p-Index From 2021 - 2026
6.019
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia BASASTRA BAHASTRA JURNAL KONFIKS Pendas mahakam : jurnal pendidikan dan pembelajaran Sekolah Dasar Jurnal Pendidikan : Riset dan Konseptual Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Jurnal Basataka (JBT) Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal Jubindo: Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Skripta Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Patria Educational Journal Jurnal Ilmiah Buana Bastra: Bahasa, Susastra, dan Pengajarannya Pena: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Jurnal Pendidikan Dasar dan Sosial Humaniora Journal of Innovation Research and Knowledge Journal of General Education and Humanities Adjektiva: Educational Languages and Literature Studies Jurnal Bima: Pusat Publikasi Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Jurnal Arjuna : Publikasi Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Matematika Student Research Journal Atmosfer: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, Dan Sosial Humaniora Fonologi: Jurnal Ilmuan Bahasa dan Sastra Inggris Dharma Acariya Nusantara: Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya Pragmatik : Jurnal Rumpun Ilmu Bahasa dan Pendidikan Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS STRUKTURAL DAN MOTIF NARATIF LEGENDA ASAL-USUL NAMA BALIKPAPAN (VERSI PAPAN KEMBALI DAN PUTRI PETUNG) KAJIAN FOLKLOR KAMPARATIF Yunia Hardiani Listiyowardany; Nina Queena Hadi Putri; Alfian Rokhmansyah
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1227

Abstract

Cerita rakyat adalah salah satu budaya popular di Masyarakat, dengan membawakan cerita kepada anak, dapat memberi stimulus bermanfaat untuk mengolah rasa, emosi dan bahasa. Namun seiring perkembangan zaman cerita rakyat mulai menghilang oleh karena itu penelitian ini bertujuan menganalisis secara komparatif struktur dan motif naratif dua versi utama legenda asal-usul nama Kota Balikpapan, yaitu versi Papan Kembali dan versi Putri Petung. Analisis struktural menggunakan pendekatan strukturalisme Claude Lévi-Strauss untuk mengungkap oposisi biner mendasar, sementara analisis motif naratif menggunakan taksonomi Stith Thompson untuk mengidentifikasi unsur-unsur cerita yang berulang. Hasil kajian menunjukkan adanya perbedaan skema naratif yang signifikan antara kedua legenda tersebut, meskipun keduanya berfungsi sebagai mitos etiologi yang menjelaskan penamaan suatu tempat. Versi Papan Kembali berfokus pada dinamika hubungan Raja/Pusat Kekuasaan dengan Rakyat/Periferi dan unsur benda (papan) sebagai subjek, sedangkan versi Putri Petung menyoroti nasib tragis tokoh perempuan (Putri) dan oposisi biner Alam/Budaya (Lautan/Peradaban). Kajian komparatif ini menyimpulkan bahwa keragaman legenda mencerminkan kompleksitas dan multikulturalitas historis masyarakat awal Balikpapan yang terkait dengan pengaruh Kerajaan Kutai dan Paser.
NILAI SOSIAL DAN BUDAYA DALAM CERITA RAKYAT ANUGERAH YANG TERINDAH DARI KUTAI KALIMANTAN TIMUR Desy Agustina; Nina Queena Hadi Putri; Alfian Rokhmansyah
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1260

Abstract

Cerita rakyat merupakan bagian dari folklor lisan. Setiap kebudayaan yang terdapat pada kolektif tertentu harus dilestarikan. Oleh karena itu, Kajian terhadap nilai sosial dan budaya dalam cerita rakyat ini penting dilakukan untuk memperkuat pemahaman terhadap identitas budaya lokal serta memperkaya khazanah kesusastraan daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan nilai-nilai sosial dan budaya yang terdapat dalam cerita rakyat Anugerah yang Terindah dari Kutai, Kalimantan Timur. Cerita rakyat sebagai warisan budaya mengandung ajaran moral, sosial, serta nilai-nilai luhur yang dapat dijadikan pedoman hidup masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita rakyat Anugerah yang Terindah mengandung nilai sosial seperti gotong royong dan kerja sama, kepedulian terhadap sesama, keadilan dan persamaan derajat, dan kasih saying dan kekeluargaan, serta nilai budaya seperti penghormatan terhadap leluhur, spiritualitas dan rasa syukur kepada tuhan, dan pentingnya menjaga keharmonisan sosial. Nilai-nilai tersebut mencerminkan identitas masyarakat Kutai yang menjunjung tinggi solidaritas dan kearifan lokal. Penelitian ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman generasi muda terhadap pentingnya pelestarian nilai-nilai budaya dalam cerita rakyat.
STRUKTUR NARATIF DAN KEARIFAN MORAL DALAM CERITA RAKYAT DAYAK BENUAQ PERJALANAN KE GUNUNG LUMUT: SASTRA BERBASIS KEARIFAN LOKAL Sylva Aulia; Alfian Rokhmansyah; Nina Queena Hadi Putri
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1261

