p-Index From 2021 - 2026
7.397
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Afkaruna: Indonesian Interdisciplinary Journal of Islamic Studies El-HARAKAH : Jurnal Budaya Islam Jurnal KALAM Analisis: Jurnal Studi Keislaman Hunafa: Jurnal Studia Islamika Teosofi: Jurnal Tasawuf dan Pemikiran Islam Al-Tahrir: Jurnal Pemikiran Islam ISLAMICA: Jurnal Studi Keislaman AT TA´DIB Kalimah Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam Episteme: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman Kanz Philosophia: A Journal for Islamic Philosophy and Mysticism Jaqfi : Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam FIKRI : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Risâlah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam al-Afkar, Journal For Islamic Studies Tasfiyah Journal of Islamic Economic Laws Jurnal Penelitian Medan Agama Islamic Guidance and Counseling Journal TSAQAFAH Hermeneutika : Jurnal Hermeneutika Jurnal Ilmu Dakwah TARBAWI: Journal on Islamic Education Jurnal Al-Dustur Jurnal Ilmiah Edunomika (JIE) Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars Jurnal Abdi Insani International Journal of Community Service Hunafa: Jurnal Studia Islamika Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Islam Transformatif : Journal of Islamic Studies Al Basirah Journal Education And Islamic Studies Engagement: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Epistemé: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman Al-Bunyan: Interdisciplinary Journal of Qur'an and Hadith Studies Jurnal Penelitian Pendidikan Madania: Jurnal Kajian Keislaman Journal of Islamic Economic Laws Jurnal Pendidikan Islam Comprehensive Journal of Islamic Studies
Claim Missing Document
Check
Articles

MENGURAI DISRUPSI PAHAM KEISLAMAN INDONESIA DALAM PERSPEKTIF TIPOLOGI EPISTIMOLOGI ABID AL-JABIRI Mohammad Muslih; Amir Reza Kusuma; Ryan Arief Rahman; Abdul Rohman; Adib Fattah Suntoro
Jaqfi: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam Universitas Negri Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.151 KB) | DOI: 10.15575/jaqfi.v6i2.14028

Abstract

Diskursus pemahaman keagamaan masyarakat Indonesia masa kini menjadi perhatian sebagian tokoh dan cendekiawan belahan dunia. Pemahaman dan perbuatan yang dilakukan oleh sebagian umat Muslim tidak mencerminkan universalitas dan “rahmatan” ajaran Islam. Ada sebagian kaum muslimin yang sangat tekstualis dalam memahami dan mengamalkan Islam, ada pula yang liberal sekuler dalam pemahaman dan pengamalan ajaran Islam. Oleh karena itu dalam menghadapi problem tersebut. Peneliti ingin mengurainya berdasarkan tipologi epistimologi Abid al-Jabiri yaitu epistimologi bayani, burhani dan irfani. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analisis. Ketiga tipologi epistimologi tersebut dapat dijadikan sebagai metode dan dasar dalam menjaga kemurnian ajaran Islam dan menjaga nilai Rahmatan dan Univeralitasnya. Penggunaan tipologi epistimologi Abid al-Jabiri dalam memahami dan mengamalkan Islam juga dapat menjadikan umat Islam sebagai umat yang berpegang teguh terhadap nushus (teks), antusias mencari kemaslahatan segala realitas, dan responsif terhadap segala tantangan/perubahan zaman. AbstractDiscourse of religious understanding in Indonesia today is a concern of some Indonesian figures and scholars and a wide part of the world. The understanding and deeds of some Muslims do not reflect the universality and "rahmatan" of Islamic teachings. There are some Muslims who are very textual and radical in understanding and practicing Islam, some are secular liberals in understanding and practicing the teachings of Islam. Therefore, in the face of this problem. Researchers wanted to parse it based on abid al-Jabiri's epistimology, namely epistimology bayani, burhani and irfani. This study uses the descriptive-analysis method. The three Epistimological Typologies can be used as a method and basis in maintaining the purity of Islamic teachings and maintaining the value of Rahmatan and its Univerality.The use of Abid al-Jabiri epistimology typology in understanding and practicing Islam can also make Muslims as a ummah who hold on to nusush (text), enthusiastically seek the benefit of all reality and responsive to all challenges/changes of the times. 
STATUM AGAMA DALAM SEJARAH SAINS ISLAM DAN SAINS MODERN Mohammad Muslih; Amir Reza Kusuma; Sofian Hadi; Abdul Rohman; Adrian Syahidu
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 6 No. 2 (2021): Fikri: Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jf.v6i2.1845

