Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku tentang Faktor Risiko Katarak pada Lansia di Posyandu Lansia Puskesmas Natar Lampung Selatan Soleha, Tri Umiana; Yusran, Muhammad; Lisiswanti, Rika; Oktafany, Oktafany
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 1 No. 1 (2015): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v1i1.1145

Abstract

Kebutaan karena katarak atau kekeruhan lensa mata merupakan masalah kesehatan global yang harus segera diatasi, karena kebutaan dapat menyebabkan berkurangnya kualitas sumber daya manusia dan berkurangnya produktifitas serta membutuhkan biaya yang cukup besar untuk pengobatannya. Kegiatan penyuluhan kepada para lansia dalam hal ini pada Posyandu Lansia Puskesma Natar Lampung Selatan yang diharapkan akan meningkatkan pengetahuan tentang katarak dan faktor risikonya. Setelah dilakukan kegiatan penyuluhan maka terjadi peningkatan nilai pemahaman yang dapat diketahui dari posttest. Peserta posyandu menjadi paham dan sangat paham mengenai faktor risiko katarak. Peserta yang paham sebanyak 5 orang (16,7%) dan yang sangatpaham sebanyak 25 orang (83,3%). Rerata skor dari 30 responden pada posttest adalah 9. Skor tersebut meningkat sekitar 50% dari skor pretest. Simpulan, perlu dilakukan kegiatan penyuluhan seperti ini di tempat lainsebagai upaya berkelanjutan mengenai pemahaman faktor risiko katarak.Kata Kunci: katarak, lansia, pengetahuan, perilaku, sikap
Screening Pertumbuhan dan Peningkatan Pengetahuan tentang Pola Makan Gizi Seimbang pada Siswa Sekolah Dasar Negeri di Kabupaten Lampung Selatan dalam Upaya Meningkatkan Derajat Kesehatan Anak Indonesia Mutiara, Hanna; Susianti, Susianti; Wulan, Anggraeni Janar; Soleha, Tri Umiana
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 1 No. 1 (2015): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v1i1.1148

Abstract

Pembangunan kesehatan memerlukan pemantapan dan percepatan melalui Sistem Kesehatan Nasional (SKN). Termasuk diantaranya adalah pendekatan peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit, yakni upaya promotif dan preventif. Penilaian status kesehatan anak penting dilakukan untuk mempersiapkan generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah memantau pertumbuhan anak dengan antropometri yang dapat menggambarkan status gizinya. Status gizi dapat dipengaruhi oleh pola makan. Pola makan adalah informasi yang memberikan gambaran mengenai jumlah dan jenis bahan makanan yang dimakan setiap hari oleh seseorang. Pola makan yang baik dapat memberikan zat giziyang diperlukan untuk pertumbuhan dan pemeliharaan tubuh serta perkembangan otak dan produktivitas seseorang. Kegiatan pengabdian dilakukan melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan yang kemudian dihitung sehingga mendapatkan angka IMT. IMT kemudian dianalisis dengan mengacu pada Standar Antropometri Penilaian Status Gizi Anak, Kementerian Kesehatan RI 2010. Selain itu, dilakukan pula penyuluhan mengenai pola makan gizi seimbang untuk meningkatkan pengetahuan peserta. Peningkatan pengetahuan dinilai berdasarkan perbandingan nilai pre-test dan post-test. Hasil kegiatan ini adalah terdapat 84,8% peserta dengan status gizi normal, 9,1% peserta dengan status gizi kurus, 3% peserta dengan status gizi kegemukan dan 3%peserta mengalami obesitas. Peningkatan pengetahuan terdapat pada 89% peserta, namun terdapat 8% peserta dengan pengetahuan yang tetap dan 3% peserta dengan nilai pre-test yang lebih baik. Kegiatan ini bermanfaat dalam memantau pertumbuhan anak dan meningkatkan pengetahuan peserta, sehingga kegiatan serupa sebaiknya dilakukan secara kontinyu.Kata kunci: pertumbuhan, penyuluhan, pola makan gizi seimbang
Penyuluhan Tentang Pentingnya Rantai Dingin (Cold Chain) dalam Mencegah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) pada Tenaga Kesehatan di Puskesmas Tanjungsari Lampung Selatan Oktafany, Oktafany; Soleha, Tri Umiana; Hanriko, Rizki; Wulan, Anggraini Janar
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 5 No. 1 (2020): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v5i1.2811

