p-Index From 2021 - 2026
6.383
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 43 Documents
Search
Journal : Journals of Ners Community

HUBUNGAN KEBIASAAN MINUM KOPI TERHADAP TINGKAT HIPERTENSI (Correlation Habit of Drinking Coffee to the Level of Hypertension) Rita Rahmawati; Dian Daniyati
Journals of Ners Community Vol 7 No 2 (2016): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.22 KB) | DOI: 10.5281/j ners community.v7i2.266

Abstract

ABSTRAK Kopi merupakan salah satu minuman favorit di dunia. Konsumsi kopi mempengaruhi hipertensi telah lama menjadi perdebatan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pada frekuensi tertentu kebiasaan minum kopi dapat meningkatkan tekanan darah (hipertensi). Hipertensi merupakan penyakit yang timbul akibat adanya interaksi berbagai faktor resiko yang dimiliki seseorang. Kopi dapat mempengaruhi tekanan darah karena adanya kandungan kafein. Kafein memiliki efek terhadap tekanan darah secara akut, terutama pada penderita hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan kebiasaan minum kopi terhadap tingkat hipertensi.Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional, subjek penelitian sebanyak 58 orang, subjek penelitian ini adalah warga wilayah kerja puskesmas nelayan kabupaten gresik yang berusia 45-65 tahun, diambil secara Purposive sampling. Kebiasaan  minum kopi dilihat dari frekuensi kopi, jenis kopi, lama minum kopi, kekentalan kopi diambil menggunakan kuisioner dan wawancara terstruktur, dan tingkat hipertensi menggunakan observasi. Analisis statistik yang dilakukan adalah uji statistik spearmans rho dengan nilai standar <0,05.Hasil didapatkan nilai signifikan (2-tailed)= 0,000 yang berarti ada hubungan kebiasaan minum kopi terhadap tingkat hipertensi,  sedangkan nilai korelasi r= 0,809 artinya ada derajat hubungan sangat kuat antara kebiasaan minum kopi terhadap tingkat hipertensi. Penelitian ini menunjukkan ada hubungan kebiasaan minum kopi terhadap tingkat hipertensi di wilayah kerja puskesmas nelayan kabupaten gresik yang dilihat dari frekuensi kopi, jenis kopi, lama minum kopi dan kekentalan kopi,  rata-rata pasien yang mempunyai kebiasaan minum kopi berat mengalami hipertensi.Kata Kunci    : kebiasaan minum kopi, tingkat hipertensi ABSTRACT             Coffee is one of the favorite drink in the world. Consumption of coffee affect hypertension has long been debate Some experiments show that at the frequency certain the habit of drinking coffee can increase blood pressure (hypertension). Hypertension is a disease that occur due to the interaction of a risk factor owned someone. The coffee can affect blood pressure because of the content caffeine. Caffeine is increases blood pressure. This study aim was to explain the correlation habit of drinking coffee to the level hypertension.The experiment used Cross Sectional design, the subject of research as many as 58 respondents, the subject of this study in working area Puskesmas Nelayan Kabupaten Gresik aged 45-65 years, taken in Purposive sampling. The habit of drinking coffee seen from the frequency of coffee, the kind of coffee, long drinking coffee, viscosity coffee taken used a questionnaire and  planned manner of interviews, and the hypertension taken used a observations. Analyze statistics do is test statistics spearmans rho with the value of the standard <0.05.The results of research obtained with analyze the Test statistics spearmans rho established value significant ( 2-tailed ) = 0,000 which means the correlation habit of drinking coffee to the level hypertension, while the value of correlation r= 0,809 means that there is very strong degress relationship between the habit of drinking cofee to the level hypertension.The results of this research shows there is the correlation habit of drinking coffee to the hypertension in working area Puskesmas Nelayan Kabupaten Gresik wich seen from the frequency of coffee, the kind of coffee, long drinking coffee, and viscosity coffee, the average patients who have the habit of the weight of drinking coffee heavy exprerience hypertension. Keywords: the habit of drinking coffee, the hypertension.DOI : 10.5281/zenodo.1405557
KEPERCAYAAN DAN KOMITMEN PASIEN DALAM PELAYANAN KEPERAWATAN DENGAN LOYALITAS Rahmawati, Rita; Sabhariyah, Riesmiati
Journals of Ners Community Vol 3 No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v3i1.1