Abstract

Agama Islam berlandaskan wahyu berupa kitab suci al-Qur’an. Bagi saintis Muslim, al-Qur’an merupakan sumber ilmu pengetahuan yang darinya dikembangkan segala macam disiplin ilmu. Ilmu syari’ah seperti, akidah, fikih, kalam, filsafat tanpa menafikan disiplin ilmu umum seperti astronomi, kedokteran, fisika, kimia dan sebaginya. Pada sisi yang berbeda, sains Modern menafikan peran agama dalam kajian keilmuan. Hingga pada akhirnya, sains Modern menjauhkan diri dari doktrin agama. Makalah ini terfokus mengkaji statum (posisi) agama dalam perspektif sains Islam dan sains Modern (Barat) dengan kajian kepustakaan yang menekankan pada aspek tekstual. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa agama adalah inheren tidak dapat dipisahkan dengan sains. Sains Islam berpegang kepada dîn atau agama, sedang sains Modern tidak lagi berpijak pada agama, hingga berakumulasi pada kerusakan yang ditimbulkan. Hal ini memicu saintis Muslim mengambil sikap tanggap yaitu dengan menyodorkan solusi gagasan Islamisasi terhadap sains Modern. Langkah tersebut sebagai respon atas dampak yang dirasakan oleh umat Islam. Islamisasi terhadap sains Modern selayaknya mampu menjadi solusi terhadap kerusakan dan kehancuran yang ditimbulkan oleh para saintis Modern.
Sadar Meneliti M. Muslih
At-Ta'dib Vol 3, No 1 (2008): Dikotomi ilmu pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/at-tadib.v3i1.495

Abstract

Penelitian bukanlah aktivitas biasa, tetapi merupakankegiatan ilmiah yang sejak pengajuan, proses hingga hasil harusdapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Artikel ini cobamenguraikan beberapa pokok penting yang harus diperhatikandalam penelitian. Kepekaan menangkap masalah merupakanawal dari kegiatan ilmiah ini, sementara cara mengenali masalahjuga memiliki peran yang penting. Setiap masalah yang telahditemukan akan memiliki konsekuensi metodologis tersendiri,artinya pemilihan metodologi sangat tergantung pada karakterstikmasalahnya. Untuk menjawab masalah, suatu penelitianberpegangan pada data, maka karakteristik data dan caramemperlakukannya juga sangat menentukan model penelitian.Sementara perlakuan terhadap data sangat ditentukan oleh teoridan paradigma ilmu yang digunakan. Maka, sekalipun bersifatpraktis, kegiatan penelitian itu ternyata memiliki sandaranteoritis, logis dan paradigmatis.
The Evaluation Of Pesantren Mu'adalah Program By Using The Responsive Model In Pesantren (Islamic Boarding School) Tremas Pacitan Mohammad Muslih; Ihwan Mahmudi; Samsirin Samsirin
At-Ta'dib Vol 15, No 2 (2020): Pembelajaran Model Islami dan Efektifitasnya
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/at-tadib.v15i2.5225

Abstract

The conferment of Mu'adalah Islamic boarding school status with Madrasah Aliyah in 2002 which was later strengthened by Law number 20 of 2003 concerning the National Education System, had a direct impact on pesantren which officially succeeded in becoming the National Education sub-system. This study aimed to evaluate the implementation of the mu'adalah program at Madrasah Aliyah Salafiyah Mu'adalah Tremas. In particular, it determines the program from the aspects of input (antecedents), processes (transactions), and program outcomes (outcomes). The evaluation used a responsive model with five stages,formulating : problem issues, identifying the data, making observation designs on inputs, activitiy process as well as results or outputs from programs, analyzing information and compiling reports. Observation design to observe antecedent, transaction and outcome, using countanance paper developed by Stake. The results of the evaluation showed that in general the success rate of the mu'adalah program at Madrasah Aliyah Salafiyah Mu'adalah Tremas is in the very good category (95.32%), with the details of the success rate on antecedent component (91.51%), transaction (94, 45%), and outcomes (100%).
PERAN SOSIAL PENDIDIKAN DALAM MOBILITAS VERTIKAL MASYARAKAT DESA Moh. Mukhlas dan Mohammad Muslih
At-Ta'dib Vol 4, No 2 (2009): Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/at-tadib.v4i2.593

