Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KINERJA PELABUHAN LAUT NUSANTARA KENDARI “Tinjauan Terhadap Angkutan General Cargo” La Ode Muh. Magribi; Adris Ade Putra; Muh. Ardiwansa
STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2018): STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (845.05 KB) | DOI: 10.55679/jts.v6i2.6219

Abstract

Penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja pelabuhan general cargo Nusantara Kendari berupa nilai (BOR), menganalisis panjang dermaga, Luas lapangan penumpukan dan proyeksi panjang dermaga dan luas lapangan penumpukan 5,10 dan 20 tahun yang akan datang. Hasilnya menunjukkan nilai BOR pada tahun 2015 masih memenuhi standar Kementerian Perhubungan, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut  yaitu di bawah 70%, begitupun di tahun 2020, 2025 dan 2035 mendatang. Panjang dermaga saat ini pada Pelabuhan Nusantara Kendari adalah 197,5 m, sementara kebutuhan dermaga saat ini hanya sebesar 134,40 m , begitupun di tahun 2020 dan 2025 kebutuhan panjang dermaga hanya mencapai 134,40 m, sementara panjang dermaga yang tersedia adalah 197,5 m, tetapi untuk tahun 2035 kebutuhan dermaga mencapai 257,60 m dibutuhkan penambahan dermaga sepanjang 60,1 m. untuk luas lapangan penumpukan yang dibutuhkan pada saat ini hanya sebesar 0,02 ha sementara luas lapangan penumpukan yang tersedia yaitu 2,43 ha, untuk tahun 2020, 2025 dan 2035 luas lapangan penumpukan yang terpakai hanya sebesar 0,05 ha sementara lapangan penumpukan yang tersedia sebesar 2,43 ha, hal ini menunjukan bahwa fasilitas pelabuhan berupa dermaga dan lapangan penumpukan masih mampu menampung arus kapal dan barang hingga 20 tahun yang akan datang.
STRATEGI PENGEMBANGAN JARINGAN JALAN DALAM MENUNJANG MOBILITAS PERGERAKAN PENDUDUK DI KABUPATEN KONAWE SELATAN Rahman Suardin; Adris Ade Putra; La Ode Muh. Magribi
STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2019): STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.204 KB) | DOI: 10.55679/jts.v7i2.8192

