Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PEER PRESSURE, KELUARGA YANG MEROKOK, SIKAP PADA PERILAKU MEROKOK, DAN TERPAAN IKLAN ROKOK TERHADAP KEINGINAN MEROKOK PADA REMAJA Naafisa Maulida Pratama; Tandiyo Pradekso; S. Rouli Manalu
Interaksi Online Vol 10, No 3: Juli 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rokok merupakan benda populer untuk dikonsumsi masyarakat, terutama remaja yang mana jumlahnya kian meningkat hingga mencapai 19,4 persen. Di sisi lain, rokok bagi remaja memiliki dampak yang mematikan jika dibandingkan dampak perokok usia dewasa, yakni diantaranya seperti kerusakan jaringan otak, penggumpalan darah, penurunan daya tangkap, kesecamasan berlebih hingga depresi. Guna mendapatkan penyelesaian atas permasalahan tersebut, maka perlu untuk mengetahui faktor yang menjadi penyebab remaja merokok. Terdapat beberapa asumsi faktor yang menjadi penyebab remaja merokok, yakni diantaranya seperti peer pressure, keluarga yang merokok, sikap pada perilaku merokok, dan terpaan iklan rokok sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh peer pressure, keluarga yang merokok, sikap pada perilaku merokok, dan terpaan iklan rokok terhadap keinginan merokok pada remaja. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah planned behavior theory dengan asumsi bahwa seseorang akan memiliki keinginan untuk berperilaku sesuai dengan informasi yang diambil seseorang mengenai perilaku tersebut, baik secara langsung maupun tidak langsung. Kemudian adapun teori yang digunakan lainnya, yakni embodied motivated cognitive theory, yang mana menjelaskan bahwa ketika seseorang terpapar oleh iklan, seseorang akan mencoba memahami dan menanggapi pesan yang ditampilkan di dalam iklan sehingga seseorang kemudian memiliki keinginan untuk melakukan hal serupa yang ditunjukan di dalam iklan. Dalam menentukan sampel, penelitian ini nmenggunakan teknik non-probability sampling. Jumlah sampe yang diteliti sebanyak 100 orang dengan karakteristik pelajar SMA Negeri 1 Ungaran, baik laki-laki maupun perempuan, dan berdomisili di Kabupaten Semarang. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengaruh peer pressure, keluarga yang merokok, dan sikap pada perilaku merokok memiliki nilai signifikansi sebesar 0,023 yang berarti bahwa variabel peer pressure, keluarga yang merokok, dan sikap pada perilaku merokok memiliki berpengaruh terhadap keinginan merokok pada remaja. Selanjutnya pada variabel terpaan iklan rokok nilai signifikansi yang didapatkan sebesar 0,108 yang berarti tidak didapati pengaruh variabel terpaan iklan rokok terhadap keinginan merokok pada remaja.
Pengaruh Popularitas BTS Sebagai Brand Ambassador Tokopedia dan Brand Associations Terhadap Brand Loyalty Pelanggan Tokopedia Kalangan Gen-Z Naura Kamila Prasetyanti; wiwid Noor Rakhmad; Tandiyo Pradekso
Interaksi Online Vol 10, No 4: Oktober 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tokopedia has collaborated with BTS since 2019 and is still going on until now. Tokopedia makes BTS as its brand ambassador because of the high popularity of BTS. Tokopedia and other e-commerce companies are competing to be the best. Based on data released by iPrice, from 2020 to 2021, Tokopedia rose to rank one as the most visited e-commerce. However, based on data from Top Brand Award 2021, Tokopedia experienced a decrease in numbers in 2021 compared to the previous year, for the Top Brand for Gen-Z Index category. With the drop number in Top Brand Index, the level of customer loyalty is questionable. This study aims to explain the influence of the popularity of BTS as Tokopedia brand ambassador and brand associations on the brand loyalty of Tokopedia customers among Gen-Z. The theory used is Source Attractiveness Model and Brand Relationship Theory. The sample of this study consisted of 100 respondents aged 13 – 27 years old, knowing BTS as a Tokopedia Brand Ambassador, had made a purchase using Tokopedia at least in the last one year. The sampling technique used is non-probability. The results of this research indicate that the popularity of BTS as Tokopedia's brand ambassador on the brand loyalty of Tokopedia customers among gen-Z has a significance value of 0.017 < 0.05, which means it has an influence. This shows that Source Attractiveness Model can be applied. Meanwhile, brand associations on the brand loyalty of Tokopedia customers among gen-Z have a significance value of 0.002 < 0.01, which means it has an influence. This shows that Brand Relationship Theory can be applied.
