Claim Missing Document
Check
Articles

Kampanye Literasi Media “Cerdas Memilah dan Memilih Tayangan Televisi” Abstraksi Dhyah Shanti Nur Kartika; Tandiyo Pradekso; Turnomo Rahardjo; Djoko Setyabudi
Interaksi Online Vol 2, No 3: Agustus 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.796 KB)

Abstract

Semakin banyak bermunculan stasiun penyiaran televisi yang dapat diaksesdengan mudah menimbulkan keprihatinan atas muatan isi siaran televisi khususnya bagianak. Diketahui bahwa tidak semua sajian isi siaran tayangan televisi berkualitas,terdapat tayangan yang cenderung membodohi bahkan masuknya materi orang dewasapada program anak dan penggunaan pemeran anak dalam tayangan. Hal tersebut tidaksesuai dengan kebutuhan perkembangan khususnya pada anak karena belum memilikifilter secara utuh pada pengalaman mengkonsumsi isi siaran televisi. Melalui kampanyeliterasi media dengan tema “Cerdas Memilah dan Memilih Tayangan Televisi” digunakansebagai alat komunikasi pemasaran yang memiliki tujuan agar anak memilikiketerampilan dalam memilah dan memilih tayangan televisi sesuai dengan usia. Hal inisebagai salah satu upaya mengurangi pengaruh negatif isi siaran televisi yang cenderungkurang ramah bagi anak. Sedangkan strategi yang digunakan pada kampanye literasimedia ini menggunakan pendekatan komunikasi persuasif.Kata Kunci : Kampanye, Literasi Media, Komunikasi Persuasif
Branding Komunitas Lumpia Komik Melalui Kegiatan Public Relations (Divisi General Affairs) Deni Arifiin; Djoko Setyabudi; Tandiyo Pradekso; Agus Naryoso; M Bayu Widagdo
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.248 KB)

Abstract

Sepanjang tahun 2013, keadaan industri komik Indonesia mulai bangkit,hal ini bisa dibuktikan dengan banyaknya bermunculan judul komik lokal seperti Si Juki, Tuti and Friends, Nebi, Si Gundul, Nusantaranger dan judul komik lainnya. Hal ini menyebabkan bermunculan komunitas penggemar komik baru, salah satunya adalah Lumpia Komik. Lumpia Komik adalah sebuah komunitas pecinta komik yang didirikan pada bulan Maret 2014 oleh beberapa pecinta komik dan komikus yang ingin mendukung dan memajukan industri komik lokal,khususnya di Jawa Tengah. Masih dininya usia dari Lumpia Komik menyebabkan kurangnya awareness masyarakat terhadap komunitas ini.Kegiatan public relations ini memiliki tujuan untuk meningkatkan awareness dan menumbuhkan minat atau interest untuk bergabung dengan komunitas Lumpia Komik. Audiens yang menjadi target primer adalah pelajar dan mahasiswa berusia 14-21 tahun yang menyukai komik dan berdomisili di Kota Semarang dan sekitarnya, target sekunder adalah masyarakat umum yang menyukai komik. Karya bidang ini menggunakan pendekatan persuasif serta menggunakan konsep brand activation dan IMC (Integrated Marketing Communication) untuk mencapai tujuan. Strategi yang digunakan untuk mencapai tujuan adalah dengan menggunakan IMC dan tools yang digunakan adalah dengan PR dan brand activation.General affairs bertugas untuk mempersiapkan segala kebutuhan properti untuk menunjang program acara, melakukan kegiatan sponsorship, melakukan kegiatan periklanan, mengelola akun media sosial dan pembuatan video teaser. Hasil kegiatan marketing communication ini adalah peningkatan awarenessterhadap lumpia komik dari 8% menjadi 20% dan 21 orang bergabung dalam komunitas Lumpia Komik.Kata kunci : General Affairs, Public Relations, Lumpia Komik
Pengaruh Iklim Komunikasi Organisasi Terhadap Motivasi Kerja Karyawan PT. PLN (Persero) Area Sidoarjo Raymond Soelistiono Filemon; Tandiyo Pradekso; Muchamad Yulianto
Interaksi Online Vol 1, No 4: Oktober 2013
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.965 KB)