Abstract

ABSTRAKPrasarana transportasi di  Kabupaten Konawe Selatan khususnya  jaringan jalan yang menghubungkan antar wilayah masih belum memadai, hal ini disebabkan kondisi jalan yang sebagian besar dalam kondisi rusak, disamping itu sarana transportasi juga masih belum mendukung, sehingga aksesibilitas antar kawasan internal dan eksternal sangat rendah. Prasarana transportasi seharusnya dapat memberikan manfaat dan dampak yang luas, guna meningkatakan mobilitas dan aksesibilitas pergerakan orang dan barang, Oleh karena itu, diperlukan suatu penelitian guna menemukan strategi dan mengetahui faktor-faktor pengembangan jaringan jalan di  wilayah Kabupaten Konawe Selatan.Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah:Menganalisis interaksi antar wilayah  berdasarkan pola pergerakan penduduk dalam kerangka pengembangan jaringan jalan  Kabupaten Konawe Selatan. Menentukan strategi pengembangan jaringan jalan dalam menunjang pertumbuhan dan pengembangan wilayah  Kabupaten Konawe Selatan. Penelitian menggunakan Matrik Asal Tujuam (MAT) yang disertai dengan garis keinginan (Desire Line), untuk memetakan pergerakan penduduk antar kecematan dalam satu kabupaten secara simultan, selain itu penentuan strategi pengembangan jaringan jalan dalam penelitian ini menggunakan analisis SWOT.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Interaksi pergerakan antar wilayah di Kab. Konawe Selatan sebesar 20.004  perjalanan  orang/hari. Distribusi perjalanan Internal terbesar terbesar adalah Kecamatan Tinanggea dengan total pergerakan 1600 perjalanan orang/hari, sedangkan perjalanan Internal Terkecil adalah Kec. Wolasi sebesar 349 perjalanan orang/hari.  Pergerakan Ekternal terbesar adalah Kecamatan Ranomeeto ke Kota Kendari dengan 1200 perjalanan orang/hari. Strategi pengembangan jaringan Kabupaten Konawe Selatan dengan menggunakan kekuatan dan memanfaatkan peluang yaitu: Peningkatan produksi pertanian tanaman pangan, perkebunan dan peternakan. Tersedianya prasarana jalan dan sarana pemasaran hasil produksi pertanian, perkebunan dan peternakan. Optimalisasi pembangunan infrastruktur transportasi guna memenuhi kebutuhan transportasi antar wilayah serta menunjang pengembangan wilayah. Kata Kunci : Pengembangan, Jaringan, Jalan, Pergerakan, StrategiABSTRACTTransportation infrastructure in South Konawe District, in particular the road network that connects between regions is still inadequate, this is due to the condition of the roads which are mostly in damaged condition, beside that, transportation facilities are still not supported, so accessibility between internal and external areas is very low. Transportation infrastructure should be able to provide benefits and impacts, in order to increase mobility and accessibility of movement of people and goods. Therefore, a study is needed to find strategies and to know the factors of road network development in the South Konawe District. The objectives to be achieved in this study are: Analyzing the interaction between regions based on the pattern of population movements in the framework of the development of the road network in South Konawe Regency. Determine a strategy for developing a road network in supporting the growth and development of the area of South Konawe Regency. The study used the Origin Target (MAT) matrix which was accompanied by desires (Desire Line), to map population movements between district in one regency simultaneously, besides the determination of road network development strategies in this study using SWOT analysis. The results showed that the interaction between regions in the South Konawe Regency amounted to 20,004 person trips/day. The biggest internal travel distribution is Tinanggea district with a total movement of 1600 people / day trips, while the Smallest Internal Trip is Wolasi district for 349 person trips/day. The biggest external movement is Ranomeeto district to Kendari City with 1200 person trips/day. The strategy for developing the network of the South Konawe Regency by using force and taking advantage of opportunities, namely: Increasing agricultural production of food crops, plantations and livestock. Availability of road infrastructure and marketing facilities for agricultural, plantation and livestock production. Optimizing the development of transportation infrastructure to meet transportation needs between regions and to support regional development. Keywords : Development, Network, Road, Movement, Strategy
PENGARUH PEMBANGUNAN TERMINAL BARUGA KOTA KENDARI TERHADAP NILAI TATA GUNA LAHAN DIKAWASAN SEKITARNYA Hujiyanto Hujiyanto; Edward Ngii; Adris Ade Putra
Jurnal Perencanaan Wilayah Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Perencanaan Wilayah
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpw.v5i1.11960