Abstract

ABSTRAKLoyalitas adalah penggunaan berulang dari layanan secara konsisten oleh pasien. Peran utama perawat yang melakukan interaksi 24 jam kepada pasien adalah kepercayaan pasien dan komitmen pasien terhadap pelayanan keperawatan. Aspek yang berpengaruh dalam hal ini adalah kemampuan, kebaikan hati, integritas, hubungan tetap stabil dan kemampuan untuk mempertahankan hubungan. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan hubungan kepercayaan dan komitmen pasien dalam pelayanan keperawatan dengan loyalitas pasien.Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional. Populasi adalah pasien rawat inap Rumah Sakit Semen Gresik. Total sampel adalah 28 responden, diambil sesuai dengan kriteria inklusi. Independen variabel adalah kepercayaan dan komitmen pasien, dan variabel dependen adalah loyalitas pasien. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan wawancara terstruktur, kemudian data dianalisis menggunakan korelasi Spearman Rho.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kepercayaan dan loyalitas pasien (p = 0,000), dari aspek kemampuan (p = 0,009), aspek kebaikan hati (p = 0,001), aspek integritas (p = 0,000) dan dari komitmen hubungan dengan loyalitas (p = 0,000) dari aspek hubungan tetap stabil (p = 0,001), aspek kemampuan untuk mempertahankan hubungan (p = 0,000).Kepercayaan dan komitmen pasien dalam asuhan keperawatan di instalasi rawat inap ada hubungan yang bermakna dengan loyalitas. Aspek yang perlu ditingkatkan perawat dalam memberikan pelayanan adalah kemampuan dan kebajikan.ABSTRACT Loyalty was a repeat purchase of a services consistently by the patient. The key role was patient trust and commitment. Influential aspect in this regard was the ability, benevolence, integrity, the relationship remains stable and the ability to maintain relationship. This study aims was to explain relation between trust and commitment patients in nursing care with patients loyalty. Design used in this study was cross sectional design. The population was patient inpatients Semen Gresik Hospital. Total sample was 28 respondents, taken according to inclusion criteria. The independents variables were trust and commitment of patients, and the dependen variables was loyalty of patients. Data were collected using structured questionnaire, with Spearman Rho correlation analize.The result showed that there was significant correlation between trust and the loyalty of patients (p=0.000), from the aspects ability (p=0.009), aspects benevolence (p=0.001), aspects integritas (p=0.000) and than relationship commitment with loyalty (p=0.000) from the aspects relationship remains stable (p=0.001), aspects the ability to maintain relationships (p=0.000).The trust and commitment to patients in nursing care in inpatient installation there is a meaningful relationship. Aspects that need to be improved ability and benevolence.Keywords : Trust, Commitment, Loyalty.
ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN OSTEOARTRITIS (SENDI LUTUT) PADA PASIEN LANJUT USIA Rahmawati, Rita; Sirojuddin, Wawan
Journals of Ners Community Vol 3 No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v3i2.12

Abstract

ABSTRAK Osteoartritis adalah kelainan sendi yang paling banyak ditemukan terutama pada orang tua. Prevalensi osteoartritis di Indonesia cukup tinggi yaitu 5% pada usia kurang dari 40 tahun, 30% pada usia 40-60 tahun dan 65% pada usia lebih dari 61 tahun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara faktor obesitas, riwayat trauma sendi dan tingkat penggunaan yang berlebihan dari sendi dengan kejadian osteoartritis (sendi lutut) pada pasien usia lanjut.Desain penelitian ini adalah deskriptif analitis, pengambilan data dengan metode Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien usia lanjut di interne BP4 / RS Karang Tembok Surabaya. Sampel dalam penelitian ini adalah 65 responden yang diambil melalui purposive sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah faktor obesitas, riwayat trauma sendi, dan tingkat penggunaan sendi yang berlebihan, dan variabel terikat adalah kejadian osteoartritis pada pasien usia lanjut. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi dan kuesioner dan hasil dianalisis dengan uji Spearman Rank dengan tingkat signifikan p<0,05.Berdasarkan hasil uji statistik tidak terdapat hubungan yang signifikan antara trauma sendi dan penggunaan sendi dengan kejadian osteoartritis pada pasien lanjut usia. Korelasi yang signifikan ditemukan pada obesitas dengan kejadian osteoartritis pada pasien lanjut usia di ruang interna BP4 / RS Karang Tembok Surabaya dengan r = 0,437, yang berarti korelasi menengah.Perawat dan tenaga kesehatan yang lain diharapkan mampu memberikan edukasi. Edukasi diharapkan meningkatkan pengetahuan penderita mengenai penyakit osteoartritis sehingga pengobatan menjadi lebih mudah serta dapat diajak bersama-sama untuk mencegah kerusakan organ sendi lebih lanjut. Kata kunci: Lansia, Obesitas, Trauma Sendi, Osteoartritis. ABSTRACT Osteoartritis is disparity of the joint at most found especially at the elderly. Prevalence osteoartritis in Indonesia high enough that is 5% at the age less than 40 years old, 30% at the age 40-60 years old and 65% at the age more than 61 years old. The purpose of this study is to identify the correlation between of obesity factor, a history of the joints trauma and the level of excessive use of the joints with the osteoartritis incident (knee joint) in elderly patients.This research design is descriptive analytic, data retrieval with Cross Sectional method. Population in this study are the elderly patient in the interne BP4/ Karang Tembok Hospital of Surabaya. Sample in this research is 65 respondent which taken through purposive sampling. Independent variables in this study were the obesity factor, a history of the joints trauma, and the level of excessive use of the joints, and the dependent variable is the osteoartritis incidence in elderly patients. The data was collected using observation sheets and questionnaires and the results analyzed by Spearman Rank test with significant level p<0,05.Based on statistical test the results found no significant correlation between history of the joints trauma and the use of the joints with osteoartritis incidence in elderly patients. Significant correlation found in obesity with osteoartritis incidence in elderly patients in the interne BP4/ Karang Tembok Hospital of Surabaya with 0.437 degrees of correlation coefficient, which means a middle correlation. The overweight persons, it’s more likely to suffer from osteoartritis incidence.Nurses and other health workers are expected to provide education. With the knowledge of patient education regarding the disease is expected to be increased and the treatment of osteoarthritis becomes easier and can be taken together to prevent further organ damage joints. Keywords: Elderly, Obesity, History of the Joints Trauma, The Joint Use Level, Osteoartritis (Knee Joint).
POVIDONE IODINE 10% (BETADINE) DAN DAUN SIRIH DALAM MEMPERCEPAT PENYEMBUHAN LUKA BERSIH MARMUT Rahmawati, Rita; Rosyadi, Hanang
Journals of Ners Community Vol 4 No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v4i1.31

