p-Index From 2021 - 2026
8.406
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS WACANA KRITIS MODEL ROGER FOWLER DALAM WACANA TEKS BERITA TENTANG “PENYERANGAN HAMAS PALESTINA TERHADAP ISRAEL” DALAM TIGA SUMBER BERITA ONLINE Wardani, Vera; Rustono; Mardikantoro, Hari Bakti
Jurnal Metrum Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Metrum
Publisher : PT Metrum Karya Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggunakan analisis wacana kritis model Roger Fowler untuk mengkaji pemilihan kosakata dan tata bahasa dalam tiga sumber berita online yang berbeda tentang "Penyerangan Hamas Palestina terhadap Israel." Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan fokus pada deskripsi, yang melibatkan pembacaan berulang wacana berita dan pencatatan data. Hasil analisis wacana kritis pada tiga berita yang berbeda memperlihatkan penggunaan kosakata dan tata bahasa yang bertujuan untuk mempengaruhi pandangan pembaca. Penyebutan subjek utama dalam berita, seperti "Hamas," "Israel," serta kata-kata seperti "invasi darat," "serangan udara," dan "serangan roket," digunakan untuk memberikan konteks dan menggambarkan perkembangan dalam konflik tersebut. Kemudian, analisis mengenai pemilihan kata juga memperlihatkan upaya untuk membatasi pandangan dengan menekankan atau meremehkan tindakan atau sikap pihak tertentu. Misalnya, penggunaan kata "mengaku" atau "skenario terburuk" dapat meragukan klaim Hamas atau membatasi pandangan terhadap mereka. Dalam pertarungan wacana, penggunaan kata dan frase bertujuan menciptakan kesan tertentu, seperti kesan bahwa tindakan Hamas adalah bentuk perlawanan atau pejuangan kemerdekaan. Di sisi lain, kata-kata seperti "serangan balasan" menciptakan kesan bahwa Israel adalah korban dalam konflik ini. Selain itu, analisis tata bahasa juga memperlihatkan bagaimana kalimat transitif, intransitif, dan relasional digunakan untuk menggambarkan tindakan dan hubungan antara berbagai pihak dalam konflik. Misalnya, penggunaan kata "membombardir" atau "mengatakan" digunakan untuk menjelaskan tindakan dan pernyataan dari pihak yang terlibat. Dalam konteks ini, penelitian ini memberikan wawasan yang mendalam tentang bagaimana media berbeda menggunakan wacana dan tata bahasa untuk memengaruhi persepsi dan pemahaman pembaca terhadap peristiwa konflik antara Hamas dan Israel. Dengan demikian, analisis ini dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana media membentuk opini dan pandangan dalam isu-isu konflik internasional.
Penggunaan Bahasa Persuasif dalam Buku Pengayaan Digital Literasi: Pendekatan Retorika terhadap Tema Eco Green Sumirah, Sumirah; Zulaeha, Ida; Mardikantoro, Hari Bakti; Haryadi, Haryadi
Aksara Vol 37, No 1 (2025): AKSARA, EDISI JUNI 2025
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v37i1.4801.68-76

