p-Index From 2021 - 2026
8.406
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Wacana Berita Korupsi di Surat Kabar: Kajian Analisis Wacana Kritis Van Dijk dalam Dimensi Praktik Sosial Hari Bakti Mardikantoro; Muhammad Badrus Siroj; Esti Sudi Utami
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menentukan praktik sosial dalam memproduksi wacana berita korupsi di surat kabar. Data dalam penelitian ini dijaring menggunakan metode simak dengan teknik catat. Adapun data penelitian berupa penggalan teks berita korupsi di surat kabar Kompas, Republika, Suara Merdeka, dan Jawa Pos. Analisis data menggunakan model analisis wacana kritis van Dijk dengan focus pada dimensi praktik sosial. Dimensi praktik sosial berhubungan dengan berbagai tataran organisasi sosial yang berbeda-beda. Hasil penelitian adalah (1) aspek institusional, yakni institusi media massa biasanya memiliki orientasi ekonomi atau politik yang memungkinkan dapat mengintervensi dan memengaruhi suatu pemberitaan; (2) aspek situasional, yakni dalam melakukan pengemasan pemberitaan, media cetak akan mempertimbangkan situasi-situasi yang sedang hangat dibicarakan, peristiwa aktual yang sedang terjadi, serta cara media memandang isu atau peristiwa tersebut; (3) aspek sosial budaya, yakni lebih melihat pada kajian etika yang menjadi latar atau setting adanya suatu nilai-nilai etis atau moralitas yang diterapkan, dan (4) aspek sosiologis media dan masyarakat, yakni dengan adanya perubahan sistem politik, ekonomi, dan sosial budaya, maka kondisi sosiologis masyarakat juga akan terpengaruh. Adanya perubahan mengenai kebebasan pers yang semula dibatasi menjadi bebas, maka suatu media bisa memberitakan suatu peristiwa sesuai dengan sudut pandang dan kepentingan masing-masing pemilik media.
Evaluasi Hasil Belajar pada Awal, Proses, dan Akhir Mata Kuliah Psikolinguistik di Universitas Muria Kudus Mila Roysa; Fathur Rokhman; Rustono Rustono; Hari Bakti Mardikantoro
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan evaluasi hasil belajar pada awal, proses, dan akhir mata kuliah psikolinguistik di program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muria Kudus. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian evaluatif dengan sumber data kartu data kriteria evaluasi hasil belajar. Berdasarkan pada hasil analisis data evaluasi hasil belajar pada awal, proses, dan akhir mata kuliah psikolinguistik di Universitas Muria Kudus diperoleh informasi bahwa aspek ketepatan perumusan indikator pencapaian kompetensi diperoleh persentase sebanyak 90% dengan kategori sangat baik. Pada aspek ketepatan penyusunan kisi-kisi penilaian hasil belajar diperoleh sebanyak 90% dengan kategori sangat baik. Aspek kualitas perangkat instrumen penilaian hasil belajar sebanyak 80% dengan kategori baik. Pada tahap-tahap pencapaian hasil belajar yang mencakup aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara berkelanjutan mendapat nilai 80 dengan kategori baik. Aspek kaidah pengelolaan dan pemanfaatan hasil belajar dan aspek kaidah analisis butir soal masing-masing mendapat 90%. Berdasarkan pada data diatas, maka dapat diberikan rekomendasi untuk meningkatkan persentase menjadi 98% aspek penilaian hasil belajar. Rekomendasi yang perlu ditindaklanjuti dalam evaluasi hasil belajar pada awal pembelajaran adalah perlunya mencantumkan hirarki kompetensi sesuai dengan Bloom yang disesuaikan dengan kemampuan berpikir kritis. Dapat dilakukan dengan cara meminta mahasiswa untuk memberikan masukan atau mencari sumber rujukan yang tepat. Rekomendasi yang dapat diberikan dalam evaluasi hasil belajar pada proses pembelajaran adalah sebaiknya dosen memperhatikan sepuluh kriteria evaluasi hasil belajar pada proses pembelajaran dengan baik. Kualitas perangkat instrumen penilaian harus dirancang dengan sebaik- baiknya memenuhi unsur komprehensif, valid, reliabel, fokus pada kompetensi, objektif, mendidik, terpadu, keterlibatan peserta didik, umpan balik, dan tindak lanjut. Berikut ini akan disajikan tabel evaluasi hasil belajar pada akhir pembelajaran. Rekomendasi yang dapat diberikan pada evaluasi hasil belajar pada akhir pembelajaran adalah hendaknya dosen dapat melakukan penilaian dengan baik dan memberikan umpan balik dengan tujuan memantik semangat belajar mahasiswa pada perkuliahan yang akan datang. Butir soal sebaiknya dianalisis dengan konsisten. Tidak hanya pada posttest