Abstract

Dewasa ini kejadian Outbreak Respon Imunization (ORI) pada imunisasi DPT banyak dijumpai dan merupakan kejadian ikutan paska imunisai yang tidak diinginkan, bahkan banyak diantaranya harus menjalani perawatan di rumah sakit. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petugas kesehatan mengenai teknik penyuntikan dan rantai dingin imunisasi DPT. Penyuluhan dan demonstrasi penyuntikan imunisasi DPT dan rantai dingin diharapkan dapat meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan kader posyandu sehingga dapat menurunkan angka kejadian ikutan paska imunisasi secara bermakna. Manfaat dari pengabdian ini adalah dengan meningkatnya pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dapat memberikan pelayanan imunisasi yang prima. Kegiatan ini akan dilaksanakan di Puskesmas Tanjungsari Lampung Selatan bulan Mei tahun 2020. Metode yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab serta demonstrasi langsung penyuntikan imunisasi DPT. Kegiatan ini meliputi persiapan, pelaksanaan serta evaluasi kegiatan. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan pre test dan post test seputar materi yang telah diberikan. Setelah mendapatkan penyuluhan mengenai cara penyuntikan vaksin DPT dan pentingnya rantai dingin sebagai pencegahan kejadian pasca imunisasi maka pengetahuan tenaga medis Puskesmas Tanjungsari meningkatKeyword : Imunisasi DPT, KIPI, Rantai dingin
Peningkatan Pengetahuan Dengan Metode Pelatihan Tentang Cara Pemeriksaan Bakteri Tahan Asam Sebagai Diagnosis Tuberkulosis Paru Pada Petugas Medis Di Poliklinik Universitas Lampung Soleha, Tri Umiana; Sutyarso, Sutyarso; Oktafany, Oktafany; Kurniawaty, Evi; Ayu S, Putu Ristyaning
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v7i2.3041

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi saluran napas yang hingga kini masih menjadi kasus yang paling sering dijumpai diIndonesia. Berdasarkan data Departemen Kesehatan Republik Indonesia (Depkes RI), angka insiden TB di Indonesia meningkathingga 399 per 100.000 penduduk disertai angka kematian yang meningkat pula hingga mencapai 41 per 100.000 pendudukpada tahun 2014. Diagnosis dini yang lebih gencar membuka kemungkinan Provinsi Lampung dapat menjadi provinsi keduadengan insiden kasus TB terbanyak. Namun, hal ini tidak menjadi ancaman bagi pemerintah Lampung sendiri karena memangtujuan nya adalah untuk meningkatkan identifikasi kasus dan mempercepat kesembuhan. Diagnosis TB yang paling akuratadalah dengan pemeriksaan Bakteri Tahan Asam (BTA). Pemeriksaan dahak ini guna mengetahui keberadaan Basil Tahan Asam(BTA) sehingga dapat membantu petugas pelayanan kesehatan dalam penegakkan diagnosis, penilaian terhadap responpengobatan, dan potensi penularan. Pasien TB dengan BTA positif menimbulkan risiko penularan yang lebih besar dibandinganpasien TB dengan BTA negatif. Poliklinik Universitas Lampung merupakan lini pertama Layanan Kesehatan untuk CivitasAkademika dan masyarakat di sekitar Universitas Lampung. Oleh karena itu diperlukan peningkatan pengetahuan dari SDM nyadalam keterampilan pemeriksaan BTA dalam mendukung terlaksananya diagnosis dini TB.Kata Kunci: Tuberkulosis, Diagnosis, BTA
Edukasi Vaksinasi Covid-19 dan Vaksinasi Booster Meningkatkan Imunitas dan Pengetahuan Masyarakat di Puskesmas Candra Mukti Tulang Bawang Barat Sangging, Putu Ristyaning Ayu; Soleha, Tri Umiana; Kurniawaty, Evi; Oktoba, Zulpakor; Irawan, Ari
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v7i2.3046

