin Mohammad Amin Muhamad Khoirul Anwar, Muhamad Khoirul Muhammad Khalil Muhammad Saefi Muhammad Shobirin Mumun Nurmilawati Murni Sapta Sari Muslihasari, Adzimatnur Nanda Earlia Nazilatul Khoiroh Nelda Anasthasia Serena Ningrum, Dian Eka A. F. Novia Sigma Amalina Nugrahaningsih N, Nugrahaningsih Nugrahaningsih Nugrahaningsih Nur Fitriana Nur Fitriana Nursyahbani Saraha Poppy Rahmatika Primandiri Puspitasari, Dianing Eka Putri Diyah Anggraini Putri Purnama Sari, Alvina Putri Purnama Sari, Alvina Risanti Dhaniaputri Sembiring, Rinawati Serena, Nelda Anasthasia Siti Aisyah Firdani Siti Imroatul Maslikah Siti Nur Arifah Sitoresmi Parabaningtyas Sitoresmi Prabaningtyas Solly Aryza Sri Rahayu Lestari Sulistiono Sulistyo Dwi Kartining Putro Sulistyo Dwi Kartining Putro, Sulistyo Dwi Kartining Susriyati Mahanal Sutiman Bambang Sumitro Tahir, Jirana Triastono Imam Prasetyo Umi Hasanah, Umi Umie Lestari Utami Sri Hastuti W. F. Edi Hanzen W.F Edi Hanzen Widodo Widodo Yayoi Kodama Yessi Hermawati Zauhara Faiqohtun Wuriana