Abstract

Penelitian ini bertujuan: 1) Mengkaji pembangunan terminal Baruga terhadap perubahan (land use) tata guna lahan di sekitarnya, 2)Menganalisis variabel yang berkorelasi dan memiliki pengaruh yang signifik an serta mengetahui model persamaan perhitungan nilai jual lahan. 3) Menganalisis pengaruh Pembangunan terminal Baruga terhadap perubahan harga lahan  atau nilai lahan.Obyek penelitian ini adalah kawasan sekitar terminal Baruga, untuk meneliti perubahan tata guna lahan dan nilai jual lahan. Variabel variabel untuk penelitian perubahan nilai jual lahan di sekitar kawasan terminal Baruga yaitu : Jarak lahan, luas lahan dan lebar jalan akses. Penelitian ini dilakukan dengan teknik Observasi lapangan/survey, pembagian kuesioner dan wawancara langsung terhadap pemilik lahan. Jumlah responden adalah 194 sampel. Data dianalisis dengan menggunakan Analisis Korelasi Pearson dan Regresi Berganda (SPSS).            Hasil penelitian ini adalah terjadi perubahan penggunaan lahan/tata guna lahan, , Variabel yang berkorelasi dan berpengaruh signifikan terhadap nilai jual lahan yaitu (Lebar jalan akses) dengan nilai 0,543 dan angka sig 0,000 sedangkan  model persamaan regresi adalahY = 325.306,22 – 1.042,73 X1 – 4,453 X2 + 33.931,75X3. Sedangkan Nilai jual lahan disekitar terminal baruga yaitu Segmen I= . 348.563,- / m2, Segmen II= Rp. 294.150,- / m2, Segmen II= Rp. 303.965,- / m2.
Sifat Mekanis Batu Kapur Muna Sebagai Agregat Konstruksi Berdasarkan Uji Abrasi Dan Impact Edward Ngii; Adris Ade Putra; Munansar Munansar
Dinamika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.448 KB) | DOI: 10.33772/djitm.v9i2.4186

Abstract

Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara adalah salah satu daerah di Sulawesi Tenggara yang memiliki daerah tambang batu kapur yang berada di desa Meleura dan Labaha. Pemanfaatan batu kapur masih terbatas untuk memenuhi kebutuhan kapur bagi lahan pertanian. Pemanfaatan batu kapur dibidang konstruksi belum menjadi perhatian karena sifat mekanis batu kapur masih belum diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat mekanis batu kapur muna sebagai agregat konstruksi melalui uji mekanis di laboratorium. Batu kapur diperoleh dari lokasi penambangan di desa Meleura dan Labaha. Batu kapur dipecah dan disaring menggunakan susunan saringan 11/2”, 1”, ¾”, ½”, dan 3/8”. Uji mekanis terhadap kedua batu kapur dilakukan dengan uji abrasi (SNI 03-2417-1991) dan impact  (BS 812:part 3:1975). Selanjutnya hasil pengujian dibandingkan terhadap spesifikasi yang berlaku untuk agregat konstruksi. Hasil uji mekanis menunjukan bahwa batu kapur asal Desa Meleura Kabupaten Muna lebih keras dibanding dari Desa Labaha dengan nilai abrasi masing-masing sebesar 41,66% dan 79,51%. Batu kapur Meleura memiliki nilai Aggregate Impact  Factor (AIV) sebesar 23,06% sehingga layak digunakan sebagai agregat untuk mutu beton kelas II (K125–K275). Penggunaan batu kapur Meleura sebagai agregat konstruksi jalan raya, masih dimungkinkan jika nilai abrasi batu kapur dapat diturunkan dari batas maksimal 40%. Kata kunci: batu kapur, beton, perkerasan, agregat, muna
TRANSFER PENGETAHUAN TEKNOLOGI POMPA HIDRAM (NON LISTRIK & BBM) DI DESA LALOUESAMBA KABUPATEN KONAWE SELATAN Agustan Agustan; Edward Ngii; Adris Ade Putra; Sitti Nurjannah Ahmad; Rudi Balaka; Fitriah S Fitriah S
Jurnal Pengabdian NUSANTARA Vol 2, No 1 (2022): Januari-Juni
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.191 KB) | DOI: 10.33772/jpnus.v2i1.23939

