Claim Missing Document
Check
Articles

The Effect of Child-Friendly Problem Based Learning on the Science Learning Ability of Elementary School Students Triyono Triyono; Eko Handoyo; Edi Waluyo
DIKODA JURNAL PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR Vol. 7 No. 1S (2026): DIKODA: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37366/jpgsd.v7i1S.7427

Abstract

This research is motivated by the low learning ability of elementary school students in IPAS, which is caused by teacher-centered learning and the lack of student involvement in the learning process. This study aims to determine the effect of child-friendly Problem Based Learning on the IPAS learning ability of elementary school students. The research uses a quantitative approach with experimental research employing a One Group Pretest-Posttest Design. The research sample consisted of 15 fifth-grade elementary school students selected using purposive sampling. Data collection techniques were carried out through tests, observations, and documentation. The research instruments consisted of pretest and posttest questions on IPAS learning ability. The data were analyzed using the Paired Sample t-Test. Research results show that the average pretest score of the students was 64.8 with a score range of 48-82, while the average posttest score increased to 85.6 with a score range of 70-96. The statistical test results showed a p-value of 0.000, which is smaller than the significance level of 0.05, indicating a significant effect of child-friendly Problem Based Learning on elementary school students' science learning abilities. This learning model can be used as an alternative innovative, active, and enjoyable approach in the learning process at elementary schools.
The Problem Dan Solusi Perlindungan Anak Di Pendidikan Dasar: Analisis Multidimensional Dan Pendekatan Kontekstual Hana Sumiati Widjaja; Eko Handoyo; Edi Waluyo
DIKODA JURNAL PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR Vol. 7 No. 1S (2026): DIKODA: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37366/jpgsd.v7i1S.7428

Abstract

Kekerasan terhadap anak di pendidikan dasar merupakan masalah global yang berdampak pada kesehatan psikologis dan capaian akademik siswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis tren, faktor penyebab, dampak, dan efektivitas intervensi perlindungan anak melalui systematic literature review (SLR) berdasarkan pedoman PRISMA. Sebanyak 30 artikel dari jurnal internasional bereputasi dan studi kontekstual Indonesia dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa kekerasan fisik, psikis, dan perundungan masih banyak terjadi, baik secara global maupun nasional. Faktor penyebabnya bersifat multidimensional, meliputi lingkungan keluarga, sekolah, budaya, dan lemahnya sistem pencegahan. Dampaknya mencakup gangguan kesehatan mental, rendahnya motivasi belajar, dan penurunan prestasi akademik. Intervensi berbasis sekolah, seperti program anti-bullying dan pendekatan trauma-informed, terbukti efektif menciptakan lingkungan belajar aman, meskipun implementasinya di Indonesia masih menghadapi kendala kebijakan dan praktik. Penelitian ini merekomendasikan model perlindungan anak yang integratif, kontekstual, dan berpusat pada siswa.
Kajian Literatur: Peran Media Digital dalam Menanamkan Nilai-Nilai Budaya Nusantara pada Siswa Sekolah Dasar Puji Destiani; Eko Handoyo; Indriana Eko Armaidi
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 7 No. 2 (2026): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/diksi.v7i2.4688

