Claim Missing Document
Check
Articles

TRANSFER PENGETAHUAN TEKNOLOGI POMPA HIDRAM (NON LISTRIK & BBM) DI DESA LALOUESAMBA KABUPATEN KONAWE SELATAN Agustan Agustan; Edward Ngii; Adris Ade Putra; Sitti Nurjannah Ahmad; Rudi Balaka; Fitriah S Fitriah S
Jurnal Pengabdian NUSANTARA Vol 2, No 1 (2022): Januari-Juni
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.191 KB) | DOI: 10.33772/jpnus.v2i1.23939

Abstract

Lalouesamba Village is one of the youngest villages in the South Konawe Regency, with a non-coastal slope topography of 82 meters above sea level and an area of about 4.1 km2. The majority are farming/gardening, coolies, and construction workers are the main occupations. Potential water resources include rivers with a width of 3-5 meters around the village. Each 1 artesian spot, boiling water spot, murky water borehole, and 5 units of wells with a depth of 15 meters. The problem with this village partner is that there is still a lack of access to clean water, so the solution offered to lift/pump the potential for river flow is to use a hydraulic ram pump without electricity & fuel. Therefore, this community service activity aims to provide an understanding of hydraulic ram pump knowledge and open insight into the potential for welfare due to the pump. The results of the transfer of knowledge of hydraulic ram pumps show a good indication with the achievement of the main material up to 80% based on the results of the feedback questionnaire and it can be stated that the villagers of Lalouesamba are ready to advance to the next stage, namely practical training on assembling/making hydraulic ram pumps. Requests for additional discussion from residents and village heads are evidence of the enthusiastic response, which is a sign of the opening of insight into the potential of hydram pumps for the welfare of villagers after receiving enlightenment about hydram knowledge
INTEGRASI TRANSPORTASI MULTIMODA DALAM MENDUKUNG KAWASAN PARIWISATA WAKATOBI MENGGUNAKAN QUANTUM GIS Adris Ade Putra; Abdul Kadir
semanTIK Vol 6, No 1 (2020): semanTIK
Publisher : Informatics Engineering Department of Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.248 KB) | DOI: 10.55679/semantik.v6i1.11504

Abstract

Pembangunan prasarana dan sarana transportasi wilayah harus dapat memberikan manfaat dan dampak yang luas dalam mendukung perekonomian masyarakat setempat. Berdasarkan pola pergerakan yang terjadi di wilayah Kabupaten Wakatobi, maka konsep pengembangan sistem transportasi di wilayah Kabupaten Wakatobi harus didasarkan pada konsep integrasi sistem transportasi multimoda. Tujuan penelitian menganalisis keterpaduan antar moda transportasi jalan, transportasi penyeberangan dan moda transportasi laut serta moda transportasi udara, baik transportasi di dalam wilayah tersebut maupun transportasi antar wilayah hinterlandnya. Jenis penelitian yang digunakan adalah non-eksperimental dan bersifat deskriptif kualitatif dan kuantitatif, analisis data menggunakan Matriks Asal Tujuan (MAT) menggunakan Quantum GISRute angkutan laut tidak berjalan pada satu titik keberangkatan sebagai simpul pengumpul yaitu pelabuhan pada suatu kawasan tertentu, akan tetapi berangkat dari masing-masing wilayah kepulauan, sehingga perlu dilakukan penataan trayek transportasi laut, guna meningkatkan akses wilayah luar secara regional maupun secara lokal antar pulau dalam wilayah Kabupaten Wakatobi. Bandara Matahora sebagai bandara pengumpan, perlu peningkatan jalur runway (lintasan pacu) sehingga dapat mampu menampung pesawat berbadan lebar. Untuk pengembangan Bandara Maranggo saat ini lebih dominan untuk fungsi kegiatan pariwisata yang dikelola oleh pihak swastaKata kunci; Integrasi, Multimoda, Transportasi, Pengembangan, Quantum GIS
INTEGRASI TRANSPORTASI MULTIMODA DALAM MENDUKUNG KAWASAN PARIWISATA WAKATOBI MENGGUNAKAN QUANTUM GIS Adris Ade Putra; Abdul Kadir
semanTIK Vol 6, No 1 (2020): semanTIK
Publisher : Informatics Engineering Department of Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.248 KB) | DOI: 10.55679/semantik.v6i1.11504

