Articles
Strategi Meningkatkan Motivasi Anak dalam Mengikuti Pendidikan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Blitar
Anshori, Hafizh;
Muhammad, Ali
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui strategi dalam meningkatkan motivasi belajar anak didik pemasyarakatan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Blitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan sumber data primer dan sekunder. Subjek penelitian adalah anak didik pemasyarakatan yang sedang mengikuti program pendidikan di LPKA Kelas I Blitar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar anak di LPKA dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Strategi yang dilakukan untuk meningkatkan motivasi belajar antara lain melalui pendekatan personal oleh petugas pembina, penyediaan fasilitas belajar yang memadai, pemberian penghargaan atas pencapaian belajar, serta penerapan metode pembelajaran yang menyenangkan dan partisipatif. Selain itu, dukungan emosional dari pembina dan tenaga pendidik juga menjadi faktor penting dalam membangun semangat belajar anak. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan yang holistik dan manusiawi dapat membantu mengatasi hambatan psikologis dan sosial yang dihadapi anak didik pemasyarakatan dalam proses belajar.
Strategi Organisasi Masyarakat Sipil Ukraina: Suksesi Proyek Combating Violence Against Women in Ukraine (COVAW) 2022
Hadidah Sallimi;
Muhammad, Ali
Journal of Social Development Studies Vol 5 No 1 (2024)
Publisher : Department of Social Development and Welfare, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22146/jsds.7109
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap strategi dari organisasi masyakarat sipil Ukraina pada proyek Combating Violence Against Women in Ukraine (COVAW) yang dijalankan bersama Dewan Uni Eropa. COVAW didirikan dengan tujuan utama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat secara luas serta membentuk kerangka kerja legislatif Ukraina terhadap pencegahan kekerasan terhadap perempuan serta kekerasan domestik. Penelitian ini menggunakan kerangka teori Transnational Advocacy Networks, untuk mengungkap strategi yang diupayakan oleh JurFem, La Strada-Ukraine, Centre of Women's Perspectives, Faith, Hope, Love yang bergerak sebagai organisasi masyakarat sipil asal Ukraina. Metode penelitian yang digunakan ialah metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa library research serta menggunakan sumber data berupa data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa melalui strategi advokasi yang digalakkan oleh organisasi masyakarat sipil Ukraina bersama Dewan Uni Eropa sukses dalam mendorong Pemerintahan Ukraina untuk meratifikasi Konvensi Istanbul serta meningkatkan awareness masyarakat luas atas isu kekerasan terhadap perempuan yang terjadi di Ukraina. Kata kunci: Organisasi Masyarakat Sipil; Kekerasan Berbasis Gender; Kekerasan Dalam Rumah Tangga; Konvensi Istanbul; Jaringan Advokasi Transnasional Abstract This study aims to explain the methods developed by Ukrainian civil society organizations on the Council of the European Union-funded Combating Violence Against Women in Ukraine (COVAW) project. COVAW was established with the primary purpose of promoting public awareness and establishing a legal framework in Ukraine for the prevention of violence against women and domestic abuse. Using the theoretical framework of Transnational Advocacy Networks, this study reveals the strategies employed by the Ukrainian civil society organization to the project. The method of research employed is qualitative, with data collection techniques consisting of library research and data sources consisting of secondary data. The findings of this research show that Ukrainian civil society organizations and the European Union Council were successful in persuading the Ukrainian government to ratify the Istanbul Convention and in raising public awareness of the issue of violence against women in Ukraine through a strategy of advocacy. Key words: Civil Society Organizations; Gender Based Violence; Domestic Violence; Istanbul Convention; Transnational Advocacy Networks
Pelaksanaan Program Pembimbingan Kemandirian Klien di Balai Pemasyarakatan Kelas 1 Jakarta Pusat
Ikram , Aprialdi Muharrami Fahrial;
Muhammad, Ali
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Individual and independent guidance for correctional clients is one of the programs to realize integration for correctional inmates. Guidance is carried out in correctional centers. In its implementation, the independence guidance given to correctional clients is based on the results of assessments carried out by community counselors, so that the program runs well for the clients. Implementation of the program at the Class 1 Correctional Center in Central Jakarta contains obstacles, namely the lack of willingness and consistency of clients in following the existing guidance program.