HUBUNGAN POLA KOMUNIKASI KELUARGA DAN INTENSITAS PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DENGAN KEPUTUSAN MELAKUKAN VAKSINASI COVID-19 PADA REMAJA DENGAN RENTANG USIA 12 – 17 TAHUN Marwah Gayatri Purnado; Wiwid Noor Rakhmad; Tandiyo Pradekso
Interaksi Online Vol 10, No 4: Oktober 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Varian virus Omicron saat periode gelombang ketiga Covid-19 menyerang anak-anak dan remaja di Indonesia, dimana dilaporkan sejak awal tahun 2022 angka kasus positif anak dan remaja melonjak hingga 10 kali lipat. Hadirnya masyarakat yang terbagi menjadi dua kubu, yaitu kelompok anti vaksin dan kelompok pro vaksinasi Covid-19 diduga dapat menyebarkan pandangan mereka tentang Covid-19, termasuk kepada anak-anak tergantung pada pola komunikasi keluarganya. Media sosial juga diduga dapat memengaruhi keputusan remaja karena saat ini media sosial telah berkembang menjadi tempat memperluas keterlibatan dan jaringan, serta sebagai media validasi terhadap suatu informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola komunikasi keluarga dan intensitas penggunaan media sosial dengan keputusan melakukan vaksinasi Covid-19 pada remaja dengan rentang usia 12 – 17 tahun. Teori yang digunakan yaitu Family Communication Pattern Theory dan Social Media Framework Theory. Penelitian ini menggunakan teknik probability sampling dengan jenis cluster sampling. Jumlah sampel penelitian adalah sebanyak 151 responden dengan kriteria remaja usia 12 – 17 tahun, berdomisili di Kabupaten Tanah Datar, belum menerima vaksin booster Covid-19, dan pengguna aktif media sosial. Hasil penelitian menunjukkan pola komunikasi keluarga dengan keputusan melakukan vaksinasi Covid-19 pada remaja memiliki nilai signifikansi sebesar 0,985 > 0,05, artinya tidak memiliki hubungan. Hal ini menunjukkan Family Communication Pattern Theory tidak berlaku dalam penelitian ini. Kemudian untuk intensitas penggunaan media sosial dengan keputusan melakukan vaksinasi Covid-19 pada remaja memiliki nilai signifikansi sebesar 0,515 > 0,05, artinya tidak memiliki hubungan. Social Media Framework Theory juga tidak berlaku pada penelitian ini.
Pengaruh Kompetensi Komunikasi Satgas Covid-19 dan Intensitas Komunikasi Keluarga Mengenai Vaksin Covid-19 Terhadap Minat Melakukan Vaksinasi Maya Lestari; Tandiyo Pradekso; Primada Qurrota Ayun
Interaksi Online Vol 11, No 1: Januari 2023
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebijakan Vaksinasi Covid-19 merupakan upaya pemerintah untuk penanggulangan kasus Covid-19. Bidang Komunikasi Publik Satgas Covid-19 telah melakukan sosial- isasi terkait vaksinasi. Melalui komunikasi dalam keluarga, informasi mengenai vaksin juga dipertukarkan. Namun, minat masyarakat untuk menerima dosis vaksin masih ren- dah sehingga tingkat capaian vaksinasi Covid-19 belum memenuhi target. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi komunikasi Satgas Covid-19 dan intensitas komunikasi keluarga mengenai vaksin Covid-19 terhadap minat melakukan vaksinasi. Teori yang digunakan yaitu Source Credibility Theory dan teori interaksi simbolik. Jumlah sampel pada penelitian ini 100 responden dengan teknik pengambilan sampel non-probability sampling. Analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi linier sederhana.
