p-Index From 2021 - 2026
7.397
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Afkaruna: Indonesian Interdisciplinary Journal of Islamic Studies El-HARAKAH : Jurnal Budaya Islam Jurnal KALAM Analisis: Jurnal Studi Keislaman Hunafa: Jurnal Studia Islamika Teosofi: Jurnal Tasawuf dan Pemikiran Islam Al-Tahrir: Jurnal Pemikiran Islam ISLAMICA: Jurnal Studi Keislaman AT TA´DIB Kalimah Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam Episteme: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman Kanz Philosophia: A Journal for Islamic Philosophy and Mysticism Jaqfi : Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam FIKRI : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Risâlah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam al-Afkar, Journal For Islamic Studies Tasfiyah Journal of Islamic Economic Laws Jurnal Penelitian Medan Agama Islamic Guidance and Counseling Journal TSAQAFAH Hermeneutika : Jurnal Hermeneutika Jurnal Ilmu Dakwah TARBAWI: Journal on Islamic Education Jurnal Al-Dustur Jurnal Ilmiah Edunomika (JIE) Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars Jurnal Abdi Insani International Journal of Community Service Hunafa: Jurnal Studia Islamika Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Islam Transformatif : Journal of Islamic Studies Al Basirah Journal Education And Islamic Studies Engagement: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Epistemé: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman Al-Bunyan: Interdisciplinary Journal of Qur'an and Hadith Studies Jurnal Penelitian Pendidikan Madania: Jurnal Kajian Keislaman Journal of Islamic Economic Laws Jurnal Pendidikan Islam Comprehensive Journal of Islamic Studies
Claim Missing Document
Check
Articles

Wacana Masyarakat Madani: Dialektika Islam dengan Problem Kebangsaan Mohammad Muslih
TSAQAFAH Vol 6, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.09 KB) | DOI: 10.21111/tsaqafah.v6i1.142

Abstract

This article contributes to the analysis of the “madani society” discourse and its development in Indonesia as a form of a struggle and dialectic of intellectual Muslim to interpret Islamic teachings in its relationship to modern life, especially to politics and nationality problems. The Islamic basic concept about the democratic principles such as justice, equality, freedom and deliberation, including the attitudes of tolerance and recognition of human rights actually had been developed well over the Apostles and the Khilafat ‘al-Rashidin political and social life. This Islamic political concept is tried to be reconstructed back by Muslim intellectuals with the idea of madani community. The presence of this discourse in Indonesia seems externally to be affected by the discourse of civil society that had been becoming a global currents of thought since the 1990s, and internally cannot be separated from the condition of the nation at that time, especially the unavailability of public space, besides as the impact of the model static approach developed in the New Order political reality.
Book Review Teori dan Teologi Bertemu dalam Metodologi Mohammad Muslih
TSAQAFAH Vol 5, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.107 KB) | DOI: 10.21111/tsaqafah.v5i1.153

Abstract

Judul : Science and Religion, a Critical SurveyPenulis : Holmes Roslton, IIIPenerbit : Random House New York, 1987Tebal : 357 hlm.Edisi terj. : Sains & Agama, Sebuah Survai KritisPenterjemah : Tim UIN SukaPenerbit : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2006
Book Review: Membongkar Logika Penafsir Agama Mohammad Muslih
TSAQAFAH Vol 5, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.387 KB) | DOI: 10.21111/tsaqafah.v5i2.135

Abstract

Judul : Speaking in God’s Name: Islamic law,Authority and WomenPenulis : Khaled Abou el-FadlPenerbit : Oneworld Press, Oxford, 2001Tebal : 361 hlm.Edisi terj. : Atas Nama Tuhan, dari Fikih Otoriter keFikih OtoritatifPenerjemah : R. Cecep Lukman YasinPenerbit : Serambi, Jakarta 2004
Pengembangan Ilmu Sosial Model Fenomenologi dan Hermeneutika Mohammad Muslih; Abdul Rohman; Yusuf Al Manaanu; Abdul Aziz
Hermeneutika : Jurnal Hermeneutika Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Pendidikan Sosiologi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/hermeneutika.v7i1.10160

