p-Index From 2021 - 2026
8.418
P-Index
This Author published in this journals
All Journal MANAJEMEN HUTAN TROPIKA Journal of Tropical Forest Management Jurnal Gizi dan Pangan Jurnal Penyuluhan Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Jurnal Manajemen dan Agribisnis Forum Pasca Sarjana Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan (Journal of Soil Science and Environment) Indonesian Journal of Geography JURNAL ECONOMIA Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Sosiohumaniora JEJAK Majalah Geografi Indonesia Jurnal Agro Ekonomi Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Journal of Regional and City Planning Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) E-Journal Jurnal Ekonomi Pembangunan: Kajian Masalah Ekonomi dan Pembangunan Jurnal Wilayah dan Lingkungan Jurnal Tataloka Jurnal Ekonomi & Kebijakan Publik MAJALAH ILMIAH GLOBE Jurnal Bina Praja Journal of Environment and Sustainability Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Jurnal Manajemen Pembangunan Daerah Journal of Regional and Rural Development Planning Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan Journal of Socioeconomics and Development Bina Hukum Lingkungan Astonjadro Forest and Society Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan BHUMI: Jurnal Agraria dan Pertanahan Komputasi: Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer dan Matematika EKUITAS (Jurnal Ekonomi dan Keuangan) STI Policy and Management Journal Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum International Journal of Economics Development Research (IJEDR) Jurnal Agro Ekonomi Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Jurnal Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan Agricultural Science Procedia of Social Sciences and Humanities Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah Bina Hukum Lingkungan Journal Research of Social Science, Economics, and Management Eduvest - Journal of Universal Studies MIMBAR : Jurnal Sosial dan Pembangunan Jurnal Manusia dan Lingkungan Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Economic Development Analysis Journal Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian
Claim Missing Document
Check
Articles

KAJIAN KESESUAIAN DAN ZONASI PERAIRAN TELUK LAMPUNG TERHADAP DAYA DUKUNG FISIK KAWASAN UNTUK BUDIDAYA IKAN KERAPU DI KARAMBA JARING APUNG Rustiadi, Ernan; Kusumastanto, Tridoyo; Anggraini, Eva; Kamil, Ikhsan
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 13 No. 3 (2021): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v13i3.35577

Abstract

Pada tahun 1990, usaha budidaya ikan kerapu dengan menggunakan karamba jaring apung (KJA) mulai dikembangkan untuk memenuhi permintaan pasar. Penelitian ini bertujuan mengkaji kesesuaian lahan dan zonasi perairan terhadap daya dukung fisik kawasan teluk lampung untuk budidaya ikan kerapu di KJA. Penilaian kesesuaian berdasarkan pada aspek fisik, kimia dan sosial ekonomi. Daya dukung fisik kawasan dianalisis dari hasil kriteria kesesuaian dan kemudian dilanjutkan dengan kesesuaian berdasarkan overlay dengan rencana zonasi. Hasil studi menunjukkan bahwa berdasarkan analisis kesesuaian yang memiliki kesesuaian tinggi seluas 67,64 ha, sedang 5.838,17 ha, rendah 3.214,89 ha dan tidak sesuai 35,95 ha. Analisis selanjutnya dengan melakukan overlay dengan rencana zonasi (RZWP3K) terjadi perubahan luasan dimana terjadi penurunan luas areal kesesuaian tinggi menjadi 1.446, 28 ha, sedang 23,71 ha dan rendah 440,05 ha, sementara untuk areal yang tidak sesuai mengalami peningkatan menjadi 7.226,62 ha. Daya dukung fisik kawasan teluk lampung adalah sebanyak 13.450 unit KJA atau dengan potensi produksi sebanyak 24.754 ton. Dengan penurunan luasan areal yang sesuai berpengaruh terhadap penurunan daya dukung fisik menjadi sebanyak 4.545 unit KJA atau potensi produksi sebanyak 8.365 ton. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa overlay dengan rencana zonasi mengurangi luasan areal yang sesuai untuk kegiatan budidaya KJA yang selanjutnya menyebabkan penurunan daya dukung fisik kawasan. Oleh karena itu perlu dilakukan evaluasi terhadap rencana zonasi dan penataan kawasan budidaya di teluk Lampung agar lebih didasarkan pada kriteria kesesuaian lahan.
Penentuan Subsektor Unggulan Pembangunan Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan Menggunakan Metode Promethee: Studi Kasus Calon Daerah Otonom Baru Kabupaten Sukabumi Utara Rustiadi, Ernan; AR, Abdul Naafi; Juanda, Bambang; Rahma, Hania
Jurnal Bina Praja Vol 17 No 2 (2025): [Sedang Berjalan]
Publisher : Research and Development Agency Ministry of Home Affairs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21787/jbp.17.2025-2556