Abstract

ABSTRAKJUDUL: Pengaruh Iklim Komunikasi Organisasi Terhadap MotivasiKerja Karyawan PT. PLN (Persero) Area SidoarjoNAMA: Raymond Soelistiono FilemonNIM : D2C007071Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh dari iklimkomunikasi organisasi terhadap motivasi kerja karyawan, karena motivasikerja karyawan yang optimal adalah modal utama dari suatu tujuan institusi.Selain itu juga bertujuan untuk memberikan bukti empiris adanya hubunganyang positif antara iklim komunikasi dengan motivasi kerja karyawan.Penelitian ini menggunakan populasi karyawan PT. PLN (Persero)APJ Area Sidoarjo. Sampel yang digunakan berjumlah 70 responden.Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linierberganda.Berdasarkan hasil pengujian dengan SPSS diperoleh untuk variabelkepercayaan terhadap motivasi kerja diperoleh nilai t = 2,702 dengansignifikansi 0,008 (p < 0,05). Pengaruh kejujuran terhadap motivasi kerjadiperoleh nilai t = 2,182 dengan signifikansi 0,031 (p < 0,05). Pengaruhpembuat keputusan bersama terhadap motivasi kerja diperoleh nilai t = 7,040dengan signifikansi 0,000 (p < 0,05). Pengaruh keterbukaan dalamkomunikasi kebawah terhadap motivasi kerja diperoleh nilai t = 2,351 dengansignifikansi 0,021 (p < 0,05). Pengaruh mendengarkan dalam komunikasikeatas terhadap motivasi kerja diperoleh nilai t = 2,378 dengan signifikansi0,000 (p < 0,05). Pengaruh perhatian pada tujuan berkinerja tinggi terhadapmotivasi kerja diperoleh nilai t = 2,902 dengan signifikansi 0,005 (p < 0,05).Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa seluruh variabelindependen secara simultan berpengaruh positif terhadap variabel dependen.Variabel yang paling berpengaruh dalam peneitian ini adalah variabelpembuat keputusan bersama. Hal itu berarti bahwa iklim komunikasiorganisasi berpengaruh positif terhadap motivasi kerja. Semakin tinggi iklimkomunikasi organisasi maka semakin tinggi pula motivasi kerja yangdihasilkan.Kata Kunci : iklim komunikasi, motivasi kerja.ABSTRACTJUDUL: Organizational Communication Climate Influence on EmployeeMotivation PT. PLN (Persero) Sidoarjo AreaNAMA: Raymond Soelistiono FilemonNIM : D2C007071This study aimed to describe the influence of organizationalcommunication climate on employee motivation, because the optimalemployee motivation is the main capital of an institutional goal. It also aimsto provide empirical evidence of a positive relationship betweencommunication climate with karyawan.a work motivation.The population of this study of employees of PT. PLN (Persero) APJArea Sidoarjo. The samples used were 70 respondents. Testing thishypothesis using multiple linear regression analysis.Based on test results obtained with SPSS for confidence in the workmotivation variables obtained value t = 2.702 with a significance of 0.008 ( p< 0,05 ) . Honesty influence on work motivation obtained value t = 2.182with a significance of 0.031 ( p < 0,05 ) . Influence decision makers workingtogether to motivate obtained value t = 7.040 with a significance of 0.000 ( p< 0,05 ) . Effect of openness in communication down to the work motivationobtained value t = 2.351 with a significance of 0.021 ( p < 0,05 ) . Effect oflistening in communication up on work motivation obtained value t = 2.378with a significance of 0.000 ( p < 0,05 ) . Effect of attention on highperformancegoals on work motivation obtained value t = 2.902 with asignificance of 0.005 ( p < 0,05 ).The results of this study indicate that all the independent variablessimultaneously positive effect on the dependent variable . The mostinfluential variable in this fieldwork is variable with decision makers . Thatmeans that the positive effect of organizational communication climate onwork motivation . The higher the organizational communication climate , thehigher the resulting work motivation.Keywords: climate communication, work motivation.PENGARUH IKLIM KOMUNIKASI ORGANISASITERHADAP MOTIVASI KERJA KARYAWAN PT. PLN(PERSERO) AREA SIDOARJOSkripsiPenyusun: Raymond Soelistiono Filemon NIM: D2C007071Dosen pembimbing: Drs. Tandiyo Pradekso, M. ScMuch. Yuliyanto, S. Sos. M. SiJurusan Ilmu KomunikasiFakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikUniversitas DiponegoroSemarang2013PENDAHULUANLembaga yang memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitasadalah salah satu cara organisasi untuk mempertahankan kelangsungan hiduporganisasinya, karena akan mempermudah suatu organisasi dalam mencapaitujuan yang diinginkan. Selain Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas,komunikasi dalam suatu organisasi juga merupakan hal utama yang tidak kalahpentingnya dalam mencapai tujuan organisasi.Hubungan komunikasi yang baikantara atasan dengan bawahan, bawahan dengan atasan, dan antara bawahandengan bawahan dalam suatu organisasi sangat berpengaruh besar dalammenjembatani terciptanya peningkatan produktivitas kerja karyawan di dalamorganisasi tersebut.PT. PLN (persero) Area Sidoarjo menyadari sebagai perusahaanpemerintah dituntut untuk meningkatkan kinerjanya dalam melayani masyarakatatau pelanggannya. Masalah gesekan dalam komunikasipun pernah terjadi antarkaryawan, sehingga perlu dimaksimalkan peran dari iklim komunikasi yangsehat.PT. PLN (persero) Area Sidoarjo masih merasa kurang optimal kondisiiklim komunikasi antar karyawan, sehingga merasa perlu ada peningkatan dalamhubungan antar karyawan dalam komunikasi yang baik. Dalam peningkatanpelayanan kerja motivasi terhadap bawahan sangatlah penting, sehingga apabilaiklim komunikasi tercipta maka motivasi karyawan dalam bekerjapun juga akantinggi. Dalam proses peningkatan motivasi karyawan perlu terjalinnya komunikasiyang baik antar pimpinan dan bawahan juga antar rekan kerja, denganadanyaiklim komunikasi yang baik diharapkan mampu terjalinnya kerja sama yang baiksehingga dapat mengatasi semua permasalahan-permasalahan kerja dan kinerjakaryawan dapat meningkat dengan baik.Berdasar pada latar belakang masalah penelitian di atas selanjutnyamasalah di atas dirumuskan kedalam pertanyaan penelitian (Research Question)seperti dibawah ini:Bagaimanakah pengaruh iklim komunikasi organisasi terhadap motivasi kerjakaryawan PT. PLN(Persero) APJ Area Sidoarjo?REVIEW LITERATURTeori Iklim KomunikasiFalcione dalam Pace dan Faules (2001: 149) menyatakan bahwa, “iklimkomunikasi merupakan suatu citra makro, abstrak dan gabungan dari suatufenomena global yang disebut komunikasi organisasi. Iklim berkembang dariinteraksi antara sifat-sifat suatu organisasi dan persepsi individu atas sifatsifatitu. Iklim dipandang sebagai suatu kualitas pengalaman subjektif yangberasal dari persepsi atas karakter-karakter yang relatif langgeng