Claim Missing Document
Check
Articles

Senyawa Alami Bawang Putih Tunggal sebagai Inhibitor LpxC Bakteri Pseudomonas aeruginosa melalui Virtual Screening Nur Fitriana; Sri Rahayu Lestari; Betty Lukiati
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 18, No 1 (2018): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mm.180111

Abstract

Pseudomonas aeruginosa merupakan salah satu bakteri Gram negatif penyebab infeksi nosokomial yang memiliki resistensi tinggi terhadap berbagai antibiotik karena adanya lipid A, komponen LPS bersifat toksik pada inang. Sintesis lipid A dimulai dari Kdo2 -lipid A, difasilitasi oleh enzim LpxC. Enzim LpxC merupakan target pengembangan antibiotik karena adanya kofaktor Zn2+. Bawang putih tunggal merupakan herbal potensial pengganti antibiotik sintetis. Alliin, Allicin dan Ajoene yang terkandung dalam bawang putih tunggal memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan memprediksi potensi senyawa organosulfur bawang putih tunggal sebagai agen antibakteri melalui virtual screening menggunakan metode molecular docking. Metode yang dilakukan adalah memprediksi potensi senyawa organosulfur menggunakan web server PASS dan melakukan docking untuk mengetahui interaksi ligan-protein target. Hasil penelitian menunjukkan, senyawa organosulfur berpotensi sebagai antibakteri, antibiotik, dan immunomodulator. Aktivitas antibakteri terbaik ditunjukkan oleh senyawa Alliin dengan nilai afinitas pengikatan -5,2 kkal/mol. Semua senyawa organosulfur memiliki sisi aktif yang sama dengan kontrol (Ciprofloxacin dan Imipenem) pada enzim LpxC. Sisi aktif ditunjukkan dengan adanya residu asam amino (Ser295, Val182, dan Tyr 296) yang berikatan dengan ikatan hidrogen dan interaksi hidrofobik (Phe152, Phe181, Gly85, Phe176, Ala84, Val182, Ser180, Ile241, Leu86, Tyr296, Ser295 dan Met297) antara ligan-protein target.
REVIEW: PENYEBAB GANGGUAN AUTIS MELALUI JALUR NEUROINFLAMASI Alvina Putri Purnama Sari; Mohamad Amin; Betty Lukiati
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 3, No 2: September 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v3i2.5177

Abstract

Autis merupakan gangguan perkembangan yang kompleks pada anak yang dipengaruhi oleh banyak faktor. Faktor penyebab autis diantaranya genetik, lingkungan, gangguan sistem imun, dan inflamasi. Inflamasi terjadi karena adanya mediator yang mengganggu kerja suatu jaringan sehingga menimbulkan respon terhadap mediator tersebut. Salah satu mediator inflamasi adalah sitokin (IL-6 dan TNF-α).  IL-6 dan TNF-α dengan jumlah tinggi dalam otak mengakibatkan gangguan atau penurunan  adhesi dan migrasi sel saraf yang mengakibatkan terganggunya kerja dari Blood Brain Barrier (BBB) atau sawar darah otak yang berfungsi menjaga normalitas homeostasis sistem saraf pusat.  Inflamasi yang terjadi pada sel otak atau neuroinflamasi yang sudah  kronis menjadi salah satu penyebab terjadinya gangguan autis pada anak.
The Role of Sechium edule Fruits Ethanolic Extract in Insulin Production and Malondialdehyde Level in Stz-Induced Diabetic Rat Betty Lukiati; Nugrahaningsih Nugrahaningsih; Siti Nur Arifah
Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology Vol 4, No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.993 KB) | DOI: 10.22146/jtbb.33948

Abstract

The objectives of this research were to examine the effect of Sechium edule ethanolic extract in insulin and Malondialdehyde (MDA) levels in streptozotocin (STZ) induced diabetic rats. Type 1 diabetic rat were obtained by intraperitonially injected with multiple low dose STZ (MLD-STZ) 20 mg/kgBW for 5 days. The animals were divided into 5 groups: untreated rats in group (K) were considered as negative control, MLD-STZ induced type 1 diabetic rats in group (S) were considered as positive control. In another 3 group (A, B, C) type 1 diabetic rats were orally treated with three doses of S. edule ethanolic extract (14, 28, 42 mg/kg BW) for 7 days. The animals were sacrificed in two days after last treatment, serum were collected for measuring of the insulin concentration by ELISA method. Level of MDA on kidney, liver and pancreas were measured by TBA method. The treatment with S. edule ethanolic extracts unable to increase of insulin yet but the treatment with 42 mg/kg BW of S. edule ethanolic extract showed significantly decreased MDA levels on liver but not significant on kidney and pancreas.
SCREENING FITOKIMIA, AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN ANTIMIKROBA PADA BUAH JERUK LEMON (Citrus limon) DAN JERUK NIPIS (Citrus aurantiifolia) Anindya Nirmala Permata; Atik Kurniawati; Betty Lukiati
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2018): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.886 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v3i1.126