Abstract

Penelitian ini mengkaji struktur naratif dan nilai moral yang terdapat dalam cerita rakyat Dayak Benuaq Perjalanan ke Gunung Lumut. Cerita ini penting untuk dianalisis karena merepresentasikan pandangan hidup dan ajaran moral yang menjadi pijakan masyarakat Dayak Benuaq dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui teknik membaca, mencatat, serta mengidentifikasi pola alur cerita dan pesan moral yang muncul dalam teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita ini memiliki alur naratif yang lengkap, mulai dari tahap keseimbangan awal, gangguan, upaya pemulihan, penyelesaian, hingga tercapainya keseimbangan baru. Analisis juga menunjukkan sejumlah nilai moral, seperti kesetiaan, tanggung jawab, kepatuhan pada petunjuk, kerja keras, serta pentingnya menjaga keharmonisan antara manusia dan alam. Penelitian ini menunjukkan bahwa cerita rakyat ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, melainkan juga sebagai media penyampaian ajaran moral dan pembentuk karakter masyarakat.
REPRESENTATION OF GENDER INJUSTICE IN THE NOVEL BROKEN STRINGS BY AURELIE MOEREMANS A STUDY OF LITERARY FEMINISM Julhijah Julhijah; Nina Queena Hadi Putri; Alfian Rokmansyah; Nia Novita Putri
JURNAL KONFIKS Vol 13 No 2 (2026): KONFIKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/scmd1q05

Abstract

Gender inequality is formed through a process of social construction that develops within a patriarchal system and is manifested in various manifestations of unequal relations between men and women. The literary work Broken Strings illustrates this reality through the narratives of its female characters. This study aims to analyze the various manifestations of gender inequality experienced by the female characters in the novel, adopting the theoretical framework of feminism developed by Mansour Fakih. This study uses a descriptive, analytical, qualitative approach as its primary methodology. Primary data were obtained from the entire text of the novel Broken Strings, and data collection was conducted using library research methods. Data analysis was carried out through the stages of identification, categorization, and interpretation of quotations, indicating the presence of gender inequality, in line with Mansour Fakih's conceptual framework, which includes five aspects: marginalization, subordination, stereotypes, violence, and double workload. The research findings reveal that the female characters in the novel experience marginalization in access to social and economic resources, subordination in family decision-making, and stereotypes that hinder their freedom and identity formation. This study also identifies forms of symbolic and psychological violence that function as instruments of patriarchal control. The phenomenon of the double burden of work is clearly visible in the pressure of domestic responsibilities that remain attached to women, along with social obligations, without a fair and equal division of roles. The results of this study confirm that the novel Broken Strings presents a critique of patriarchal structures through depictions of unequal power relations and the transformation of consciousness and resistance the female characters undergo against the various forms of oppression they experience.
Struktur Naratif dan Nilai Budaya dalam Legenda Asal Usul Orang Basap di Kalimantan Timur: Narrative Structure and Cultural Values in the Legend of the Origin of the Basap People in East Kalimantan Faradilla, Faradilla; Putri, Nina Queena Hadi
Pena : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 16 No. 3 (2026): Pena: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/pena.v16i3.55477

Abstract

Folklore is a culture that is inherited from generation to generation and lives in society. This study aims to analyze the legend of the origin of the Orang Basap as part of oral folklore in East Kalimantan and identify the value of local wisdom contained in it. The method used is descriptive qualitative with a folkloric approach, using the structuralism theory of Vladimir Propp (1968) to analyze the function of figures and the semiotic theory of Roland Barthes (1972) to analyze the meaning of denotative, connotative, and mythical. The research data was in the form of legend texts obtained from the Indonesian Culture website and analyzed using the Miles and Huberman model. The results of the study show that the legend of the origin of the Orang Basap contains a narrative pattern that is in harmony with Propp's morphological theory, with six main narrative functions being found. Semiotic analysis revealed that the symbol of the magic rooster, the ship turned into stone, and the acculturation process contains a deep cultural meaning. This legend also contains three values of local wisdom: social, moral, and belief, which function as a means of character education, social control, and strengthening the cultural identity of the Dayak Basap people.
MANTRA PENGOBATAN BERSEMBUR SEBAGAI TRADISI LISAN SUKU PASER PEMATANG DAN SEMUNTE Selpila, Amilia; Hadi Putri, Nina Queena
Buana Bastra Vol 13 No 1 (2026): JURNAL ILMIAH BUANA BASTRA
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/bastra.vol13.no1.a11462