padaorganisasi”. Untuk menganalisis iklim komunikasi di suatu organisasi, Pace danFaules mengemukakan enam faktor besar yang bisa digunakan untukmenganalisis masalah tersebut, yaitu:1. Kepercayaan, personel disemua tingkat harus berusaha keras untukmengembangkan dan mempertahankan hubungan yang didalamnyakepercayaan, keyakinan, dan kredibilitas didukung oleh pernyataandan tindakan.2. Pembuatan keputusan bersama, para pegawai disemua tingkat dalamorganisasi harus diajak berkomunikasi dan berkonsultasi mengenai semuamasalah dalam semua wilayah kebijakan organisasi, yang relevan dengankedudukan mereka. Para pegawai disemua tingkat harus diberikankesempatan berkomunikasi dan berkonsultasi dengan manajemendiatas mereka agar berperan serta dalam proses pembuatan keputusandan penentuan tujuan. Di PT. PLN (Persero) Area Sidoarjo, Pimpinan unitlangsung dapat berkomunikasi dengan bawahan, karena iklim komunikasiyang baik tetap harus menyertakan pendapat atau masukan dari bawahan.3. Kejujuran, suasana umum yang diliputi kejujuran dan keterusteranganharus mewarnai hubungan-hubungan dalam organisasi, dan para pegawaimampu mengatakan apa yang ada dalam pikiran mereka tanpamengindahkan apakah mereka berbicara kepada teman sejawat, bawahan,atau atasan. Dalam hal ini pimpinan harus dapat dipercaya oleh bawahan.4. Keterbukaan dalam komunikasi ke bawah, kecuali untuk keperluaninformasi rahasia, anggota organisasi harus relatif mudah memperolehinformasi yang berhubungan langsung dengan tugas mereka saat itu,yang mempengaruhi kemampuan mereka untuk mengkoordinasikanpekerjaan mereka dengan orang-orang atau bagian-bagian lainnya, danyang berhubungan luas dengan perusahaan, organisasi, para pemimpin,dan rencana-rencana.5. Mendengarkan dalam komunikasi keatas, personil disemua tingkat dalamorganisasi harus mendengarkan saran-saran atau laporan-laporan masalahyang dikemukakan personel disemua tingkat bawahan dalamorganisasi, secara berkesinambungan dan dengan pikiran terbuka.Informasi dari bawahan harus dipandang cukup penting untukdilaksanakan kecuali ada petunjuk yang berlawanan. Dalam hal ini harusada keselarasan komunikasi baik vertikal maupun horizontal.6. Perhatian pada tujuan-tujuan berkinerja tinggi, personel disemua tingkatdalam organisasi harus menunjukkan suatu komitmen terhadap tujuantujuanberkinerja tinggi-produktivitas tinggi, kualitas tinggi, biaya rendahdemikianpula menunjukkan perhatian besar pada anggota organisasilainnya. Maka dari itu ada harapan yang lebih baik, dimana karyawan tahubahwa organisasi tempat bekerjanya ini memiliki tujuan bagus.Peneliti tertarik untuk mengambil enam faktor besar tersebut sebagaivariabel dalam penelitian, yaitu : kepercayaan, pembuat keputusan bersama,kejujuran, keterbukaan dalam komunikasi ke bawah, mendengarkan dalamkomunikasi keatas, perhatian pada tujuan-tujuan berkinerja tinggi.Teori Motivasi Kerjaa. Teori Hierarki KebutuhanTeori motivasi yang paling terkenal adalah hierarki kebutuhan (hierarchyof needs) milik Abraham Maslow.Ia membuat hipotesis bahwa dalam setiap dirimanusia terdapat hierarki dari lima kebutuhan. Kebutuhan-kebutuhan tersebutadalah:1. Fisiologis: meliputi rasa lapar, haus, berlindung, seksual, dan kebutuhan fisiklainya.2. Rasa aman: Meliputi rasa ingin melindungi dari bahaya fisik dan emosional.3. Sosial: Meliputi rasa kasih sayang, kepemilikan, penerimaan, danpersahabatan.4. Penghargaan: Meliputi faktor-faktor penghargaan internal seperti hormat diri,otonomi, dan pencapaian; dan faktor-faktor penghargaan eksternal sepertistatus, pengakuan dan perhatian.5. Aktualisasi diri: Dorongan untuk menjadi seseorang sesuai kecakapannya;meliputi pertumbuhan, pencapaian potensi seseorang, dan pemenuhan dirisendiri.Menurut teori tersebut mengatakan bahwa meskipun tidak ada kebutuhanyang benar-benar terpenuhi secara lengkap, sebuah kebutuhan yang pada dasarnyatelah dipenuhi tidak lagi memotivasi.Jadi bila ingin memotivasi seseorang,menurut Maslow, perlu memahami tingkat hierarki dimana orang tersebut beradasaat ini dan fokus untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan di atas tingkat tersebut.Kelima kebutuhan tersebut sangat penting dan terkait dalam bentuk tingkatanyang teratur.Satu tingkat kebutuhan menjadi kuat setelah tingkat kebutuhan yanglebih rendah terpenuhi kepuasannya.b. Teori McClellandTeori kebutuhan McClelland (Robbins, 2008:5) menyatakan bahwapencapaian, kekuatan, dan hubungan adalah tiga kebutuhan penting yangmembantu menjelaskan motivasi. Teori kebutuhan McClelland (McClelland’stheory of needs) di kembangkan oleh David McClelland dan rekan-rekannya.Teori tersebut berfokus pada tiga kebutuhan: pencapaian, kekuatan, danhubungan. Hal-hal tersebut di definisikan sebagai berikut:1. Kebutuhan pencapaian (need for achievement): Dorongan untuk melebihi,mencapai standar-standar, berusaha keras untuk berhasil.2. Kebutuhan kekuatan (need for power): Kebutuhan untuk membuat individulain berperilaku sedemikian rupa sehingga mereka tidak akan berperilakusebaliknya.3. Kebutuhan hubungan (need for affiliation): Keinginan untuk menjalin suatuhubungan antar personal yang ramah dan akrab.Pada kelompok masing-masing karyawan akan mempunyai tingkatkebutuhan kekuasaan. Karyawan yang mempunyai tingkat kebutuhan kekuasaantinggi akan cenderung memilih situasi dimana mereka akan dapat memperolehdan mempertahankan kekuasaan untuk mempengaruhi orang lain.Berdasarkan teori di atas, ada persamaan mengenai motivasi yangdikemukakan oleh Maslow, dan McClelland yaitu mereka sama-samamengemukakan bahwa seseorang termotivasi atas dasar kebutuhan, bukan atasdasar keadilan maupun harapan.HIPOTESISBerdasarkan uraian diatas, maka hipotesis dalam penelitian ini adalahterdapat pengaruh positifiklim komunikasiterhadapmotivasi kerja karyawan PT.PLN.METODE PENELITIANTipe PenelitianDalam penelitian ini dipergunakan tipe penelitian yang bersifatmenjelaskan hubungan antar variabel penelitian (variabel dependen dan variabelindependen) dan menguji hipotesis yang sudah dirumuskan.Dengan demikianpenilitian ini termasuk dalam kategori Explanatory Research atau penelitianpenjelasan. Dalam penelitian ini akan dijelaskan pengaruh antara iklimkomunikasi yang merupakan variabel independen terhadap motivasi kerja. Selainitu penelitian ini akan menguji apakah hipotesis yang diajukan diterima atauditolak.SamplingAdapun pengambilan sampling dilakukan dengan pertimbangan bahwapopulasi memiliki jumlah yang besar dan menyulitkan untuk meneliti seluruhpopulasi yang ada.Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian dari karyawan PT.Pembuat keputusanbersama (X3)Motivasi Kerja(Y)Kepercayaan (X1)Keterbukaan dalamkomunikasi kebawah (X4)Mendengarkandalam komunikasikeatas (X5)Perhatian padatujuan-tujuanberkinerja tinggi(X6)Kejujuran (X2)PLN (Persero) APJ Area Sidoarjo. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 79orang.HASIL EMPIRIS1. Pengujian Hipotesis 1Hasil pengujian pengaruh Kepercayaan terhadap motivasi kerja diperolehnilai t = 2,702 dengan signifikansi 0,008 (p <0,05). Dengan signifikansi yanglebih kecil dari 0,05 dan arah koefisien positif, maka diperoleh bahwa Hipotesis 1diterima. Hal ini berarti bahwa kepercayaan yang semakin tinggi akanmemberikan motivasi kerja yang lebih baik pula.2. Pengujian Hipotesis 2Hasil pengujian pengaruh kejujuran terhadap motivasi kerja diperoleh nilait = 2,182 dengan signifikansi 0,031 (p < 0,05). Dengan signifikansi yang lebihkecil dari 0,05 dan arah koefisien positif, maka diperoleh bahwa Hipotesis 2diterima. Hal ini berarti bahwa kejujuran yang lebih baik dari karyawan akanmemberikan motivasi kerja yang lebih baik pula.3. Pengujian Hipotesis 3Hasil pengujian pengaruh Pembuat keputusan bersama terhadap motivasikerja diperoleh nilai t = 7,040 dengan signifikansi 0,000 (p < 0,05). Dengansignifikansi yang lebih kecil dari 0,05 dan arah koefisien positif, maka diperolehbahwa Hipotesis 3 diterima. Hal ini berarti bahwa Pembuat keputusan bersamayang lebih tinggi atau yang lebih banyak diperoleh dari karyawan akanmemberikan kualitas motivasi kerja yang lebih baik pula.4. Pengujian Hipotesis4Hasil pengujian pengaruh Keterbukaan dalam komunikasi kebawahterhadap motivasi kerja diperoleh nilai t = 2,351 dengan signifikansi 0,021 (p <0,05). Dengan signifikansi yang lebih kecil dari 0,05 dan arah koefisien positif,maka diperoleh bahwa Hipotesis 4 diterima. Hal ini berarti bahwa factorketerbukaan dalam komunikasi keatas yang tinggi oleh karyawan akanmemberikan motivasi kerja yang lebih baik pula.5. Pengujian Hipotesis 5Hasil pengujian pengaruh Mendengarkan dalam komunikasi keatasterhadap motivasi kerja diperoleh nilai t = 2,378 dengan signifikansi 0,000 (p <0,05). Dengan signifikansi yang lebih kecil dari 0,05 dan arah koefisien positif,maka diperoleh bahwa Hipotesis 5 diterima. Hal ini berarti bahwa factorMendengarkan dalam komunikasi keatas oleh karyawan akan memberikanmotivasi kerja yang lebih baik pula.6. Pengujian Hipotesis 6Hasil pengujian pengaruh Perhatian pada tujuan berkinerja tinggi terhadapmotivasi kerja diperoleh nilai t = 2,902 dengan signifikansi 0,005 (p < 0,05).Dengan signifikansi yang lebih kecil dari 0,05 dan arah koefisien positif, makadiperoleh bahwa Hipotesis 6 diterima. Hal ini berarti bahwa factor Perhatianpada tujuan berkinerja tinggi yang tinggi oleh karyawan akan memberikanmotivasi kerja yang lebih baik pula.Hasil perhitungan regresi dapat diketahui bahwa koefisien determinasi(adjusted R2) yang diperoleh sebesar 0,522. Hal ini berarti 52,2% motivasi kerjadapat dijelaskan dari 6 variabel yaitu kepercayaan, kejujuran, pembuat keputusanbersama, keterbukaan dalam komunikasi kebawah, mendengarkan dalamkomunikasi keatas, dan perhatian pada tujuan-tujuan berkinerja tinggi dan 47,8%dipengaruhi oleh variabel lain.KESIMPULANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan positif antaraiklim komunikasi dengan motivasi kerja. Hasil dari penelitian ini menunjukkanbahwa seluruh variabel independen secara simultan berpengaruh positif terhadapvariabel dependen. Variabel yang paling berpengaruh dalam peneitian ini adalahvariabel pembuat keputusan bersama. Hal itu berarti bahwa iklim komunikasiorganisasi berpengaruh positif terhadap motivasi kerja. Semakin tinggi iklimkomunikasi organisasi maka semakin tinggi pula motivasi kerja yang dihasilkan.DAFTAR PUSTAKAChatman, Jennifer and Bersade, 1997. Employee Satisfaction, Factor AssociatedDevito, A Joseph. 1997. Komunikasi antar Manusia. Jakarta: Profesional Books.Dharma, Surya.2009. Manajemen Kinerja Falsafah Teori danPenerapannya.Yogyakarta: Pustaka Pelajar.Effendy, Onong Uchjana. 1981. Kepemimpinan dan Komunikasi. Bandung:Penerbit Alumni.Falcione, Raymond L., Lyle Sussman, and Richard P. Herden (2001)”Communication Climate in Organization,” dalam Frederic M. Jablin etal. (eds). Handbook of Organizational Communication: AnInterdisciplinary Perspective. Newbury Park, CA: Sage Publications, Inc.Gibson, Ivancevich, Donnnelly. 2007. OrganisasiPerilaku,Struktur,Proses.Jakarta: Erlangga.Goldhaber, GeraldM. 1990. Organizational Communication Fifth Edition: Iowa:Wm.C. Brown Publishers.Grensing Lin dan Pophal. 2007. Manajemen Sumber Daya Manusia.Jakarta: PT.Ina Publikatama.Hersey, Blancchard. 1995. Theory Organization. London: Mercury Books.Kartono, Kartini, 1994, Psikologi Sosial untuk Manajemen, Perusahaan danindustri, Jakarta. PT. Raja Grafindo Persada.Lund, Daulatram B., 2003, Organizational Culture and Job Satisfaction, Journalof Business & Industrial Marketing, Vol. 18 No. 3.Luthans E.A., 1998, Organizational Behavior, Sixth Edition, Singapore: McGrawill Book Co.Mangkunegara, AA Anwar Prabu, 2001, Manajemen Sumber Daya ManusiaPerusahaan.Bandung PT.Remaja Rosdakarya.Morissan. 2009. Teori Komunikasi Organisasi. Bogor: Ghalia Indonesia.Muhamad, Arni. 2001. Komunikasi Organisasi. Jakarta: PT. Bumi Aksara.Nawani, Hadari dan Hadari Martini.1992. Intrumen Penelitian Bidang Sosial.Yogyakarta: Gajah Mada University.Pace, Way R dan Faules, Don F. 2006.Komunikasi Organisasi strategiMeningkatkan Kinerja Perusahaan.Bandung : PT. Remaja Rosadakarya.PB.Triton.2007. Manajemen Seumber Daya Manusia. Yogyakarta: Tugu.Pool, Steven W., 1997 The Relationship of Job Satisfaction With Substitutes ofLeadership, Leadership Behavior, and Work Motivation, The JournalofPsychology, Vol. 13, MayRobbin, Stephen P dan Judge Timothy A. 2008.Perilaku Organisasi Jilid 2.Jakarta: Salemba Empat.Robbins, Stephen P dan Mary, Coulter. 2005. Manajemen. Jakarata: Gramedia.Siagian, P.S., 1997, Organisasi Kepemimpinan dan Perilaku Administrasi,Jakarta: Gunung AgungSingaribun, Masri dan Sofian Effendi. 1989. Metode Penelitian Survei. Jakarta :LP3ES.Thoha, Miftah. 2007. Perilaku Organisasi: Konsep Dasar dan Aplikasinya.Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.Website: Artikel Komunikasi Organisasi. (2009). Dalamhttp://www.infonuklir.com/ modules/news/article.php?storyid=154/Diunduh pada tanggal 17 Maret 2010 pukul 14.00 WIBWith Company Performance, Journal Of Applied Psychology, February, 29.
HUBUNGAN TERPAAN IKLAN DAN CITRA MEREK DENGAN KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK TOP COFFEE Vicho Whisnurangga; Tandiyo Pradekso; Wiwid Noor Rakhmad; Sri Widowati Herieningsih
Interaksi Online Vol 3, No 4: Oktober 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.794 KB)

