Claim Missing Document
Check
Articles

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PASTA GIGI HERBAL DENGAN PASTA GIGI NON HERBAL TERHADAP PENURUNAN INDEKS PLAK GIGI Oroh, Edward S.; Posangi, Jimmy; Wowor, Vonny N. S.
e-GiGi Vol 3, No 2 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.2.2015.10020

Abstract

Abstract: Plaque control is an attempt to remove and prevent the plaque accumulation on the tooth surface. Brushing teeth is an effective method in controlling plaque. Plaque control is equipped by additional active ingredients in toothpaste form. The addition of herbal ingredients in toothpaste expected to inhibit the growth of plaque because it as the ability to inhibit the growth of microbes. This study aimed to compare the effectiveness of herbal toothpaste and non herbal toothpaste in reducing plaque index. This was a quasy experimental study using a pretest-postest group design. Thirty subjects were taken by simple random sampling method and divided into 2 groups. Fifteen subjects of first group used herbal toothpastes and 15 subjects of the second group used non herbal toothpaste. This study held on one day only. Plaque indices were recorded according to Loe and Sillness plaque index. Paired t-test was used to compare the effectiveness of herbal toothpaste and non herbal toothpaste in reducing plaque index. The result showed that there was statistically significant difference reductions of plaque index before and after intervention of both group. Paired t-test statistical test showed p=0,000 (p<0,05) that indicated there were statistically significant difference beetwen plaque index of brushing with herbal toothpaste and non herbal toothpaste. Conclusion: There was differences in effectiveness between herbal toothpaste and non herbal toothpaste in reducing plaque index. Herbal toothpaste was more effective to reduce plaque index.Keywords: herbal toothpaste, non herbal toothpaste, plaque indexAbstrak: Pengendalian plak merupakan upaya membuang dan mencegah penumpukan plak pada permukaan gigi. Menyikat gigi merupakan metode yang efektif dalam mengendalikan plak gigi. Penambahan kandungan herbal pada pasta gigi diharapkan dapat menghambat pertumbuhan plak karena memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan mikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas pasta gigi herbal dengan pasta gigi non herbal terhadap penurunan indeks plak. Penelitian ini merupakan penelitian quasy experimental dengan rancangan pre test post test group. Tiga puluh sampel diambil dengan metode simple random sampling dan dibagi dalam dua kelompok. Lima belas sampel pada kelompok pertama menggunakan pasta gigi herbal dan 15 sampel pada kelompok kedua menggunakan pasta gigi non herbal. Penelitian ini dilaksanakan hanya dalam satu hari. Indeks plak diukur berdasarkan indeks plak Loe and Sillness. Uji t berpasangan digunakan untuk membandingkan perbandingan efektivitas pasta gigi herbal dengan yang non herbal terhadap penurunan indeks plak gigi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan penurunan indeks plak gigi sebelum dan sesudah intervensi pada kedua kelompok. Uji t berpasangan menunjukkan p=0,000 (p<0,05) yang berarti terdapat perbedaan bermakna antara penggunan pasta gigi herbal dan pasta gigi non herbal terhadap penurunan indeks plak gigi. Pasta gigi herbal lebih efektif menurunkan indeks plak dibandingkan pasta gigi non herbal.Kata kunci: pasta gigi herbal, pasta gigi non herbal, indeks plak gigi
Uji daya hambat jamur endofit rimpang lengkuas (Alpinia galanga l.) terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus Putri, Vita A.D; Posangi, Jimmy; Nangoy, Edward; Bara, Robert A.
e-Biomedik Vol 4, No 2 (2016): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v4i2.14665

