Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Zakat dan Waqaf dalam Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan Ekonomi Syariah Kontemporer Febri Felizha Mustofah; Muhammad Yazid
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 10 (2025): Menulis - Oktober
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i10.700

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran zakat dan wakaf dalam mendorong perekonomian syariah modern yang lebih sejahtera. Zakat dan wakaf merupakan dua alat penting dalam sistem keuangan Islam yang berfungsi untuk tujuan sosial dan ekonomi, yaitu mengurangi ketimpangan, meningkatkan kesejahteraan umat, dan mendorong pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi literatur berdasarkan berbagai jurnal, buku, dan artikel terkait. Berdasarkan temuan penelitian, zakat dapat digunakan untuk redistribusi kekayaan, meningkatkan perekonomian komunitas miskin, dan meningkatkan akses terhadap pendidikan dan layanan kesehatan. Di sisi lain, wakaf berkontribusi melalui pengembangan infrastruktur sosial, pertumbuhan sektor pendidikan dan kesehatan, serta dukungan terhadap Usaha Kecil Menengah (UKM). Kedua instrumen ini, jika digunakan secara profesional, transparan, dan inovatif, dapat menjadi kunci dalam menciptakan ekonomi syariah yang inklusif, adil, dan tangguh. Menurut studi ini, digitalisasi dan inovasi manajemen dalam organisasi zakat dan wakaf merupakan faktor-faktor krusial dalam meningkatkan kontribusi masing-masing terhadap perkembangan ekonomi global pada masa kini.
ANALISIS KRITIS TERHADAP PENAFSIRAN Q.S. AL-SYU’ARÂ` AYAT 154-158 SEBAGAI MANFAAT AIR LIUR UNTA Ahmad Qhodiri; Mohd. Aamiin Abbas; Muhammad Yazid; Ahmad Mujahid
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 6 (2025): JUNI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengkaji secara kritis penafsiran terhadap Q.S. Al-Syu’arâ` ayat 154–158 yang mengaitkan mukjizat unta Nabi Shalih dengan manfaat air liur unta sebagai agen antibakteri. Penafsiran ini muncul dalam kerangka tafsir sains yang berupaya mengintegrasikan teks wahyu dengan temuan ilmiah kontemporer. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi pustaka, kajian ini menelaah berbagai sumber tafsir klasik dan modern serta literatur ilmiah mengenai potensi biologis air liur unta. Salah satu penafsiran yang dianalisis adalah pendapat Sulaimân bin Shâlih al-Qar’âwî yang menyatakan bahwa unta Nabi Shalih berperan sebagai penetral wabah melalui air liurnya. Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun air liur unta mengandung bakteri Bacillus yang memproduksi senyawa antibakteri, klaim bahwa ayat tersebut mendukung manfaat terapeutik air liur unta tidak memiliki dasar tekstual yang kuat dalam Al-Qur’an. Lebih jauh, sifat resistensi bakteri dalam air liur unta terhadap berbagai antibiotik menimbulkan kekhawatiran akan potensi penyebaran resistensi antimikroba. Dengan demikian, artikel ini menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam mengintegrasikan tafsir dan sains agar tidak terjebak dalam reduksionisme ilmiah yang mengaburkan makna asli teks wahyu. Kajian ini diharapkan dapat memperkaya wacana tafsir interdisipliner dalam studi keislaman kontemporer.
Pemberdayaan TIK bagi Siswi SMA Melalui Pendekatan Digital Literasi Untuk Pembangunan Berkelanjutan Suci Shinta Lestari; Ira Puspita Sar; Muhammad Yazid; Nurul Aiyuda; Endah Wahyuningsih; Indah Ananda Putri
SUMUR- Jurnal Sosial Humaniora Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fiddunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/sumur.v3i1.1259

Abstract

Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) semakin pesat, namun pemanfaatannya di kalangan siswi SMA masih menghadapi berbagai tantangan, seperti kurangnya literasi digital, keterbatasan akses terhadap sumber daya teknologi, serta minimnya pemahaman akan dampaknya dalam pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk memberdayakan siswi SMA melalui pendekatan Digital Literasi  dengan memberikan pelatihan serta pendampingan dalam penggunaan TIK yang efektif, kritis, dan bertanggung jawab. Solusi yang ditawarkan meliputi program edukasi berbasis literasi digital, pelatihan keterampilan teknis, serta integrasi pemanfaatan TIK dalam kegiatan pembelajaran dan kewirausahaan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan ini meningkatkan pemahaman siswi terhadap literasi digital, keterampilan teknologi, serta kesadaran akan peran mereka dalam pembangunan berkelanjutan. Dengan demikian, pemberdayaan TIK berbasis literasi digital dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kemandirian digital di kalangan generasi muda.  
Antara Tradisi dan Inovasi: Menelisik Ustadzah Halimah Alaydrus dalam Dakwah Digital Jum'ah, Jum'ah; Muhammad Yazid; Lukmana, Lukmana
Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan Vol 15 No 2 (2024): Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan
Publisher : DEPARTEMENT OF COMMUNICATION AND ISLAMIC BROADCASTING STUDIES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/hikmah.v15i2.9883