Abstract

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menerbitkan Surat Edaran (SE) Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor SR.02.06/II/1180/2022 tentang Penyesuaian Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 Dosis Lanjutan (Booster) bagi Masyarakat Umum. Dalam aturan ini, disebutkan bahwa penyuntikan dosis lanjutan bagi masyarakat umum dapat diberikan minimal enam bulan setelah menerima vaksinasi dosis lengkap. Perlindungan masyarakat terhadap COVID-19 perlu terus ditingkatkan, termasuk melalui pemberian vaksinasi dosis lanjutan (booster). Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dengan memberikan penyuluhan dan edukasi vaksinasi Covid-19 dan vaksinasi booster sehingga tidak mudah percaya berita hoax tentang vaksinasi Covid-19 dan masyarakat sadar akan pentingnya vaksinasi Covid-19. Kegiatan ini dilakukan beberapa tahapan. Kegiatan diawali dengan penyusunan rencana dan proposal kegiatan pengabdian, kemudian mengurus surat yang ditujukan kepada mitra dan perizinan. Setelah itu dilakukan penyuluhan dan pelatihan. Kegiatan berikutnya adalah evaluasi kegiatan, dan tahapan terakhir memberikan feed back serta penyusunan  laporan. Kesadaran masyarakat untuk mendapatkan vaksinasi primer dan dilanjutkan vaksinasi booster sehingga meningkatkan imunitas tubuh dan menekan penularan Covid-19.Kata kunci: Vaksinasi booster, Covid-19, Herd Imunity
Edukasi Hidup dan Bekerja dengan Gejala Long COVID-19 pada Civitas Akademika Universitas Lampung Oktafany, Oktafany; Soleha, Tri Umiana; Lisiswanti, Rika
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v7i2.3054

Abstract

Latar Belakang: Meskipun banyak orang dengan COVID-19 menjadi lebih baik dalam beberapa minggu, beberapa orang terus mengalami gejala yang dapat berlangsung selama berbulan-bulan setelah pertama kali terinfeksi, atau mungkin memiliki gejala baru atau berulang. Hal Ini bisa terjadi pada siapa saja yang pernah terkena COVID-19, bahkan jika penyakit awalnya ringan. Orang dengan kondisi ini kadang-kadang mendapat komplikasi jangka panjang. Kondisi ini dikenal sebagai long COVID-19. Mengingat munculnya COVID-19 yang berkepanjangan sebagai masalah kesehatan yang persisten dan signifikan, di Amerika Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dan kantor kehakiman menetapkan kondisi ini sebagai disabilitas khusus.  Dimana penderita satu atau lebih gejala long COVID-19 mendapat prioritas untuk mendapat rehabilitasi dan hak atas pekerjaannya dengan kompensasi berbagai kemudahan baik fasilitas maupun jenis pekerjaan yang disesuaikan dengan kondisibaik fisik maupun mental penderitanya. Tujuan: Adapun yang menjadi tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan penyintas COVID-19 yang merupakan civitas akdemika Universitas Lampung. Manfaat: Bagi masyarakat khususnya penyintas COVID-19 , agar lebih mengerti dan bisa menerima kondisi baik fisik dan mental akibat gejala long COVID-19 yang dideritanya Metode: Metode kegiatan dilakukan dengan pemberian ceramah mengenai long COVID-19 baik gejala maupunpenaganannya kepada civitas akademika Universitas Lampung yang merupakan penyintas COVID-19. Tahapan kegiatan meliputi tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi paska pelaksanaan. Kata kunci: Disabilitas, long COVID-19, Penyintas COVID-19
Pelatihan Flebotomi Bagi Tenaga Kesehatan di RSUD Pesawaran Lampung Sangging, Putu Ristyaning Ayu; Soleha, Tri Umiana; Graharti, Risti; Oktoba, Zulpakor
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 8 No. 1 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v8i1.3163