Abstract

Pembangunan prasarana dan sarana transportasi wilayah harus dapat memberikan manfaat dan dampak yang luas dalam mendukung perekonomian masyarakat setempat. Berdasarkan pola pergerakan yang terjadi di wilayah Kabupaten Wakatobi, maka konsep pengembangan sistem transportasi di wilayah Kabupaten Wakatobi harus didasarkan pada konsep integrasi sistem transportasi multimoda. Tujuan penelitian menganalisis keterpaduan antar moda transportasi jalan, transportasi penyeberangan dan moda transportasi laut serta moda transportasi udara, baik transportasi di dalam wilayah tersebut maupun transportasi antar wilayah hinterlandnya. Jenis penelitian yang digunakan adalah non-eksperimental dan bersifat deskriptif kualitatif dan kuantitatif, analisis data menggunakan Matriks Asal Tujuan (MAT) menggunakan Quantum GISRute angkutan laut tidak berjalan pada satu titik keberangkatan sebagai simpul pengumpul yaitu pelabuhan pada suatu kawasan tertentu, akan tetapi berangkat dari masing-masing wilayah kepulauan, sehingga perlu dilakukan penataan trayek transportasi laut, guna meningkatkan akses wilayah luar secara regional maupun secara lokal antar pulau dalam wilayah Kabupaten Wakatobi. Bandara Matahora sebagai bandara pengumpan, perlu peningkatan jalur runway (lintasan pacu) sehingga dapat mampu menampung pesawat berbadan lebar. Untuk pengembangan Bandara Maranggo saat ini lebih dominan untuk fungsi kegiatan pariwisata yang dikelola oleh pihak swastaKata kunci; Integrasi, Multimoda, Transportasi, Pengembangan, Quantum GIS
DESAIN SIMPANG JALAN BERKESELAMATAN (Studi Kasus: Simpang Tapak Kuda) Asri Asri; Adris Ade Putra; Try Sugiyarto Soeparyanto
Media Konstruksi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2020): MedKons
Publisher : PRODI D3 TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.229 KB) | DOI: 10.33772/jmk.v5i1.24100

Abstract

Abstract The preparation of this implementation method is carried out by retrieving primary data and secondary data obtained from the relevant agencies in this study and the results of direct observations from the research site.Based on the results of calculations obtained in the capacity field that occurred at the intersection of three Jl. Tapak Kuda – Jl. Buburanda kendari city. Monday at 08.00 – 17.00 for each north short, south and east are 2285 smp/hr, 1849 smp/hr and 1352 smp/hr. Wednesday at 08.00 – 17.00 for north, south and east shorts respectively are 1850 smp/hr, 1515 smp/hr and 1927 smp/hr. Saturday at 08.00 – 17.00 for each - north, south and east shorts are 2107 smp /hr, 1578 smp/hr and 1477 smp/hr. The data was taken at the top of the survey 3 days survey in the field. In applying the intersection Jl.Tapak Kuda – Jl. Buburanda need to be done safety intersection design so that road users feel safe.  Abstrak Penyusunan metode pelaksanaan ini dilakukan dengan pengambilan data primer dan data sekunder yang diperoleh dari instansi yang terkait pada penelitian ini dan hasil pengamatan langsung dari lokasi penelitian. Berdasarkan hasil perhitungan yang diperoleh di lapangan kapasitas yang terjadi di simpang tiga Jl. Tapak Kuda – Jl. Buburanda Kota Kendari. Senin pukul 08.00 – 17.00 untuk masing – masing pendekat utara, selatan dan timur adalah 2285 smp/jam, 1849 smp/jam dan 1352 smp/jam. Rabu pukul 08.00 – 17.00 untuk masing – masing pendekat utara, selatan dan timur adalah 1850 smp/jam, 1515 smp/jam dan 1927 smp/jam. Sabtu pukul 08.00 – 17.00 untuk masing – masing pendekat utara, selatan dan timur adalah 2107 smp/jam, 1578 smp/jam dan 1477 smp/jam. Data tersebut diambil pada pengambilan survey paling  puncak 3 hari survei di lapangan. Dalam mengaplikasikan simpang Jl. Tapak Kuda – Jl. Buburanda perlu dilakukan desain simpang berkeselamatan agar pengguna jalan merasa aman. 
ANALISIS HAMBATAN SAMPING TERHADAP KINERJA LALU LINTAS Adhitya Eka Putra; Adris Ade Putra; Rini Sriyani
Media Konstruksi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016): MedKons
Publisher : PRODI D3 TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (844.106 KB) | DOI: 10.33772/jmk.v1i2.27182

