Claim Missing Document
Check
Articles

Manifestation of Leaf Phenotype Character Diversity in Population Genetics Studies of Robusta Coffee (Coffea canephora) in the Gunung Betung Valley Titik Bogorejo Pesawaran Lampung: Manifestasi Keragaman Karakter Fenotipe Daun dalam Kajian Genetika Populasi Kopi Robusta (Coffea canephora) di Lembah Gunung Betung Titik Bogorejo Pesawaran Lampung Winarno, Winarno; Priyambodo, Priyambodo; Rustiati, Elly Lestari; Lestari, Septi Wahyu; Sandra, Shifa; Thesalonika, Natasya; Ashari, Minanti Mayda; Andriyani, Yuliana; Maharani, Annisa Lidya; Afandi, Aril; Febriansyah, Muhammad; Pratiwi, Dian Neli; Permatasari, Nindy; Suhada, Suhada
BIO-EDU: Jurnal Pendidikan Biologi Vol. 10 No. 1 (2025): BIO-EDU: Jurnal Pendidikan Biologi - April 2025
Publisher : Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jbe.v10i1.8309

Abstract

Robusta coffee (Coffea canephora) genetic diversity is very important for breeding programmes aimed at increasing yield and adaptability. This diversity can be assessed through various morphological characters, especially leaf phenotype characters, which serve as indicators of genetic variation. This research was conducted from May to August 2024. Data collection was carried out by purposive sampling using the exploration and characterisation method of 30 coffee plants in the Traditional Coffee Plantation area, Bogorejo Village, Gedong Tataan District, Pesawaran Regency, Lampung Province. Qualitative character data collection was carried out modifying IPGRI descriptors. Based on the data obtained, there were no significant differences in qualitative characteristics and quantitative characteristics of leaves on 30 coffee plants. This indicates a low genetic diversity in the plantation.
Pelatihan Olah Sayur Hasil Kebun: Pembuatan Es Krim Berbasis Sayuran Di PT Great Giant Food, Terbanggi Besar, Lampung Tengah Lestari Rustiati, Elly; Susilawati; Subagyo, Agus; Dwi Astuti, Putri; Khumaidi, Fauzan; Puspita Widiarini, Dewi
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 : Mei (2025): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A training program on processing local vegetables into vegetable-based ice cream was conducted at PT Great Giant Food (GGF), Central Lampung, aimed at empowering women's groups to enhance the value of local agricultural products. The training involved 32 participants from the GGF Employees' Wives Association and the Tulip Women Farmers Group. Activities included nutrition education, demonstrations, product tasting, and hands-on practice in making ice cream using pakcoy and bokcoy. A participatory and practical approach encouraged active engagement, improved technical skills, and fostered flavor innovation. The results showed that participants successfully produced vegetable ice cream with favorable organoleptic qualities. This initiative not only promoted local resource utilization but also strengthened women's economic roles and aligned with sustainable development goals. The training model presents strong potential for replication in similar community contexts.
ANALISIS HASIL AMPLIFIKASI SAMPEL INDIVIDU LEBAH TANPA SENGAT BERDASARKAN GEN COI DI LAMPUNG TIMUR Ashari, Minanti Mayda; Priyambodo, Priyambodo; Rustiati, Elly Lestari; Pratami, Gina Dania; Andriyani, Yuliana; Srihanto, Eko Agus; Pratiwi, Dian Neli; Azzahra, Laila Salwa; Adelia, Ersa Imelda; Sandra, Shifa; Lestari, Septi Wahyu; Ramadan, Viki
Jurnal Biogenerasi Vol. 10 No. 2 (2025): Volume 10 no 2 periode februari - september 2025 ( continues)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v10i2.5540

