Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISA KERAGAMAN WARNA PADA IKAN MAS KOKI (Carassius auratus) PERSILANGAN STRAIN RANCHU, BLACK MOOR DAN ORANDA Apriani, Siti Aisyah; Junaidi, Muhammad; Marzuki, Muhammad
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.793 KB) | DOI: 10.29406/jr.v11i1.4686

Abstract

Komoditas ikan hias menjadi salah satu andalan Indonesia dalam menopang perekonomian masyarakat. Usaha budidaya ikan hias mampu memberikan keuntungan yang lebih bagi pembudidayanya. Warna merupakan salah satu parameter dalam penentuan nilai ikan hias. Semakin cerah warna suatu jenis ikan, maka semakin tinggi nilainya. Salah satu jenis ikan hias air tawar yang digemari oleh masyarakat dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi adalah ikan mas koki (Carassius auratus). Perpaduan warna yang lemah dan warna yang kurang menarik pada ikan mas koki mengakibatkan nilai jualnya berkurang sehingga perlu dilakukan hibridisasi atau persilangan antar strain ikan mas koki untuk mendapatkan keturunan yang unggul dan memiliki warna yang lebih indah dan mempunyai kualitas yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman warna ikan mas koki persilangan antara strain Ranchu, Black Moor dan Oranda. Penelitian ini dilakukan selama 50 hari dengan metode eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Adapun perlakuan yang dilakukan yaitu : Perlakuan A : Rancu jantan x Black Moor betina, Perlakuan B : Black Moor jantan x Ranchu betina, Perlakuan C : Oranda jantan x Black Moor betina, Perlakuan D : Oranda jantan x Ranchu Betina. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil persilangan antar strain ikan mas koki di dapatkan pengukuran nilai hue yang terus menurun selama 45 hari pemeliharaan, yang berarti menunjukkan bahwa warna ikan semakin bagus. Tingkat perubahan pengukuran kecerahan warna tertinggi pada Perlakuan C (Oranda jantan × Black Moor Betina) yaitu 15,06±0,29. Peningkatan warna ikan mas koki disebabkan oleh faktor genetik, secara genetik ikan mewarisi warna-warna tertentu dari induknya, biasanya ikan jantan akan menampilkan warna lebih kuat daripada ikan betina. Kemiripan warna antara induk dan anakan pada ikan hias menunjukkan 50% dipengaruhi oleh gen induk.
PENGARUH PEMBERIAN KALSIUM HIDROKSIDA (CA(OH)2) DAN FOSFOR (P) TERHADAP PERTUMBUHAN UDANG VANAME (LITOPENAEUS VANNAMEI) PADA MEDIA AIR TAWAR Scabra, Andre Rachmat; Marzuki, Muhammad; Yarni, Baiq Maoni
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.425 KB) | DOI: 10.29406/jr.v11i1.4855

Abstract

Udang merupakan salah satu komoditas unggulan di dalam bidang budidaya perikanan Indoneia.Salah satu jenis udang yang memiliki nilai ekonomis tinggi dibandingkan dengan jenis udang lainnya adalah Udang Vaname (Litopenaeus vannamei), jenis udang ini sangat banyak diminati untuk dibudidayakan oleh pembudidaya.Hal ini dikarenakan keunggulan yang dimiliki oleh udang vaname membuat para pembudidaya memproduksinya, salah satu keunggulan yang dimiliki adalah memiliki sifat euryhaline yaitu mampu toleransi dan bertahan hidup pada salinitas yang luas.Berdasarkan sifat euryhaline yang dimiliki, udang vaname berpotensi untuk dibudidayakan di media salinitas rendah atau air tawar. Namun jika dibudidayakan di media air tawar maka akan banyak sekali masalah yang akan dihadapi salah satunya adalah tidak terpenuhinya mineral yang dibutuhkan oleh udang tersebut, untuk itu harus menambahkan beberapa jenis mineral yang dibutuhkan seperti kalsium dan fosfor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa pengaruh pemberian kalsium hidroksida (Ca(OH)2) dan fosfor (P) terhadap pertumbuhan udang vaname yang dipelihara pada media air tawar, dengan dosis yang sesuai kebutuhan dapat memaksimalkan petumbuhan ada udang vaname yang dipelihara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Eksperimental dengan Racangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dati 5 perlakuan dan 3 kali ulangan, yaitu 80 ppm (Ca(OH)2), 80 ppm (Ca(OH)2) + 40 ppm P, 80 ppm (Ca(OH)2) + 80 ppm P, 80 ppm (Ca(OH)2) + 120 ppm P. penambahan mineral 80 ppm (Ca(OH)2) dan P memberikan pengaruh nyata pada pertumbuhan udang vaname, dengan nilai laju pertumbuhan bobot spesifik 2,70 %/hari, laju pertumbuhan panjang spesifik 6,62 %/hari, tingkat kelangsungan hidup 68,3 %, dan nilai rasio konversi pakan 1,06 terdapat pada P4 (Perlakuan 4).
APLIKASI TEKNOLOGI MIKROBUBBLE PADA PETANI IKAN NILA DI DESA BAYAN Scabra, Andre Rachmat; Marzuki, Muhammad; Setyono, Bagus Dwi Hari; Diniarti, Nanda; Mulyani, Laily Fitriani
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 1 No 1 (2021): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v1i1.56