Abstract

Lalouesamba Village is one of the youngest villages in the South Konawe Regency, with a non-coastal slope topography of 82 meters above sea level and an area of about 4.1 km2. The majority are farming/gardening, coolies, and construction workers are the main occupations. Potential water resources include rivers with a width of 3-5 meters around the village. Each 1 artesian spot, boiling water spot, murky water borehole, and 5 units of wells with a depth of 15 meters. The problem with this village partner is that there is still a lack of access to clean water, so the solution offered to lift/pump the potential for river flow is to use a hydraulic ram pump without electricity & fuel. Therefore, this community service activity aims to provide an understanding of hydraulic ram pump knowledge and open insight into the potential for welfare due to the pump. The results of the transfer of knowledge of hydraulic ram pumps show a good indication with the achievement of the main material up to 80% based on the results of the feedback questionnaire and it can be stated that the villagers of Lalouesamba are ready to advance to the next stage, namely practical training on assembling/making hydraulic ram pumps. Requests for additional discussion from residents and village heads are evidence of the enthusiastic response, which is a sign of the opening of insight into the potential of hydram pumps for the welfare of villagers after receiving enlightenment about hydram knowledge
INTEGRASI TRANSPORTASI MULTIMODA DALAM MENDUKUNG KAWASAN PARIWISATA WAKATOBI MENGGUNAKAN QUANTUM GIS Adris Ade Putra; Abdul Kadir
semanTIK Vol 6, No 1 (2020): semanTIK
Publisher : Informatics Engineering Department of Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.248 KB) | DOI: 10.55679/semantik.v6i1.11504

Abstract

Pembangunan prasarana dan sarana transportasi wilayah harus dapat memberikan manfaat dan dampak yang luas dalam mendukung perekonomian masyarakat setempat. Berdasarkan pola pergerakan yang terjadi di wilayah Kabupaten Wakatobi, maka konsep pengembangan sistem transportasi di wilayah Kabupaten Wakatobi harus didasarkan pada konsep integrasi sistem transportasi multimoda. Tujuan penelitian menganalisis keterpaduan antar moda transportasi jalan, transportasi penyeberangan dan moda transportasi laut serta moda transportasi udara, baik transportasi di dalam wilayah tersebut maupun transportasi antar wilayah hinterlandnya. Jenis penelitian yang digunakan adalah non-eksperimental dan bersifat deskriptif kualitatif dan kuantitatif, analisis data menggunakan Matriks Asal Tujuan (MAT) menggunakan Quantum GISRute angkutan laut tidak berjalan pada satu titik keberangkatan sebagai simpul pengumpul yaitu pelabuhan pada suatu kawasan tertentu, akan tetapi berangkat dari masing-masing wilayah kepulauan, sehingga perlu dilakukan penataan trayek transportasi laut, guna meningkatkan akses wilayah luar secara regional maupun secara lokal antar pulau dalam wilayah Kabupaten Wakatobi. Bandara Matahora sebagai bandara pengumpan, perlu peningkatan jalur runway (lintasan pacu) sehingga dapat mampu menampung pesawat berbadan lebar. Untuk pengembangan Bandara Maranggo saat ini lebih dominan untuk fungsi kegiatan pariwisata yang dikelola oleh pihak swastaKata kunci; Integrasi, Multimoda, Transportasi, Pengembangan, Quantum GIS
DESAIN SIMPANG JALAN BERKESELAMATAN (Studi Kasus: Simpang Tapak Kuda) Asri Asri; Adris Ade Putra; Try Sugiyarto Soeparyanto
Media Konstruksi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2020): MedKons
Publisher : PRODI D3 TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.229 KB) | DOI: 10.33772/jmk.v5i1.24100