Abstract

Abstract: Endophytic fungi could be used as an alternative antibiotic because it produced bioactive compounds, which are developed as basic ingredients for medicine such as antibiotic, antioxcide, anticancer. Endophytic fungi can be isolated from Rhizome of Alpinia galanga L. which is abundant in Indonesia. The aim of this study was to find the inhibiting zone of endophytic fungi rhizome of Alpinia galanga L. to the growth of Staphylococcus aueus and Escherichia coli. This was an experimental laboratory study using modified Kirby-Bauer well diffusion technique in Marine Pharmaceutical and Biology Molecular laboratory of FPIK faculty in Sam Ratulangi University. Endophytic fungi were produced by Rhizome of Alpinia galanga L. which are cultured in carbohydrate-rich media. Then, it produced various fungi isolate, which is being used for testing its bioactiy to Staphylococcus aureus and Escherichia coli. The results showed that only 2 isolates of endophytic fungi that have inhibitory and the range of the average value of inhibition zone endophytic fungi rhizome of Alpinia galanga L. against Staphylococcus aureus 19 mm to 21.3 mm, while the Escherichia coli 21.3 mm to 22.3 mm. Conclusion: Endophytic fungi Rhizome of Alpinia galanga L. could inhibit the bacterial growth of Staphylococcus aureus and Escherichia coli.Keywords: Staphylococcus aureus, Escherichia coli, endophytic fungi Abstrak: Jamur endofit salah satu sumber bahan baku obat yang memproduksi senyawa bioaktif potensial dalam menghasilkan efek antibiotik, antikanker, antioksidan. Jamur endofit dapat ditemukan pada tanaman Lengkuas Alpinia galanga L. yang banyak terdapat di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat jamur endofit terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Jenis penelitian ialah eksperimental laboratorik dengan modifikasi Kirby-Bauer sumuran di Laboratorium Biologi Molekular dan Farmasetika Laut FPIK-UNSRAT. Jamur endofit yang dihasilkan dari rimpang Lengkuas Alpinia galanga L. yang dikultur dalam media kaya karbohidrat menghasilkan berbagai isolat jamur yang kemudian diuji bioaktivitasnya terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Hasil penelitian mendapatkan hanya 2 isolat jamur endofit yang memiliki daya hambat dan kisaran nilai rata-rata zona hambat jamur endofit rimpang Lengkuas Alpinia galanga L. terhadap Staphylococcus aureus 19 mm sampai dengan 21,3 mm, sedangkan terhadap Escherichia coli 21,3 mm sampai dengan 22,3 mm. Simpulan: Jamur endofit rimpang lengkuas Alpinia galanga L. dapat menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Daya hambat jamur endofit lebih besar pada Escherichia coli daripada Staphylococcus. Kata kunci: Staphylococcus aureus, Escherichia coli, jamur endofit
Uji Efek Antibakteri Chromodoris dianae terhadap Bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus Kipimbob, Eflentina; Bara, Robert; Wowor, Pemsi M.; Posangi, Jimmy
e-Biomedik Vol 7, No 1 (2019): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v7i1.23534

Abstract

Abstract: This study was aimed to evaluate the antibacterial effect of Chromodoris dianae on E.coli and S. aureus. This was an experimental study. Samples of Chromodoris dianae was taken from Bunaken waters by diving. Extract of Chromodoris dianae was obtained by using maceration technique with 96% etanol. Antibacterial activity of this extract was tested by using the Kirby-Bauer method. The results showed that the mean diameter of the inhibition zone of E. coli was 22.3±1.5 mm and of S. aureus was 23.0±1.0 mm; both were were less than of ciprofloxacin as the positive control repeated for three times. Conclusionn: Chromodoris dianae has antibacterial effects on the growth of Escherichia coli and Staphylococcus aureus.Keywords: Chromodoris dianae, Staphylococcus aureus, Escherichia coli Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk melihat adanya efek antibakteri dari Chromodoris dianae terhadap bakteri E.coli dan S. aureus. Jenis penelitian ialah eksperimental. Sampel Chromodoris dianae diambil dari perairan Bunaken dengan cara menyelam. Ekstrak Chromodoris dianae dibuat dengan cara maserasi menggunakan etanol 96%. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan menggunakan metode Kirby-Bauer. Hasil penelitian menunjukkan adanya zona hambat terhadap E. coli dan S. aureus dengan rerata diameter 22,3±1,5 mm dan 23,0±1,0 mm, yang lebih kecil daripada rerata diameter kontrol positif siprofloksasin pada tiga kali pengulangan. Simpulan: Chromodoris dianae memiliki efek antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.Kata kunci: Chromodoris dianae, Staphylococcus aureus, Escherichia coli
UJI EFEK PEMBERIAN ASAM MEFENAMAT SEBELUM PENCABUTAN GIGI TERHADAP DURASI AMBANG NYERI SETELAH PENCABUTAN GIGI ., Febriana; Posangi, Jimmy; Hutagalung, Bernat S. P.
e-GiGi Vol 3, No 2 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.2.2015.10019