The Influence of Perceived Usefulness, Perceived Ease of Use, and Sales Promotions Exposure on the Purchase Intention of OVO Ghaliyah Julya Almira; Tandiyo Pradekso; Nurist Surayya Ulfa
Interaksi Online Vol 10, No 4: Oktober 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The usage of digital wallets and non-cash purchase transaction are becoming increasingly popular among Indonesians. It showed by the increased number of economic transactions using online payment, that Bank Indonesia claimed has grown 20% on November 2020. One famous brands for this digital money service is OVO. Due to its partnership with Tokopedia, an Indonesian e-commerce site, OVO has been the most prominent digital payment brand Since 2019 for e-commerce payment. Whilst now the digital payment services become more competitive, OVO’s position as the market leader has been overtook by GoPay in 2021, and then now by ShopeePay. Thus, this study aims to determine the effect of OVO's perceived usefulness, perceived ease of use and sales promotion on the purchase intention using OVO. The hypotheses in this study are derived from the theory of Technology Acceptance Model and Advertisement Theory This study used online survey to 100 males and females, aged 22-35 years old, in Indonesia and used e-wallets which were chosen by the method of non-probability sampling technique. The results showed that the hypothesis about perceived usefulness and perceived ease of use is accepted with a significance value of 0.000, indicating there is a significant influence on purchase intention but only perceived usefulness significantly influences purchase intention. Furthermore, the second hypothesis is rejected where OVO’s sales promotion exposure has a significance value of 0.755, meaning there is no significant influence.
The Influence of Perceived Ease of Use, Perceived Price Value of Bundling Promotion, and Perceived Attractiveness of Original Contents on Disney+ Hotstar Subscription Intention Muhammad Fadhel Raditya; Tandiyo Pradekso; Hapsari Dwiningtyas Sulistyani
Interaksi Online Vol 10, No 4: Oktober 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Disney+ Hotstar as a technology-based paid movie streaming service, of course, is required to have and create a feeling of ease while using the services offered for its users. The experience in question is that the application can be used easily and can meet the expectations of convenience for its users, as well as being able to access available content without network or advertising barriers. In addition, Disney+ Hotstar also uses several strategies to increase sales and build buyer interest to then subscribe to Disney+ Hotstar. One of them is Disney+ Hotstar in collaboration with Telkomsel to create a bundling product, where buyers can purchase packages that include a Disney+ Hotstar subscription, as well as quotas to enjoy the available services. Disney+ Hotstar also then produces original content that is considered to be able to attract the attention of potential Disney+ Hotstar customers. These original contents are only available on Disney+ Hotstar, and can only be enjoyed by Disney+ Hotstar subscribers. However, several surveys conducted in 2021 show that Disney+ Hotstar is still behind its competitors in the SVOD market. This study aims to explain the effect of perceived ease of use, perceived price value of bundling promotions, and perceived interest in original content on interest in subscribing to Disney+ Hotstar. The theory used in this study is the Extended Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT2), with a sampling technique in the form of non-probability sampling. The sample is 100 people with 1 characteristics of active SVOD users and Telkomsel users aged 18-34 years, and have never subscribed to Disney+ Hotstar before. The results of hypothesis testing with multiple regression techniques show that there is no effect of perceived ease of use, perceived price value, and perceived content interest on buying interest with a significance value of (0.083). This shows that perceived ease of use, perceived price value, and perceived content interest have no simultaneous effect on respondents' intention to subscribe to Disney+ Hotstar.