Abstract

Inclusive and sustainable economic development is a very important and relevant approach to be applied in various regions in Indonesia, including in areas that are in the process of becoming new autonomous regions, namely North Sukabumi Regency. This approach aims to create economic growth that not only encourages increased income but also ensures that the benefits are felt by all levels of society, including marginalized groups, while maintaining ecosystem balance and creating a better future generation. This study analyzes potential economic leading sectors to promote inclusive and sustainable economic development. The selection of leading sectors was carried out using the Promethee method, which is an outranking-based multi-criteria analysis (MCA) method based on a preference index. A total of 12 criteria were used, and data were obtained through questionnaires from several experts. The results of this study indicate that the development of the Food Crops, Horticulture, and Food and Beverage Industries subsectors is a potential sector recommended for promoting inclusive and sustainable economic development.
Utilization of Biomass in Sustainable Integrated Dairy and Coffee Farming: CaseStudy Boyolali, Central Java, Indonesia Hutahaean, Lintje; Rustiadi, Ernan; Fauzi, Anas Miftah; Nurmalina, Rita; Rubiyo
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 16 No 1 (2026): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.16.1.1

Abstract

The agricultural sector plays a strategic role in improving economic sustainability and responding to environmental challenges. A sustainable agricultural approach based on the integration of coffee and dairy cattle is a potential solution to these challenges. This study aims to analyze financial feasibility by comparing two types of coffee and dairy cattle integration farming systems, namelytype 1 (existing coffee-dairy cattle integration) and type 2 (improved integration). The difference between the two types lies in the connectivity of input and output use in the integration system. The method used is financial feasibility analysis with investment criteria indicators in the form of NPV, IRR, Net B/C, and payback period. The research was conducted in Boyolali Regency. The resultsof the financial feasibility analysis show that the improved coffee and dairy cow integration type (type 2) is financially superior to type 1, with an NPV of IDR 1,714,402,922.83 and an IRR of 22%, far exceeding type 1 (IRR of 16%), with a payback period of 6 years and 8 months. This financial benefit came from lower costs for feed, energy, and fertilizer, as well as big economic gains from diversifyingproducts that came from making better use of waste. Using biodigester technology to turn biomass into energy is another way to cut down on greenhouse gas emissions from manure waste. These findings provide a strong basis for encouraging the implementation of improved coffee and dairy cow integration through a series of fiscal incentive policies and farmer assistance.
Penentuan Komoditas Unggulan untuk Ketahanan Pangan di Kawasan Metropolitan PEKANSIKAWAN Helmi, Fiora; Rustiadi, Ernan; Juanda, Bambang; Mulatsih, Sri; Diniaty, Dewi
Jurnal Bina Praja Vol 17 No 3 (2025): [Sedang Berjalan]
Publisher : Research and Development Agency Ministry of Home Affairs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21787/jbp.17.2025-2609