Abstract

Abstract The preparation of this implementation method is carried out by retrieving primary data and secondary data obtained from the relevant agencies in this study and the results of direct observations from the research site.Based on the results of calculations obtained in the capacity field that occurred at the intersection of three Jl. Tapak Kuda – Jl. Buburanda kendari city. Monday at 08.00 – 17.00 for each north short, south and east are 2285 smp/hr, 1849 smp/hr and 1352 smp/hr. Wednesday at 08.00 – 17.00 for north, south and east shorts respectively are 1850 smp/hr, 1515 smp/hr and 1927 smp/hr. Saturday at 08.00 – 17.00 for each - north, south and east shorts are 2107 smp /hr, 1578 smp/hr and 1477 smp/hr. The data was taken at the top of the survey 3 days survey in the field. In applying the intersection Jl.Tapak Kuda – Jl. Buburanda need to be done safety intersection design so that road users feel safe.  Abstrak Penyusunan metode pelaksanaan ini dilakukan dengan pengambilan data primer dan data sekunder yang diperoleh dari instansi yang terkait pada penelitian ini dan hasil pengamatan langsung dari lokasi penelitian. Berdasarkan hasil perhitungan yang diperoleh di lapangan kapasitas yang terjadi di simpang tiga Jl. Tapak Kuda – Jl. Buburanda Kota Kendari. Senin pukul 08.00 – 17.00 untuk masing – masing pendekat utara, selatan dan timur adalah 2285 smp/jam, 1849 smp/jam dan 1352 smp/jam. Rabu pukul 08.00 – 17.00 untuk masing – masing pendekat utara, selatan dan timur adalah 1850 smp/jam, 1515 smp/jam dan 1927 smp/jam. Sabtu pukul 08.00 – 17.00 untuk masing – masing pendekat utara, selatan dan timur adalah 2107 smp/jam, 1578 smp/jam dan 1477 smp/jam. Data tersebut diambil pada pengambilan survey paling  puncak 3 hari survei di lapangan. Dalam mengaplikasikan simpang Jl. Tapak Kuda – Jl. Buburanda perlu dilakukan desain simpang berkeselamatan agar pengguna jalan merasa aman. 
ANALISIS HAMBATAN SAMPING TERHADAP KINERJA LALU LINTAS Adhitya Eka Putra; Adris Ade Putra; Rini Sriyani
Media Konstruksi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016): MedKons
Publisher : PRODI D3 TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (844.106 KB) | DOI: 10.33772/jmk.v1i2.27182

Abstract

Abstract Kendari was road one of the roads is pretty solid, this is caused beecause the road were the lowliest market where a lot of the public who Transact buy and sell around the standards Development, with areas such as this much community activity that occurs on the side of the road, such as pedestrians, vehicle parking, slow vehiclesand vehicle exit/entrance on the side of the road.This research was conducted on the Development road of future fish auction market city of kendari. The data were taken, the situation is the primary data such as the geometric conditions of the road, traffic volume and speed, and the factors of the side barriers around the site of the research. While secondary data are population and location map.Based on the results of analysis and discussion, the highest side barriers on the Development road of Kendari is with frequency weighting Genesis 1365.1 the value entered into the classroom side barriers are very high (VH). The obstacles the side effect on traffic flow, reduced