Claim Missing Document
Check
Articles

Development of a Critical Thinking Assessment Instrument for Earth Changes in Elementary School Science Lessons Nisa Us Sa'idah; Eko Handoyo; Supriyadi; Woro Sumarni
Journal of Environmental and Science Education Vol. 5 No. 1 (2025): Journal of Environmental and Science Education: April 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jese.v5i1.6297

Abstract

This study aims to develop an assessment instrument for critical thinking skills in elementary school science lessons on the topic of Earth's changes, in the form of essay questions that are tested for validity and reliability. The measurement of critical thinking skills uses indicators based on Ennis' framework, which includes providing simple explanations, building basic skills, concluding, providing further explanations, and setting strategies and tactics. The subjects of this study were 28 students from SDN 02 Pekiringanalit, Pekalongan Regency. Data analysis techniques involved content validity testing using Aiken's index. The validity of the assessment instrument was tested using the Rasch Model with the Ministep program to determine validity, calculate reliability, and obtain Cronbach's alpha values. This research is developmental research that applies the 4D development model, simplified into three steps: define, design, and development. The results showed that the critical thinking assessment instrument in the form of essay test questions received an Aiken's content and language validity index of 0.96, which falls into the very valid category. The validity per item obtained an Aiken's index of 0.89, placing it in the high validity category. The item analysis using the Rasch Model yielded a person reliability coefficient of 0.69 and 0.72, which is in the sufficient category. The item reliability was 0.86 and 0.87, which is considered good, and the Cronbach's alpha was 0.77, also considered good.  
Efektivitas LKPD Berbasis Problem-Based Learning (PBL) Berorientasi HOTS terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SD : Systematic Literature Review Shelvia Oktavianita Saputri; Eko Handoyo; Agung Tri Prasetya; Decky Avrilianda
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 2 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i2.4275

Abstract

Penelitian yang dilakukan mempunyai tujuan untuk mendeskripsikan penerapan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis Problem-Based Learning (PBL) berorientasi Higher Order Thinking Skills (HOTS) di Sekolah Dasar dan menganalisis pengaruhnya terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) terhadap 21 artikel jurnal relevan tahun 2021–2025 yang bersumber dari Google Scholar, melalui identifikasi kata kunci, penyaringan berdasarkan kriteria inklusi-eksklusi, ekstraksi data, serta sintesis dan analisis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan LKPD berbasis PBL berorientasi HOTS mendorong keterlibatan aktif siswa, meningkatkan kemampuan analisis, evaluasi, dan sintesis informasi, serta memperkuat pengambilan keputusan berbasis masalah nyata. Seluruh artikel yang dikaji menunjukkan peningkatan berpikir kritis secara konsisten. Selain itu, pendekatan PBL juga mendukung pengembangan karakter siswa, termasuk kolaborasi, refleksi diri, dan apresiasi terhadap keberagaman. Kesimpulannya, LKPD berbasis PBL berorientasi HOTS terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dan mendukung pengembangan karakter siswa SD.
The Effectiveness of Child-Friendly Media on the Reading Interest and Ability of Elementary School Students Rujiani Rujiani; Eko Handoyo; Edi Waluyo
PAEDAGOGIA Vol 29, No 1 (2026): PAEDAGOGIA Jilid 29 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/paedagogia.v29i1.112300