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat menyebabkan siswa sekolah dasar lebih banyak terpapar budaya global dibandingkan budaya lokal, sehingga pemahaman dan kecintaan terhadap nilai-nilai budaya Nusantara cenderung mengalami penurunan. Kondisi ini menjadi tantangan bagi dunia pendidikan karena sekolah memiliki peran penting dalam menanamkan identitas budaya dan karakter bangsa sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran media digital dalam menanamkan nilai-nilai budaya Nusantara pada siswa sekolah dasar melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Penelitian dilakukan dengan menganalisis 11 artikel ilmiah yang dipublikasikan pada rentang tahun 2021–2026 dan diperoleh melalui database Google Scholar, Garuda, Crossref, dan Scopus menggunakan bantuan aplikasi Publish or Perish. Proses analisis dilakukan melalui tahap identifikasi, seleksi, ekstraksi data, sintesis, dan interpretasi temuan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa media digital, seperti video pembelajaran, animasi, aplikasi edukasi, e-book interaktif, permainan edukatif, dan augmented reality, berperan efektif dalam memperkenalkan serta menanamkan nilai-nilai budaya Nusantara kepada siswa sekolah dasar. Nilai budaya yang paling banyak dikembangkan meliputi gotong royong, toleransi, cinta tanah air, kerja sama, dan penghargaan terhadap keberagaman. Penggunaan media digital mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap budaya lokal, menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas bangsa, serta meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi media digital dan pendidikan budaya dapat menjadi strategi yang relevan untuk mendukung pelestarian budaya Nusantara di era digital sekaligus memperkuat karakter siswa sekolah dasar.
Pemanfaatan Media Digital untuk Mengenalkan Kearifan Lokal pada Siswa Sekolah Dasar Febrilla Puspita Sari; Eko Handoyo; Indriana Eko Armaidi
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 7 No. 2 (2026): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/diksi.v7i2.4818

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan media digital dalam mengenalkan budaya lokal pada siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengikuti pedoman PRISMA 2020 untuk memastikan proses pencarian, seleksi, dan analisis literatur dilakukan secara sistematis dan transparan. Artikel diperoleh melalui aplikasi Publish or Perish yang terhubung dengan Google Scholar dan Crossref. Setelah melalui tahap identifikasi, penyaringan, dan penilaian kelayakan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, diperoleh 12 artikel yang relevan untuk dianalisis. Data dari artikel terpilih kemudian disintesis secara deskriptif guna memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai topik penelitian yang dikaji. Hasil kajian menunjukkan bahwa berbagai media digital telah digunakan untuk mengenalkan budaya lokal, seperti komik digital, video pembelajaran, video animasi, media interaktif berbasis Android, etnomedia, scrapbook digital, media audiovisual, dan media karikatur. Komik digital menjadi media yang paling banyak digunakan karena dianggap sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar. Selain itu, sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa media digital mampu meningkatkan motivasi belajar, keterlibatan siswa, hasil belajar, serta pemahaman siswa terhadap budaya lokal. Kajian ini juga menemukan bahwa penelitian mengenai media digital berbasis budaya lokal mengalami peningkatan pada periode 2021–2026. Namun, penerapan media digital masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan fasilitas teknologi dan kemampuan guru dalam mengembangkan media pembelajaran. Penelitian selanjutnya juga dapat mengembangkan berbagai jenis media digital berbasis budaya lokal yang lebih inovatif dan sesuai dengan perkembangan teknologi. Selain itu, penelitian dapat dilakukan pada wilayah dan jumlah responden yang lebih luas agar diperoleh hasil yang lebih beragam. Peneliti berikutnya juga dapat mengkaji dampak media digital terhadap aspek lain, seperti karakter, kreativitas, dan keterampilan berpikir siswa, serta menelaah berbagai kendala yang dihadapi guru dalam penerapannya di sekolah dasar. Dengan demikian, kajian mengenai media digital berbasis budaya lokal dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi dunia pendidikan. Oleh karena itu, diperlukan dukungan berbagai pihak agar pemanfaatan media digital berbasis budaya lokal dapat dilakukan secara optimal untuk mendukung pelestarian budaya sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar.
Mengurai Praktik Perundungan Di Sekolah Dasar: Peran Dan Strategis Guru Dalam Membangun Sistem Perlindungan Anak Dhina Cahya Rohim; Eko Handoyo; Edi Waluyo
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 5 No 2 (2026): Edisi Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v5i2.8282