Abstract

Da'wah is the act of inviting people to do good and avoid wrongdoing (amar ma'ruf nahi mungkar). Traditionally, mosques, prayer rooms, and similar settings have hosted lectures and gatherings for da'wah. However, as technology advances, da'wah has adapted to the digital age, with social media becoming an increasingly popular medium. Among the figures utilizing these platforms is Ustadzah Halimah Alaydrus, who actively employs YouTube and Instagram to reach a broader audience, particularly Muslim women. As a prominent female Muslim figure, Ustadzah Halimah Alaydrus has embraced the opportunities offered by digital platforms to carry out da'wah in the modern era. This study examines two key aspects: the role of Ustadzah Halimah Alaydrus in digital da'wah and the strategies she employs to convey Islamic teachings through YouTube and Instagram. Using a qualitative approach with a descriptive research method, this study applies content analysis to explore the messages shared by Ustadzah Halimah Alaydrus on these platforms. The findings highlight her significant role in promoting digital da'wah, particularly in empowering Muslim women. Her efforts have had a positive impact on strengthening women's faith, expanding their knowledge, and improving their social awareness. What distinguishes her da'wah is the way she delivers her messages—thoughtfully crafted to inspire and resonate with the daily lives of Muslim women. Furthermore, her success in leveraging Instagram and YouTube lies in her ability to present engaging and creative content that effectively spreads Islamic values to a broader audience
Panel Data Analysis Study: The Impact of Indonesian Sharia Bank Financing on MSME Output Value 2021-2023 Nur Fitriya Ningsih; Muhammad Yazid
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 8 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v8i4.1778

Abstract

This study aims to analyze the effect of Bank Syariah Indonesia financing on the output value of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Indonesia during the 2021-2023 period. Using a panel data approach, this study evaluates the effectiveness of Islamic financing in two main categories: working capital and investment. Data were obtained from the Central Statistics Agency (BPS) and the annual reports of Bank Syariah Indonesia. The results show that working capital financing has a significant positive effect on MSME output value, while investment financing shows a lower effect. Control variables such as Third Party Funds (DPK) and labor also have significant contributions. With a coefficient of determination of 93.04%, this study emphasizes the importance of a more inclusive Islamic financing policy focused on working capital to support MSME productivity. These results provide implications for Islamic banking and policymakers to enhance MSME development through a strategic financing approach.
Crowdfunding Syariah: Model Pembiayaan Alternatif dalam Bingkai Fiqih: Sharia Crowdfunding: An Alternative Financing Model in the Framework of Contemporary Fiqh Muhammad Adi Saputra; Muhammad Yazid
TIJARAH: Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Bisnis Syariah Vol. 2 No. 3 (2025): TIJARAH: Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Bisnis Syariah
Publisher : Litera Academica Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sharia crowdfunding represents one of the innovative developments in Islamic financing systems in the digital era. This model offers an inclusive alternative financing method by involving the public directly in funding productive and social projects. Unlike conventional crowdfunding, Sharia crowdfunding emphasizes the principles of fiqh al-muʿāmalah, such as justice, transparency, and the prohibition of riba (usury), gharar (uncertainty), and maisir (speculation). This study aims to analyze Sharia crowdfunding from the perspective of contemporary Islamic jurisprudence (fiqh kontemporer), examine the contracts applied in its operation, and explore its relevance to the objectives of Islamic law (maqāṣid al-sharīʿah). The research adopts a qualitative, descriptive-analytical approach based on library research. The findings indicate that Sharia crowdfunding can serve as an effective and ethical alternative financing model aligned with Islamic law, provided it adheres to the principles of fairness, transparency, and strong Sharia supervision. Furthermore, it contributes to achieving socio-economic justice and financial inclusion in accordance with Islamic ethical values.
Transformasi Akad Tabarru’, Qardh, dan Rahn dalam Era Digital: Analisis Fikih atas Tradisi Ringgit Emas Masyarakat Makassar: The Transformation of Tabarru’, Qardh, and Rahn Contracts in the Digital Era: A Fiqh Analysis of the Ringgit Emas Tradition in Makassar Society Nurul Husna; Muhammad Yazid
TIJARAH: Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Bisnis Syariah Vol. 2 No. 4 (2025): TIJARAH: Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Bisnis Syariah
Publisher : Litera Academica Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ringgit Emas is a traditional debt-based practice in Makassar society rooted in trust and communal values. However, the rise of digital economics and the transformation of Islamic financial systems necessitate a renewed analysis of the underlying contracts, particularly tabarru’, qardh, and rahn. This study aims to examine the Ringgit Emas tradition through the lens of classical Islamic jurisprudence and assess its relevance within the ecosystem of digital Islamic finance. This research employs a qualitative-descriptive approach supported by literature review and normative analysis. The findings reveal that Ringgit Emas embodies the spirit of mutual assistance (tabarru’) aligned with the objectives of Islamic law (maqāṣid al-syarī‘ah), yet its practice often shifts toward burdensome and inequitable arrangements. In the digital context, qardh and rahn have undergone significant transformation through Islamic fintech platforms, digital gold collateral systems, and enhanced technology-based security mechanisms. This study concludes that Ringgit Emas can remain culturally preserved as long as its contracts are reconstructed to be more transparent, fair, and compatible with modern Islamic financial principles.
Tinjauan Fiqh Muamalah terhadap Budaya Flexing dan Self reward di Media Sosial pada Gen Z Eva Nur Hidayati; Muhammad Yazid
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 2 No. 6 (2025): Desember
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v2i6.7344

