Claim Missing Document
Check
Articles

Persepsi Seks Bebas di Kalangan Mahasiswa Berstatus Pacaran di Fisip Unsoed Angkatan 2020 Mahdiyah, Hana Luthfiyah; Sutoyo, Ignatius Suksmadi; Rizkidarajat, Wiman; Wulan, Tyas Retno
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 4 No 3 (2024): JUPIN Agustus 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.301

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa laki-laki dan perempuan yang memiliki status pacaran di FISIP UNSOED angkatan 2020 mengenai seks bebas. Penelitian ini juga berkaitan dengan grand theory dari Sutherland yaitu teori asosiasi diferensial. Jenis penelitian ini adalah metode kuantitatif deskriptif untuk mendeskripsikan hasil temuan yang ada di lapangan. Sasaran penelitian yaitu mahasiswa laki-laki dan perempuan yang memiliki status pacaran di FISIP UNSOED angkatan 2020 dengan menggunakan simple random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara terstruktur. Analisis data menggunakan analisis distribusi frekuensi dan kategorisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Persepsi laki-laki berstatus pacaran mengenai seks bebas didominasi oleh petting dan oral seksual dengan persentase 100,0%, selanjutnya yaitu bersenggama dengan persentase 95,7%, 2) persepsi perempuan berstatus pacaran mengenai seks bebas didominasi oleh petting, oral seksual, dan bersenggama dengan persentase 100,0%.
STRATEGY FOR STRENGTHENING THE INSTITUTION OF WOMEN'S FARMING GROUPS IN AN EFFORT TO SUPPORT FAMILY FOOD INDEPENDENCE IN KALIMANAH DISTRICT PURBALINGGA REGENCY Tutut Dwi Purwani; Tyas Retno Wulan; Hariyadi
International Journal of Economic, Business, Accounting, Agriculture Management and Sharia Administration (IJEBAS) Vol. 5 No. 6 (2025): December
Publisher : CV. Radja Publika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/ijebas.v5i6.4828

Abstract

The Women Farmers Group (KWT) is a forum for women to participate in advancing the agricultural sector, encouraging innovation, economic independence, and improving the welfare of families and communities. KWT plays a strategic role in supporting family food independence while strengthening national food security. However, not all KWTs have strong and sustainable institutions. This study aims to map the institutional conditions of KWT and formulate institutional strengthening strategies in an effort to support family food independence in Kalimanah District, Purbalingga Regency. The study uses a qualitative approach with data collection techniques through in-depth interviews, direct observation, Focus Group Discussion (FGD), and document study. Informants were determined using purposive sampling by selecting three KWTs that represent different institutional conditions, namely KWT Aglonema (advanced), KWT Sri Lestari (developing), and KWT Melati (declining). Data analysis was conducted using a SWOT approach combined with Richard Scott's institutional theory, which includes regulatory, normative, and cognitive pillars. The results showed that the institutional conditions of KWTs in Kalimanah Subdistrict varied, influenced by leadership, member participation, internal rules, and external support. Institutional strengthening strategies were directed at increasing human resource capacity, strengthening organizational systems, partnerships, diversifying yard-based food activities, and optimizing the role of agricultural extension workers. Sustainable institutional strengthening of KWT is expected to increase the role of women farmers in achieving family food self-sufficiency.
Penguatan Kelembagaan Sekolah Inklusi di Kabupaten Banyumas: Bebas Tiga Dosa Besar Pendidikan Chamadi, Muhamad Riza; Tyas Retno Wulan; Tri Wuryaningsih; Tri Rini Widyastuti
Solidaritas: Jurnal Pengabdian Vol. 5 No. 2 (2025): Solidaritas: Jurnal Pengabdian
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/sjp.v5i2.15246

