Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila di Kelas IV SD Advent Tondano Amelia Putri Nurrhamad Lehu; Richard D. H. Pangkey; Margareta O. Sumilat
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.416

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila materi gotong royong di kelas IV SD Advent Tondano. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Advent Tondano yang berjumlah 20 peserta didik. Teknik pengumpulan data yang digunakan terdiri atas observasi untuk mengukur aktivitas siswa dan guru, serta tes tertulis dalam bentuk esai untuk mengukur hasil belajar kognitif siswa. Hasil penelitian pada Siklus I menunjukkan rata-rata hasil belajar peserta didik sebesar 65 dengan persentase ketuntasan klasikal sebesar 55%, yang berarti belum memenuhi Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yang ditetapkan yaitu 75. Keterlaksanaan aktivitas siswa mencapai 57,81% (kategori kurang) dan aktivitas guru sebesar 67,18% (kategori cukup). Setelah dilakukan perbaikan tindakan pada Siklus II dengan mengoptimalkan sintaks PBL dan meningkatkan intensitas bimbingan kelompok, rata-rata hasil belajar siswa meningkat secara signifikan menjadi 84 dengan tingkat ketuntasan klasikal mencapai 95%. Selain itu, persentase aktivitas siswa meningkat menjadi 87,5% (kategori sangat baik) dan aktivitas guru mencapai 92,18% (kategori sangat baik). Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning efektif dalam meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila pada materi gotong royong siswa kelas IV SD Advent Tondano.
Penerapan Model Project Based Learning (Pjbl) untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS pada Siswa Kelas III SD Gmim I Tompaso Daniel Ronald Kaawoan; Richard D. H. Pangkey; Fonny Katili
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.202

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) kelas III pada materi bentuk tubuh hewan dan fungsinya melalui penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) pada siswa kelas III SD GMIM I Tompaso. Model PjBL dipilih karena mampu mendorong peserta didik agar lebih aktif, kreatif, serta terlibat secara langsung dalam proses pembelajaran melalui kegiatan berbasis proyek yang nyata. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 12 siswa kelas III SD GMIM I Tompaso. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar peserta didik dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I, tingkat ketuntasan hasil belajar siswa mencapai 63%, kemudian meningkat menjadi 82% pada siklus II setelah dilakukan perbaikan pembelajaran. Selain itu, rata-rata nilai siswa serta tingkat keaktifan dan keterlibatan mereka dalam proses pembelajaran juga mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Project Based Learning efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPAS siswa pada materi bentuk tubuh hewan dan fungsinya.
Penerapan Model Pembelajaran Inquiry pada Mata Pelajaran Ipas untuk Meningkatkan Critical Thinking dan Hasil Belajar Peserta Didik pada Kelas V di SD Inpres Kakaskasen Tiga Nurul Hasnia Kawulusan; Roos M.S Tuerah; Richard D.H Pangkey
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.285

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan Critical thinking dan hasil belajar peserta didik kelas V di SD INPRES Kakaskasen Tiga dengan mengunakan model pembelajaran inkuiri pada mata pelajaran IPAS. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), adapun yang menjadi objek dalam penelitian ini yaitu siswa kelas V di SD INPRES Kaskasen Tiga yang berjumlah 12 siswa. Penelitian ini merupakan penelitian Tindakan kelas (PTK) yang di laksanakan dalam 2 siklus, yang berlangsung selama 5 February sampai dengan 18 February 2026. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam aktivitas guru, aktivitas siswa, serta ketuntasan hasil belajar. Aktivitas guru dalam mengelola pembelajaran mengalami peningkatan, dengan nilai rata-rata observasi pada siklus I sebesar 67,30 (cukup) dan meningkat pada siklus II menjadi 96,15 (baik sekali). Aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran juga mengalami peningkatan, dengan rata-rata observasi pada siklus I sebesar 60,57 (cukup) dan meningkat pada siklus II menjadi 91,34 (baik sekali). Ketuntasan hasil belajar siswa menunjukkan peningkatan dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I, rata-rata hasil belajar siswa mencapai 71,33% (cukup), sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 94,75% (baik sekali). Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Inquiry dapat meningkatkan critical thingking/berpikir kritis serta hasil belajar siswa dalam Perpindahan kalor.
Penerapan Probem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Pancasila Siswa Kelas IV SD GMIM VIII Tomohon Tabita Sinaga; Richard D. H. Pangkey; Steven Mandey
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.352

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu pada model Kemmis dan McTaggart, yang terdiri dari empat tahap: perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SD GMIM VIII Tomohon yang berjumlah 19 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi aktivitas guru dan siswa, serta tes hasil belajar di setiap akhir siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL dapat meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan. Pada siklus I, ketuntasan belajar siswa hanya mencapai 65,3% dengan rata-rata nilai yang belum memenuhi Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) sebesar 75. Namun, setelah dilakukan perbaikan pada siklus II, hasil belajar siswa mengalami peningkatan yang memenuhi standar ketuntasan klasikal yang ditetapkan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model Problem Based Learning efektif dalam meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila pada siswa kelas IV SD GMIM VIII Tomohon.
Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila di Kelas IV SD Advent Tondano Amelia Putri Nurrhamad Lehu; Richard D. H. Pangkey; Margareta O. Sumilat
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.416