Abstract

Desa Bayan Kabupaten Lombok Utara memiliki potensi sumberdaya air dengan kuantitas yang cukup memadai. Berdasarkan pemantauaan saat melakukan survey awal pada awal bulan februari 2020, dari segi kualitas, kondisi air yang digunakan untuk kegiatan budidaya ikan belum memenuhi kaidah standart sertifikasi Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan produktifitas lahan budidaya ikan di Desa Bayan dengan cara melakukan perbaikan kualitas air, yaitu meningkatkan kandungan oksigen terlarut, melalui aplikasi teknologi microbubble. Kegiatan ini dileksanakan melalaui beberapa kegiatan, antara lain dengan melakukan sosialisai tentang sertifikasi Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) yang meliputi semua aspek kompleks yang menjadi permasalahan pada kelompok pembudidaya, yaitu manajemen kualitas air, tata kelola letak pembangunan kolam budidaya, SDM pengelola kolam budidaya, pemberian pakan dan obat ikan, panen, transportasi ikan, dll. Pada kelompok tersebut juga diujicobakan teknologi mikrobubble untuk meningkatkan kadar oksigen pada kolam budidaya masyarakat. Micro bubble pada media budidaya ikan dapat dihasilkan dengan beberapa metoda dengan karakteristik yang berbeda-beda. Metoda tersebut antara lain dengan elektrolityc microbubble generator, porous plate (PP), ventury tube type bubble generator, dan spherical body in a flowing water tube. Mikrobubble yang diujicobakan pada kegiatan ini adalah mikrobubble bertipe ventury tube. Aplikasi tekhnologi ini dapat menghasilkan produktifitas ikan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pemeliharaan ikan yang tidak menerapkan tekhnologi ini
DAFTAR ISI: DAFTAR ISI Marzuki, Muhammad
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 3 No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v3i1.2352

Abstract

DAFTAR ISI
Bersih Pantai Sebagai Peningkatan Kesadaran Masyarakat dalam Kawasan Konservasi di Desa Paremas Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur Fitriani Mulyani, Laily; Marzuki, Muhammad; Sumsanto, Muhammad
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v3i2.2644

Abstract

The increasing development of tourism in the Jerowaru Paremas conservation area has caused several problems, including environmental damage, environmental pollution and marine debris problems. One of the efforts that is expected to support coastal cleanliness is the active effort of the local community. The purpose of this activity is expected to be able to provide awareness of the cleanliness of the coastal environment for local communities and tourists as well as provide an understanding to the public that the waste produced has a negative impact on the development of biota and aquatic ecosystems. The method used in this clean-up activity is the observation, descriptive and participative method with the method approach used in counseling and training activities that are 'persuasive-educative' in nature, which are intended to provide knowledge and understanding in tackling coastal pollution. The clean-up activity was carried out and took place at Paremas Jerowaru, East Lombok Regency, which was attended by 200 participants from students, the community, fishermen and tourists in the Paremas Jerowaru Beach area, East Lombok Regency. This clean-up program can be organized properly and run smoothly in accordance with the activity plan that has been prepared. This clean-up activity can not only develop people's thinking patterns on preventing coastal environmental pollution, but also affect the cleanliness of the coastal environment to maintain conservation areas and also increase tourist attraction on the Paremas Jerowaru Beach, East Lombok.
Daftar Isi Daftar Isi: Daftar Isi Marzuki, Muhammad
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 3 No 3 (2023): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v3i3.3566

Abstract

Daftar Isi
Cover Cover: Cover Marzuki, Muhammad
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 3 No 3 (2023): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v3i3.3567