Abstract

Produk kopi instan merek Top Coffee dari Wings Food merupakan kopi sachet adalah kopi yang diproduksi untuk pria yang menginginkan kebebasan dan pemenuhan selera jantan pemberani. Seiring dengan perkembangan teknologi dan munculnya permintaan masyarakat yang tinggi akan kopi, kini produk Top Coffee lebih tersegmentasi. PT. Wings Food merupakan produsen kopi Top Coffee membidik segmen pasar laki-laki dewasa, khususnya bagi pria yang suka kebugaran dan berselera jantan pemberani.Dalam membangun citra merek TOP coffee memilih Iwan Fals sebagai bintang iklan dan sebagai pendongkrak citra merek TOP coffee . Dalam hal ini Iklan memiliki hubungan dengan citra merek karena dengan beriklan bisa dapat membangun sebuah citra merek melalui pesan-pesan yang disampaikan melalui iklan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan terpaan iklan dan citra merek dengan keputusan pembelian. Landasan teori pada penelitian ini adalah Cognitive Respons Theory. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksplanatori. Penelitian ini menggunakan teknik multistage random sampling dengan metode accidental sampling sebagai alat untuk menentukan sampel. Jumlah sampel sebanyak 84 responden dengan usia 20-50 tahun. Analisis data yang digunakan adalah korelasi kendall dengan bantuan SPSS .Hasil penelitian ini adalah bahwa terdapat hubungan antara terpaan iklan dan citra merek (H1).Dan pada hipotesis yang kedua juga terdapat hubungan antara citra merek dengan keputusan pembelian produk TOP coffee. Saran yang kita peroleh dari penelitian ini adalah bagi pembuat iklan TOP coffee harus lebih kreatif lagi dalam pembuatan iklan selanjutnya dan lebih mengutamakan hal-hal yang penting seperti pemilihan bintang iklan ,isi cerita ,dan sebagainya.
Strategic Communication Museum Kereta Api Ambarawa (Research Manager) Hendrikus Setya Pradhana; Djoko Setyabudi; M Bayu Widagdo; Tandiyo Pradekso
Interaksi Online Vol 3, No 4: Oktober 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.291 KB)

Abstract

Ambarawa train museum is a history tourism place of which is really potential to be promoted to the wide community because of having steam train that are still active and the only one in the world. But, the problem is the lack of promotion by PT KAI. Besides was related to the aspects of research, the availability of research data visitors also be the substansial problems because there is no systematic and credible data. So, this work is a form of activities that aims to back to promote Ambarawa train museum that better known in the community.In this strategic communication, research manager responsible obtain data to determine a strategy of promotion effective. Research manager were research visitors pra-event until post-event. Pra-event result of the research indicates that the knowledge about Ambarawa Train Museum (cognition) are still in figures 58 % and the attitude to visit low enough that is in figures 37 % .So to increase that aspects, during the period May to June carried out activities strategic communication “Sepoorheroes” through event, promotion and massive publication in the media. Research manager also take measurements of the success of every activity to research post-event for measuring the success of after all activities held. In doing this job, research manager to finish its appropriate duties timeline. Even though there are multiple obstacles which are external, but it was can be handled and research activities will continue to be carriedOverall, this strategic communication can be assessed as being successful, seen with the increase in the aspect of the cognition which in its implementation can be increased to 73 %, earlier from the original target 58 % to 70 % .While attitude aspect, earlier from the original target 37 % to 55 %, in its implementation can be increased as much as 66%. The whole job description research manager can also well done from the pre-event until post-event. In addition, this activity can also be admitted PT KAI to back promote their assets effectively and sustainable.
WISATA KELUARGA DALAM PROGRAM ACARA JATENG EXOTIC DI CAKRA SEMARANG TV Sigit Haryadi; Djoko Setyabudi; I Nyoman Winata; M Bayu Widagdo; Tandiyo Pradekso
Interaksi Online Vol 2, No 2: April 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (977.109 KB)