Abstract

Food security is a critical aspect of regional development, particularly in metropolitan areas that function as centers of consumption, production, and distribution. This study aims to identify leading food commodities in the PEKANSIKAWAN Metropolitan Area of Riau Province, which includes Pekanbaru City, Kampar Regency, Siak Regency, and Pelalawan Regency, and to provide recommendations for strengthening regional food security. The research employed Location Quotient (LQ) and Shift Share Analysis (SSA) to examine comparative and competitive advantages across the four regions. The analysis identified four key commodities: poultry meat in Pekanbaru City, aquaculture fish in Kampar Regency, rice and onions in Siak Regency, and agroindustry-based rice and fish in Pelalawan Regency. These commodities form a complementary system that enhances interregional synergy and food supply resilience. The findings indicate that optimizing interregional linkages through collaborative investment, integrated supply chains, and food system clusters is essential to address both production disparities and consumption needs. The conclusion emphasizes that the metropolitan scale provides unique opportunities to combine local strengths into a coherent regional food system, which can better support the availability, accessibility, and stability of food. Policy implications highlight the need for strategic investment in irrigation, cold chain logistics, and digital market platforms, alongside institutional strengthening through farmer cooperatives, financial access, and capacity building. The study contributes scientifically by integrating territorial analysis with quantitative methods in a metropolitan context, offering both theoretical enrichment for food security literature and practical guidance for regional policymakers.
Analisis Keragaman Indeks Status Kesehatan di Kabupaten Sukabumi Menggunakan Analisis Komparatif Kualitatif (QCA) Alawi, Masykur; Fauzi, Akhmad; Rustiadi, Ernan; Rahma, Hania
Jurnal Bina Praja Vol 17 No 3 (2025): [Sedang Berjalan]
Publisher : Research and Development Agency Ministry of Home Affairs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21787/jbp.17.2025-2740

Abstract

The public health level is a crucial indicator for evaluating the success of health sector development. In Sukabumi Regency, characterized by diverse geography and socio-economic conditions, there are notable variations in the Public Health Degree Index (PHDI) across regions. This study employs Crisp-Set Qualitative Comparative Analysis (csQCA) using Tosmana QCA software to explore the combinations of factors that influence PHDI outcomes. Data were collected from the Sukabumi District Health Office, the Central Statistics Agency, and other secondary sources. The aim is to analyze regional differences in community health and identify the sets of factors that drive high or low PHDI levels. Results show that Clean and Healthy Living Behaviors (CHLB) and sanitation are the most consistent determinants of high PHDI, even in contexts with limited health facilities and budgets. Conversely, improvements in health infrastructure and financial resources are effective only when paired with strengthened CHLB and sanitation practices. Interestingly, extreme poverty does not necessarily hinder achieving a high PHDI if healthy behaviors and environmental sanitation are well-established. On the other hand, areas with low PHDI typically suffer from a combination of unhealthy behaviors and poor sanitation, despite having adequate infrastructure and funding. These insights highlight the need for targeted, area-specific intervention strategies that prioritize enhancing healthy living behaviors and sanitation, along with optimizing health facilities and financial support.
Pendekatan Normatif Integrasi Daya Dukung Daya Tampung Lingkungan Hidup Penataan Ruang di Jawa Timur Riyadi, Dodi Slamet; Rustiadi, Ernan; Widiatmaka, Widiatmaka; Fauzi, Akhmad
Bina Hukum Lingkungan Vol. 10 No. 2 (2026): Bina Hukum Lingkungan, Volume 10, Nomor 2, Februari 2026
Publisher : Asosiasi Pembina Hukum Lingkungan Indonesia (PHLI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24970/bhl.v10i2.499