Abstract

Lebah tanpa sengat masuk ke dalam suku meliponidae dan merupakan lebah yang tidak menggunakan daya sengat sebagai alat pertahanan diri melainkan gigitan dan kerumunan apabila berada dalam bahaya. Indonesia memiliki keragaman jenis lebah tanpa sengat dan telah ditemukan sekitar 52 jenis yang tersebar di Pulau Sumatera, Kalimantan, Jawa, Timor, Sulawesi, Ambon, Maluku dan Irian Jaya. Dari beragam jenis lebah tanpa sengat yang ditemukan di Indonesia menunjukkan bahwa adanya keragaman genetik yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis hasil amplifikasi secara kualitatif dari DNA lebah tanpa sengat berdasarkan gen COI. Penelitian dilaksanakan pada rentang bulan Oktober 2024 - Januari 2025. Tahapan dalam penelitian ini meliputi pengambilan sampel, ekstraksi dan amplifikasi DNA. Hasil ekstraksi dan amplifikasi diuji dengan mengggunakan elektroforesis. Berdasarkan analisis kualitatif menggunakan gel agarose 1%, keempat sampel lebah tanpa sengat berhasil diekstraksi DNAnya. Ukuran panjang DNA dari masing-masing sampel lebah tanpa sengat diketahui berkisar antara 600-700bp dari hasil uji kualitatif setelah amplifikasi DNA.
UJI KEBERHASILAN AMPLIFIKASI GEN N-METHYLTRANSFERASE PADA KOPI ROBUSTA DI PERKEBUNAN KOPI RAKYAT LEMBAH GUNUNG BETUNG, BOGOREJO, LAMPUNG Sandra, Shifa; Rustiati, Elly Lestari; Priyambodo; Wahyuningsih, Sri; Srihanto, Eko Agus; Pratiwi, Dian Neli; Febriansyah, Muhammad; Lestari, Septi Wahyu; Thesalonika, Natasya; Winarno; Ashari, Minanti Mayda; Andriyani, Yuliana; Alfandi, Aril; Maharani, Annisa Lidya; Suhada, Suhada; Permatasari, Nindy
Jurnal Biogenerasi Vol. 10 No. 2 (2025): Volume 10 no 2 periode februari - september 2025 ( continues)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v10i2.5542

Abstract

Indonesia memiliki dua jenis kopi yang umum dibudidayakan, yaitu kopi robusta dan kopi arabika. Di Lampung, kopi robusta menjadi jenis kopi yang banyak ditanam. Masyarakat Lampung mayoritas melakukan budidaya di perkebunan tradisional. Keanekaragaman hayati pada kopi robusta secara genetik menggunakan analisis molekuler di perkebunan kopi rakyat masih belum banyak dilakukan. Tujuan dari penelitian ini untuk uji keberhasilan amplifikasi gen N-Methyltransferase pada kopi robusta di Perkebunan Kopi Rakyat Lembah Gunung Betung, Bogorejo, Lampung. Tahap penelitian ini meliputi ekstraksi DNA untuk mendapatkan DNA murni, mengetahui ukuran amplikon DNA melalui amplifikasi DNA menggunakan commercial kit, dan elektroforesis 1% gel agarosa. Hasil amplifikasi DNA pada lima sampel daun kopi robusta memperoleh pita DNA dengan ukuran berkisar antara 630-650 bp, tidak terdapat smear, namun terdapat variasi ketebalan pita DNA. Kata Kunci: N-methyltransferase, kopi robusta, Polymerase Chain Reaction
AMPLIFIKASI GEN N-METHYLTRANSFERASE KOPI ROBUSTA DI PERKEBUNAN KOPI RAKYAT WIYONO LAMPUNG: AMPLIFIKASI GEN N-METHYLTRANSFERASE KOPI ROBUSTA DI PERKEBUNAN KOPI RAKYAT WIYONO LAMPUNG Lestari, Septi Wahyu; Rustiati, Elly Lestari; Priyambodo, Priyambodo; Wahyuningsih, Sri; Sandra, Shifa; Winarno, Winarno; Thesalonika, Natasya; Febriansyah, Muhammad; Ashari, Minanti Mayda; Andriyani, Yuliana; Afandi, Aril; Maharani, Annisa Lidya; Pratiwi, Dian Neli; Srihanto, Eko Agus; Suhada, Suhada; Permatasari, Nindy
Jurnal Biogenerasi Vol. 10 No. 2 (2025): Volume 10 no 2 periode februari - september 2025 ( continues)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v10i2.5544