Abstract

Dalam dunia jurnalistik, media menjadi kunci utama dalam penyebaran informasi secara cepat dan akurat. Seiring dengan perkembangan teknologi, media televisi memegang kendali dengan kemampuan yang besar dalam mempengaruhi masyarakat melalui informasi satu arah dan bersifat audio-visual. Berbagai jenis penyampaian infomasi pun timbul sesuai dengan segmentasi dan kebutuhannya, dan dalam hal ini informasi di televisi dikemas dalam bentuk feature dengan konsep acara wisata keluarga. Feature dengan konsep acara wisata sudah sering ditampilkan oleh berbagai media televisi di Indonesia, namun kurangnya inovasi menjadi dasar pembuatan karya bidang ini. Konsep wisata keluarga merupakan gagasan baru yang diproduksi untuk memberikan variasi konsep linier yang selama ini ada. Feature wisata yang tayang selama 30 menit di program Jateng Exotic ini memiliki alur cerita tentang seorang presenter yang menjemput serta mengajak sebuah keluarga guna memanfaatkan waktu luang untuk berlibur ke beberapa tempat sekaligus dalam satu hari penuh. Dalam feature wisata keluarga ini, waktu serta keluarga menjadi hal yang paling utama dalam menentukan berbagai objek yang akan dikunjungi. Pendekatan waktu dipilih karena kecenderungan kurangnya waktu untuk berlibur bersama keluarga pada akhir pekan maupun liburan dengan kondisi orang tua yang bekerja, serta anak-anak yang sekolah. Pemilihan lokasi dilakukan melalui riset dengan berdasar waktu tempuh, serta konten yang ditawarkan oleh objek wisata (edukasi, alam, sejarah, budaya, dan kuliner). Tempat wisata yang diangkat di program antara lain adalah Curug Tujuh Bidadari Bandungan, Sate Kelinci Bandungan, Pasar Bandungan, The Sea-Pantai Cahaya, Rumah Makan Ayam Goreng Gringsing Bu Bengat, Water Blaster, Kampoeng Semarang, Kampung Batik Semarang, Toko Oen, Wisata Kota Lama dengan vespa ndog, dan Pasar Semawis Semarang. Di produksi sebanyak 4 episode, dan memiliki tiga segmen dengan konten yang berbeda, Feature wisata ini bertujuan untuk memberikan referensi bagi keluarga yang akan memanfaatkan waktu yang singkat untuk dapat berwisata bersama ke beberapa objek wisata di Kota Semarang dan sekitarnya dalam satu hari penuh. Disuguhkan dengan kemasan atau cara penayangan yang inovatif, unik, dan menarik. Karya Bidang ini telah ditayang pada hari Minggu, tanggal 23 Februari, 2 Maret, 9 Maret, dan 16 Maret 2014 pukul 14.30 wib di Cakra Semarang TV. Kata kunci: wisata, feature, jurnalistik, program televisi, jateng exotic
Hubungan antara Asertivitas Komunikasi Manajer dan Iklim Komunikasi Organisasi dengan Tingkat Kedisiplinan Kerja Karyawan di CV Merapi Khairunnisya Sholikhah; Sri Widowati; Tandiyo Pradekso; Taufik Suprihatini
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.464 KB)

Abstract

Kepemimpinan meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya. Perilaku komunikasi yang dilakukan pimpinan merupakan hal penting dalam kelangsungan organisasi, dengan kemampuan berkomunikasi yang baik, maka pimpinan dapat menyampaikan pengetahuan, ide, gagasan kepada karyawannya. Pola-pola komunikasi yang ada dalam organisasi akan dapat membentuk sebuah iklim komunikasi. Iklim komunikasi sebuah organisasi mempunyai konsekuensi penting bagi pergantian dan masa kerja pegawai dalam suatu organisasi. Iklim komunikasi yang mendukung merupakan salah satu aspek bagi terciptanya hubungan kerja yang berhasil, karena iklim komunikasi menjembatani praktek-praktek pengelolaan sumber daya manusia dengan kinerja termasuk di dalamnya kedisiplinan karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asertivitas komunikasi manajer dan iklim komunikasi organisasi dengan tingkat kedisiplinan kerja karyawan. Asertivitas komunikasi manajer adalah gaya komunikasi manajer yang bersifat terbuka yang diukur dengan melihat kemampuan komunikasi manajer di dalam perusahaan. Iklim komunikasi organisasi diukur dengan lima dimensi iklim oleh Redding di antaranya supportiveness, partisipasi membuat keputusan, kepercayaan, keterbukaan dan keterusterangan, serta tujuan kinerja. Sedangkan disiplin kerja diukur dengan melihat tingkat kepatuhan karyawan terhadap jam kerja, penggunaan alat-alat kerja, dan prosedur kerja. Penelitian ini merupakan penelitian eksplanatori dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan tetap CV Merapi sebanyak 126 Teknik pengambilan sampel yang dilakukan adalah quota samplingyang berjumlah 55 orang. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah dengan menggunakan analisis koefisien korelasi rankKendall menggunakan perhitungan program SPSS.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara asertivitas komunikasi manajer dengan tingkat kedisiplinan kerja karyawan. Hal ini dibuktikan berdasarkan perhitungan melalui uji statistik dimana diperoleh probabilitas kesalahan (sig) sebesar 0,001 dengan koefisien korelasi sebesar 0,426. Oleh karena sig sebesar 0,001 < 0,01; maka kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa menerima Hipotesis alternatif (Ha) dan menolak Hipotesis nol (Ho). sedangkan untuk variabel iklim komunikasi organisasi dan tingkat kedisiplinan kerja karyawan tidak terdapat hubungan karena uji hipotesis menunjukkan bahwa diperoleh probabilitas kesalahan (sig) sebesar 0,096. Oleh karena sig sebesar 0,096 > 0,05; maka kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa menolak Hipotesis alternatif (Ha) dan menerima Hipotesis nol (Ho). Saran yang diberikan sebagai implikasi hasil penelitian adalah perlu diadakannya pelatihan ketenagakerjaan untuk line manajer maupun karyawan untuk dapat memperbaiki keahlian mereka dalam segi komunikasi maupun kinerja.Key words: Asertivitas Komunikasi Manajer, Iklim Komunikasi Organisasi, Tingkat Kedisiplinan Kerja Karyawan
HUBUNGAN INTENSITAS PENGGUNAAN INTERNET, INTENSITAS KOMUNIKASI PEER GROUP, STATUS SOSIAL EKONOMI DENGAN INTENSITAS MEMBACA BUKU PADA REMAJA KOTA SEMARANG Afif Hazly Hasibuan; Tandiyo Pradekso
Interaksi Online Vol 7, No 2: April 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1018.932 KB)

Abstract

The massive usage of internet often considered as the main factor from the shifting of conventional media usage, as the print book. In spite of that, peer group encouragement and economic ability are giving a contribution to people’s choices regarding to media usage. This research aims to determine the relation of internet usage intensity, peer group communication intensity, social economic status, with the intensity of reading book. This research is using reference group theory and literature review for determining every hypotesis in this research.For the sampling technique, this research is using the non-random sampling technique in convenient sampling method. The number of samples studied is 100 respondents with some characteristics, there are; domicile in Semarang, age range between 15 – 24 years old, active users of the internet and still reading a book. The result of first hypothesis testing is there is no correlation between internet usage intensity with the intensity of reading book with a value 0,071 of significance. The second hypothesis testing result is there is no correlation between peer group communication intensity with the intensity of reading book with a value 0,922 of significance. The third hypothesis testing result is there is a correlation between social economic status with the intensity of reading book with a value 0,019 of significance and -0,234 of correlation coefficient. Through this result, for increasing the intensity of reading book it is suggested that every content creator on the internet for making convergent content that directs every reader to read a book and for every person should bring his favorite books when interacting with their peer group. For book publishers, it is suggested for making brief and comprehensive content like the infographic, so every published book remains interesting to read.
Peran Koordinator Liputan dan Reporter dalam Pengelolaan Media Online Wehype.id bersama Impala Space Achmad Habibie Taufiqqur Rahman; Tandiyo Pradekso
Interaksi Online Vol 6, No 2: April 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.299 KB)