Abstract

Keinginan hidup sehat dengan mengonsumsi makanan dan minuman alami menjadi bagian gaya hidup masyarakat. Jeruk menjadi salah satu buah yang menjadi makanan fungsional untuk menjaga dan memelihara kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan aktivitas antioksidan dan antimikroba pada buah Jeruk Lemon(Citrus limon) dan Jeruk Nipis(Citrus aurantiifolia). Metode penelitian adalah penelitian eksperimen laboratorium dengan analisis deskriptif. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari-April 2017 di Laboratorium Mikrobiologi dan Kultur Jaringan Tumbuhan Jurusan Biologi Universitas Negeri Malang. Screening fitokimia dengan metode reaksi warna, total fenol dengan metode Folin Ciocalteu, aktivitas antioksidan dengan metode DPPH dan aktivitas antimikroba dengan metode Cakram. Hasil uji screening menunjukkan adanya saponin dan alkaloid tetapi tidak terdapat flavonoid, terpenoid dan tanin. Uji total fenol didapatkan kandungan total fenol pada Jeruk Lemon(Citrus limon) 110,25 mg GAE/ 100ml sedangkan pada Jeruk Nipis(Citrus aurantiifolia) 116,5 mg GAE/ 100ml. Aktivitas antioksidan Jeruk Lemon(Citrus limon)49.593g/ml dan Jeruk Nipis(Citrus aurantiifolia)49.589g/ml. Uji aktivitas antimikroba diperoleh luas zona hambatan yang tertinggi pada konsentrasi 100% dari masing-masing buah jeruk. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada perbedaanaktivitas antioksidan dan antimikroba pada kedua jeruk, dimana buah jeruk lemon (C.limon) aktivitas antioksidannya lebih tinggi daripada dan Jeruk Nipis(C. aurantiifolia), sedangkan aktivitas antimikroba jeruk Nipis(C. aurantiifolia)lebih tinggi daripada jeruk lemon (C.limon).
TEACHING GENETICS THROUGH DIFFERENTIATED SCIENCE INQUIRY BASED ON RESEARCH RESULTS OF GENE VARIATION ANALYSIS TO INCREASE COGNITIVE LEARNING OUTCOMES UNDERGRADUATE BIOLOGY STUDENT M Amien Rais; Mohamad Amin; Betty Lukiati
BIOEDUKASI Vol 19 No 1 (2021)
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bioedu.v19i1.20722

Abstract

Paradigm change in 21st century poses a challange for higher education in teaching science as inquiry. In another side, teaching science as inquiry meet some problem because of every student in the classroom was different. This research is aimed to know effectiveness of differentiated science inquiry based on research results of gene variation analysis in genetics course to increase students cognitive learning outcome. This research used pre-experimental research design on one class that consist of 26 biology students. Statistical analysis used in this study is paired sample t-test on pre-test and post-test to measure students cognitive learning outcomes. If there are significances between the pretest and posttest, data analysis was continue to N-Gain score to determine the increasing category of students cognitive learning outcome. The average pretest score was 64,3 and posttest score was 77,2. The statistical analysis result showed there was a significant difference between students cognitive learning outcome (p<0,005), meanwhile the N-Gain score between pretest and postest is 36,2 and categorized a medium criteria. That result mean although there are difference students learning outcome before and after learning by using differentiated science inquiry model based on research result of gene variation analysis, that learning is not too recommended to increase students cognitive learning outcome.
Anticancer mechanism of Pisangulin angulata through in silico and development as teaching material Agus Muji Santoso; Bayu Guruh Binangkit; Mohamad Amin; Sutiman Bambang Sumitro; Betty Lukiati; Mumun Nurmilawati; Poppy Rahmatika Primandiri; Ida Rahmawati; S Sulistiono; Yayoi Kodama
Biosfer: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 12 No 1 (2019): Biosfer: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.066 KB) | DOI: 10.21009/biosferjpb.v12n1.45-57

