p-Index From 2021 - 2026
6.566
P-Index
This Author published in this journals
All Journal TEKNIK KAPAL Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan JURNAL AKUNTANSI DAN AUDITING Department of Naval Architecture Jurnal Kelautan : Indonesian Journal of Marine Science and Technology Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan JMM17: Jurnal Ilmu Ekonomi dan Manajemen Rekayasa Mesin Sinergi Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Fakultas Ekonomi Sinkron : Jurnal dan Penelitian Teknik Informatika Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia JURNAL ILMIAH INFORMATIKA Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Jurnal Rekayasa Hijau JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika) MEDIA INFORMASI Acuity : Journal of English Language Pedagogy, Literature and Culture JURNAL ILMIAH MAKSITEK Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Journal of English Language Teaching and Learning (JETLE) Jurnal Pangan, Gizi dan Kesehatan Abrahamic Religions: Jurnal Studi Agama-Agama Journal of Aesthetics, Creativity and Art Management Jurnal Ilmu Multidisplin Jurnal Ilmiah MEA (Manajemen, Ekonomi, dan Akuntansi) Jurnal Indonesia Sosial Sains Medani : Jurnal Pengabdian Masyarakat Asas wa Tandhim: Jurnal Hukum, Pendidikan, dan Sosial Keagamaan Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa JHT: Journal of Hospitality and Tourism Journal of Applied Nutrition and Dietetic The Indonesian Journal of General Medicine Siber International Journal of Education Technology Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan Journal of Green Science and Technology Warta Penelitian Perhubungan Siyasah Dusturiyah: State Law Review
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisa Peningkatan Performa Seakeeping Pada Kapal Katamaran Mv. Laganbar Menggunakan Centerbulb Dan Bulbous Bow Davit Hermanto; S Samuel; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1065.611 KB)

Abstract

Kemampuan olah gerak kapal (seakeeping) merupakan salah satu aspek penting pada sebuah kapal. Hal itu berkaitan dengan gerakan kapal dalam merespon pengaruh gaya-gaya luar yang bekerja pada kapal. Gerakan ini akan berpengaruh terhadap kenyamanan dan keselamatan sebuah kapal. Dalam upaya meningkatkan kualitas seakeeping pada kapal katamaran, penggunaan centerbulb dan bulbous bow mempunyai pengaruh yang cukup baik. Pada penelitian ini, dilakukan analisa perbandingan variasi penggunaan centerbulb dan tipe bulbous bow terhadap seakeeping dengan menggunakan tiga tipe bulbous bow yaitu tipe – Δ (Delta Type), tipe – 0 (Ellips Type), dan tipe – V (Nabla Type). Pemodelan dilakukan dengan menggunakan Maxsurf dan kemudian dilakukan analisa gerakan menggunakan metode Hydrodinamic Diffraction. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kapal dengan penambahan bulbous bow tipe – V (nabla) dan centerbulb di bagian tengah mempunyai respon yang paling baik dan dapat mengurangi respon percepatan gerak vertical sebesar 78,98% pada Fn 0,28, 88,91% pada Fn 0,47 dan 86,23% pada Fn 0,65, serta respon gerakan pitch sebesar 97,72% pada Fn 0,28, 94,56% pada Fn 0,47 dan 97,06% pada Fn 0,65 yang memenuhi standar kriteria seakeeping untuk kapal ikan.
ANALISA PENGARUH TUNNEL STERN TERHADAP HAMBATAN TOTAL DAN VERTICAL MOTION KAPAL ANCHOR HANDLING TUG SUPPLY MP VELOCE DI PERAIRAN LEPAS PANTAI NATUNA Enky Pratama Agustian; Ahmad Fauzan Zakki; Samuel Samuel
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 2 (2016): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1033.451 KB)