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan fungsi mantra pengobatan bersembur pada masyarakat suku Paser Pematang dan Semunte sebagai salah satu bentuk folklor lisan. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi. Data penelitian berupa mantra sembur sakit kepala, sembur sembala, dan sembur boii. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mantra memiliki struktur pembuka, isi, dan penutup, dan pola rima yang berbeda-beda. Mantra pengobatan bersembur sakit kepala, sembur sembala, dan sembur boii bersifat asoferik karena menggunakan bahasa Paser halus suku Pematang dan Semunte yang tidak semua pewaris keturunan (belian) dapat memaknai arti mantra, meskipun ada beberapa kata dalam mantra mengggunakan bahasa Indonesia. Setiap mantra memiliki makna dan tujuan tertentu dalam proses penyembuhan. Mantra pengobatan bersembur suku Paser Pematang dan Semunte memiliki beberapa fungsi religius, yaitu sebagai bentuk doa, fungsi magis yaitu memiliki kekuatan penyembuhan, fungsi psikologis yaitu memberi rasa tenang dan keyakinan pada pasien, serta fungsi sosial mempererat hubungan sosial dalam masyarakat dan sebagai sarana pelestarian budaya lokal karena mantra diwariskan dari buyut hingga generasi muda. Mantra pengobatan bersembur tidak hanya digunakan untuk mengobati penyakit, tetapi juga menjadi bagian dari kepercayaan dan budaya masyarakat yang masih dijaga hingga sekarang.
FUNGSIONALISME DAN NILAI-NILAI YANG TERKANDUNG PADA LEGENDA NAGA ERAU DAN PUTRI KARANG MELENU Haliza, Siti Nur; Putri, Nina Queena Hadi
Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 14, No 1 (2026): Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/basastra.v14i1.100812

Abstract

Legenda Naga Erau dan Putri Karang Melenu merupakan bagian dari warisan budaya masyarakat Kutai yang sarat akan nilai-nilai historis dan filosofis. Studi ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami fungsi dan nilai-nilai yang terkandung dalam legenda tersebut sebagai bentuk kearifan lokal yang masih berpengaruh dalam kehidupan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis fungsi legenda dalam kehidupan sosial serta mengidentifikasi nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dengan pendekatan struktural-fungsionalisme. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan analisis naratif. Data dikumpulkan melalui studi pustaka, serta observasi terhadap tradisi yang berkaitan dengan legenda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa legenda Naga Erau dan Putri Karang Melenu memiliki berbagai fungsi, di antaranya sebagai alat pendidikan moral, legitimasi kekuasaan, serta penguat identitas budaya masyarakat Kutai. Selain itu, legenda ini mengandung nilai-nilai seperti kepemimpinan, kebijaksanaan, kesetiaan, serta hubungan harmonis antara manusia dan alam. Legenda lokal memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan nilai sosial masyarakat. Oleh karena itu, pelestarian dan penguatan pemahaman terhadap legenda ini menjadi hal yang krusial, terutama dalam konteks pendidikan dan pelestarian budaya di era modern.
Co-Authors Aditya Apriannur Afifah, Nisa Fitriyanti Agustian, Jaka Farih Ahmad Mubarok Ainun Rahma Dani Alfian Rokhmansyah Alfian Rokmansyah Alifia Shifa Latif Ardelia, Azra Abidah Arifin, Syaiful Arinas Sa’adah Asep Purwo Yudi Utomo Asnan Hefni Azni, Fadhilah Bahri Arifin Bella Setyawati Bibit Suhatmady Dandi, Dandi Desy Agustina Dewi Anjayani Dwi Nugroho Hidayanto Dwi Rijaya Hakiki Endang Dwi Sulistyowati FARADILLA, FARADILLA Farawita, Ria Farida Ainur Rohmah Fatimah Zahro Fika Yuni Lestari Firstya Evi Dianastiti halimah, Halimahtusyadiyah Haliza, Siti Nur Hanifa, Nuha Sekar Hayati, Sila Faizatul Herdita Noor Wanda Hesti Mutmainah Hidayat Nur Raihan Rapi Hidayat, Ryan Iin Iduljanah Iskandar, Fitriyanti Julhijah Julhijah KAMALIA, ALFIN LULUK Khairiyah, Ayu Khusnul Khotimah Kiki Indah Royani Laela Nabila Laily, Asyifa Ismatul Lidya, Salma Mahmudah Mahmudah Marta, Jogarni Maria Marwah Ulwatunnisa Masduki Zakaria Mulawarman, Widyatmike Nazwah Alisca SK Nia Novita Putri Nia Ramadhani Ningsih, Sulasti Nirfanda Pratiwi Nisa Fitriyanti Afifah Nur Saidah Nurul Maghfirah Putri, Sinta Yus Libu Rahman, Hasrul Raihan Naufal Putra Susanto Ramadhani, Asri Rindaningtyas, Yulita Dwi Royani, Kiki Indah SAFARIA, NUR Saputra, Marselinus Juan Selpila, Amilia Sumarlam Sumarlam Suwandi, Sarwiji Syaiful Arifin Sylva Aulia Taqdiraa, Taqdiraa Tubun, Rensiana Kandida Turahmat Turahmat, Turahmat Ulwatunnisa, Marwah Umar Umar Visuddha Kartanegara, Sulthan Wahdini, Chintya Wahyuni, Ian Widyatmike Gede Mulawarman Yahya, Masrur Yanuar Bagas Arwansyah Yunia Hardiani Listiyowardany YUNITA Yusak Hudiyono Zahrah Aulia Nabila Zahrah Aulia Nabila