Abstract

Abstract: The action tooth extraction is one of the medical procedures that makes the patient feel fear and anxiety, the pain felt is one of reason for the patient’s fear and anxiety to go to the dentist. Pain is an unpleasant taste and cause suffering and pain. For the reduction of fear and anxiety, operator must perform good preparation before doing tooth extraction or revocation action. Preparations that can be done by operator one of them to overcome pain in patients by administration of analgesic and local anesthesia given. The purpose on this study is to determine the effect of mefenamic acid given before tooth extraction for the duration of the threshold of pain after tooth extraction action.The research method used is a quasi experimental design post test only with control design. The sampling used is purposive sampling based on inclusion and exclusion criteria with a sample of 20 patients, 10 patients as test group were given the drugs and 10 patients with the control were not given the drug was conducted in August-September 2015. The data is processed and analyzed bivariat and presented in the form of a frequency distribution table.Based on the result of research shows after tooth extraction, that the duration of the patient’s pain threshold in a given mefenamic acid before tooth extraction longer than with a patient not given mefenamic acid before tooth extraction. The average duration successive is 3 hours 28 minutes and 2 hours 11 minutes, so the difference of duration of 1 hours 17 minutes. Conclusion: Mefenamic acid given before tooth extraction extended the duration of pain threshold after tooth extraction.Keywords: tooth extraction, mefenamic acid, the duration of the pain threshold.Abstrak: Tindakan pencabutan gigi merupakan salah satu tindakan medis yang membuat pasien merasa takut dan cemas, nyeri yang dirasakan adalah salah satu alasan pasien untuk takut dan cemas pergi ke dokter gigi. Nyeri yaitu rasa yang tidak menyenangkan dan menimbulkan derita serta rasa sakit. Untuk mengurangi rasa takut dan cemas, operator harus melakukan persiapan yang baik sebelum melakukan tindakan pencabutan. Persiapan yang dapat dilakukan oleh operator salah satunya mengatasi nyeri pada pasien yaitu dengan pemberian analgesik dan anastesi lokal. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui efek pemberian asam mefenamat sebelum pencabutan gigi terhadap durasi ambang nyeri setelah tindakan pencabutan gigi. Metode penelitian yaitu eksperimental quasi dengan rancangan post test only with control design. Pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi dengan jumlah sampel 20 pasien, 10 pasien sebagai kelompok uji (diberi obat) dan 10 pasien kelompok kontrol (tidak diberi obat) dilakukan pada bulan Agustus-September 2015. Data diolah dan dianalisis secara bivariat dan disajikan dengan distribusi frekuensi dalam bentuk tabel. Hasil penelitian memperlihatkan setelah pencabutan gigi, durasi ambang nyeri pada pasien yang diberikan asam mefenamat sebelum pencabutan gigi lebih lama dibandingkan dengan pasien yang tidak diberikan asam mefenamat sebelum pencabutan gigi. Rata-rata durasi berturut-turut 3 jam 28 menit dan 2 jam 11 menit, jadi selisihnya yaitu 1 jam 17 menit. Simppulan: Pemberian asam mefenamat sebelum pencabutan gigi memperpanjang durasi ambang nyeri setelah pencabutan gigi.Kata kunci: pencabutan gigi, asam mefenamat, durasi ambang nyeri
UJI EFEK ANALGESIK EKSTRAK ETANOL KELOPAK BUNGA MATAHARI (Helianthus annuus Linn.) PADA MENCIT SWISS (Mus musculus) Irianty, Citra R.; Posangi, Jimmy; Wowor, P. M.
e-Biomedik Vol 2, No 2 (2014): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v2i2.5429