Abstract

This study analyzes the use of persuasive language in eco-green literacy digital enrichment books for junior high school students through a rhetorical approach. By combining critical discourse analysis (CDA) and classical rhetorical theory (pathos, logos, ethos), this study identifies effective linguistic strategies in conveying environmental messages. The research method uses a descriptive qualitative approach with a case study design. Data collection techniques include: (1) document analysis of 15 eco green digital books for junior high schools, (2) in-depth interviews with 12 students and 8 teachers, (3) participatory observation during the implementation of teaching materials for 3 months, and (4) focus group discussions (FGD) with linguistics and environmental education experts. Data analysis was carried out through triangulation of methods using the Miles & Huberman model (data reduction, data display, verification) combined with Aristotle's rhetorical analysis framework and thematic coding techniques to identify linguistic persuasive patterns. The results of the study show that the combination of emotional narrative (pathos), scientific facts (logos), and source credibility (ethos) successfully builds students' ecological awareness, improves conceptual understanding, and encourages real action. Concrete examples such as the story "The Magic Switch in Class 7A", metaphors ("The Earth is our home"), and calls to action ("Turn off the lights!") have proven effective in creating emotional engagement and behavior change. These findings reinforce the theory of the Elaboration Likelihood Model (Petty & Cacioppo, 1986) and provide practical recommendations for digital teaching material developers: integration of holistic rhetorical strategies, emphasis on empirical experience, and adaptive content design for the digital native generation. This research contributes to strengthening environmental literacy through a linguistic-rhetorical approach that is relevant to the challenges of 21st century education.  AbstrakPenelitian ini menganalisis penggunaan bahasa persuasif dalam buku pengayaan digital literasi bertema eco green untuk siswa SMP melalui pendekatan retorika. Dengan menggabungkan analisis wacana kritis (CDA) dan teori retorika klasik (pathos, logos, ethos), studi ini mengidentifikasi strategi linguistik yang efektif dalam menyampaikan pesan lingkungan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi: (1) analisis dokumen terhadap 15 buku digital eco green untuk SMP, (2) wawancara mendalam dengan 12 siswa dan 8 guru, (3) observasi partisipatif selama implementasi bahan ajar selama 3 bulan, dan (4) focus group discussion (FGD) dengan ahli linguistik dan pendidikan lingkungan. Analisis data dilakukan melalui triangulasi metode menggunakan model Miles & Huberman (reduksi data, display data, verifikasi) yang dikombinasikan dengan framework analisis retorika Aristoteles dan teknik coding tematik untuk mengidentifikasi pola persuasif linguistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi narasi emosional (pathos), fakta ilmiah (logos), dan kredibilitas sumber (ethos) berhasil membangun kesadaran ekologis siswa, meningkatkan pemahaman konseptual, serta mendorong aksi nyata. Contoh konkret seperti cerita "Saklar Ajaib di Kelas 7A", metafora ("Bumi adalah rumah kita"), dan call to action ("Matikan lampu!") terbukti efektif menciptakan emotional engagement dan perubahan perilaku. Temuan ini memperkuat teori Elaboration Likelihood Model (Petty & Cacioppo, 1986) sekaligus memberikan rekomendasi praktis bagi pengembang bahan ajar digital: integrasi strategi retorika yang holistik, penekanan pada pengalaman empiris, dan desain konten yang adaptif bagi generasi digital native. Penelitian ini berkontribusi pada penguatan literasi lingkungan melalui pendekatan linguistik-retoris yang relevan dengan tantangan pendidikan abad ke-21. 
The Importance of Collaborative Project-Based Javanese Language Learning Model for Character Strengthening Alfiah, Alfiah; Subyantoro, Subyantoro; Mardikantoro, Hari Bakti; Yuniawan, Tommi
Proceedings of International Conference on Science, Education, and Technology Vol. 11 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Javanese language learning has strategic potential in instilling noble character values that are in harmony with local wisdom and the vision of national education. However, the learning model that is still conventional is not yet fully able to answer the demands of strengthening students' character contextually. This study aims to describe the urgency of developing a collaborative project-based Javanese language learning model as an effective means of shaping students' character. The method used is qualitative descriptive research with data collection through literature studies and observation through questionnaires. The data subjects were Javanese language teachers of junior high schools, high schools and vocational schools in Central Java. The data analysis technique uses the Milles Huberman mobile interactive technique. The findings of the study show that collaborative project-based learning is not only able to increase students' active involvement in learning, but is also effective in fostering character values such as responsibility, cooperation, and social concern. The design of a Javanese language learning model that integrates the principle of collaboration in the context of real projects needs to be a priority for innovation based on local wisdom. The implications of the results of this study contribute to the development of a holistic and transformative instructional design in Javanese language learning. These findings also recommend the need to develop learning models that prioritize collaboration, active student participation, and the use of local contexts as learning resources to support character-based education transformation.
Implementation of Class Policy Based on the Reception of Vocational High School Teachers Sukma, Dimas Pramata; Supriyanto, Teguh; Mardikantoro, Hari Bakti; Pristiwati, Rahayu
Journal La Edusci Vol. 6 No. 3 (2025): Journal La Edusci
Publisher : Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journallaedusci.v6i3.2498