tetapi juga saat pretest. Abstract. The purpose of this study is to describe the evaluation of learning outcomes at the beginning, process, and end of the psycholinguistics course in the Indonesian Language and Literature Education study program, Muria Kudus University. The research method used is evaluative research with data source card data of learning outcomes evaluation criteria. Based on the results of the data analysis on the evaluation of learning outcomes at the beginning, process, and end of the psycholinguistics course at Muria Kudus University, information was obtained that the accuracy aspect of the formulation of competency achievement indicators obtained a percentage of 90% with very good categories. In the aspect of the accuracy of the preparation of the learning outcomes assessment grid, it was obtained as much as 90% with a very good category. Aspects of the quality of the instrument for assessing learning outcomes as much as 80% with good categories. At the stages of achieving learning outcomes that include aspects of attitudes, knowledge, and skills on an ongoing basis, they get a score of 80 with a good category. Aspects of the rules of management and utilization of learning outcomes and aspects of the rules of item analysis each got 90%. Based on the data above, it can be given a recommendation to increase the percentage to 98% aspects of learning outcomes assessment. Recommendations that need to be followed up in evaluating learning outcomes at the beginning of learning are the need to include a competency hierarchy according to Bloom which is adapted to critical thinking skills. This can be done by asking students to provide input or look for appropriate reference sources. Recommendations that can be given in evaluating learning outcomes in the learning process are that lecturers should pay close attention to the ten criteria for evaluating learning outcomes in the learning process. The quality of the assessment instruments must be designed as well as possible to meet the elements of comprehensive, valid, reliable, focus on competence, objective, educating, integrated, student involvement, feedback, and follow-up. The following table will present the evaluation of learning outcomes at the end of the lesson. Recommendations that can be given to the evaluation of learning outcomes at the end of the lesson are that lecturers should be able to assess well and provide feedback with the aim of sparking students' enthusiasm for learning in future lectures. Items should be analyzed consistently. Not only in the posttest but also during the pretest.
Retorika Komunikasi Verbal Calon Guru melalui Literasi Digital Mukhlis Mukhlis; Fathur Rokhman; Ida Zulaeha; Hari Bakti Mardikantoro
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Latar belakang penelitian ini bahwa kegagalan komunikasi karena orang tidak memahami retorika. Banyak orang salah paham karena apa yang disampaikan pembicara tidak dipahami sama oleh pendengar tentang apa yang dimaksudkan dan diinginkan pembicara. Tujuan penelitian ini ada dua; pertama memberikan jawaban atas pentingnya pembelajaran retorika bagi calon guru, kedua memberikan jawaban atas pentingnya retorika komunikasi verbal bagi calon guru. Metode penelitian menggunakan mixed methods, menggunakan desain penelitian explanatory yang terdiri dari dua fase. Fase pertama ini diikuti dengan bagian pengumpulan dan analisis data kuantitatif. Fase kedua, fase penelitian kualitatif dirancang mengikut hubungan atau hasil kuantitatif pada fase pertama. Karena, desain explanatory ini dimulai dengan kuantitatif, maka para peneliti menempatkan penekanan yang lebih besar pada metode kuantitatif daripada metode kualitatif. Tujuan desain explanatory ini secara keseluruhan adalah bahwa data kuantitatif membantu menjelaskan atau membangun hasil penelitian kuantitatif. Varian atau model desain explanatory ini terdiri dari dua model, yaitu 1) Follow-up Explanation Model (menekankan kuantitatif), 2) Participant Selection Model (menekankan kualitatif). Hasil dan simpulan; retorika komunikasi verbal guru harus terus dilatih dan dikembangkan sesuai dengan kondisi peserta didik di jamannya. Retorika komunikasi verbal guru melalui literasi digital terus perlu dikembangkan. Abstract. This research is motivated by the failure of communication because people do not understand the rhetoric. Many