Abstract

Potensi Kepulauan Riau dalam segi perminyakannya sangat besar salah satunya adalah pulau Natuna yang menjadi tempat favourite bagi para penambang minyak lokal maupun mancanegara. Kapal supply vessel, terutama offshore supply vessel adalah kapal yang sedang banyak dibuat untuk memenuh kinerja perminyakan dunia dan menarik untuk dikaji. Permasalahan yang timbul akibat efek interaksi komponen hambatan dan gelombang pada kapal. Dari permasalahan tersebut munullah eksperimen untuk melakukan perubahan pada buritan kapal yaitu dengan ditambahkan tunnel stern. Tunnel stern berguna untuk mengurangi hambatan yang terjadi pada buritan kapal yang disebabkan interaksi komponen hambatan. Analisa perhitungan hambatan total kapal Supply vessel dihitung menggunakan software berbasis CFD  dan menggunakan variasi kecepatan Fn=0.27, Fn=0,22, Fn=0.12 serta jarak variasi rasio tingi Tunnel stern 33% dan 40% dari T kapal. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa, kapal dengan Tunnel stern rasio tinggi 33%  adalah kapal paling efektif karena dapat mengurangi hambatan sebesar 5-14%, dan kapal tersebut memiliki respon gerakan vertical motion yang memenuhi kriteria dan paling minimum pada kecepatan Fn 0.12. 
PENGARUH BESAR ARUS LISTRIK DAN KECEPATAN LAS TERHADAP KEKUATAN TARIK ALUMINIUM 5083 PENGELASAN TIG (TUNGSTEN INERT GAS) Valentino Pasalbessy; Sarjito Jokosisworo; Samuel Samuel
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 4 (2015): OKTOBER
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.727 KB)

Abstract

Proses pengelasan dilakukan pada material aluminium 5083 yang banyak digunakan dalam industri perkapalan khususnya sebagai material konstruksi kapal aluminium. Penelitian ini bertujuan membandingkan hasil kekuatan tarik dari variasi pengelasan yaitu besaran arus listrik dan kecepatan las, sehingga dapat diketahui besar arus dan kecepatan las yang optimal. Pengelasan aluminium 5083 dilakukan dengan proses pengelasan TIG (Tungsten Inert Gas) dan jenis sambungan pengelasan double v-butt joint dengan sudut 60°. Variable arus yang digunakan adalah 150 Amp, 180 Amp, 200 Amp, dan 230 Amp dengan kecepatan pengelasan 10,85 cm/menit dan 12,36 cm/menit. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa faktor arus listrik dan kecepatan las dalam proses pengelasan sangat berpengaruh dalam menentukan kualitas hasil pengelasan ditinjau dari kekuatannya, terlihat dari grafik variasi arus dan kecepatan las tersebut memiliki kesamaan dalam naik atau turunnya nilai kekuatan, yaitu mengalami proses kenaikan dari arus 150 Amp, 180 Amp dan tertinggi 200 Amp, sedangkan mengalami proses penurunan pada arus 230 Amp. Pada arus 200 Amp dengan kecepatan las 12,36 cm/menit menghasilkan keadaan yang optimal atau paling baik memberikan kekuatan tarik dan nilai regangan terbesar diantara arus dan kecepatan lainnya, yaitu sebesar 122,35 N/mm2 dan regangan sebesar 0,72%. Selain melakukan eksperimen, juga dilakukan analisa menggunakan software Ansys LS-Dyna dengan hasil kekuatan tarik spesimen 103000000 Pa atau 103 N/mm2 untuk beban tarik maksimum 12133 N yang terjadi pada sambungan las. Pada beban tarik maksimum 15293 N hasil kekuatan tarik spesimen 128000000 Pa atau 128 N/mm2.
PENGARUH KUAT ARUS LISTRIK, TEMPERATUR DAN VARIASI SUDUT KAMPUH TERHADAP KEKUATAN IMPACT ALUMUNIUM 5083 PENGELASAN GTAW DENGAN GAS PELINDUNG HELIUM Akhmad Rosihan Adam; Sarjito Jokosisworo; Samuel Samuel
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 1 (2016): JANUARI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.865 KB)

