Claim Missing Document
Check
Articles

Penurunan Kadar Ion Fe(II) Dalam Air PAMSIMAS Dusun Simbang Kabupaten Kendal Menggunakan Variasi Konsentrasi Serbuk Kulit Kacang Tanah Teraktivasi KOH Dan Lama Waktu Kontak Endang Prihariyanti; Ana Hidayati Mukaromah; Fandhi Adi Wardoyo
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 4 (2021): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Post Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Tangguh
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air merupakan materi esensial untuk kehidupan. Salah satu polutan yang menyebabkan penurunankualitas air adalah adanya ion Fe(II). Kadar ion Fe(II) dalam air yang tinggi menyebabkan airberwarna kuning-coklat, menimbulkan bau yang kurang enak dan dapat meninggalkan bercakkuning pada pakaian dan dinding bak. Menurut Permenkes 32 Tahun 2017 syarat maksimal standarbaku air bersih kadar Fe(II) adalah 1 mg/L standar baku air bersih. Serbuk kulit kacang tanahdigunakan sebagai adsorben karena kandungan selulosa 63,5%, sehingga dapat menurunkan ionlogam Fe(II) dalam air. Tujuan penelitian adalah untuk menurunkan kadar ion Fe(II) dalam airmenggunakan variasi konsentrasi dan waktu kontak serbuk kulit kacang tanah teraktivasi KOH.Objek penelitian adalah air sumur gali Desa Gempolsewu Kecamatan Rowosari Kabupaten Kendal.Sampel direndam menggunakan serbuk kulit kacang tanah teraktivasi KOH 2, 4 dan 6 %b/v denganlama waktu kontak 1, 2 dan 3 jam dan diulang 3 (tiga) kali. Kadar ion Fe(II) dianalisismenggunakan metode spektrofotometri. Hasil penelitian bahwa kadar sampel ion Fe(II) awal adalah3,313 ppm dan sampel addisi 20,679 ppm. Penurunan kadar ion Fe(II) dengan serbuk kulit kacangtanah teraktivasi KOH 2, 4 dan 6 %b/v selama perendaman 1-3 jam berturut-turut 2,184 menjadi0,085 ppm; 1,665 menjadi 0,065 ppm; 1,457 menjadi 0,002 ppm. Kesimpulan bahwa penurunankadar ion Fe(II) tertinggi 99,99% dengan penambahan serbuk kulit kacang tanah teraktivasi KOH6%b/v dengan waktu kontak 3 jam. Penambahan serbuk kulit kacang tanah teraktivasi KOH dapatmenurunkan kadar ion Fe(II) dalam air sumur PAMSIMAS Dusun Simbang Kabupaten Kendal. Kata Kunci: Ion Fe(II), Serbuk kulit kacang tanah teraktivasi KOH, variasi konsentrasi, lamawaktu kontak
Sosialisasi Penyakit Diabetes Melitus Pada Kelompok Dasawisma Sendangguwo Kelurahan Gemah Kecamatan Pedurungan Kota Semarang Endang Handayani; Nur Maesaroh; Nur Azizah; Ana Hidayati Mukaromah
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 4 (2021): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Post Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Tangguh
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan sekelompok kelainan heterogen oleh kenaikan kadar glukosadalam darah atau hiperglikemia. Efek dari DM adalah disfungsi dan kegagalan berbagai organ, danseringkali tidak terdiagnosis karena gejalanya tampak tidak berbahaya seperti nafsu makan danminum meningkat, kelelahan serta kesemutan. Faktor risiko yang dapat memicu penyakit DM yaitufaktor genetik, gaya hidup dan fisiologis. Gaya hidup dapat menyebabkan perubahan fisiologis tubuhseperti tingginya tekanan darah, gula darah, dan lemak darah, sehingga berpotensi menimbulkanpenyakit DM. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan pada tanggal 3 Oktober 2021.Kelompok sasarannya adalah Dasawisma di Jl Sendangguwo Utara RT.03, RW.09 KelurahanGemah, Kecamatan Pedurungan Kota Semarang yang gaya hidupnya dengan pola makan yangtidak sehat.  Tujuan pengabdian ini untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penyakitDM. Pada sosialisasi ini disampaikan melalui poster tentang pengertian, gejala yang ditimbulkan,pencegahan penyakit DM, gaya hidup atau lifestyle makan sehat dan penggunaan obat untukpenderita DM. Hasil pengabdian ini diperoleh pemahaman masyarakat meliputi pengertian, gejalayang ditimbulkan, pencegahan penyakit DM, gaya hidup atau lifestyle makan sehat dan penggunaanobat untuk penderita DM. Kegiatan sosialisasi ini dapat meningkatkan pengetahuan masyarakattentang penyakit DM sebesar 54% dari nilai rata-rata 62 menjadi 96. Kata Kunci: Penyakit Diabetes Melitus, Dasawisma, pola makan, gaya hidup.
