Claim Missing Document
Check
Articles

Influence of Hypnotherapy to Reduce the Anxiety of School-Age Children in the Preoperative Phase in the Guntur Room of Level II Dustira Cimahi Hospital Andri Nurmansyah; Aulia Iskandarsyah; Aat Sriati; Fifi Siti Fauziah Yani
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 8 No. Special Edition (2022): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.692 KB)

Abstract

Aims: Preoperative anxiety in school-age children is an important problem for children who will carry out major surgery. When not resolved the problem results in a negative postoperative response such as higher pain, impaired sleep patterns, no appetite and changes in maladaptive behavior over the next two weeks. Pharmacological therapy is not given to psychosocial problems related to anxiety in school-aged children. So, it is necessary to trace the results of research related to non-pharmacological therapy. One of the non-pharmacological therapies used is Hypnotherapy. This study aims to analyze the effect of hypnotherapy in reducing anxiety in the preoperative phase by using the Modified Yale Preoperative Anxiety Scale (mYPAS) instrument. Hypnotherapy intervention is carried out structurally in the preoperative phase. Methods: This type of research is a Quasy Experiment with a time series design research design through pretest and posttest one group design. The technique used in this study was purposive sampling with 24 samples. Analysis of the data used consisted of univariate and bivariate. Univariates in this study describe the median while bivariate use Wilcoxon. Results: The results of the statistical analysis showed a significant difference between the anxiety test before and after the hypnotherapy intervention was given (p-value 0,0001). Conclusion: Influence of hypnotherapy to reduce the anxiety of school-age children in the preoperative phase in the Guntur room of level II Dustira Cimahi Hospital. Suggestions for nurses are expected to develop science and skills in complementary nursing and can be used as a companion intervention in overcoming preoperative anxiety in children.
PENGARUH PENERAPAN PANDUAN PERILAKU CARING TERHADAP PENINGKATAN PERILAKU CARING MAHASISWA DI FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS PADJADJARAN Rizka Aisyah; Aat Sriati; Valentina B.M.L
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 5 No. 2 (2019): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPEREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.594 KB) | DOI: 10.33755/jkk.v5i2.134

Abstract

Terdapat insiden pada proses pembelajaran yaitu mahasiswa bermain smartphone dikelas, insiden tersebutmengakibatkan mahasiswa menjadi tidak menghargai, hal tersebut tidak sesuai dengan aspek caring pada penelitian.Dibutuhkan upaya untuk mengubah perilaku tersebut, yaitu menggunakan penerapan panduan perilaku caring padaproses pembelajaran. Tujuan: mengetahui adakah pengaruh penerapan panduan perilaku caring terhadap perilakucaring mahasiswa Fakultas Keperawatan UNPAD. Metode: penelitian quasy experimental, populasi penelitian yaitu 12kelompok tutorial angkatan 2016 dan sampel terpilih 5 kelompok tutorial. Data dikumpulkan menggunakan KuesionerPerilaku Caring dan sudah melalui proses content validity dengan uji CVI dan CVR. Hasil: seluruh kelompokberperilaku caring dalam proses tutorial maupun praktikum baik sebelum dan sesudah penerapan panduan perilakucaring dan didapatkan hasil peningkatan mean. Hasil uji statistik pada proses pembelajaran didapatkan p value = 0.004(p < 0.05) untuk proses tutorial dan p value = 0.2854 (p > 0.05) untuk proses praktikum. Simpulan: terdapat pengaruhpenerapan panduan perilaku caring dalam proses tutorial dan tidak terdapat pengaruh penerapan panduan perilakucaring dalam proses praktikum terhadap perilaku caring mahasiswa.
GAMBARAN PENGGUNAAN DAN TINGKAT KECANDUAN INTERNET PADA SISWA-SISWI SMA X DI JATINANGOR Dian Dewi Novianty; Aat Sriati; Ahmad Yamin
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 5 No. 2 (2019): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPEREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (751.755 KB) | DOI: 10.33755/jkk.v5i2.138