speed, reduced volume and high density. Influence of barriers against capacity can be seen from the decline in capacity without any obstacles the side of 2759.7 units of passenger cars/hour and with a side barrier into 2513.8 units of passenger cars/hour. the results of calculations for the degree of saturation, i.e. 0.26 Development Roads because of the results of the analysis below from 0.75 then no need to do planning, based on the degree of saturation level of service standards for the city of Kendari Enter category "B" Current stable but speed peration start is limited by the conditions of traffic, the driver has enough freedom to choose speed. as for speed when market entry category "E" operational flow of unstable (heavy traffic, but the density is not all the way) and when the market no longer belongs to the category "A" Free flow (the flow of relatively undisturbed,Sometimes it happens a little stop).  Abstrak Ruas jalan pembangunan Kota Kendari salah satu ruas jalan yang culkup padat,hal ini di sebabkan karena ruas jalan tersebut berada dikawasan pasar yang dimana banyak masyarakat yang bertransaksi jual beli di sekitar ruas Jalan Pembangunan dengan wilayah seperti ini banyak aktivitas masyarakat yang terjadi di samping jalan seperti pejalan kaki, kendaraan parkir, kendaraan lambat dan kendaraan keluar/masuk pada samping jalan.Penelitian ini dilakukan di ruas Jalan Pembangunan depan pasar pelelangan ikan Kota Kendari. Data yang diambil dilapangan adalah data primer seperti kondisi geometrik jalan, volume lalu lintas dan kecepatan, dan faktor-faktor hambatan amping di sekitar lokasi penelitian. Sedangkan data sekunder adalah jumlah penduduk dan peta lokasi.Berdasarkan hasil analisa dan pembahasan, hambatan samping tertinggi pada as Jalan Pembangunan Kota Kendari ini adalah dengan frekuensi bobot kejadian 1365,1 nilai tersebut masuk ke dalam kelas hambatan samping sangat tinggi (VH).Hambatan samping tersebut berpengaruh terhadap arus lalu lintas, kecepatan menjadi berkurang, volume berkurang dan kepadatan tinggi. Pengaruh hambatan terhadap kapasitas bisa dilihat dari penurunan kapasitas tanpa adanya hambatan samping sebesar 2759,7 Smp/Jam dan dengan adanya hambatan samping menjadi 2513,8 Smp/Jam. Hasil perhitungan untuk derajat kejenuhan Ruas Jalan Pembangunan yaitu 0,26 karenan hasil analisa di bawah dari 0,75 maka tidak perlu di lakukan perencanaan ulang, berdasarkan nilai derajat kejenuhan tingkat pelayanan ruas Jalan Pembangunan Kota Kendari Masuk kategori B Arus stabil tapi kecepatan operasi mulai dibatasi oleh kondisi lalu-lintas, Pengemudi memiliki kebebasan yang cukup untuk memilih kecepatan. Sedangkan untuk kecepatan saat pasar beroperasi masuk kategori E Aliran tidak stabil dalu lintas padat, tapi kepadatan tidak sepanjang jalan) dan n saat pasar tidak beroperasi masuk dalam kategori A Free flow (aliran relative tak terganggu, kadang- kadang terjadi sedikit stop). 
ANALISIS KINERJA BUNDARAN (Studi Kasus: Bundaran Tank Anduonohu) Abdullah Rachmad; Adris Ade Putra; Ridwan Syah Nuhun
Media Konstruksi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2019): MedKons
Publisher : PRODI D3 TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.413 KB) | DOI: 10.33772/jmk.v4i1.27213