Abstract

This study examined the effectiveness of a child-friendly interactive magnetic board in improving elementary students' reading interest and early reading skills in regular and inclusive classrooms. A convergent parallel mixed-methods design was used to integrate quantitative and qualitative evidence. Participants were 12 students selected purposively from two schools: six Grade-1 students from SD Negeri Tlogowungu 02 (regular setting) and six Grade-2 students from SD Negeri Trangkil 06 (inclusive setting with diverse learning needs). Reading interest was assessed through structured observations (attention, enthusiasm, verbal response, participation), while reading skills were measured using a teacher-administered early literacy test (letter recognition, word decoding, and simple sentence reading). Quantitatively, median reading-skill scores increased from 52.0 to 78.5 in the regular class and from 45.0 to 70.0 in the inclusive class after two intervention sessions; Wilcoxon signed-rank analysis indicated improvement in both groups (p = 0.031). Qualitative findings showed higher engagement, longer on-task behavior, and increased willingness to read aloud. The interactive magnetic board functioned as a child-friendly multisensory medium (visual, auditory, tactile) that supported motivation and literacy participation, including among students with learning difficulties. The study concludes that the media is a feasible and inclusive instructional tool for early literacy instruction, while also noting the need for larger samples and longer intervention periods in future studies
Penguatan Pendidikan Anti Korupsi Melalui Literasi Anti Korupsi di SMP Negeri 12 Semarang Bagus Darmawan; Eko Handoyo; Sunarto; Wahyu Beny
Unnes Civic Education Journal Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ucej.v9i4.2945

Abstract

 Semakin tingginya kasus korupsi yang terjadi di Indonesia, maka penguatan pendidikan anti korupsi sangat diperlukan agar peserta didik senantiasa melakukan kegiatan positif yang mendukung pencegahan korupsi. Melalui literasi anti korupsi, peserta didik dapat memahami dengan lebih mudah mengenai konsep implementasi nilai-nilai anti korupsi dengan cara  membaca, menulis, menyampaikan pendapatnya dan kegiatan literasi lainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan, peran sekolah, dan dampak pendidikan anti korupsi melalui literasi anti korupsi pada sikap peserta didik diSMP Negeri 12 Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian berada di SMP Negeri 12 Semarang. Fokus penelitiani ini adalah pelaksanaan, peran sekolah, dan dampak penguatan pendidikan anti korupsi melalui literasi anti korupsi terhadap sikap peserta didik. Sumber data diperoleh dari sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan wawancara, dokumentasi, dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pelaksanaan pendidikan anti korupsi melalui literasi anti korupsi dilakukan dengan dua bentukyaitu pembelajaran materi sisipan dan pembiasaan literasi anti korupsi yaitu; selasa integritas, diary kejujuran, orange jus, seminar anti korupsi, dan majalah cemara. (2) Peran sekolah terbagi menjadi tugas yaitu; kepala sekolah sebagai penentu kebijakan, menjadi teladan, evaluasi, kolaborasi, dan kampanye anti korupsi; wakil kepala sekolah bidang kesiswaan sebagai koordinator kegiatan peserta didik, pemantauan, pembinaan sikap, dan mendukung literasi anti korupsi; dan guru PPKn sebagai koordinator pendidikan anti korupsi, integrasi pembelajaran, pengembangan media dan stimulasi pemikiran kritisanti korupsi. (3) Dampak penguatan pendidikan anti korupsi melalui literasi anti korupsi terhadap sikap peserta didik yaitu meningkatnya sikap kepedulian, kejujuran, disiplin, tanggung jawab, berani, adil, gotong royong, dan kerja keras dalam menanggapi permasalahan lingkungan sosial di SMP Negeri 12 Semarang. Simpulan penelitian ini adalah pelaksanaan pembelajaran dan pembiasaan, keikutsertaan peran sekolah dalam mendukung literasi anti korupsi dapat berdampak positif terhadap sikap peserta didik dalam mengimplementasikan nilai-nilai anti korupsi dalam kehidupan sehari-hari. Saran peneliti(1) Dinas pendidikan Kota Semarang menginstruksikan mata pelajaran anti korupsi sendiri. (2) Sekolah membuat anggaran anggaran khusus pendidikan anti korupsi. (3) Pimpinan, guru, dan karyawan lebih kosisten memberikan contoh anti korupsi. (4) Sekolah membuat kampanye dan apresiasi dalam bentuk lomba literasi anti korupsi. 
Peran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga Dalam Pelestarian Kearifan Lokal Pada Kesenian Wayang Suket Ahmad Yusuf Haryanto; Eko Handoyo
Unnes Civic Education Journal Vol. 11 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ucej.v11i1.58233