Abstract

Kopi robusta (Coffea canephora) merupakan salah satu tanaman perkebunan yang umum ditanam di Indonesia karena memiliki nilai ekonomis tinggi. Kabupaten Pesawaran menjadi salah satu daerah di Lampung yang banyak mengusahatanikan kopi robusta dalam skala perkebunan rakyat. Isolasi dan amplifikasi gen menjadi langkah awal dalam analisis molekuler untuk mengetahui keragaman gen pada kopi robusta. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil isolasi dan amplifikasi DNA daun kopi robusta dari perkebunan kopi rakyat Pesawaran, Lampung. Isolasi DNA dari 5 sampel daun kopi robusta telah dilakukan mengacu pada protokol kit isolasi DNA dari Geneaid Genomic DNA Mini Kit (Plant). Hasil ekstraksi kemudian diamplifikasi menggunakan primer N-methyltransferase dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR). Visualisasi hasil ekstraksi dan amplifikasi dilakukan menggunakan elektroforesis gel agarosa 1%. Visualisasi atas hasil ekstraksi telah menunjukkan diperolehnya ekstrak DNA yang baik. Visualisasi atas hasil amplifikasi menunjukkan telah diperolehnya fragmen DNA sepanjang 600bp.
Nilai Nutrition Value Coefficient (NVC) Ikan Sebagai Indikator Biologi Tingkat Pencemaran Sungai Way Umpu Kecamatan Way Kanan Provinsi Lampung Tugiyono, Tugiyono; Daely, Sofia Vao Afni; Umar, Suratman; Rustiati, Elly Lestari
Jurnal Penelitian Sains Vol 24, No 3 (2022)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v24i3.682

Abstract

Sungai Way Umpu merupakan sungai yang berada di Kabupaten Way Kanan, Lampung. Sungai ini sebagian besar digunakan oleh masyarakat Kabupaten Way Kanan sebagai sumber air dalam aktivitas bidang pertanian, perkebunan, perikanan, industri, dan kebutuhan domestik masyarakat. Adanya aktivitas tersebut dapat mempengaruhi kualitas air sungai baik fisika, kimia, maupun biologi. Hal ini akan memberikan tekanan ekologis dan peningkatan pencemaran di perairan sungai dan mempengaruhi keberadaan biota perairan terutama ikan sebagai konsumen dalam ekosistem sungai yang akan mempengaruhi keberadaan dan kondisinya. Ikan sebagai salah satu bioindikator status lingkungan perairan, untuk mengetahui kualitas perairan Sungai Way Umpu dapat diketahui dengan menghitung nilai Nutrition Value Coefficient (NVC). Penelitian ini menggunakan metode survei, penentuan titik sampling dilakukan berdasarkan tata guna lahan. Sampel pada penelitian ini adalah ikan yang ditemukan di lokasi stasiun pengamatan. Ikan yang telah diperoleh langsung diukur berat dan panjangnya lalu nilai NVC ikan dihitung dengan rumus Fulton. Ikan yang digunakan sebagai perhitungan NVC adalah Ikan Tawes Kepek. Hasil menunjukkan kualitas Sungai Way Umpu berdasarkan NVC Ikan pada ST-1, ST-2, ST-4 dan ST-5 tercemar ringan sedangkan pada ST-3 sama sekali tidak ditemukan ikan sehingga diduga lokasi ini tercemar berat. Hubungan nilai NVC Ikan dengan parameter fisika kimia berdasarkan korelasi pearson memiliki hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara nilai NVC ikan dengan nilai kekeruhan, TSS, pH, BOD, dan COD.    Kata kunci: Ikan, Bioindikator, Kualitas Perairam, Nutrition Value Coefficient (NVC), Sungai Way Umpu 
Keanekaragaman Plankton di Sungai Way Umpu, Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung Pratiwi, Ratih -; Tugiyono, Tugiyono; Rustiati, Elly Lestari; Handayani, Kusuma
Jurnal Penelitian Sains Vol 24, No 3 (2022)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v24i3.695