Abstract

Pengguna internet terbanyak di Indonesia adalah remaja dengan akses waktu yang berlebih dan mayoritas aksesterhadap games online dan sosial media. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya kecanduan. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui gambaran penggunaan internet dan tingkat kecanduan internet pada remaja. Penelitian ini deskriptifkuantitatif. Populasi pada penelitian ini siswa-siswai kelas X-XI di SMA X di Jatinangor. Sampel pada penelitian inimenggunakan stratified random sampling sebanyak 269 siswa. Data dikumpulkan dengan instrumen yangdikembangkan peneliti berdasarkan teori dari Alice Robbin (2008) dan instrumen Internet Addiction Test (IAT). Datadianalisis dengan analisa deskriptif dan disajikan dalam bentuk presentase. Hasil penelitian sebagian besar respondentergolong heavy users pada weekday (56,5%) dan weekend (68,4%). Hampir seluruh responden mengakses internetyaitu social media (79,9%) dan berkomunikasi (74%) perharinya. Hampir setengah dari responden berada kecanduan ditingkat ringan (43,9%). Simpulan penelitian ini bahwa sebagian besar responden adalah pengguna heavy users denganyang paling sering diakses adalah social media. Tingkat kecanduan pada penelitian ini didominasi pada tingkat ringan.
GAMBARAN KONTROL DIRI PENGGUNAAN SMARTPHONE PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS DAN SEDERAJAT DI KECAMATAN JATINANGOR Wulan Selvia Andriani; Aat Sriati; Ahmad Yamin
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 5 No. 2 (2019): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPEREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (708.738 KB) | DOI: 10.33755/jkk.v5i2.143

Abstract

Penggunaan smartphone  yang berlebihan menyebabkan kecanduan smartphone  dan nomophobia hingga berdampak gangguan mental komorbiditas. Hal ini dapat diantisipasi dengan adanya kontrol diri, seharusnya  mereka mampu untuk mengatur dan menjalankan tugas sebagai pelajar sehingga tidak mengalami kecanduan smartphone. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kontrol diri penggunaan smartphone  pada siswa SMA dan Sederajat di Kecamatan Jatinangor. Metode penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif dengan populasi berjumlah 2.376 siswa dan sampel sebanyak 342 responden yang menggunakan teknik proportional sample random sampling. Pengambilan data menggunakan Skala Kontrol Diri yang dimodifikasi dari Rika (2012) dengan nilai validitas antara 0,431-0,783 dan koefisien alpha croncbah 0,919. Terdiri dari 27 item pernyataan menggunakan skala likert 1 – 5. Data dianalisis menggunakan distribusi frekuensi dan presentase dari setiap sub-variabel. Hasil penelitian menunjukan bahwa kontrol diri penggunaan smartphone  pada siswa menyebar dalam tiga kategori yakni kontrol diri tinggi (15,8%), kontrol diri sedang (80,7%), dan kontrol diri rendah terhadap penggunaan smartphone  (3,5%). Kesimpulan penelitian ini adalah persentase terbesar partisapan memiliki kontrol diri sedang terhadap penggunaan smartphone, artinya partisipan tidak selalu melakukan pengendalian terhadap semua impuls memainkan smartphone  yang partisipan miliki. Rekomendasi hasil penelitian ini agar perawat komunitas dan pihak sekolah membentuk program untuk mencegah penggunaan smartphone agar tidak berlebihan melalui berbagai sumber informasi, terutama sumber informasi yang signifikan bagi remaja.
Cognitive Behavior Therapy (CBT) Pada Pasien Pasca Stroke dengan Depresi Literatur Review Santi Rinjani; Suryani Suryani; Aat Sriati; Andri Nugraha
Jurnal Medika Cendikia Vol 8 No 2 (2021): Jurnal Medika Cendikia
Publisher : STIKes Karsa Husada Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33482/medika.v8i2.158