Abstract

Abstract Kendari was road one of the roads is pretty solid, this is caused beecause the road were the lowliest market where a lot of the public who Transact buy and sell around the standards Development, with areas such as this much community activity that occurs on the side of the road, such as pedestrians, vehicle parking, slow vehiclesand vehicle exit/entrance on the side of the road.This research was conducted on the Development road of future fish auction market city of kendari. The data were taken, the situation is the primary data such as the geometric conditions of the road, traffic volume and speed, and the factors of the side barriers around the site of the research. While secondary data are population and location map.Based on the results of analysis and discussion, the highest side barriers on the Development road of Kendari is with frequency weighting Genesis 1365.1 the value entered into the classroom side barriers are very high (VH). The obstacles the side effect on traffic flow, reduced speed, reduced volume and high density. Influence of barriers against capacity can be seen from the decline in capacity without any obstacles the side of 2759.7 units of passenger cars/hour and with a side barrier into 2513.8 units of passenger cars/hour. the results of calculations for the degree of saturation, i.e. 0.26 Development Roads because of the results of the analysis below from 0.75 then no need to do planning, based on the degree of saturation level of service standards for the city of Kendari Enter category "B" Current stable but speed peration start is limited by the conditions of traffic, the driver has enough freedom to choose speed. as for speed when market entry category "E" operational flow of unstable (heavy traffic, but the density is not all the way) and when the market no longer belongs to the category "A" Free flow (the flow of relatively undisturbed,Sometimes it happens a little stop).  Abstrak Ruas jalan pembangunan Kota Kendari salah satu ruas jalan yang culkup padat,hal ini di sebabkan karena ruas jalan tersebut berada dikawasan pasar yang dimana banyak masyarakat yang bertransaksi jual beli di sekitar ruas Jalan Pembangunan dengan wilayah seperti ini banyak aktivitas masyarakat yang terjadi di samping jalan seperti pejalan kaki, kendaraan parkir, kendaraan lambat dan kendaraan keluar/masuk pada samping jalan.Penelitian ini dilakukan di ruas Jalan Pembangunan depan pasar pelelangan ikan Kota Kendari. Data yang diambil dilapangan adalah data primer seperti kondisi geometrik jalan, volume lalu lintas dan kecepatan, dan faktor-faktor hambatan amping di sekitar lokasi penelitian. Sedangkan data sekunder adalah jumlah penduduk dan peta lokasi.Berdasarkan hasil analisa dan pembahasan, hambatan samping tertinggi pada as Jalan Pembangunan Kota Kendari ini adalah dengan frekuensi bobot kejadian 1365,1 nilai tersebut masuk ke dalam kelas hambatan samping sangat tinggi (VH).Hambatan samping tersebut berpengaruh terhadap arus lalu lintas, kecepatan menjadi berkurang, volume berkurang dan kepadatan tinggi. Pengaruh hambatan terhadap kapasitas bisa dilihat dari penurunan kapasitas tanpa adanya hambatan samping sebesar 2759,7 Smp/Jam dan dengan adanya hambatan samping menjadi 2513,8 Smp/Jam. Hasil perhitungan untuk derajat kejenuhan Ruas Jalan Pembangunan yaitu 0,26 karenan hasil analisa di bawah dari 0,75 maka tidak perlu di lakukan perencanaan ulang, berdasarkan nilai derajat kejenuhan tingkat pelayanan ruas Jalan Pembangunan Kota Kendari Masuk kategori B Arus stabil tapi kecepatan operasi mulai dibatasi oleh kondisi lalu-lintas, Pengemudi memiliki kebebasan yang cukup untuk memilih kecepatan. Sedangkan untuk kecepatan saat pasar beroperasi masuk kategori E Aliran tidak stabil dalu lintas padat, tapi kepadatan tidak sepanjang jalan) dan n saat pasar tidak beroperasi masuk dalam kategori A Free flow (aliran relative tak terganggu, kadang- kadang terjadi sedikit stop). 
ANALISIS KINERJA BUNDARAN (Studi Kasus: Bundaran Tank Anduonohu) Abdullah Rachmad; Adris Ade Putra; Ridwan Syah Nuhun
Media Konstruksi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2019): MedKons
Publisher : PRODI D3 TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.413 KB) | DOI: 10.33772/jmk.v4i1.27213