Abstract

Plankton are organisms that live or float in microscopic water and have an important role in aquatic ecosystems. The Way Umpu River is widely used by local residents as a development area in the agricultural, mining, fishery, transportation, industrial, and domestic needs of the community. Research on plankton diversity was carried out in the Way Umpu River, Way Kanan Regency, Lampung Province from August 2021 to February 2022. The purpose of this study was to determine the plankton diversity index and water quality supported by physical and chemical parameters. Sampling used a survey method based on land use at 7 research stations. The results found that there were 22 types of plankton grouped into 10 classes, namely 4 groups of zooplankton, namely Class Rhizopoda, Euglenophyceae, Ciliatea, and Oligotrichea, and 6 groups of phytoplankton namely Class Cyanophyceae, Bacillariophceae, Trebouxiophyceae, Zygnemophyceae, Chlorophyceae, and Fragilariophyceae. The diversity index (H') of all research stations ranged from 1.06 to 1.77. This shows that the diversity of plankton in the Way Umpu River, Way Kanan Regency is classified as moderate and the water conditions are categorized as moderately polluted with a value range of 1<H'<3.   
Phylogenetic Construction of Stingless Bees in Bandar Lampung based on 16S rRNA Gene Priyambodo, Priyambodo; Rustiati, Elly Lestari; Pratiwi, Dian Neli; Susanto, Alvin Wiwiet; Srihanto, Eko Agus; Saswiyanti, Enny
Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 15 No 2 (2024): Biosfer: Jurnal Tadris Biologi
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/biosfer.v15i2.24589

Abstract

Stingless bees are one of the honey-producing groups that are currently in increasing demand. The significant rise in honey demand necessitates research into the variety of stingless bee species that have the potential to produce high-quality honey in large quantities. This study aims to determine the genetic relationship of stingless bees from two colonies in Rajabasa, Bandar Lampung. Samples were collected from two different colonies in Rajabasa, Bandar Lampung. Molecular analysis was conducted, including DNA extraction, amplification, DNA sequencing, and phylogenetic analysis using the 16S rRNA gene. The study assessed homology values, genetic distance, and the phylogenetic map. The results indicated that the individual samples, GB1 and GB2, found in Bandar Lampung, were closely related to the species Heterotrigona itama. This was confirmed by the query value of both samples being 100%, with similarity values of 96.99% and 97.20%, respectively. The genetic distance analysis, visualized in the phylogenetic map, also shows that the two samples are close relatives of Heterotrigona itama.ABSTRAK: Lebah tanpa sengat menjadi salah satu kelompok penghasil madu yang saat ini makin banyak diminati masyarakat. Peningkatan kebutuhan madu yang signifikan, memerlukan penelitian tentang ragam spesies lebah tanpa sengat yang potensial dalam menghasilkan madu yang berkualitas prima dalam jumlah yang melimpah. Penelitian ini telah dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kedekatan genetik lebah tanpa sengat dari dua koloni di Rajabasa, Bandar Lampung. Sampel diambil dari dua koloni yang berbeda di Rajabasa, Bandar Lampung. Analisis molekuler telah dilakukan dengan tahapan ekstraksi DNA, amplifikasi DNA, sekuensing DNA, dan dilanjutkan dengan analisis filogenetik dengan menggunakan gen 16S rRNA. Analisis dilakukan untuk mengetahui nilai homologi, jarak genetik, dan peta filogenetik. Hasil menunjukkan bahwa individu sampel GB1 dan GB2 yang ditemukan di Bandar Lampung mempunyai kedekatan dengan spesies Heterotrigona itama. Hal ini ditunjukkan dengan nilai query keduanya sebesar 100% dan nilai similarity masing-masing adalah 96,99% dan 97,20%. Analisis jarak geneti yang divisualisasi dalam peta filogenetik juga menunjukkan bahwa kedua sampel yang diperoleh merupakan kerabat dekat dari Heterotrigona itama.
Morphometric Characterization of Stingless Bees in Central Lampung Regency Maharani, Annisa Lidya; Priyambodo; Elly Lestari Rustiati; Minanti Mayda Ashari; Yuliana Andriyani; Aril Afandi; Septi Wahyu Lestari; Shifa Sandra; Natasya Thesalonika; Winarno; Muhammad Febriansyah; Dian Neli Pratiwi
ORGANISMS: JOURNAL OF BIOSCIENCES Vol. 5 No. 1 (2025): Organisms: Journal of Biosciences
Publisher : Pusat HKI, Paten, dan Publikasi Ilmiah Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/mwtvf057