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga dalam pelestarian kearifan lokal pada Kesenian Wayang Suket serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam upaya tersebut di tengah arus modernisasi dan globalisasi. Wayang Suket merupakan kesenian tradisional khas Desa Wlahar, Kabupaten Purbalingga, yang terbuat dari rumput kasuran dan telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia pada tahun 2020. Namun demikian, kesenian ini menghadapi ancaman kepunahan serius akibat krisis regenerasi dan minimnya minat generasi muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, dokumentasi, dan wawancara mendalam. Kerangka teori yang digunakan meliputi Teori Kebijakan Publik Thomas R. Dye, Teori Peran, dan Teori Pelestarian Budaya (Perlindungan, Pengembangan, Pemanfaatan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga telah menjalankan peran representatif sebagai regulator, edukator, dan fasilitator melalui: (1) Perlindungan berupa legitimasi hukum penetapan WBTb nasional dan pendataan dalam Dapobud; (2) Pengembangan melalui inovasi produk, promosi digital, serta integrasi pelatihan berkala; dan (3) Pemanfaatan dengan menjadikan Wayang Suket sebagai ikon daerah dalam festival budaya. Faktor penghambat meliputi kerumitan teknik anyaman, keterbatasan bahan baku musiman, dan program pembinaan yang masih bersifat insidental.
ANALISIS TEMUAN PENELITIAN TENTANG PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERBASIS KEARIFAN LOKAL PADA MATERI IPAS DI SEKOLAH DASAR: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Nita Khusnun Nandifa; Eko Handoyo; Hanafi Hussin; Indriana Eko Armadi
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Public
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.13295

Abstract

This study analyzes research findings on the implementation of Contextual Teaching and Learning (CTL) based on local wisdom in elementary school IPAS learning. The study addresses the limited integration of cultural context in classroom practices, which reduces the relevance and effectiveness of learning. The objective is to synthesize empirical evidence related to learning outcomes and cultural awareness. This research applies a Systematic Literature Review (SLR) using the PRISMA approach. The initial search identified 500 articles, which were systematically screened and reduced to 20 eligible studies based on predetermined inclusion criteria. The findings indicate that local wisdom-based CTL consistently improves cognitive learning outcomes, student engagement, and cultural awareness. Most studies show a positive trend in strengthening both cognitive and affective domains. The integration of real-life cultural contexts makes learning more meaningful, relevant, and closely connected to students’ experiences. These results confirm that contextual learning based on local wisdom is effective in supporting IPAS learning in elementary schools. Future research is recommended to examine its implementation across diverse educational contexts and to develop adaptive learning models based on local characteristics.
CYBER GROOMING PADA ANAK: ANALISIS FAKTOR RISIKO, DAMPAK PSIKOSOSIAL, DAN PELANGGARAN HAK ANAK DALAM PERSPEKTIF SDGs 16 Chitra Sintarani; Eko Handoyo; Edi Waluyo
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Public
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.13419