Gambaran Kadar Asam Urat Pada Petani Di Desa Penaruban, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga Wiwi Yuli Lestari; Fitri Nuroini; Ana Hidayati Mukaromah
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 4 (2021): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Post Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Tangguh
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit asam urat berhubungan dengan tingginya kadar asam urat dalam darah. Salah satu faktoryang dapat mempengaruhi kadar asam urat adalah aktifitas fisik. Aktifitas petani yang seringdilakukan adalah mengolah lahan, penanaman, pemupukan dan pemanenan. Hasil penelitian dilapangan menunjukan bahwa petani mempunyai aktifitas fisik yang sangat berat. Tujuan penelitianini adalah mengukur dan menggambarkan kadar asam urat pada petani berdasarkan usia, konsumsimakanan tinggi purin, masa kerja, dan riwayat keturunan. Sampel dalam penelitian ini adalah 20masyarakat petani di Desa Penaruban, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga yangdiambil secara acak atau random dari populasi. Pemeriksaan kadar asam urat dilakukan denganmetode POCT (Point Of Care Testing). Berdasarkan usia kadar asam tinggi terdapat pada kelompokusia >60 tahun sebanyak 5 orang (62,5%). Berdasarkan konsumsi makanan tinggi purin  kadar asamuat tinggi sebanyak 8 orang (66,6%) yang mengkonsumsi makanan tinggi purin dan 2 orang (25%)tidak mengkonsumsi makanan tinggi purin. Berdasarkan masa kerja kadar asam urat yang tinggiterdapat pada petani dengan masa kerja >30 tahun sebanyak 5 orang (100%). Berdasarkan riwayatketurunan kadar asam urat tinggi sebanyak 6 orang (85,7%) dengan riwayat keturunan dansebanyak 5 orang (38,4%) tanpa riwayat keturunan. Terdapat 9 orang (45%) memiliki kadar asamurat tinggi sedangkan sebanyak 11 orang (55%) memiliki kadar asam urat normal.Kata Kunci : Asam urat, Petani
Efektifitas Serbuk Cangkang Telur Puyuh Dalam Menurunkan Kadar Ion Mangan (II) Dalam Air Sumur Gali Di Desa Gempolsewu Rowosari Kendal Theresia Liyana Sejati; Fandhi Adi Wardoyo; Stalis Norma Ethica; Ana Hidayati Mukaromah
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 4 (2021): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Post Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Tangguh
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ion Mangan merupakan ion logam yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia dalam  jumlah yangsedikit, namun apabila masuk ke dalam tubuh dengan jumlah berlebih dapat menimbulkan efek-efekyang berbahaya bagi tubuh seperti neorotoksik, serangan jantung, gangguan pembuluh darah dankanker hati. Menurut PERMENKES RI  No. 32 Tahun 2017, kadar maksimum ion mangan yangdiperbolehkan yaitu 0,5 mg/L. Cangkang telur tersusun atas kristal CaCO3 98,41%; MgCO3 0,84%;Ca3(PO4)2 0,75% dan memiliki 10.000-20.000 pori-pori yang dapat dapat digunakan sebagai adsorbenion Mn(II). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi serbukcangkang telur puyuh dan variasi lama perendaman. Objek penelitian adalah air sumur gali DesaGempolsewu Kecamatan Rowosari Kabupaten Kendal dengan sampel adisi. Sampel dilakukanperendaman menggunakan serbuk cangkang telur puyuh konsentrasi 6, 7 dan 8 %b/v dengan lamaperendaman 30, 60 dan 90 menit dan diulang 3 (tiga) kali. Hasil penelitian diperoleh bahwa kadarsampel ion Mn(II) awal adalah 2,04 ppm dan sampel addisi 24,13 ppm. Penurunan kadar ion Mn(II)paling tinggi 93,30% dengan penambahan serbuk cangkang telur puyuh 8%b/v dan lamaperendaman selama 90 menit. Serbuk cangkang telur puyuh sangat efektif dalam penurunan ionkadar Mn(II) pada air sumur gali di Desa Gempolsewu Kecamatan Rowosari Kabupaten Kendal. Kata kunci : Ion Mangan(II), serbuk cangkang telur puyuh, konsentrasi, lama perendaman.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PENGGUNAAN SERBUK BIJI KELOR/TiO₂ DAN ARANG AKTIF BIJI KELOR/TiO₂ TERHADAP PENURUNAN KADAR Mn (II) DALAM AIR Yayan Atikasari; Debby Permata Sari; Ana Hidayati Mukaromah; Fandhi Adi Wardoyo
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 5 (2022): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Guna Menunjang Pencapaian Sustainable Developm
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mn (II) merupakan ion dari logam yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia tetapi dalam jumlah yang sedikit. Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 492/MENKES/PER/IV/2010 menetapkan kadar logam mangan dalam air minum maksimum 0,4 mg/L. Air yang mengandungkadar ion Mn(II) yang melebihi ambang batas akan berwarna kuningan kecoklatan dan air yang mengadung Mn(II) lebihi ambang batas dan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti mencuci baju akan mengakibatkan baju yang berwarna putih akan meninggalkan noda berwarna kuning dan jika dikonsumsi akan berhaya bagi tubuh. Mn(II) yang melebihi ambang batas dalam tubuh akan mengakibatkan efek-efek yang berbahaya bagi tubuh, misalnya neorotoksik, serangan jantung, gangguan pembuluh darah bahkan kanker hati dalam jangka waktu yang lama berpotensi menjadi impoten. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan efektivitas penggunaan serbuk biji kelor/TiO₂ dan arang aktif biji kelor/TiO₂ terhadap penurunan kadar Mn(II) dalam air. Objekpenelitian menggunakan sampel Mn(II) artifisial yang direndam menggunakan sampel serbuk biji kelor/TiO₂ dan arang aktif biji kelor/TiO₂ dengan perbandingan massa TiO₂ 1; 3; 5; 7; 9gram dan dilakukan penyinaran UV selama 30 menit. Penelitian ini diperoleh Mn(II) awal yaitu 49,71 ppm dan penurunan kadar Mn(II) tersebar dengan perbandingan 1 dengan sampel serbuk biji kelor/TiO₂ sebesar 34,51ppm dengan persentase sebesar 30,59%, sedangkan hasil penelitian penurunan kadar Mn(II) yang menggunakan arang aktif biji kelor/TiO₂ terkecil pada perbandingan 1 gram sebesar 21,37ppm dengan persentase penurunan 57,02%. Dalam hal ini adanya pengaruh variasi perbandingan massa serbuk biji kelor/TiO₂ dan arang aktif biji kelor/TiO₂ terhadap penurunan Mn(II) dalam air.Kata Kunci: Mn(II), Serbuk Biji Kelor, Arang Aktif Biji Kelor, TiO₂
Hubungan Jumlah Batang Rokok Yang Dikonsumsi Terhadap Kadar Glukosa Darah Pria Perokok Usia 18-24 Tahun Sinta Dwi Astuti; Fitri Nuroini; Ana Hidayati Mukaromah
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 4 (2021): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Post Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Tangguh