Abstract

Stroke is one of the most serious diseases because of the death and mortality rate. The World Health Organization (WHO) revealed that stroke is the second leading cause of death in the world, killing 6.2 million people. Half of all have problems returning to their pre-stroke state in their daily routine. Especially the psychosocial problems of stroke survivors have a negative impact on their quality of life, causing depression. The level of anxiety and depression can be reduced by means of the patient being given therapy, namely Cognitive Behavior Therapy. This literature search aims to analyze the results of research that focuses on the effect of Cognitive Behavioral Therapy on helplessness, depression in stroke patients. Method This study was conducted by reviewing the literature through electronic media on Sience Direct and Google Scholar and using the keywords "cognitive behavioral therapy in stroke patients and depression", after obtaining 6 articles that met the criteria with a maximum publication year of the last 10 years. The results showed that cognitive behavioral therapy is a type of short-term behavioral treatment that focuses on the patient considering the relationship between beliefs, thoughts, and feelings and following behavioral patterns and behaviors. During cognitive behavioral therapy, depression levels decreased and quality of life improved, psychosocial symptoms decreased, and self-efficacy expectations increased. There are three phases of cognitive behavioral therapy, namely the phase of behavior modification, cognitive restructuring, and reducing adverse effects. The conclusions of this study indicate that Cognitive Behavioral Therapy significantly reduces psychosocial problems, improves patients' quality of life and reduces depression.
TEKNIK RELAKSASI MENURUNKAN KECEMASAN: NARRATIVE REVIEW Taty Hernawaty; Aat Sriati; Imas Maesaroh; Azzahra Salsabila; Ratu Nurafni
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 2 No. 3: November 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jcijurnalcakrawalailmiah.v2i3.4028

Abstract

Kecemasan memerlukan intervensi agar tidak memburuk kondisinya. Salah satu intervsni yang dapat dilakukan adalah teknik relaksasi. Teknik ini menjadi prosedur yang mudah dilakukan dan tidak membutuhkan waktu yang lama. Tujuan penelitian untuk mengetahui intervensi teknik relaksasi yang dapat dilakukan dalam menurunkan skor kecemasan. Metode pencarian literatur secara komprehensif melalui database PubMed, Since direct, dan CINAHL. Hasil penyaringan diperoleh 14 artikel yang memenuhi syarat. Hasil penelitian diperoleh terdapat tujuh intervensi teknik relaksasi yang dapat dilakukan untuk menurunkan skor kecemasan, antara lain: diaphragmatic breathing relaxation (DBR), teknik papworth, teknik relaksasi nafas bersalin, aromaterapi, Jacobson’s relaxation, Benson Relaxation Method (BRM), CD relaksasi otogenik swadaya, mendengarkan musik meditatif, mendengarkan Musik Pilihan, mendengarkan Musik Santai dan Emotional Freedom Techniques. Kesimpulan, DBR, teknik papworth, teknik relaksasi nafas bersalin, aromaterapi, Jacobson’s relaxation, BRM, CD relaksasi otogenik swadaya, mendengarkan musik meditatif, mendengarkan Musik Pilihan, mendengarkan Musik Santai dan Emotional Freedom Techniques efektif untuk menurunkan skor kecemasan.
INTERVENSI MINDFULNESS UNTUK MENURUNKAN KECEMASAN PADA PASIEN PENYAKIT KRONIS: NARRATIVE REVIEW Aat Sriati; Taty Hernawaty; Annisa Khaerera; Fitri Aulia; Yolanda Yolanda; Siti Rahmawati; Nandi Prima Yuda
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 2 No. 3: November 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jcijurnalcakrawalailmiah.v2i3.4032

Abstract

Penyakit kronis merupakan suatu kondisi degeneratif yang berkembang atau bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama. Individu penderita penyakit kronis rentan mengalami kecemasan, terdapat berbagai macam intervensi yang efektif dalam menurunkan kecemasan pada pasien penyakit kronik, salah satunya adalah intervensi mindfulness. Tujuan dilakukanya penelitian ini adalah mengetahui intervensi mindfulness untuk menurunkan kecemasan pada pasien penyakit kronis. Metode pencarian literatur secara komprehensif dilakukan melalui Database Google Scholar (Inggris dan Indonesia), Pubmed, EBSCO, dan Science Direct. Hasil skrining didapatkan sembilan artikel. Delapan artikel menyatakan bahwa intervensi mindfulness signifikan untuk menurunkan kecemasan pada pasien dengan penyakit kronis dengan nilai p yang beragam dengan rata-rata nilai nilai p < 0,05. Satu artikel yang menyatakan bahwa intervensi mindfulness tidak terlalu signifikan untuk menurunkan kecemasan pada orang dengan penyakit kronis dengan nilai p > 0,05. Dapat disimpulkan bahwa intervensi mindfulness dapat menurunkan kecemasan pada berbagai penyakit kronis. Selain itu, intervensi mindfulness tidak hanya menurunkan kecemasan, melainkan juga dapat menurunkan tekanan darah, depresi, dan menurunkan disfungsi motorik, mobilitas, serta meningkatkan kesejahteraan spiritual dan kualitas hidup.
Efek Spiritual Emotional Freedom Techniqueterhadap Cemas dan Depresi, Sindrom Koroner Akut Derison Marsinova Bakara; Kusman Ibrahim; Aat Sriati
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 1 No. 1 (2013): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkp.v1i1.51

