Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH BIMBINGAN KLASIKAL UNTUK MENINGKATKAN ADVERSITY QUOTIENT (DAYA JUANG) SISWA DI SMA NEGERI 1 TAMBANG Nada Sahdu; Tri Umari; M. Arli Rusandi
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 9, No 2 (2022): EDISI 2 JULI-DESEMBER 2022
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Classical guidance is an assistance service for students that is given to a number of students with classical guidance service activities that are provided systematically, are preventive in nature and provide internal understanding and understanding of others that lead to learning, personal, career and social. This study aims to determine the effect of classical guidance to increase the adversity quotient (fighting power) of students at SMA Negeri 1 Tambang before and after being given services. This type of research is experimental research. This study used a one-group pretest-posttest design. The research subjects were 32 students of class XI IPA who had a low adversity quotient based on the adversity quotient scale measurement. This study uses the Wilcoxone test and the Spearman Rank test. For the analysis using SPSS Version 25. The results showed an increase, difference and influence of classical guidance in increasing the Adversity Quotient of students at SMAN 1 Tambang.Key Words: Influence, Classical Guidance, Adversity Quotient.
DIAGNOSTIK KESULITAN BELAJAR SISWA/I KELAS VII.1 SMP NEGERI 15 DUMAI DALAM PROSES BELAJAR Tri Umari; Intan Dwi Rahmadani; Ririn Hari Yuliandari; Desva Rofifah As'ari; Putri Yuningsih; Adinda Rahmi; Ledis Pazila; Jelita Belatric
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI Vol. 2 No. 4 (2024): Oktober
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jpma.v2i4.941

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiagnosis kesulitan belajar yang dihadapi oleh siswa/i di SMP Negeri 15 Dumai dalam proses belajar mereka. Kesulitan belajar dapat mempengaruhi hasil akademik dan perkembangan sosial siswa secara signifikan, sehingga identifikasi yang tepat sangat penting untuk perbaikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui angket dan wawancara. Angket disebarkan kepada siswa untuk mengumpulkan data kuantitatif tentang pengalaman dan tantangan yang mereka hadapi dalam belajar. Hasil dari angket ini kemudian diserahkan kepada guru untuk dianalisis dan digunakan dalam wawancara guna menggali informasi tambahan tentang faktor-faktor penyebab kesulitan belajar dari perspektif guru. Analisis data mengidentifikasi penyebab utama kesulitan belajar, termasuk faktor individu seperti kemampuan kognitif dan motivasi, serta faktor pedagogis seperti metode pengajaran dan kualitas materi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kesulitan belajar di SMP Negeri 15 Dumai dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal, termasuk metode pengajaran yang kurang efektif dan dukungan akademik yang terbatas. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna bagi guru dalam merancang strategi intervensi yang lebih efektif untuk meningkatkan kualitas proses belajar siswa/i.
PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM PELAKSANAAN EVALUASI DAN SUPERVISI BK Firda Nur’aini; Nur Laila Habibah Ahmad; Uthia Tri Andani; Viona Nursepti Triaswati; Tri Umari; Kiki Mariah; Munawir, Munawir
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 2 No 3 (2024): Juni
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v2i3.132

Abstract

Peran kepala sekolah dalam evaluasi dan supervisi BK adalah sebagai pemimpin, pembimbing, dan fasilitator. Kepala sekolah harus bekerja sama dengan guru BK dan pihak lain untuk memastikan bahwa program BK berjalan dengan efektif dan efisien. Bimbingan dan Konseling merupakan profesi yang keberadaannya sangat urgen dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Tanpa pelaksanaan bimbingan dan konseling, maka tujuan pendidikan dalam rangka membantu peserta didik mencapai perkembangan yang optimal, baik dalam aspek kognitif, fisik, emosional, sosial, kepribadian, moral dan nilai-nilai, tidak mungkin dapat tercapai sesuai dengan diharapkan Menurut Gibson dan Mitchel evaluasi bimbingan konseling merupakan suatu proses untuk menilai efektivitas program atau aktifitas. Menurut Wheeler dan King (2012:28) supervisi bimbingan konseling merupakan suatu proses untuk menjaga standar konseling yang memadai dan suatu metode konsultasi dengan horizon yang lebih luas dari seorang praktisi yang berpengalaman.
SUPERVISI BK: BUKAN MENAKUTKAN TAPI MENYENANGKAN DAN MEMBANGUN Dilha Megesti; Nabila Nabila; Syakhila Takhira; Tri Umari; Kiki Mariah; Munawir Munawir
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 2 No 3 (2024): Juni
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v2i3.133