PENGARUH TERPAAN NATIVE ADVERTISING ERIGO TAKE OVER DAN KREDIBILITAS CELEBRITY ENDORSER DI MEDIA SOSIAL TERHADAP BRAND IMAGE ERIGO Daffa Satriowibowo; Tandiyo Pradekso; Nurist Surayya Ulfa
Interaksi Online Vol 10, No 4: Oktober 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Even though Erigo has carried out a massive marketing strategy with a large budget, which is approximately 718 million for native advertising, Erigo take over and 50 billion for celebrity endorsers who have high credibility. This is inversely proportional to the efforts made by Erigo in running native advertising related to the Erigo take over program as a program that is ready to go global and optimize celebrity endorser strategies on social media. This research uses explanatory quantitative research type. The population in this study is an audience aged 18-35 years who have been exposed to native advertising Erigo take over and know Erigo's celebrity endorser. This study uses a non-probability sampling technique with a total of 100 respondents. The sampling technique used in this study was based on chance or accidental. The theory used in this research is cognitive learning theory and source credibility theory. The findings in this study indicate that Erigo's take over native advertising exposure is at a sufficient level. This shows that some respondents have sufficient knowledge of exposure to information in native advertising Erigo take over. Then, exposure to celebrity endorser Erigo's credibility on social media is at a high level. This shows that some respondents have a good perception of the credibility of the celebrity endorser owned by Erigo. Then, most of the respondents also have a good perception of Erigo's brand image. The results of testing all hypotheses in this study using simple linear regression analysis showed that the study was not significant or there was no influence between the X1 variable (Native Advertising Erigo Take Over Exposure) on the Y variable (Erigo Brand Image) with a significance value of 0.941. This shows that the level of exposure to information from native advertising Erigo take over in online media articles does not partially affect Erigo's brand image. Then, there is no or no significant effect between variable X2 (Credibility of Celebrity endorsers on social media) to variable Y (Brand image Erigo) with a significance value of 0.497. this shows that the high and low credibility of celebrity endorser Erigo on social media does not partially affect Erigo's brand image.
HUBUNGAN PERSEPSI PESAN SUSTAINABLE BEAUTY DAN DAYA TARIK BRAND AMBASSADOR GARNIER DALAM KAMPANYE GARNIER GREEN BEAUTY DENGAN BRAND IMAGE GARNIER SEBAGAI BRAND RAMAH LINGKUNGAN Marsha Fildzaishma; Tandiyo Pradekso; Nurist Surayya Ulfa
Interaksi Online Vol 10, No 4: Oktober 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Brand produk kecantikan dan perawatan yang memiliki aspek environmental friendly dapat memiliki citra yang lebih baik karena dianggap peduli pada kelestarian lingkungan yang terdampak oleh industri kecantikan dan perawatan. Sebagai bentuk kepedulian dan upaya menjaga lingkungan yang terdampak, Garnier menerapkan green marketing pada industrinya dengan menjalankan Kampanye Garnier Green Beauty yang memiliki pesan utama sustainable beauty dengan pendekatan Integrated Marketing Communication. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan antara persepsi pesan sustainable beauty dan daya tarik brand ambassador Garnier dalam Kampanye Garnier Green Beauty dengan brand image Garnier sebagai brand ramah lingkungan. Penelitian ini menggunakan Advertising Exposure Model dan Source Attractiveness Theory, dengan sampel penelitian berjumlah 100 orang dengan karakteristik perempuan atau laki-laki, berusia 16-30 tahun, dan mengetahui Kampanye Garnier Green Beauty dalam tiga bulan terakhir. Nonprobability sampling digunakan dalam pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling. Pengujian dan analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji korelasi Kendall’s Tau B. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara persepsi pesan sustainable beauty dalam Kampanye Garnier Green Beauty dengan brand image Garnier serta menunjukkan adanya hubungan antara daya tarik brand ambassador Garnier dalam Kampanye Garnier Green Beauty dengan brand image Garnier. Persepsi pesan sustainable beauty yang sesuai dengan apa yang telah dikomunikasikan dan daya tarik terhadap brand ambassador Garnier yang tinggi berkaitan dengan persepsi mengenai brand image Garnier positif sesuai dengan apa yang dikomunikasikan dalam Kampanye, yaitu Garnier sebagai brand kecantikan dan perawatan yang ramah lingkungan dengan sustainable beauty.