Abstract

Education is a basic right of every citizen guaranteed by various national regulations. However, in prac-tice, inclu-sive schools in Indonesia still face various challenges, such as limited teacher competency in handling Children with Special Needs (ABK), minimal facilities and infrastructure, weak institutional systems, and social stigma from the community. This condition has implications for the emergence of the phenomenon of "three major sins of education" including sexual violence, bullying, and intolerance. Based on a 2024 study of 408 teachers in Banyumas Regency, it was found that bullying cases dominat-ed with a percentage of 87 percent, followed by in-tolerance at 5 percent, and sexual violence at 0.28 percent. Responding to this problem, the community service team held a workshop on strengthening inclusive school institutions with the aim of increasing the capacity, awareness, and practical skills of education stakeholders. This activity was carried out through the presentation of conceptual materials, technical training, and participatory discussion forums involving teachers from differ-ent inclusive schools. The results of the activity showed an increase in teachers' understanding of the concept of in-clusive education, violence prevention strategies, and skills in handling ABK adaptively. In addition, this pro-gram can also be used as a stepping stone in strengthening a safe and discrimination-free inclusive education eco-system, as well as being a preventive strategy in suppressing cases of the three major educational sins in the school environment.
Resiliensi Ayah Tunggal dalam Pola Asuh kepada Anak Perempuan Pasca Kehilangan Pasangan (Studi di Kecamatan Bojong Gede Kabupaten Bogor) Ammara, Farida Nugraini; Wulan, Tyas Retno; Julianti, Shinta
Journal of Science and Education Research Vol. 5 No. 1 (2026): Journal of Science and Education Research
Publisher : Yayasan Pendidikan Insan Mulia Utan Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62759/jser.v5i1.398

Abstract

Pola asuh menjadi tahapan penting dalam perkembangan seorang anak, sehingga keterlibatan kedua orang tua memiliki peran yang krusial dalam pola asuh. Di sisi lain peningkatan angka perceraian dan kematian ibu tercermin secara lokal di Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor. Terdapat 4.200 penduduk berstatus cerai, dan peningkatan sebanyak 18,8% kasus kematian ibu. Kondisi ini menyebabkan ayah perlu mengambil seluruh tanggung jawab pola asuh. Pola asuh ayah tunggal kepada anak perempuannya menciptakan dinamika baru dalam struktur keluarga. Penelitian ini melibatkan ayah tunggal sebagai informan utama dan anak perempuan, serta pihak yang memberi dukungan sebagai informan pendukung. Masing-masing kategori informan terdiri dari tiga individu. Identitas informan sepenuhnya dirahasiakan sesuai dengan etika penelitian. Tujuan dari penelitian ini, untuk mengetahui proses resiliensi, tantangan, dan strategi yang dilakukan ayah tunggal dalam pola asuh kepada anak perempuan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan, proses transisi yang dirasakan ayah tunggal menciptakan kebiasaan dan pola keseharian baru. Peran ganda menyebabkan ayah tunggal perlu membagi waktu antara urusan pekerjaan dan rumah tangga, sehingga pola asuh yang dilakukan ayah tunggal biasanya merujuk pada intensitas komunikasi dan quality time. Ayah tunggal juga mengalami tantangan menghadapi masa pubertas anak, tantangan ekonomi, dan sosial, sementara tantangan yang dirasakan anak perempuan cenderung dalam hal psikologis. Strategi yang digunakan ayah tunggal mengarah pada komunikasi terbuka, melibatkan anak dalam pengambilan keputusan, serta menjaga keseimbangan Interaksi. Kemampuan ayah dalam membangun kondisi yang resilien berpengaruh pada pemaknaan anak perempuan tentang figur ayah sebagai orang tua tunggal.
PENDAMPINGAN TERHADAP PEREMPUAN PEKERJA KORBAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DI KABUPATEN BANYUMAS Mariyawati, Mariyawati; Wulan, Tyas Retno; Muslihudin, Muslihudin; Wuryaningsih, Tri; Sutoyo, Ignatius Suksmadi
Jurnal Analisa Sosiologi Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jas.v12i2.66258