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rokok merupakan salah satu olahan tembakau kering dengan atau tanpa bahan tambahan yangdigulung menggunakan kertas. Kandungan nikotin dan tar pada rokok kretek lebih tinggidibandingkan dengan rokok putih. Kandungan nikotin yang tinggi pada rokok dapat  meningkatkankadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan signifikan antara jumlahbatang rokok yang dikonsumsi dengan kadar glukosa darah pria perokok usia 18-24 tahun. Metodepenelitian ini menggunakan data primer yang di peroleh secara langsung dari hasil pemeriksaanglukosa darah serum perokok di Laboratorium Kimia Klinik Analis Kesehatan Fakultas IlmuKeperawatan dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Semarang yang terdiri dari 30 sampel.Metode pemeriksaan glukosa darah yang digunakan adalah GOD-PAP. Hasil penelitianmenunjukkan 30 sampel perokok dengan kadar glukosa darah tinggi (>105 mg/dL). Respondendibedakan menjadi 3 tingkatan yaitu perokok ringan (1-5 batang) diperoleh rata-rata kadar glukosadarah 112 mg/dL. Perokok sedang (6-10 batang) diperoleh rata-rata kadar glukosa darah 121 mg/dL.Perokok berat (>10 batang) diperoleh rata-rata kadar glukosa darah 147 mg/dL. Jumlah batangrokok yang dikonsumsi dan lama merokok dapat meningkatkan kadar glukosa darah sedangkan usiatidak mempengaruhi kadar glukosa darah pada perokok usia 18-24 tahun. Simpulan dari penelitianini terdapat hubungan antara jumlah batang rokok yang dikonsumsi terhadap kadar glukosa darahpria perokok usia 18-24 tahun. Semakin tinggi jumlah batang rokok yang dikonsumsi, maka semakintinggi pula kadar glukosa darah. Kata kunci: Rokok Kretek, Nikotin, Glukosa Darah, Jumlah Batang Rokok, Usia.
Efektivitas Larutan Asam Jawa (Tamarindus Indica) 5%b/v Dengan Variasi Waktu Perendaman Terhadap Penurunan Kadar Ion Pb(II) Pada Susu Kemasan Kaleng Adela Kartikasari; Ana Hidayati Mukaromah; Ayu Rahmawati Sulistyaningtyas
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 4 (2021): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Post Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Tangguh
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Susu merupakan bahan makanan yang mengandung protein, lemak, karbohidrat. Susu kemasandengan wadah kaleng akan menyebabkan kontaminasi susu dengan logam Timbal (Pb) pada kaleng.Pb merupakan logam toksik terhadap tubuh manusia karena dapat menyebabkan mual, pusing,demam bahkan kematian. Kadar ion Pb(II) pada susu kemasan kaleng dapat diturunkan kadarnyamenggunakan bahan alami seperti asam jawa (Tamarindus indica) karena mengandung asam sitratdan tanin yang dapat merusak ikatan kompleks logam dengan protein. Tujuan penelitian ini untukmengetahui kadar ion Pb(II) sebelum dan setelah perlakuan serta persentase penurunan kadar ionPb(II) dengan penambahan larutan asam jawa 5%b/v berdasarkan variasi waktu perendaman. Metodepenelitian ini adalah eksperimen dengan sampel susu kemasan kaleng kadaluarsa 2 hari yang diujikadar ion Pb(II) menggunakan larutan asam jawa 5%b/v dengan variasi lama perendaman 0, 30, 40,50 dan 60 menit dan dilakukan pengulangan 3 kali. Hasil penelitian bahwa kadar awal ion Pb(II) padasusu kaleng adalah 25,44 mg/kg, dan setelah direndam menggunakan larutan asam jawa 5%b/v selamawaktu perendaman 30, 40, 50 dan 60 menit mengalami penurunan dari 25,44 ppm menjadi 3,66 ppm.Penurunan kadar ion Pb(II) tertinggi pada susu kemasan kaleng yaitu 86,85% menggunakan larutanasam jawa 5%b/v dengan waktu perendaman 60 menit. Kata Kunci : Ion Logam (Pb (II), Susu Kemasan Kaleng, Asam Jawa.