Audience Reception of the Issue of Mental Disability in the Korean Drama It’s Okay to Not be Okay Revana Meylani; Hapsari Dwiningtyas Sulistyani; Tandiyo Pradekso
Interaksi Online Vol 11, No 1: Januari 2023
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Drama Korea It’s Okay to Not be Okay merupakan sebuah drama yang membahas mengenai isu kesehatan mental dengan menampilkan beragam variasi karakter gangguan jiwa. Selain itu, drama ini juga berusaha dalam menampilkan pembinaan hubungan yang dilakukan oleh antar tokoh difabel mental. Oleh karena itu, peneliti melakukan penelitian ini untuk melihat pemaknaan khalayak terkait representasi posisi kelompok difabel sebagai bagian dari kelompok minoritas dan representasi pembinaan hubungan sosial yang dilakukan oleh kelompok difabel mental. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan teknik analisis data semiotika dari John Fiske dan analisis resepsi milik Stuart Hall. Paradigma penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah paradigma interpretif dan menggunakan Teori Representasi dari Stuart Hall, Teori Social Model of Disability milik Oliver Barnes and Abberly, serta Teori Khalayak Aktif dan Teori Encoding- Decoding miliki Stuart Hall. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa kelompok difabel mental yang ditampilkan dalam drama Korea It’s Okay to Not be Okay digambarkan dengan menggunakan konstruksi stigma yang telah melekat pada masyarakat. Namun, peneliti juga menemukan bahwa pemaknaan khalayak sebagai informan dalam penelitian ini tidak hanya memaknai kelompok difabel dengan perspektif stereotip saja namun juga menggunakan perspektif medis untuk melihat keterbatasan yang dimiliki oleh kelompok difabel mental. Pada hasil keberagaman pemaknaan yang muncul menunjukan bahwa secara garis besar informan sudah berada pada posisi negosiasi. Artinya, sebagian besar khalayak yang menjadi informan peneliti ini mulai menunjukan kesadaran dan pemahaman terkait isu difabel mental, karena tidak hanya menerima konstruksi terkait isu difabel mental dari drama ini saja. Tetapi, para informan juga mulai menegosiasikan atau mengkompromikan teks yang ditawarkan oleh media dengan menggunakan pemahaman, pengetahuan, kepercayaan, pengalaman dari masing-masing informan.
PENGARUH BRAND IMAGE DAN PERSEPSI HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN LAYANAN SUBSCRIPTION VIDEO ONDEMAND (SVoD) NETFLIX Sofianisa Rahmawati; Tandiyo Pradekso; Djoko Setyabudi
Interaksi Online Vol 11, No 1: Januari 2023
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In recent years, especially during the COVID-19 pandemic, Netflix's revenue has continued to decline throughout 2021 and 2022. On the other hand, Netflix, as the pioneer of SVoD services in the world, has implemented various strategies to build and maintain its good image. In addition, even though the price set is relatively higher, the amount of content available is greater than similar competitors and the price set is still within the range of the majority of spending by the Indonesian people in consuming SVoD shows. Nevertheless, Netflix has still not succeeded in becoming the main choice for the Indonesian people. This research aims to determine the effect of brand image and price perceptions on purchasing decisions for SVoD Netflix services This research uses a quantitative method with an explanatory type and is based on the concept of Customer-Based Brand Equity and the Model of Consumer Behavior. The sampling technique is in the form of non-probability sampling with a total sample of 100 respondents who are generation Z and millennials who live in Greater Jakarta and know Netflix. The results of this study using the Chi Square non-parametric statistical test tool succeeded in revealing a relationship between brand image and the decision to purchase Netflix services with a significance value of 0.000 < 0.050. Furthermore, different results occur in testing the effect of price perceptions on purchasing decisions, where there is no influence between the two variables indicated by a significance value of 0.119 > 0.050. Thus, this research shows that price is not the main issue that is considered by consumers in purchasing Netflix services, instead a good brand image is a consideration, so it is important for brands to continue to maintain a good image. This research is limited by variables that are used, as well as the age range and domicile of the respondents. Therefore, other variables and broaden background of the respondents can be used for the further research.