Abstract

ABSTRAK Penyembuhan luka adalah proses yang kompleks dan dinamis mengembalikan anatomi kontinuitas dan fungsi. Mempercepat proses penyembuhan dalam perawatan luka menggunakan bahan tambahan seperti betadine, normal Salin, H2O2. Penelitian ini membandingkan efektivitas povidone iodine 10% (betadine), Piper Bettle L dalam mempercepat proses penyembuhan luka bersih itu.Desain penelitian True Experiment dengan desain kelompok kontrol pretest-posttest dan dilakukan dengan metode simple random. Sebanyak 27 sampel dibagi dalam 3 kelompok: (1) luka bersih kelompok perawatan dengan Piper betle L, (2) kelompok perawatan luka bersih dengan betadine, (3) kelompok kontrol. Data dianalisis dengan menggunakan uji anova.Hasil penelitian menunjukkan percepatan penyembuhan luka bersih dengan nilai signifikan (F hitung (18,366)> F tabel (5,61), p <0,001). BNT, LSD dan Tukey HSD tes menunjukkan bahwa bersih penyembuhan luka percepatan pada satu kelompok sama dengan kelompok dua (p = 0,729), sedangkan pada kelompok kontrol bersih luka percepatan penyembuhan benar-benar perbedaan dengan kelompok satu (p = 0,000) dan dua ( p = 0,000).Penelitian lebih lanjut disarankan untuk membersihkan perawatan luka dengan menggunakan Piper Bettle L (daun sirih) dan betadine dapat mempercepat proses penyembuhan luka bersih. Kata kunci: Luka Bersih, Piper betle L, Povidone iodine 10% (betadine) ABSTRACT Wound healing is a complex and dynamic process as bring back the continuity anatomy and function. To quicken the healing process in wound care used additional substance such as betadine, Normal Salin, H2O2. However, using that substance is still controversial. This research to compare the effectiveness of povidone iodine 10% (betadine), Piper Bettle L in quickening clean wound’s healing process. True experiment study with pretest-posttest control group design system and conducted with simple random methode. 27 sample is divided in 3 groups : (1) clean wound care group with Piper Betle L, (2) clean wound care group with betadine, (3) control group. Data were analyzed by using One way anova test shows clean wound healing acceleration significantly (F count (18.366) > F tables (5.61), p < 0.001). BNT, LSD and Tukey HSD test indicated that clean wound healing acceleration at group one is equal to group two (p=0.729), while in the control group clean wound healing acceleration is really difference with group one (p=0.000) and two (p=0.000). Further studies are recommended to clean wound care using piper betle L and betadine can quicken clean wound healing process. Keywords : Clean Wound, Piper Betle L, Povidone iodine 10% (betadine)
RESPONS HOSPITALISASI DENGAN KEJADIAN INSOMNIA PADA ANAK USIA TODDLER Rahmawati, Rita; Bhinekawati, Henny
Journals of Ners Community Vol 3 No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v3i1.35