Abstract

Perundungan (bullying) di sekolah dasar masih menjadi permasalahan yang memerlukan perhatian serius karena dapat berdampak pada perkembangan sosial dan emosional siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dinamika perundungan serta peran dan strategi guru dalam membangun sistem perlindungan anak. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di MI Muhammadiyah 2 Kudus dengan subjek kepala madrasah, guru, siswa, dan orang tua. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perundungan lebih dominan dalam bentuk verbal dan sosial yang sering muncul dalam interaksi sehari-hari. Guru berperan sebagai pengamat, mediator, dan pendamping dalam menangani situasi tersebut. Strategi yang diterapkan meliputi pendekatan preventif, responsif, dan kuratif, meskipun belum sepenuhnya terintegrasi secara sistematis. Sehingga disimpulkan bahwa penguatan kapasitas guru dan sistem sekolah diperlukan untuk mewujudkan lingkungan belajar yang aman dan ramah anak.
Digitalization of Web-Based Teaching Materials Through the Teams Games Tournament Learning Model to Improve Critical Thinking Skills of Elementary School Students in Civics Education (PKn) Luqman Rohmad Maghribi; Eko Handoyo; Farid Ahmadi
Proceedings of International Conference on Science, Education, and Technology Vol. 12 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of digital teaching materials has become a strategic priority in basic education reform in Indonesia, particularly as the Merdeka Belajar (Freedom to Learn) curriculum increasingly demands higher-order thinking skills from students at all school levels. However, Civics Education (PKn) in elementary schools is still characterized by rote memorization practices and teacher-centered instruction, resulting in underdevelopment of critical thinking skills. This study investigated the effectiveness of web-based digital teaching materials integrated with the Teams Games Tournament (TGT) cooperative learning model in improving fourth-grade elementary school students' critical thinking skills in Civics. A quasi-experimental design with a pre-test and post-test and a non-equivalent control group was used, involving 68 students from two parallel fourth-grade classes at SDN Pleburan 03 Semarang. The experimental group (n = 34) received instruction through a web-based digital teaching material platform incorporating TGT game mechanics, while the control group (n = 34) received conventional textbook-based instruction. Critical thinking skills were measured using a validated essay-based instrument aligned with the six dimensions of critical thinking: interpretation, analysis, evaluation, inference, explanation, and self-regulation. Quantitative data were analyzed using independent sample t-tests and Mann-Whitney U tests, with effect sizes calculated using Cohen's d. Qualitative data were collected through classroom observations and teacher interviews to contextualize the quantitative findings. Results showed a statistically significant increase in critical thinking ability scores among students in the experimental group (M = 79.41, SD = 8.12) compared to the control group (M = 66.18, SD = 9.74), with a large effect size (Cohen's d = 1.47). Thematic analysis of the qualitative data identified three main themes: Digital Engagement as a Catalyst for Curiosity, Collaborative Competition as a Driver of Analytical Thinking, and Teacher Facilitation in Technology-Mediated Environments. These findings confirm that careful integration of digital instructional materials and TGT collaborative mechanisms is a pedagogically and contextually appropriate strategy for fostering critical thinking in elementary-level Citizenship Education in Indonesia.
Exploring Banyumas Local Wisdom as a Contextual Basis for Character Education: Insights from Elementary School Teachers in Indonesia Fadilla Aisah Nurikhsani; Wasino Wasino; Eko Handoyo
Proceedings of International Conference on Science, Education, and Technology Vol. 12 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Local wisdom carries historically and culturally tested values, yet its potential as a foundation for character education in elementary schools often remains unrealized in practice. Banyumas local wisdom, with its distinctive and egalitarian character, represents an underexplored cultural resource in the context of character education. Within the Merdeka Curriculum, which explicitly accommodates local wisdom integration, empirical studies on how Banyumas local wisdom can serve as a contextual basis for character education in elementary schools remain scarce. This study aims to explore Banyumas local wisdom as a contextual basis for character education