Abstract

Bimbingan adalah proses dukungan yang diberikan oleh tenaga profesional kepada individu atau kelompok. Tujuannya adalah agar masyarakat dapat memahami diri, mengetahui lingkungannya, dan merencanakan masa depan. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur atau kajian Pustaka. Pengertian supervisi sendiri adalah usaha memberi layanan kepada guruguru baik secara individual maupun kelompok dalam usaha memperbaiki pengajaran. Tugas dari supervisi BK adalah memantau, mendokumentasikan, mendukung, mengukur dan mengevaluasi kinerja serta mendorong refleksi supervisi yaitu pengawasan, pengawasan dan pembinaan. Adapun tahapan supervisi terdiri dari tiga tahapan yang disampaikan Bello dan Olaer (2020) yaitu pra-observasi, pelaksanaan observasi, dan pasca-observasi digunakan pada banyak penelitian. Kesimpulannya adalah bahwa supervisi ini justru membangun daripada menakutkan karna guna supervisi itu sendiri adalah melakukan pengawasan dan pembinaan serta mendukung kinerja dan kegiatan konselor untuk lebih optimal lagi.
Langkah Menuju Layanan Bimbingan dan Konseling yang Lebih Baik Melalui Evaluasi dan Supervisi di Era Sekarang Tesa Sessio Mentiana; Bening Muthmainnah; Nadya Dita Margareth Hutagalung; Jelita Belatric; Tri Umari; Kiki Mariah; Munawir Munawir
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 2 No 3 (2024): Juni
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v2i3.134

Abstract

Evaluasi dan supervisi merupakan komponen penting dalam bimbingan dan konseling untuk memastikan kualitas layanan yang diberikan. Evaluasi berfungsi untuk mengukur efektivitas program bimbingan dan konseling, menentukan pencapaian tujuan, serta mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan. Evaluasi dan supervisi harus dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan kualitas layanan BK selalu terjaga dan terdepan.Hasil evaluasi dan supervisi harus digunakan untuk perbaikan dan pengembangan program BK secara berkelanjutan.Evaluasi dan supervisi harus melibatkan semua pihak terkait, yaitu konselor, peserta didik, orang tua, guru, dan pimpinan sekolah.Supervisi, di sisi lain, berfokus pada pengembangan profesional konselor melalui pengawasan, bimbingan, dan dukungan berkelanjutan. Supervisi yang efektif melibatkan proses reflektif, umpan balik konstruktif, dan pembinaan kompetensi konselor. Dengan melaksanakan evaluasi dan supervisi secara berkelanjutan, kualitas layanan BK dapat ditingkatkan dan diharapkan dapat membantu peserta didik dalam mencapai potensinya secara optimal untuk mencapai hasil yang optimal, evaluasi dan supervisi harus dilaksanakan secara terstruktur, sistematis, dan berkelanjutan, melibatkan partisipasi aktif dari semua pemangku kepentingan, serta menggunakan metode dan alat yang relevan dan sahih. Dengan pendekatan ini, bimbingan dan konseling dapat memberikan dampak positif yang maksimal bagi individu dan komunitas yang dilayani.
Analisis Kualitas Supervisi dan Evaluasi Serta Dampaknya Terhadap Pelaksanaan BK di Sekolah Rezi Nandita Khairani; Izzah Mardhiyah Murassyidah; Mala Kharisa; Yona Triwulandari; Tri Umari; Kiki Mariah; Munawir Munawir
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 2 No 3 (2024): Juni
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v2i3.135