Abstract

Proses pengelasan dilakukan pada material aluminium 5083 yang banyak digunakan dalam industri perkapalan khususnya sebagai material konstruksi kapal aluminium. , karena mempunyai sifat mekanik (mechanical properties) dan ketahanan korosi yang baik. Pengelasan dengan las gas tungsten adalah proses pengelasan di mana busur terjadi karena adanya kontak antara elektroda tidak terumpan dengan benda kerja. Untuk melindungi elektroda dan benda kerja yang cair selama pengelasan dari pengaruh udara luar, gas lindung digunakan di dalam pengelasan ini. Penelitian ini bertujuan membandingkan hasil kekuatan impact dari variasi pengelasan yaitu besaran arus listrik, variasi sudut kampuh, dan temperatur sehingga dapat diketahui besar arus dengan variasi sudut kampuh las dan temperatur yang paling optimal. Pengelasan aluminium 5083 dilakukan dengan proses pengelasan TIG (Tungsten Inert Gas) dengan gas pelindung helium dan jenis sambungan pengelasan double v-butt joint dengan sudut 60° dan 80o. Dari hasil pengujian, kekuatan impact yang tertinggi terdapat pada suhu 20o C dan kuat arus 130 Amp, di sudut kampuh 60o yaitu sebesar 0,120 J/mm, sedangkan pada sudut kampuh 80o sebesar 0,156 J/mm2.Maka, pengelasan GTAW pada bahan aluminium 5083 keadaan optimal atau yang paling baik memberikan kekuatan impact tertinggi yang dihasilkan pada suhu 20oC dengan kuat arus 130 amp sebesar 0,156 J/mm2.Selain pengujian lapangan, juga dilakukan analisa pada suhu 20o menggunakan metode elemen hingga dengan hasil kekuatan impact maksimal 0,159 J/mm2 dengan selisih persentase sebesar 2,37% di Arus 130 Amp pada sudut kampuh 80o. Sedangkan pada sudut kampuh 60o kekuatan impact maksimal sebesar 0,133 J/mm2 dengan selisih persentase sebesar 1,52%.
ANALISA STABILITAS KAPAL RORO PASSANGER 5000GT MERAK-BAKAUHENI DENGAN VARIASI LEBAR DAN PANJANG BILGE KEEL Recha Hafida Ardiansyah; Samuel Samuel; Imam Pujo Mulyatno
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 2, No 3 (2014): Agustus
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.28 KB)

Abstract

Kapal roro 5000GT Merak-Bakauheni adalah kapal penyebrangan yang akan melakukan rute dari pelabuahn Merak ke Bakahuni juga sebaliknya. Kapal penyebrangan 5000GT ini mempunyai jumlah deck yang cukup banyak sehinnga bangunan atas kapal tampak lebih tinggi. Untuk cardeck ada 3, deck penumpak  ada 2 dan 1 helipad. Jadi kapal penyebrangan ini memerluhkan tinjaun lebih siknifikan mengenai keselamatan saat berayar salah sattunya adalah dengan menganalisa stabilitas kapal roro passanger 5000GT. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah menggunakan software komputasi numerik atau software perkapalan untuk membantu perhitungan pada stabilitas dan equilibrium. Untuk Analisa stabilitas dilakukan melalui perhitungan nilai stabilitas terhadap kurva stabilitas pada sudut kemiringan -450 sampai 900. Analisis menggunakan pedoman standar  stabilitas yang dikeluarkan oleh IMO. Analisa juga dilakukan dengan menggunakan rumus pendekatan severe wind calculation yang dikeluarkan oleh IMO.Hasil analisa stabilitas menggunakan aturan IMO (International Maritim Organization) Dalam perhitungannya, kapal Roro Passanger 5000GT dengan bilge keel telah memenuhi semua kriteria IMO dalam 6 kondisi berbeda dan diperoleh hasil, kapal tersebut memiliki stabilitas yang baik. Kapal ini menggunkan penghitungan manual pengaruh luasan bilge keel dengan rumus pendekatan severe wind calculation sesuai dengan aturan IMO, sehingga mendapatkan hasil yang maksimal perbedaanya dengan menggunakan bilge keel dan tanpa bilge keel. 
PERANCANGAN KAPAL WISATA KAPASITAS 30 PENUMPANG SEBAGAI PENUNJANG PARIWISATA DI KEPULAUAN SERIBU Chandra Ahmad Venzias; Samuel Samuel; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 2, No 3 (2014): Agustus
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.798 KB)