Abstract

Sindrom koroner akut (SKA) merupakan penyakit jantung penyebab kematian. Gejala depresi, kecemasan, dan stres meningkat pada pasien SKA. Gejala ini dapat memengaruhi proses pengobatan dan penyembuhan serta menimbulkan komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh SEFT terhadap penurunan gejala depresi, kecemasan, dan stres pada pasien SKA yang dirawat di ruang rawat intensif jantung. Rancangan penelitian menggunakan quasi eksperimen, teknik pengambilan sampel dengan consecutive sampling,sebanyak 42 orang. Penetapan jumlah responsden untuk kontrol dan kelompok intervensi menggunakan number ramdom trial, sehingga ditetapkan kelompok intervensi berjumlah 19 responsden dan untuk kelompok kontrol berjumlah 23 responsden. Kelompok intervensi dan kelompok kontrol diukur tingkat depresi, kecemasan, dan stres mengunakan kuesioner The Depression Anxiety Stres Scales 21(DASS 21) kemudian pada kelompok intervensi diberikan intervensi SEFT satu kali selama 15 menit dan diukur kembali tingkat depresi, kecemasan, dan stres pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Data dianalisis dengan Wilcoxon dan Mann Whitney. Hasil menunjukkan perbedaan yang bermakna antara tingkat depresi, kecemasan, dan stres sebelum dan sesudah intervensi SEFT antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol (p<0.05). Intervensi SEFT membantu menurunkan depresi, kecemasan, dan stres pada pasien SKA.Kata kunci:Depresi, intervensi SEFT, kecemasan, stres AbstractAcute coronary syndrome (ACS) is a cause of heart disease deaths. Symptoms of depressi on anxiety, and stres is increased in patients with ACS. These symptoms may affect treatment and healing processand cause complications. This study aims to determine the effect of intervention Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) to decrease depression, anxiety, and stres in patients with ACS who were treated in the cardiac intensive care unit. The research design was quasi-experimental, and using consequtive sampling as sampling technique, 42 responsdents were divided into intervention and control groups. Determination the number of responsdents for the control and intervention groups using a number ramdom trial, 19 responsdents intervention group and 23 responsdents the control group. Intervention group and control group measure levels of depression, anxiety, and stres using questionnaires The Depression Anxiety Stres Scales 21 (DASS 21) later in the intervention group was given SEFT intervention once for 15 minutes and measured return rates of depression, anxiety, and stres in the intervention group and the control group. Data were analyzed with the Wilcoxon and Mann Whitney. Results show significant differences between levels of depression, anxiety, and stres before and after the intervention SEFT between the intervention group and the control group (p<0.05). SEFT interventions help reduce depression, anxiety, and stres in patients with ACS. Limitations of this study is the difficulty in controlling the characteristics of the responsdents as a confounding variable. This research benefits that SEFT interventions can be used to reduce depression, anxiety, and stres in patients with ACS, and can be consider as one intervention.Key words: Anxiety, depression, stres, SEFT Intervention
Tingkat Kemandirian Pasien Mengontrol Halusinasi setelah Terapi Aktivitas Kelompok Dwi Handayani; Aat Sriati; Efri Widianti
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 1 No. 1 (2013): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkp.v1i1.52