Abstract

Abstract The tank roundabout is the main route connecting the old city, Wua-wua, Lapulu and Martandu, and is a two-way four-lane road divided by a median. The minor road at the roundabout is the main route that connects an area where the area is a type of road environment around the Anduonohu roundabout which is a commercial area, this can be seen by the presence of offices, workshops, restaurants, hospitals, health centers, Pertamina, campuses, markets, shops and office areas, so the traffic volume on these roads is quite large. The research objective was to determine the operational conditions of the Andounohu tank roundabout, Kendari city, which was indicated by the values of capacity, degree of saturation, delay, queuing opportunity, free flow velocity and travel speed, using MKJI 1997. The research method used to determine the traffic volume and road width of the Andounohu tank roundabout were direct field surveys, calculating LHR and measuring road width. And the method used is based on the MKJI 1997.The results of the analysis show that the capacity (C) for arm A = 8,799 (pcu / hour), arm B = 9,418 (pcu / hour), arm C = 9.118 (pcu / hour), arm D = 10,298 (pcu / hour). Degree of saturation (DS) for arm A = 0.17, arm B = 0.13, arm C = 0.14, and arm D = 0.50, Delay (DT) for arm A = 0.33 (sec / pcu ), arm B = 0.17 (sec / pcu), arm C = 0.21 (sec / pcu), and arm D = 2.04 (sec / pcu), Chance of queuing (QP%) for arm A = 3 , 46, arm B = 2.76, arm C = 2.94, and arm D = 13.09. Free current velocity (Vo) for arm A = 32 (km / hr), arm B = 33 (km / hr), arm C = 33 (km / hr), arm D = 33 (km / hr). Travel speed (V) for arm A = 32 (km / hr), arm B = 33 (km / hr), arm C = 33 (km / hr), arm D = 31 (km / hr). Travel time of single braided section (TT) for arm A = 2.31, arm B = 2.18, arm C = 2.18, arm D = 2.31.  Abstrak Bundaran tank merupakan jalur utama yang menghubungkan kota lama, Wua-wua, Lapulu dan Martandu, d a n merupakan jalan dengan dua arah empat lajur yang terbagi oleh median. Jalan minor pada bundaran tersebut merupakan jalur utama yang menghubungkan suatu daerah dimana daerah tersebut merupakan Tipe lingkungan jalan sekitar bundaran Anduonohu merupakan daerah komersial, hal ini bisa dilihat dengan adanya perkantoran, bengkel, rumah makan, Rumah Sakit, Puskesmas, Pertamina, Kampus, Pasar, pertokoan dan daerah perkantoran, sehingga volume lalu lintas pada jalan tersebut cukup besar. Tujuan penelitian untuk mengetahui kondisi operasional dari bundaran tank Andounohu, kota kendari, yang ditunjukkan dengan nilai-nilai kapasitas, derajat kejenuhan, tundaan, peluang antrian, kecepatan arus bebas dan kecepatan tempuh, dengan menggunakan MKJI 1997. Metode penelitian yang digunakan untuk mengetahui volume lalu lintas dan lebar jalan bundaran tank andounohu adalah survey langsung dilapangan, menghitung LHR dan melakukan pengukuran lebar jalan. Dan metode yang digunakan berdasarkan MKJI 1997.Hasil analisis, diperoleh Kapasitas (C) untuk lengan A = 8.799 (smp/jam), lengan B = 9.418 (smp/jam), lengan C = 9.118 (smp/jam), lengan D = 10.298 (smp/jam). Derajat Kejenuhan (DS) untuk lengan A = 0,17, lengan B = 0,13, lengan C = 0,14, dan lengan D = 0,50, Tundaan (DT) untuk lengan A = 0,33 (det/smp), lengan B = 0,17(det/smp), lengan C = 0,21 (det/smp), dan lengan D = 2,04 (det/smp), Peluang antrian (QP%) untuk lengan A = 3,46, lengan B = 2,76, lengan C = 2,94, dan lengan D = 13,09. Kecepatan arus bebas (Vo) untuk lengan A = 32 (km/jam), lengan B = 33 (km/jam), lengan C = 33 (km/jam), lengan D = 33 (km/jam). Kecepatan tempuh (V) untuk lengan A = 32 (km/jam), lengan B = 33 (km/jam), lengan C = 33 (km/jam), lengan D = 31 (km/jam). Waktu tempuh bagian jalinan tunggal (TT) untuk lengan A = 2,31, lengan B = 2,18, lengan C = 2,18, lengan D = 2,31. 
PENGATURAN PANJANG ANTRIAN PADA SIMPANG BERSINYAL BERDASARKAN VOLUME DAN KOMPOSISI LALU LINTAS Adris Ade Putra; Ridwan Syah Nuhun; Muhammad Iqbal; Siti Nurjanna Ahmad
STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 10, No 1 (2022): STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/jts.v10i1.27566