Abstract

Kepualauan Seribu merupakan salah satu tempat wisata bahari yang menonjol di Indonesia belahan Barat, dimana hamparan laut dan ratusan pulau disana sangat mempesona, banyak wisatawan Indonesia maupun wisatawan asing ingin merasakan dampak dari kecantikan wilayah tersebut. Untuk menikmati dan sebagai sarana transportasi didaerah tersebut maka diperlukan adanya kapal penunjang yang sesuai dengan perairan di Kepulauan Seribu.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan ukuran kapal wisata berkapasitas 30 penumpang yang memiliki kecepatan, hambatan, serta stabilitas yang lebih baik dengan menggunakan metode perbandingan (Comparison method). Hasil dari metode perbandingan tersebut didapatkan ukuran LOA : 13 m, B : 4 m, T : 0,6 m, H : 1,4 m dan Cb : 0,63. Hasil perhitungan hidrostatik, kapal pariwisata di objek wisata Kepulauan Seribu mempunyai displacement = 12,52 ton, Cb = 0,63, LCB = 5,74 m. Hasil analisa stabilitas (Ship Stability) menunjukkan bahwa kapal memiliki nilai GZ maksimum terjadi pada kondisi VIII diikuti pada kondisi V. Dan nilai MG terbesar terjadi pada kondisi VIII yang menyebabkan kapal memiliki waktu tercepat untuk kembali ke posisi tegak.Sedangkan nilai MG terkecil terjadi pada kondisi II dan III yang menyebabkan kapal memiliki waktu paling lambat untuk kembali ke posisi tegak dibandingkan pada kondisi lain. Kapal ini menggunakan satu mesin outboard dengan daya yang dihasilkan sebesar 150 HP. Berdasarkan hasil analisa di dapatkan nilai hambatan sebesar 28,87 KN pada Vmax 15 knot. Dari segi Profil construction telah memenuhi standar kelas BKI tentang aturan konstuksi kapal kayu.
PERANCANGAN KAPAL GENERAL CARGO 3292 DWT RUTE PELAYARAN “JAKARTA-HONGKONG” Heri Triyanto; Berlian Arswendo Adietya; Samuel Samuel
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 2 (2015): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.926 KB)

Abstract

Kerjasama Perdagangan Antara Indonesia dan Hongkong telah terjalin cukup lama. Hongkong memandang Indonesia sebagai pasar potensial yang terus membesar. Hal tersebut karena Indonesia merupakan negara populasi terpadat di kawasan Asia Tenggara dan memiliki pertumbuhan kelas menengah cukup tinggi. bagi hongkong  Indonesia merupakan pasar yang potensial, dimana tingkat pertumbuhan ekonomi tinggi, populasi besar, daya beli masyarakatnya meningkat pesat, begitu juga dengan  Indonesia  posisi Hongkong juga sangat strategis karena menjadi pintu gerbang memasuki pasar China. Dengan pengalaman puluhan tahun di bidang trade financing, logistik, dan jasa perkapalan(1). Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan kapal pembanding untuk menghasilkan ukuran utama kapal rancangan melalui perhitungan regresi linear. Kapal pembanding yang digunakan berjumlah  7 unit. Ukuran utama kapal rancangan diolah hingga menjadi model kapal yang siap untuk dianalisa. Selanjutnya model kapal rancangan dianalisa menggunakan perangkat lunak perancangan dengan bantuan komputer. Kapal rancangan menggunakan mesin penggerak dengan daya yang dihasilkan sebesar 2029,52 HP untuk mencapai dan mempertahankan kecepatan dinas sebesar 12 knot pada tahanan kapal sebesar 100,51 kN dan memiliki kisaran periode oleng antara 6,9576s/d 8,9147detik. Kapal rancangan memenuhi criteria stabilitas yang ditetapkan oleh IMO dengan code A.749(18).
Analisa Peningkatan Performa Hambatan Kapal Katamaran MV. Laganbar menggunakan Centerbulb dan Bulbous Bow dengan Metode Computation Fluid Dynamic (CFD) Asep Kurniawan Nugraha; S Samuel; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1270.995 KB)