Abstract

Cover
Praktik Pengumpulan Batu Sungai dan Pengaruhnya terhadap Masyarakat Desa Taliabo Irmayani, Irmayani; Hapsa, Hapsa; Marzuki, Muhammad; Bakari, Yulianti
SIGn Journal of Social Science Vol 3 No 2: Desember 2022 - Mei 2023
Publisher : CV. Social Politic Genius (SIGn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37276/sjss.v3i2.327

Abstract

This research aims to understand how the Taliabo Village community utilizes the potential of Sausu River rocks, identify the challenges faced by rock gatherers, and explore the socio-economic dynamics of the village in addressing these challenges. This research uses an inductive qualitative analysis. Inductive analysis is an approach that begins with field facts, analyzes them based on relevant theories and arguments, and ultimately yields a conclusion. The results show that gathering rocks in the Sausu River of Taliabo Village is a vital economic activity supporting the livelihood of part of the community. Adapting to natural conditions and using traditional tools like tire rafts and gate-gate demonstrate the community’s resilience and creativity in utilizing local resources. Although flexible working hours offer adaptation to uncertainties, the pricing structure of rocks based on their size provides significant economic opportunities. However, challenges such as natural conditions in the dry season and health issues add difficulties to this work. Furthermore, socio-economic aspects such as the culture of mutual aid underscore the importance of communal cooperation in overcoming hardships. At the same time, limitations in meeting education and housing needs reflect broader challenges faced by the river rock gatherer community in Taliabo Village. Therefore, the Government of Parigi Moutong Regency is recommended to support the rock gathering activities in the Sausu River as an essential part of Taliabo Village’s local economy. It could include providing training and access to more efficient technology to enhance productivity and work safety for river rock gatherers. Additionally, rock gatherers are advised to adopt safer and more sustainable work practices, including ergonomic tools and attention to occupational health and safety. For the Taliabo Village community, it is recommended that the existing mutual aid system be strengthened. These joint initiatives can help address some of the socio-economic challenges the river rock gatherer community faces while strengthening communal resilience against economic and natural uncertainties.
Sekolah Alam Tondo Lino Ngata Toro: Sebuah Model Pendidikan Inovatif untuk Transformasi Budaya Berkelanjutan Dewiyanti, Fatimah; Hatta, Ikhtiar; Marzuki, Muhammad; Hendra, Hendra
SIGn Journal of Social Science Vol 4 No 1: Juni - November 2023
Publisher : CV. Social Politic Genius (SIGn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37276/sjss.v4i1.329

Abstract

This research aims to delve deeper into the process of cultural transformation through the educational system of Tondo Lino Ngata Toro Nature School. This research uses an inductive qualitative analysis. Inductive analysis is an approach that begins with field facts, analyzes them based on relevant theories and arguments, and ultimately yields a conclusion. The results show that the Tondo Lino Ngata Toro Nature School is an educational innovation that combines local wisdom values with interactive and experiential learning methods. Arising from the Ngata Toro indigenous people’s need to preserve their culture amidst modernization, this school adopts a holistic approach to education, enriching the curriculum with traditional values and local wisdom practices. The outdoor learning process, designed to involve students through a learn-through-play method actively, ensures that they acquire knowledge and develop deep connections with their environment and community. This initiative demonstrates that education rooted in local wisdom and implemented through direct experiences in the outdoors can be an effective tool for sustainable cultural transformation. Therefore, it is recommended that the Village Government, Traditional Institutions, Community Leaders, and the Ngata Toro indigenous people continue to support and develop the Tondo Lino Ngata Toro Nature School. Strengthening collaboration among various parties is necessary to enrich learning resources and ensure the sustainability of this program. Ideally, the local natural resources and wisdom should be utilized as significant assets in the curriculum by providing more outdoor learning opportunities and incorporating more aspects of local culture into the learning process. Additionally, developing training for facilitators and teachers on experiential learning methods and learn-through-play will enhance the quality of education and the learning experience for students. Finally, encouraging active community participation in the school program will strengthen the relationship between the school and the community and support transmitting cultural values to the younger generation.
Partisipasi Penduduk Asli Kaili dan Etnis Bugis dalam Pelestarian Ritual Kupatan Etnis Jawa Rahmadani, Devi; Marzuki, Muhammad; Bakari, Yulianti; Muzakkir, Abd. Kahar
SIGn Journal of Social Science Vol 4 No 2: Desember 2023 - Mei 2024
Publisher : CV. Social Politic Genius (SIGn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37276/sjss.v4i2.335