Abstract

Pendidikan ternyata tidak hanya berperan meningkatanwawasan dan kemampuan individu, juga tidak hanya membantumasyarakat untuk dapat hidup yang lebih layak di tengah-tengahmasyarakat dengan kualifikasi yang diperoleh dari duniapendidikan. Laporan hasil penelitian ini menemukan bahwapendidikan ternyata dapat sebagai jalur peningkatan strata sosial,dalam arti yang sangat tradisional-antropologis. Bahkan padataraf tertentu pendidikan dapat –diartikan- “mendobrak” tradisiyang sudah cukup mengakar kuat. Dalam masyarakat Jawa, inidapat dilihat dari fenomena penggunaan bahasa, kata sapaan,dan kata panggilan, yang pada gilirannya berpengaruh pada polahubungan yang terjadi di masyarakat.
Madrasah dan Diskursus Keilmuan Islam (Satu Sisi Pendidikan Islam di Abad Pertengahan) M. Muslih
At-Ta'dib Vol 3, No 2 (2008): Filsafat Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/at-tadib.v3i2.565

Abstract

Artikel ini mengungkap seberapa jauh peran madrasahdalam diskurus keilmuan Islam. Islam memberikan posisi tinggibagi pengembangan ilmu. Namun secara historis, klasfikasibahkan herarki ilmu dalam Islam bukan tanpa proses sejarah.Berbagai institusi ikut ambil peran. Madrasah, sebagai institusibagi proses pengembangan dan proses transmisi keilmuan Islam,sejak kelahirannya sudah tentu turut ambil bagian dalammenentukan ‘wajah’ keilmuan dalam Islam. Sejarah menunjukkanbahwa madrasah kemudian menjadi lembaga pendidikan yangkhas bagi ilmu syari’ah. Artinya, para fuqaha menggunakanmadrasah sebagai sarana bagi proses pengembangan dan transmisikeilmuannya. Berbeda dengan para failasuf, mutashawwifin,syi’iyyin, dan mutakallimin, yang pusat studi mereka lebih bersifatinformal.
PENDIDIKAN ISLAM DALAM KEPUNGAN GLOBALISASI Mohammad Muslih
At-Ta'dib Vol 4, No 1 (2009): Kurikulum Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/at-tadib.v4i1.575

Abstract

Globalisasi sebenarnya merupakan sebutan untuk “duniayang telah lepas kendali” (runaway world), yaitu perkembangandunia yang jauh dari perkiraan dan tak terprediksikan. Artikelini menguraikan sejumlah tantangan yang mesti dihadapi olehpendidikan Islam sebagai akibat dari perkembangan kehidupandunia yang disebut dengan globalisasi. Globalisasi merombaktradisi dan budaya dengan segala kekayaannya, mulai modelpakaian, gaya hidup (life style) hingga budaya pragmatisme,materialisme dan hedonisme. Budaya mental instan dan serbamencukupkan formalitas merupakn akibatnya yang lain. Strategiyang bisa dilakukan pendidikan Islam adalah proteksi dansekaligus proyeksi. Proteksi adalah prinsip konservasi nilai.Strategi ini untuk membentengi nilai-nilai luhur dari ancamannilai dan budaya luar yang destruktif. Sementara proyeksi adalahprinsip progresivitas. Strategi ini mengharuskan lembagapendidikan Islam dan dunia pendidikan pada umumnya untukterus meningkatkan kualitasnya, meletakkan visi-misi yang jelassesuai hasil pembacaannya terhadap masa depan.
Pendidikan Islam Dalam Konteks Dakwah dan Thalabul ‘Ilmi Mohammad Muslih
At-Ta'dib Vol 11, No 2 (2016): Standarisasi Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/at-tadib.v11i2.775

Abstract

This article discusses about Islamic education in relation to dakwahand thalabul ilmi. Although it is actually a common issue that has been sostrong in views of society, then the discussion is to intended to reaffirm. Butmore than that, try to do a new meaning to the concept of dakwah andthalabul ‘ilmi, in relation to Islamic education. on the one hand, this is doneto avoid the wrong understanding and counterproductive activity. on theother hand, to maximize the Islamic education’s role in the development ofthe people and the development of civilization. In the context of dakwah,education means success in the underlying human life to enter a period ofproductivity and Creativity. While in the context of thalabul ‘ilmi, educationis more than just teach science, but create the true learner, developer ofscience, even the inventor of the theory and methodology in a variety ofscience. So, thalabul ‘ilmi has significance in answering the challenges ofscience, even preparing to build civilization.
Konsep Tuhan Nietzsche dan Pengaruhnya terhadap Pemikiran Liberal Mohammad Muslih; Haryanto .
Kalimah: Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam Vol 16, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/klm.v16i2.2870