people misunderstand because what the speaker conveys is not understood by the listener. This study aims to 1) provide answers to the importance of learning rhetoric for prospective teachers, 2) provide answers to the importance of rhetorical verbal communication for prospective teachers. The research method used is mixed methods. This research is an explanatory type which consists of two phases. The first phase is the collection and analysis of quantitative data. The second phase, the qualitative research phase, is designed according to the relationship or quantitative results in the first phase. Because this explanatory design begins with quantitative, the researchers place a greater emphasis on quantitative methods than qualitative methods. The overall purpose of this explanatory design is to help explain or build on the results of quantitative research. This variant or explanatory design model consists of two models, namely 1) Follow-up Explanation Model (emphasizing quantitative), 2) Participant Selection Model (emphasizing qualitative). The results of this study indicate that the teacher's verbal communication rhetoric must continue to be trained and developed in accordance with the conditions of the students at that time. In addition, the rhetoric of teachers' verbal communication through digital literacy also needs to be developed.
Penguasaan Retorik Interpersonal Sebagai Strategi Kompetensi Komunikatif Guru Kelas dalam Pembelajaran Bahasa di Pendidikan Abad 21 Dina Mardiana; Fathur Rokhman; Rustono Rustono; Hari Bakti Mardikantoro
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Era digital abad 21 atau yang dikenal dengan era revolusi industri 4.0 semakin mendisrupsi banyak bidang, salah satunya bidang pendidikan. Pendidikan di abad 21 pun menyajikan banyak tantangan bagi kompetensi guru bahasa, tak terkecuali guru kelas yang juga mengajarkan bahasa untuk dapat mewujudkan pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia yang efektif di SD/MI. Kompetensi guru kelas di era digital pembelajaran abad-21 ini tak hanya dituntut untuk mampu mengaplikasikan pengetahuan teknologi dan digitalnya, tetapi juga harus mampu mengaplikasikan pengetahuan pedagogiknya dalam kelas yang diampunya, salah satunya kompetensi komunikatif dalam kegiatan belajar mengajar. Permasalahan utama yang dikaji dalam makalah ini adalah tantangan kompetensi komunikatif guru kelas dalam mewujudkan pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di sekolah dasar yang efektif di era digital abad 21. Tantangan tersebut dapat dijawab dengan baik apabila guru memiliki pemahaman tentang teori pragmatik interpersonal yang mencakupi retorik interpersonal sebagai strategi berkomunikasi yang efektif dan santun dalam kegiatan belajar mengajar. Ruang lingkup permasalahan yang sangat luas dibatasi hanya pada tantangan guru kelas dalam menguasai kompetensi komunikatif melalui langkah-langkah dalam retorik interpersonal. Abstract. The digital era of the 21st century or well-known as the industrial revolution era 4.0 is increasingly disrupting many fields, one of which is the education field. Education in the 21st century also presents many challenges for the competence of language teachers, unexpected to classroom teachers who also teach language to be able to realize effective learning of Indonesian language and literature in the primary school (SD/MI). The competence of classroom teachers in the digital era of the 21st century is not only required to be able to apply their technological and digital knowledge, but also to be able to apply their pedagogical knowledge in the learning classroom they teach, one of which is communicative competence in teaching and learning activities. The main problem studied in this paper is the challenge of the communicative competence of classroom teachers in realizing effective learning of Indonesian language and literature at the primary schools in the digital era of the 21st century. This challenge can be answered properly if the teacher has an understanding of interpersonal pragmatic theory which includes interpersonal rhetoric as effective and polite communication strategies in teaching and learning activities. The very broad scope of the problem in this paper is limited only to the challenges of classroom teachers in mastering communicative competence through steps in the interpersonal rhetoric.