Abstract

ABSTRAKKajian ini membahas dasar hukum dan penerapan praktis integrasi daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup, dalam penataan ruang wilayah di Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif-praktis untuk menilai hubungan antara ketentuan hukum lingkungan yang berlaku dan implementasinya dalam dokumen perencanaan tata ruang wilayah seperti RTRW Provinsi dan RTRW kabupaten/kota. Ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 dan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 menjadi fokus utama dalam analisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup seringkali ditempatkan sebagai instrumen teknis belaka, tanpa penegasan nilai hukumnya sebagai prinsip yang mengikat. Hal ini menunjukkan adanya kekosongan normatif yang berdampak pada lemahnya integrasi daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup dalam praktik kebijakan penataan ruang. Untuk mengatasi hal tersebut, artikel ini menegaskan pentingnya mengaitkan daya dukung daya tampung lingkungan hidup dengan prinsip keadilan ekologis dan tanggung jawab antargenerasi. Pemahaman hukum tata ruang perlu diarahkan sebagai bentuk konkret dari tanggung jawab konstitusional terhadap lingkungan. Dengan landasan itu, integrasi daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup tidak cukup dipahami sebagai prosedur administratif, melainkan harus dimaknai sebagai bagian dari sistem norma hukum yang wajib ditegakkan dalam perencanaan dan pemanfaatan tata ruang wilayah.Kata kunci: daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup, filosofi hukum, hukum lingkungan, pendekatan normatif-praktis, penataan ruang wilayah. ABSTRACTThe ecological crises confronting modern spatial governance demand more than technocratic precision, they call for a normative reconfiguration of legal meaning. This article examines the legal foundations and practical implications of integrating environmental carrying capacity, into regional spatial planning in East Java Indonesia. Drawing from a normative-practical legal approach, the study interrogates the disconnect between environmental law as lex lata and its fragmented incorporation into spatial planning instruments such as the Regional Spatial Plan (RTRW). Through doctrinal analysis and interpretive scrutiny of key statutes, including Law No. 32 of 2009 on Environmental Protection and Management and Law No. 26 of 2007 on Spatial Planning, this article reveals that the principle of environmental carrying capacity is frequently relegated to a technical tool, rather than elevated as a normative imperative. The analysis suggests that to prevent legal trivialization and ecological overshoot, carrying capacity must be situated within a broader framework of ecological justice and intergenerational equity. In doing so, the article proposes a reconstructed understanding of spatial planning law, not merely as an administrative instrument, but as a living legal expression of environmental ethics. Ultimately, the integration of carrying capacity into legal spatial reasoning is not only a procedural necessity, but a constitutional obligation in the Anthropocene era.Keywords: environmental carrying capacity; environmental law; legal philosophy; normative-practical approach; spatial planning.
Pendekatan Normatif Integrasi Daya Dukung Daya Tampung Lingkungan Hidup Penataan Ruang di Jawa Timur Riyadi, Dodi Slamet; Rustiadi, Ernan; Widiatmaka, Widiatmaka; Fauzi, Akhmad
Bina Hukum Lingkungan Vol. 10 No. 2 (2026): Bina Hukum Lingkungan, Volume 10, Nomor 2, Februari 2026
Publisher : Asosiasi Pembina Hukum Lingkungan Indonesia (PHLI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24970/bhl.v10i2.499