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena cyber grooming pada anak di Indonesia melalui kajian terhadap faktor risiko, dampak psikososial, serta pelanggaran hak anak dalam perspektif Sustainable Development Goals (SDGs) 16.2. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research), yang memanfaatkan berbagai sumber ilmiah bereputasi, laporan lembaga internasional, serta data nasional yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa cyber grooming merupakan fenomena yang terbentuk melalui interaksi kompleks antara aspek individu, keluarga, sekolah, dan lingkungan digital. Proses grooming berlangsung secara bertahap dan manipulatif, dimulai dari pembentukan kepercayaan hingga eksploitasi, sehingga sulit dikenali pada tahap awal. Dampak yang ditimbulkan bersifat multidimensional, mencakup gangguan emosional, penurunan kepercayaan diri, hambatan relasi sosial, serta penurunan performa akademik. Selain itu, praktik cyber grooming merepresentasikan pelanggaran serius terhadap hak anak, khususnya dalam aspek perlindungan, keamanan, dan kesejahteraan. Dalam perspektif SDGs 16.2, fenomena ini menunjukkan adanya kesenjangan antara komitmen global dan implementasi di lapangan, terutama akibat keterbatasan sistem dalam mengantisipasi kekerasan digital yang bersifat tersembunyi. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan berbasis sistem yang adaptif, mencakup penguatan indikator, deteksi dini, serta respons kebijakan yang terintegrasi untuk mendukung upaya penghapusan kekerasan terhadap anak di era digital.
Resiliensi Digital Anak Sekolah Dasar dalam Menghadapi Risiko Eksploitasi Daring: Analisis Peran Keluarga, Sekolah, dan Tata Kelola Perlindungan Anak Berbasis SDGs 16.2 Wahyu Ramdhani; Eko Handoyo; Edi Waluyo
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.13492

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis resiliensi digital anak sekolah dasar dalam menghadapi risiko eksploitasi daring dengan menelaah peran keluarga, sekolah, dan tata kelola perlindungan anak berbasis SDGs 16.2. Perkembangan teknologi digital telah membuka ruang baru bagi anak untuk belajar, berkomunikasi, dan berpartisipasi, tetapi juga menghadirkan risiko seperti kontak dengan orang asing, manipulasi emosional, penyalahgunaan data pribadi, paparan konten berbahaya, perundungan siber, dan eksploitasi berbasis teknologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan. Data diperoleh dari artikel ilmiah, laporan lembaga internasional, dokumen kebijakan, dan regulasi nasional yang relevan dengan perlindungan anak di ruang digital. Analisis dilakukan secara tematik dengan menelaah lima tema utama, yaitu risiko eksploitasi daring, resiliensi digital anak, digital parenting, pendidikan keamanan digital di sekolah, dan tata kelola perlindungan anak. Hasil kajian menunjukkan bahwa resiliensi digital tidak dapat dipahami hanya sebagai kemampuan individu anak dalam menggunakan teknologi, tetapi sebagai kapasitas yang dibentuk melalui dukungan keluarga, sekolah, kebijakan negara, dan desain platform digital yang aman. Keluarga berperan melalui pendampingan dan komunikasi terbuka, sedangkan sekolah berperan melalui pendidikan keamanan digital dan mekanisme pelaporan. Tata kelola perlindungan anak diperlukan untuk memperkuat regulasi, pengawasan platform, layanan pelaporan, dan prinsip child safety by design. Penelitian ini menegaskan bahwa resiliensi digital merupakan strategi preventif dalam mendukung pencapaian SDGs 16.2, khususnya penghapusan kekerasan, eksploitasi, dan perlakuan salah terhadap anak di era digital.
PERAN KOMISI PERLINDUNGAN ANAK INDONESIA (KPAI) DALAM PENANGANAN KASUS KEKERASAN TERHADAP ANAK Achmad Sumali; Eko Handoyo; Edi Waluyo
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.13834

Abstract

Child violence remains a serious problem in Indonesia that requires comprehensive handling from various parties. The Indonesian Child Protection Commission (KPAI) as a state institution has a strategic role in supervising, monitoring, and advocating for children's rights. This study aims to describe and analyze the role of KPAI in handling cases of violence against children in Indonesia. Using qualitative descriptive research methods through library research, data was collected from official KPAI documents, government regulations, journal articles, and relevant reference books. The results show that KPAI's role covers three main dimensions: (1) supervision and monitoring of child protection policies; (2) mediation and case handling through an integrated complaint system; and (3) advocacy, socialization, and collaboration with related agencies. However, in its implementation, KPAI faces significant challenges including limited authority, inadequate human resources, and weak coordination between institutions. This study concludes that strengthening KPAI's institutional capacity and synergy between government, society, and family is essential for effective child protection in Indonesia.
DAMPAK PSIKOLOGIS KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA TERHADAP PERKEMBANGAN EMOSIONAL ANAK Luqman Rohmad Maghribi; Eko Handoyo; Edi Waluyo
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.13861