Abstract

The role of teachers in shaping students’ character and ideology in Vocational High Schools (SMK) is essential, particularly in internalizing the values of heroism courage, sacrifice, integrity, and dedication. This study explores how gender differences among teachers influence classroom policy implementation as a medium for instilling the ideology of heroism. Using a qualitative descriptive approach and Moser’s research design (1989), the study analyzes how 50 SMK teachers (25 male and 25 female) in Tegal Regency respond to heroic values after reading Eko Prasetyo’s novel "Poor People Are Forbidden from Going to School." Data were collected through instruments reflecting teachers' classroom policies and analyzed based on gender differences. Results show that female teachers generally implement classroom policies with greater tolerance, such as permitting students to leave class for competitions or excusing those who accompany peers in the school clinic. In contrast, male teachers are more likely to adhere to strict rule enforcement, such as reprimanding students who fall asleep despite working for their families. However, both male and female teachers avoided imposing severe punishments, demonstrating a shared understanding of the educational context. This study confirms that while the core values of heroism are shared, gender influences the methods of ideological internalization. These findings contribute to understanding pedagogical gender dynamics and emphasize the need for a standardized and consistent approach to character education to avoid value confusion among students.
Analisis Wacana Kritis Surat Edaran Gubernur NTB tentang Pencegahan Covid-19: Aplikasi Model Fairclough Sukarismanti, Sukarismanti; Rustono, Rustono; Hari Bakti Mardikantoro; Samsudin, Samsudin
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i1.3110

Abstract

Penelitian ini fokus pada analisis wacana kritis terhadap Surat Edaran Gubernur NTB tentang pencegahan penularan COVID-19 selama masa libur panjang dan cuti Maulid Nabi Muhammad SAW pada tahun 2020. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan dokumentasi, di mana data yang relevan dikumpulkan dari sumber-sumber tertulis yang terkait dengan Surat Edaran tersebut. Teknik analisis data penelitian ini mengadopsi analisis wacana kritis model Fairclough. Fokus utama adalah mengungkap makna eksplisit dan tersembunyi dari surat edaran tersebut, serta memahami bagaimana bahasa digunakan untuk mempertahankan struktur kekuasaan sosial dan ideologi pemerintah. Hasil analisis mengungkap bahwa surat edaran ini tidak hanya memberikan informasi eksplisit terkait kebijakan pencegahan COVID-19, tetapi juga mencerminkan dinamika kekuasaan, ideologi, dan struktur sosial melalui penggunaan bahasa. Surat edaran tersebut menggunakan bahasa yang mencerminkan otoritas dan kekuasaan pemerintah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa bahasa dalam surat edaran gubernur NTB tidak hanya sebagai alat komunikasi informasi, tetapi juga sebagai instrumen kekuasaan dan ideologi. Analisis wacana kritis memberikan wawasan mendalam mengenai peran bahasa dalam konteks krisis dan kontribusi nya dalam memahami serta membentuk pandangan publik terhadap kebijakan pencegahan COVID-19.
KONFLIK LAHAN DI REMPANG DALAM PANDANGAN ANALISIS WACANA KRITIS MODEL MICHEL FOUCOULT Lenga, Klemens Maksianus; Mardikantoro, Hari Bakti; Rustono, Rustono
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v9i1.653

Abstract

Wacana tidak dipahami semata-mata sebagai objek studi bahasa tetapi bahasa sebagai alat yang digunakan untuk tujuan dan praktik tertentu termasuk praktik ideologi dan kekuasaan. Analisis wacana kritis memahami wacana tidak semata-mata sebagai suatu studi bahasa, tetapi analisis wacana kritis juga menghubungkannya dengan konteks. Analisis wacana model Michel Foucault merupakan salah satu metode analisis teks media untuk membedah bagaimana cara media mengkonstruksi sebuah wacana. Tujuan penelitian ini yakni mengkaji bentuk representasi; misrepresentasi marjinalisasi, dan delegitimasi dalam wacana berita tentang konflik lahan di Pulau Rembang, Batam yang diberitakan media online Kompas.com dan CNN Indonesia. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik catat sedangkan dianalisis data dengan teknik analisis konten. Berdasarkan hasil analisis diperoleh hasil bahwa berita “Konflik Lahan di Rempang Meruncing, Pemerintah Diminta Dengar Aspirasi Warga” dan “Polemik Status Tanah Rempang Batam yang Bakal Disulap PSN Eco-City” mengandung bentuk representasi; misrepresentasi, marjinalisasi, dan delegitimasi.
Analysis of Politeness Maxims in the Film Layangan Putus: Study of the Speeches of the Characters Kinan and Aris Roysa, Mila; Rokhman, Fathur; Rustono, Rustono; Mardikantoro, Hari Bakti
Proceedings of International Conference on Science, Education, and Technology Vol. 10 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to describe the maxims of politeness in the film Kite Putus in the speech of the characters Kinan and Aris. The research uses Leech's theory of language politeness principles. The type of research is qualitative research. The data collection method uses the method of listening to stories and recording dialogue utterances of characters in films. The research data source is a series of broken kite films, and the data analysis technique uses three stages consisting of introduction or identification, grouping or qualification, and data interpretation. The research results explain that there are maxims of politeness including the maxims of wisdom, generosity, humility, appreciation, simplicity, consensus, and sympathy.
Empowering Edupreneurship through AI-Based Creative Journalism Education Hayatun Nufus; Subyantoro; Hari Bakti Mardikantoro; Rahayu Pristiwati; Zainarthur, Henry
CORISINTA Vol 2 No 2 (2025): August
Publisher : Pandawan Sejahtera Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33050/corisinta.v2i2.112