Abstract

Di daerah perkembangan industri kreatif begitu terlihat, sepertinya halnya di Semarang dimana semakin banyak para talenta – talenta kreatif muda bermunculan. Namun banyak talenta kreatif khususnya di kota Semarang belum ter-expose sehingga belum banyak dikenal khalayak. Salah satu penggiat industri kreatif di Semarang yaitu Impala Space menyadari bahwa dibutuhkan media yang dapat memberikan apresiasi terhadap industri kreatif di Semarang agar dapat dikenal oleh masyarakat luas. Impala Space adalah ruang kerja kolaboratif atau yang sering disebut sebagai co-working space. Sebuah ruang yang digunakan untuk bekerja bersama – sama dengan komunitas kreatif, Freelancers, Entreupreneurs atau bisnis Startup. Impala space akan menjadi pusat kegiatan dan pengembangan industri kreatif. Oleh karena itu tim karya bidang bekerja sama dengan Impala Space untuk membuat sebuah media online yang membahas segala hal tentang industri kreatif yang ada di Semarang. Wehype.id merupakan sebuah platform yang menjadi wadah untuk berbagi cerita tentang proses kreatif pada suatu karya. Wehype.id percaya dalam setiap penciptaan karya, selalu ada proses panjang yang melibatkan daya kreasi dan daya cipta. Untuk itu Wehype.id berkomitmen untuk menjadi corong komunikasi bagi setiap kreator untuk berbagi cerita sehingga kita dapat memahami proses dan mengapresiasi karya. Dalam Wehype.id koordinator liputan adalah orang yang bertanggung jawab terhadap penyusunan ide liputan dengan memperhatikan nilai berita didalamnya, yang kemudian akan ditugaskan kepada reporter. Selama karya bidang Wehype.id koordinator liputan telah menyelesaikan tugasnya melakukan penyusunan ide liputan sebanyak 90 bahan dan sebagai reporter mampu menghasilkan 45 artikel. Harapannya Wehype.id tidak hanya memberikan informasi tetapi juga menginspirasi dan turut berpartisipasi dalam perkembangan industri kreatif.
Karya Bidang Program Radio “Jateng Pagi” di RRI PRO 1 Semarang (Produser) Galuh Perwitasari; Tandiyo Pradekso
Interaksi Online Vol 6, No 1: Januari 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.521 KB)