Abstract

Abstrak: Penggunaan tanaman obat semakin berkembang luas di masyarakat, salah satunya yaitu bunga matahari (Helianthus annuus L.). Tumbuhan ini dipercaya memiliki berbagai khasiat, diantaranya sebagai analgesik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek analgesik dari ekstrak etanol kelopak bunga matahari (Helianthus annuus L.) pada mencit Swiss (Mus musculus). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan metode rangsangan panas berupa suhu 55°C. Pada penelitian ini digunakan hewan uji berupa mencit jantan yang dibagi dalam 3 kelompok masing-masing terdiri dari 3 ekor. Kelompok I kontrol negatif diberi Aquades 0,3 ml, kelompok II kontrol positif diberi Tramadol 0,18 mg/20grBB mencit dan kelompok III perlakuan diberi ekstrak etanol kelopak bunga matahari 0,3 ml untuk tiap mencit. Penelitian dilakukan selama 1 menit dengan menilai respon mencit berupa meloncat dan atau menjilat kakinya sebagai reaksi untuk mengurangi nyeri. Dari hasil percobaaan dengan pemberian rangsang panas berupa suhu 55°C menunjukkan bahwa respon mencit yang diberikan 0,3 ml ekstrak etanol kelopak bunga matahari, mulai menurun di menit ke-30 dan mencapai maksimal pada menit ke-90. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa ekstrak etanol kelopak bunga matahari (Helianthus annuus L.) memiliki efek analgesik terhadap mencit Swiss.     Abstract: Sunflower (Helianthus annuus L.) is one of medical herbs where the use of medical plants is getting growth on social community. Those plants believed has many efficacious, one of them was as  analgesic. The aim of this research is to know the analgesic effect of ethanol extract of sunflowers petals (Helianthus annuus L.) in Swiss mice (Mus musculus). This study is an experimental study using heat stimuli of 55°C. This study used male mice which were divided into 3 groups each consisting of three mice. Group I was given distilled water and act as negative control which were given 0,3 ml, group II as positive control were given  0,18 mg/20grBB mice of Tramadol and the group III were given sunflower petals ethanol extract of 0,3 ml. An observation was carried out for 1 minute with expexted response being jumping and licking as a reaction to reduce pain. Results obtained by appling heat stimuli in the temperature of 55°C showed that sunflower petals ethanol extract in the dosase of 0,3 ml of ethanol extract sunflowers petals, start to decline in the 30th minute and reached a maximum in the 90th minute. From the result of this study found that ethanol extract of sunflower petals (Helianthus annuus L.) has an analgesic effect on Swiss mice.
GAMBARAN EFEK PEMBERIAN ANESTESI LOKAL DENGAN TEKNIK BLOK MANDIBULA FISHER PADA PEMINUM ALKOHOL Gugule, Ayu S.; Posangi, Jimmy; Mariati, Ni Wayan
e-GiGi Vol 1, No 1 (2013): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.1.1.2013.1924

Abstract

Abstract: The habit of consuming alcoholic beverages have special characteristics when dealing with drugs, especially related to the anesthesia, when compared with those who did not consume alcoholic beverages because alcohol may alter the response to drugs given simultaneously. Anesthetic drugs and alcohol has the same content, namely the content of ether. Ether is a substance that is widely used as an anesthetic in medicine today. This study aims to describe the provision of local anesthetic effects with mandibular block technique fisher drinkers of alcoholic beverages and also to know the reaction to anesthesia and anesthesia reaction ratio. The research was conducted in a non-descriptive statistics, the data processing and analysis is based on data which is then treated observations described qualitatively. The data is processed and presented in tables and described textually. The results of research on the treatment of anesthesia and extraction indicate that there are differences in the duration of time to react calculated from first injection until such time as the disappearance of pain at the time of extraction. Similarly, there are differences in the duration of time when anesthesia is performed on the area of ​​the lips, tongue, buccal mucosa, and lingual mucosa based on the amount of alcohol you drink and the alcohol content. Keywords: Anesthesia, Mandibular block fisher, Alcoholic beverages.   Abstrak: Kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol memiliki karakteristik khusus bila berhubungan dengan obat-obatan, terlebih berkaitan dengan anestesi, jika dibanding dengan orang yang tidak mengonsumsi minuman beralkohol karena alkohol dapat merubah respon terhadap obat yang diberikan secara bersamaan. Obat anestesi dan alkohol mempunyai kandungan yang sama yaitu kandungan eter. Eter ialah suatu zat yang banyak digunakan sebagai anestesi dalam dunia kedokteran hingga saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pemberian efek anestesi lokal dengan teknik blok mandibula fisher pada peminum minuman beralkohol dan juga untuk mengetahui masa reaksi anestesi serta perbandingan reaksi anestesi. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif non-statistik, yaitu pengolahan data dan analisis  yang  didasarkan pada data hasil observasi perlakuan yang kemudian dijelaskan secara  kualitatif. Data  diolah dan disajikan  dalam bentuk tabel serta diuraikan secara tekstual. Hasil penelitian pada perlakuan  anestesi dan ekstraksi menunjukkan bahwa  terdapat perbedaan durasi masa bereaksi dihitung dari injeksi pertama sampai dengan waktu hilangnya rasa sakit pada saat dilakukan ekstraksi. Begitu pula terdapat perbedaan durasi waktu ketika anestesi dilakukan pada area bibir, lidah, mukosa bukal dan mukosa lingual berdasarkan jumlah alkohol yang diminum serta kandungan kadar alkohol. Kata kunci: Anestesi, Blok mandibula fisher, Minuman beralkohol.
Uji daya hambat ekstrak etanol daun srikaya (Annona squamosa) terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus Tansil, Alberta Y.M.; Nangoy, Edward; Posangi, Jimmy; Bara, Robert A.
e-Biomedik Vol 4, No 2 (2016): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v4i2.14344

