Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

THE RELATIONSHIP BETWEEN MICRONUTRIENT INTAKE AND HAEMOGLOBIN LEVELS IN MALE ADOLESCENT FOOTBALL ATHLETES Kristiana, Irma; Kristiyanto, Agus; Muthmainah, Muthmainah
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 33 No. 3 (2023): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v33i3.1754

Abstract

Atlet sepak bola dituntut memiliki stamina yang baik saat latihan maupun bertanding untuk mencapai prestasi yang baik. Kadar haemoglobin yang baik dapat membuat atlet tidak mudah mengalami kelelahan, sehingga kadar hemoglobin merupakan aspek yang perlu diperhatikan oleh atlet sepak bola. Selain itu, asupan zat besi dan vitamin C seorang atlet juga perlu diperhatikan. Hal ini dikarenakan, asupan zat besi dan vitamin C merupakan komponen yang sangat berpengaruh terhadap pembentukan kadar hemoglobin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara asupan zat besi dan vitamin C dengan kadar hemoglobin pada atlet sepak bola remaja putra. Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah cross-sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini yaitu sebanyak 65 atlet sepak bola di tempat pelatihan Pendidikan Sepak Bola Bonansa UNS Solo. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober-November 2021 di Surakarta. Data asupan zat besi dan vitamin C diukur menggunakan Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQFFQ). Data kadar haemoglobin diukur dengan metode spektrofotometer. Data dianalisis dengan menggunakan uji Spearman Rank dan Product Moment Pearson. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa asupan zat besi (r = 0,699 dan p < 0,001) dan vitamin C (r = 0,643 dan p < 0,001) terdapat hubungan positif dengan kadar haemoglobin. Asupan zat besi dan vitamin C memiliki hubungan yang signifikan dengan kadar haemoglobin. Pada penelitian selanjutnya disarankan untuk menentukan faktor apa saja yang dapat mempengaruhi kadar haemoglobin atlet remaja laki-laki.
Strategi Guru dalam Mengajarkan Pendidikan Seks untuk Anak dan Kendalanya Fadilah, Diajeng Ayu Eka; Muthmainah, Muthmainah
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i1.4975

Abstract

Maraknya kasus pelecehan seksual yang melibatkan anak makin meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan seksual yang dimulai sejak dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan strategi guru dalam mengajarkan pendidikan seks untuk anak dan kenadalanya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan menggunakan media google form. Populasi pengambilan data yaitu guru TK di   Sampel dalam penelitian ini adalah 67 guru yang berada di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam mengajarkan pendidikan seks untuk anak, guru paling banyak menggunakan metode bercerita (43,3%) dan metode bernyanyi (29,9%), dengan  media boneka dan video sebagai yang umum dipakai. Sebanyak 89,6% guru sudah melibatkan partisipasi orangtua dalam mengajarkan pendidikan seks. Adapun kendalanya yaitu guru kesulitan untuk menemukan media dan menemukan strategi komunikasi yang tepat untuk menyampaikan materi agar anak-anak mudah memahami materi pendidikan seks. Sehingga guru merasa perlu diadakannya pelatihan pembuatan media yang mendukung materi pendidikan seks anak usia dini dan strategi konkrit tentang contoh pertanyaan dan cara menjawab pertanyaan anak mengenai pendidikan seks.
Peran Taman Budaya dalam Pembentukan Moral dan Karakter Siswa SDN 2 Kalikebo Susanti, Susanti; Muthmainah, Muthmainah
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 8 No. 6 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v8i6.6333

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran  "Taman Budaya" sebagai sarana pengembangan nilai moral dan karakter peserta didik di SDN 2 Kalikebo. Program ini dirancang untuk menanamkan nilai-nilai moral seperti kejujuran, tanggung jawab, gotong royong, toleransi, dan disiplin melalui pendekatan berbasis budaya yang terintegrasi dalam pembelajaran dan kegiatan sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta dokumentasi kegiatan yang terkait dengan pelaksanaan Taman Budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Taman Budaya memberikan dampak positif yang signifikan dalam pengembangan karakter siswa. Program ini berhasil meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya nilai moral dan membantu mereka untuk lebih disiplin, toleran, serta mampu bekerja sama dalam kelompok. Guru dan pihak sekolah berperan aktif sebagai fasilitator dan teladan, sementara keterlibatan orang tua dan masyarakat turut mendukung keberhasilan program ini. Kesimpulannya, Taman Budaya merupakan sarana yang efektif untuk membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga berakhlak mulia, menjadikannya model yang layak diterapkan di sekolah lain.
The Influence of Teachers' Social Competence and Personality Competence on the Emotional Intelligence of Children Aged 5-6 Years in Baubau City Zakir, Sitti Mutmainna; Muthmainah, Muthmainah
Dinasti International Journal of Education Management And Social Science Vol. 6 No. 4 (2025): Dinasti International Journal of Education Management and Social Science (April
Publisher : Dinasti Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dijemss.v6i4.4224