Korelasi Literasi Digital dan Plagiarisme Mahasiswa Suntoro Suntoro; Ida Zulaeha; Hari Bakti Mardikantoro; Tommi Yuniawan
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi antara literasi digital dan plagiarisme mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis korelasional. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa Sekolah TinggiAgama Buddha Negeri Sriwijaya berjumlah 130. Pengumpulan data menggunakan teknik nontes, sedangkan instrumen pengumpulan data adalah kuesioner. Teknik analisis data menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) terdapat hubungan yang signifikan antara literasi digital dan plagiarisme mahasiswa, dibuktikan dengan nilai signifikansi 0,017 < 0,05; (2) korelasi antara literasi digital dan plagiarisme mahasiswa bernilai positif, yang berarti semakin tinggi tingkat literasi digital, maka semakin tinggi pula plagiarisme mahasiswa; (3) derajat hubungan antara literasi digital dan plagiarisme mahasiswa termasuk dalam kategori lemah, ditunjukkan dengan nilai Pearson Correlation sebesar 0,21. Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Sriwijaya harus memberikan bekal literasi digital dan pemahaman plagiarisme yang benar kepada mahasiswa. Selain itu, penanaman etika dalam memanfaatkan teknologi informasi serta dan penetapan regulasi sebagai upaya preventif tindakan plagiarisme juga harus diperkuat.
Identifikasi Keterampilan Menulis Poster Sekolah Menengah Pertama Menggunakan Teknik Aplikasi Poster Maker dan Media Gambar di Internet Sumirah Sumirah; Andi Maulana; Ida Zulaeha; Hari Bakti Mardikantoro; Haryadi Haryadi
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menulis merupakan kegiatan menciptakan ide gagasan yang dimiliki seseorang sehingga tidak semua siswa mampu dan senang untuk menulis, apalagi dalam menulis poster. Tidak jarang siswa enggan untuk mengerjakan tugas menulis poster yang telah diberikan guru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan menulis poster siswa kelas VIII sekolah menengah pertama menggunakan teknik aplikasi poster maker dan media gambar di internet. Untuk mengidentifikasi kemampuan menulis poster siswa kelas VIII sekolah menengah pertama menggunakan teknik aplikasi poster maker dan media gambar di internet. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dan menggunakan teknik penyebaran angket dan dokumentasi pembelajaran di kelas. Metode pembelajaran menggunakan literasi digital yaitu menggunakan Aplikasi Poster Maker dan media gambar di internet. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 8 di SMP Negeri 1 Kesugihan berjumlah 224 siswa. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 32 siswa di kelas VIII B. Alat ukur yang digunakan untuk mengetahui pembelajaran keterampilan menulis poster menggunakan Aplikasi Poster Maker dan media gambar di internet, yaitu dengan kuesioner menggunakan nilai yang telah disepakati dengan menggunakan 5 aspek penilaian menulis poster menggunakan skor 1 – 4. Hasil penelitian menggunakan teknik aplikasi poster maker dan media gambar ini mengalami kenaikan yang signifikan terhadap keterampilan menulis poster sehingga dapat digunakan dan diterapkan untuk pembelajaran di kelas. Implikasi penelitian ini dapat berpengaruh terhadap pencapaian prestasi belajar siswa dan memotivasi semangat belajar siswa menjadi tinggi.
Mengembangkan Kemampuan Menulis Teks Berita Melaui Platform Digital pada Mahasiswa Pendidikan Jasmani Hayatun Nufus; Subyantoro Subyantoro; Hari Bakti Mardikantoro; Rahayu Pristiwati
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengembangkan kemampuan menulis sekarang tidak hanya pada buku dan ditulis secara manual saja akan tetapi banyak platform yang tersedia untuk mengembangkan kemampuan menulis. Salah satunya adalah blog. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan mahasiswa dalam menulis berita mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani semester 4A dalam menulis berita pada platform digital yaitu blog. Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa semester 4A Program Studi Pendidikan Jasmani Universitas PGRI Palembang yang berjumlah 29 mahasiswa. Pengumpulan data menggunakan tes unjuk kerja dengan membuat tesk berita pada blog. Hasil penelitian ini adalah bahwa kemampuan menulis berita mahasiswa semester 4A program studi Pendidikan Jasmani pada unsur-unsur teks berita 60%, struktur teks berita 65%, dan ketepatan penggunaan ejaan berdasarkan EYD 54%.