Abstract

Abstract: Srikaya leaf contains terpenoid, polyphenol, alkaloid, and flavonoid that can potentially be an antibacterial. This study was aimed to obtain the potency of srikaya leaf extract against Staphylococcus aureus (ATCC25923) and Escherichia coli (ATCC11229). This was an experimental laboratory study using the Kirby-Bauer modified well diffusion technique in the Phytochemistry and Microbiology Laboratory of MIPA Faculty at Sam Ratulangi University. Srikaya leaf extract was obtained by using ethanol maceration technique. The concentrations of the extract were as follows: 50%, 25%, and 12.5%. Ciprofloxacin was used as the positive control while CMC as the negative one. The results showed that CMC did not have any inhibition zone around the well. Ciprofloxacin showed the largest mean diameters of inhibition zones: 35.78 mm against E.coli and 36.55 mm against S.aureus. The mean diameters of inhibition zones of Srikaya leaf extract 50% were 9.13 mm against E.coli and 13.78 mm against S.aureus. The mean diameters of inhibition zones of Srikaya leaf extract 25% were 7.8 mm against E.coli and 13.55 mm agaisnt S.aureus. Meanwhile, the mean diameters of inhibition zones of srikaya leaf extract 12.5% were 7.05 mm against E.coli and 11.31mm agaimst S.aureus. Conclusion: Srikaya leaf extract could potentially inhibit the growth of S.aureus and E.coli. The srikaya leaf extract could inhibit S.aureus more effectively than E.coli.Keyword: antibacterial, srikaya leaf extract, Staphylococcus aureus, Escherichia coli  Abstrak: Daun Srikaya mengandung terpenoid, fenolik, alkaloid, dan flavonoid yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui uji daya hambat ekstrak daun srikaya terhadap Staphylococcus aureus (ATCC25923) dan Escherichia coli (ATCC11229). Jenis penelitian ialah eksperimental laboratorium dengan modifikasi Kirby-Bauer sumuran di Laboratorium Fitokimia dan Mikrobiologi Fakultas MIPA Universitas Sam Ratulangi. Ekstrak daun srikaya diperoleh dari proses maserasi dengan etanol 96%. Konsentrasi ekstrak kental yang digunakan ialah 50%, 25%, 12,5%. Siprofloksasin digunakan sebagai kontrol positif dan CMC sebagai kontrol negatif. Hasil penelitian mendapatkan CMC tidak mempunyai zona hambat. Siprofloksasin memiliki diameter zona hambat yang paling besar. Rerata diameter zona hambat yang dihasilkan oleh siprofloksasin ialah 35,78 mm terhadap bakteri E.coli dan 36,55 mm terhadap S.aureus. Rerata diameter zona hambat ekstrak daun srikaya 50% ialah 9,13 mm terhadap E.coli dan 13,78 mm terhadap bakteri S.aureus. Rerata diameter zona hambat ekstrak daun srikaya 25% ialah 7,8 mm terhadap E.coli dan 13,25 mm terhadap S.aureus. Rerata diameter zona hambat ekstrak daun srikaya 12,5% ialah 7,05 mm terhadap E.coli dan 11,31 mm terhadap S.aureus. Simpulan: Ekstrak daun srikaya berpotensi memiliki efek daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri S.aureus dan E.coli. Daya hambat ekstrak daun srikaya lebih besar terhadap S.aureus daripada E.coli.Kata kunci: antibakteri, ekstrak daun srikaya, Staphylococcus aureus, Escherichia coli
UJI EFEK ANTIBAKTERI JAMUR ENDOFIT AKAR TUMBUHAN BAKAU (SONNERATIA ALBA) TERHADAP BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS DAN ESCHERICHIAE COLI Faraknimella, Titi L.; Bara, Robert; Wowor, Pemsi M.; Posangi, Jimmy
eBiomedik Vol 3, No 3 (2015): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.3.3.2015.10144