Abstract

Low emotional intelligence in children will impact their behavior and actions. Armed with the competencies they possess, teachers play a major role in shaping children into academically and emotionally intelligent individuals. This study aims to examine the influence of social competence and teacher personality competence on the emotional intelligence of children aged 5–6 years, both individually and collectively. Using a quantitative ex post facto approach, the study involved 98 kindergarten group B teachers in Baubau City, selected through probability cluster sampling. Data were collected via questionnaires and analyzed using multiple linear regression, including F-tests, t-tests, and determination coefficient tests. The results of the study show that: (1) there is a positive influence of teachers' social competence on the emotional intelligence of children aged 5-6 years with a significance value of 0.001 < 0.05 and a contribution of 30,6%; (2) there is a positive influence of teachers' personality competence on the emotional intelligence of children aged 5-6 years with a significance value (2-tailed) 0.001 < 0.05 and a contribution of 30,7%; (3) there is a positive influence of social competence and teacher personality competence together on the emotional intelligence of children aged 5–6 years with a significance value (2-tailed) 0.000 < 0.05 and a contribution of 38%.
Father-child attachment among 5-6 year olds: A Survey Study Randiawan, Randiawan; Muthmainah, Muthmainah
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 5 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i5.7074

Abstract

The bond between fathers and children is essential for emotional and social development, especially in early childhood. This study aims to explore the level of attachment between fathers and their children aged 5–6 years in Parigi. A quantitative approach with a descriptive survey method was employed. Data were collected using a questionnaire based on the Inventory of Parent and Peer Attachment (IPPA) theory, which includes dimensions of communication, trust, and alienation. The sample consisted of 172 father-child pairs from 13 kindergartens, although only 172 responses were analyzed. Results showed an average attachment score of 71.02 (SD = 5.81), with scores ranging from 60.50 to 82.30. Most relationships were categorized as medium attachment (45%) and were classified in the moderate attachment category, particularly within the score range of 62.51 to 71.6. Notably, none of the participants fell into the very high attachment category (?83.72), indicating potential areas for strengthening emotional bonds. These findings underscore the need for targeted interventions, such as parenting policies, school-based father involvement programs, and community-based mentoring initiatives aimed at enhancing fathers’ emotional engagement and responsive caregiving.
Studi Awal Pengembangan Modul Digital Parenting dalam Mencegah Kecanduan Gadget Anak Usia 5-6 Tahun Nur Khoirani, Alfina; Muthmainah, Muthmainah; Prayitno, Prayitno
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 1 (2025): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v6i1.1379

Abstract

Kecanduan gadget pada anak semakin sering terjadi seiring dengan meningkatnya akses dan ketergantungan perangkat digital sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan akan modul digital parenting yang dapat dijadikan panduan orang tua dalam mencegah kecanduan gadget anak usia 5-6 tahun. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan melibatkan 36 orang tua di TK Negeri 2 Yogyakarta. Data dikumpulkan melalui survei daring dan dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman dengan tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menyoroti bahwa orang tua menyadari dampak positif dan negatif dari penggunaan gadget namun sulit menerapkan batasan yang konsisten sehingga diperlukan panduan pengasuhan yang tepat di era digital. Temuan ini mengindikasikan peluang besar bahwa modul digital parenting berbentuk media cetak bisa dimanfaatkan sebagai salah satu upaya mencegah kecanduan gadget pada anak usia 5-6 tahun. Pengembangan modul diharapkan tidak hanya menjadi panduan jangka pendek, tetapi juga dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai bagian dari kurikulum pendampingan orang tua secara berkelanjutan dalam menghadapi tantangan pengasuhan di era digital.
Social Emotional Learning Integrated Arts Education in Kindergarten Indonesia and Malaysia Muthmainah, Muthmainah; Yahya , Amira Najiha Binti
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 8 No. 2 (2025): May-Agustus 2025
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.1054