Abstract

Penerapan metodologi yang digunakan dalam paradigma positivisme kepada ranah ilmu sosial menjadikan problem tersendiri. Karena metodologi yang digunakan sebagai alat mengukur ilmu-ilmu alam diterapkan pula kepada ilmu-ilmu sosial. Hal ini tentu saja bertolak-belakang dengan karakteristik manusia sebagai subjek dari ilmu sosial. Dampaknya adalah hilangnya subjektifitas dalam penerapan penelitian terhadap ilmu sosial. Dari sini kemudian muncullah beberapa tawaran baru mengenai metodologi penelitian ilmu sosial seperti fenomenologi dan hermeneutika. Tujuan dibuatnya makalah ini adalah untuk menganalisis pengembangan ilmu sosial yang dilakukan melalui model fenomenologi dan hermeneutika, yang pada prinsipnya mengembalikan peran subjek dalam ilmu sosial yaitu manusia. Oleh karena itu, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif yang mendeskripsikan hal-hal yang berkaitan dengan fenomenologi dan hermeneutika berikut beberapa tokohnya. Agar data yang diperoleh tersebut dapat diungkap secara jelas, karenanya peneliti menggunakan metode analisa isi teks yang menginterpretasikan tema-tema yang dibahas dalam buku-buku yang menjelaskan fenomenologi dan hermeneutika tersebut. Dan setelah dilakukannya penelitian, peneliti mendapatkan hasil bahwa ada kesinambungan alur perkembangan ilmu sosial mulai fenomenologi Husserl, hermeneutika klasik Schleiermacher, Dilthey hingga Gadamer. Dan tentunya mengembalikan manusia sebagai objek penelitian. Karena bagaimanapun ketika berbicara mengenai ilmu sosial tentunya tidak dapat lepas dari manusia sebagai aktor utamanya. Sehingga, peneliti sampai pada kesimpulan bahwa dari fenomenologi hingga hermeneutika, merupakan estafet alur pengembangan ilmu sosial yang pada akhirnya akan memunculkan produktivitas ilmu-ilmu sosial yang baru. 
Reputation, Transparency, Trust and Waqif's Perception on Nadzir’s Professional Toward Intention to Act Waqf: Empirical Study in Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Azidni Rofiqo; Mohammad Muslih; Diyan Novita Sari
Journal of Islamic Economic Laws Vol 4, No 2: July 2021
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jisel.v4i2.14870

Abstract

This study aims to explore the reputation, transparency, trust, waqif perception of nadzir’s professionalism, and the intention to pay waqf in Gontor Institution. This study based on the theory of planned behavior (TPB) which examines the effect of  reputation, transparency, trust toward waqif perception of Nadzir’s professionalism and intention to pay waqf. The approach this study is a quantitative approach with structural equation modeling-partial least square (SEM-PLS) measurements. The number of respondents 200 alumni of the Pondok Modern Darussalam Gontor. The findings in this study indicate that reputation, transparency, trust have a significant positive effect on the intention to pay waqf at Pondok Modern Darussalam Gontor with the waqif’s perception of nadzir’s professionalism as mediating effect. Other findings indicate that trust as moderating effect between reputation and waqif perception of nadzir’s professional.
TELAAH PROBLEM HADIS PERSPEKTIF SEKULER: SEBUAH PENGANTAR: Telaah Problem Hadis Perspektif Sekuler; Sebuah Pengantar Mohammad Muslih; Fachri Khoerudin; Amir Amir Reza
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 5, No. 1, January 2022
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1014.006 KB) | DOI: 10.31943/afkarjournal.v5i1.245

Abstract

Pembahasan mengenai hadis terus dilakukan oleh para ulama, dari mulai generasi mutaqaddimîn, mutaakhirîn sampai pada generasi kontemporer (hadîtsiyyah) pada masa sekarang.kajian mereka mengenai hadis tidak pernah lepas dari dua hal; dirâyah dan riwâyah. Kajian mengenai hadis dari sisi dirayah adalah kajian tentang asal-usul tentang kenapa dan bagaimana hadis tersebut muncul. maka jelas bahwa tujuan kritik hadis –baik matan ataupun sanad- yang dilakukan oleh para ulama terdahulu adalah untuk menjaga validitas hadis itu sendiri dari unsur-unsur lain yang bukan hadis. Sehingga muncul istilah-istilah seperti hadis sahih, hadis dhaif, hadis hasan dan hadis maudhu. Dalam artian, ada hadis yang benar-benar hadis dan dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah, bahkan ada juga hadis yang sebenarnya tidak bisa disebut hadis (psudou-hadis, maudhu’). Pengkategorian seperti itu adalah hasil dari kritik hadis yang dilakukan oleh para ulama sepanjang lintasan sejarah. Makalah ini menghasilkan setidaknya kita bisa menyimpulkan bahwa sasaran kritik mereka tertuju pada sumber, sanad, matan dan hadis-hadis yang ahad. Tentu kritikan tersebut tidak serta-merta dapat diterima dan dipertanggung jawabkan secara ilmiah, mengingat ada beberapa problem yang harus diluruskan ketika kegiatan kritik hadis dalam perspektif sekuler dilakukan. Dalam konteks ini, kritik tersebut dilakukan oleh orientalis dan para pengikutnya sebagaimana yang telah dijelaskan
ETHICAL ASPECT OF DIPLOMACY OF PROPHET MUHAMMAD (BASIC PRINCIPLE) Indra Ari Fajari; Mohammad Muslih; Yuangga Kurnia Yahya
Jurnal Al-Dustur Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : IAIN Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/jad.v4i2.1820