Abstract

Radio Republik Indonesia (RRI) merupakan radio tertua milik pemerintah yang memiliki visi untuk mewujudkan lembaga penyiaran publik indonesia. RRI sebagai radio pembangun karakter bangsa, berkelas dunia memiliki jaringan yang sangat luas dari Aceh hinga Papua. Namun, masih banyak anak muda yang belum mengetahui Radio Republik Indonesia. Banyaknya radio-radio swasta yang bermunculan saat ini membuat popularitas RRI berkurang. Alasan utamanya adalah citra RRI sebagai radio berita yang sudah ketinggalan jaman, dan hanya berisi berita-berita yang sehinga bagi anak muda yang haus akan hiburan dan hal-hal terkini radio RRI kurang menarik untuk disimak Salah satu solusi adalah mengonsep kembali atau re-create program talk show “Jateng Pagi” dengan konsep yang baru. Penulis sebagai produser dalam acara “Jateng Pagi” ini mengkonsep kembali “Jateng Pagi” dengan melibatkan mahasiswa sebagai narasumber dalam program ini dan menyasar anak muda sebagai target pendengarnya, sehinga diharapkan dapat kembali meningkatkan pendengar radio khususnya RRI PRO 1 Semarang. Selama pelaksanaan program ini, penulis sebagai produser menentukan tema dan menghandel penentuan narasumber dan berhubungan dengan para penyiar RRI untuk berkonsultasi. Hasil kuisioner paska produksi menunjukkan melalui produksi program talk show “Jateng Pagi”, tim karya bidang berhasil meningkatkan jumlah pendengar program “Jateng Pagi” RRI PRO 1 Semarang menjadi 81 pendengar. Begitu pula dengan pendengar aktif, yang setiap episodenya hanya 3 orang, dengan konsep yang baru kini “Jateng Pagi” berhasil meningkatkan 8 – 19 pendengar aktif di setiap episodenya.
Co-Authors Achmad Habibie Taufiqqur Rahman Adi Nugroho Adinda Sekar Cinantya Aditia Nurul Huda Aditya Iman Hamidi Adityo Cahyo Aji Afif Hazly Hasibuan Agraha Dwita Sulistyajati Agus Naryoso Ahda Hanif Fauzi Ahmad Fauzi Ahmad Fikar Harakan Aike Ingget Pratiwi Aisah Putri Sajidah, Aisah Putri Ajeng Rengganis, Sekar Albert Rivai Sinaga Aldi Atwinda Jauhar Aldiansyah, Duvit Aldila Leksana Wati Alexandra Parahita Bening Kesumaputri Alif Ibrahim Alya Anwar, Rizqika Alyssa Jasmine Aurelia Rahmiqatrunnada Amrina Rida Hapsari Ananda Erfan Musthafa Andrea Oktavia, Helga Anggi Pramesthi Kusumarasri Anggia Anggraini Anjar Mukti Yuni Pamungkas, Anjar Mukti Annisa Aulia Mahari Annisa Kusumawardhani Annisya Winarni Putri Aprida Mulya, Resti Ardelia Fitriani, Neysa Ardini Koesfarmasiana, Ardini Arfika Pertiwi Putri Arif Nurochman Arinda Putri Oktaviani Aryatama Wibawa, Michael Asep Virgo Asri Aulia Rachmawati Asri Nugraheningtyas Astrid Damayanti Asty Setiandini Atika Nabila Atina Primaningtyas Aulia Nur Awang Asmoro Ayu Puspitasari, Ramadhiana Ayu Saraswati Ayu Sri Purnama, Ayu Sri Azzahira Putri Zakaria, Grandhis Badri Ilham Ramadhan Bagoes Praswanda, Yusrizal Banun Diyah Ardani Bareta Hendy Pamungkas Bayu Widagdo, Muhammad Bella Yunita Binarso Budiono Budiono Bisma Alief Charisma Rahma Dinasih Chintya Dyah Meidyasari Daffa Satriowibowo Daniel Dwi Listantyo Dara Pramitha Darda Putranto, Addakhil Deansa Putri Deni Arifiin Destima Nursylva Anggraningrum Devi Pranasningtias Indriani Dhira Widya Prasya, Dhira Dhiyah Puspita Sari Dhyah Shanti Nur Kartika Dimas Muhammad Distian Jobi Ridwan Diyan Hafdinovianti Ayu Kinasih Djoko Setiabudi Djoko Setyabudi Donik Agus Setiyanto DONNA RADITA MERITSEBA DR Sunarto Dwi Mulya Ningsih Dwi Purbaningrum Eggie Nurmahabbi Eka Ardianto Farasila, Iraisa Farisa Dian Utami Fariz Dewanto Fatma Izzatussayidati Febri Ariyadi Febriana Handayani Febriandani, Anisa Fitriyani, Putri Frida Asih Pratiwi Galuh Perwitasari Ghaliyah Julya Almira Ghana Pratama, Albert Ghela Rakhma Islamey Ghita Kriska Dwi Ananda Gilang Wicaksono Hajar Azizatun Niswah Hamidah, Nadiya Handi Aditia Hapsari Dwiningtyas Hapsari Dwiningtyas Hapsari Dwiningtyas Sulistyani Hardiyanto, Muhamad Hedi Pudjo Santosa Hedi Pudjo Santosa Hedi Pudjo Santosa Hendrikus Setya Pradhana Henny Novita Rumono Hilda Maisyarah I Nyoman Winata I Nyoman Winata Ibrahim Muhammad Ramadhan Ichsan Wahyu Pratama Imam Muttaqin Indah Puspawardhani Indra Septia BW Infra Ranisetya Intan Mashitasari Ira Astri Rasika Jaya Pramono Adi Jimmy Fachrurrozy Jody Suryamar Yudha Joyo Nur Suyanto Gono Kanaya Az Zahrah Karunia Yusuf, Kevin Kembang Soca Paranggani Khairani, Indah Khairunnisya Sholikhah Kinanati Bunga Wulansari Krisna Adryanto Lintang Jati Rahina Lintang Ratri Rahmiaji LISTIANTO HINDRA PRAMONO Lizzatul Farhatiningsih Lucia Eka Pravitasari Luh Rani Wijayanti M Bayu Widagdo Maharani Easter Mahendra Zulkifli Manggala Hadi Prawira Marcia Julifar Ardianto Marsha Fildzaishma Marshanda Putri, Tyara Martia Mutiara Tasuki Marwah Gayatri Purnado Maya Lestari Melinda Wita Satryani Meriza Lestari Meta Detiana Putri Mohammad Akbar Rizal Hamidi Much Yulianto Much. Yulianto Muchamad Yulianto Muchammad Bayu widagdo MUHAMMAD ABDUSSHOMAD Muhammad Bayu Widagdo Muhammad Bayu widagdo Muhammad Fadhel Raditya Muhammad Rofiuddin Muhamy Akbar Iedani Muliawati, Ditha N S Ulfa Naafisa Maulida Pratama Nabila Rezki, Anisa Nadia Dwi Agustina Nadia Hutaminingtyas Nanik Sudaryningtyas, Nanik Naura Kamila Prasetyanti Nicho Putera Gustantyo Nidya Aldila Nikita Putri Mahardhika Nikolas Prima Ginting Ninda Nadya Nur Akbar Noni Meisavitri Novi Rosmaningrum NS Ulfa Nungki Dwi Widyastuti Nur Dyah Kusumawardhani Putri Nur Shafira, Hana Nurist Surayya Ulfa Nurist Surraya ulfa Nurist Surrayya Nuriyatul Lailiyah Nurrist Suraya Ulfa Nurrist Surayya Ulfa Nurul Avita Sari Nurwijayanti Otto Fauzie Haloho Pipin F.P. Lestari Prabowo Nurwidagdyo Pranamya Dewati Prescilla Roesalya Primada Qurrota Ayun Pungkas Dwitanto Purwoko, Agus R. Sigit Pandhu Kusumawardana Radika Oktavianti, Dina Raihan Triaffandra Ramadhan, Maulana Ramadhinda, Azzahra Randyani Rarasati Raymond Soelistiono Filemon Raynaldo Faulana Pamungkas Reichan Anantyo, Muhamad Resty Widyanty Revana Meylani Rhola Bachtiar Raharjo Rifki Nur Pratiwi Rifqah Nailah Rijalul Vikry Rizka Amalia Rizka Arsianti Rizky Amalya Hadiningtyas Rizqi Ganis Ashari Rohedy Ayucandra Rohmat Pambudi Roli Harni Purba, Juita Rony Kristanto Setiawan Rosita Kemala Sari Rosyada Setijawan, Amrina Rumi Aulia Rahmanisa S Rouli Manalu Safira Nurin Aghnia Santa Cicilia Sinabariba Septian Aldo Pradita Septiana Hadiwinoto, Jessica Septiana Wulandari Suparyo Setyabudi, Gunawan Shafira Inas Nurina Shahnaz Natasha Anya Sigit Haryadi Sofi Kumala Fatma Sofianisa Rahmawati Sri Budi Lestari Sri Widowati Sri Widowati Herieningsih Sri Widowati Herieningsih Sunarto Sunarto Tan Faizal Rachman Tasya Nadia Taufik Indra Ramadhan Taufik Reza Ardianto Taufik Suprihatini Taufik Suprihatini Teresia Kinta Wuryandini Theresia Dita Anggraini Thriyani Rahmania Titan Armaya Tiur Agata, Elisa Tjen Jocelyn Ivana Tri Muriati Harahap, Anggi Tri Utami Triangga Ardiyanto Triyono Lukmantoro Triyono Lukmantoro Turnomo Rahardjo Uci Andriani Veriska, Veriska Vicho Whisnurangga Vinny Avilla Barus Wahyu Aji Hernawan, Dhimas Wahyu Kuncoro Aji, Danar Wahyu Nur R, Efrilia Wahyu Widiyaningrum Widya Andhika Aji Wina Natasya Saragih Wiwid Noor Rakhmad Yanu Angga Andaru, Yanu Yanuar Luqman Yoga Yuniadi Yohanes Rico Ananda Putra, Yohanes Yuan Stephanie Yuliantika Hapsari Yunita Indriyaswari Yusriana, Amida YUSUF AKBAR, MUHAMMAD Zainul Asngadah Fatmawati Zelda Elsa Khabibah Zulfikar Mufti