Abstract

Abstract The tank roundabout is the main route connecting the old city, Wua-wua, Lapulu and Martandu, and is a two-way four-lane road divided by a median. The minor road at the roundabout is the main route that connects an area where the area is a type of road environment around the Anduonohu roundabout which is a commercial area, this can be seen by the presence of offices, workshops, restaurants, hospitals, health centers, Pertamina, campuses, markets, shops and office areas, so the traffic volume on these roads is quite large. The research objective was to determine the operational conditions of the Andounohu tank roundabout, Kendari city, which was indicated by the values of capacity, degree of saturation, delay, queuing opportunity, free flow velocity and travel speed, using MKJI 1997. The research method used to determine the traffic volume and road width of the Andounohu tank roundabout were direct field surveys, calculating LHR and measuring road width. And the method used is based on the MKJI 1997.The results of the analysis show that the capacity (C) for arm A = 8,799 (pcu / hour), arm B = 9,418 (pcu / hour), arm C = 9.118 (pcu / hour), arm D = 10,298 (pcu / hour). Degree of saturation (DS) for arm A = 0.17, arm B = 0.13, arm C = 0.14, and arm D = 0.50, Delay (DT) for arm A = 0.33 (sec / pcu ), arm B = 0.17 (sec / pcu), arm C = 0.21 (sec / pcu), and arm D = 2.04 (sec / pcu), Chance of queuing (QP%) for arm A = 3 , 46, arm B = 2.76, arm C = 2.94, and arm D = 13.09. Free current velocity (Vo) for arm A = 32 (km / hr), arm B = 33 (km / hr), arm C = 33 (km / hr), arm D = 33 (km / hr). Travel speed (V) for arm A = 32 (km / hr), arm B = 33 (km / hr), arm C = 33 (km / hr), arm D = 31 (km / hr). Travel time of single braided section (TT) for arm A = 2.31, arm B = 2.18, arm C = 2.18, arm D = 2.31.  Abstrak Bundaran tank merupakan jalur utama yang menghubungkan kota lama, Wua-wua, Lapulu dan Martandu, d a n merupakan jalan dengan dua arah empat lajur yang terbagi oleh median. Jalan minor pada bundaran tersebut merupakan jalur utama yang menghubungkan suatu daerah dimana daerah tersebut merupakan Tipe lingkungan jalan sekitar bundaran Anduonohu merupakan daerah komersial, hal ini bisa dilihat dengan adanya perkantoran, bengkel, rumah makan, Rumah Sakit, Puskesmas, Pertamina, Kampus, Pasar, pertokoan dan daerah perkantoran, sehingga volume lalu lintas pada jalan tersebut cukup besar. Tujuan penelitian untuk mengetahui kondisi operasional dari bundaran tank Andounohu, kota kendari, yang ditunjukkan dengan nilai-nilai kapasitas, derajat kejenuhan, tundaan, peluang antrian, kecepatan arus bebas dan kecepatan tempuh, dengan menggunakan MKJI 1997. Metode penelitian yang digunakan untuk mengetahui volume lalu lintas dan lebar jalan bundaran tank andounohu adalah survey langsung dilapangan, menghitung LHR dan melakukan pengukuran lebar jalan. Dan metode yang digunakan berdasarkan MKJI 1997.Hasil analisis, diperoleh Kapasitas (C) untuk lengan A = 8.799 (smp/jam), lengan B = 9.418 (smp/jam), lengan C = 9.118 (smp/jam), lengan D = 10.298 (smp/jam). Derajat Kejenuhan (DS) untuk lengan A = 0,17, lengan B = 0,13, lengan C = 0,14, dan lengan D = 0,50, Tundaan (DT) untuk lengan A = 0,33 (det/smp), lengan B = 0,17(det/smp), lengan C = 0,21 (det/smp), dan lengan D = 2,04 (det/smp), Peluang antrian (QP%) untuk lengan A = 3,46, lengan B = 2,76, lengan C = 2,94, dan lengan D = 13,09. Kecepatan arus bebas (Vo) untuk lengan A = 32 (km/jam), lengan B = 33 (km/jam), lengan C = 33 (km/jam), lengan D = 33 (km/jam). Kecepatan tempuh (V) untuk lengan A = 32 (km/jam), lengan B = 33 (km/jam), lengan C = 33 (km/jam), lengan D = 31 (km/jam). Waktu tempuh bagian jalinan tunggal (TT) untuk lengan A = 2,31, lengan B = 2,18, lengan C = 2,18, lengan D = 2,31. 
PENGATURAN PANJANG ANTRIAN PADA SIMPANG BERSINYAL BERDASARKAN VOLUME DAN KOMPOSISI LALU LINTAS Adris Ade Putra; Ridwan Syah Nuhun; Muhammad Iqbal; Siti Nurjanna Ahmad
STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 10, No 1 (2022): STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/jts.v10i1.27566