Abstract

Domestic violence (KDRT) experienced by children, both as direct victims and as witnesses, has a profound and lasting impact on their emotional development. The complex psychological effects include emotional disorders, anxiety, post-traumatic stress disorder (PTSD), depression, low self-esteem, and difficulty establishing healthy interpersonal relationships. This study aims to describe and analyze the psychological impact of domestic violence on children's emotional development. Using a qualitative descriptive method through a library research approach, data was collected from scientific journal articles, official policy documents, and relevant reference books published between 2018 and 2026. The results show that domestic violence significantly disrupts children's emotional regulation, triggers long-term behavioral disorders, and impairs cognitive and social development. Early detection, psychosocial intervention, and family ecosystem strengthening are identified as the main pillars of effective recovery. This study concludes that a multidisciplinary collaborative approach involving families, schools, and government institutions is essential for the holistic protection and recovery of child victims of domestic violence.
Co-Authors Achmad Sumali Adhelia Puteri Maharani Agung Tri Prasetya Ahmad Yusuf Haryanto Ahmar Ahmar Ainin Trifilia Mukhoiriyah Alvia Dieska Aurilia Amalia Rahmadhani Amin Yusuf Andarini Permata Cahyaningtyas Andaru Krisna Jati Annisa Putri Ardhi Prabowo Asi Sriwidiastuty Atin Istiarni Aulia Damayanti Bagus Darmawan Bambang Bambang Bayu Tri Prasojo Bunan Dafa Dzaki Ariza Burhanudin, Muhamad Cahyo Budi Utomo Candra Kristiyan Chitra Sintarani Decky Avrilianda Desi Setiyadi Dhina Cahya Rohim Edi Waluyo Eko Armaidi Ellianawati, Ellianawati Erni Suharini Eva Veriani Fathur Rokhman Febrilla Puspita Sari Fitriyani Fitriyani Hafida Rahma Hana Sumiati Widjaja Hanafi Hussin Helga Merilla Zafirah Widad Hendri Irawan Hermin Nurhayati Ida Zulaeha Idammatussilmi Idammatussilmi Indah Andri Susanti Indriana Eko Armadi Indriana Eko Armaidi Indriani Eko Armaidi Irna Anjarsari Islakhul Grace Saadah Izzatul Afifah Lailasari Ekaningsih Layinatus Sifa Leli Astuni Luqman Rohmad Maghribi Meli Adriani Hotma Hasibuane Misroh Sulaswari Muhammad Hash Hashol Haq Mulyo Widodo Mursidah, Siti Muryadi Muryadi Niniss Margareth Nisa Us Sa'idah Nisrina Azizah Nita Khusnun Nandifa Nora Sara Damayanti Nur Ranika Widyaningrum Okvi Maharani Puji Destiani Rabeea Mohammed Mansour Imleesha Rahmiati, Devi Reski Amalia Rhodentia Sri Hastuti Tamba Rujiani Rujiani Rusdarti - Sanjung Ariesta Utami Sarwi Sarwi Shelvia Oktavianita Saputri Siti Rahmawati Sri Susilogati Sumarti SRI WARDANI Sucihatiningsih Dian Wisika Prajanti Sukniasih Sukniasih Sunarto Supriyadi Suratno Suratno Suwitno Dedi Nababan Tri Indah Sari Triyono Triyono Tutik Wijayanti Unsa Sabrina Wahyu Beny Wahyu Ramdhani Wasino Wasino Winarni Winarni Woro Sumarni Yerina Andrianti Yeti Tiara Yulina Ismiyanti Yulina Ismiyanti Yuni Suprapto, Yuni Yunita Kwartarani Zimmy Siringo-Ringo