Abstract

ABSTRAKAnak usia toddler yang sakit dan menjalani perawatan di Rumah Sakit akanmengalami hospitalisasi yaitu suatu keadaan yang mengharuskan anak untuk tinggal diRumah Sakit, mengalami pengobatan dan terapi sampai kembali ke rumah. Hospitalisasipada anak dapat menghasilkan respon maladaptif dari anak yang disebabkan oleh faktoryang mempengaruhi jumlah dan kualitas tidur anak selama di Rumah Sakit. Jika anak tidakdapat melakukan coping untuk stimulasi pola tidurnya maka akan terjadi masalah padapola tidur anak, seperti insomnia. Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectionaluntuk menghubungkan respon hospitalisasi dengan kejadian insomniapada anak usiatoddler (1-3 tahun) di RS. Nyai Ageng Pinatih Gresik. Teknik pengambilan sampelmenggunakan Purposive Sampling, jumlah sampel yang memenuhi kriteria inklusi daneksklusi sebanyak 23 responden. Data dianalisis menggunakan uji statistik Chi Squaredengan χ2 hitung > χ2 tabel.Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak usia toddler (1-3 tahun) mengalamimaladaptif respon hospitalisasi sebanyak (60%) dan mengalami insomnia sebanyak (70%).Dari analisa uji statistik menggunakan Chi Square didapatkan nilai yang jauh lebih besaryaitu 9,168 > 3,84, berarti H0 ditolak dan dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yangsignifikan antara kedua variabel. Dengan demikian, berarti ada hubungan responhospitalisasi dengan kejadian insomnia pada anak usia toddler (1-3 tahun).Dari hasil penelitian tersebut, kepada pelayanan bidang kesehatan untukmempertimbangkan lingkungan dan kenyamanan anak. Untuk orang tua supayamemperkenalkan anak kepada lingkungan rumah sakit, sehingga anak akan mudah untukberadaptasi dengan lingkungan dan tidak mengalami gangguan istirahat selama menjalaniperawatan di rumah sakit.Kata kunci : Toddler, Hospitalisasi, Insomnia.ABSTRACTAge child of Toddler ill and enter hospital it is of course will experience ofhospitalization that is process because reason of which emergency or planning, obligingchild to live in hospital, experiencing treatment and therapy until its repatriating return tohouse. Hospitalization respond at child can generate adaptive responds and ofmaladaptive. With factor are the factor it is of course will influence amount and qualitysleep child during at home pain. If the child unable to do coping for the stimulation of itssleep pattern, hence will have happened sleep pattern trouble, like insomnia.This research used "Cross Sectional" design it was mean to connect hospitalizationrespond at child with occurrence of Insomnia at age child of toddler (1-3 year) momenttaking care of RS. Nyai Ageng Pinatih Gresik, population age child old fellow of toddler(1-3 year). Technique intake that sampling purposive. Amount of sample 23respondent. Data will test by using statistical test of Chi-Square by χ2 count > χ2 table.Result of research indicate that age child of toddler (1-3 year) natural of maladaptivehospitalization respond counted (60%) and natural of occurrence of Insomnia counted(70%). From calculation of statistical test by using Chi-Square got by its value much morebig that was 9,168 > 3,84, meaning H0 refused and can be concluded by that there was relation which significant between both variable. There by hypothesis expressing theirrelation of respond hospitalization with occurrence of insomnia at age child of toddler (1-3year).From resulted of research of above, need the existence for implementation of healtharea to consider child refreshment and environment. To old fellow will introduce to childto new hospital environment, so that child will easy to adapt with the environment anddon’t disturb take a rest and sleep during treatment at hospital.Keywords : Toddler, Hospitalization, Insomnia.
PENDIDIKAN KESEHATAN MENINGKATKAN PERILAKU PENCEGAHAN DIARE PADA KELUARGA TAHAP 3 Zahroh, Roihatul; Rahmawati, Rita; Abd. Rahman, Ika Marlina
Journals of Ners Community Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v4i2.54

Abstract

ABSTRAKDiare merupakan salah satu infeksi saluran pencernaan, jika tidak segera ditanganibisa mengakibatkan kematian. Pengetahuan ibu tentang pencegahan diare dapat diberikanmeskipun pendidikan kesehatan, dengan pengetahuan pendidikan kesehatan, mengambildalam mencegah diare untuk mencegah diare yang dapat meningkatkan status kesehatan.Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen untuk mendekati DesainSatu-Group Pretest-posttest, metode sampling yang digunakan adalah purposive sampling,sampel yang diambil sebesar 23 responden. Variabel bebas adalah variabel dependen,sedangkan pendidikan kesehatan adalah perilaku (pengetahuan, sikap, tindakan)pencegahan diare pada tahap keluarga 3. Data penelitian diambil menggunakan kuesionerdan observasi.Perhitungan hasil penelitian dengan menggunakan uji Wilcoxon statistik Test,menunjukkan hasil pengaruh pendidikan kesehatan pada perilaku pencegahan diare padakeluarga tahap 3 (pengetahuan: ρ = 0.00, sikap: ρ = 0,001, tindakan: ρ = 0,000).Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan perawat dan tenaga medis lainnya yangmemberikan pendidikan kesehatan dalam upaya untuk membantu ibu (orang tua) ataumasyarakat dalam meningkatkan baik pengetahuan, sikap, dan tindakan dan keterampilanuntuk dapat mencegah diare yang dapat mengurangi angka kematian akibat diare padaanak balita.Kata kunci: Pendidikan Kesehatan, Pengetahuan, Sikap, Tindakan.ABSTRACTDiarrhea is one of the digestive tract infection, if not addressed promptly can resultin death. Mother’s knowledge about the prevention of diarrhea can be provided though ahealth education, with health education knowledge, takes in preventing diarrhea to preventdiarrhea that can improve health status.Methods this study uses experimental methods to approach One-Group PretestposttestDesign, sampling method used is purposive sampling, sample are taken by 23respondents. The independent variable is the dependent variable, while health education isbehavior (knowledge, attitude, action) the prevention of diarrhea in the family stage 3. Theresearch data was taken using a questionnaire and observation.From calculations using the Wilcoxon Signed Rank test Test statistics, shows theresults of the effect of health education on diarrhea prevention behaviors on the familystage 3 (knowledge : ρ = 0.00, attitude : ρ = 0.001, action : ρ = 0.000).Based on the results of this study is expected that nurses and other medicalpersonnel providing health education in an effort to help mothers (parents) or thecommunity in improving both the knowledge, attitudes, and actions and skills to be able toprevent the diarrhea that can reduce mortality from diarrhea among children under five.Keywords : Health Education, Knowledge, Attitude, Action.
PENGGANTIAN INFUS SET TIAP 3 HARI MENGURANGI RISIKO PENINGKATAN JUMLAH LEUKOSIT Rahmawati, Rita; Gustomi, Mono Pratiko; Yusuf, Muhammad
Journals of Ners Community Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v4i2.56