Abstract

This study aims to reveal the anticancer mechanism of the bioactive compound of Pisangulin angulata and to assess the feasibility of that results as teaching material. This research includes descriptive explorations. In the first stage, an in silico analysis was performed by molecular docking method between physalin compounds and GLI1 protein. The second steps of this study aim to develop teaching materials based research using the Analysis, Reorganizing, Piloting Class, and Evaluating (ARPE models). Feasibility test was carried out by experts and practitioners. Think Pair Share was used in the pilot project. Student motivation and misconception were recorded using SMI and CRI instrument. This study reveals that physalin B has higher activities than controls. The type of chemical bond that is formed between GLI1 amino acids residues with physalin is hydrogen bonds and hydrophobic bonds. The visualization of the types of bonds in that molecular docking between GLI1 amino acid residues and physalin has a high degree of feasibility (89) and can be used to enrich Chemistry for Biology lectures. The visualization of these chemical bonds can increase learning motivation and can improve the understanding of the concept of chemical bonds.
ANALISIS POTENSI SENYAWA REPENSOL SEBAGAI KANDIDAT INHIBITOR Muhammad Khalil; Mohamad Amin; Betty Lukiati
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 8, No 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK VIII 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.806 KB) | DOI: 10.22373/pbio.v8i2.9669

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi senyawa repensol dalam menginhibisi replikasi virus hepatitis B (HBV) melalui pendekatan in silico dengan menggunakan perangkat komputasi dan perangkat lunak (software). Analisis dilakukan dengan metode simulasi penambatan molekular (Molecular Docking Simulation) yang menggunakan software PyRx, serta divisualisasikan dengan PyMol dan Discovery Studio. Data yang digunakan dalam penelitian yaitu struktur senyawa repensol, protein target berupa protein kapsid HBV, dan ligan referensi berupa 4-methyl heteroaryldihydropyrimidine (4-metil HAP) yang dikoleksi dari database PubChem dan PDB. Hasil docking menunjukkan bahwa ikatan yang terbentuk antara senyawa repensol dengan protein kapsid HBV memiliki nilai binding affinity lebih rendah dari ligan referensi, yaitu -7.0 kkal/mol. Visualisasi menunjukkan senyawa repensol membentuk binding site yang sesuai dengan ligan referensi dan melibatkan 13 residu asam amino dari protein kapsid HBV, yaitu PRO D:138, ILE D:139, SER D:141, PHE D:110, THR D:109, LEU D:37, THR D:33, ILE D:105, PRO D:25, TYR D;118, TRP D:102, LEU D:140, dan PHE D:23. Jenis ikatan yang terbentuk antara senyawa repensol dengan protein kapsid HBV yaitu ikatan van der Waals, hidrogen konvensional, Pi-Sigma, Pi-Pi stacked dan Pi-alkil.
Keterampilan Berpikir Kritis Mahasiswa STKIP Yapim Maros Pada Mata Kuliah Evolusi Jirana Jirana; Mohammad Amin; Endang Suarsini; Betty Lukiati
SAINTIFIK Vol 5 No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.82 KB) | DOI: 10.31605/saintifik.v5i1.192

Abstract

Mata kuliah evolusi merupakan salah satu mata kuliah yang dianggap sulit oleh mahasiswa, sulitnya pemahaman mahasiswa terhadap konsep evolusi disebabkan oleh beberapa masalah sehingga perlu dilakukan beberapa observasi terhadap komponen-komponen dalam proses pembelajaran Evolusi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Keterampilan Berpikir mahasiswa terhadap Mata Kuliah Evolusi di Universitas Sulawesi Barat Penelitian ini menggunakan metode survey dengan cara penyebaran angket dan pemberian tes untuk mengetahui pengetahuan mahasiswa tentang konsep evolusi. Berdasarkan survey yang dilakukan terhadap mahasiswa STKIP Yapim Maros Program Pendidikan Biologi dengan 36 orang responden menunjukkan bahwa Keterampilan Berpikir Kritis Mahasiswa STKIP Yapim Maros. Berdasarkan hasil analisis yang didapatkan, maka dapat disimpulkan bahwa keterampilan berpikir mahasiswa biologi STKIP Yapim Maros terhadap mata kuliah Evolusi masih rendah. Oleh karena itu perlu dilakukanpembenahan dalam penelitian lanjutan.Kata kunci: Berpikir Kritis, Evolusi, Pembelajaran
PROFIL KETERAMPILAN BERPIKIR ANALITIS MAHASISWA CALON GURU IPA DALAM PERKULIAHAN BIOLOGI UMUM Dyah Astriani; Herawati Susilo; Hadi Suwono; Betty Lukiati
JPPIPA (Jurnal Penelitian Pendidikan IPA) Vol. 2 No. 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Negeri Surabaya in collaboration with Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia (PPII)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jppipa.v2n2.p66-70