Abstract

Simpang Bersinyal di Jalan. M.T. Haryono dan Jalan. Brigjen M. Yunus yang terletak di depan Lippo Plaza dan Pasar Baru Kota Kendari merupakan salah satu lokasi yang sering sekali mengalami kemacetan di jam-jam sibuk yang mengakibatkan panjang antrian kendaraan, oleh karna itu panjang antrian kendaraan yang berada di lokasi tersebut perlu dikaji berdasarkan pedoman kapasitas jalan Indonesia 2014 dengan panjang aktual berdasarkan komposisi lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja simpang dan panjang antrian di Simpang Bersinyal Jalan M.T. Haryono dan Jalan Brigjen M. Yunus berdasarkan PKJI 2014 dan panjang antrian aktual. Hasil penelitian menunjukan bahwa panjang antrian untuk pendekat Utara sebesar 239 meter, Timur 224 meter, Selatan 240 meter dan Barat 229 meter. Sedangkan berdasarkan panjang antrian aktual untuk pendekat Utara sebesar 104 meter, Timur 120 meter, Selatan 189 meter, Barat 82 meter.
Analisa Tingkat Kepuasan Pelanggan Terhadap Jasa Terminal Pelabuhan Nusantara Kendari (Studi Kasus Pelabuhan Nusantara Kendari) Ferdiansyah Ferdiansyah; Adris Ade Putra; Try Sugiyarto Soreparyanto; Fitriah Fitriah
Media Konstruksi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : PRODI D3 TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmk.v8i1.28763