Abstract

Studi ini mengkaji pengaruh budaya pamer dan penghargaan diri yang semakin besar terhadap pola konsumsi Generasi Z di media sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana hukum perdagangan Islam (fiqh muamalah) memandang fenomena ini dan menilai keselarasannya dengan prinsip-prinsip Islam tentang pengelolaan kekayaan. Studi ini menggunakan metode kualitatif melalui penelitian kepustakaan dengan meninjau literatur terkait fiqh muamalah, perilaku konsumtif, dan penggunaan media sosial. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pamer dan penghargaan diri sering kali mengarah pada konsumsi berlebihan yang didorong oleh citra diri dan kepuasan sesaat daripada kebutuhan yang sebenarnya. Praktik-praktik ini bertentangan dengan prinsip israf dan tabdzir, yang menekankan penggunaan kekayaan secara bijaksana, seimbang, dan bermanfaat. Penelitian ini memberikan pandangan normatif bahwa konsumsi yang dipengaruhi oleh media sosial harus tetap selaras dengan nilai-nilai Islam.
ANALISIS FIQIH MUAMALAH KONTEMPORER TERHADAP TREN BANK EMAS DIGITAL STUDI PADA LAYANAN BANK EMAS DI APLIKASI BYOND BY BSI ARIFAH DWI AGUSTINA; Muhammad Yazid
JSE: Jurnal Sharia Economica Vol. 5 No. 1 (2026): Januari
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/jse.v5i1.2832

Abstract

The digital Gold Bank service from Bank Syariah Indonesia (BSI) presents a sharia-compliant gold investment innovation that makes it easier for people to access, buy, sell, and transfer gold digitally through the BSI Mobile application. This product is designed in accordance with sharia principles, using clear contracts such as murabahah and wadiah, and is supervised by the Financial Services Authority (OJK) and the Sharia Supervisory Board (DPS) to ensure the halal status and certainty of gold ownership. The use of digital technology supports increased sharia financial literacy and inclusion, offering easy access, security, and efficiency in gold transactions without the need to store physical gold directly. While offering potential stability and investment benefits for the Muslim community, this service faces challenges such as annual administration fees, taxes on gold transactions, and the need for further education regarding financial technology. Overall, BSI Gold Bank is a modern solution that is relevant to the contemporary Islamic economic and financial context, while also supporting the achievement of the maqasid sharia objectives of wealth preservation and economic justice.
Kajian teoritis akad wakalah dalam perspektif ekonomi syariah Syafii, hesuinsa; Idatul Fitria; Muhammad Yazid
Al-muamalah Vol 11 No 2 (2025): Muamalah
Publisher : Program Studi Muamalah Fakultas Syariah dan Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/muamalah.v11i2.32458

Abstract

Akad wakalah merupakan akad dalam fikih muamalah yang mengatur pemberian kuasa dari satu pihak kepada pihak lain untuk melakukan tindakan hukum sesuai ketentuan syariat Islam. Dalam praktik ekonomi syariah, wakalah banyak diterapkan pada sektor perbankan dan jasa keuangan sebagai sarana untuk mempermudah transaksi dan meningkatkan efisiensi. Kajian ini membahas konsep wakalah melalui studi pustaka dengan menelaah literatur fikih muamalah dan ekonomi syariah, meliputi definisi, dasar hukum, serta rukun dan syarat pelaksanaannya. Pembahasan juga menekankan pentingnya penerapan wakalah yang sesuai dengan nilai-nilai syariah agar terhindar dari penyalahgunaan wewenang dan ketidakjelasan akad. Pemahaman yang baik terhadap wakalah diharapkan mampu memperkuat kedudukannya sebagai instrumen penting dalam sistem ekonomi syariah serta menjadi pedoman bagi praktik yang profesional dan berorientasi pada kemaslahatan.