Abstract

Secara teoritis, stabilitas kapal katamaran lebih baik, tetapi muncul permasalahan lain yaitu hambatan. Hambatan katamaran lebih kompleks karena efek interaksi komponen hambatan dengan gelombang laut pada lambung kapal. Hal tersebut mengakibatkan bertambahnya hambatan gelombang akibat hempasan badan kapal oleh gelombang laut. Dari permasalahan tersebut munculah percobaan untuk menambahkan centerbulb dan bulbous bow pada kapal katamaran. Centerbulb dan bulbous bow berfungsi mengurangi hambatan gelombang yang terjadi pada lambung kapal katamaran. Analisa perhitungan hambatan total kapal katamaran dihitung menggunakan software CFD yaitu Tdyn 13.7.6.0 dan menggunakan variasi kecepatan (Fn = 0,28; Fn = 0,47; Fn = 0,65), penambahan dan posisi centerbulb serta jenis bulbous bow. Hasilnya, nilai hambatan total kapal terkecil terletak pada konfigurasi model 11 dengan Fn = 0,47 yaitu 3,45 kN mengurangi hambatan sebesar 29,33 %.
PERANCANGAN KAPAL BULK CARRIER 6200 DWT UNTUK RUTE PELAYARAN JAKARTA - PALNGKARAYA Ponco Bagio Pamungkas; Samuel Samuel; Imam Pujo Mulyatno
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 2, No 2 (2014): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.599 KB)

Abstract

Indonesia merupakan suatu wilayah kepulauan yang menjembatani dua benua yaitu Australia di sebelah selatan dan Asia di sebelah utara. Hal ini menjadikan wilayah perairan Indonesia sebagai jalur pelayaran yang sangat strategis. Ditambah lagi dengan kekayaan mineral yang terkandung di Indonesia berupa hasil tambang seperti batu bara, emas, bijih besi dan masih banyak lagi, dimana material-material tersebut termasuk dalam jenis muatan curah. Tentu saja hal tersebut membutuhkan sarana pendistribusian yang mumpuni serta dapat menciptakan kesejahteraan masyarakat secara umum. Namun faktanya jumlah armada laut di Indonesia yang melayani kebutuhan pengangkutan muatan curah masih sangat sedikit.Dari hal-hal tersebut di atas, dalam penelitian ini merancang kapal curah (bulk carrier) yang sesuai dengan kebutuhan sarana transportasi armada laut di Indonesia. Perancangan ini menitikberatkan kepada keunggulan kapal curah (bulk carrier) dari kapal-kapal yang sudah ada. Dalam melaksanakan penelitian ini dilakukan beberapa tahapan perancangan yaitu membuat rencana garis, rencana umum, analisa hidrostatik, analisa hambatan kapal, stabilitas kapal, dan motor induk berdasarkan hasil perhitungan daya motor sesuai dengan hambatan yang dialami kapal.Dalam penelitan ini, didapatkan ukuran utama kapal LOA = 114,31 m,  LWL = 107,60 m, Lpp = 104,60m T = 6,50 m, H = 8,40 m, B = 15,80 m. Dari perhitungan hidrostatik, didapatkan displacement = 8615 ton, Cb = 0,76. Pada perhitungan stabilitas, hasil menunjukkan kapal bulk carrier mempunyai stabilitas yang baik karena titik M berada diatas titik G pada semua kondisi. Kemudian pada gambar rencana umum, kapal bulk carrier memiliki ruang muat  yang dapat menampung muatan sekitar 6058,658 ton. Hambatan yang dialami kapal bulk carrier pada kecepatan 12,5 knots (efisiensi 65%) sebesar 169,21 kN dan membutuhkan daya mesin induk 2244,93 HP
PERBANDINGAN PERFORMA HULLFORM LAMBUNG MONOHULL DAN MONOMARAN PADA KAPAL RO-RO 5000GT Sahat Parulian Sagala; Ahmad Fauzan Zakki; Samuel Samuel
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 2 (2016): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1262.337 KB)