Abstract

Abstract: Mangrove has been known long to have many benefits. One of the mangrove species that believed to have antimicrobial effects is Sonneratia alba. The objective of the study was to evaluate any antibacterial effect of the endophytic fungi isolated from the roots of Sonneratia alba toward the growth of Staphylococcus aureus and Eschericiae coli, using the combination method of PDA (Potato Dextrose Agar) and NA (Nutrient Agar). From the result we found two types of endophytes. Black and white colored fungus obtained from Sonneratia alba roots. Both fungi have the effect to inhibit the growth of Staphylococcus aureus and Eschericiae coli bacterial tested.Keywords: endophyte, Sonneratia alba, antibacterial, staphylococcus aureus, escherichiae coli.Abstrak: Tumbuhan bakau sejak lama telah diketahui memiliki banyak khasiat. Salah satu jenis tumbuhan bakau yang diyakini memiliki efek antimikroba adalah Sonneratia alba. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk melihat adanya efek antibakteri dari jamur endofit yang diambil dari akar tumbuhan bakau Sonneratia alba terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Eschericiae coli. Metode penilitian yang digunakan dengan cara kombinasi PDA (Potato Dextrose Agar) dan NA (Nutrient Agar). Hasil penelitian di dapatkan dua jenis miselia jamur endofit. Jamur endofit berwarna hitam dan berwarna putih diperoleh dari akar tumbuhan bakau Sonneratia alba. Kedua jenis jamur ini memiliki efek daya hambat pada bakteri yang diujikan yaitu Staphylococcus aureus dan Escherichiae Coli.Kata kunci: jamur endofit, Sonneratia alba, antibakteri, staphylococcus aureus, escherichiae coli.
Uji efektivitas ekstrak melati (Jasminum sambac) pada penyembuhan luka insisi kelinci (Oryctolagus cuniculus) Jayalandri, Ni Luh G.L.; Nangoy, Edward; Posangi, Jimmy; Bara, Robert A.
e-Biomedik Vol 4, No 1 (2016): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v4i1.12487