Pengaruh Empati Terhadap Prososial Pada Anak
Febriana, Nabilah Salma;
Muhammad, Ali
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya permasalahan mengenai kemampuan empati anak usai. Terdapat anak yang masih belum mampu mengembangkan sikap empatinya, disebabkan masih kurangnya penerapan pembiasaan yang dilakukan oleh orang tua ataupun guru di sekolah dan lingkungan bermain anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan empati anak dan upaya meningkatkan kemampuan empatinya yang sudah diteliti oleh penelitian sebelumnya. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur. Teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti yaitu berupa hasil penelitian yang terdahulu berupa jurnal-jurnal yang relevan dengan topik penelitian. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis isi (content analysis). Hasil temuan dari analisis data yang diperoleh bahwa sikap empati anak perempuan lebih tinggi dibandingkan dengan anak laki-laki pada aspek kognitif dan afektif dari tekanan emosionalnya. Namun dengan adanya interaksi sesama jenis kelamin, kemampuan empati anak laki-laki akan sama dengan kemampuan empati anak perempuan yang melakukan interaksi sesama jenis kelamin juga. Kemampuan empati anak dapat meningkat dengan diberikan berupa pembiasaan-pembiasaan yang positif dan stimulus yang tepat melalui metode ataupun model pembelajaran di sekolah
Pelaksanaan Pembinaan Kepribadian Dalam Metode Bimbingan Kelompok Bagi Anak Kasus Kekerasan Di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Tangerang
Pradipta, Tri Yoga;
Muhammad, Ali
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pembinaan ialah usaha untuk membuat orang yang dibina menjadi sehat secara jasmani dan rohani, sehingga bisa meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan kemampuan dalam kehidupan sehari-hari.Dinamika Kelompok adalah Sebuah kelompok ialah sekumpulan individu yang berinteraksi dan memiliki tujuan yang sama. Anak termasuk individu yang dianggap sebagai makhluk yang belum mencapai taraf usia matang ataupun diartikan sebagai individu yang masih memerlukan pengawasan orang tua oleh karena itu Konseling merupakan rangkaian pertemuan antara konselor dengan klien. Dalam pertemuan itu konselor membantu klien mengatasi kesulitan-kesulitanyangdihadah. Tujuan pemberian bantuan ituadalah agar klien dapat menyesuaiaknnya dirinya,baik dengan diri maupun dengan lingkungan.
Layanan Konseling Pembimbing Kemasyarakan dalam Mekanisme Penerimaan diri Klien di Balai Pemasyarakatan Kelas 1 Jakarta Pusat
Azhar, Satria Eldia;
Muhammad, Ali
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Layanan konseling merupakan salah satu bimbingan yang dilakukan oleh Pembimbing Kemasyarakatan. Yang mana dalam prakteknya berupa suatu hubungan khusus secara pribadi dalam wawancara antara PK dan seorang klien. Pada penelitian ini penulis membahas mengenai peran PK dalam memberikan layanan konseling pada klien, terkhusus pada warga klien kasus narkotika yang mengalami permasalahan pada penerimaan dirinya dikarenakan adanya stigma atau anggapan buruk yang diberikan oleh masyarakat kepada Klien. Dalam penelitian ini penulis menggunakan penelitian kualitatif, penelitian kualitatif adalah suatu pendekatan penelitian yang mengungkap situasi sosial tertentu dengan mendeskripsikan kenyataan secara benar. Berdasarkan hasil penelitian tersebut adalah peran PK dalam memberikan bimbingan layanan konseling pada klien Balai Pemasyarakatan Kelas 1 Jakarta Timur cukup berperan, dikarenakan mereka yang sudah di berikan layanan konseling individual ini merasa jadi lebih ringan masalahnya serta puas akan solusi yang telah diberikan oleh PK dan akan merubah pribadi menjadi ke arah yang lebih positif.
Strategi Komunikasi Pembimbing Kemasyarakatan Dalam Upaya Penyelesaian Perkara Anak Tindak Pidana Susila (Studi Kasus : Bapas Kelas I Jakarta Pusat)
Zahira Rahman, Fariya;
Muhammad, Ali
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pembimbing Kemasyarakatan dalam upaya proses penyelesaian perkara Anak wajib mengedepankan semangat restorative justice. Pada anak kasus tindak pidana susila, penyelesaian perkara melalui pendekatan restorative justice dengan upaya mediasi sangat sedikit berhasil dilakukan. Hal ini dikarenakan banyak sekali kasus anak tindak pidana susila yang tidak berhasil akibat tidak adanya persetujuan dari pihak korban, hal ini dikarenakan pihak korban tidak menerima untuk dilakukan upaya mediasi. Sehingga dalam hal ini, Pembimbing Kemasyarakatan dituntut harus memiliki sebuah keterampilan komunikasi. Penelitian ini meneliti bagaimana strategi komunikasi yang dilakukan Pembimbing Kemasyarakatan dalam upaya penyelesaian perkara Anak tindak pidana susila di Bapas Kelas I Jakarta Pusat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan melakukan wawancara langsung kepada Pembimbing Kemasyarakatan yang menangani kasus Anak tindak pidana susila dengan menggunakan teknik analisis data yaitu pengumpulan data, reduksi data dan penyajian data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pembimbing Kemasyarakatan dalam proses penyelesaian perkara Anak tindak pidana susila menggunakan strategi komunikasi yang cenderung menggunakan gaya persuasif untuk dapat mengajak kedua belah pihak yang berkonflik untuk melakukan mediasi dan juga menggunakan pendekatan melalui sosial budaya guna menyesuaikan gaya bahasa dan intonasi suara kepada lawan bicara agar tujuan dari komunikasi dapat tercapai. Berdasarkan analisa yang penulis lakukan, dapat ditarik kesimpulan bahwa pembimbing kemasyarakatan melakukan strategi komunikasi dan pendekatan melalui sosial budaya guna mengupayakan adanya mediasi. Dengan adanya komunikasi yang baik, upaya mediasi dapat terlaksana namun tidak menjadi kunci keberhasilan dalam upaya mediasi.