Abstract

Ethics is a branch of philosophy that discusses good and bad. This study still relevant to be examined and discussed until now, because by studying ethics, someone is able to find and obtain all the good things as well as to avoid the bad. However, ethics is often separated from the practice of life, one of them is modern diplomacy. Diplomacy is all the efforts made to regulate the relationship among nations. Thus, ethics of diplomacy in this sense can be meant as a basic principle or practice of diplomacy which is accountable, tolerant, and fair. Since this study is attempted to reveal how the ethics of diplomacy of Prophet Muhammad, then this study uses ethical perspective of Islam. In this approach, researcher used: first, the descriptive analysis methods to further explore the basic principle regarding diplomacy of Prophet Muhammad. Second, the critical analysis method to discover the implications and problems of the principles and practice of diplomacy in the modern era. Regarding this method, it was discovered that in fact the basic principle and practice of diplomacy of Prophet Muhammad are based on tawhīd.
Pengembangan Ilmu Berparadigma Integratif Mohammad Muslih
Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars No Seri 1 (2017): AnCoMS 2017: Buku Seri 1
Publisher : Koordinatorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta Wilayah IV Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.743 KB) | DOI: 10.36835/ancoms.v0iSeri 1.28

Abstract

The construction of integrative scientific paradigm is a grand scientific project, however the success of the reconstruction of a new paradigm that is not enough, because still must be supported by the availability of functional and effective methodology. This paper intends to offer methodology of science development, based on integrative paradigm, which is not only functional and effective, but give guarantee for productivity, as well as safe from the shackles of a practice pseudo-scientific, and excessive practice of ideological science. Scientific development model "methodology of research programs" offered here, on the one hand would be sufficient as an answer to doubts about competability to the Islamic sciences, and on the other hand denied also fear of loss or erosion of Islamic values with increasing scientific research, or development of scientific reasoning in general.
Integrasi Ilmu dan Agama menurut Syed Muhammad Naquib al-Attas dan Ian G Barbour Mohammad Muslih; Heru Wahyudi; Amir Reza Kusuma
Jurnal Penelitian Medan Agama MEDAN AGAMA, VOL. 13, NO. 1, JUNI 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58836/jpma.v13i1.11740

Abstract

Hubungan ilmu sains dan agama adalah ada kaitan antar keduanya dalam sejarah mengalami benturan. Bagi sains Islam, agama adalah inheren tidak dapat dipisahkan dengan sains. Sains Islam berpegang kepada dîn atau agama. Agama Islam berlandaskan wahyu kitab suci alQur’an. Syed Muhammad Naquib al-Attas dan Ian G Barbour merupakan tokoh yang sangat berpengaruh dalam dunia Pendidikan khususnya bidang Agama dan Sains. Al-Attas terkenal dengan gagasan Integrasi Agama dan Sains. Bagi saintis Muslim al-Qur’an merupakan sumber ilmu pengetahuan yang darinya dikembangkan segala macam disiplin seperti Ilmu syari’ah seperti, akidah, fikih,.dengan menggunakan deskriptif komparatif makalah ini menemukan Dalam integrasi agama dan sains Al-Atas melalui tahap pengklasifikasian dari tiga unsur: ketidakterbatasan sains, kemuliaan tanggung jawab untuk mencarinya dan keterbatasan hidup manusia. Ian G. Barbour memiliki pendapat tentang Integrasi antara agama dan sains hubungan yang intensif diperhatikan dari pendekatan hubungan dengan mencari integrsi tepat sains dan agama
STATUM AGAMA DALAM SEJARAH SAINS ISLAM DAN SAINS MODERN Mohammad Muslih; Amir Reza Kusuma; Sofian Hadi; Abdul Rohman; Adrian Syahidu
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 6 No. 2 (2021): Fikri: Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jf.v6i2.1845