Abstract

Abstract: Flowers and leaves of jasmine (Jasminum sambac) have chemical substances that contain phytoconstituents such as alkaloids, glycosides, saponins, terpenoids and flavonoids. Flavonoid, an antioxidant, plays some importnat roles in wound healing due to their antibacterial effect. This study aimed to determine the effectiveness of jasmine leaf extract on incision wound healing in rabbits. This was an experimental study using three rabbits as test subjects. Wounds of 0.3 cm depth, 5 cm length, and 0.5 cm widened at both ends of the wound were made on the right and left sides of the back. Incised wound on the left side was treated with jasmine leaf extract ointment meanwhile the wound on the right side was untreated and was covered only with sterile gauze. Wounds were observed for two weeks to evaluate the changes of macroscopical length. The results showed that wounds treated with jasmine leaf extract ointment shrank and their edges united with the surrounding tissues faster than the untreated wounds. Conclusion: Jasmine leaf extract ointment accelerated incised wound healing in rabbits. Keywords : wound healing, incision wounds, jasmine leaves Abstrak: Bunga dan daun melati (Jasminum sambac) memiliki kandungan kimia yang berpotensi farmakologi seperti alkaloid, glycosid, saponin, terpenoid dan flavonoid. Flavonoid berpotensi sebagai antioksidan dan mempunyai kerja yang dibutuhkan dalam proses penyembuhan luka seperti antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun melati pada penyembuhan luka insisi kelinci. Jenis penelitian ini eksperimental menggunakan tiga ekor kelinci sebagai hewan uji. Punggung kanan dan kiri kelinci diinsisi sedalam 0,3 cm dengan panjang 5 cm yang dilebarkan 0,5 cm pada kedua ujung sisi luka. Luka punggung kiri diberi salep ekstrak daun melati, luka punggung kanan tidak diberi perlakuan hanya ditutup kasa steril. Pengamatan selama dua minggu untuk melihat perubahan panjang luka secara makroskopik. Hasil penelitian mendapatkan bahwa luka yang diberi salep ekstrak daun melati lebih cepat mengecil serta memiliki permukaan luka yang rata dan menyatu dengan kulit sekitar dibandingkan luka yang tidak diberi salep ekstrak daun melati. Simpulan: Salep ekstrak daun melati memiliki efek untuk mempercepat penyembuhan luka insisi kelinci.Kata kunci: penyembuhan luka, luka insisi, daun melati
UJI EFEK DAUN ILER (Coleus atropurpureus [L.] Benth.) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA INSISI PADA KULIT KELINCI (Oryctolagus cuniculus) Tari, Rudianto; Posangi, Jimmy; Wowor, P. M.
e-Biomedik Vol 1, No 1 (2013): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v1i1.4602