Abstract

Moda transportasi laut merupakan transportasi yang menghubungkan antar pulau di Indonesia. Transportasi yang aman, nyaman dan ekonomis menjadi harapan seluruh masyarakat. Pelabuhan penyeberangan nusantara Kendari merupakan salah satu pintu gerbang dalam pertukaran komoditas dan tempat penyeberangan bagi Masyarakat setempat. Pelabuhan ini dikelola oleh PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) cabang Kendari di bawah pengawasan pemerintah setempat yaitu Dinas Perhubungan Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, yang merencanakan angkutan penyeberangan barang dan jasa yang berupaya untuk memberikan pelayanan sebaik mungkin pada pihak pengguna jasa. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan analisis metode IPA, pengaruh pelayanan dalam dimensi Kehandalan (Reliability), Ketanggapan (Responsiveness), Penampilan Fisik (Tangible) dan Kepastian (Assurance), masing-masing meimiliki tingkat kesesuian diatas 50%
Pemasangan Instalasi Pompa Hidram Pada Bendungan Rawa Sungai Desa Lalouesamba, Kecamatan Lalembuu, Kabupaten Konawe Selatan Agustan Agustan; Edward Ngii; Adris Ade Putra; Lawalendo Lawalendo; Ridwansyah Nuhun; Rudi Balaka
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Terapan Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Vokasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpmit.v5i1.29105

Abstract

Lalouesamba Village has the potential for a swamp river to flow which never dries up throughout the season, while the number of villagers increases every year and the area of the village continues to grow. To anticipate these sources of water demand, this service aims to install hydram pump installations on the swamp river dam in question. The stages of its implementation are a) preparation of materials, b) field measurement survey, c) repair of swamp river dam bunds, d) sluice gate work, e) pump assembly, f) installation of pipe installation and pump holders, g) testing and measurement of yield discharge hydram pump, h) installation of hose lines, i) handover of assets to the village. The survey results obtained that the distance between the pump and the settlement was around 400 meters with a height of 14 meters from the surface of the swamp water. The repair of the weir raised the water level by about 50 cm. Meanwhile, the hydram pump installation was able to function as planned and produce a burst discharge of 1 liter per 4 seconds. The hose was installed as far as 400 m. The hydram pump asset installation was handed over to the village head of Lalouesamba to be cared for and used properly
COMMUNITY EMPOWERMENT ON INFRASTRUCTURE DEVELOPMENT IN KABANGKA VILLAGE MUNA REGENCY La Welendo; Edward Ngii; Adris Ade Putra; Siti Nurjanah Ahmad; Waode Sitti Warsita Mahapati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Terapan Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Vokasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpmit.v5i1.40170