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila materi gotong royong di kelas IV SD Advent Tondano. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Advent Tondano yang berjumlah 20 peserta didik. Teknik pengumpulan data yang digunakan terdiri atas observasi untuk mengukur aktivitas siswa dan guru, serta tes tertulis dalam bentuk esai untuk mengukur hasil belajar kognitif siswa. Hasil penelitian pada Siklus I menunjukkan rata-rata hasil belajar peserta didik sebesar 65 dengan persentase ketuntasan klasikal sebesar 55%, yang berarti belum memenuhi Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yang ditetapkan yaitu 75. Keterlaksanaan aktivitas siswa mencapai 57,81% (kategori kurang) dan aktivitas guru sebesar 67,18% (kategori cukup). Setelah dilakukan perbaikan tindakan pada Siklus II dengan mengoptimalkan sintaks PBL dan meningkatkan intensitas bimbingan kelompok, rata-rata hasil belajar siswa meningkat secara signifikan menjadi 84 dengan tingkat ketuntasan klasikal mencapai 95%. Selain itu, persentase aktivitas siswa meningkat menjadi 87,5% (kategori sangat baik) dan aktivitas guru mencapai 92,18% (kategori sangat baik). Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning efektif dalam meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila pada materi gotong royong siswa kelas IV SD Advent Tondano.
ANALYSIS OF READING LITERACY CULTURE OF ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS IN WORI DISTRICT Elfin Lahiang; Mayske R Liando; Richard D Pangkey
International Journal of Social Science, Educational, Economics, Agriculture Research and Technology (IJSET) Vol. 5 No. 7 (2026): JUNE
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the reading literacy culture of students at GMIM Kulu Elementary School, Wori District, North Minahasa Regency. This research is motivated by the low reading habits of students and the suboptimal implementation of literacy programs in schools. Therefore, this study focuses on three main issues: students' reading literacy culture, factors influencing it, and the role of teachers and the school environment in building a reading literacy culture. This research employed a qualitative research method with a phenomenological or case study approach. The research subjects consisted of the principal, teachers, and students of GMIM Kulu Elementary School. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. Data analysis employed the Miles and Huberman interactive analysis model, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Data validity was verified through source triangulation, technical triangulation, and member checking. The results of the study indicate that students' reading literacy culture at GMIM Kulu Elementary School still needs improvement. Students' reading habits are still low, and reading activities have not yet become a routine habit. Factors influencing reading literacy culture include internal factors such as students' interest and motivation to read, as well as external factors such as family environment, school environment, and the availability of literacy facilities. Furthermore, teachers play a significant role in literacy activities, particularly in guiding and motivating students to read. However, limited literacy facilities at school remain a barrier to developing students' reading literacy culture. Based on the results of this study, more targeted efforts are needed from schools, teachers, and parents to improve students' reading literacy culture by providing adequate literacy facilities and implementing more structured literacy programs.
Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS di Kelas V SD GMIM Tondangow Victoria Queenie Areros; Richard D. H. Pangkey; Winda Lidia Lumbantobing
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.554

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas V SD GMIM Tondangow melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL). Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang meliputi empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, yaitu siklus I dan siklus II, dengan subjek penelitian sebanyak 15 siswa. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah lembar observasi dan evaluasi belajar siswa. Hasil analisis data menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa pada setiap siklus. Pada siklus I, ketuntasan hasil belajar siswa mencapai 46,66% sehingga belum memenuhi Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) sebesar 75%. Setelah dilakukan perbaikan pembelajaran pada siklus II, hasil belajar siswa meningkat menjadi 93,33% dan telah memenuhi KKTP. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas V SD GMIM Tondangow pada materi Permasalahan Lingkungan Mengancam Kehidupan.
Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS di Kelas V SD GMIM Tondangow Victoria Queenie Areros; Richard D. H. Pangkey; Winda Lidia Lumbantobing
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.554

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas V SD GMIM Tondangow melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL). Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang meliputi empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, yaitu siklus I dan siklus II, dengan subjek penelitian sebanyak 15 siswa. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah lembar observasi dan evaluasi belajar siswa. Hasil analisis data menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa pada setiap siklus. Pada siklus I, ketuntasan hasil belajar siswa mencapai 46,66% sehingga belum memenuhi Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) sebesar 75%. Setelah dilakukan perbaikan pembelajaran pada siklus II, hasil belajar siswa meningkat menjadi 93,33% dan telah memenuhi KKTP. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas V SD GMIM Tondangow pada materi Permasalahan Lingkungan Mengancam Kehidupan.
Kebijakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Solusi Strategi atau Tantangan Bagi APBN Richard Daniel Herdi Pangkey; Rafly Muhammad Nur; Afriani Putri Timbowo; Jesita Evani Pinu; Inriani Toding
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 8: Juli 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i8.20003