Abstract

Abstract: Indonesia has a lot of herbs. One of the well-known and frequently used by people is miana. Empirical experience showed that miana is used to healing wounds. The chemical substances of miana leaves such as essential oil, flavonoid, tanin, and other active substances are expected to involved in the process of wound healing. The purpose of this reseach is to find out the healing effect of miana leaves to the insicion wound on rabbits’ skin. This research used an experimental method by using 5 rabbits as the experimental animals. Skin insicions were generated over  rabbits’  left and right back by 5 cm each. The wound on the left back is given miana leaves, and the wound on the right back without miana leaves. The wound healing was observed on third, seventh and fourteenth day, with the length, the superficial and the edges of the wounds as the evaluation criteria. The incision wounds on the rabbits’ back that given miana leaves are dry and heal faster than the rabbits without miana leaves. Using miana leaves for the rabbits’ insicion wounds can speed up the wound healing process. Keywords: miana leaves, wound healing, insicion wound.     Abstrak: Indonesia memiliki banyak tanaman yang berkhasiat obat. Salah satu tanaman yang berkhasiat, dikenal, dan digunakan masyarakat yaitu tumbuhan iler. Pengalaman empiris menunjukkan tumbuhan iler digunakan sebagai obat luka. Kandungan kimia daun iler seperti minyak atsiri, flavonoid, tanin, dan zat-zat aktif lainnya diduga terlibat dalam penyembuhan luka. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek penyembuhan daun iler terhadap penyembuhan luka insisi pada kulit kelinci. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental, dengan menggunakan lima ekor kelinci sebagai hewan uji. Kelinci diinsisi pada punggung kiri dan kanan sepanjang 5 cm. Luka pada punggung kiri diberi daun iler, sedangkan luka pada punggung kanan tidak diberi daun iler. Penyembuhan luka diamati pada hari ke-3, 7, dan 14, dengan kriteria penilaian panjang, permukaan dan tepi luka. Luka insisi pada kulit kelinci yang diberi daun iler terlihat lebih cepat kering dan menutup dibandingkan dengan luka yang tidak diberi daun iler. Pemberian daun iler pada luka insisi kulit kelinci dapat mempercepat proses penyembuhan luka. Kata Kunci: daun iler, penyembuhan luka, luka insisi.
Co-Authors Aaltje E. Manampiring Abdul, Jihan A. Alamri, Khairun N. H. Amelia I. Toar Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Angela Christin Tiwa Angelina Stevany Regina Masengi Antje A Wuwungan Antonius R.B. Ola Arthur Mongan Ayu S. Gugule B H. R. Kairupan Bagaray, Evangelin Fresianly Bato, Donny Christian Bernat S. P. Hutagalung Billy J. Kepel Budhi Setianto Christy N. Mintjelungan Citra R. Irianty Clara, Santi Daniel Febrian Sengkey Dantje T Sembel Dimas Prakoso Dina Rombot Dwilestari . Edward Nangoy, Edward Edward S. Oroh, Edward S. Elisa Mangkey Esther Ariny Rumimper Eva A. Sijabat, Eva A. Faidiban, Aqueline N. Falugah, Fathia Fatimawali , Fatimawali Fatimawali . Febriana ., Febriana Frengki P. Menggelea Go Handayani, Go Gosal, Leonardo Delvin Grace D. Kandau, Grace D. Grace Debbie Kandou Gresty Masi Gustaaf A. E. Ratag Hans Huijbregts Harmani Kalim Hasanuddin, Israyati R. Hendra Sandag Henoch Awaloei Herman Warouw IC Manoppo, Jeanette IC Indriya Robot, Melisa Ira Posangi Jane Wuisan Judo Prihartono Juliatri . Julio Lopez Aban, Julio Lopez Katuuk, Mario Esau Kipimbob, Eflentina Kumala Dewi, Citra Kurnia, Bonar Kurniawan Kurniawan Laurentius Rumokoy, Laurentius Lendombela, Ditya P. J. Lengkong, Gledys Tirsa Lesar, Imelda Lidia Lidia Iswanto, Lidia Linnie Pondaag Lucia I. R. Lefrandt Mallombasang, Andi Nuraini Mamahit, Juliet Merry Eva Mambo, Christi D. Mambo, Christi Diana Manampiring, Aaltje Ellen Manannohas, Mouren Mantjoro, Eva M. Marthen Theogives Lasut, Marthen Theogives Masi, Gresty N.M. Maya Memah Mewengkang, Mario L. Michael A. Leman Minarma Siagian Mona P. Wowor Murdani Abdullah Naray, Gueen L. G. Nas Lokbere Natalia Christine Mantiri Ni Luh G.L. Jayalandri, Ni Luh G.L. Ni Wayan Mariati Nina S Widiarto Ning Irianti, Ning O. Mona Wowor Oddi R Pinontoan Olivia Waworuntu Oroh, Wenda P. Djufri, Moh Akbar P. M. Wowor P. S. Anindita Paliling, Agrianto Pandegirot, Juliana Sisca Pangouw, Excel Paulina yamlean Pemsi M. Wowor, Pemsi M. Pertiwi, Junita Maja Polii, Erfand Priska F. Umboh Putri, Vita A.D Rahadian, Rifky Aditya Ramadi, Reza Pahlevi Rampengan, Nancy Ratag, Gustaaf Regina Masengi, Angelina Stevany Ristanti Pratiwi Robert A. Bara Rondonuwu, Yohanes Amazia Zet Roring, Natalia Megawati Rudianto Tari S. Surya, Welong S. V. Sinolungan, Jehosua Saartje J Lumanauw Salsabila, Febrisa Santi Turangan, Santi Sarwono Waspadji Sirowanto Inneke Sondakh, Refrando M. Starry H. Rampengan Sunny Wangko Surya, Welong S. Suryadi N. N. Tatura, Suryadi N. N. Suryani, Intan Indah Suzanna Immanuel T. Lasut, Markus Tahulending, Jane Tangkuman, Victor Yohanes Tansil, Alberta Y.M. Tarigan, Paulus B. Titi L. Faraknimella, Titi L. Vastelita Lengkong, Injili Anugerah Venesia Pengan VERY LONDA Vivi P. Santoso Vonny N. S. Wowor Vonny Wowor Walewangko, Marfincy Walewangko, Marfincy S. Warouw, Finny Warouw, Inggrid Waworuntu, Waworuntu Welong, Seftian Surya Widya Astuty Lolo, Widya Astuty Wisie Lusia Toar, Wisie Lusia Wulan P. J. Kaunang Y. Tangkuman, Yundi Y. Yolanda A. Kasi Yolanda Bataha Yulianty Sanggelorang