Abstract

Keterampilan berpikir analitis merupakan kemampuan yang harus dikuasai mahasiswa untuk menyelesaikan masalah dalam biologi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir analitis mahasiswa. Sejumlah 38 mahasiswa yang telah menempuh mata kuliah biologi umum menjadi subyek penelitian. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini berupa tes tipe uraian yang mengacu pada keterampilan berpikir analisis yang terdiri dari membedakan (differentiating), mengorganisasi (organizing), dan menghubungkan (attributing) masing-masing indikator 3 soal. Berdasarkan analisis data dideskripsikan kemampuan analisis mahasiswa pada t indikator membedakan 3,01 (baik), mengorganisasikan 2,93 (baik), dan menghubungkan 2,47 (kurang baik). Indikator menghubungkan perlu mendapatkan perhatian lebih.Kata Kunci: keterampilan berpikir analitis, profil, dan biologi umum.
Saponin Pada Bawang Putih Lokal Indonesia dan Potensi Biologinya (Saponins in Indonesian Local Garlic and Their Biological Potential) Balqis; Betty Lukiati; Mohammad Amin; Agus Muji Santoso; Jeni; Widodo
Jurnal Jamu Indonesia Vol. 7 No. 2 (2022): Jurnal Jamu Indonesia
Publisher : Tropical Biopharmaca Research Center, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jji.v7i2.234

Abstract

This study aims to determine the various kinds of compounds from the saponin group found in local Indonesian garlic and map the biological potential of these compounds, especially the potential in the health sector. Saponins are a group of compounds characterized by the presence of foam. Saponins have various benefits both in the health, agriculture, animal husbandry, and also in the food and cosmetic industries. Fifteen compounds from the saponin group were identified from local Indonesian garlic obtained from West Papua, using Liquid Chromatography Mass Spectrometry (LCMS) and validated based on their similarity with the NCBI PubChem database. Saponin compounds in local Papuan garlic, then, their biological potential was mapped using the PASS Server and showed that there were seventeen kinds of biological potential in the saponin compound group from Indonesian local garlic. The three most dominant potencies are as anticancer, antifungal, and hypolipemic. Based on this research, it can be concluded that Indonesian local garlic has great potential to be developed and applied in the health sector, especially as an anticancer related to the saponin content in tubers.
Co-Authors Abda Abda Abdul Fattah Noor Abdul Gofur Abdul Gofur AD. Corebima Agus Muji Santoso Alif Rofiqotun Nurul Alimah Alvina Putri Purnama Sari Alvina Putri Purnama Sari Anindya Nirmala Permata Anindya Nirmala Permata Arwinda Probowati Atik Kurniawati Balqis balqis Bayu Guruh Binangkit Dian Eka A. F. Ningrum Dianing Eka Pupitasari Dina Aribah Dina Maulina DYAH ASTRIANI Eko Sri Sulasmi Endang Suarsini Fatchur Rohman Fathul Zannah Fitriani, Rita Frida Kunti Setiowati Hadi Suwono Hanzen, W.F Edi Hendra Susanto Hera Adiwijaya Herawati Susilo Ibrohim Ida Rahmawati Ihya Fakhrurizal Amin Jeni Jeni Jeni Jirana, Jirana Khaq, Rizki Amalia Nurul Kurniawan Setia Putra Liah Badriah M. Amien Rais M. Saiful Fahmi M. Saiful Fahmi, M. Saiful Fahmi Mariana Ade Cahaya Miftahul Mufinadiroh Mimien Henie Irawati Mohamad Amin Mohamad Amin Mohamad Amin Mohamad Amin Mohamad Amin Mohamad Amin Mohamad Amin Mohamad Amin Mohamad Amin Mohamad Amin Mohammad Amin Mohammad Amin Mohammad Amin Mohammad Amin Muhamad Khoirul Anwar, Muhamad Khoirul Muhammad Khalil Muhammad Saefi Muhammad Shobirin Mumun Nurmilawati Murni Sapta Sari Muslihasari, Adzimatnur Nanda Earlia Nazilatul Khoiroh Nelda Anasthasia Serena Ningrum, Dian Eka A. F. Novia Sigma Amalina Nugrahaningsih N, Nugrahaningsih Nugrahaningsih Nugrahaningsih Nur Fitriana Nur Fitriana Nursyahbani Saraha Poppy Rahmatika Primandiri Puspitasari, Dianing Eka Putri Diyah Anggraini Putri Purnama Sari, Alvina Putri Purnama Sari, Alvina Risanti Dhaniaputri Siti Aisyah Firdani Siti Imroatul Maslikah Siti Nur Arifah Sitoresmi Parabaningtyas Sitoresmi Prabaningtyas Sitorus, Mido Ester Solly Aryza Sri Rahayu Lestari Sulistiono Sulistyo Dwi Kartining Putro Sulistyo Dwi Kartining Putro, Sulistyo Dwi Kartining Susriyati Mahanal Sutiman Bambang Sumitro Tahir, Jirana Triastono Imam Prasetyo Umi Hasanah, Umi Umie Lestari Utami Sri Hastuti W. F. Edi Hanzen W.F Edi Hanzen Widodo Widodo Yayoi Kodama Yessi Hermawati Zauhara Faiqohtun Wuriana