Abstract

Indonesia is recognized as one of the most biodiverse countries in the world, including in its diversity of stingless bee species. Diversity analysis is essential as a key consideration in optimizing outcomes in stingless bee cultivation practices. Morphometric analysis represents one of the methods used to assess stingless bee diversity; however, its application remains limited in Lampung Province. This study involved the collection of samples from seven different colonies across two regions in Central Lampung Regency. Morphometric measurements were conducted on eight specific parameters. The resulting morphometric data were then compared to published measurements of 20 reference species. Based on these comparisons, the morphometric characteristics of the stingless bee samples from Central Lampung indicate a close resemblance to species within the genera Heterotrigona, Tetragonula, and Geniotrigona.
Species Confirmation for Robusta Coffee in Sedayu, Semaka, Tanggamus: Social Forestry Data Base Management Rustiati, Elly Lestari; Priyambodo, Priyambodo; Srihanto, Eko Agus; Pratiwi, Dian Neli; Susanto, Alvin Wiwiet; Febriansyah, Muhammad; Kusuma, Andriyani Wijaya; Saswiyanti, Enny
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 4 (2025): July 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.4.1149-1154

Abstract

Lampung, including the Register 31 Pematang Arahan area which is next to the Bukit Barisan Selatan National Park, is known for its high biodiversity, and its coffee production. Gapoktanhut Lestari Sejahtera, consisting of 13 Forest Farmer Groups (KTH), practiced community-based forest coffee under the KPH Kotaagung Utara, Tanggamus, Lampung. To support the development of biodiversity data base for KPH Kotaagung Utara, molecular-based species identification for robusta coffee has been carried out under BLU LPPM Unila grant year 2023 and in collaboration with the Lampung Disease Investigation Center. Robusta coffee leaf samples from six KTH areas (Bumi Mulyo, Sido Makmur 1, Sido Makmur 2, Sido Makmur 3, Mandiri Jaya, and Murah Rejeki) were collected for molecular species confirmation based on the N-methyl transferase genetic marker. Molecular analysis included DNA extraction, amplification, and electrophoresis conducted at the Lampung Disease Investigation Center. Sequencing was based on the Coffea canephora CAF2 genetic marker. Bioinformatics analysis was performed using the Basic Local Alignment Search Tool (BLAST) and Molecular Evolutionary Genetics Analysis (MEGA) software version 6. Identical sequence lengths of samples in 6 KTH are varied in base pair length and nitrogen base sequences, ranging from 163-530 bp, with 5 out of 6 KTH having a genetic distance of 0.000%, while 1 sample had a genetic distance of 0.006%. It indicates that robusta coffee samples from 6 KTH areas are genetically closely related. It is supported by its phylogenetic tree, the coffee species cultivated by Gapoktanhut Lestari Sejahtera is molecularly confirmed to be robusta coffee, Coffea canephora.
