Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : GIZI INDONESIA

EFEK PEMBERIAN SUPLEMEN SINBIOTIK DAN ZAT GIZI MIKRO (VITAMIN A DAN ZINC) TERHADAP STATUS GIZI PENDERITA TBC PARU ORANG DEWASA YANG MENGALAMI KEKURANGAN ENERGI KRONIK Hardinsyah, Suparman; Kusharto, Clara M; Sulaeman, Ahmad; Alisjahbana, Bachti
GIZI INDONESIA Vol 34, No 1 (2011): Maret 2011
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36457/gizindo.v34i1.99

Abstract

Pasien  TB  paru  pada  akhirnya  akan  mengalami  keadaan gizi  buruk  dan  menurunnya  respon  imun. Kemoterapi  dengan  menggunakan  obat-obatan  TB  merupakan  langkah  yang  efektif  untuk  mengobati penyakit ini, tetapi mempunyai pengaruh negatif terhadap keseimbangan mikropola usus inflamasi karena infeksi TB paru, menurunkan pengaturan sintesa zat  gizi dan menurunkan nafsu makan, sehingga terjadi kekurangan  gizi.  Penelitian  bertujuan  untuk  menganalisa  efikasi  symbiotik  dan  suplemen zat  gizi  mikro terhadap status gizi pada pasien dewasa TB paru yang sedang diobati yang menderita kekurangan energi kronik  setelah  2  bulan  menjalani  intervensi.  Desain penelitian  “a  double-blind  randomized  treatment control trial“ dilakukan pada 2 pusat penyembuhan TB paru di Bandung dan Garut. Sejumlah 43 orang yang  menderita  kekurangan  energi  kronik  (KEK)  dipilih  dari  76  pasien  TB  paru  yang  terekrut  dengan variasi umur antara 20–45 tahun. Kelompok ini dibagi 2 kelompok, kelompok pertama diberikan susu yang berisi  protein,  symbiotik  dan  suplemen  micronutrien (MSM)  dan  kelompok  kedua  diberi  susu  yang berbasis protein saja (MO) sebagai kelompok kontrol. Seluruh pasien menerima terapi standar untuk TB paru, parameter status gizi (BB, IMT, masa Lemak, hemoglobin, serum vitamin A dan seng) dikumpulkan pada saat awal setelah 1 bulan, 2 bulan dari pemberian intervensi data di awalnya. Perbedaan antara dan dalam kelompok menggunakan statistik parametrik dannon parametric. Hasil menunjukan bahwa setiap kelompok  pada  akhir  intervensi  parameter  status  gizi  secara  signifikan  mengalami  perbaikan dibandingkan  pada  awal  penelitian  (P0,05)  tetapi  tidak  ada  perbedaan  signifikan  antara  dua  kelompok (p0,05). Ada pengaruh potensial dari setiap suplemen dalam meningkatkan status gizi, penelitian yang lebih lama dengan tidak memberikan susu berbasis protein pada kelompok kontrol dibutuhkan. Kata kunci: imunitas, zat gizi mikro, symbiotik, TBparu
EFEK PEMBERIAN SUPLEMEN SINBIOTIK DAN ZAT GIZI MIKRO (VITAMIN A DAN ZINC) TERHADAP STATUS GIZI PENDERITA TBC PARU ORANG DEWASA YANG MENGALAMI KEKURANGAN ENERGI KRONIK Hardinsyah, Suparman; Kusharto, Clara M; Sulaeman, Ahmad; Alisjahbana, Bachti
GIZI INDONESIA Vol 34, No 1 (2011): Maret 2011
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.783 KB) | DOI: 10.36457/gizindo.v34i1.99