Kontekstualisasi Unsur Culture dalam CLIL pada Cerita Anak Sebagai Sarana Penguatan Budaya Literasi Anak Usia Dini Qurrota Ayu Neina; Agus Nuryatin; RM. Teguh Supriyanto; Hari Bakti Mardikantoro
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penguatan dan pengembangan budaya literasi harus dilakukan untuk mencetak sumber daya manusia unggul yang cerdas dan bermoral. Salah satu sarana yang dapat digunakan adalah melalui cerita anak. Penerapan cerita anak sebagai salah satu cara pengembangan dan penguatan budaya literasi dilakukan melalui kontekstualisasi unsur culture dalam Content and Languange Integrated Learning (CLIL). Konsep culture ini diwujudkan dengan mengilhami bentuk keteladanan nilai-nilai tertentu dalam sebuah teks cerita anak untuk kemudian diamalkan sebagai wujud pemahaman. Pemahaman terhadap nilai inilah yang dapat dijadikan sebagai sarana penguatan budaya literasi sehingga terbentuk insan berkarakter yang harapannya mampu berkontribusi dalam segala bidang.
Letak Geografis Bahasa Komering di Provinsi Sumatera Selatan Hetilaniar Hetilaniar; Ida Zulaeha; Hari Bakti Mardikantoro; Tommi Yuniawan
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa Komering adalah salah satu bahasa yang ada di Sumatera Selatan. Berdasarkan hasil penelitian Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan, penutur bahasa Komering berada di 3 (tiga) wilayah kabupaten, yaitu Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ulu Selatan, dan Ogan Komering Ulu Timur. Dalam kehidupan sehari-hari, bahasa Komering memiliki 2 (dua) dialek, yaitu dialek Aji dan dialek Pulau Negara. Dua dialek tersebut memiliki keunikannya masing-masing. Artikel ini akan mendeskripsikan letak geografis bahasa Komering. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kajian literatur dan wawancara. Data yang ada dideskripsikan sehingga tergambar letak geografis bahasa Komering sehingga jika orang akan mengunjungi daerah penutur bahasa Komering akan memiliki pengetahuan tentang perbedaan dialek bahasa Komering dilihat dari letak geografisnya. Berdasarkan hasil analisis didapat bahwa terdapat beberapa keunikan yang ada pada bahasa Komering. Keunikan bahasa Komering ini dipengaruhi oleh letak geografis penutur bahasa Komering.
Problematika Pendidikan Sastra di Indonesia dan Transformasinya untuk Generasi Alfa Meina Febriani; Agus Nuryatin; Teguh Supriyanto; Hari Bakti Mardikantoro
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan sastra mengalami problematika berupa ketimpangan antara konsep dan implementasi dalam ruang pendidikan. Hal itu menjadi isu yang perlu diperhatikan dalam perhelatan dunia pendidikan era global yang serba digital ini. Sastra sebagai bagian dari kebudayaan membawa pesan penting dalam proses pembentukan karakter peserta didik. Oleh sebab itu, permasalahan dalam pendidikan sastra harus segera dituntaskan. Pergesekan lintas generasi yang mungkin melahirkan ketimpangan terhadap pola pikir, gaya dan kebiasaan hidup, terutama yang terjadi pada generasi Alfa sebagai generasi termuda pada masa ini. Hal tersebut berimplikasi langsung pada pola belajar yang juga harus senantiasa adaptif terhadap perubahan zaman, termasuk migrasi ke ruang digital pada pendidikan sastra. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap: (1) problematika pendidikan sastra di Indonesia, dan (2) transformasi pendidikan sastra untuk generasi Alfa. Kajian ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan penelusuran pustaka terhadap dokumen, fenomena, dan permasalahan pendidikan sastra. Makalah ini menghasilkan dua substansi sebagai berikut. Pertama, problematika pendidikan sastra meliputi kurikulum, pendidik, peserta didik, sarana prasarana, dan rendahnya bacaan sastra. Kedua transformasi pendidikan sastra yang meliputi keberpihakan kurikulum, integrasi teknologi digital, dan literasi sastra. Dalam implementasinya, transformasi yang dilakukan diharapkan menciptakan pendidikan sastra yang inovatif dan adaptif dengan pola belajar generasi Alfa.
