Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Agrikultura

Potensi Tiga Jenis Khamir dalam Mengendalikan Penyakit Bercak Cokelat (Alternaria solani Sorr.) pada Tomat Hartati, Sri; Istifadah, Noor; Aoliya, Salwa Rohmatul; Meliansyah, Rika; Mayanti, Tri
Agrikultura Vol 35, No 2 (2024): Agustus, 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v35i2.54374

Abstract

Penyakit bercak cokelat yang disebabkan oleh Alternaria solani Sorr. merupakan salah satu penyakit penting pada tanaman tomat yang dapat menyebabkan kehilangan hasil hingga 86%. Salah satu pengendalian yang dapat dilakukan untuk penyakit tersebut yaitu dengan agens biokontrol berupa khamir. Penelitian ini bertujuan untuk menguji potensi tiga spesies khamir dalam menghambat pertumbuhan A. solani secara in vitro dan menekan penyakit bercak cokelat pada tanaman serta buah tomat. Percobaan dilakukan di Laboratorium Bioteknologi Proteksi Tanaman dan Rumah Kaca Kebun Ciparanje, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Percobaan in vitro menggunakan Rancangan Acak Lengkap, sedangkan percobaan in vivo menggunakan Rancangan Acak Kelompok. Perlakuan pada pengujian in vitro dan in vivo berupa spesies khamir, terdiri dari Aureobasidium pullulans Dmg 11 DEP, Candida tropicalis Lm 13 BE, Rhodotorula minuta Dmg 16 BEP, fungisida berbahan aktif klorotalonil 75% (untuk pengujian in vivo), dan kontrol. Pengujian in vitro dilaksanakan dengan metode dual culture antara patogen A. solani versus khamir antagonis. Pengujian in vivo dilakukan dengan penyemprotan pada tanaman dan pencelupan buah tomat dalam suspensi sel khamir. Hasil percobaan in vitro menunjukkan bahwa khamir yang diuji dapat menghambat pertumbuhan koloni A. solani sebesar 23,67 % – 40,56%. Uji penekanan penyakit secara in vivo menunjukkan bahwa khamir yang diuji dapat menekan penyakit bercak cokelat sebesar 47,62% – 75,29% pada tanaman tomat dan 49,86% – 62,18% pada buah tomat. Khamir A. pullulans memberikan penekanan tertinggi, baik terhadap pertumbuhan koloni A. solani maupun terhadap penyakit bercak cokelat pada tanaman dan buah tomat.
Kemampuan Senyawa Volatil Aureobasidium pullulans pada Beberapa Kerapatan Sel dalam Menekan Antraknosa Stroberi Hartati, Sri; Nurjihan, Khansa; Susanto, Agus; Istifadah, Noor; Mayanti, Tri
Agrikultura Vol 36, No 2 (2025): Agustus, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v36i2.62929

Abstract

Antraknosa yang disebabkan oleh Colletotrichum acutatum menjadi salah satu penyakit utama pada buah stroberi. Pemanfaatan senyawa volatil khamir dapat menjadi salah satu alternatif pengendalian penyakit pascapanen yang aman dan ramah lingkungan. Kerapatan sel khamir dapat berpengaruh terhadap keefektifan cara pengendalian tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kemampuan senyawa volatil khamir Aureobasidium pullulans Dmg 11 DEP pada beberapa kerapatan sel dalam menghambat pertumbuhan C. acutatum dan menekan penyakit antraknosa pada buah stroberi, serta untuk mendapatkan kerapatan sel khamir yang mampu menghasilkan penekanan tertinggi terhadap penyakit antraknosa pada buah stroberi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang dilakukan secara in vitro dan in vivo. Perlakuan terdiri atas kerapatan sel khamir A. pullulans Dmg 11 DEP yaitu 106 sel/ml, 107 sel/ml, 108 sel/ml, 109 sel/ml, dan kontrol. Pengujian in vitro dilakukan dengan metode double dishes system pada media PDA. Pengujian in vivo dilakukan pada buah stroberi varietas Mencir dengan menempatkan khamir tanpa kontak fisik dengan buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa volatil khamir A. pullulans Dmg 11 DEP pada beberapa kerapatan sel mampu menghambat pertumbuhan C. acutatum secara in vitro sebesar 34,98% - 42,64% dan mampu menekan penyakit antraknosa pada buah stroberi sebesar 18,27% - 36,46%. Kerapatan sel 108 sel/ml menunjukkan persentase penekanan penyakit antraknosa tertinggi pada buah stroberi.