Co-Authors Achmad Habibie Taufiqqur Rahman Adi Nugroho Adinda Sekar Cinantya Aditia Nurul Huda Aditya Iman Hamidi Adityo Cahyo Aji Afif Hazly Hasibuan Agraha Dwita Sulistyajati Agus Naryoso Ahda Hanif Fauzi Ahmad Fauzi Ahmad Fikar Harakan Aike Ingget Pratiwi Aisah Putri Sajidah, Aisah Putri Ajeng Rengganis, Sekar Albert Rivai Sinaga Aldi Atwinda Jauhar Aldiansyah, Duvit Aldila Leksana Wati Alexandra Parahita Bening Kesumaputri Alif Ibrahim Alya Anwar, Rizqika Alyssa Jasmine Aurelia Rahmiqatrunnada Amrina Rida Hapsari Ananda Erfan Musthafa Andrea Oktavia, Helga Anggi Pramesthi Kusumarasri Anggia Anggraini Anjar Mukti Yuni Pamungkas, Anjar Mukti Annisa Aulia Mahari Annisa Kusumawardhani Annisya Winarni Putri Aprida Mulya, Resti Ardelia Fitriani, Neysa Ardini Koesfarmasiana, Ardini Arfika Pertiwi Putri Arif Nurochman Arinda Putri Oktaviani Aryatama Wibawa, Michael Asep Virgo Asri Aulia Rachmawati Asri Nugraheningtyas Astrid Damayanti Asty Setiandini Atika Nabila Atina Primaningtyas Aulia Nur Awang Asmoro Ayu Puspitasari, Ramadhiana Ayu Saraswati Ayu Sri Purnama, Ayu Sri Azzahira Putri Zakaria, Grandhis Badri Ilham Ramadhan Bagoes Praswanda, Yusrizal Bagoes Widjanarko Banun Diyah Ardani Bareta Hendy Pamungkas Bayu Widagdo, Muhammad Bella Yunita Binarso Budiono Budiono Bisma Alief Charisma Rahma Dinasih Chintya Dyah Meidyasari Daffa Satriowibowo Daniel Dwi Listantyo Dara Pramitha Darda Putranto, Addakhil Deansa Putri Deni Arifiin Destima Nursylva Anggraningrum Devi Pranasningtias Indriani Dhira Widya Prasya, Dhira Dhiyah Puspita Sari Dhyah Shanti Nur Kartika Dimas Muhammad Distian Jobi Ridwan Diyan Hafdinovianti Ayu Kinasih Djoko Setiabudi Djoko Setyabudi Donik Agus Setiyanto DONNA RADITA MERITSEBA DR Sunarto Dwi Mulya Ningsih Dwi Purbaningrum Eggie Nurmahabbi Eka Ardianto Farasila, Iraisa Farisa Dian Utami Fariz Dewanto Fatma Izzatussayidati Febri Ariyadi Febriana Handayani Febriandani, Anisa Fitriyani, Putri Frida Asih Pratiwi Galuh Perwitasari Ghaliyah Julya Almira Ghana Pratama, Albert Ghela Rakhma Islamey Ghita Kriska Dwi Ananda Gilang Wicaksono Hajar Azizatun Niswah Hamidah, Nadiya Handi Aditia Hapsari Dwiningtyas Hapsari Dwiningtyas Hapsari Dwiningtyas Sulistyani Hardiyanto, Muhamad Hedi Pudjo Santosa Hedi Pudjo Santosa Hedi Pudjo Santosa Hendrikus Setya Pradhana Henny Novita Rumono Hilda Maisyarah I Nyoman Winata I Nyoman Winata Ibrahim Muhammad Ramadhan Ichsan Wahyu Pratama Imam Muttaqin Indah Puspawardhani Indra Septia BW Infra Ranisetya Intan Mashitasari Ira Astri Rasika Jaya Pramono Adi Jimmy Fachrurrozy Jody Suryamar Yudha Joyo Nur Suyanto Gono Kanaya Az Zahrah Karunia Yusuf, Kevin Kembang Soca Paranggani Khairani, Indah Khairunnisya Sholikhah Kinanati Bunga Wulansari Krisna Adryanto Lintang Jati Rahina Lintang Ratri Rahmiaji LISTIANTO HINDRA PRAMONO Lizzatul Farhatiningsih Lucia Eka Pravitasari Luh Rani