Abstract

Halusinasi merupakan gejala positif yang paling sering dialami oleh pasien dengan gangguan jiwa. Terapi aktivitas kelompok stimulasi persepsi merupakan bagian dari terapi modalitas yang diberikan pada pasien skizofrenia yang mengalami halusinasi dengan tujuan tercapainya kemandirian pasien. Penelitian ini bersifat deskriptif yaitu melihat gambaran tingkat kemandirian pasien dalam mengontrol halusinasi setelah mengikuti kegiatan terapi aktivitas kelompok stimulasi persepsi. Sebanyak 42 orang menjadi responsden dengan menggunakan teknik consecutive sampling. Proses pengumpulan data menggunakan metode observasi, yang dalam pelaksanaannya peneliti dibantu oleh numerator. Analisis data dengan persentase dan dideskripsikan dalam tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian didapatkan bahwa tingkat kemandirian pasien dalam mengontrol halusinasi setelah mengikuti kegiatan terapi aktivitas kelompok stimulasi persepsi adalah supportive28,6%, partially 61,9%, dan wholly9,5%. Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar tingkat kemandirian pasien adalah partiallysehingga perlu dikembangkan strategi-strategi dalam upaya peningkatan kinerja perawat dalam pelaksanaan tindakan keperawatan sehingga dapat menumbuhkan kemandirian pasien.Kata kunci: Halusinasi, tingkat kemandirian, terapi aktivitas kelompok, stimulasi persepsi AbstractHallucinations are positive symptoms most commontly experienced bypatients with psychiatric disorders. Perceptual stimulation therapy group activities are part of the therapeutic modalities that are given to patients with schizophrenia who experienced hallucinations in order to achieve independence of patient. This is a descriptive study which saw the picture of the level of independence of the patients in the control hallucinations after following stimulation group activity. The sampling technique used was consecutive sampling, in which 42 people were interviewed. The process of data collection using the method of observation, which in practice researchers assisted by the numerator. Analysis of the data with the percentage and frequency distribution are described in the table. The result showed that the level of independence of patient hallucinations in controlling halluciantions after following stimulation group activity therapy activity perception is supportive 28.6%, partially 61,9%, and wholly 9,5%. Based on the findings that majority of patients a level of independence that is partially, developed strategies necessary in an effort to increase the performance of nurses in the implementation of nursing actions that can foster patient independence.Key words:Level of independence, hallucination, therapeutic group activity stimulation perception
Edukasi Pencegahan Pergaulan Bebas pada Remaja Iceu Amira; Hendrawati Hendrawati; Aat Sriati; Nina Sumarni; Udin Rosidin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i10.12010