Abstract

ABSTRAKPeningkatan jumlah leukosit pada pasien dapat terjadi karena salah satunya adalahdi mana infus set infus set tidak dirawat setiap hari dan berubah setiap 3 hari sesuai denganteori yang ada.Jumlah populasi yang diteliti di Ibnu Sina Rumah Sakit ICU GRESIK adalah 30responden. Dengan menggunakan Simple Random Sampling dengan jumlah yang tepat darisampel kriteria inklusi dan eksklusi dari 28 responden. Pengambilan sampel menggunakanteknik probability sampling. Studi ini merupakan pengganti infus set dan variabeldependen adalah kejadian infeksi nosokomial di. Data dikumpulkan melalui observasi dandianalisis menggunakan uji rank wilcoxon dengan tingkat signifikansi α <0,05.Hasil pada statistik menunjukkan efek meningkatkan leukosit sebelum penggantianinfus set adalah 0.008 lebih kecil dari 0,05. Tingkat pengaruh kejadian infeksi nosokomialsetelah penggantian infus set.Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggantian infus set setiap 3 harimenurunkan kejadian infeksi yang ditandai dengan peningkatan jumlah kadar leukosit.Kata kunci: infus set, leukosit, infeksi.ABSTRACTIncreasing the number of leucocytes in patients may occur because one of them iswhere the infusion set infusion set is not being treated every day and changed every 3 daysin accordance with existing theories.The number of the population studied in Ibnu Sina Hospital ICU GRESIK is 30responden. By using the Simple Random Sampling the appropriate amount of sampleinclusion and exclusion criteria of 28 respondents. The sampling use probability sampling.This study is the replacement infusion sets and the dependent variable was the incidence ofinfection in nosokomial. Data collected by observation and analyzed using wilcoxon ranktest with significance level α < 0.05.The result on the statistics show the effect of increasing lecocyte prior toreplacement infusion sets is 0,008 is smaller than 0.05. For the degree of influence theincidence of nosocomial infections after replacement infusion sets.The conclusion of this study is that there is an influence between the numbers ofleucocytes before after replacement infusion sets every 3 days.Keywords: infusion sets, leucocytes, infection.
RECOMBINANT ERYTHROPOIETIN MENINGKATKAN KADAR HEMOGLOBIN PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIS YANG MENJALANI HEMODIALISA Syaiful, Yuanita; Rahmawati, Rita; Maslachah, Maslachah
Journals of Ners Community Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v4i2.57