Abstract

Agama Islam berlandaskan wahyu berupa kitab suci al-Qur’an. Bagi saintis Muslim, al-Qur’an merupakan sumber ilmu pengetahuan yang darinya dikembangkan segala macam disiplin ilmu. Ilmu syari’ah seperti, akidah, fikih, kalam, filsafat tanpa menafikan disiplin ilmu umum seperti astronomi, kedokteran, fisika, kimia dan sebaginya. Pada sisi yang berbeda, sains Modern menafikan peran agama dalam kajian keilmuan. Hingga pada akhirnya, sains Modern menjauhkan diri dari doktrin agama. Makalah ini terfokus mengkaji statum (posisi) agama dalam perspektif sains Islam dan sains Modern (Barat) dengan kajian kepustakaan yang menekankan pada aspek tekstual. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa agama adalah inheren tidak dapat dipisahkan dengan sains. Sains Islam berpegang kepada dîn atau agama, sedang sains Modern tidak lagi berpijak pada agama, hingga berakumulasi pada kerusakan yang ditimbulkan. Hal ini memicu saintis Muslim mengambil sikap tanggap yaitu dengan menyodorkan solusi gagasan Islamisasi terhadap sains Modern. Langkah tersebut sebagai respon atas dampak yang dirasakan oleh umat Islam. Islamisasi terhadap sains Modern selayaknya mampu menjadi solusi terhadap kerusakan dan kehancuran yang ditimbulkan oleh para saintis Modern.
Co-Authors Abdul Aziz Abdul Rohman Abdul Rohman Abdul Rohman Ach Fuad Fahmi Adib Fattah Suntoro Adrian Syahidu Ahmad Ahmad Ahmad Faizin Soleh Ahmad Hisyam Syamil Ahmad Inzimam Haq Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit Alfadla, Maya Tsuroya Alfadla, Maya Tsurroya Amal Fathullah Zarkasyi Amir Amir Reza Amir Reza Kusuma Amir Reza Kusuma Amir Reza Kusuma Amir Reza, Amir Angga Nuraufa Zamzami Putra Bambang Setyo Bambang Setyo Utomo Bambang Setyo Utomo Choliq, Muthmainnah Danial Khaled Syamna Dimas Abdillah Azzam Diyan Novita Sari Eka Rosanti Ely Windarti Hastuti Fachri Khoerudin Fachri Khoerudin Falah, Muhammad Zulfikar Nur Fitri Masturoh Hamid Fahmy Zarkasyi Happy Susanto Haryanto . Haryanto, Sri Heru Saiful Anwar Heru Wahyudi Hidayatullah, Rakhmad Agung Ida Susilowati Ide Mafaza Sansayto Ihwan Mahmudi Indra Ari Fajari Khotimatul Mahbubah Kusuma, Amir Reza Laila, ST. Noer Farida Lathiefa Rusli Madani Ahmadan Martin Putra Perdana Maya Tsuroya Alfadla Maya Tsurroya Alfadla Mochamad Sandisi, Zahratur Rofiqah Binte Mochammad Fachturrahman Spama Putra Moh. Rofiq Mohamad Abdul Azis Mohamad Latief Muhammad Faqih Nidzom Muhammad Muchlish Huda Muhammad Rizky Ramadhani Muhammad Taqiyuddin Muhammad Tharmidzi Muhtadi Abdul Mun'im Muthmainnah Choliq Neri Wijayanti Novita Najwa Himaya NUR AINI Nur Aini Nuraini Nuraini Nuraini Putra, Mochammad Fachturrahman Spama Racha Suheib Achmad Rahman, Ryan Arief Rakhmad Agung Hidayatullah Rindang Diannita Rofiq, Moh Rofiqo, Azidni Ryan Arief Rahman Sahidin, Amir Saidil Yusron Saifullah, Ahmad Samsirin Samsirin Sari, Diyan Novita Sofian Hadi sukawi sukawi Suntoro, Adib Fattah Sutoyo, Yongki Syahdul Iman Syarifah . Tharmidzi, Muhammad Tsuroya Alfadla, Maya Umma Fatayati Use Etica Wildan Mubarok Yahya, Yuangga Kurnia Yongki Sutoyo Yulia Nasrul Latifi, Yulia Nasrul Yusuf Al Manaanu Zahrul Fata