Abstract

ABSTRAKKajian ini membahas dasar hukum dan penerapan praktis integrasi daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup, dalam penataan ruang wilayah di Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif-praktis untuk menilai hubungan antara ketentuan hukum lingkungan yang berlaku dan implementasinya dalam dokumen perencanaan tata ruang wilayah seperti RTRW Provinsi dan RTRW kabupaten/kota. Ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 dan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 menjadi fokus utama dalam analisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup seringkali ditempatkan sebagai instrumen teknis belaka, tanpa penegasan nilai hukumnya sebagai prinsip yang mengikat. Hal ini menunjukkan adanya kekosongan normatif yang berdampak pada lemahnya integrasi daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup dalam praktik kebijakan penataan ruang. Untuk mengatasi hal tersebut, artikel ini menegaskan pentingnya mengaitkan daya dukung daya tampung lingkungan hidup dengan prinsip keadilan ekologis dan tanggung jawab antargenerasi. Pemahaman hukum tata ruang perlu diarahkan sebagai bentuk konkret dari tanggung jawab konstitusional terhadap lingkungan. Dengan landasan itu, integrasi daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup tidak cukup dipahami sebagai prosedur administratif, melainkan harus dimaknai sebagai bagian dari sistem norma hukum yang wajib ditegakkan dalam perencanaan dan pemanfaatan tata ruang wilayah.Kata kunci: daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup, filosofi hukum, hukum lingkungan, pendekatan normatif-praktis, penataan ruang wilayah. ABSTRACTThe ecological crises confronting modern spatial governance demand more than technocratic precision, they call for a normative reconfiguration of legal meaning. This article examines the legal foundations and practical implications of integrating environmental carrying capacity, into regional spatial planning in East Java Indonesia. Drawing from a normative-practical legal approach, the study interrogates the disconnect between environmental law as lex lata and its fragmented incorporation into spatial planning instruments such as the Regional Spatial Plan (RTRW). Through doctrinal analysis and interpretive scrutiny of key statutes, including Law No. 32 of 2009 on Environmental Protection and Management and Law No. 26 of 2007 on Spatial Planning, this article reveals that the principle of environmental carrying capacity is frequently relegated to a technical tool, rather than elevated as a normative imperative. The analysis suggests that to prevent legal trivialization and ecological overshoot, carrying capacity must be situated within a broader framework of ecological justice and intergenerational equity. In doing so, the article proposes a reconstructed understanding of spatial planning law, not merely as an administrative instrument, but as a living legal expression of environmental ethics. Ultimately, the integration of carrying capacity into legal spatial reasoning is not only a procedural necessity, but a constitutional obligation in the Anthropocene era.Keywords: environmental carrying capacity; environmental law; legal philosophy; normative-practical approach; spatial planning.