Abstract

This research aims to understand the process of the Kupatan ritual by the Java ethnicity and the participation forms of the Kaili indigenous people and Bugis ethnicity in the Kupatan ritual in Bahagia Village. This research uses an ethnographic analysis. Ethnographic analysis is an approach that begins with field facts, analyzes them based on cultural theories and relevant arguments to explore the cultural situation of the community, and ultimately yields a conclusion. The results show that the participation of the Kaili indigenous people and the Bugis ethnicity in the preservation of the Kupatan ritual by the Java ethnicity in Bahagia Village demonstrates impressive cultural collaboration, manifested through various processes from the opening, sermon and joint prayer, handshaking, to ngambeng or communal eating. This participation, which occurs in voluntary, spontaneous, and habitual forms, marks deep social and cultural integration among the three ethnic groups. Therefore, it is recommended that the Department of Education and Culture of Sigi Regency enhance support for documenting and promoting the Kupatan ritual as a cultural heritage that enriches local diversity. The residents of Bahagia Village are advised to continue maintaining and expanding participation in the Kupatan ritual, as part of an inclusive cultural preservation effort. The Java ethnicity, Kaili indigenous people, and Bugis ethnicity are encouraged to continue fostering inter-ethnic cooperation and dialogue in celebrating the Kupatan ritual by organizing joint activities to enhance understanding and appreciation of each other’s cultures. It will strengthen inter-ethnic collaboration and harmony and ensure the sustainability of the Kupatan ritual as a symbol of unity and diversity in Bahagia Village.
Co-Authors ', Gusnardi ', RM. Riadi Abdani, Reza Maulana Abidin, Z Adekayasa, Yudika Afriadin, Afriadin AlBaihaqi, Lalu Wirahadi Alfaisal, Adi Alis Mukhlis Andi Rusdin Andre Rachmat Scabra angga wati Angga, Prayogi Dwina Anggraini, Irika Devi Anisa Anisa Anita Eka Apriani Annisa Wulandari Anugrah, Anasta Rais Apriani, Anita Eka Apriani, Siti Aisyah Asri, Yuliana Asror, M. Zainul Attamimi, Muhammad Ridho Ilham Baehaqi Bagus Dwi Hari Setyono Baiq Hilda Astriana Baiq Hilda Astriana, Baiq Hilda Citra Dewi Damai Diniariwisan Dewi Putri Lestari, Dewi Putri Dewiyanti, Fatimah Diamahesa, Wastu Ayu Diniariwisan, Damai Diniarti , Nanda Dwiyanti, Septiana Edi Surya Negara Edy Fernandez Fariq Azhar Farman, Yudi Fitri Aulia Fitriani Mulyani, Laily Habmarani, Nurrenze Hapsa Hapsa, Hapsa Hapsari, Nurul Fikriati Ayu Hendra Hendra Herdiansyah, M. Izman Herman, Lalu Edy Hizbulloh, Lalu Ikhtiar Hatta Irmayani Irmayani Ismail Jaelani, Muhamad Mahsun Khirjan Nahdi Laily Fitriani Mulyani Laily Fitriani Mulyani Laksono Trisnantoro Lumbessy, Salnida Yuniarti M. Zainul Asror Marno, Septhian Maryam Alhansa Zuhro Mi'roju Abdul Rozaq Al Ghifari Mislawaty, Sri Eva Muhammad Bangun Muhammad Bangun Mubaraq Muhammad Junaidi Muhammad Junaidi Muhammad Qusyairi Muhammad Sumsanto Mulyani, Laily Fitriani Muzakkir, Abd. Kahar Nanda Diniarti ningtyas, atiasyifa kusuma Nunik Cokrowati Nunung Ariandani Nuri Muahiddah Nurifansyah, Nurifansyah Nurul Aeni Pandu Wilantara Perdana, Rangga Putra Permata Sari, Agun Pratiwi Pratiwi Putri Lestari, Dewi Rahmadani, Devi Rahmadani, Thoy Batun Citra Rahmat Hidayat Ramdhani, Sandy Rangga Idris Affandi Rhojim Wahyudi Ririn Vantika Sari Rizaldi, Alwan ROHANA ROHANA Rusmin Nuryadin Sahrul Alim Samsul Lutfi Saptono Waspodo Satria, Iin Sitti Hilyana Sitti Hilyana Sopiandi Sopiyan, Wawan Sudirman Sudirman Sukartono Susianti, Lena Syadillah, Ali Syahruni, Fajar Tata Sutabri Wulandari, Witri yakkub, Fatoni Azrar Yarni, Baiq Maoni Yona Primadesi Yonita, Nuansa Azma Yudika Adekayasa Yuliana Asri Yulianti Bakari Zaenal Abidin Zul Hidayatullah