Abstract

Community service is a form of higher education tri dharma, namely a team of lecturers from the Faculty of Engineering, Halu Oleo University which was held in Kabangka village, Muna Regency. Kabangka Village is a potential area and sufficient natural resources, in this case the spring tourism potential (Fotuno Sangia) which is often visited by local and even foreign tourists, agricultural land is very fertile, but road access to the village needs serious attention from all parties. . Community service aims to contribute in the form of knowledge about infrastructure development to improve the welfare of the community in Kabangka Village, Muna Regency. The process of implementing this service is a technique of implementing infrastructure and outreach to the farming community and the local village government. The Community Partnership Program is carried out by involving the community in the kabangka village of Muna Regency. The methods used in community service are sample provide, direct and face-to-face discussions with the community, and field applications in infrastructure development oriented to improving village roads. The results of the implementation of community service contribute to product work on infrastructure development, especially the improvement of village roads as access to community mobility movements to support economic, social, educational, and other activities. The community has a fairly good response and high enthusiasm for the program carried out by the lecturer team.  
Co-Authors Abdi Juryan Ladianto Abdul Kadir Abdul Kadir Abdullah Rachmad Abriansyah, Abriansyah Adhitya Eka Putra Adiyaksa, Reza Ady Sarwono Sarewo Agustan Agustan Agustan Agustan Agustan Agustan Agustan Agustan, Agustan Ahmad Syarif Sukri Ahmad, Siti Nurjanah Aldinoman, Aldinoman Alhamra, Alhamra Alkadri Alkadri Amsyal Anafi Minmahddun Andhy Ilga Nur Aisyah Apriansyah, Muhammad Risal Arjuna Krisnajaya Armita Amelia Arsyad, , La Ode Muhamad Nurrakhmad Arsyad, La Ode Muh. Nurrakhmad Arsyad, La Ode Muhamad Nurrakhmad Arsyad, Laode Muhamad Nurrakhmad Asman Asman Asri Asri Asri Nova Roma Asrul Asrul Asrullah Tondasi Assiddieq, Moch. Aswandri Aswandri Baso Mursidi Baso Mursidi, Baso Deni Anggraini Dewa Made Ratmawan Edwar Ariano Edwar Ngii Edward Ngii EKO WAHYU PRASETYO Evendi, Rustam Ferdiansyah Ferdiansyah Firman, Andi Fitriah Fitriah Fitriah Masud Fitriah S Fitriah S Fitriah.S Fitriah.S Golok Jaya, La Ode Muhammad Hado, Hado Handa, Muhamad Idham Hardyanty, Vivin Hasddin Hasddin Hasddin, Hasddin Hasmina Tari Mokui Haydir Haydir Hujiyanto, Hujiyanto Iliyas, La Ode Moh Ishak Ishak Israh Israh Jasman Jasman Jasman Jasman Jaya, Laode Muhammad Golok Kaimuddin, Januar Saleh La Karimuna La Ode Aliatin Wuga La Ode Ichwan Sjachrawy La Ode Muh Magribi La Ode Muh Nurrakhmad Arsyad La Ode Muh. Magribi La Ode Muh. Magribi La Ode Muh. Nurrakhmad Arsyad La Ode Muhamad Nurrakhmad Arsyad La Ode Muhamad Nurrakhmad Arsyad La Ode Muhammad Nurrakhmad Arsyad La Welendo Lalang, Lalang Laode, Ringo Taufan Lawalendo Lawalendo Lawelendo, Lawelendo Magribi, La Ode Muh Magribi, La Ode Muh. Masykur Kimsan Maudhy Satyadharma Minson Simatupang Muammar Makmur Muammar Makmur, Muammar Muh. Anando Kolawano Muh. Ardiwansa Muh. Faisal Sahlan Muhamad Faza Almaliki Muhammad Thahir Azikin Muhzamin, Ismail Munansar Munansar Muzammil Makmur MZ, LM Arisman Thamrin Nasrul Nasrul Nasrul Nasrul Nuhun, Ridwan Syah Nurwijayanti PS, Marthen Rachman, Fikran Sanji Rahman Suardin Rahmat Inggi Rahmat Inggi Ramsi, Ramsi Rasmida Rasmida Ridwansyah Nuhun Ridwansyah Ridwansyah Rini Sriyani Romy Suryaningrat Edwin Romy Talanipa Rudi Azis Rudi Balaka Safitri Maladeni, Eva Salam, M. Sambari, Villa Evadelvia Ginal Satyadharma, Maudhy Satyadharma, Maudhy Satya Simatupang, Minson Siti Nurjanah Ahmad Siti Nurjanna Ahmad Sitti Nurjannah Ahmad Sitti Nurjannah Ahmad Statiswaty Sugiarto, Try Surya Baskara Susanti Djalante Syamsiar, Syamsiar Syarifuddin Syarifuddin Tahir Azikin Takdir, Riyan Abdillah Taufik Taufik Taziruddin, Taziruddin Tri Ade Putra Triantini. S. Putri Try Sugiyarto Soeparyanto Tumiwa, Rivaldi Markel Wa Ode Sitti Warsita Mahapati Weko Indira Romanti Aulia Wijaya Saputra, Wijaya Yola Lestari