Abstract

Simpang Bersinyal di Jalan. M.T. Haryono dan Jalan. Brigjen M. Yunus yang terletak di depan Lippo Plaza dan Pasar Baru Kota Kendari merupakan salah satu lokasi yang sering sekali mengalami kemacetan di jam-jam sibuk yang mengakibatkan panjang antrian kendaraan, oleh karna itu panjang antrian kendaraan yang berada di lokasi tersebut perlu dikaji berdasarkan pedoman kapasitas jalan Indonesia 2014 dengan panjang aktual berdasarkan komposisi lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja simpang dan panjang antrian di Simpang Bersinyal Jalan M.T. Haryono dan Jalan Brigjen M. Yunus berdasarkan PKJI 2014 dan panjang antrian aktual. Hasil penelitian menunjukan bahwa panjang antrian untuk pendekat Utara sebesar 239 meter, Timur 224 meter, Selatan 240 meter dan Barat 229 meter. Sedangkan berdasarkan panjang antrian aktual untuk pendekat Utara sebesar 104 meter, Timur 120 meter, Selatan 189 meter, Barat 82 meter.
Co-Authors Abdul Kadir Abdul Kadir Abdul Kadir Abdullah Rachmad Adhitya Eka Putra Adiyaksa, Reza Ady Sarwono Sarewo Agustan Agustan Agustan Agustan Agustan Agustan Agustan Agustan, Agustan Ahmad Syarif Sukri Ahmad, Siti Nurjanah Alhamra, Alhamra Alkadri Alkadri Almaliki, Muhamad Faza Amelia, Armita Anafi Minmahddun Andhy Ilga Nur Aisyah Apriansyah, Muhammad Risal Arjuna Krisnajaya Arsyad, , La Ode Muhamad Nurrakhmad Arsyad, La Ode Muhamad Nurrakhmad Arsyad, Laode Muhamad Nurrakhmad Asman Asman Asri Asri Asrul Asrul Aswandri Aswandri Azis, Rudi Baso Mursidi, Baso Deni Anggraini Dewa Made Ratmawan Edwar Ngii Edward Ngii Edward Ngii EKO WAHYU PRASETYO Evendi, Rustam Ferdiansyah Ferdiansyah Firman, Andi Fitriah Masud Fitriah S Fitriah S Fitriah.S Fitriah.S Hado, Hado Handa, Muhamad Idham Hardyanty, Vivin Hasddin, Hasddin Hasmina Tari Mokui Haydir, Haydir Hujiyanto, Hujiyanto Ishak Ishak Israh Israh Jasman Jasman Jaya, Laode Muhammad Golok Kaimuddin, Januar Saleh La Karimuna La Ode Muh Magribi La Ode Muh. Magribi La Ode Muh. Magribi La Ode Muhamad Nurrakhmad Arsyad La Ode Muhammad Nurrakhmad Arsyad La Welendo La Welendo, La Lalang, Lalang Laode M. Golok Jaya Laode Muhammad Golok Jaya Laode, Ringo Taufan Lawalendo Lawalendo Lawelendo, Lawelendo Lestari, Yola Magribi, La Ode Muh Magribi, La Ode Muh. Mahapati, Waode Sitti Warsita Maudhy Satyadharma Muammar Makmur Muammar Makmur, Muammar Muh. Ardiwansa Muhzamin, Ismail Munansar Munansar Muzammil Makmur MZ, LM Arisman Thamrin Nasrul Nasrul Nuhun, Ridwan Syah Nurwijayanti PS, Marthen Rachman, Fikran Sanji Rahman Suardin Ramsi, Ramsi Rasmida Rasmida Ridwan Syah Nuhun Ridwan Syah Nuhun Ridwansyah Nuhun Ridwansyah Ridwansyah Rini Sriyani Roma, Asri Nova Romy Talanipa, Romy rudi balaka Rudi Balaka Rudi Balaka Rudi Balaka, Rudi Safitri Maladeni, Eva Salam, M. Sambari, Villa Evadelvia Ginal Satyadharma, Maudhy Satyadharma, Maudhy Satya Simatupang, Minson Siti Nurjanah Ahmad Siti Nurjanna Ahmad Sitti Nurjannah Ahmad Sitti Nurjannah Ahmad Statiswaty Sugiarto, Try Surya Baskara Susanti Djalante Syamsiar, Syamsiar Syarifuddin Syarifuddin Tahir Azikin Takdir, Riyan Abdillah Taufik Taufik Taziruddin, Taziruddin Tri Ade Putra Triantini. S. Putri Try Sugiyarto Waode Sitti Warsita Mahapati Weko Indira Romanti Aulia Wijaya Saputra, Wijaya