Abstract

Supervisi konseling merupakan komponen krusial dalam pengembangan profesi konselor yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang diberikan kepada individu yang memerlukan bimbingan dan konseling. Artikel ini bermaksud menguraikan tujuan, metode penelitian, dan hasil penelitian yang mengembangkan panduan praktis untuk meningkatkan keterampilan konselor melalui supervisi. Tujuan penelitian ini adalah untuk merumuskan panduan praktis yang efektif untuk meningkatkan keterampilan konselor melalui supervisi. Tujuan ini mencakup mengidentifikasi kebutuhan konselor, mengembangkan pedoman supervisi yang relevan, dan menilai dampaknya terhadap peningkatan keterampilan konselor. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini meliputi survei, wawancara, dan analisis isi. Kuesioner dibagikan kepada kelompok konselor aktif di berbagai setting konseling, sedangkan wawancara mendalam dilakukan kepada supervisor dan konselor yang telah menjalani supervisi. Data yang dikumpulkan dianalisis secara sistematis untuk mengidentifikasi.
Kolaborasi antara Kepala Sekolah dan Guru BK sebagai Strategi Optimalisasi Supervisi Bimbingan Konseling Salma Deyanti; Natasya Putri Sentana; Fajri Rivel; Tri Umari; Kiki Mariah; Munawir, Munawir
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 2 No 3 (2024): Juni
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v2i3.136

Abstract

Abstract. This study aims to explore the collaboration between principals and guidance counselors as a strategy to optimize the supervision of counseling services in schools. Through the literature review method, this research collects and analyzes various relevant literature sources. The research population includes journal articles, books, and other research reports. Data were collected from academic databases such as Google Scholar and national libraries using appropriate keywords. The results of the study indicate that effective collaboration between principals and guidance counselors can improve the quality of counseling supervision, overcome the challenges faced by guidance counselors, and strengthen support for students. This collaboration can also create a more inclusive and responsive school environment to student needs. Furthermore, the study finds that the success of this collaboration heavily depends on open communication, a deep understanding of each role, and a shared commitment to ongoing professional development. The implications for the field of education suggest that strengthening the collaboration between principals and guidance counselors should be a priority in efforts to enhance the effectiveness of counseling supervision. This can be achieved through professional training and development, as well as the creation of school policies that support such collaboration. Thus, schools can provide more effective counseling services for students. Keywords: Collaboration, Principal, Counselor,Supervision, Guidance, Counseling Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kolaborasi antara kepala sekolah dan guru BK sebagai strategi untuk mengoptimalkan supervisi layanan konseling di sekolah. Melalui metode tinjauan literatur, penelitian ini mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber literatur yang relevan. Populasi penelitian mencakup artikel jurnal, buku, dan laporan penelitian lainnya. Data dikumpulkan dari basis data akademik seperti Google Scholar dan perpustakaan nasional dengan menggunakan kata kunci yang sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi yang efektif antara kepala sekolah dan guru BK dapat meningkatkan kualitas supervisi konseling, mengatasi tantangan yang dihadapi oleh guru BK, dan memperkuat dukungan bagi siswa. Kolaborasi ini juga dapat menciptakan lingkungan sekolah yang lebih nyaman dan responsif terhadap kebutuhan siswa. Selain itu, penelitian menemukan bahwa keberhasilan kolaborasi ini sangat bergantung pada komunikasi yang terbuka, pemahaman yang mendalam tentang setiap peran, dan komitmen bersama untuk pengembangan profesional yang berkelanjutan. Implikasi bagi bidang pendidikan menunjukkan bahwa memperkuat kolaborasi antara kepala sekolah dan guru BK harus menjadi prioritas dalam upaya meningkatkan efektivitas supervisi konseling. Hal ini dapat dicapai melalui pelatihan dan pengembangan profesional, serta penciptaan kebijakan sekolah yang mendukung kolaborasi tersebut. Dengan demikian, sekolah dapat memberikan layanan konseling yang lebih efektif bagi siswa. Kata kunci: Kolaborasi, Kepala Sekolah, Konselor, Supervisi, Bimbingan, Konseling
Supervisi Guru BK: Membangun Kompetensi Dan Profesionalisme Layanan BK Situmeang, Desy Belanda; Putri Nuriandini; Simarmata, Aura Anisa; Siahaan, Nikita Putri Marshanda; Tri Umari; Munawir; Kiki Mariah
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 2 No 3 (2024): Juni
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v2i3.137