Abstract

ABSTRAKAnemia adalah umum pada kebanyakan pasien dengan penyakit ginjal kronis yangmenjalani hemodialisis. Dari uraian di atas maka membuat studi tentang pengaruhpemberian eritropoietin rekombinan untuk meningkatkan kadar hemoglobin pada pasiendengan penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di rumah sakit Ibnu SinaGresik.Desain penelitian menggunakan desain pra eksperimental dengan pre-post testdalam satu kelompok. Wich meliputi 17 sampel menggunakan purposive sampling. Datadikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan observasi. Data proses dan dianalisismenggunakan uji wilcoxon sign test.Hasil penelitian menunjukkan bahwa hemoglobin semua responden sebelummemperoleh rekombinan Erythropoietin 100% dari responden berpengalaman dalamlipatan hemoglobin. Berdasarkan uji wilcoxon stastistical signifikansi diperoleh di kantor p= 0,000 lebih kecil dari 0,005, berarti ada pengaruh pemberian rekombinan erythropoietinterhadap peningkatan kadar hemoglobin.Terapi rekombinan erythropoietin adalah konsep dasar yang cepat meningkatkankualitas hidup penderita. Memberikan eritropoetin rekombinan sangat efektif untukmemperbaiki anemia dan mengurangi insiden komplikasi penyakit kardiovaskular.Kata kunci: rekombinan Erythropoietin, Jumlah Hemoglobin, Penyakit Ginjal Kronis.ABSTRACTAnemia is common in most patients with cronic kidney disease who undergohemodialysis. From the above description then made a study of the effect of givingrecombinant erythropoietin to increase hemoglobin levels in patient with cronic kidneydisease that undergo hemodialysis in hospital Ibnu Sina Gresik.The design of the research used a pra eksperimental design with pre-post test inone group. Wich include 17 samples using purposive sampling. Data were collected usingquestionaire and observation. Data on process and analyzed using the wilcoxon sign test.The results showed that the hemoglobin all respondent before obtainingrecombinant Erythropoietin 100% of respondent experienced in crease of hemoglobin.Based on the wilcoxon stastistical test of significance obrained p= 0.000 is smaller than0.005, wich means there is the influence of recombinant Erythropoietin to elevated levelsof hemoglobin.Erythropoietin recombinant theraphy is the basic concept that quickly improves thequality of life of patiens. Giving recombinant erythropoietin very effective for correctinganemia and reducing the incidence of complication of cardiovascular disease.Keywords: Recombinant Erythropoietin, Hemoglobin Levels, Cronic Kidney Disease.
ANALISIS FAKTOR TINGKAT KEPUASAN PASIEN DALAM PELAYANAN KEPERAWATAN PRE DAN POST OPERASI Rahmawati, Rita; Mumaiyizah, Mumaiyizah
Journals of Ners Community Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v4i2.58

Abstract

ABSTRAKKepuasan pelanggan adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkankinerja (atau hasil) yang ia rasakan dibandingkan dengan harapannya. Kepuasan dinilaidalam penelitian ini adalah kepuasan pasien pra perawatan operasi yang informed consent,menunggu periode dan tingkat kenyamanan / sakit gratis pasca operasi. Tujuan daripenelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor kepuasan dengan pre pelayanan danperawatan pasca operasi.Penelitian ini menggunakan desain cross sectional studi. Populasi 80 orang sampeldengan menggunakan purposive sampling, sampel yang memenuhi kriteria inklusisebanyak 66 responden. Variabel bebas penelitian informed consent, menunggu periodedan tingkat / kenyamanan bebas dari rasa sakit serta penelitian kepuasan variabeldependen. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner yang dimodifikasi danobservasi.Menganalisis data menggunakan beberapa hasil regresi linear penelitian tidak adahubungan antara informed consent untuk kepuasan (r = - 0.026 p = 0,417), waktu tunggutidak ada hubungannya dengan kepuasan (r = 0,095 p = 0,224), tingkat kenyamanan / tidakridge bebas rasa sakit dengan kepuasan (r = -0,020 p = 0,436). Tidak ada korelasi antarapersetujuan Infomed, menunggu periode dan tingkat kenyamanan / tingkat bebas rasa sakitkepuasan pasien pra dan pasca operasi.Manajemen bedah ruang instalasi harus lebih meningkatkan layanan pra operasi,selama dan pasca operasi.Kata kunci: Informed consent, waktu tunggu, penghilang rasa sakit, kepuasanABSTRACTCustomer satisfaction is the level of one's feelings after comparing the performance(or result) that he felt compared to his expectations. Satisfaction is assessed in this studyare the satisfaction of patients in pre operative nursing care that is informed consent,waiting periods and levels of comfort/ pain free post operative. The purpose of this studywas to analyze the factors of satisfaction with the service pre and post operative care.This research used a cross sectional study design. The population of 80 peoplesampling by using purposive sampling, the sample that met the inclusion criteria as muchas 66 respondents. Independent variables the study informed consent, waiting periods andlevels of comfort/ pain-free as well as the dependent variable satisfaction research. Thedata was collected with modified questionnaire and observation.Analyze of data using multiple linear regression results of the research there wasno relationship between informed consent to the satisfaction (r = - 0.026 p = 0.417),waiting time has nothing to do with satisfaction (r = 0.095 p = 0.224), level of comfort / nopain-free ridge with satisfaction (r = -0.020 p = 0.436). There was no corelation betweeninfomed consent, waiting periods and levels of comfort/ pain-free level of satisfaction withpre and post operative patients.Installation space surgical management should further improve the service preoperative, during and post operative.Keywords: Informed consent, waiting periods, pain relief, satisfaction
EKSTRAK BAWANG MERAH MENURUNKAN KADAR GLUKOSA DARAH Zahroh, Roihatul; Rahmawati, Rita; Yahya, Mohammad
Journals of Ners Community Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v4i2.65