Abstract

Pasien  TB  paru  pada  akhirnya  akan  mengalami  keadaan gizi  buruk  dan  menurunnya  respon  imun. Kemoterapi  dengan  menggunakan  obat-obatan  TB  merupakan  langkah  yang  efektif  untuk  mengobati penyakit ini, tetapi mempunyai pengaruh negatif terhadap keseimbangan mikropola usus inflamasi karena infeksi TB paru, menurunkan pengaturan sintesa zat  gizi dan menurunkan nafsu makan, sehingga terjadi kekurangan  gizi.  Penelitian  bertujuan  untuk  menganalisa  efikasi  symbiotik  dan  suplemen zat  gizi  mikro terhadap status gizi pada pasien dewasa TB paru yang sedang diobati yang menderita kekurangan energi kronik  setelah  2  bulan  menjalani  intervensi.  Desain penelitian  ?a  double-blind  randomized  treatment control trial? dilakukan pada 2 pusat penyembuhan TB paru di Bandung dan Garut. Sejumlah 43 orang yang  menderita  kekurangan  energi  kronik  (KEK)  dipilih  dari  76  pasien  TB  paru  yang  terekrut  dengan variasi umur antara 20?45 tahun. Kelompok ini dibagi 2 kelompok, kelompok pertama diberikan susu yang berisi  protein,  symbiotik  dan  suplemen  micronutrien (MSM)  dan  kelompok  kedua  diberi  susu  yang berbasis protein saja (MO) sebagai kelompok kontrol. Seluruh pasien menerima terapi standar untuk TB paru, parameter status gizi (BB, IMT, masa Lemak, hemoglobin, serum vitamin A dan seng) dikumpulkan pada saat awal setelah 1 bulan, 2 bulan dari pemberian intervensi data di awalnya. Perbedaan antara dan dalam kelompok menggunakan statistik parametrik dannon parametric. Hasil menunjukan bahwa setiap kelompok  pada  akhir  intervensi  parameter  status  gizi  secara  signifikan  mengalami  perbaikan dibandingkan  pada  awal  penelitian  (P<0,05)  tetapi  tidak  ada  perbedaan  signifikan  antara  dua  kelompok (p>0,05). Ada pengaruh potensial dari setiap suplemen dalam meningkatkan status gizi, penelitian yang lebih lama dengan tidak memberikan susu berbasis protein pada kelompok kontrol dibutuhkan. Kata kunci: imunitas, zat gizi mikro, symbiotik, TBparu
KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK DAN KOMPOSISI ZAT GIZI MINUMAN CHICKEN ESSENCE YANG DIBUAT DENGAN PRESSURE COOKING Ahmad Sulaeman; Erna Puspasari; Eny Palupi; M Jevi Rachman
GIZI INDONESIA Vol 45, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36457/gizindo.v45i1.618