Abstract

Flebotomi merupakan proses pengambilan darah melalui pembuluh darah vena/ arteri dengan menggunakan jarum suntik. Flebotomi dilakukan untuk keperluan pemeriksaan laboratorium atau tindakan yang membutuhkan pengambilan darah vena atau arteri. Dalam upaya peningkatan pelayanan dan mempercepat pelayanan di lingkunganrumah sakit maka perlu dilakukan pelatihan serta praktek secara langsung bagi tenaga kesehatan khususnya ATLM (ahli tenaga laboratorium medik) dan perawat sehingga pelayanan dan penegakkan diagnosis menjadi cepat bagi pasien. Tujuan dari kegiatan ini untuk mempercepat dan meningkatkan pelayanan di laboratorium. Kegiatan diawali dengan penyusunan rencana dan proposal kegiatan pengabdian, kemudian mengurus surat yang ditujukan kepada mitra dan perizinan. Setelah itu dilakukan penyuluhan dan pelatihan. Kegiatan berikutnya adalah evaluasi kegiatan, dan tahapan terakhir memberikan feed back serta penyusunan laporan.Hasil luaran memaksimalkan skill dan prosedur melalui penyuluhan dan pelatihan flebotomi bagi tenaga kesehatan dan diharapkan dapat mempercepat dan meningkatkan pelayanan di laboratorium sehingga pelayanan dan diagnosis segera dapat ditegakkan. Kata Kunci: Flebotomi, laboratorium, mempercepat pelayanan
Literature review : Terapi Non-Farmakologi Terhadap Proses Pemulihan dan Penurunan Intensitas Nyeri Pada Pasien Pasca Tindakan Bedah Sectio Caesarea Nikita, Marshanda; Damayanti, Ervina; Junando, Mirza; Soleha, Tri Umiana
Sains Medisina Vol 4 No 2 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i2.864

Abstract

Sectio caesarea atau bedah caesar merupakan tindakan bedah mayor yang dilakukan untuk menyelamatkan ibu dan bayi. Meskipun efektif secara medis, prosedur ini dapat menimbulkan nyeri khususnya pada pasca operasi sehingga berdampak terhadap kenyamanan, kondisi psikologis, dan proses pemulihan pasien. Manajemen nyeri pasca tindakan bedah caesar dapat dilakukan dengan pendekatan farmakologis daan non-farmakologi. Hasil telaah ini disusun dalam bentuk literature  review yang bertujuan untuk menggambarkan berbagai jenis terapi non-farmakologi yang efektif dalam menurunkan intensitas nyeri dan membantu dalam proses pemulihan pada pasien pasca tindakan bedah caesar. Penelusuran literature  review dilakukan dengan cara menelaah, mengidentifikasi dan menganalisis berbagai literature  yang relevan dengan terapi non-farmakologis pada pasien bedah caesar berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi yang telah ditetapkan. Berdasarkan hasil telaah literature  review ditemukan bahwa terapi non-farmakologis dengan teknik autogenic, relaksasi pernafasan, terapi musik, pijat kaki, aromaterapi dan relaksasi genggam jari mampu menurunkan skala nyeri dari kategori sedang (skala 5-7) menjadi kategori ringan (skala 2-3). Hal ini dapat disimpulkan bahwa terapi non-farmakologis terbukti efektif dalam menurunkan intensitas nyeri dan meningkatkan kenyamanan pasien.
Hubungan Jenis Kelamin, Usia, dan Pekerjaan dengan Kejadian Anemia pada Pasien Tuberkulosis Paru di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek Bandar Lampung pada Bulan Januari - Agustus 2022 Fathunnisa, Ridha Riano; Sangging, Putu Ristyaning Ayu; Utami, Winda Trijayanthi; Soleha, Tri Umiana
Medula Vol 16 No 1 (2026): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v16i1.1754

Abstract

Pulmonary tuberculosis is an infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis and is classified as a chronic multisystem infection with diverse clinical manifestations. Hematological abnormalities are frequently observed in tuberculosis patients and are generally associated with non-immunological mechanisms. Anemia is one of the most common abnormalities. All chronic infections, including tuberculosis, can induce anemia through various pathogenic pathways. However, most studies indicate that suppression of erythropoiesis mediated by inflammatory factors plays a major role in the development of anemia in tuberculosis patients. This study aimed to describe the characteristics of anemia and identify factors associated with its occurrence in patients with pulmonary tuberculosis. An observational analytic study with a cross-sectional design was conducted. Data were obtained from the medical records of pulmonary tuberculosis patients with anemia at the Medical Records Unit of RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung from January to December 2022. A total of 85 patients who met the inclusion criteria were included and analyzed using univariate and bivariate analyses with the Chi-Square test. Univariate analysis showed that most patients had normocytic normochromic anemia, accounting for 66 patients or 77.6%, while microcytic hypochromic anemia was observed in 19 patients or 22.4%. Anemia was more common in male patients, with a proportion of 74.1%. Bivariate analysis demonstrated a significant association between age and anemia occurrence, with a p value of 0.024. No significant association was found between occupation and anemia or between sex and anemia. This study concludes that age is the only factor associated with anemia among pulmonary tuberculosis patients at RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung.
Literature Review: Hubungan Pengaruh Pelayanan Informasi Obat Terhadap Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Hipertensi di Rawat Jalan Putri, Yessa Rahmadini; Soleha, Tri Umiana; Triyandi, Ramadhan; Iqbal, Muhammad
Sains Medisina Vol 4 No 2 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i2.907