in elementary schools. Using a descriptive qualitative approach through semi-structured interviews with 15 grade IV–VI teachers in Banyumas Regency, data were analyzed using Braun and Clarke's (2006) thematic analysis. The findings reveal that Banyumas local wisdom carries authentic values closely connected to students' everyday lives. The values of cablaka, collective participation, and egalitarianism prove relevant to elementary students' character formation. Although the Merdeka Curriculum has provided space for integration, local wisdom remains suboptimally utilized due to the absence of structured guidelines. These findings demonstrate that Banyumas local wisdom holds a strong value foundation for character education and urgently warrants development as a structured basis for character learning.
Batik Lasem educational Game as a means of strengthening the dimension of Global Diversity in elementary school students Yanti Sulistyowati; Eko Handoyo; Tri Joko Raharjo
Proceedings of International Conference on Science, Education, and Technology Vol. 12 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Globalization presents both opportunities and challenges in shaping the identity of elementary school students, particularly in maintaining cultural awareness while developing global perspectives. The dimension of global diversity (berkebinekaan global) in the Pancasila Student Profile demands learning innovations that bridge local culture and global values. This study aimed to develop and examine the effectiveness of an educational game based on Batik Lasem in strengthening the global diversity dimension of elementary school students. Batik Lasem was chosen because it represents the acculturation of Javanese, Chinese, and Arabic cultures, making it an authentic medium for cultivating tolerance and respect for cultural differences. The study employed a quasi-experimental design with a pretest-posttest non-equivalent control group. The sample consisted of 64 fifth-grade students from two elementary schools in Rembang Regency, selected through purposive sampling. The experimental group (n=32) used the Batik Lasem educational game, while the control group (n=32) used conventional methods. Data were collected using a validated global diversity attitude scale and a cultural knowledge test, then analyzed using an independent samples t-test and N-Gain analysis. The results showed a significant difference between the two groups (t=7.842; p<0.001) with an effect size of Cohen's d=1.94 (very large category). The N-Gain of the experimental group was 0.71 (high category), while the control group was 0.32 (medium category). These findings indicate that the Batik Lasem educational game is effective as a means of strengthening the global diversity dimension in elementary school students, while preserving local cultural heritage in the digital era.
Institutional Trust as A Governance Mechanism in Dual Governance Systems of Indonesian Private Universities Graverra Personata; Eko Handoyo; Widiyanto Widiyanto
Proceedings of International Conference on Science, Education, and Technology Vol. 12 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Governance effectiveness in Indonesian private universities is often challenged by dual governance arrangements involving foundations and university leadership. While previous studies have primarily explained these relationships through Agency Theory, emphasizing monitoring, control, and accountability mechanisms, limited attention has been given to the role of institutional trust in facilitating effective governance. This study aims to explore how institutional trust functions as a governance mechanism within dual governance relationships in Indonesian private universities. A qualitative multiple-case study design was employed involving four private universities in Indonesia: Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS), Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA), and Universitas Pancasakti Tegal (UPS). Data were collected through semi-structured interviews with foundation representatives, governing board members, rectors, and senior university leaders and analyzed using thematic analysis. The findings revealed four interrelated dimensions through which institutional trust operates. First, transparency and accountability strengthened confidence through open reporting and information sharing. Second, role clarity and clearly defined authority boundaries reduced uncertainty and supported cooperative governance relationships. Third, formal and informal communication facilitated mutual understanding and conflict prevention. Fourth, shared institutional values, including Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), amanah wakaf, and professionalism, reinforced collective commitment to institutional goals. Across all cases, trust emerged as a complementary governance mechanism that supported collaboration between principals and agents alongside formal governance structures. The study concludes that governance effectiveness in private universities cannot be fully explained through traditional Agency Theory alone. A Trust-Based Governance Perspective is proposed, highlighting institutional trust as a critical mechanism that enhances governance effectiveness and institutional sustainability within dual governance environments.