Abstract

The advancement of Artificial Intelligence (AI) has reshaped journalism and education, creating opportunities to strengthen creative writing and entrepreneurial skills. AI-driven journalism platforms, such as automated content generation and real-time feedback, empower students to become both skilled writers and edupreneurs, while developing 21st-century competencies including creativity, critical thinking, collaboration, and digital literacy. This study examines the influence of AI integration on creative writing skills, edupreneurship, and competency development using a quantitative research design. Data were collected through structured questionnaires distributed to university students and analyzed with Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) via SmartPLS 4. The analysis revealed high reliability and convergent validity of the measurement model, with structural results confirming significant positive relationships between AI integration and creative writing skills, and between creative writing skills and 21st-century competencies. Furthermore, creative writing was shown to mediate the connection between AI adoption and both entrepreneurship and competency development, indicating its key role in linking technological tools with educational and entrepreneurial outcomes. The findings underline the transformative role of AI in journalism education, not only in enhancing writing proficiency but also in building entrepreneurial capacity and essential future-ready skills. This \textbf{research provides} practical implications for integrating AI literacy, creative expression, and entrepreneurship into curricula, while also aligning with Sustainable Development Goals (SDGs) such as Quality Education, Economic Growth, Innovation, and Global Partnerships, supporting inclusive and technology-driven learning.
Kesalahan Penggunaan Bahasa Ilmiah dalam Penulisan Skripsi: Studi Kasus Mahasiswa Jurusan Tadris Bahasa Indonesia IAIN Syekh Nurjati Cirebon Uswati, Tati Sri; Mardikantoro, Hari Bakti
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 5, No 1 (2023): JANUARI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v5i1.3206

Abstract

Skripsi merupakan klimaks dari karya-karya ilmiah mahasiswa program strata satu (S-1). Penulisan karya ilmiah harus sesuai dengan kaidah bahasa ilmiah karena selain untuk mempermudah pemahaman, juga berfungsi menentukan kualitas skripsi yang merupakan dokumen tertulis yang merepresentasikan prestise institusi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kesalahan penggunaan bahasa ilmiah pada penulisan skripsi mahasiswa prodi Tadris Bahasa Indonesia IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Metodologi penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini berupa skripsi mahasiswa Prodi Tadris Bahasa Indonesia tahun 2021. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan metode simak yang dilanjutkan dengan teknik catat. Metode analisis data penelitian ini menggunakan metode agih. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat kesalahan pembentukan kata (prefiks tidak digunakan secara eksplisit) , kesalahan pemilihan kata (penggunaan ragam cakap/daerah, konjungsi, kata tanya, dan pengulangan kata), kesalahan penyusunan kalimat (kalimat kurang efektif dan kepadatan leksikal rendah), kesalahan penataan penalaran (kesalahan beranalogi), dan kesalahan penerapan kaidah ejaan (preposisi dan tanda baca).
Teachers' Reception of the Heroic Ideology of the Novel "Poor People Are Prohibited from Going to School" Based on Gender Classification Sukma, Dimas Pramata; Supriyanto, Teguh; Mardikantoro, Hari Bakti; Pristiwati, Rahayu
Journal La Edusci Vol. 6 No. 5 (2025): Journal La Edusci
Publisher : Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journallaedusci.v6i5.2648