Abstract

This article departs from the Freidrich W. Nietzsche's issue on misunderstanding of God. He ‎thought that God was the product of poets (human engineering results). Thus, disassembling the order of truth existing in modern era with his adagium “God Is Dead.” This provides a new discourse of thought, which ‎arises from an anti-God view i.e. “anti-Christ” and hatred of absolutism which result the ‎truth relativism. Nietzsche's ideas greatly influenced the mainstream of liberalist; among them are the students of State Islamic university of Indonesia who declare an ignorance expression of Islam is not only the true religion. More over their claim about the God-freezone institution when welcoming new students. It is surely inappropriate exclamation cames from Muslim students in the country with majority Muslim in the world. Their attitude is the result of a thought that has been affected with the thoughts of Friedrich Wilhm Nietzsche "God is death." This work attempts to elaborate Nietzsche’s influence toward those Muslim collegers as well as the basic thought of their acts. In order to achieve the purpose, the author does not forget to describe the concept of God in Nietzsche's view and its influence on liberal thinking. 
Integrasi Keilmuan; Isu Mutakhir Filsafat Ilmu Mohammad Muslih
Kalimah: Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam Vol 14, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/klm.v14i2.615

Abstract

The issue of integration of science, in fact, is not only interesting to follow as a scientific discourse, but even more is viewed within the framework of the philosophy of science. The establishment of the Islamic universities after the long process of conversion, cannot be denied, making the issue more than just a discourse, but it has become a scientific building. Of course, it is not necessarily noticed, which one is better, or which one is correct, but should be noticed as an option, as the result of the dialectic of the initiators’’ mind with the social, Islamic, and scientific environment surrounding them, as well as precipitated thought which could be formulated. Philosophical that appears is the possibility of the science-based on religion becoming scientific. If it is according to its history, the study of the Philosophy of Science is related to two issues, they are the scientific criteria and the development of science, then the discourse of integration of science, requires the Philosophy of Science to notice it as the latest issues, associated with the possibility of the birth of new scientific tradition and scientific culture, even with the advent of methodology, scientific activity, scientific work and new products of science, which are in a religious context, which puts religion as an integral part of a scientific building.
Co-Authors Abdul Aziz Abdul Rohman Abdul Rohman Abdul Rohman Ach Fuad Fahmi Adib Fattah Suntoro Adrian Syahidu Ahmad Ahmad Ahmad Faizin Soleh Ahmad Hisyam Syamil Ahmad Inzimam Haq Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit Alfadla, Maya Tsuroya Alfadla, Maya Tsurroya Amal Fathullah Zarkasyi Amir Amir Reza Amir Reza Kusuma Amir Reza Kusuma Amir Reza Kusuma Amir Reza, Amir Angga Nuraufa Zamzami Putra Bambang Setyo Bambang Setyo Utomo Bambang Setyo Utomo Choliq, Muthmainnah Danial Khaled Syamna Dimas Abdillah Azzam Diyan Novita Sari Eka Rosanti Ely Windarti Hastuti Fachri Khoerudin Fachri Khoerudin Falah, Muhammad Zulfikar Nur Fitri Masturoh Hamid Fahmy Zarkasyi Happy Susanto Haryanto . Haryanto, Sri Heru Saiful Anwar Heru Wahyudi Hidayatullah, Rakhmad Agung Ida Susilowati Ide Mafaza Sansayto Ihwan Mahmudi Indra Ari Fajari Khotimatul Mahbubah Kusuma, Amir Reza Laila, ST. Noer Farida Lathiefa Rusli Madani Ahmadan Martin Putra Perdana Maya Tsuroya Alfadla Maya Tsurroya Alfadla Mochamad Sandisi, Zahratur Rofiqah Binte Mochammad Fachturrahman Spama Putra Moh. Rofiq Mohamad Abdul Azis Mohamad Latief Muhammad Faqih Nidzom Muhammad Muchlish Huda Muhammad Rizky Ramadhani Muhammad Taqiyuddin Muhammad Tharmidzi Muhtadi Abdul Mun'im Muthmainnah Choliq Neri Wijayanti Novita Najwa Himaya NUR AINI Nur Aini Nuraini Nuraini Nuraini Putra, Mochammad Fachturrahman Spama Racha Suheib Achmad Rahman, Ryan Arief Rakhmad Agung Hidayatullah Rindang Diannita Rofiq, Moh Rofiqo, Azidni Ryan Arief Rahman Sahidin, Amir Saidil Yusron Saifullah, Ahmad Samsirin Samsirin Sari, Diyan Novita Sofian Hadi sukawi sukawi Suntoro, Adib Fattah Sutoyo, Yongki Syahdul Iman Syarifah . Tharmidzi, Muhammad Tsuroya Alfadla, Maya Umma Fatayati Use Etica Wildan Mubarok Yahya, Yuangga Kurnia Yongki Sutoyo Yulia Nasrul Latifi, Yulia Nasrul Yusuf Al Manaanu Zahrul Fata