Wijayanti M Bayu Widagdo Maharani Easter Mahendra Zulkifli Manggala Hadi Prawira Marcia Julifar Ardianto Marsha Fildzaishma Marshanda Putri, Tyara Martia Mutiara Tasuki Marwah Gayatri Purnado Maya Lestari Melinda Wita Satryani Meriza Lestari Meta Detiana Putri Mohammad Akbar Rizal Hamidi Much Yulianto Much. Yulianto Muchamad Yulianto Muchammad Bayu widagdo MUHAMMAD ABDUSSHOMAD Muhammad Bayu Widagdo Muhammad Bayu widagdo Muhammad Fadhel Raditya Muhammad Rofiuddin Muhamy Akbar Iedani Muliawati, Ditha N S Ulfa Naafisa Maulida Pratama Nabila Rezki, Anisa Nadia Dwi Agustina Nadia Hutaminingtyas Nanik Sudaryningtyas, Nanik Naura Kamila Prasetyanti Nicho Putera Gustantyo Nidya Aldila Nikita Putri Mahardhika Nikolas Prima Ginting Ninda Nadya Nur Akbar Noni Meisavitri Novi Rosmaningrum NS Ulfa Nungki Dwi Widyastuti Nur Dyah Kusumawardhani Putri Nur Shafira, Hana Nurist Surayya Ulfa Nurist Surraya ulfa Nurist Surrayya Nuriyatul Lailiyah Nurrist Suraya Ulfa Nurrist Surayya Ulfa Nurul Avita Sari Nurwijayanti Otto Fauzie Haloho Pipin F.P. Lestari Prabowo Nurwidagdyo Pranamya Dewati Prescilla Roesalya Primada Qurrota Ayun Pungkas Dwitanto Purwoko, Agus R. Sigit Pandhu Kusumawardana Radika Oktavianti, Dina Raihan Triaffandra Ramadhan, Maulana Ramadhinda, Azzahra Randyani Rarasati Raymond Soelistiono Filemon Raynaldo Faulana Pamungkas Reichan Anantyo, Muhamad Resty Widyanty Revana Meylani Rhola Bachtiar Raharjo Rifki Nur Pratiwi Rifqah Nailah Rijalul Vikry Rizka Amalia Rizka Arsianti Rizky Amalya Hadiningtyas Rizqi Ganis Ashari Rohedy Ayucandra Rohmat Pambudi Roli Harni Purba, Juita Rony Kristanto Setiawan Rosita Kemala Sari Rosyada Setijawan, Amrina Rumi Aulia Rahmanisa S Rouli Manalu Safira Nurin Aghnia Santa Cicilia Sinabariba Septian Aldo Pradita Septiana Hadiwinoto, Jessica Septiana Wulandari Suparyo Setyabudi, Gunawan Shafira Inas Nurina Shahnaz Natasha Anya Sigit Haryadi Sofi Kumala Fatma Sofianisa Rahmawati Sri Budi Lestari Sri Widowati Sri Widowati Herieningsih Sri Widowati Herieningsih Sunarto Sunarto Tan Faizal Rachman Tasya Nadia Taufik Indra Ramadhan Taufik Reza Ardianto Taufik Suprihatini Taufik Suprihatini Teresia Kinta Wuryandini Theresia Dita Anggraini Thriyani Rahmania Titan Armaya Tiur Agata, Elisa Tjen Jocelyn Ivana Tri Muriati Harahap, Anggi Tri Utami Triangga Ardiyanto Trixie Salawati Triyono Lukmantoro Triyono Lukmantoro Turnomo Rahardjo Uci Andriani Veriska, Veriska Vicho Whisnurangga Vinny Avilla Barus Wahyu Aji Hernawan, Dhimas Wahyu Kuncoro Aji, Danar Wahyu Nur R, Efrilia Wahyu Widiyaningrum Widya Andhika Aji Wina Natasya Saragih Wiwid Noor Rakhmad Yanu Angga Andaru, Yanu Yanuar Luqman Yoga Yuniadi Yohanes Rico Ananda Putra, Yohanes Yohanes Thianika Budiarsa Yuan Stephanie Yuliantika Hapsari Yunita Indriyaswari Yusriana, Amida YUSUF AKBAR, MUHAMMAD Zainul Asngadah Fatmawati Zelda Elsa Khabibah Zulfikar Mufti