Penguatan Pemahaman Arti Penting Pemeriksaan Tekanan dan Gula Darah Secara Rutin Bagi Masyarakat Meyliana, Adinda; Pratama, Aji Sukma; Janah, Inayah Qori Nur; Jimat, Resi Tondho; Sukeksi, Andri; Mukaromah, Ana Hidayati; Ethica, Stalis Norma
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 2 No 4 (2023): Oktober
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v2i4.156

Abstract

Latar belakang: Prevalensi penyakit tidak menular termasuk tekanan darah tinggi dan Diabetes Mellitus (DM) terus meningkat di kalangan masyarakat. Namun, kesadaran dan pemahaman mengenai pentingnya pemeriksaan tekanan darah dan gula darah masih rendah di wilayah pedesaan, termasuk di Desa Tambakbulusan di Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah. Karena itu, peningkatan kesadaran tentang pentingnya pemeriksaan tekanan dan gula darah bagi masyarakat desa melalui penyuluhan relevan untuk dilakukan. Tujuan: Penyuluhan bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Tambakbulusan tentang pentingnya pemeriksaan kesehatan untuk menurunkan prevalensi penyakit hipertensi dan DM. Metode: Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam platform Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa (PKMD) diawali dengan identifikasi kebutuhan masyarakat akan penyuluhan tekanan darah tinggi dan DM melalui survei pendahuluan. Tahap perencanaan mencakup penentuan tujuan, materi penyuluhan, strategi penyampaian, lokasi, dan waktu kegiatan. Pra-pelaksanaan kegiatan meliputi pembuatan materi penyuluhan (poster). Dalam pelaksanaan kegiatan inti dilakukan diskusi, tanya jawab, studi kasus serta pembagian kuesioner pre- dan post-test. Kegiatan penyuluhan diakhiri dengan evaluasi untuk mendapatkan umpan balik dari peserta mengenai kegiatan yang telah dilakukan. Hasil: Setelah dilakukan kegiatan penyuluhan, pengetahuan masyarakat desa tentang penyakit tekanan darah dan DM meningkat berdasarkan skor pre-dan post-test, masing-masing dari rata-rata 61,7 menjadi 96,2 (55,6%) dan dari rata-rata 60,5 menjadi 95,4 (57,7%). Kesimpulan: Penyuluhan dengan media poster yang melibatkan pengisian kuesioner dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Tambakbulusan Kabupaten Demak tentang penyakit tekanan darah dan DM. Hasil penyuluhan ini perlu ditindaklanjuti dengan kegiatan pemeriksaan tekanan darah dan gula darah bagi masyarakat Desa Tambakbulusan. Kata kunci: Desa Tambakbulusan, diabetes mellitus, hipertensi, penyuluhan, poster ___________________________________________________________________________________________ Abstract Background: The prevalence of non-communicable diseases including high blood pressure and Diabetes Mellitus (DM) continues to increase in society. However, awareness and understanding of the importance of checking blood pressure and blood sugar is still low in rural areas, including Tambakbulusan Village in Demak District, Central Java Province. Therefore, increasing awareness about the importance of checking blood pressure and sugar in rural communities through counseling is relevant to do. Objective: Counseling aims to increase the awareness of the Tambakbulusan Village community about the importance of health checks to reduce the prevalence of hypertension and DM. Method: The implementation of community service activities in the Village Community Health Development (PKMD) platform was initiated by identifying community needs for counseling on high blood pressure and DM through a preliminary survey. The planning stage included determining objectives, extension materials, delivery strategy, location, and time of activity. Pre-implementation of activities included making counseling materials (posters). In the core activities discussions, questions and answers, case studies, and distribution of pre-and post-test questionnaires were carried out. The counseling activity ended with an evaluation to get feedback from the participants regarding the activities that had been carried out. Result: After the counseling activities were carried out, the knowledge of the villagers about blood pressure and DM increased based on the pre-and post-test scores, respectively from an average of 61.7 to 96.2 (55.6%) and from an average of 60.5 to 95.4 (57.7%). Conclusion: Counseling with posters involving the use of questionnaires can increase the awareness of the people of Tambakbulusan Village, Demak Regency about blood pressure and DM. The results of this counseling need to be followed up with activities to check blood pressure and blood sugar for the people of Tambakbulusan Village.  Keywords: Tambakbulusan Village, diabetes mellitus, hypertension, counseling, posters
Peningkatan Ketrampilan dalam Pembuatan Eco-print Bagi Ibu-Ibu Anggota Gapoktan Mekar Makmur dan PIKK Maratushsholihah Kelurahan Krapyak Semarang Maharani, Endang Tri Wahyuni; Adhimah, Dewi Rokhmatul; Febriansyah, Moch. Rizky; Triyono, Triyono; Sazuana, Yumi; Sari, Sintia; Hikmah, Annisa Nurul; Pramesti, Novia Eka; Mukaromah, Ana Hidayati
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 3 No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v3i1.286

Abstract