Abstract

Domestic violence is a manifestation of gender inequality in a patriarchal culture. The phenomenon of working women is the progress and success of women in opposing patriarchal culture. The UPTD PPA of Banyumas Regency is a government agency authorized to handle cases of gender- and child-based violence under the auspices of the DPPKBP3A service and the KPPPA RI umbrella. This study aims to identify the processes and roles of the government in intervening in cases of domestic violence, as well as the obstacles that occur during the mentoring process for working women who are victims of domestic violence. This study uses a qualitative research method with a phenomenological approach. The data collection process was carried out through in-depth interviews, observation, and documentation. The results of the study show that the mentoring process at the UPTD PPA Banyumas Regency has been adjusted to the standard of Dexterous services stipulated in the Minister of KPPPA RI Number 2 of 2022 by implementing psychosocial-based assistance. This issue is because the socio-cultural conditions of the Banyumas society consider domestic violence as a disgrace even though it has caused psychological, sexual, and physical violence. The ability of women to work in the public sector makes women experience a double burden. A patriarchal culture places women in a subordinate position while men are superior and cause both of them to fail in carrying out their roles as husband and wife, which manifests itself in the form of violence. The obstacles faced are the lack of human resources, facilities, and infrastructure that do not yet support the needs of persons with disabilities and the elderly. The presence of the UPTD PPA is a form of state presence and power in intervening in cases of domestic violence. Keywords: Domestic Violence, Patriarchal Culture, WomenAbstrakKekerasan dalam rumah tangga merupakan manifestasi dari ketidakadilan gender di tengah budaya patriarki. Fenomena perempuan pekerja merupakan sebuah kemajuan dan keberhasilan perempuan dalam menentang budaya patriarki. UPTD PPA Kabupaten Banyumas merupakan lembaga pemerintah yang berwenang menangani kasus kekerasan berbasis gender dan anak di bawah naungan dinas DPPKBP3A dan payung KPPPA RI. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasikan proses dan peran pemerintah dalam mengintervensi kasus KDRT, serta kendala yang terjadi saat proses pendampingan bagi perempuan bekerja korban KDRT. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Adapun proses pengambilan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses pendampingan di UPTD PPA Kabupaten Banyumas telah disesuaikan dengan standar layanan Cekatan yang diatur dalam Permen KPPPA RI Nomor 2 Tahun 2022 dengan menerapkan pendampingan berbasis psikososial.  Hal ini karena kondisi sosial budaya masyarakat Banyumas  menganggap KDRT sebagai aib meskipun sudah mencapai kekerasan psikis, seksual, dan fisik. Kemampuan perempuan bekerja di sektor publik justru menjadikan perempuan mengalami beban ganda. Budaya patriarki yang masih menempatkan perempuan pada posisi subordinat sedangkan laki-laki sebagai superior dan menyebabkan keduanya gagal dalam menjalankan peran sebagai suami isteri, hingga termanifestasikan dalam bentuk kekerasan. Kendala  yang dihadapi yaitu kurangnya sumber daya manusia, sarana dan prasarana belum mendukung kebutuhan penyandang disabilitas dan lansia. Kehadiran UPTD PPA merupakan bentuk kehadiran dan kuasa negara dalam mengintervensi kasus KDRT.Kata Kunci : Kekerasan Domestik, Budaya Patriarki, Perempuan
Co-Authors Agung Kurniawan Aminuyati Ammara, Farida Nugraini Ariandre Tri Hapsari Arif Rahman Hikam Asegaf, Muhammad Mahfudz chamadi, muhamad riza Dadan, Sulyana Dalhar Shodiq Dalhar Shodiq, Dalhar Desta Riani, Aan Diyah Woro Dwi Lestari DwiHanggini, Heni Suswanti edy suyanto Ekawati Sri Wahyuni Eri Wahyuningsih Fadillah, Jauhariyatun Fathurahman, Fathurahman Fitriani, Janiatun Fitriyani, Nur Liya Hariyadi Hendri Restuadhi Ibnu Panji Arifin Imam Santosa INDRA RACHMAWATI Irwan Abdullah Irwan Irwan Jayawarsa, A.A. Ketut Karseno . Lala M Kolopaking Lestari, Soetji Lili Sunarya Lilik Kartika Sari Lilik Kartika Sari, Lilik Kartika Lucie Setiana Mahdiyah, Hana Luthfiyah Mariyawati, Mariyawati Masrukin Maulidya, Shafira Mega Fatimah Rosana Mintarti Mintarti, Mintarti Muslihudin Muslihudin Muslihudin Muslihudin, Muslihudin Mutahir, Arizal Nalfaridas Baharuddin Nanang Martono Noer Anissa Rakhmawati Novie Andri Setianto Nugraheni, Maria Chrismei Shintya Nuniek Ina Ratnaningtyas Nunihartini, Yekti Nurcholifah, Siti Nurul Azizah Zayzda NURUL HIDAYAT Parashtheo, Bintang Parnowo, Suko Pingkan Zahra Azizah Primadata, Ankarlina Pandu Priya Oktaviana Purwandhani Purwanto Bekti Santoso, Purwanto Bekti Putra Indriadi, Agheng Rani Hendriani Riani, Aan Desta Rifda Naufalin Rin Rostikawati rusana, rusana Sakti, Sri Wahyu Krida Salmah, Hanifa Setiasih, Latifah Dwi Shinta Julianti Sotyania Wardhianna, Sotyania Sri Hartini Sri Wijayanti Sri Wijayanti Sri Wijayanti Sugiarto, Tri Sulyana Dadan Suntoro, Agus Susi Fatma Yuwita Sutoyo, Ignatius Suksmadi Tri Rini Widyastuti Tri Sugiarto Tri Wuryaningsih Tutut Dwi Purwani Utami, Nurani Ajeng Tri Wardiyono, FX Wiman Rizkidarajat Windiasih, Rili Wita Ramadhanti