Abstract

ABSTRAKBawang merah (Allium ascalonicum) mengandung quercetin dianggap memilikipotensi sebagai agen hipoglikemik melalui penghambatan enzim alfa amilase yangberperan dalam pencernaan karbohidrat. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmengevaluasi pengaruh ekstrak bawang merah dalam menurunkan kadar glukosa darahpada tikus hiperglikemik.Penelitian ini untuk menilai pengaruh ekstrak bawang pada tikus yang dijadikanhiperglikemia menggunakan induksi aloxxan. Penelitian ini merupakan penelitian TrueExperiment. Sampel terdiri dari 12 tikus Mus musculus berumur 3-4 bulan, jenis kelaminjantan yang dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok 1 tikus dengan pemberian air suling(kontrol) dan kelompok 2 dengan ekstrak bawang merah yang diberikan 1,5 ml / kg.Kemudian dianalisis menggunakan uji one way ANOVA dengan tingkat signifikansiα<0,05.Pada kelompok diabetes diberi ekstrak bawang merah, menunjukkan ada perbedaanyang signifikan sebelum dan setelah pemberian ekstrak bawang (p = 0.029) selama 7 hari.Kadar Gula Darah Berarti tikus sebelum dan sesudah perlakuan diberikan 233,83-101,6mg/dL.Ekstrak bawang merah (Allium ascalonicum) dapat menurunkan kadar glukosadarah pada tikus hiperglikemik dengan penurunan yang signifikan dalam bawang ekstrak1,5 ml / kg berat badan per hari selama seminggu. Oleh karena itu ekstrak bawang dapatmenjadi alternatif herbal dalam menurunkan kadar glukosa darah.Kata kunci: Ekstrak bawang merah, Kadar glukosa darahABSTRACTShallot (Allium ascalonicum) contains quercetin considered has a potential ashypoglycemic agent through its inhibition acting to alpha amylase enzyme which play arole in carbohydrate digestion. The aim of the present study is to evaluate the effect ofonion extract in blood glucose level reduction in hyperglycemic rats.This study to assess the effect of onion extract on mice Blood Sugar is used as theinduction of hyperglycemia with aloxxan. This study is an experimental research Pre andPost Test Control Group Design. Sample consisted of 12 mice Mus musculus tail 3-4month-old male who were divided into two groups. Group 1 mice by administering distilledwater (control) and group 2 with the shallot extract given 1.5 ml / kg. Then analyzed usingone way ANOVA test with significance level α <0.05.In the diabetic group given the extract of red onion, shows there are significantdifferences before and after administration of onion extract (p = 0029) for 7 days. BloodSugar Levels Mean of mice before and after treatment is given from 233.83 to 101.6Extracts of onion (Allium ascalonicum) can lower blood glucose levels inhyperglycemic rats with significant decrease in the onion extract 1.5 ml / kg body weightper day for a week. therefore onion extract may be an alternative in a decrease in bloodsugar levels.Keywords: Onion extract, Blood glucose level
Co-Authors - Siswandari Abd. Rahman, Ika Marlina Abdul Djohar Abdul Hoyyi Abraham Yazdi Martin Abubakar Iskandar Adisti Permatasari Putri Hartoyo Afrizal Sidik Agung Santoso Agus Rusgiyono Agus Setiawan Agustifa Zea Tazliqoh Agustina Indriani Agustinus Lolok AHMAD BURHANUDDIN Ahmad Desta Reswandi Alan Prahutama Alan Prahutama Aldila Abid Awali Alfahari Anggoro, Alfahari Alinda Allima Stefiana Insani Ambariyani Ambariyani, Ambariyani Angga Saputra Anggita Puri Savitri Anggraeni, Devina Nurul Anggraeni, Nadiya Anggraini Susanti Kusumawardani Ani Mardiantari Ani, Adesi Rizki Indri Anik Djuraidah Anindya Aryu Inayati Anjas, Muhammad Annikmah Farida Annikmah Farida, Annikmah Annisa Nur Fathia Anton Suhartono Anwar, M. Syaiful Aprilia, Fadillah Apriliani, Afmi Arif Kurnia Wijayanto Aripin, Khairul Arsyad, Mufid Asep Mulyana Asep Mulyana Asep Yoyo Wardaya Asmuni Hayat Aulia Ikhsan Aziz, Hilmy Azzahra Nur