Latar Belakang: Pembuatan kain batik eco-print menggunakan pewarna dan motifnya berasal dari berbagai bentuk daun, batang, dan akar dari tanaman alami. Motif batik dengan berbagai warna menarik dan terkesan berbeda karena polanya yang unik dan nilai jualnya yang tinggi. Sebagai mitra adalah Gapoktan Mekar Makmur di kelurahan Krapyak Semarang. Tujuan: untuk meningkatkan pengetahuan dan mengetahui cara managemen usaha, mengetahui cara pemasaran hasil produksi serta dapat meningkatkan pendapatan. Metode: Desain pengabdian kepada masyarakat menggunakan metode ceramah tentang tahapan dalam pembuatan batik eco-print, managemen usaha dan praktek pembuatan batik eco-print. Tes dilakukan sebelum dan setelah kegiatan, sehingga diperoleh peningkatan pengetahuan. Pengabdian masyarakat ini mendukung tujuan indikator kinerja utama yaitu dosen untuk mengajar di luar kampus dan menerapkan temuan penelitiannya di masyarakat. Mahasiwa mendapatkan pengalaman belajar di masyarakat dan dapat menerapkan pengetahuan mereka dari kampus ke masyarakat. Hasil: Kegiatan pembuatan eco-print pada tanggal 1 Oktober 2023 di Balai RW6 dengan jumlah peserta 19 orang, meliputi anggota Gapoktan dan PIKK Maratushsholihah. Nilai rata-rata responden sebelum pelatihan adalah 63,16 dan setelah pelatihan 94,21. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian masyarakat tentang eco-print dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan serta dapat meningkatkan pendapatan anggota Gapoktan dan PIKK Maratushsholihah. Kegiatan ini direkomendasikan dilanjutkan untuk keberlangsungan program PKM. Kata kunci: gapoktan, pelatihan eco-print, PIKK Maratushsholihah _____________________________________________________________________________________ Abstract Background: Making eco-print batik cloth uses dyes and motifs derived from various forms of leaves, stems, and roots from natural plants. Batik motifs with various colors are attractive and seem different because of their unique patterns and high selling value. As a partner is Gapoktan Mekar Makmur in the Krapyak sub-district, Semarang. Objective:  To increase knowledge and know how to manage a business, know how to market production, and increase income. Method: The community service design uses a lecture method about the stages of making eco-print batik, business management, and the practice of making eco-print batik. Tests are carried out before and after the activity so that increased knowledge is obtained. This community service supports the goal of the main performance indicator, namely lecturers to teach outside campus and apply their research findings in the community. Students gain learning experience in the community and can apply their knowledge from campus to the community. Result: Eco-print-making activity on October 1 2023 at Balai RW6 with 19 participants including members of Gapoktan and PIKK Maratushsholihah. The average score of respondents before the training was 63.16 and after the training 94.21. Conclusion: Community service activities regarding eco-print can increase knowledge and skills and can increase income. It is recommended that this activity be continued for the sustainability of the PKM program. Keywords: gapoktan, eco-print training, PIKK Maratushsholihah
Antibacteria Activity Peel and Seed Extracts of Rambutan (Nephelium lappaceum L.) Against MDR Bacteria Causing Urinary Tract Infections Mukaromah, Ana Hidayati; Cahyaningrum, Dea Galuh; Putri, Desty Ratna; Jannah, Erni M; Rinaldi, Muhamad Rizqi; Wardoyo, Fandhi Adi; Ariyadi, Tulus; Hikmah, Annisa Nurul; Darmawati, Sri
Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Vol 15, No 3 (2023): December 2023
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Sciences, Semarang State University . Ro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/biosaintifika.v15i3.39568

Abstract

Multidrug-resistant (MDR) - Escherichia coli (E. coli) and Klebsiella pneumoniae (K. pneumoniae) are the main causes and have become serious problems in urinary tract infections, so antibacterial agents derived from biological materials are needed. ESBL-E. coli and ESBL-K. pneumoniae bacteria are resistant to extracts from rambutan peels and seeds, but there is no knowledge of the use of different solvents, such as n-hexane, chloroform, or ethanol. The objective of this research was to assess the antibacterial activity of rambutan peels and seed extracts (n-hexane, chloroform, and ethanol) against MDR bacteria that cause urinary tract infections (UTI). The Minimum Inhibitory Concentration (MIC) and Minimum Bactericidal Concentration (MBC) values for antibacterial activity were calculated using agar well diffusion and dilution procedures. The results demonstrated that the ethanol extract of rambutan peels had inhibitory zones against MDR K. pneumoniae and E. coli that varied from 9.00 to 14.13 mm. 15.625 mg/mL For MDR E. coli and 3.90 mg/mL for MDR K. pneumoniae, respectively, the MIC value was determined. The MBC value was 62.50 mg/mL for MDR K. pneumoniae and 31.25 mg/mL for MDR E. coli. Conclusion: Of the six rambutan peel and seed extracts, the ethanol extract has greater potential as an antibacterial agent. It is advised that more in-vivo studies be done to understand how the antibacterial activity operates.The benefits of research for the science are providing alternative solutions to antibiotic resistance, to further advancing the field of antimicrobial research, and reducing the risk of bacterial infections.