Abstract

Peningkatan mutu pendidikan dan kualitas lulusan memerlukan penerapan evaluasi dan supervisi di sekolah, termasuk peran penting guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam membantu siswa mengatasi masalah akademis, sosial, dan emosional. Supervisi terhadap profesionalisme dan kompetensi guru BK diperlukan untuk memastikan efektivitas layanan BK. Penelitian ini mengkaji kendala yang dihadapi guru BK, seperti keterbatasan kemampuan dan keterampilan konseling, serta penggunaan metode yang kurang sesuai. Supervisi BK bertujuan meningkatkan kesadaran profesional, perkembangan pribadi dan profesional, serta kinerja dan jaminan mutu praktik BK. Melalui supervisi, kekuatan dan kelemahan layanan BK dapat diidentifikasi untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan dan pengembangan siswa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan profesionalisme dan kompetensi guru BK serta mengukur keberhasilan supervisi BK dalam meningkatkan kedua aspek tersebut di sekolah melalui metode review literatur atau sumber sumber ilmiah lainnya. Kata kunci: Supervisi, Guru Bimbingan dan Konseling, Profesionalisme, Kompetensi, Mutu Pendidikan, Layanan Konseling
KARAKTERISTIK EVALUASI BIMBINGAN KONSELING DI ERA SOCIETY 5.0 Shinta Pratiwi; Dwi Dara Yonita; Ninda Lusi Awaliyah Purba; Tri Umari; Kiki Mariah; Munawir, Munawir
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 2 No 3 (2024): Juni
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v2i3.138

Abstract

Supervisi pendidikan adalah terbaikinya proses belajar mengajar, yang di dalamnya melibatkan guru dan siswa, melalui serangkaian tindakan, bimbingan dan arahan. Perbaikan proses belajar mengajar yang pencapaiannya. supervisi berasal dari dua kata dalam bahasa inggris, yaitu super dan vision. Super berarti di atas dan vision berarti melihat, masih serumpun dengan inspeksi, pemeriksaaan dan pengawasan, dan penilikan dalam arti kegiatan yang dilakukan oleh atasan orang yang posisi di atas, pimpinan terhadap hal-hal yang ada dibawahnya. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) mengharuskan orang untuk belajar terus. Lebih-lebih guru yang mempunyai tugas mendidik dan mengajar. Sedikit saja lengah dalam belajar akan ketinggalan dengan perkembangan, termasuk siswa yang diajar. Teknologi merupakan alat yang memudahkan dalam proses pembelajaran. Menurut Nasution (1984) teknologi pendidikan adalah pengembangan, penerapan penilaian sistem-sistem, teknik dan alat bantu untuk memperbaiki dan meningkatkan prestasi belajar manusia.
PERAN SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH DALAM UPAYA PENINGKATAN KINERJA GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH Iffah Syahna Khalishah; Indri Septia Wahyuni; Wahyuni, M. Rayhan Al-Fayyad; Tri Umari; Kiki mariah; Munawir
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 2 No 3 (2024): Juni
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v2i3.141