Co-Authors 'Aliyah, Siti Hamidatul A.Basyir Firdaus Adelia, Ersa Imelda Adi, Marcelus Adinda, Calesta Afandi, Aril Agus Setiawan AGUS SETIAWAN Agus Setiawan Agus Subagyo Ahyul Heni Al Amin, Muhammadi Ridho Alfandi, Aril Alimudin, Salih Alvin Wiwiet Susanto Alvin Wiwiet Susanto Angga Kurniawan Angga Pramudya Angga Pramudya Anggy, Fransiska Panasea Apriani, Vivin Apriliasari, Messy Aprio, Yogi Aril Afandi Ariyanto, Slamet Puji Aryani, Nina Yudha Ashari, Minanti Mayda Azmi, Sevira Nur Azzahra, Laila Salwa Bayu , Raden Fadli Bondan Pergola Cicilia, Okferina Cindy Yoeland Violita Cindy Yoeland Violita Daely, Sofia Vao Afni Diah Esti Anggraini Dian Neli Pratiwi Dian Neli Pratiwi Dian Neli Pratiwi Dian Neli Pratiwi Dina Farida Utami Dina Farida Utami Dwi Asmi Dwi Astuti, Putri Dwi Ayu Febriyani Dwitama , Harry Putra Edi Santoso Edi Santoso Edo Firnanda Edo Firnanda, Edo Eka Sulpin Ariyanti Eka Sulpin Ariyanti, Eka Eko Agus Prihanto Eko Agus Srihanto Eko Agus Srihanto Eko Agus Srihanto, Eko Agus Elfita Nova Yunior Elsa Virnarenata Emantis Rosa Enny Saswiyanti Enny Saswiyanti Erdi Suroso Fahrezi, Aditya Febriansyah, Muhammad Febriyani, Dwi Ayu Feni Yulinda Firwantoni Firwantoni Firwantoni, Firwantoni Fitrisyah, Asyifa Zahara Gina Dania Pratami, Gina Dania Haryanto, Sugeng Prayitno Heni, Ahyul Hidayatulloh I Gede Swibawa I Wayan Tony Candra Ibransyah, Rasyid Ifan Wahyudi Ignatius Suharto Imtitsal, Aulia Indah Ayu Lestari Indah Ayu Lestari, Indah Ayu Intan Diani Fardinatri Iqbal Amiruddin Ihsanu Iqbal Amiruddin Ihsanu Irawati, Anie Rose IRFAN NURARIFIN, IRFAN Irwan Nasution Jani Master Jani Master, Jani Kasturi Khalil, Abdul Rouf Amarulloh Khumaidi, Fauzan Krismuniarti, Elisabeth Devi Kurniasih, Vidyanti Kusuma Handayani, Kusuma Kusuma, Andriyani Wijaya Lestari, Septi Wahyu Maharani, Annisa Lidya Marcelus Adi Minanti Mayda Ashari Muhammad Febriansyah Muhammad Rohiyan Muhammad Rohiyan Natasya Thesalonika Neli Pratiwi, Dian Novianasari, Tika Nuning Nurcahyani Panasea Anggy, Fransiska Parabi, M. Iqbal Pawaka, Arrahmaan Syah Permatasari, Nindy Pratama, M. Idris Afta Pratiwi, Dian Neli Pratiwi, Ratih - Priyambodo Priyambodo Priyambodo Priyambodo Priyambodo Puspita Widiarini, Dewi Raden Fadly Bayu Dwiyoga Raden Mohamad Herdian Bhakti Ramadan, Viki Ramadhan, Viki Ramadhanti, Saskya Adrila Rhamadaningtyas, Nabila Aulia Rodliyah, Aini Robby Romaya Wulan Suciningtyas Rosa, Emantis Sa'uddah, Lousanja D. Safitri, Anggi Salih Alimudin Sandora, Desta Sandra, Shifa Saputra, Rama Arsalta Bara Saputri, Nur Ayu Saskya Ramadhanti Saswiyanti, Enny Sendora, Desta Septi Wahyu Lestari Septiana, Ana Sevira Nur Azmi Sevira Nur Azmi Shifa Sandra Sidik, Mahfud Sinurat, Lidya Septaria Soegiharto, Yolande Cathleya Sri Retnaning Rahayu, Sri Retnaning Suhada Suhada, Suhada Suharto, Ignatius Sumaryo Sunandar Sunandar Sunandar Sunandar Supriyadi, Tatang Suratman Umar Susandi, Waryoko Susanti, Iproh Susanto, Alvin Wiwiet Susilawati Suwarno Syarif Hidayat Amrullah Teddy TRIANDIZA Thesalonika, Natasya Tugiyono Tugiyono Tugiyono Tugiyono Tugiyono Utoyo, Laji Vega, Cindy Ameliya Vidya Kurniasih Vidyanti Kurniasih Virnarenata, Elsa Wahyono, Agus Waryoko Susandi WINARNO Winarno Winarno Yani, Ani Andri Yanti Yulianti Yogi Aprio Yuliana Andriyani Yuni Tinasari Yunior, Elfita Nova Zacky Zeinel Ibad Muchlas Zamroni