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu kebijakan strategis pemerintah Indonesia yang dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia. Meskipun program ini berpotensi memberikan manfaat jangka panjang bagi kesehatan, pendidikan, dan produktivitas penduduk, kebutuhan pembiayaan yang besar menimbulkan pertanyaan mengenai keberlanjutan fiskal dan efektivitas implementasinya. Penelitian ini bertujuan menganalisis peluang dan tantangan Program MBG dalam perspektif pembangunan nasional dan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan menelaah berbagai publikasi ilmiah, dokumen kebijakan, dan laporan resmi yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Program MBG memiliki potensi untuk mendukung penurunan stunting, meningkatkan kualitas modal manusia, dan mempercepat pencapaian visi Indonesia Emas 2045. Namun, keberhasilan program sangat bergantung pada tata kelola anggaran yang efisien, transparan, dan akuntabel, disertai mekanisme pengawasan yang kuat agar manfaat sosial yang dihasilkan sejalan dengan kapasitas fiskal negara. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi antara kebijakan gizi dan pengelolaan fiskal yang berkelanjutan dalam mendukung pembangunan nasional.
Integrasi Model Problem Based Learning dan Pembelajaran Berdiferensiasi sebagai Upaya Peningkatan Hasil Belajar Matematika di Sekolah Dasar Maria Fransisca Sukadi; Roos M. S. Tuerah; Richard Pangkey
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Vol. 8 No. 1 (2025): Pedagogik Journal of Islamic Elementary School
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pijies.v8i1.6684

Abstract

Penerapan model pembelajaran yang kurang tepat, khususnya pada mata pelajaran matematika, memengaruhi rendahnya hasil belajar peserta didik sehingga penelitian ini bertujuan meningkatkan keberhasilan guru menerapkan model Problem Based Learning melalui pembelajaran berdiferensiasi pada materi KPK dan FPB di kelas V B SD Negeri 02 Manado serta meningkatkan hasil belajar matematika siswa setelah penerapan model tersebut. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) dengan model Kemmis dan McTaggart yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri atas 28 siswa. Teknik pengumpulan data meliputi observasi aktivitas guru dan siswa serta tes hasil belajar, dengan analisis deskriptif berdasarkan presentase ketuntasan minimal 75%.
Co-Authors Afriani Putri Timbowo Agnes Maria Goni Aldjon N. Dapa Allan Giovani Gigir Amelia Putri Nurrhamad Lehu Asari Lengkong, Afrilia Daniel Ronald Kaawoan Deddy F. Kumolontang Deitje Adolfien Katuuk Deysti Trifena Tarusu Dinny Poluan Elfin Lahiang Ferdinandus, Susan Fientje J.A. Oentoe Fonny Katili Fria Weime Sual Gabriela Kaunang Gloria Ritsita Lengkong Hana Wagey Hetty J Tumurang Inriani Toding Jane M Mangangantung Jeanne M. Mangangantung Jeffry Sony Junus Lengkong Jennej J. Rawung Jesita Evani Pinu Jesy Worang, Tessalonika Joulanda A. M. Rawis Juan Gabriel Mongkau Juan Gabriel Mongkau Juliana Margareta Sumilat Kaawoah, Nestiyana Karamoy, Claudya Komedien, Brianne E. Jo. Komedien, Brianne E.J. Koni Olive Tunas Leonita Horman, Meisara Liando, Maxie Albert Jacob Lihart Lumapow Longkutoy, Novita Margareta Oktavia Sumilat Maria Fransisca Sukadi Maria Fransisca Sukadi Maria Sesilia Lasut Mariyanti Mascarinhas Marsel Mamahit Mayske Rinny Liando Meisara Leonita Horman Mersty Rindengan Moningka, Nansi Melania Mozes Y. Legi Nansi Melania Moningka Natalya Tirsa Mokorowu Nofry Vincensius Wongkar Novita Longkutoy Nurul Hasnia Kawulusan Olvian Polangitan Putry Patricia Mandolang Rafly Muhammad Nur Regina Sarudi Ridwain Stepi Buniahe RISAL M. MERENTEK Ritsita Lengkong, Gloria Roeth A.O Najoan Roos M. S. Tuerah Roos M. S. Tuerah Rotty, Viktory Nicodemus Joufree Ruth Nayoan Sendy Moningka Silvia Christiana Banobe Sollitan, Anggun Tasya steven mandey Sumolang, Deby Susan Ferdinandus Suwaryaningrat, Ni Dewi Eka Tabita Sinaga Tessalonika Jesy Worang Troitje B.A. Balangsawang Victoria Queenie Areros Vivi M. Ponowu Widdy Rorimpandey Wilar, Feibe Imelda Winda Lidia Lumbantobing Winda Lidia Lumbantobing Worang, Tessalonika Jesy Zoya F. Sumampouw ZOYA F. SUMAMPOW