Co-Authors Afidah, Annisa Ul Agus Nuryatin Ahmad Syaifudin Alfiah Alfiah alfiah alfiah Amin, Yusuf Syaiful Amin, Yusuf Syaiful Amirin, Amirin Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Andi Maulana Asnawi, Asnawi Aulia, Rizki Anti Azizah, Eva Noor B. Wahyudi Joko Santoso Deby Luriawati Dianastiti, Firstya Evi Dina Mardiana Dwirahayu, Endang Pudji Eka Yulin Adriani Ekasari, Denis Endang Kurniati Endang Kurniati Esti Sudi Utami Esti Sudi Utami Esti Sudi Utami Fandy Prasetya Kusuma Fathur Rahman Fathur Rokhman Fathur Rokhman Fauzul Etfita Funadah, Luluk Atul Habibi, Ahmad Fajar Haekal, Muhamad Haekal, Muhamad Hananta, Rakhmat Dwi Hariyadi, Muhamad Hariyani Hariyani, Hariyani Haryadi - Haryadi Haryadi Haryadi Haryadi Hasanah, Alif Hastuti Hastuti Hayatun Nufus Hayatun Nufus Hetilaniar Hetilaniar Hetilaniar, Hetilaniar Huda, Wahyul Ida Zulaeha Ida Zulaeha Ida Zulaeha Ida Zulaeha Imam Baehaqie Imbowati, Dian Indri Indiatmoko, Bambang Indiatmoko, Bambang Isnaini, Faridha Jati Kurniawan, Mikael Joko Santoso, Wahyudi Junaidi Junaidi Juwanda Juwanda Juwanda, Juwanda Karina, Alfa Zulia Dwi Kustiah, Hariani Kusworo, Andy Lachlan, Nicholas Lenga, Klemens Maksianus Lestari, Esti Puji Martha Dua Sary, Maria Petrasia Masruroh, Nashihah Laila Maya Dewi Kurnia Meina Febriani Meina Febriani Mila Roysa Mila Roysa, Mila Muhammad Badrus Siroj Muhammad Thobroni Mukhlis Mukhlis Mustika, Prisma Meita Mustika, Prisma Meita Nafiyah, Khifdiyatun Nantu, Marselina Yosefina Nas Haryati Setyaningsih Neina, Qurrota Ayu Nenoliu, Dian Sidiarna Noorapsari, Deby Triananda Pangestuti, Tri Yuli Parwaningtiyas, Anung Anindita Pekuwali, Dian Sari Arindah Pratama, Galih Suci Putri, Meidiana Qurrota Ayu Neina R. M Teguh Supriyanto Rahayu Pristiwati Rahmatia Ardila Rehulina Rehulina, Rehulina Rivaldi, Sacandra Aji Rizqon Hilmi, Muhammad Rustono Rustono - Rustono Rustono Sabbardi, Muhammad Safrihady, Safrihady Samsudin Samsudin Samsudin Sari, Devita Maliana Sari, Devita Maliana Septina Sulistyaningrum Sholikhati, Nur Indah Sri Wahyuni Sri Wahyuni Subiyantoro Subiyantoro Subyantoro Subyantoro Sugianto Sugianto Sukarismanti Sukma, Dimas Pramata Sumirah Sumirah Sumirah Sumirah Sumirah Sumirah Suningcih, Suningcih Suntoro Suntoro Surya Anis, Novalinda Susanto Susanto Suyitno Suyitno Swantyka Ilham Prahesti Tati Sri Uswati Teguh Supriyanto Tommi Yuniawan Tommy Yuniawan Tri Jayanti, Tri Umi Nur Sholikhah Utami, Etika Widi Utsman Utsman, Utsman Wahyuni, Sri Wardani, Vera Wati, Maulida Laily Kusuma Widianti, Nurhannah Wiwi Isnaeni Wiwit Lili Sokhipah, Wiwit Lili Yuniawan, Dwi Zainarthur, Henry Zuhra Sl. Datu