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang memerlukan terapi jangka panjang, sehingga keberhasilan pengobatan sangat dipengaruhi oleh kepatuhan minum obat. Pelayanan Informasi Obat (PIO) berperan penting sebagai edukasi untuk meningkatkan pemahaman pasien terkait penggunaan obat, manfaat terapi, serta risiko ketidakpatuhan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh PIO terhadap kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi rawat jalan. Metode yang digunakan adalah literature review dengan penelusuran artikel jurnal nasional melalui Google Scholar dan Semantic Scholar pada rentang tahun 2020–2025. Kata kunci yang digunakan meliputi “pelayanan informasi obat”, “kepatuhan minum obat”, “pasien hipertensi”, dan “rawat jalan”. Artikel diseleksi berdasarkan kesesuaian topik, ketersediaan full-text, dan jenis penelitian asli; artikel yang tidak relevan atau tidak tersedia full-text dieksklusi. Hasil telaah menunjukkan sebagian besar studi melaporkan hubungan positif dan/atau pengaruh signifikan PIO terhadap peningkatan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi rawat jalan. Efektivitas PIO cenderung lebih baik ketika diberikan secara terstruktur dan didukung media edukasi (misalnya leaflet). Beberapa studi juga melaporkan perbaikan luaran klinis seperti penurunan tekanan darah dan peningkatan kualitas hidup. Dapat disimpulkan bahwa PIO berpotensi meningkatkan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi rawat jalan dan perlu dioptimalkan melalui standar pelaksanaan serta tindak lanjut berkelanjutan.
Co-Authors Anggraeni Janar Wulan, Anggraeni Janar Anggraini, Dian Isti Ari Irawan Artanti, Mariesela Ayu S, Putu Ristyaning Azalia, Nadhira Bajuri, Annisa Nur Oktavia Baradatu, Mirza Sultan Betta Kurniawan, Betta Caesarridha, Dhaifany Karissa Cyntithia, L. Gita Damayanti, Ervina Dewayanti, Wahyu Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Ermin Rachmawati Ety Apriliana Fathunnisa, Ridha Riano Frauprades, Kaltihennah Oktavia Gliselda, Vika Kyneissia Gozali, Achmad Hanna Mutiara, Hanna Happy, Terza Aflika Helmi Ismunandar Indri Windarti Ismunandar, Helmi Ismunandar Jausal, Anisa Nuraisa Jessy Dewi Awali Juliana, Risna Junando, Mirza Kurniawaty, Evi Larasati, Ratri Mauluti Liana Sidharti, Liana Lusina, Septia Eva Mallarangeng, Andi Nafisah Tendri Adjeng Morfi, Chicy Widya Muhammad Fitra Wardhana Sayoeti Muhammad Iqbal Muhammad Ricky Ramadhian Muhammad Yusran Nabila, Afia Farah Nasution, Artika Ananda Putri Nikita, Marshanda Oktafany, Oktafany Oktoba, Zulpakor Pardilawati, Citra Yuliyanda Poty, Pitha Maykania Purba, Gemi Sabrina Putri, Abrila Tamara Putri, Yessa Rahmadini Rahel, Clara Arta Uli Rani Himayani Rasmi Zakiah Oktarlina Ratna Dewi Puspita Sari Recky Patala Rika Lisiswanti Risal Wintoko Risti Graharti Rizki Hanriko Rudiyanto, Waluyo Sa'diyah, Isma Fadlilatus Sangging, Putu Ristyaning Ayu Septiani, Linda Shinta Dewi, Brigitta Shinta Nareswari, Shinta Sinulingga, Anselmus Libreya Situmorang, Ezra Winandi Susianti, Susianti Sutyarso Sutyarso Syazili Mustofa Triyandi, Ramadhan Utami, Winda Trijayanthi Wibowo, Muhammad Rafi Winda Trijayanthi Utama, Winda Trijayanthi Wulan, Anggraini Janar Yunianto, Andi Eka Zahra, Aulia Jannatuz