Designing Child-Friendly Digital Comics Integrating Local Wisdom and PBL-SSI for Environmental Disaster Learning Materials in Primary Schools Ika Ari Pratiwi; Eko Handoyo; Isti Hidayah
Proceedings of International Conference on Science, Education, and Technology Vol. 12 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The principle of child-friendly learning emphasizes the importance of providing safe, meaningful, participatory learning experiences that are appropriate to the developmental characteristics of students. However, the learning of science and science in grade IV of primary schools on environmental disaster material encountered obstacles in connecting science concepts with real problems experienced by students. The researchers also found non-optimally utilized digital media that integrated local wisdom. This study analyzed the learning needs of environmental disaster material reviewed from the aspect of media and integration of child-friendly local wisdom; design a child-friendly digital comic that integrates local wisdom and PBL-SSI in disaster material; and identify the characteristics of digital comics that support science and science learning. This Research and Development (R&D) method used the ADDIE model limited to the Analysis and Design stages. The researchers collected through observation, interviews, and document analysis, then analyzed using thematic analysis. The results of the study indicate the need for contextual, interactive, and close-to-student experience learning media. Based on these needs, the researchers designed the digital comic “Pahlawan Lingkungan dari Kesambi”, integrating local wisdom, child-friendly principles, PBL-SSI, QR Code, and Heyzine flipbook. The resulting comic has eight key characteristics that support environmental awareness and critical thinking. This research contributes to the development of a child-friendly digital comic design framework based on local wisdom and PBL-SSI for environmental disaster learning in primary schools.
Co-Authors Achmad Sumali Adhelia Puteri Maharani Agung Tri Prasetya Ahmad Yusuf Haryanto Ahmar Ahmar Ainin Trifilia Mukhoiriyah Alvia Dieska Aurilia Amalia Rahmadhani Amin Yusuf Andarini Permata Cahyaningtyas Andaru Krisna Jati Annisa Putri Ardhi Prabowo Argitha Aricindy Asi Sriwidiastuty Atin Istiarni Aulia Damayanti Bagus Darmawan Bambang Bambang Bayu Tri Prasojo Bunan Dafa Dzaki Ariza Burhanudin, Muhamad Cahyo Budi Utomo Candra Kristiyan Chitra Sintarani Decky Avrilianda Desi Setiyadi Dhina Cahya Rohim Doni Hutagalung Edi Waluyo Eko Armaidi Ellianawati, Ellianawati Erni Suharini Eva Veriani Fadilla Aisah Nurikhsani Farid Ahmadi Fathur Rokhman Febrilla Puspita Sari Fitriyani Fitriyani Graverra Personata Hafida Rahma Hana Sumiati Widjaja Hanafi Hussin Helga Merilla Zafirah Widad Hendri Irawan Hermin Nurhayati Ida Zulaeha Idammatussilmi Idammatussilmi Indah Andri Susanti Indriana Eko Amaidi Indriana Eko Armadi Indriana Eko Armaidi Indriani Eko Armaidi Irna Anjarsari Islakhul Grace Saadah Isti Hidayah Izzatul Afifah Lailasari Ekaningsih Layinatus Sifa Leli Astuni Luqman Rohmad Maghribi Meli Adriani Hotma Hasibuane Misroh Sulaswari Muhammad Hash Hashol Haq Mulyo Widodo Mursidah, Siti Muryadi Muryadi Niniss Margareth Nisa Us Sa&#039;idah Nisrina Azizah Nita Khusnun Nandifa Nora Sara Damayanti Nur Ranika Widyaningrum Okvi Maharani Pratiwi , Ika Ari Puji Destiani Rabeea Mohammed Mansour Imleesha Rahmiati, Devi Reski Amalia Rhodentia Sri Hastuti Tamba Rujiani Rujiani Rusdarti - Sanjung Ariesta Utami Sarwi Sarwi Shelvia Oktavianita Saputri Siti Rahmawati Sri Susilogati Sumarti SRI WARDANI Sucihatiningsih Dian Wisika Prajanti Sukniasih Sukniasih Sunarto Supriyadi Suratno Suratno Suwitno Dedi Nababan Tri Indah Sari Tri Joko Raharjo Triyono Triyono Tutik Wijayanti Unsa Sabrina Wahyu Beny Wahyu Ramdhani Wasino Wasino Widiyanto Widiyanto Winarni Winarni Woro Sumarni Yanti Sulistyowati Yerina Andrianti Yeti Tiara Yulina Ismiyanti Yulina Ismiyanti Yuni Suprapto, Yuni Yunita Kwartarani Zimmy Siringo-Ringo