Abstract

Konsep desain monomaran disebut The Dutch ballast-free Monomaran concept yang merupakan tindak lanjut dari kontes desain yang didukung oleh Dutch Maritime Network. Konsep desain monomaran menawarkan beberapa keuntungan bagi kapal ro-ro, terutama fitur unsinkability untuk meningkatkan keselamatan ro-ro. Konsep monomaran menghasilkan sarat yang relatif besar pada displacement kapal kosong  daripada kapal monohull konvensional sehingga kapal memiliki stabilitas yang baik dalam kondisi muatan kosong tanpa harus mengisi atau memberi ballast pada kapal. Namun, konsep monomaran memiliki luas permukaan basah (wetted surface area) yang lebih besar yang menyebabkan hambatan gesek lebih besar. Analisa performa hullform monomaran dilakukan pada kapal ro-ro 5000GT milik ASDP dengan empat variasi model. Permodelan hullform monomaran dilakukan dengan re-design terhadap kapal ro-ro monohull yang telah ada yang terdiri atas 2 model lambung round bottom dan 2 model lambung chine bottom dimana masing - masing model lambung didesain dengan kenaikan 25% dan 37,5% terhadap sarat penuh (T) kapal monohull pembanding. Pada penelitian ini ditunjukkan bahwa hambatan ro-ro monomaran 25%T chine bottom memiliki hambatan 315,01 kN dengan kenaikan 5,85% lebih besar dari monohull; monomaran 37,5%T chine bottom memiliki hambatan sebesar 331,41 kN dengan kenaikan 11,37% lebih besar dari ro-ro monohull. Pada perhitungan intact stabilitas, hullform ro-ro monomaran memiliki area kurva stabilitas yang lebih besar daripada ro-ro monohull dan mengindikasikan bahwa hullform monomaran memiliki intact stabilitas yang lebih baik daripada hullform monohull dengan kondisi  ro-ro monomaran tanpa ballast. Performa olah gerak (seakeeping) ro-ro monohull dan monomaran memiliki respon yang cenderung sama pada sudut datang gelombang Head Sea maupun Beam Sea.
Co-Authors A.F. Zakki Abram Hasintongan Pane Abubakar Fathuddiin ACHMAD FAUZI Achmad Mulyana Afriandy, Ariel Agung Juliarto Agung, Chris Petra Ahmad Fauzan Zakki Ahmad Fauzan Zakki Ahmad Firdhaus Ahmad Naufal Ahmad, Syaiful Tambah Putra Akbar, Rafi Akhmad Rosihan Adam Andi Trimulyono Anggrika Riyanti, Anggrika Ari Wibawa Budi Santosa Ario Restu Sratudaku Asep Kurniawan Nugraha Aulia Widyandari Aulia Widyandari Aulia Windyandari Bagas Cahya Raditya Bandi Sasmito Banjarnahor, Andrea Nanda Alfa Rizky Berlian Arswendo Adietya Bernadi Ramazini Betty Ariani Brian, Brian Cahyanti, Febriella Hawa Caroline Victorine Katemba Chandra Ahmad Venzias Dandy Kurniawan, Dandy David Adhi