Safitri Bawamenewi, Venni Alfrianni Betha Noranita Bhinekawati, Henny Budi Warsito Bunyamin Chrysmandini Pulung Gumauti, Chrysmandini Pulung Chyntia Arum Widyastusti Cinta, Nur Cuhandi Danil, Mahmud Daniyati, Dian Dedy Douglas Harianja Devy, Happy Sista Diah Safitri Diah Safitri Dian Daniyati Dian E Idris Gentini Dina Rosmalia Listya Utami Dwi Ispriyanti Ebeit Devita Simatupang Eka Nurzannah Eko Adi Sarwoko Eko Adyan Sukanianto Elvia Ivada Erfan Sofha Esti Zaduqisti Esti Zaduqisti Esti Zaduqisty Eti karini Fajar Heru Setiawan Fajar, Malik FANDI AHMAD Farda Nur Sa&#039;adah Farhati, Muthia Zahra Farida, Annikamah Fatima, Suwanto Fauzi, Kiki Rizki Fikri, Aan Maudlihul Firda Megawati Fitri, Rina Nuzulia Fitria Aprilia Suherman Fitrian Fariz Ichsandi Fitta Setiajiati Gamal Abdel Nasser Masikki Gotfridus Goris Seran Habib Ismail, Habib Hafii Risalam Hanien Nia H Shega Hasbi Yasin Hasbi Yasin Herliansyah, Muhammad Rudy Ika Sartika Ika Trisnawati A Ikha Rizky Ramadani Ikhwanudin Illahi, Muhammad Jaya Indrayati Galugu Indria Tsani Hazhiah Irhamuddin Istiroha Ita Dwilestari Iwannudin Levina, Geralda Lies Kurnia Irwanti Lina Karlinasari M. Muslih M. Muslih Husein M.Pd S.T. S.Pd. I Gde Wawan Sudatha . Madani, Hilmi Naufal Maharani Febriana Putri Marthin Nosry Mooy Maslachah, Maslachah Mega Susilowati Melati Puspa Nur Fadlilah Moch. Abdul Mukid Moch. Abdul Mukid Mohammad Yahya Mono Pratiko Gustomi Muchammad Aziz Chusen Muhammad Abid Muhyidin Muhammad Andi Septiadi Muhammad Hilman Rizki Abdullah Muhammad Husein Maruapey muhammad luthfie Muhammad Rendi Ramdhani Muhammad Yusuf Muhimmi, Aliyatul Mumaiyizah, Mumaiyizah Mustafid Mustafid Mustafid Mustafid Mustopa, Eliza Nur Fauziah Mutiara Ardin Rifkiani Nabila, Eva Salsa Nabilah, Siti Nafidhatul Firda Eka Syahfitri Nariswari Diwangkari, Nariswari Niken Anggraini Dewi Noor Fitri Novian Trianggara Novie Eriska Aritonang Nugraha, Rayhan Cahya Nur Alfi Khotamin Nur Alfi Khotamin, Nur Alfi Nurhikmah Megawati Nuril Faiz Nurohmah, Siti NurRizki, Muhammad NURUL QOMARIYAH Nurul Ramadhany Nurwijayanti Octafinnanda Ummu Fairuzdhiya Onny Kartika Hitasari Oom Komala Pagiling, luther Pratama Ganang Widayaka Pratiko, Mono Puji Retnowati Purnama, Maulana Hasyim Purnamasari, Irma Purwo Jatmiko Putri, Listya Eka Rachmawati, Siti Hesti Rahayu Ningtyas Rahman, Muhammad Faizal Rezza Rahmawati, Rizky Devi Rakhmat, Rakhmat Ramdani, Faisal Tri Riana Ikadianti Rifana, Haikal Zaky Rifki Adi Pamungkas, Rifki Adi Rindayati, Rindayati Rini, Etika Risqi, Muhammad Riyan Eko Putri Rizki Taher Dwi Kurniawati Rizqi Izrul Alamsyah Robertus Heri Sulistyo Utomo Roestamy, Martin Ronny Gusnadi Rosyadi, Hanang Rosyidah, Haniatur Rudi Santoso Rukun Santoso Rumuzi, Moh. Rustandi, Resyiana Saffira Rutinaias Haholongan Sabella, Shalsa Putri Sabhariyah, Riesmiati Samantha, Kenia Santoso, Haris Saprudin Saprudin, Saprudin Sastrawan, Berry Satriawan, Handi Seftina, Any Shifa Seta Satria Utama Shinta Dewi Rismawati Sirojuddin, Wawan SISWOYO Siti Nur Qomariah Sri Wijayanti Sri Wijayanti St.Nawal Jaya Suarman, Agus Sudarno Sudarno Sugito - Sugito Sugito Sugiyanto - Sukanianto, Eko Adyan Sukarelawati Sukarelawati Sultoni, Muhammad Rafli Suparti Suparti Susanti, Mey Syah, Hengky Firman Syahfitri, Nafidhatul Firda Eka Syeh Sarip Hadaiyatullah Tarno Tarno Tarno Tarno Tatik Widiharih Tatik Widiharih Thoha, Silvia Milady Azkiya Tri W., Vian Sigit Triana Sofiani Triana Sofiani Trianah Shofiani Triastuti Wuryandari Trisnawati A, Ika Ula, Fashihatul Ulfah Juniarti Siregar umah, khoiroh Umam, Misbahul Fuadil Umar A. J, Sabrina Mubarak USWATUN HASANAH Vica Nurani Wati, Eka Masitho Wilis Ardiana Pradana Yuanita Syaiful Yuciana Wilandari Yuciana Wilandari Yulianita . Yunisa Ratna Resti Yunita, Norma Zahroh, Roihatul Zulfa, Iin Dana