Abstract

Chicken essence (CE) is a type of functional food with various health benefits. This study aims to develop CE derived from broiler chicken at 3 different ages of slaughtering. CE was made by pressure cooking method for 4 hours and with the addition of red ginger, brown sugar, honey, and sesame oil. Organoleptic tests were performed. Color, pH, total dissolved solids, and viscosity were determined to evaluate the physical characteristics. The evaluation of nutritional value was done by proximate analysis. The amino acid profile of the selected formula was then analyzed. Based on the hedonic test, F2 showed the highest level of acceptance. Physical analysis showed that the pH of developed CE tended to be acidic (pH = 5.44 – 5.65) and had a red color but was not quite light. Total dissolved solid was not significantly different between the formulas. The nutritional evaluation showed that the energy ranged from 77 - 85 kcal, 79.52 - 81.21 percent water, 2.26 - 2.89 percent ash, 13.54 - 15.15 percent protein, and 4.56 - 4.68 percent fat. F2 was determined as the selected formula, but the amino acid score (AAS) was still very low (AAS = 2.3). Therefore, further research needs to improve the quality of chicken essence protein.ABSTRAKChicken essence (CE) merupakan salah satu jenis pangan fungsional dengan beragam manfaat kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan CE dari karkas ayam broiler dengan 3 umur potong yang berbeda (21, 28 dan 35 hari). CE dibuat dengan metode pressure cooking selama 4 jam dengan penambahan jahe merah, gula merah, madu dan minyak wijen. Uji organoleptik dilakukan terhadap semua formula dan dibandingkan dengan CE komersil. Analisis fisik dilakukan dengan menilai pH, warna, total padatan terlarut dan viskositas. Evaluasi nilai gizi dilakukan dengan analisis proksimat (air, abu, protein lemak dan karbohidrat). Analisis profil asam amino dilakukan dengan menggunakan ultra performance liquid chromatography (UPLC) terhadap formula terpilih. Hasil penelitian ini menunjukkan tidak ada perbedaan mutu organoleptik antar formula yang dikembangkan. Dibandingkan dengan CE komersil, CE yang dikembangkan memiliki warna yang lebih tidak gelap, lebih tidak beraroma ayam dan anyir, lebih manis, asam dan gurih, dan lebih tidak pahit, namun lebih kurang jernih, kurang homogen dan kurang shininess, lebih kental dan banyak endapan. Berdasarkan uji hedonik, formula dengan umur potong 28 hari, (F2) cenderung memiliki tingkat kesukaan tertinggi. Analisis fisik menunjukkan pH CE yang dikembangkan cenderung asam (pH = 5,44 – 5,65) dan memiliki warna kemerahan namun tidak cerah. Sementara itu, tidak ditemukan perbedaan pada total padatan terlarut. Hasil evaluasi nilai gizi menunjukkan kandungan energi berkisar 77 - 85 kkal, air 79,52 – 81,21 persen, abu 2.26 – 2,89 persen, protein 13,54 – 15,15 persen dan lemak 4,56 – 4,68 persen. F2 ditentukan sebagai formula terpilih, namun Skor asam amino (SAA) masih sangat rendah (SAA = 2,3). Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian lanjtuan untuk meningkatkan kualitas protein CE.  Kata kunci: ayam broiler, chicken essence, nilai gizi, pangan fungsional
Co-Authors - Ismanto -, Sulistiani Ade Chandra Iwansyah Agus Wijaya Soehadi Agustin, Arin Tria Ahmad Muthi Abdillah Akhiruddin Maddu Ali Khomsan Alida Harahap Andi Sofyan Hasdam Anggar Pamungkas Annisa, Aulia Apriantini, Astari Ascobat, Purwantyastuti Aulia, Salma Shafrina Bachti Alisjahbana BUDI SETIAWAN Budi Setiawan Budi Setiawan Clara M Kusharto Clara M. Kusharto Dadang Supriatna Darodjat, Darodjat Dewanti Putri Pratiwi Dian Wulandari Drajat Martianto Edi S Mudjajanto Eka Andriani, Eka Ekowati Handharyani Elida, Sukma Eliza Halim Eny Palupi Erna Puspasari Evy Damayanthi Faisal Anwar Fakhrudin, Mokhamad Fikri, Al Mukhlas Fitri Filianty Fitriyah, Holif H. Pasaribu, Fachriyan Hadi Riyadi Hana Fitria Navratilova Hardinsyah Hasim Hidayah Dwiyanti Hidayati, Anggi Puspa Nur I Gusti Bagus Wiksuana I MADE ARTIKA I wayan Teguh Wibawan Ikeu Ekayanti Ikeu Tanziha Indra Kusuma Ismanto, - Kailaku, Sari Intan Karina Rahmadia Ekawidyani Katrin Roosita Kusno Kusno Kusumaningrum, Indah Kusumawaty, Nila Laily, Noer Larasati Khairunnisa Leily Amalia Liana Verdini Lina Lasminingrum Lingga Kusuma M Jevi Rachman M, Makhful MADE ASTAWAN Mahani Mahani Maigoda, Tonny Cortis Mansur Jauhari Maria, Maya Maya, Sofya Mega Pramudita Rahayu Moh. Hasan Machfoed Muhamad Rizal Martua Damanik Musa Hubeis Muslich Muslich, Muslich Naufal Muharam Nurdin Nike Yosephine Nino Yayah Sadiyyah Noorwati Sutandyo Nur Heni Sri Palupi Nurbani Kalsum Nurfina Yudasari Permono Adi Putro Ploeger, Angelika Priyono, Harim Puspita, Winny Putri, Pingkan Permata Qurratu Aini Rahayu, Nur Setiawati Ratih Putri Damayati Restuti, Ratna Dwi Rianto Setiabudy Rimbawan , Rimbawan Rimbawan Rinanda Dwi Saputri Rini Purnawati Rizka Febriana Ruhiyat, Dadang Safitri, Debby Endayani Sapta Raharja SARI INTAN KAILAKU SARI INTAN KAILAKU, SARI INTAN Setiawan, Budi Sri Anna Marliyati Sugeng Widodo Suhartono Suhartono Sulistiani - Suparman Hardinsyah, Suparman Supriatna, Dadang Syartiwidya, Syartiwidya Tiurma Sinaga Ujang Sumarwan Uswah, Fathimah V Prihananto V. Prihananto Wiwi Febriani Yahdiana Harahap Yulia Irdawati Zakiyah Zakiyah