Prasetyo, David Adhi Davit Hermanto Dede Puspa Pujia Dedi Budi Purwanto Dian Hafiz Eko Sasmito Hadi Enky Pratama Agustian Ervin Ervin Fadhila Affianti, Maritza Fadlan Azrialsyah Fahrunisa, Ake Sita Fathuddiin, Abubakar Febrina Mantiri, Anneke Frestiqauli, Santi Glend, Glend Hadrah Hadrah, Hadrah Hari Santoso Hartono Yudo Hasan, Raden Hendry Setiawan Heri Triyanto Herli Antoni Hidayatullah, Yusuf Hizni, Alina Hulu, Guslin Hutabarat, Marcelino Gabriel I Ketut Sariada, I Ketut I Wayan Mudra, I Wayan I. K. Suastika I.K.A.P. Utama Idmi, Idmi Imam Pujo Mulyatno Irwansyah, Novi Joevero Risqy Suvica Jowis Novi B K Jowis Novi B.K K Kamal Kayza , Salwa Kesaulya, Feby Astrid Kestrilia Rega Prilianti Kharisma, Nanda Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Komar Priatna, Deden Koostanto, Harya Kumuda Kurniawan Teguh Martono Kusuma, Arsya Kusumajati, Wisnu Kala Leo Andri Yulius Caesar Livia Livia M Doni Indra Cahya Kurniawan M. Iqbal Mahardika Adi Dewantara Mailani, Mey Mey Maimunah Margaretha Tuti Susanti Marhadi Marhadi Mawaddah Harahap, Mawaddah Mikhael Andreas Bangun Mimboro, Prasetyo Monik Kasman Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Irfan Muhammad Luqman Hakim, Muhammad Luqman Nugraha, Ganjar Nurhalimah , Siti Nurul Aida, Siti Nuvazria Achir PANUNTUN, MAHENDRO AJI Parlindungan Manik Pasaribu, Alfeus P. S. Ponco Bagio Pamungkas Pratiwi, Theodesia Lady Purnawan, Lesna Pusaka, Semerdanta Pusparini, Nur Nawaningtyas Putri, Andien Aisyah Putri, Nabilla Ditya Rafael, Rafael Rahma, Fadillah Aulia Rahmat Prio Aprijal Ramudi Sembiring Rayvan, Rayvan Recha Hafida Ardiansyah Reyhan, Ammar Rindianti Wibowo Rizal Aripin Rizky Rahadian, Wildan Ryvando, Ryvando Sahat Parulian Sagala Saputra, Bima Saragih, Mariana Sarip, Fahmi Haddad Sarjito Joko Sisworo Sarjito Jokosisworo Setiawan, Aries Setiawan, Yohanes Ari Sharfina Farahiyah, Athayya Sholichin Sholichin, Sholichin Shosa, Andi Sihombing, Rony Sinaga, Dedy Ridoly Sipangkar, Romulus Solihin Solihin Subagio, Hertanto W. Sulistiyono, Priyo Sultan Sultan Sundoro, Aries Susilo Adjie Susilowati Susilowati Togatorop, Sarah Ayuandri Trirahayu, Dhyna Analyes Triyono, Gandung Tumonglo, Esther Epin Tungky Ari Wibowo Ulil Amriardi Untung Budiarto Unung Leoanggraini Valentino Pasalbessy Vera Intanie Dewi Wasisto Haribowo, Wasisto Wicaksono, Ardhana Widiya Avianti Widyatmoko, Ari Wilma Amiruddin Wulandari, Ardila Yahya Miharja, Denise Yopi Tri Setiadi Yunior, Tri Rangga Yusuf, Yusmardhany Zaki, Leil Badrah Zeinurrohman, Rangga Zelda, Zelda