Co-Authors - Yusrin Adela Kartikasari Adhimah, Dewi Rokhmatul Alfiani, Yulia Alisha Triwahyuni Andri Sukeksi Anggraeni Puspitasari Annisa Kusuma Wardhani Asri Rahmiati Assa’diyah, Lulu’ Nur Asyiah, Asyiah Atwiyandani, Indah Audina, Risti Ifa Aufit Fahima Aulia Harun Ayu Rahmawati Sulistyaningtyas Azizah, Inas Hasna Bagus Irawan Buchari - Budi Santosa Budi Santosa Cahyani, Agung Eka Cahyani, Anak Agung Ayu Eka Cahyaningrum, Dea Galuh Debby Permata Sari Dewi, Juliana Permata Diah Heti S Dianson, Arkila Destha Diniatik Diniatik Endah Mubiarti Endang Handayani Endang Prihariyanti Endang Tri Wahyuni Endang Tri Wahyuni M Endang Tri Wahyuni Maharani Endang Triwahyuni Maharani Fandhi Adi Wardoyo Farabi, Meka Faizal Faridah Faridah Fauziyyah, Dinah Febriansyah, Moch. Rizky Febrianti, Pepi Feri Feri Fitri Nuroini Fitria, Meutia Srikandi Hikmah, Annisa Nurul Hikmah, Murti Amalia Nur Janah, Inayah Qori Nur Jannah, Erni M Jatmiko Susilo Jimat, Resi Tondho Khairunnisa, Afifah Khoirunisa, Asiva Kurniawan, Sodikin Lia Kusmita Lusti, Nur Fara Maharani, Alifia Inggit Maulida Julia Saputri Meka Zainal Farabi Meyliana, Adinda Mindhumalid, Tatut Mirza, Sa’if Revallindo Muh. Amin Muhammad Ali Zulfikar Musaidah, Siti Muslimah Muslimah Mustofiyah, Ainy Mutmainah Mutmainah Nova, Dini Adelia Noverson Lidaya Nur Azizah Nur Maesaroh Pika Nurropiah Pramesti, Novia Eka Pratama, Aji Sukma Pratiwi, Hanum Adisty Pratiwi, Nunik Prititasari, Rahma Putri, Desty Ratna Qayimah, Sitti Radna Safitri Ragil Saptaningtyas, Ragil Rinaldi, Muhamad Rizqi Rinda Aulia Utami Rino R. Mukti Sakti Imam Muchlissin Sari, Sintia Sazuana, Yumi Shofwana, Fatya Sinta Dwi Astuti Siska Nurprihandayani Sri Darmawati Sri Darmawati Sri Elvira Sri Riris Septianingsih Sri Setianingsih, Sri Stalis Norma Ethica Sulistyaningtyas, Ayu Rahmawati Syarifa, Hasna Maulida Tamimi, Iqbal Theresia Liyana Sejati Triyono Triyono Tulus Ariyadi Ubaidah, Shofura Salma Wa Ode Inayatul Widyanengrum, Agnes Wiwi Yuli Lestari Wulandari, Nungky Yayan Atikasari Yusrin - Yusrin Yusrin