Abstract

ABSTRAK Masa remaja merupakan masa dimana seorang individu mengalami peralihan dari satu tahap ke tahap berikutnya dan mengalami perubahan baik emosi, tubuh, minat, pola perilaku, dan juga penuh dengan masalah-maslah, sala satunya pergaulan bebas.  Untuk meningkatkan pengetahuan mengenai pergaulan bebas pada siswa  kelas 11 di SMAN Jatinangor.  Dengan  penyuluhan Kesehatan kepada para siswa  dan diskusi. Terdapat peningkatan pengetahuan pada siswa  tentang pergaulan bebas pada remaja dilihat dari hasil pre dan post test.  Berdasarkan evaluasi proses yang meliputi keantusiasan dan peran serta peserta, serta evaluasi pembelajaran meliputi evaluasi awal dan evaluasi akhir, didapatkan bahwa tingkat pemahaman peserta mengenai pergaulan bebas meningkat. Hal tersebut kemungkinan besar dipengaruhi secara positif oleh pemilihan landasan teori, pemilihan metode, dan penyesuaian sesuai perkembangan siswa yang telah penulis lakukan dalam pendidikan kesehatan ini. Kata Kunci: Edukasi, Pergaulan Bebas, Remaja  ABSTRACT Teenager is a period when an individual experiences a transition from one stage to the next and experiences changes in both emotions, body, interests, behavior patterns, and is also full of problems, one of which is promiscuity. To increase knowledge about promiscuity in grade 11 students at SMAN Jatinangor. With health counseling to students and discussion. There is an increase in students' knowledge about promiscuity in adolescents seen from the results of the pre and post tests. Based on the process evaluation which included the enthusiasm and participation of the participants, as well as the learning evaluation which included the initial evaluation and the final evaluation, it was found that the participants' level of understanding about promiscuity increased. This is most likely influenced positively by the choice of theoretical basis, selection of methods, and adjustments according to student development that the author has done in this health education. Keywords: Education, Promiscuity, Teenager
Co-Authors Afriliani, Anne Cintya Agiesta Sephya Shobarina Agustina, Habsyah Safaridah Ahmad Gimmy Prathama Siswadi Ahmad Yamin Ahmad Yamin AI MARDHIYAH, AI Algia Nuruliani Andri Nugraha Andri Nugraha, Andri Andriani, Wulan Selvia Andrini, Nadia Putri Ani Haryani Annisa Khaerera Annisa, Vena Arumsari, Dinda Piranti Atmadiyanti, Ayu Lita Ayu Lita Atmadiyanti Ayu, Rahadiani Azka Aflahatinufus Azzahra Salsabila B.M.L, Valentina Bakti, Sarah Kusumah Cecep Eli Kosasih Chaerani, Aisha Chandra Isabella Hostanida Purba Chatarina Suryaningsih Damar Irza Derison Marsinova Bakara Dewi Amir, Mayasyanti Dewi, Heni Aguspita DEWI, SANG AYU MADE SRI UTAMI Dian Dewi Novianty Dwi Handayani Efri Widianti Eldessa Vava Rilla Elfani, Karisha Citra Ema Arum Rukmasari Emma Aprilia Hastuti Etika Emaliyawati F Sri Susilaningsih Fernandes, Intan Agusti Fifi Siti Fauziah Yani Fitri Aulia Habsyah Safaridah Agustina Hadi Suprapto Arifin Hana Rizmadewi Agustina Hartinah, Siti Hasanah, Ulung Hastuti, Hediati Helwiyah Ropi Hendrawati H Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hikmat, Rohman Iceu Amira Iceu Amira Iceu Amira D.A Iceu Amira DA Ikeu Nurhidayah Imas Maesaroh Imas Rafiah Imas Rafiyah Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana` Indra Maulana Iskandarsyah, Aulia Iwan Shalahuddin Iyus Yosep Iyus Yusep Khairunnisa, Nisrina Hasna Khoirunnisha, Naylla Kombong, Rita Kosim Kosim Kuntari, Retyan Rahmi Kurnia, Ihsan Kusman Ibrahim Latuheru, Jerwilsem Andrulin Lia Novianty Mahali, Nia Ainun Nadina Mamat Lukman Maria komariah Mediawati, Ati Surya Muhammad Luthfi Mutiara Syagitta, Mutiara Nandi Prima Yuda Nazhifah, Alifa Niara, Kinaya Vathia Zalva Nina Sumarni Nita Fitria Novianty, Dian Dewi Nur Oktavia Hidayati Nur Oktavia Hidayati Nurmansyah, Andri Nurmansyah, Donny Nursyafaat, Anastia Nurul Aeni Pamuji, Fajar Galih Puspowati, Ni Luh Nyoman Sri Putri, Khansa Aisah Rahayu, Kusila Devi Rahmawati, Nur Rini Ratu Nurafni Rina Kartikasari Rini Aprianti Rinjani, Santi Rizka Aisyah Rizki Aprilia Rizki Muliani Rossa, Nikita Sari, Lia Septiani, Nurul Serenity, Kinar Shivji, Noureen Asif Siti Rahmawati Siti Ulfah Rifa’atul Fitri Siti Yuyun Rahayu Fitri Siti Zulva Sri Hendrawati Sukma Senjaya Suryani S Suryani Suryani Suryani Suryani Suryani Suryani Taty Hernawati Taty Hernawati Taty Hernawati, Taty Taty Hernawaty Theresia Eriyani Titin Sutini Tuti Pahria Udin Rosidin Uluwiyya, Rahma Ummi Kulsum, Dewi utomo, shella Valentina B.M.L Windy Rakhmawati Wulan Selvia Andriani Yanti Hermayanti Yolanda Yolanda Yudistira, Andi Yulianita, Henny Yuniar, Nasya Zahara Farhan