Peranan Konseling dalam Proses Pembentukan Self Control Anak Binaan
Adie Hendrawan, Richardus Batista;
Muhammad, Ali
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/innovative.v4i5.15761
Sebagai tempat bagi anak binaan yang menjalani masa pidana,Lembaga Pembinaan Khusus Anak tidak hanya sekedar sebuah tempat anak menghabiskan masa pidananya didalamnya. Anak anak binaan diberikan berbagai pembinaan agar para anak binaan dapat mengubah perilakunya,menjadi seorang manusai yang lebih baik ,dan dapat diterima kembali oleh masyarakat. Fungsi konseling didalam penjara sangat strategis dan vital serta berperan dalam pemberian program pembinaan kepribadian bagi anak anak binaan sesuai dengan kondisi anak dan kebutuhannya. Konseling didalam lembaga pembinaan khusus anak juga membantu memecahkan masalah yang dihadapi anak maupun kebutuhan yang anak binaan perlukan untuk berubah menjadi manusia yang lebih baik. Metode penelitian ini menggunakan metode analisis isi terhadap berbagai karya ilmiah maupun jurnal yang memiliki kaitannya denngan masalah dalam penelitian. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui pentingnya peranan konseling dalam proses pembentukan self control anak binaan. Hilangnya kebebasan merupakan hukuman bagi seseorang yang telah melanggar hkum. Hal tersebut tentunya tidaklah mudah dihadapi khususnya bagi seseorang yang berusia anak anak. Dengan adanya konseling di dalam Lembaga Pembinaan Khusus Anak tujuannya adalah membantu anak dalam beradaptasi terhadap lingkungan baru di dalam lembaga pembinaan khusus anak serta memberikan dukungan moral dalam menjalani masa pidananya. Seorang Konselor dapat menjadi wali asuh bagi anak anak binaan dalam mengungkapkan berbagai masalahnya melalui berbagai metode komunikasi yang dilakukannya.
Strategi Membangun Resiliensi Narapidana Tindak Pidana Narkotika Di Lapas Narkotika KELAS IIA Jakarta
Sipahutar, Daniel Lukman;
Muhammad, Ali
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/innovative.v4i5.15902
The issue of drug abuse in Indonesia presents a significant challenge for correctional institutions, particularly the Narcotics Correctional Facility Class IIA Jakarta. The high prevalence of drug users in Indonesia adds complexity to the rehabilitation efforts for inmates involved in these offenses. This article aims to analyze the strategies used in building resilience among narcotics crime inmates at the Narcotics Correctional Facility Class IIA Jakarta. Resilience is viewed as a crucial capability that inmates must develop to withstand the pressures of the prison environment and prepare themselves for reintegration into society after their incarceration period. Through a literature review and analysis of rehabilitation programs implemented in the correctional facility, this article finds that programs combining psychological support, skill training, and spiritual activities have significant potential in building inmate resilience. However, challenges remain in the implementation of these programs, including ongoing evaluation and enhanced social support. Therefore, this article recommends further development of existing programs to ensure their effectiveness in building inmate resilience and preparing them for reintegration into society.
Identifikasi Kebutuhan Kriminogenik Narapidana Kasus Pencurian di Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Surabaya
A, Muhammad Zahniar;
Anwar, Umar;
Muhammad, Ali;
Priyatmono, Budi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 2 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/innovative.v5i2.15942
Kriminologi menjadi faktor yang mendasari suatu individu melakukan tindak kejahatan dan mengakibatkan kerugian bagi masyarakat karena melibatkan korban dan pola perilaku yang dapat memunculkan respon dari masyarakat. Untuk mengetahui identifikasi kebutuhan kriminogenik narapidana kasus pencurian, beserta faktor-faktor yang mendasarinya, maka dilakukan penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk mengumpulkan data primer dan sekunder. Data primer berupa hasil wawancara dan observasi dengan narasumber dan informan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Surabaya, sedangkan data sekunder adalah dokumentasi yang dilakukan penulis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari beberapa faktor kriminogenik, dapat disimpulkan bahwa terdapat dua faktor dominan pada narapidana residivus kasus pencurian yaitu faktor manajemen keuangan dan faktor lingkungan atau hubungan social yang terjalin. Namun, dalam ilmu kriminologi banyak teori yang menjelasakan terkait penyebab seseorang melakukan kejahatan, sehingga sulit untuk menentukan penyebab kriminalitas karena bukan hanya dari satu faktor tunggal saja.