Abstract

Abstrak. Penelitian ini mengeksplorasi peran supervisi akademik kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru Bimbingan dan Konseling (BK) di sekolah. Tujuannya untuk memahami bagaimana supervisi akademik kepala sekolah mempengaruhi kinerja guru bimbingan konseling dan dampaknya pada dunia pendidikan. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah literatur review, dengan mengumpulkan data dari berbagai artikel relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi akademik kepala sekolah memiliki peran signifikan dalam meningkatkan kinerja guru BK. Supervisi akademik yang efektif meningkatkan motivasi, kemampuan, dan keterampilan guru BK, serta kualitas layanan BK di sekolah. Kata kunci: Supervisi akademik; kinerja guru bimbingan konseling; peningkatan kinerja
Co-Authors . Zulfan AA Sudharmawan, AA Abu Asyari Adek Ayu Sakinah Adinda Rahmi Adrine Liony Afiany Firdausa Br Purba Ainul Betri Ainurrahmah Ainurrahmah Alfi Ramadhani Alvida Hepbri Yusa Annisa Nopriani Annisa Nur Ekanantari Annisa Widya Asmen, Faisal Aswandy Bahar Azhari ' Azka Safira Bening Muthmainnah Bety Hariani Cakranegara, Pandu Adi Ceria Galossa Victoria Chantika Banjar Getih Chelry Indra Damayanti, Elok Desva Rofifah As'ari Dicky Setiady Dilha Megesti Dina Puspita Donal Donal Doriaman ' Dwi Dara Yonita Eljani Simanjuntak Elni Yakub Elvina Ningsih Enda Puspitasari Enriati ' Erin Astasia Erni ' Eta Aulia Rahmi Evi Apriyani Fajri Rivel Firda Nur’aini Fitri Yana Fitri Yanti Fitriani Fitriani Fitriyah ' Ghea Restu Firdana Gusriana Rahmayani Gusthia Fischarini Herli Marlina Iffah Syahna Khalishah Indri Septia Wahyuni Intan Dwi Rahmadani Irmawati ' Isnaria Rizki Hayati Izzah Mardhiyah Murassyidah Jamhari Jamhari Jelita Belatric Jumiatun Takziah Kasmariadi Dahlan Khairafi Qaribi Kiki Mariah Lastri Erman Ledis Pazila M. Arli Rusandi Mala Kharisa Maryati Puteri Septami Maya Lestari Meliza Ananda Mella Frisdianti Mhd Algifari Mhd Algifari Mhd Muhdori Mita Lestari Monica Safitri .M Muhammad Ramdani Mulyono ' Munawir Munawir Munawir Munawir Munawir Mutiara Aulia Aghni Nabila Nabila Nada Sahdu Nadia Putri Nadya Dita Margareth Hutagalung Natasya Putri Sentana Ninda Lusi Awaliyah Purba Non Syafriafdi Novita Sari NUR HASANAH Nur Laila Habibah Ahmad Nurazmi ' Nuri Aslami Oktarumaila Oktarumaila Pinda Mayola Pipit Nopriani Putri Cahyani Pernandes Putri Nuriandini Putri Yuningsih Rahmadeni Fitrah Raja Arlizon Raja Ruari Sandiky Rena Yuliati Resky Yulinda Putri Rezi Nandita Khairani Ria Novianti Rini Kurnia Rini Wil Azmi Rio Sardi Ririn Hari Yuliandari Riris Kumala Putri Riska Anggraini Riska Oktadianti Rizalil fiqri Rizka Amiriza Rizki Bunda Liza Putri Rizki Mulyani Rizki Suci Ananda Robiyandi Robiyandi Roby Maiva Putra Roslawati ' Rosmawati ' Rosmawati Rosmawati Rosmawti ' Rudi Hartono Rusliyana Rusliyana Sabrina Safrudin Safrudin Salma Deyanti Sardi Yusuf Satialisa Satialisa Sesi Pujiasti Shandra R Sugianto Shinta Pratiwi Siahaan, Nikita Putri Marshanda Simarmata, Aura Anisa Sinarwati ' Siska Mardes Siska Ulandari Siti Helmyati Siti Khairani Siti Rahmawati Situmeang, Desy Belanda Suarman Sulaiman Syah Susilawati Susilawati Syahrilfuddin Syahrilfuddin Syakhila Takhira Syarilfiddin Syarilfiddin Taufik Hidayat Tesa Sessio Mentiana Tisa Oktaviani Titi Maemunaty Tiurma Aritonang Tumiur Napitu Uthia Tri Andani Viona Nursepti Triaswati Vivie Aryanti Wahyuni Ramadhona Wahyuni, M. Rayhan Al-Fayyad Yenni Wahyuni Yesi Arifianti Yona Triwulandari Yurnelis ' Zellitri Surti Zufan Saam Zul Arifin