Abstract

This study aimed to describe art education integrated with social emotional learning in Indonesian and Malaysian kindergartens. This research approach was qualitative with a case study. The data collection methods are literature study, observation, interview, documentation, and Focus Group Discussion (FGD). Data were analyzed used the Miles, Huberman, and Saldana model. The results showed that: 1) SEL integrated art education has been conducted in both countries. In Indonesia, it includes dance, music, drama, and visual arts, while in Malaysia it includes music, drama, and visual arts; 2) SEL values that are stimulated have similarities, namely self-confidence, self-efficacy, responsibility, discipline (obeying rules), responsibility, patience, persistence, expressing and regulating emotions, respect, creative expression, cooperation, respect for differences, and empathy; 3) Challenges include lack of teacher knowledge, limited training for the development of art activities, funding, and limited art facilities. Training for developing arts activities in kindergartens needs to be provided for kindergarten teachers.
The validity of coping skills learning media to manage negative emotions for children Muthmainah, Muthmainah; Purwanta, Edi; Suwarjo, Suwarjo
Al-Athfaal: Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 1 (2022): Al-Athfaal: Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajipaud.v5i1.11966

Abstract

Coping or problem-solving skills need to be trained from an early age. If the child does not have positive coping skills, it is feared that it can cause the child to become maladaptive and stressed. This research aims to test the validity of the learning media for coping skills to manage negative emotions for children aged 4-6. The learning media guidebooks and supporting products, such as posters, emoticon pictures for jumping activities, pictures of emotional expressions, story books, cartoon films, and children's activity sheets. This learning media has a novelty because it focuses on developing media based on children's coping skills that did not exist before. This research is quantitative. This research conducted expert validation to obtain validation and then analyzed quantitatively descriptively. The researcher calculated the validation results with Aiken's V formula. Based on the assessment results from experts, it can be concluded that the learning media for coping skills to manage negative emotions for children aged 4-6 years is declared valid. All items are considered valid because Vtable is 5% greater than Vcount. Guidebooks and supporting products for coping skills to manage children's negative emotions were declared valid and worthy of use for field trials
Social emotional learning at global islamic school 3 yogyakarta: challenges and solutions Muthmainah, Muthmainah; Mashar, Riana; Sari, Tuti Puspita
Al-Athfaal: Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2024): Al-Athfaal: Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/al-athfaal.v7i2.23716

Abstract

Background: Social Emotional Learning (SEL) has become an important part that needs to be accomplished from an early age. However, the issue of implementing learning in kindergarten has not been widely researched, especially when viewed from the challenges and solutions for teachers. Social emotional learning is an important agenda at GIS 3 Yogyakarta to lay a solid foundation for children's personality and behavior.Aim: This research aims to examine the challenges and solutions for SEL at Global Islamic School 3 Yogyakarta.Method: This study employed qualitative methods with semi-structured interviews of five teachers. Data analysis includes the process of data collection, data condensation, data presentation, and drawing conclusions/verification. The validity of the data was tested through source triangulation and technical triangulation.Results: The results of the research show that the challenges faced by teachers are the exclusive environment for children, parental care, and lack of control over the use of gadgets. Next, the teacher determines a solution, namely implementing various activities such as morning sharing, class agreements, taking turns appearing in front of the class, new and exciting games, giving reward stars, group work, circle time, market day, show and tell, cooperative games, reading stories or fairy tales, projects with parents, school habituation programs, as well as parenting and collaborating with parents regarding children's use of gadgets. Creative teachers are prudent. They have good personal and professional well-being. Conclution: Collaboration with parents needs to be improved so that social-emotional abilities increase.
Daycare Centres Learning Management Training in Sleman, Yogyakarta Cholimah, Nur; Muthmainah, Muthmainah; Ningrum, Eka Sapti Cahya; Prayitno, Prayitno
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 8 No. 2 (2025): May-Agustus 2025
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.1039

Abstract

This training was carried out to provide additional assistance and understanding in This training was carried out to provide assistance in overcoming learning management problems experienced by daycare managers in Depok, Sleman. This training was attended by 28 managers and teachers from each daycare institution. The training was carried out with mentoring and FGD. The results of the training showed that the level of satisfaction of the trainees with the material delivered by the resource persons was in the range of quite informative to very informative. The very informative category was felt by 58.82% of the trainees, 30.88% informative, and 10.3% quite informative. The most improved aspects are providing stimulation for children, curriculum development, and lesson plans. Even so, the problems that are still felt by the managers and teachers of daycare institutions include the understanding of the Merdeka Curriculum at daycare and the reference of its learning design, as well as the habituation of stimulation variations for children. The results show that there is a need for continuous training to support the creation of quality PAUD services, especially DAYCARE. The training provided may vary, but it is related to the management of learning in PAUD.