Abstract

Literary works are a depiction of human life through the outpouring of expression and thought. The ideology of heroism is one ideology that can be found in every Indonesian novel. However, there is a phenomenon of the interpretation of the ideology of heroism by teachers that is still confusing. Based on this problem, teachers are needed to be open in interpreting the ideology of heroism. The right solution is through the reception of the ideology of heroism in the novel Orang Miskin Dilarang Sekolah (Poor People Are Forbidden to Go to School). The approach of this research is the sociology of literature by adopting the research design of Moser (1989:1799-1825). The results of the reception of the ideology of heroism of SMK teachers in Tegal Regency towards the novel Orang Miskin Dilarang Sekolah by Eko Prasetyo based on gender classification show several differences. According to male teachers, heroism is interpreted in the form of love for the country, upholding unity, expertise in using knowledge as a weapon, and loyalty to principles. Meanwhile, according to female teachers, heroism appears in the form of prioritizing common interests, willingness to sacrifice, and sincerity. However, both agree that heroism also involves fighting for the rights of others and having a fighting spirit.
Co-Authors Afidah, Annisa Ul Agus Nuryatin Ahmad Syaifudin Alfiah Alfiah alfiah alfiah Amin, Yusuf Syaiful Amin, Yusuf Syaiful Amirin, Amirin Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Andi Maulana Asnawi, Asnawi Aulia, Rizki Anti Azizah, Eva Noor B. Wahyudi Joko Santoso Deby Luriawati Dianastiti, Firstya Evi Dina Mardiana Dwirahayu, Endang Pudji Eka Yulin Adriani Ekasari, Denis Endang Kurniati Endang Kurniati Esti Sudi Utami Esti Sudi Utami Esti Sudi Utami Fandy Prasetya Kusuma Fathur Rahman Fathur Rokhman Fathur Rokhman Fauzul Etfita Funadah, Luluk Atul Habibi, Ahmad Fajar Haekal, Muhamad Haekal, Muhamad Hananta, Rakhmat Dwi Hariyadi, Muhamad Hariyani Hariyani, Hariyani Haryadi - Haryadi Haryadi Haryadi Haryadi Hasanah, Alif Hastuti Hastuti Hayatun Nufus Hayatun Nufus Hetilaniar Hetilaniar Hetilaniar, Hetilaniar Huda, Wahyul Ida Zulaeha Ida Zulaeha Ida Zulaeha Ida Zulaeha Imam Baehaqie Imbowati, Dian Indri Indiatmoko, Bambang Indiatmoko, Bambang Isnaini, Faridha Jati Kurniawan, Mikael Joko Santoso, Wahyudi Junaidi Junaidi Juwanda Juwanda Juwanda, Juwanda Karina, Alfa Zulia Dwi Kustiah, Hariani Kusworo, Andy Lachlan, Nicholas Lenga, Klemens Maksianus Lestari, Esti Puji Martha Dua Sary, Maria Petrasia Masruroh, Nashihah Laila Maya Dewi Kurnia Meina Febriani Meina Febriani Mila Roysa Mila Roysa, Mila Muhammad Badrus Siroj Muhammad Thobroni Mukhlis Mukhlis Mustika, Prisma Meita Mustika, Prisma Meita Nafiyah, Khifdiyatun Nantu, Marselina Yosefina Nas Haryati Setyaningsih Neina, Qurrota Ayu Nenoliu, Dian Sidiarna Noorapsari, Deby Triananda Pangestuti, Tri Yuli Parwaningtiyas, Anung Anindita Pekuwali, Dian Sari Arindah Pratama, Galih Suci Putri, Meidiana Qurrota Ayu Neina R. M Teguh Supriyanto Rahayu Pristiwati Rahmatia Ardila Rehulina Rehulina, Rehulina Rivaldi, Sacandra Aji Rizqon Hilmi, Muhammad Rustono Rustono - Rustono Rustono Sabbardi, Muhammad Safrihady, Safrihady Samsudin Samsudin Samsudin Sari, Devita Maliana Sari, Devita Maliana Septina Sulistyaningrum Sholikhati, Nur Indah Sri Wahyuni Sri Wahyuni Subiyantoro Subiyantoro Subyantoro Subyantoro Sugianto Sugianto Sukarismanti Sukma, Dimas Pramata Sumirah Sumirah Sumirah Sumirah Sumirah Sumirah Suningcih, Suningcih Suntoro Suntoro Surya Anis, Novalinda Susanto Susanto Suyitno Suyitno Swantyka Ilham Prahesti Tati Sri Uswati Teguh Supriyanto Tommi Yuniawan Tommy Yuniawan Tri Jayanti, Tri Umi Nur Sholikhah Utami, Etika Widi Utsman Utsman, Utsman Wahyuni, Sri Wardani, Vera Wati, Maulida Laily Kusuma Widianti, Nurhannah Wiwi Isnaeni Wiwit Lili Sokhipah, Wiwit Lili Yuniawan, Dwi Zainarthur, Henry Zuhra Sl. Datu