Co-Authors A. Aman Damai Achmad Yamani Agus Buono Agus Ruswandi Agus Ruswandi Ahmad Fauzi Ahmadriswan Nasution Ahmadriswan Nasution Akbar, Chaeka Fitria Ramadhania Akhmad Fauzi Akhmad Fauzi Alawi, Masykur Alfin Murtadho Alfin Murtadho Alfin Murtadho Anas Miftah Fauzi Andi Yoga Saputra Andilo Toham Andrea Emma Pravitasari, Andrea Emma Anggelina Delviana Klau Aprianto, Heri AR, Abdul Naafi Ardila, Fitri Aning Dwi Aria Damar Arya Hadi Dharmawan Asep Hariyanto Askar Jaya Baba Barus Bachril Bakri, Bachril Bambang Juanda Bambang Pramudya Boedi Tjahjono Budi Mulyanto Budiarto, Tri Bunasor Sanim Chandra, Aradea D. A. Rahim D. S. Priyarsono Darmawan Darmawan Darmawan Deddy S. Bratakusumah Dede Dirgahayu Dedi Budiman Hakim Desli Triman Zendrato Dessy Rachmawatie Dewi Annisa Rizki Dewi Diniaty Dian Anggraeny Rahim Ditha Mangiri Diyah Novita Kurnianti Djuara P Lubis Dodik Ridho Nurrochmat Dominicus Savio Priyarsono Dwi Putro Tejo Baskoro Dwi Ratnawati Christina Edwin Aldrianto Eka Intan Kumala Putri Eka Rudiana Endriatmo Soetarto Enirawan - Eri Susanto Hariyadi Eri Susanto Hariyadi, Eri Susanto Eriyatno . Erliza Noor Ernawati Pasaribu Eva Anggraini Firre An Suprapto Firre An Suprapto Fitriana, Widya Fredian Tonny Nasdian Fredinan Yulianda Galuh Syahbana Indraprahasta Gatot Yulianto Hakim, Dedi Budiman Handaka, Asep Agus Handian Purwawangsa Hani Laksono Harianto Harmes Harmes harmes harmes Hartrisari Hartrisari Helmi, Fiora Hendriany, Reni heri apriyanto Heri Apriyanto Hermanto Siregar Hermanto Siregar Hidayat, Janthy T Himawan Hariyoga Ida Zulfida, Ida Iim Mucharam Ikhsan Kamil Ikhwanuddin Mawardi Ikhwanuddin Mawardi Imelda Kusuma Wardani Isang Gonarsyah Ivanovich Agusta Iwan Kurniawan Izatun Purnami Izuru Saizen Janthy T Hidayat Janthy Trilusianthy Hidayat K MURTILAKSONO Karenina, Anna Kartodihardjo, Hariadi Kenta Tsuchiya Khursatul Munibah Komarsa Gandasasmita Kooswardhono Mudikdjo Kooswardhono Mudikdjo Kurniasari, Eva Kurniawati Hapsari Ekosafitri Kusumawaty, Rini Lala M Kolopaking Lathifah, Laily Noor Latif, Julifa M Latuconsina, Zulfikar Mohamad Yamin Lintje Hutahaean LUCAS SOARES Luh Putu Suciati Luksi Paryatno Lukytawati Anggraeni Lutfia Nursetya Fuadina Machfud Machfud Margiyono Margiyono Marimin , Marimin Marimin Marta, Joan Masrochan, Ali Meirina Anggraeni Mennofatria Boer Moh Hasan Mohammad Reza Fauzi Muchamad Subhans Adiputra Muhamad Fiqri Rizqullah Muhamad Rizal Gojali Muhammad Ardiansyah Muhammad Firdaus Muhammad Nanang Prayudyanto Muhammad Wahid Muhlis, Taufik Mulya, Setyardi Murtadho, Alfin Nakayama, Hitomi Nashwari, Inti Pertiwi Nedalia Wilza Nedalia Wilza Netti Tinaprilla Nurul Amaliyah Tanjung Nurul Taufiqu Rochman Okta Wulandono Okwan Himpuni Omo Rusdiana Oryzanti, Parwa Oryzanti, Parwa Pratama, Ahmad Herlyasa Sosro Puspita, Ni Putu Rekha Rachman, Noer F Rahma, Hania Rahmadi, Farid Adam Ratna Purwaningsih Ricky Ricky Ricky, Ricky Rilus Kinseng Riska Ayu Purnamasari Rista Ardy Priatama Rita Nurmalina Riyadi, Dodi Slamet Rizqullah, Muhamad Fiqri Rosandi, Vely Brian Rosy Novriyandi Rubiyo Ruchyat Deni Djakapermana Rulhendri Rulhendri Sahara Sahara Santo, Deni Santun R P Sitorus SANTUN R.P SITORUS Santun R.P. Sitorus Setia Hadi Setia Hadi Setia Hadi - Setiahadi Setiahadi Setiawan, Marwan Shinya Funakawa Sigit Santosa Siska Amelia Siti Khoeriyah Siti Wulandari Sitti Hadijah Soekmana Soma Soekmana Soma Soeryo Adiwibowo Sri Mulatsih Sri Mulatsih Sri Wahyuni SUHYANTO, OTONG Sukiptiyah Sukiptiyah Sukiptiyah Sukiptiyah Sumarlin . Sumarlin Sumarlin Suphendi , Suphendi , Surjono H. Sutjahjo Sutresno Sutresno Syaiful Syaiful Syaiful Syaiful Thobias Arnoldus Messakh Thomas Oni Veriasa Totok Junari Tridoyo Kusumastanto Wafda . Wahyu Hidayat Waluyo, Shiddiq Wardah Wardah Werenfridus Taena Widiatmaka Widiatmaka Widiatmaka Wiwiek Rindayati Wulandono, Okta Yadi Suryadi Yayuk F. Baliwati Yayuk Farida Baliwati Yeni Selfia Yunita Pertiwi Yunus Arifien Yusman Syaukat Yusman Syaukat Zulfikar Mohamad Yamin Latuconsina